Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri whatsapp. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri whatsapp. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Pekerjaan Sampingan WFH Yang Beneran Dibayar Beserta Buktinya, Shopee Affiliate, Surveyon, Google Adsense, Seedbacklink dan Bazoom

0



Campusnesia.co.id - In this economy era, rasanya memiliki pekerjaan utama saja belumlah cukup untuk mengcover kebutuhan sehari-hari. Mencari pekerjaan formal susah, ketika diterima kerja sering terjadi upahnya hanya sebatas UMR saja.

Jika ada postingan di media sosial yang bertanya tentang pekerjaan sampingan atau loker WFH yang beneran dibayar, bukan karena mereka malas tapi memang demikian realitas di lapangan.

Untuk sobat yang sedang mencari Pekerjaan Sampingan WFH Yang Beneran Dibayar Beserta Buktinya. Sebagai disclaimer untuk besaran hasilnya tergantung seberapa rajin dan kerja keras sobat ya, beberapa contoh di daftar berikut ini mungkin hasilnya kecil, tapi jika rajin dalam melakukannya tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan jumlah yang besar.


1. Shopee Affiliate
Shopee yang kita kenal sebagai platfom e-commerce untuk belanja online, punya program affiliate dimana kita sebagai pengguna juga bisa mempromosikan produk di Shopee dan ketika ada orang yang membeli produk tersebut dari link yang kita bagikan bakal dapat komisi.

Besaran komisi setiap produk berbeda tergantung si pemilik toko, salah satu strategi yang bisa saya bagikan, carilah produk yang laris dengan harga yang kompetitif dari toko lainnya tapi komisinya lebih besar.

Setelah mendaftar program affiliate kita bisa membagikan link tersebut dengan membuat konten video di Shopee Video, share di sosial media seperti Twitter (X), Facebook, Thread, TikTok atau Instagram serta website dan blog jika punya.

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, cara kerjanya jika ada orang mengklik link tersebut dan terjadi transaksi maka kita akan mendapatkan komisi dan komisi tersebut bisa ditarik ke akun ShopeePay atau rekening bank dengan minimal nominal tertentu.

Buat sobat yang mau cobain Shopee Affiliate bisa pake kode referal berikut ini: 5CGLMAV

Bukti penghasilan dari Shopee Affiliate:





2. Surveyon
Surveyon adalah website survey, kita bisa mendapatkan bayaran dengan mengisi survey yang ditanyakan. Selain menjawab surbey ada gamification seperti check-in setiap hari dan menjawab quickpoll. 

Jawaban dari survey-survey tadi akan dikonversi dalam bentuk poin dan setiap 10.000 poin bisa ditukar dalam berbagai bentuk misalnya e-wallet, pulsa, voucher dan dollar melalui PayPal.

Saran dari saya ada baiknya memilih mencairkan lewat PayPal karena kalau dibandingkan nilainya jadi lebih besar. Untuk 10.000 poin setara 1 dollar Amerika atau sekitar Rp16.000 jika diubah ke kurs rupiah.

Buat sobat yang mau ikutan bisa juga masukan kode referal berikut ini: xLpjNxKl

Berikut bukti pembayaran dari Surveyon:



3. Blogging
Lebih butuh effort dari dua pilihan di atas dan bagi sebagian orang mungkin sudah old school, tapi percayalah jika sobat tekun juga bisa jadi penghasilan tambahan di rumah apalagi untuk yang hobi menulis.

Langkah pertama harus membuat blog terlebih dahulu, sobat bisa pilih platform seperti Blogger dari Google atau Wordpress, pastikan untuk membeli top level domain seperti com, id, co.id atau yang lain agar lebih profesional.

Buat tulisan, bagikan di sosial media agar banyak pengunjung dan pembaca blog kita. Setelah dirasa sudah memilki pengunjung harian yang konsisten saatnya untuk mendaftarkan berbagai program monetasi di bawah ini:


a. Google Adsense
Pilihan paling umum dalam memonetasi blog adalah menggunakan Google Adsense sebuah program layanan iklan dari Google. Setelah mendaftar dan disetujui, Google Adsense akan memasang iklan di blog kita, penghasilan dihitung berdsarkan jumlah klik pada iklan tersebut.

Pembayaran diberikan setelah memenuhi minimal saldo yaitu 100 dollar Amerika atau kalau menggunakan standar rupiah sebesar Rp1.300.000 akan dibayarkan setiap tanggal 21 lewat bank lokal Indonesia.

Bukti pembayaran dari Google Adsense:





b. Seedbacklink
Seedbacklink adalah platform jula beli link, kita sebagai pemilik blog atau web disebut publisher bisa mendaftar dan menawarkan blog kepada para advertiser.

Publisher bisa menentukan harga untuk setiap artikel yang akan ditayangkan dan berapa banyak link yang boleh dicantumkan. Jika ada pesanan akan ada pemberitahuan lewat Whatsapp dan email, setelah mengerjakan order tersebut kita harus mengirimkan link artikel yang sudah ditayangkan.

Sebagai catatan, Seedbacklink mengenakan potongan 25% dari harga yang dibayarkan, jadi sebelum menentukan harga saran saya pikirkan matang-matang karena jika suatu hari sebagai publisher kita ingin mengubah harga tersebut bakal dikenakan biaya Rp20.000.

Pembayaran dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan yaitu di tanggal 5 dan 25 dengan waktu proses permintaan 3 hari, jadi sebelum sobat mengajukan penarikan pembayaran jangan lupa cek kelender ya.

Kuncinya adalah sering dapat order, jadi bayaran yang kecil akan jadi banyak juga akhirnya.

Bukti pembayaran dari Sedbacklink:






b. Bazoom
Bazoom adalah platform seperti Seedbacklink tapi dari luar negeri, sistem pendaftarannya kurang lebih sama dengan mengajukan website milik kita. Bedanya tarifnya ditentukan dengan mata uang dollar Amerika.

Saat dapat order akan ada pemberitahuan lewat email, jadi kuncinya paling tidak cek email setiap hari, jaga-jaga kalau ada pesanan.

Setelah kita mengerjakan ordernya uang akan masuk akun dan bisa dicairkan setiap tanggal 1 di awal bulan. Karena mata uangnya dollar, sobat harus punya akun PayPal.

Sebagai informasi jika menarik pembayaran lewat PayPal, Bazoom akan mengenakan potongan 5 dollar.

Bukti pembayaran dari Bazoom:





Oke sobat Campusnesia postingan kita kali ini tentang Pekerjaan Sampingan WFH Yang Beneran Dibayar Beserta Buktinya, Shopee Affiliate, Surveyon, Google Adsense, Seedbacklink dan Bazoom, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Nandar

11 Cara Ngurangin Scrolling Sosmed Biar Gak HP Terus Agar Bisa Konsentrasi Satu Pekerjaan

0
 


Campusnesia.co.id - Kita berada di era, dimana internet dan gadget sudah menjadi bagaian dari hidup sehari-sehari. Merujuk pada data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dalam Laporan Survei Penetrasi Internet Indonesia yang dirilis setiap tahun. Data terbaru (2024-2025) menunjukkan pengguna di Indonesia mencapai 79,5% hingga 80,6% dari total populasi. Dari data tersebut 98% lebih pengguna internet memiliki akun medsos dan menjadikan media sosial sebagai alasan utama orang Indonesia mengakses internet.

We Are Social and Meltwater melaporkan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3 jam 8 menit hingga 3 jam 15 menit per hari (data awal 2024-2025). Hal ini menempatkan Indonesia secara konsisten 10 besar negara dengan durasi penggunaan media sosial tertinggi di dunia.

Gen Z dan Milenial masuk kategori kelompok aktif, dengan rata-rata 4 hingga 6 jam per hari. Data menunjukkan bahwa pengguna Indonesia sangat loyal pada aplikasi berbasis video mulai dari TikTok dengan penggunaan rata-rata 44 jam 54 menit per bulan (hampir 1,5 jam/hari). YouTube rata-rata 29 jam 04 menit per bulan, WhatsApp rata-rata 24 jam 17 menit per bulan dan Instagram dengan ata-rata 14 jam 57 menit per bulan.

Dari sisi popularitas terdapat 5 sosial media dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia, yaitu:  TikTok ±180 juta pengguna menjadi platform dengan pertumbuhan tercepat dan durasi tonton tertinggi. YouTube  ±151 juta pengguna, WhatsApp Digunakan oleh sekitar 90,8% pengguna internet di Indonesia utama untuk komunikasi, Instagram: ±108 juta pengguna. Facebook ±121 juta pengguna masih sangat kuat di segmen usia dewasa dan paruh baya.

Tingginya angka penggunaan harian sosial media tersebut tidak jarang mengganggu konsentrasi apalagi dengan maraknya konten video pendek yang berdampak pada Attention Span yaitu penurunan kemampuan untuk fokus pada satu hal dalam waktu lama atau Sustained Attention yang bisa berdampak dari Brain Rot yang secara harfiah berarti "pembusukan otak". Istilah ini populer di kalangan Gen Z dan Milenial bahkan menjadi Word of the Year 2024 menurut Oxford, merujuk pada penurunan kualitas kognitif, daya ingat, dan kemampuan berpikir kritis akibat terlalu banyak mengonsumsi konten berkualitas rendah yang sangat cepat.

Belum terlambat untuk mengatasi dampak sosial media ini, salah satu cara yang paling afektif adalah dengan Digital Detox atau puasa media sosial dengan melatih kembali fokus dengan aktivitas lambat dan mengurangi penggunaan sosial media.

Lewat postingan kali ini, berikut kami hadirkan informasi tentang Cara Ngurangin Scrolling Sosmed Biar Gak HP Terus Agar Bisa Konsentrasi Satu Pekerjaan. Apa saja? ini dia daftarnya: 


1. Membersihkan Rumah
Melakukan kegiatan bersih-bersih bisa membuat kita melepas kecanduan scrolling sosmed. Mulailah dari hal sederhana dan ringan misalnya membersihkan kamar tidur atau kamar kos. Jika sudah mulai terbiasa bisa ditambah dengan membersihkan ruang keluarga dan seisi rumah hingga halaman rumah. 

Selain mengurangi kecanduan pada gadget dan sosial media, aktifitas membersihkan rumah ini juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena akan mengeluarkan keringat.



2. Menggambar dan Mewarnai
Bagi sobat yang punya bakat bisa mulai menggambar di kertas, melukis di kanvas dan mewarnai. Mungkin terdengar sebagai kegiatan anak-anak, namun hal tersebut cukup efektif melatih konsentrasi, kreatifitas dan fokus sehingga sejenak bisa melupakan sosmed.
 

3. Belajar Memasak - Baking
Belajar memasak dan memanggang roti atau kukis bisa juga jadi alternatif mengalihkan fokus ketergantungan pada sosial media. Bagi sobat yang hobi makan hal ini akan mengajarkan kesabaran bahwa untuk menikmati sebuah hidangan harus melewati proses pembuatan terlebih dahulu.


4. Membaca Buku
Buku apapun, tidak melulu harus tema berat dan serius. Bisa juga buku dengan cerita ringan, novel bahkan dongeng. Jika sudah terbiasa maka membaka buku bakal jadi obat ampuh dalam mengurangi scrolling sosmed. Membaca juga bermanfaat menambah pengetahuan baru, melatih imajinasi serta empati.



5. Memelihara Hewan
Sekali lagi tidak harus hewan yang besar seperti anjing atau kucing, kita bisa mulai dari yang mudah dalam pemeliharaannya seperti ikan, burung bahkan jangkrik. Atau kalau mau yang lucu-lucu bisa juga memilih kelinci atau hamster cocok untuk anak kos.


6. Merajut dan Menyulam
Hobi dengan benang ini bisa melatih kesabaran dan kreatifitas, hasilnya bisa digunakan seperti kaos kaki, topi hingga kardigan atau selimut. Jika sobat ingin lebih serius merajut bisa juga jadi bisnis sampingan.


7. Ikut Komunitas
Mengikuti komunitas bisa bermanfaat dalam menjalin hubungan dengan orang baru, sekedar mengobrol dan bertukar cerita serta perpekstif terhadap berbagai hal bisa memperkaya pemikiran kita sehingga bisa menghargai keragaman pola pikir orang lain.


8. Journaling atau Menulis
Journaling sesederhana menulis apa saja yang hari ini sudah kita jalani, hal yang menarik hingga mengambil hikmah peristiwa yang kita alami. Menulis bisa lewat diary dengan tulisan tangan atau menuangkan dalam blog personal. Menulis melatih kita mengungkapkan isi pikiran yang sering kali jadi persoalan karena berkutat di kepala kita saja. Menulis juga bermanfaat melatih menuangkan ide dengan runut serta mudah dimengerti orang lain.



9. Berkebun
Di era yang mulai tumbuh kesadaran terhadap gaya hidup sehat, berkebung di pekarangan rumah bisa jadi langkah awal yang bagus. Mulai saja dari tanaman sederhana seperti cabe, bawang, selada atau pakcoy yang bisa kita gunakan sebagai sayuran tambahan dalam hidangan harian.

Selain mengalihkan pada ketergantungan gadget dan sosmed, berkebun bisa jadi ketahanan pangan dan menghemat pengeluaran harian.



10. Bermain Board game
Gerasi millenial mungkin masih menikmati serunya bermain board game saat kecil yang setelah dewasa dengan hadirnya sosial media jadi jarang bahkan mungkin tidak pernah lagi.

Board game sederhana seperti ular tangga, uno, jenga dan kartu bisa melatih otak bermain strategi memaksa berfikir berulang kali dan memprediksi permainan lawan sehingga fokus bisa terlatih dan otak kembali terasah mengurangi ketergantungan dengan chat-gpt atau Ai lainnya.



11. Menerapkan Teknik Pomodoro
Teknik Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang dikembangkan oleh Francesco Cirillo pada akhir 1980-an. Nama ini diambil dari bahasa Italia, Pomodoro, yang berarti tomat, karena saat itu Cirillo menggunakan timer dapur berbentuk tomat untuk mengukur waktu belajarnya. Teknik ini sangat efektif untuk melawan dampak "TikTok Brain" atau penurunan konsentrasi karena melatih otak untuk fokus secara intens dalam durasi singkat.

Berikut adalah langkah-langkah standar untuk menerapkannya:

a. Pilih Satu Tugas dengan menentukan satu tugas spesifik yang ingin diselesaikan hindari multitasking.

b. Atur Timer 25 Meni dan fokuslah sepenuhnya pada tugas tersebut hingga timer berbunyi. Satu sesi 25 menit ini disebut sebagai satu jendela kerja atau satu Pomodoro.

c. Istirahat Singkat (5 Menit), saat timer berbunyi, segera berhenti dan beristirahat. Gunakan untuk meregangkan tubuh, minum air, atau menjauh dari layar. Jangan buka media sosial pada jeda ini.

d. Ulangi dan lakukan siklus di atas sebanyak 4 kali.

e. Istirahat Panjang (15–30 Menit), setelah menyelesaikan 4 sesi Pomodoro, ambil waktu istirahat yang lebih lama sebelum memulai siklus baru.



Oke demikian tadi sobat Campusnesia postingan kita kali ini tentang Cara Ngurangin Scrolling Sosmed Biar Gak HP Terus Agar Bisa Konsentrasi Satu Pekerjaan, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar


===
Baca juga:

Mengenal Universitas Maritim AMNI Semarang

0
 



Campusnesia.co.id -  Buat sobat pembaca yang saat ini di jenjang SMA/SMK Sederajat dan ingin melanjutkan ke perguruang tinggi, Universitas Maritim Akademi Maritim  Nasional  Indonesia atau Unimar Amni Semarang bisa jadi pilihan.

Universitas Maritim AMNI Semarang (UNIMAR AMNI) adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang yang fokus pada pendidikan kemaritiman, transportasi, dan bidang terkait, yang awalnya berdiri sebagai Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI) pada 1963, kemudian berkembang menjadi sekolah tinggi dan universitas, dengan program studi mencakup D3 Nautika, Teknika, S1 Transportasi, Teknik Mesin, hingga program profesi Perwira Pelayaran, menghasilkan lulusan profesional berorientasi maritim. 


Sejarah Singkat Unimar Amni Semarang:

- 1963: Didirikan sebagai Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI) oleh para mahasiswa eks Akademi Ilmu Maritim Semarang.

- 2000: Mendirikan Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi AMNI (STMT AMNI).

- 2007: Mengembangkan diri menjadi Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor AMNI (UNIMAR "AMNI") sesuai SK Mendiknas No. 53/D/O/2007.

- Perkembangan: Terus berkembang menjadi universitas dengan fokus pada kualitas dan profesionalisme lulusan, serta memiliki sertifikasi ISO 9001:2015. 


Program Studi Unggulan Unimar Amni Semarang:

- D3 Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan.

- D3 Nautika + Profesi ANT III (Ahli Nautika Tingkat III).

- D3 Teknika + Profesi ATT III (Ahli Teknika Tingkat III).

- S1 Transportasi.

- S1 Teknik Mesin.

- S1 Teknik Transportasi Laut.

- S1 Teknik Keselamatan (K3).

- S1 Teknik Perdagangan Internasional. 


Alamat dan kontak Unimar Amni Semarang:
Jalan Soekarno-Hatta no.180 Semarang
Kode pos 50199

Kontak:
Telp. (024) 6710 486 / 6710648 Fax (024) 6714 745
Whatsapp CP1 : 0851 6161 0180
Whatsapp CP2 : 0851 6163 0180

Website: unimar-amni.ac.id
Email: info@unimar-amni.ac.id

Sosial Media:
Instagram : @unimaramni.official
Tiktok : @unimaramni.official
Youtube : Universitas Maritim AMNI Semarang


Salah Paham Lintas Budaya: Yuk, Pahami Biar Nyambung!

0
 
Sumber gambar: pinterest.com



Campusnesia.co.id - Pernah nggak sih kamu mengangguk pas ngobrol, mikirnya cuma sopan, eh ternyata orang lain kira kamu setuju banget? Atau kirim pesan “Oke” di grup chat, tapi malah dikira lagi bad mood? Momen bikin bingung gini sering banget kejadian, dan tahu nggak? Biasanya gara-gara budaya!

Dunia sekarang kayak kampung global. Kita bertemu orang dari berbagai budaya, entah pas traveling, kuliah, atau cuma lewat WhatsApp. Setiap bahasa, gerakan, bahkan diam, punya cerita sendiri yang dibentuk sama budaya dan sejarah. Apa yang biasa buat kita, bisa jadi asing buat orang lain. Makanya, paham perbedaan budaya itu bukan cuma soal sopan, tapi bikin kita nyambung beneran sama orang lain.


Kata Bisa Bikin Bingung

Meski pakai bahasa yang sama, kita bisa salah paham. Soalnya, cara ngomong kita dipengaruhi budaya, bukan cuma kata-katanya. Ada budaya yang suka ngomong to the point, ada juga yang lebih suka halus.

Contohnya, di Jepang, orang mungkin bilang “Kayaknya susah, deh” ketimbang “Enggak”. Ini karena mereka jaga harmoni biar nggak bikin orang lain tersinggung. Nah, di negara kayak Amerika, orang lebih suka jelas. Bilang “tidak” dianggap jujur, bukan kasar.

Makanya, kata “iya” aja bisa bikin ribet. Di Jepang, “iya” kadang cuma berarti “Aku dengerin”, bukan “Aku setuju”. Tapi di Barat, “iya” ya berarti setuju. Bayangin, beda pengertian ini bisa bikin kacau di kantor, kelas, atau proyek bareng temen dari luar negeri!


Bahasa Tanpa Kata

Peneliti Liu, Schwab, dan Hess (2023) bilang, kita lebih banyak ngomong lewat hal-hal yang nggak pakai kata, kayak ekspresi muka, gerakan tangan, nada, atau bahkan diam. Tapi, tantangannya, makna isyarat ini beda-beda di tiap budaya.

Senyum, misalnya. Di suatu tempat, senyum artinya ramah. Di tempat lain, bisa jadi cuma sopan atau nutupin rasa nggak nyaman. Penelitian bilang, cara kita lihat emosi tergantung situasi. Yang kelihatan bahagia di satu budaya, bisa dikira cuma gugup di budaya lain.

Diam juga punya makna. Studi dari Hayati dan Sinha (2024) bilang, kalau kamu nggak bales chat, artinya beda-beda. Di budaya Barat, diam bisa dianggap cuek atau nggak sopan. Tapi di Indonesia atau Jepang, diam bisa berarti hormat, lagi mikir, atau malah setuju. Nah, di dunia online yang nggak ada nada atau gestur, gampang banget salah paham kalau kamu nggak
bales cepet!


Emosi Nggak Selalu Sama

Kita suka mikir emosi itu universal, senyum artinya seneng, nangis artinya sedih. Tapi, penelitian besar dari Cowen dkk. (2024) bilang, cara orang nunjukin emosi beda-beda banget antar budaya. Mereka ngeliat orang dari Amerika, Eropa, dan Jepang. Meski perasaan dasarnya sama, cara ngungkapinnya beda. Orang Amerika suka ekspresif, misalnya ketawa lebar pas seneng atau ngomel pas kesel. Orang Jepang? Lebih kalem, biar suasana tetap adem.

Ini namanya “aturan tampilan” (display rules), kayak panduan budaya buat nunjukin emosi. Di Jepang, muka tenang bukan berarti nggak seneng, tapi bisa jadi tanda hormat. Tapi, senyum lebar orang Amerika mungkin dikira lebay di budaya yang lebih santai.

Beda gaya ini kadang bikin stereotip. Orang Barat bisa nganggep orang Asia “pendiam banget”, sementara orang Asia mungkin ngerasa orang Barat “heboh amat”. Padahal, cuma beda aturan main budaya!


Ribetnya Ngobrol di Dunia Digital

Teknologi bikin gampang nyambung sama orang dari mana aja, tapi juga bikin beda budaya lebih kelihatan. Bayangin, satu video call bisa ngumpulin orang dari lima negara! Emoji, nada, atau video call bisa bantu, tapi kadang malah bikin salah.

Misalnya, emoji jempol. Buat orang Amerika, artinya “oke”. Tapi di Timur Tengah, bisa berarti “udah, stop ngomong.” Pesan singkat juga bisa bikin bingung. Tanpa muka atau konteks, pesan bisa kedengaran lebih galak atau dingin dari maksudnya.

Hayati dan Sinha (2024) bilang, chat di dunia maya kehilangan banyak isyarat sosial yang biasanya bantu kita ngertiin orang. Makanya, banyak tim global sekarang belajar biar lebih pinter ngertiin diam, nada, sama waktu ngobrol.


Pelajaran dari Keseharian

Nggak perlu kerja di perusahaan besar buat ngerasain salah paham budaya. Bayangin, pelajar Indonesia di Jerman. Dia diam di kelas karena hormat sama guru, kayak kebiasaan di Indonesia. Tapi, profesor Jerman mikir dia nggak peduli atau nggak siap. Padahal, dua-duanya cuma mau sopan!

Momen kayak gini nunjukkin bahwa kita sering nilai orang pake kacamata budaya kita sendiri. Jeda dalam obrolan bisa bikin orang mikir, tapi bisa juga bikin orang lain ngerasa awkward. Nunduk pas ngobrol bisa dianggap sopan atau malah nggak jujur, tergantung budayanya.

Kuncinya? Sadar. Kalau kita berhenti sejenak dan mikir, “Eh, apa dia maksudnya lain?”, kita mulai bisa ngerti, bukan cuma nilai. Bukan soal hafal semua aturan budaya, tapi soal ngedengerin dengan hati.


Tips Biar Nggak Salah Paham

Salah paham nggak bisa hilang 100%, tapi bisa dikurangi kalau kita ramah dan penasaran. Nih, tiga cara gampang:


1. Lihat Maksud di Balik Kata
Jangan cuma denger kata-katanya, tapi coba pahami apa yang orang mau sampaikan. “Mungkin” bisa berarti “nggak”, dan diam bisa berarti “aku setuju”.


2. Tanya, Jangan Nebak
Kalau bingung, tanya aja dengan sopan. Cukup bilang, “Maksudnya gini, ya?” biar nggak salah sangka.


3. Belajar Sambil Jalan
Makin sering ngobrol sama orang lain dari budaya lain, makin jago kita nangkep isyarat kecil, Nggak perlu ganti jati diri, cukup tambah wawasan!


Cara-cara kecil ini bisa bikin orang lebih percaya sama kita, kurangi drama di kantor, dan
bikin pertemanan makin erat.


Cerita Nyata: Dari Bingung Jadi Nyambung

Bayangkan kamu lagi kerja bareng teman dari India di proyek online. Kamu tanya, “Jadi, kapan deadline nya?” Dia jawab, “Secepatnya, deh”. Kamu berpikir, “Oke, berarti minggu ini.” Tapi, seminggu kemudian, dia baru mengirimkan draft. Kesel? Eits, tunggu dulu. Di budaya India, “secepatnya” bukan berarti “santai saja, nanti selesai kok,” bukan buru-buru seperti di Indonesia.

Daripada marah, coba tanya, “Secepatnya itu kira-kira kapan, ya?” Ini membuat jelas tanpa membuat orang lain merasa disudutkan. Cerita seperti ini sering terjadi di grup belajar atau kantor yang lintas budaya. Di Indonesia, kita mungkin suka bilang “nanti” agar sopan, tapi bagi orang jerman, “nanti” bisa membuat mereka bingung karena terlalu samar.

Contoh lain, ketika ngobrol dengan teman dari Amerika, mereka suka bercerita panjang lebar tentang ide mereka. Untuk kita yang biasa to the point, ini bisa membuat, “Eh, intinya apa sih?” Tapi, di budaya mereka, bercerita panjang adalah cara untuk menyampaikan ide. jadi, coba dengarkan dulu, baru ringkaskan jika perlu. Lama-kelamaan, kamu akan jago membedakan mana yang cuma gaya ngomong, mana yang benar-benar penting.


Mulai dari Sekarang: Jadi Jembatan Budaya

Jadi, orang yang bisa beradaptasi dengan budaya lain tidak perlu jadi ahli antropologi. Mulai dari hal kecil aja. Misalnya, ketika bertemu orang baru dari budaya berbeda, coba tanya satu pertanyaan sederhana, seperti, “Di tempat kamu, biasanya ngapain kalau ulang tahun?”

Pertanyaan sederhana ini bisa membuka obrolan yang menyenangkan dan membuatmu belajar tanpa terasa berat. Atau, ketika berada di grup chat internasional, perhatikan kebiasaan orang lain. Ada yang merespons cepat, ada yang suka berpikir dulu. Jangan buru-buru menilai, “Kok dia lambat merespons, sih?” Mungkin bagi mereka, berpikir dulu adalah tanda serius. Di Indonesia, kita juga sering menggunakan “santai aja” untuk menjaga perasaan kan? Nah, coba beri ruang yang sama kepada orang lain.

Satu lagi, coba eksplor budaya melalui hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton film dari negara lain atau mencoba resep makanan khas mereka. Misalnya, membuat kimchi ala Korea atau menonton film Bollywood. Ini cara yang asik untuk memahami cara orang lain berpikir dan hidup. Lama kelamaan, kamu akan lebih mudah beradaptasi.


Lebih dari Salah Paham: Ayo Nyambung!

Ngobrol itu nggak cuma soal bagi-bagi info, tapi juga bikin hubungan. Setiap budaya punya caranya sendiri nunjukin perhatian, hormat, dan jujur. Kalau kita belajar ngertiin perbedaan ini, salah paham bukan akhir dunia, melainkan kesempatan buat lebih deket.

Kata Liu dan timnya, emosi sama cara kita nunjukinnya agak kaku. Mereka berubah-ubah tergantung tempat dan orang di sekitar kita. Begitu kita sadar ini, dunia jadi nggak begitu bikin pusing, malah seru!

Jadi, lain kali kamu bingung sama reaksi orang, diam lama, senyum cuma sopan, atau pesan yang kayaknya “aneh”. Inget, pesan mereka mungkin tersembunyi. Kita nggak harus pake bahasa yang sama buat nyambung; cukup dengerin dengan hati terbuka. Komunikasi lintas budaya nggak perlu sempurna. Cukup sabar, penasaran, dan tetap jadi manusia.


Ditulis oleh:
1. Varelina Aulia F.
2. Yuni Sari Amalia S.S., M.A., Ph.D



Referensi:

Cowen, A. S., Brooks, J. A., & Prasad, G. (2024). How emotion is experienced and expressed
            in multiple cultures: a large-scale experiment across North America, Europe, and
           Japan, 15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1350631


Hayati, D., & Sinha, S. (2024). Decoding Silence in Digital Cross-Cultural Communication:
            Overcoming Misunderstandings in Global Teams, 2(2).
            https://doi.org/10.70211/ltsm.v2i2.60


Liu, M., Schwab, J., & Hess, U. (2023). Language and face in interactions: emotion
           perception, social meanings, and communicative intentions, 14.
           https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1146494

Pendampingan Penguatan Brand Awareness Peternakan Warga Kelurahan Pakintelan melalui Pengintegrasian dan Sosialisasi Pemanfaatan Bisnis Digital

0
 


Campusnesia.co.idSemarang, 9 Juli 2025 - Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 140 Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan kegiatan penyuluhan bertema Digital Marketing untuk Masyarakat Umum yang berlangsung di Amrih Ngrembaka Farm, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Undip, dengan bimbingan langsung dari tiga dosen pembimbing lapangan (DPL) yakni Anugrah Robby Pratama, S.Pt., M.Pt., Nur Maulida Wahyuni, S.Pt., M.Pt., dan Hanna Dzawish Shihah, S.Pt., M.Pt.

Penyuluhan digital marketing ini diwakili oleh kelompok 3 dari tim KKNT 140 berjumlah 15 mahasiswa yang ditujukan bagi warga Kelurahan Pakintelan untuk meningkatkan literasi digital serta keterampilan dalam memasarkan produk atau jasa melalui media sosial dan platform daring lainnya.

Kelompok 3 tim KKN-T 140 Memperkenalkan pentingnya bisnis digital dalam memperkuat eksistensi produk usaha warga lokal di dalam pasar, dengan cara peningkatan awareness warga terhadap Digital Marketing. Menggunakan sosial media sebagai alat bantu dalam meningkatkan promosi penjualan produk peternakan warga dengan tujuan agar produk yang dihasilkan dapat dikenal masyarakat luas,  Dimulai dari pemaparan mengenai pengantar bisnis digital kemudian dilanjutkan dengan fokus pada penggunaan platform sosial media seperti: pembuatan caption pada platform Instagram dan Facebook hingga penggunaan fitur-fitur pada WhatsApp Bisnis sebagai alat bantu promosi produk warga. Tak luput juga tim KKN-T Undip memberikan sosialisasi pembuatan linktree dan cara pengambilan gambar produk menggunakan kamera serta penyusunan company profile sebagai bagian dari penguatan produk usaha warga.


Acara berlangsung meriah dan partisipatif. Para peserta diberikan materi seputar pembuatan akun bisnis, pengenalan platform pemasaran digital, tips membuat konten menarik, serta strategi sederhana untuk menjangkau konsumen secara online.

Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan warga, penyuluhan ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berwirausaha secara digital, baik dari rumah maupun dalam skala lokal.



Editor:
Achmad Munandar

Ini Kisahku Membuat Pojok Baca di Desa Untuk Meningkatkan Minat Baca Generasi Muda

0
 

Campusnesia.co.id - Halo sobat Campusnesia, apa kabar? lewat postingan kali ini saya mau berbagi tentang perjalanan membuat Pojok Baca di desa. Semua berawal ketika tanggal 20 April 2025 yang lalu saya memutuskan untuk pulang ke desa setelah sebelumnya selama hampir sepuluh tahun merantau di Kota Semarang. Sebenarnya juga sering pulang kampung sih minimal satu bulan sekali, namun kali ini benar-benar Bali Ndeso.

Banyak koleksi buku, majalah dan komik selama di Semarang yang ikut saya bawa pulang dan akhirnya kepikiran untuk membuat perpustakaan mini yang bisa akses oleh anak-anak, remaja, pemuda dan orang tua sekitar rumah.

Jujur awalnya ada keraguan apakah program-program seperti ini bakal diterima oleh masyarakat atau tidak mengingat bukan hal yang umum. Tapi seperti kata pepatah bijak "Setiap niat baik pasti akan menemukan jalannya" jadi saya putuskan untuk tetap menjalankannya.

Tepatnya tanggal 1 Mei 2025 saya umumkan bahwa koleksi buku saya boleh dibaca oleh masyarakat luas dengan nama program Pojok Baca Weron People karena dinaungi oleh komunitas pemuda di dukuh saya bernama Weron People yang selama ini sudah bergelut dalam berbagai program pengabdian masyarakat dan kegiatan sosial.

Secara pengertian, pojok baca merupakan pemanfaatan sudut ruang sebagai tempat koleksi buku yang bisa dibaca dan diakses oleh masyarakat umum.

Awalnya yang datang teman-teman dekat, belum fokus membaca sebatas main, ngobrol dan buka-buka koleksi buku saja.

Lalu datang pula teman beserta anak dan istrinya dan yang paling membahagiakan anak-anak tetangga yang rata-rata masih duduk di bangku SD, TK dan Paud mulai berdatangan.

Salah satu yang membuat mereka tertarik adalah permainan edukasi Jenga dan kayu susun, selanjutnya komik dan majalah anak Bobo juga banyak diminati sebagian lagi suka membaca buku random yang menurut mereka menarik seperti majalah pertanian dan buku pelajaran yang relate dengan pelajaran di sekolah.

Sungguh melebihi ekspektasi respon positif anak-anak di sini, ditambah respon beberapa orang tua yang mendukung program Pojok Baca berharap anak-anak mereka sesekali datang dan membaca sebagai selingan kegiatan positif selain bermain HP.

Kalau ditanya tujuannya apa membuat Pojok Baca ini? saya berharap bisa sedikit menularkan kegiatan poistif yaitu membaca buku, sekalipun banyak informasi apa saja sekarang sudah bisa didapatkan di HP dan video singkat seperti TikTok namun saya yakin membaca buku masih tetap banyak manfaatnya.

Seperti kata pepatah, "Membaca membuka jendela dunia" walau koleksi buku kami tidak semua baru namun dengan membaca buku-buku terbitan beberapa tahun lalu ada inspirasi dan secercah ilmu yang bisa diserap dan memberi keanekaragaman sudut pandang dalam melihat sebuah peristiwa.

Saya tidak tahu bakal bertahan sampai kapan program ini, tapi cita-cita dan komitmen saya akan tetap menjalankannya sekalipun tidak banyak yang datang membaca. Mengenalkan sebuah hal baru dan kebiasaan positif baru di desa bukanlah hal yang mudah. Tak jarang terdengar suara-suara sumbang yang kalau dimasukan dalam pikiran bisa jadi hambatan dalam perjuangan.

Lewat postingan kali ini, saya meminta doa dan semangat dari pembaca semua, semoga niat baik kami bisa diterima warga dan bertahan lama.

Bagi sobat yang berkenan membantu kami juga membuka kesempatan selebar-lebarnya misalnya donasi berupa buku, mainan edukasi atau dalam bentuk materi yang akan kami gunakan untuk menambah koleksi buku di Pojok Baca kami.

Untuk informasi dan dukungan seputar program Pojok Baca Weron People bisa hubungi saya lewat whatsapp di nomor 085292613001 atau bisa juga lewat situs Kitabisa.com/pojokbacaweronpeople.

Galeri Pojok Baca Weron People:








Oke sobat Campusnesia, itu tadi postingan saya kali ini yang berjudul Ini Kisahku Membuat Pojok Baca di Desa Untuk Meningkatkan Minat Baca Generasi Muda, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Nandar

Daftar Orkes Dangdut Koplo Pantura Populer Penghasil Bintang Ternama

0
 



Campusnesia.co.id - Dalam salah satu lagunya Project Pop pernah berkisah tentang sebuah genre musik yang disebut Music of my Country tidak lain tidak bukan yaitu Dangdut.

Populer sejak era 1968 musik dangdut terus berevolusi sejak kemunculan A. Rafiq, disusul generasi Rhoma Irama, Elvi Sukaisih, Rita Sugiarto, Mansur S, Evitamala dll.

Selain bintang-bintang ternama di aras yang malang melintang lalu lalang di layar televisi dan film, di daerah juga tumbuh grup-grup musik dangdut yang dikenal dengan Orkes Melayu atau disingkat OM.

Era tahun 2000an, popularitas musik dangdut kembali naik dengan perkembangan teknologi CD dan DVD sebagai saluran distribusi.

Icon yang muncul dalam generasi ini diantaranya Inul Daratista, Uut Permatasari lewat orkes dangdut Pallapa dan Monata asal Jawa Timur degan membawa genre baru yaitu Dangdut Koplo.

Dibanding dangdut era Rhoma Irama dkk, genre Koplo lebih rancak, tempo dan beatnya cepat dengan tambahan kendang sebagai alunan.

Popularitas orkes dangdut koplo semakin moncer lewat tanggapan dari berbagai daerah, harga sekali manggung tak cukup puluhan juta kadang hingga puluhan juta dengan kemasan panggung ala rigging konser, audio sound systen kualitas wahid serta pengamanan ekstra mengingat angusisme warga yang datang bksa mencapai ribuan orang.

Kini sekelas OM New Pallapa atau New Monata harus sabar jika ingin mengundag mereka, tak jarang bookingnya hingga setahun sebelum hari H pelaksanaan acara saling padatnya.

Lewat postingan kali ini, berikut kami hadirkan Daftar Orkes Dangdut Koplo Pantura Populer Penghasil Bintang Ternama.


1. OM New Pallapa

OM New Pallapa dulunya bernama Pallapa saja, pimpinan bu Juana Sari dan penabuh kendang paling legend dalam dunia musik dangdut koplo yaitu cak Slamet atau Cak Met.

Nama-nama populer seperti Tasya Rosmala, Jihan Audy dan Gerry Mahesa adalah talent-talent OM New Pallapa.

Tarif sekali undang untuk New Pallapa lengkap dengan sound systen Ramayana, keamanan dan jamuan sekitar Rp 100.000.000.



2. OM New Monata

Orkes melayu yang satu ini juga sangat populer, dipunggawai oleh Cak Sodiq vokalis dan gitaris bersuara merdu dengan ciri khas rambut gimbal.

Salah satu ciri khas New Monata musiknya lebih bervariasi dan eksploratif dibanding New Pallapa.

Selain nama besar Cak Sodiq ada Brdoin, Ratna Antika yang energik dan entertaint banget dalam setiap penampilannya dengan ciri khas topinya, adapula nama Lala Widy yang populer.

Tarif sekali undang New Monata sekitar Rp 80 hingga 100 juta.



3. OM Adella

OM Adella adalah orkes dangdut koplo asal Tuban, Jawa Timur. Berdiri pada tanggal 17 Oktober 2007 dan dibentuk oleh Haji Totok dan istrinya yaitu Ibu Henny.

Adella termasuk pelopor yang cepat tanggap menghadapi pandemi covid dengan membuat channel youtube dan menampilkan para artisnya.

Nama yang besar bersama OM Adella diantaranya adalah Yeni Inka, Arlida dan Difarina Indra.




4. OM Sera

Sejaman dengan Pallapa dan Monata, OM SERA yang ternyata kepanjangan dari Selera Rakyat didirikan pada tahun 2003 pimpinan bapak Moch Soleh.

Walau mungkin jarang didengar nama Via Vallen menitii karir bersama OM Sera lho.


5. OM Ageng Music

Ageng Music adalah side project Cak Met penabung kendang New Pallapa dengan ritme musik yang lebih kalem dan eksploratif ketimbang New Pallapa, ini ibarat Ahmad Band project Ahmad Dhani Dewa 19.

Lewat Ageng Music, cak Met mempopulerkan kedua putrinya yaitu Indri dan Sefti yang tergabung dalam Duo Ageng.

Penampilan Duo Ageng feat Ageng Music duet bersama sang Ayah Cak Met dalam lagu Bidadari Cinta sudah ditonton lebih dari 20 juta kali di channel youtube.



6. MG 86

OM MG 86 dikenal lewat Abah Lala yang mempopulerkan Cendol Dawet, orkes melayu ini beranggotakan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan petani ladang.

Abah lala juga populer lewat lagu Gedhe Rosl dan Ojo Dibanding-bandingke.




7. DC Music
Grup music pengiring Denny Caknan dengan ekplorasi music perpaduan dangdut, koplo, kendamg dan sexophone ala-ala music jazz.

Ciri khas ini membedakan dengan orkes lain dan tak jarang dibarengi aransemen lagu yang sedikit berbeda.

Nama besar Denny Caknan membuat nyaris apapun lagu yang dinayanyikan lewat channel youtubenya selalu trending.

Kabarnya sekali manggung, DC Music dan Denny Caknan dan bisa sampai ratusan juta.


6. OM Sagita


7. OM Sonata


8. OM New Bintang Yenila


9. Zariden Music
Alamat: Jl. Raya Jaken No.42, Kemiri, Tanjungsari, Kec. Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah 59182 Telepon: 0852-9072-5333


10. Shaun The Sheep Dangdut - Kemput
MUSIK & JOB: 085226252977 (KEMPUT STS)


11. Laluna Dangdut


12. Music Simpatik
Simpatik music offcial adalah grup musik asal Sidoarjo yang memiliki jenis musik dengan ciri khas tersendiri, jenis musik kami adalah perpaduan antara musik tradisional ludruk Jawa timur dengan musik dangdut masa kini. Artis-artis kami meliputi Linda Ayunda, Irwan D'Academy. WhatsApp: 082133309999/083848926345


13. Mahesa Music Dangdut
Mahesa Music  Cp For Job : 0813-5832-2457


14. OM Romansa


15. OM Lorenza 
OM Lorenza adalah grup musik dangdut jadul (klasik) asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang populer karena mengusung konsep nostalgia dengan membawakan lagu-lagu dangdut lawas dan mengenakan kostum tempo dulu. Meskipun sudah berdiri sejak 2007, grup ini justru semakin dikenal luas usai pandemi COVID-19 ketika mereka mulai mengunggah video manggung sederhana mereka di media sosial dan semakin fokus pada genre dangdut klasik. 



Demikian tadi sobat Campusnesia, postingan kita kali ini tentang Daftar Orkes Dangdut Koplo Pantura Populer Penghasil Bintang Ternama, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar



===
Baca juga: