11 Cara Ngurangin Scrolling Sosmed Biar Gak HP Terus Agar Bisa Konsentrasi Satu Pekerjaan

 


Campusnesia.co.id - Kita berada di era, dimana internet dan gadget sudah menjadi bagaian dari hidup sehari-sehari. Merujuk pada data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dalam Laporan Survei Penetrasi Internet Indonesia yang dirilis setiap tahun. Data terbaru (2024-2025) menunjukkan pengguna di Indonesia mencapai 79,5% hingga 80,6% dari total populasi. Dari data tersebut 98% lebih pengguna internet memiliki akun medsos dan menjadikan media sosial sebagai alasan utama orang Indonesia mengakses internet.

We Are Social and Meltwater melaporkan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3 jam 8 menit hingga 3 jam 15 menit per hari (data awal 2024-2025). Hal ini menempatkan Indonesia secara konsisten 10 besar negara dengan durasi penggunaan media sosial tertinggi di dunia.

Gen Z dan Milenial masuk kategori kelompok aktif, dengan rata-rata 4 hingga 6 jam per hari. Data menunjukkan bahwa pengguna Indonesia sangat loyal pada aplikasi berbasis video mulai dari TikTok dengan penggunaan rata-rata 44 jam 54 menit per bulan (hampir 1,5 jam/hari). YouTube rata-rata 29 jam 04 menit per bulan, WhatsApp rata-rata 24 jam 17 menit per bulan dan Instagram dengan ata-rata 14 jam 57 menit per bulan.

Dari sisi popularitas terdapat 5 sosial media dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia, yaitu:  TikTok ±180 juta pengguna menjadi platform dengan pertumbuhan tercepat dan durasi tonton tertinggi. YouTube  ±151 juta pengguna, WhatsApp Digunakan oleh sekitar 90,8% pengguna internet di Indonesia utama untuk komunikasi, Instagram: ±108 juta pengguna. Facebook ±121 juta pengguna masih sangat kuat di segmen usia dewasa dan paruh baya.

Tingginya angka penggunaan harian sosial media tersebut tidak jarang mengganggu konsentrasi apalagi dengan maraknya konten video pendek yang berdampak pada Attention Span yaitu penurunan kemampuan untuk fokus pada satu hal dalam waktu lama atau Sustained Attention yang bisa berdampak dari Brain Rot yang secara harfiah berarti "pembusukan otak". Istilah ini populer di kalangan Gen Z dan Milenial bahkan menjadi Word of the Year 2024 menurut Oxford, merujuk pada penurunan kualitas kognitif, daya ingat, dan kemampuan berpikir kritis akibat terlalu banyak mengonsumsi konten berkualitas rendah yang sangat cepat.

Belum terlambat untuk mengatasi dampak sosial media ini, salah satu cara yang paling afektif adalah dengan Digital Detox atau puasa media sosial dengan melatih kembali fokus dengan aktivitas lambat dan mengurangi penggunaan sosial media.

Lewat postingan kali ini, berikut kami hadirkan informasi tentang Cara Ngurangin Scrolling Sosmed Biar Gak HP Terus Agar Bisa Konsentrasi Satu Pekerjaan. Apa saja? ini dia daftarnya: 


1. Membersihkan Rumah
Melakukan kegiatan bersih-bersih bisa membuat kita melepas kecanduan scrolling sosmed. Mulailah dari hal sederhana dan ringan misalnya membersihkan kamar tidur atau kamar kos. Jika sudah mulai terbiasa bisa ditambah dengan membersihkan ruang keluarga dan seisi rumah hingga halaman rumah. 

Selain mengurangi kecanduan pada gadget dan sosial media, aktifitas membersihkan rumah ini juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena akan mengeluarkan keringat.



2. Menggambar dan Mewarnai
Bagi sobat yang punya bakat bisa mulai menggambar di kertas, melukis di kanvas dan mewarnai. Mungkin terdengar sebagai kegiatan anak-anak, namun hal tersebut cukup efektif melatih konsentrasi, kreatifitas dan fokus sehingga sejenak bisa melupakan sosmed.
 

3. Belajar Memasak - Baking
Belajar memasak dan memanggang roti atau kukis bisa juga jadi alternatif mengalihkan fokus ketergantungan pada sosial media. Bagi sobat yang hobi makan hal ini akan mengajarkan kesabaran bahwa untuk menikmati sebuah hidangan harus melewati proses pembuatan terlebih dahulu.


4. Membaca Buku
Buku apapun, tidak melulu harus tema berat dan serius. Bisa juga buku dengan cerita ringan, novel bahkan dongeng. Jika sudah terbiasa maka membaka buku bakal jadi obat ampuh dalam mengurangi scrolling sosmed. Membaca juga bermanfaat menambah pengetahuan baru, melatih imajinasi serta empati.



5. Memelihara Hewan
Sekali lagi tidak harus hewan yang besar seperti anjing atau kucing, kita bisa mulai dari yang mudah dalam pemeliharaannya seperti ikan, burung bahkan jangkrik. Atau kalau mau yang lucu-lucu bisa juga memilih kelinci atau hamster cocok untuk anak kos.


6. Merajut dan Menyulam
Hobi dengan benang ini bisa melatih kesabaran dan kreatifitas, hasilnya bisa digunakan seperti kaos kaki, topi hingga kardigan atau selimut. Jika sobat ingin lebih serius merajut bisa juga jadi bisnis sampingan.


7. Ikut Komunitas
Mengikuti komunitas bisa bermanfaat dalam menjalin hubungan dengan orang baru, sekedar mengobrol dan bertukar cerita serta perpekstif terhadap berbagai hal bisa memperkaya pemikiran kita sehingga bisa menghargai keragaman pola pikir orang lain.


8. Journaling atau Menulis
Journaling sesederhana menulis apa saja yang hari ini sudah kita jalani, hal yang menarik hingga mengambil hikmah peristiwa yang kita alami. Menulis bisa lewat diary dengan tulisan tangan atau menuangkan dalam blog personal. Menulis melatih kita mengungkapkan isi pikiran yang sering kali jadi persoalan karena berkutat di kepala kita saja. Menulis juga bermanfaat melatih menuangkan ide dengan runut serta mudah dimengerti orang lain.



9. Berkebun
Di era yang mulai tumbuh kesadaran terhadap gaya hidup sehat, berkebung di pekarangan rumah bisa jadi langkah awal yang bagus. Mulai saja dari tanaman sederhana seperti cabe, bawang, selada atau pakcoy yang bisa kita gunakan sebagai sayuran tambahan dalam hidangan harian.

Selain mengalihkan pada ketergantungan gadget dan sosmed, berkebun bisa jadi ketahanan pangan dan menghemat pengeluaran harian.



10. Bermain Board game
Gerasi millenial mungkin masih menikmati serunya bermain board game saat kecil yang setelah dewasa dengan hadirnya sosial media jadi jarang bahkan mungkin tidak pernah lagi.

Board game sederhana seperti ular tangga, uno, jenga dan kartu bisa melatih otak bermain strategi memaksa berfikir berulang kali dan memprediksi permainan lawan sehingga fokus bisa terlatih dan otak kembali terasah mengurangi ketergantungan dengan chat-gpt atau Ai lainnya.



11. Menerapkan Teknik Pomodoro
Teknik Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang dikembangkan oleh Francesco Cirillo pada akhir 1980-an. Nama ini diambil dari bahasa Italia, Pomodoro, yang berarti tomat, karena saat itu Cirillo menggunakan timer dapur berbentuk tomat untuk mengukur waktu belajarnya. Teknik ini sangat efektif untuk melawan dampak "TikTok Brain" atau penurunan konsentrasi karena melatih otak untuk fokus secara intens dalam durasi singkat.

Berikut adalah langkah-langkah standar untuk menerapkannya:

a. Pilih Satu Tugas dengan menentukan satu tugas spesifik yang ingin diselesaikan hindari multitasking.

b. Atur Timer 25 Meni dan fokuslah sepenuhnya pada tugas tersebut hingga timer berbunyi. Satu sesi 25 menit ini disebut sebagai satu jendela kerja atau satu Pomodoro.

c. Istirahat Singkat (5 Menit), saat timer berbunyi, segera berhenti dan beristirahat. Gunakan untuk meregangkan tubuh, minum air, atau menjauh dari layar. Jangan buka media sosial pada jeda ini.

d. Ulangi dan lakukan siklus di atas sebanyak 4 kali.

e. Istirahat Panjang (15–30 Menit), setelah menyelesaikan 4 sesi Pomodoro, ambil waktu istirahat yang lebih lama sebelum memulai siklus baru.



Oke demikian tadi sobat Campusnesia postingan kita kali ini tentang Cara Ngurangin Scrolling Sosmed Biar Gak HP Terus Agar Bisa Konsentrasi Satu Pekerjaan, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar


===
Baca juga:

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon