Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri kkn. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri kkn. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Tim KKN Tematik UNDIP Wujudkan Desa Manggihan yang Berkelanjutan Melalui Pembangunan Digester Biogas dan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Biogas

0




Campusnesia.co.id - Kabupaten Semarang - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 43 Universitas Diponegoro melaksanakan program multidisplin berupa pembangunan digester biogas dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari slurry biogas di Desa Manggihan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Program ini merupakan upaya nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi sumber energi terbarukan sekaligus pupuk organik yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) : Energi Bersih dan Terjangkau serta SDGs : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, yang menjadi salah satu fokus program KKN Tematik Universitas Diponegoro.


Mayoritas masyarakat Desa Manggihan menggantungkan mata pencaharian pada sector peternakan sapi. Kondisi tersebut menghasilkan limbah kotoran ternak dalam jumlah yang melimpah. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan aroma yang mengganggu. Melihat potensi tersebut, Tim KKN Tematik IDBU 43 Universitas Diponegoro bersama dosen pembimbing, yaitu Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D., Anugrah Robby P., S.Pt., M.Pt., dan Bimo Suryo W., S.M, M.M., serta perangkat desa, dan masyarakat berinisiatif mengoptimalkan limbah peternakan melalui pembangunan digester biogas yang mampu mengubah kotoran ternak menjadi energi alternatif ramah lingkungan. 


Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lapangan dan diskusi bersama masyarakat untuk menentukan lokasi pembangunan digester. Tahapan berikutnya meliputi penggalian tanah, pembuatan konstruksi digester, pemasangan instalasi, hingga proses penyempurnaan sistem agar siap digunakan. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga setempat sehingga selain menghasilkan sarana baru, kegiatan ini juga menjadi media transfer pengetahuan mengenai teknologi biogas yang sederhana dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.


Biogas yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan memasak, sehingga mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap gas LPG sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga. Selain menghasilkan energi, proses pengolahan di dalam digester juga menghasilkan slurry, yaitu limbah cair hasil fermentasi yang masih kaya akan unsur hara dan sangat potensial dimanfaatkan sebagai pupuk organik.


Sebagai bentuk pemanfaatan hasil samping tersebut, Tim KKN Tematik IDBU 43 UNDIP melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar slurry biogas. Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai manfaat slurry, tahapan fermentasi, proses pembuatan POC, hingga cara aplikasi pada tanaman. Pelatihan dilakukan secara interaktif melalui demonstrasi langsung sehingga masyarakat dapat memahami setiap tahapan dan mampu mempraktikkannya secara mandiri setelah program KKN berakhir.


POC yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta membantu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas lahan pertanian. Dengan demikian, limbah peternakan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mendukung konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama, penyerahan hasil program kepada masyarakat, serta sesi dokumentasi bersama perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, dan warga Desa Manggihan. Antusiasme masyarakat selama pelaksanaan kegiatan menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pengelolaan limbah peternakan yang lebih berkelanjutan.


Melalui program pembangunan digester biogas dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair ini, Tim KKN Tematik IDBU 43 Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Manggihan dapat terus mengembangkan inovasi yang telah diperkenalkan sehingga tercipta desa yang lebih mandiri energi, produktif, serta mampu mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.


Editor:
Achmad Munandar

Tingkatkan Kapasitas Peternak, KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro Gelar Pelatihan Budidaya Kelinci, Demonstrasi Pembuatan Pakan Komplit Pelet, dan Pengolahan Limbah Bernilai Ekonomis

0
KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro



Campusnesia.co.id - Kendal – Sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung pengembangan peternakan rakyat yang berkelanjutan, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 35 Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian program pemberdayaan peternak kelinci di Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Selama 45 hari pelaksanaan KKN, mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Anugrah Robby Pratama, S.Pt., M.Pt., drh. Siti Susanti, Ph.D., dan Prof. Yayuk Astuti, S.Si., Ph.D., menghadirkan berbagai program inovatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah usaha peternakan kelinci.

Salah satu program unggulan diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "SINAU TERWELU: Sosialisasi Pengembangan Potensi Peternakan Kelinci" yang diselenggarakan di Aula Balai Desa Pegandon pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 28 peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Kelinci Kendal Hebat.

Program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi peternak, mulai dari manajemen pemeliharaan, penyusunan ransum sesuai kebutuhan nutrisi ternak, hingga pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan pendekatan teori dan praktik, Tim KKN-T IDBU 35 berharap peternak mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D., Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, Prof. Sutaryo menjelaskan bahwa usaha ternak kelinci memiliki prospek yang sangat baik karena membutuhkan modal dan lahan yang relatif lebih kecil dibandingkan ternak ruminansia, namun memiliki tingkat reproduksi yang tinggi serta menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi.

Gambar 1. Pemaparan materi oleh Prof. Sutaryo, S.Pt., M.P., Ph.D. pada Seminar Pengembangan Potensi Peternakan Kelinci di Aula Balai Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.


Selain membahas aspek pembibitan, reproduksi, dan manajemen pemeliharaan, Prof. Sutaryo juga menekankan pentingnya penyusunan ransum yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ternak pada setiap fase pertumbuhan. "Penyusunan ransum harus mempertimbangkan kandungan nutrisi, ketersediaan bahan baku, dan aspek ekonomis agar mampu mendukung produktivitas ternak sekaligus menekan biaya produksi," jelas Prof. Sutaryo.

Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, Tim KKN-T IDBU 35 melaksanakan demonstrasi pembuatan pakan komplit berbentuk pelet pada Minggu (19/7/2026) di kandang mitra milik Bapak Anton. Demonstrasi dihadiri oleh peternak anggota Kelompok Kelinci Kendal Hebat yang secara langsung mempraktikkan proses formulasi, pencampuran bahan, pencetakan, pengeringan hingga pengemasan pelet.

Pakan komplit yang dikembangkan merupakan hasil formulasi dengan kandungan nutrisi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis ternak kelinci. Formula tersebut menggunakan bahan baku lokal seperti dedak padi, DDGS, molases, ampas susu kedelai, onggok, dan premix sehingga mampu menghasilkan pakan dengan kualitas yang baik namun tetap lebih ekonomis dibandingkan pakan pabrikan. Inovasi ini diharapkan dapat membantu peternak menekan biaya produksi yang selama ini didominasi oleh biaya pakan.

Tidak hanya berfokus pada pakan, Tim KKN-T IDBU 35 juga memberikan demonstrasi pemanfaatan limbah urin kelinci menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Peternak memperoleh pendampingan mulai dari proses penyaringan urin, pencampuran bahan menggunakan EM4, molase, dan air, proses fermentasi, hingga teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Gambar 2. Demonstrasi pembuatan pakan komplit pelet dan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urin kelinci oleh Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro kepada Peternak


Program ini tidak berhenti pada proses produksi semata. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, Tim KKN-T IDBU 35 juga merancang kegiatan lanjutan berupa pelatihan pemasaran digital, sehingga produk pupuk organik cair yang dihasilkan peternak nantinya dapat dipasarkan melalui media sosial maupun berbagai platform marketplace. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan kelompok peternak melalui pemanfaatan teknologi digital.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai formulasi pakan, proses fermentasi pupuk, hingga peluang pengembangan usaha peternakan kelinci ke depan.

Salah satu peserta, Bapak Muslih, mengaku sangat puas dan merasa terbantu dengan program yang dilaksanakan oleh Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai peternak. Kami tidak hanya mendapatkan ilmu mengenai pemeliharaan kelinci, tetapi juga belajar membuat pakan sendiri yang lebih hemat serta memanfaatkan limbah menjadi pupuk yang memiliki nilai ekonomi. Pendampingan seperti ini sangat kami butuhkan. Kami berharap Universitas Diponegoro dapat terus mendampingi kelompok kami, termasuk memberikan pelatihan pengolahan pangan berbasis daging kelinci sehingga produk yang dihasilkan semakin beragam dan mampu meningkatkan pendapatan peternak," ungkapnya.

Testimoni serupa juga disampaikan oleh sejumlah anggota Kelompok Kelinci Kendal Hebat yang menilai kegiatan KKN-T IDBU 35 memberikan manfaat nyata karena materi yang diberikan langsung dapat diterapkan di lapangan. Para peternak berharap sinergi antara Universitas Diponegoro dan kelompok ternak dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan, inovasi teknologi, serta penguatan pemasaran hasil peternakan.

Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, demonstrasi teknologi pakan, pemanfaatan limbah, hingga rencana pengembangan pemasaran berbasis digital, Tim KKN-T IDBU 35 Universitas Diponegoro berharap peternak kelinci di Desa Pegandon semakin mandiri, mampu meningkatkan efisiensi usaha, mengembangkan produk bernilai tambah, serta mewujudkan usaha peternakan kelinci yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing di era digital.


Editor:
Achmad Munandar

KKN Internasional di Malaysia, Mahasiswa Universitas iVET Semarang Edukasi Mitigasi Gempa Lewat Komik "Ayo Siaga Gempa"

0
KKN Internasional di Malaysia, Mahasiswa Universitas iVET Semarang Edukasi Mitigasi Gempa



Campusnesia.co.idSemarang - Dua mahasiswa Universitas iVET (Unisvet) Semarang berhasil mengimplementasikan inovasi edukasi kebencanaan melalui komik "Ayo Siaga Gempa" dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional "Mangunsari Goes Abroad" di Selangor, Malaysia. Program yang diselenggarakan melalui kolaborasi LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah bersama Forum Kerja Sama (FORKAMA) Perguruan Tinggi Jawa Tengah tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi global.

Mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Risas Dika Maulana dari Program Studi Administrasi Kesehatan dan Alan Firos dari Program Studi Pendidikan Geografi. Selama kurang lebih satu bulan, keduanya bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melaksanakan pengabdian masyarakat di sejumlah Sanggar Belajar Indonesia (SBI) di Malaysia, yang menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI). Program KKN Internasional "Mangunsari Goes Abroad" memang dirancang untuk memperkuat pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.

Dalam kegiatan tersebut, Risas dan Alan mengangkat program kerja bertajuk edukasi mitigasi gempa melalui komik "Ayo Siaga Gempa". Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap potensi bencana gempa bumi melalui media pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami.

Komik "Ayo Siaga Gempa" memuat cerita sederhana mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Dengan ilustrasi berwarna dan bahasa yang sesuai dengan usia anak, materi mitigasi bencana disampaikan secara menarik sehingga lebih mudah dipahami. Setelah sesi membaca komik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif serta simulasi penyelamatan diri ketika terjadi gempa, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan tindakan penyelamatan secara langsung.

Risas Dika Maulana mengatakan bahwa pendekatan edukasi melalui komik dipilih agar materi kebencanaan tidak terasa membosankan bagi anak-anak.

"Kami ingin mengenalkan mitigasi gempa dengan cara yang menyenangkan. Melalui komik 'Ayo Siaga Gempa', anak-anak lebih mudah memahami bagaimana bersikap tenang dan melakukan langkah penyelamatan ketika terjadi gempa. Antusiasme mereka selama kegiatan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan media edukasi yang kreatif," ujarnya.

Sementara itu, Alan Firos menilai pengalaman mengikuti KKN Internasional memberikan banyak pembelajaran, baik dari sisi akademik maupun pengembangan karakter.

"Program ini mengajarkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas negara. Kami belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, menghargai perbedaan budaya, bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, sekaligus menerapkan ilmu yang kami pelajari untuk memberikan manfaat kepada masyarakat," katanya.

Selama mengikuti program, kedua mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan pertukaran budaya bersama masyarakat Indonesia di Malaysia. Pengalaman tersebut tidak hanya memperluas wawasan internasional, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemecahan masalah di lapangan.

Keikutsertaan mahasiswa Universitas iVET Semarang dalam KKN Internasional didampingi oleh Restu Ayu Eka Pustika Dewi, S.Si.T., M.Biomed., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas iVET Semarang. Sebagai dosen pendamping, beliau memberikan arahan, pembinaan, serta pendampingan selama pelaksanaan program agar setiap kegiatan pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sasaran.

Universitas iVET Semarang melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Raditya Achmad Rifandi, S.Ling., M.Ling,terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program internasional sebagai bagian dari implementasi kebijakan internasionalisasi kampus. Melalui kegiatan seperti KKN Internasional, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar lintas negara, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kapasitas sebagai lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Keberhasilan Risas Dika Maulana dan Alan Firos menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas iVET Semarang mampu berkontribusi di tingkat internasional melalui inovasi yang sederhana namun berdampak. Edukasi mitigasi gempa melalui komik "Ayo Siaga Gempa" diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan media pembelajaran kebencanaan yang kreatif dan mudah diterapkan di berbagai lingkungan pendidikan.



Editor:
Achmad Munandar

Praktik Pembuatan Tepung Kulit Bawang Putih

0



Campusnesia.co.idPada hari Jum’at bertempat di rumah Ibu ketua RT 02 telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Tepung Kulit Bawang Putih yang diikuti oleh ibu PKK RT 02 di RW 05 Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan limbah rumah tangga dan pertanian. Selain itu, dapat meningkatkan efisiensi usaha peternakan skala rumah tangga serta mendorong sistem peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai manfaat limbah kulit bawang putih serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung dengan menggiling lalu menyaring dengan saringan mess 40/60. Pengaplikasian tepung kulit bawang sebanyak 1% dari pakan yang diberikan.

Materi yang disampaikan oleh mahasiswi KKN Tematik Tim 15 Tabina Ara Bastari mengenai kulit bawang putih dipandang sebagai limbah rumah tangga dan pertanian yang menimbulkan bau tidak sedap, serta pencemaran lingkungan. Kulit bawang putih telah dilaporkan dapat sebagai pakan tambahan (feed additive) karena mengandung antioksidan berupa 35,99 mg/g polifenol, 14,60 mg/g flavonoid, dan 0,59 mg/g alisin. 

Ayam kampung memiliki karakter kanibal (suka mematuk teman sendiri hingga luka), Kanibalisme biasanya dipicu oleh stres lingkungan, defisiensi nutrisi, dan luka yang terbuka (warna merah darah memancing ayam lain). Kandungan pada kulit bawang putih memliki potensi untuk menanggulangi permasalah tersebut, karena polifenol berperan sebagai antioksidan yang mampu menekan stres oksidatif sehingga ayam menjadi lebih tenang dan tidak mudah agresif. 

Flavonoid membantu menstabilkan hormon stres, meningkatkan sistem imun, dan memperbaiki kesehatan kulit dan bulu sehingga mengurangi pemicu ayam saling mematuk. Alisin berfungsi sebagai antibakteri dan imunostimulan yang meningkatkan penyerapan nutrisi dan mempercepat penyembuhan luka sehingga dapat menekan perilaku kanibalisme pada ayam kampung. 
 

Hal ini ditambahkan oleh DPL KKN Tematik Nur Maulida Wahyuni, S.Pt., M.Pt. bahwa Kulit bawang putih merupakan limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ayam karena mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan alisin yang bersifat antioksidan dan antimikroba. 

Pemanfaatan kulit bawang putih dalam pakan dapat membantu menekan bakteri patogen di saluran pencernaan, meningkatkan kesehatan usus, serta mendukung sistem imun ayam.Dengan pengolahan yang tepat, seperti pengeringan, penghalusan, atau fermentasi, kulit bawang putih dapat diaplikasikan sebagai feed additive alami yang ramah lingkungan. Penggunaan bahan ini juga berkontribusi mengurangi limbah organik sekaligus menekan ketergantungan terhadap antibiotik sintetis dalam usaha peternakan ayam.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik dan pendampingan. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan kulit bawang putih diolah secara mandiri untuk mendukung kelestarian lingkungan dan kemandirian.

Kegiatan yang dilakukan oleh   KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahanan pangan.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T Undip Gelar Skrining Diabetes di Ngemplak Simongan Untuk Deteksi Dini Penyakit Diabetes

0
 
Dokumentasi Skrining Diabetes  oleh Mahasiswa Rafi Putra Rivansyah (KKN-T Undip)


Campusnesia.co.id - Semarang - Rafi Putra Rivansyah salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan edukasi dan skrining diabetes dengan leaflet di wilayah RW 04, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kota Semarang, pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program dalam KKN-T bertema "Program Bina Lingkungan Sehat dan Sejahtera dalam Rangka Mewujudkan SDGs-3: Optimalisasi Peran Keluarga Melalui Pola Hidup Sehat”.

Kegiatan skrining diabetes beserta edukasi kesehatan telah dilaksanakan di RW 04 Ngemplak Simongan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya usia produktif dan lansia, terhadap pentingnya deteksi dini diabetes serta pemahaman mengenai pola hidup sehat. Acara dilaksanakan dengan dukungan pengurus RW dan Ibu Kader PKK dan mendapat sambutan yang baik dari warga setempat.

Dokumentasi edukasi  Diabetes  oleh Mahasiswa Rafi Putra Rivansyah (KKN-T Undip) 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemeriksaan kadar gula darah menggunakan alat cek gula darah bagi warga yang hadir. Proses skrining dilakukan secara tertib dengan tetap memperhatikan kenyamanan warga. Setelah pemeriksaan, peserta diberikan penjelasan singkat mengenai hasil yang diperoleh, disertai arahan umum terkait langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang hadir sebanyak 60 orang dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung.

Selain skrining, tim KKN juga memberikan edukasi tentang diabetes meliputi pengertian diabetes, faktor risiko, gejala awal, serta cara pencegahan melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pengelolaan gaya hidup. Edukasi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh kalangan usia. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat RW 04 Ngemplak Simongan dapat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.


Editor:
Achmad Munandar

Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Melalui Pemanfaatan Air Cucian Beras Sebagai Pupuk Organik Cair

0
 

Campusnesia.co.idPada hari Mingu 25/01/2026 bertempat di Desa Karanganyar, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang  telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang diikuti oleh peserta ibu PKK RT 01 RW 5 Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air sisa beras, buah, dan sayuran menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan. 

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai manfaat pupuk organik cair serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung dengan mencampurkan bahan-bahan yang telah disiapkan dan melakukan proses fermentasi secara sederhana.

Materi yang disampaikan Latifah Suprapti mengenai pembuatan pupuk organik cair dari air limbah cucian beras. Limbah air cucian beras merupka limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari oleh masyarakat dan belum dimanfaatkan secara optimal. Air cucian beras mengandung karbohidrat sebagai sumber energi bagi mikroorganisme tanah, mengandung vitamin B kompleks yang mendukung pertumbuhan tanaman dan juga mengandung mineral seperti fosfor dan kalium. Tujuan dalam pembuatan pupuk organik cair dari air limbah cucian beras adalah untuk memanfaatkan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna, mengurangi pencemaran lingkungan, serta membantu dalam menyediakan pupuk alami dan menjadi alternatif pengganti pupuk kimia sehingga lebih aman bagi tanah dan tanaman. 


Pupuk organik cair merupakan pupuk berbentuk larutan yang berasal dari bahan-bahan organik alami melalui proses fermentasi oleh mikroorganisme. Pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro, vitamin, serta mikroba bermanfaat yang berperan dalam memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Selain mudah diserap oleh tanaman, pupuk organik cair juga berfungsi meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan, dalam pembuatan pupuk organik cair ini ditambah dengan bahan seperti EM4 dan molases. EM4 berfungsi sebagai mikroorgnisme untuk fermentasi, sedangkan molases berfungsi sebagai karbon dan energi bagi mikroorganisme saat proses fermentasi. 

Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa air cucian beras mengandung karbohidrat, vitamin B, mineral (fosfor, kalium, magnesium), serta mikroorganisme alami yang dapat mendukung proses fermentasi. Kandungan tersebut berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi mikroba selama pembuatan POC, sehingga mempercepat penguraian bahan organik dan meningkatkan kualitas pupuk. Pemanfaatan air cucian beras sebagai bahan POC tidak hanya membantu menyuburkan tanaman, tetapi juga mengurangi limbah rumah tangga dan mendukung pertanian yang ramah lingkungan.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan pupuk organik cair secara mandiri untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar.

Kegiatan yang dilakukan oleh   KKN Tematik 1  TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan pertanian organik yang berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Pengembangan Sistem Pemantauan Distribusi Air Bersih di Desa Cibuluh

0
Program KKN Politeknik Manufaktur Bandung di Desa Cibuluh

Politeknik Manufaktur Bandung Kembangkan “Pemantauan Distribusi Air Berbasis IoT” untuk Tingkatkan Efisiensi Pengelolaan Sumber Daya Air Desa. 


Campusnesia.co.id - Cibuluh, Subang – Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar, namun masih menjadi persoalan di banyak wilayah pedesaan. Di Desa Cibuluh, Kabupaten Subang, warga selama ini mengandalkan tandon air besar sebagai penyalur utama ke rumah-rumah. Sistem ini memang membantu, tetapi di balik itu muncul masalah baru: sulitnya memantau volume air yang keluar dan masuk secara akurat. Alhasil, distribusi sering kali tidak merata - ada warga yang kebagian lebih banyak, ada pula yang justru kekurangan. Selain itu, tekanan air yang tidak stabil juga kerap memicu kebocoran dan kerusakan pada jaringan pipa.

Melihat permasalahan tersebut, Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) melalui tim dosen dan mahasiswa dari bidang Otomasi Manufaktur dan Mekatronika menghadirkan solusi teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan pemantauan debit air secara real-time menggunakan sensor aliran yang terhubung dengan sistem online. Hasil pengukuran langsung ditampilkan pada dashboard berbasis web atau aplikasi, sehingga operator maupun masyarakat dapat memantau kondisi pasokan kapan saja.

Teknologi Sederhana, Manfaat Besar




Sistem Pemantauan Distribusi Air Bersih


Sistem ini bekerja menggunakan sensor aliran (flow sensor) yang dipasang di beberapa titik tandon dan jalur pipa utama. Data yang dikumpulkan kemudian dikirimkan secara otomatis ke dashboard berbasis web, yang bisa diakses melalui komputer maupun smartphone. Dengan begitu, petugas dapat melihat langsung jumlah air yang tersalurkan, mendeteksi kebocoran, hingga memprediksi kapan pasokan akan menipis - semuanya tanpa harus turun langsung ke lokasi.


Menurut Ketua Tim Pengabdian, sistem ini bukan hanya membantu efisiensi teknis, tapi juga meningkatkan transparansi pengelolaan air di tingkat masyarakat. “Selama ini data aliran air masih dipantau manual, jadi sering terlambat diketahui kalau ada masalah. Dengan sistem ini, kami bisa melihat kondisi secara langsung dan mengambil keputusan lebih cepat,” jelasnya.


Dampak Nyata bagi Warga
Kepala Desa Cibuluh menyampaikan bahwa inovasi ini sangat membantu masyarakat. “Selama ini kami sering kesulitan mengatur aliran air, terutama di musim kemarau. Ada wilayah yang mendapat pasokan berlebih, sementara wilayah lain kekurangan. Dengan adanya sistem ini, distribusi lebih terkendali dan warga lebih tenang,” ujarnya.

Selain meningkatkan keadilan distribusi, sistem ini juga membantu pengelola desa dalam menekan biaya operasional. Tanpa perlu pengecekan manual yang memakan waktu, pengelolaan air bisa dilakukan lebih cepat, efisien, dan berbasis data. Transparansi juga meningkat karena masyarakat bisa ikut memantau kondisi air bersih yang mereka gunakan.


Model untuk Daerah Lain
Inovasi yang dikembangkan Polman di Cibuluh tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan lokal. Tim pengembang berharap teknologi ini bisa menjadi model penerapan teknologi tepat guna di desa-desa lain dengan permasalahan serupa. Tantangan distribusi air sebenarnya dialami banyak daerah, baik di pedesaan maupun perkotaan, terutama pada wilayah yang mengandalkan tandon dan pipa distribusi sederhana.

Keunggulan sistem ini adalah fleksibilitasnya. Dengan biaya yang relatif terjangkau dan perawatan yang mudah, sistem dapat diadopsi oleh desa-desa lain tanpa memerlukan infrastruktur yang rumit. Kehadiran teknologi IoT juga membuka peluang pengembangan ke tahap lebih lanjut, misalnya integrasi dengan sistem pembayaran berbasis konsumsi air atau pengendalian jarak jauh melalui aplikasi mobile.

 
Komitmen Polman untuk Hilirisasi Riset
Pengembangan sistem pemantauan distribusi air ini merupakan bagian dari komitmen Polman dalam mendukung hilirisasi riset dan penerapan teknologi di masyarakat. Selama ini, riset seringkali berhenti di laboratorium tanpa sempat memberikan dampak nyata. Melalui program ini, Polman menunjukkan bahwa inovasi akademik bisa langsung menjawab kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Tim peneliti juga menyiapkan publikasi ilmiah, poster kegiatan, serta produk teknologi sebagai luaran resmi proyek, sesuai dengan standar penelitian terapan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kontribusi Polman dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi.


Harapan ke Depan
Dengan beroperasinya sistem pemantauan IoT ini, Desa Cibuluh diharapkan dapat menjadi contoh desa mandiri yang mampu mengelola sumber daya air secara modern. Lebih jauh, sistem ini bisa menjadi pintu masuk bagi penerapan teknologi digital lainnya di bidang infrastruktur desa, seperti energi, pertanian, maupun pendidikan.

Bagi Polman, proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan solusi inovatif, praktis, dan berdampak langsung. Seperti disampaikan tim pengembang, “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi bukan hanya untuk industri besar, tetapi juga bisa hadir di desa, membantu kehidupan sehari-hari, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.”


Penutup
Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat melahirkan solusi nyata bagi persoalan dasar yang selama ini dihadapi warga. Melalui penerapan teknologi sederhana namun berdampak besar, Polman Bandung menunjukkan bahwa inovasi tidak harus rumit untuk bermanfaat. Sistem pemantauan distribusi air berbasis IoT di Desa Cibuluh menjadi langkah kecil menuju kemandirian teknologi di tingkat desa—sekaligus wujud nyata komitmen Polman dalam menghadirkan pendidikan tinggi vokasi yang relevan, solutif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.


Tentang Program:
Program “Pengembangan Sistem Pemantauan Distribusi Air Bersih di Desa Cibuluh” merupakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis iptek tepat guna Politeknik Manufaktur Bandung yang didanai oleh Pusat Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P4M) Polman Bandung tahun 2025. Mitra kegiatan: Desa Cibuluh, Kab. Subang.
 


Oleh: 
Tim Pengabdian Polman Bandung

Editor:
Achmad Munandar

Program Sekolah Berdaya-Bersahaja Hadirkan Kolaborasi Internasional: Wujudkan Sekolah Bersih, Sehat, dan Juara di SD 1 Sriwulan dan SD 1 Purwosari, Kabupaten Demak

0


Campusnesia.co.id -  Demak - SD 1 Sriwulan dan SD 1 Purwosari, Kabupaten Demak, menjadi saksi lahirnya program inovatif Sekolah Berdaya-Bersahaja yang digagas oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip 119. Program yang berlangsung selama Juli hingga Agustus 2025 ini mengusung misi besar: menciptakan sekolah yang Bersih, Sehat, dan Juara melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, bahkan lintas negara.

Bukan sekadar kegiatan pengabdian mahasiswa, Sekolah Berdaya-Bersahaja dirancang sebagai rangkaian program berkesinambungan untuk memperkuat kapasitas guru dan siswa di wilayah rawan bencana. Targetnya tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku, menanamkan budaya sehat, dan membangun karakter juara yang siap bersaing di masa depan.


Latar Belakang: Pendidikan di Daerah Rawan Bencana
Kondisi geografis Kabupaten Demak yang rentan terhadap bencana – termasuk banjir rob – menuntut adanya langkah preventif di sektor pendidikan. Sekolah yang berada di kawasan ini tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga risiko kesehatan, kebersihan, dan keamanan. Melihat kondisi tersebut, Tim KKN Undip 119 memandang perlu adanya intervensi terarah yang memadukan edukasi, kesehatan, lingkungan, dan kebencanaan.

“Program ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membangun ketahanan anak-anak terhadap tantangan lingkungan,” ujar Ketua Tim Sekolah Berdaya-Bersahaja KKN 119 Undip.


Kolaborasi Lintas Negara dan Lintas Disiplin
Yang membuat program ini berbeda adalah kehadiran para akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Di antara tokoh yang hadir yaitu:

Athira Nandakumar, Ph.D – Kagoshima University, Jepang

Prof. Satoko Okabe – Koriyama Women’s University, Jepang

Prof. Aya Goto – Harvard T.H.C. School of Public Health

Prof. Chihaya Koriyama – Kagoshima University, Jepang

Letnan Kolonel Rishi Rajalakhsmi – Indian Army, yang memberikan pelatihan kebencanaan
Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa pendidikan di daerah rawan bencana dapat menarik perhatian dan dukungan dari jaringan internasional.


Rangkaian Program Utama

Program Sekolah Berdaya-Bersahaja terdiri dari tiga rangkaian besar yang saling melengkapi:

1. Sekolah Juara
Fokus pada pengembangan karakter dan potensi siswa. Kegiatan meliputi motivasi belajar, orientasi masa depan, edukasi pemberdayaan, sosialisasi perlindungan hak anak, serta penciptaan lingkungan egaliter, anti-bullying, dan anti-kekerasan. Siswa juga mendapat pelatihan bahasa Inggris dan tata tertib sekolah untuk membangun kedisiplinan bersama.

2. Sekolah Bersih
Mengedepankan kesadaran lingkungan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Siswa dan guru diajak membangun Pojok Hijau dengan kegiatan daur ulang, serta memprakarsai pembentukan Bank Sampah sebagai langkah nyata pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

3. Sekolah Sehat
Melibatkan mahasiswa Kedokteran Undip untuk melakukan pemeriksaan visus dan antropometri siswa. Tujuannya adalah mendeteksi dini risiko kesehatan dan memberikan rekomendasi perbaikan, mengingat pentingnya kesehatan di daerah yang rawan bencana.


Dampak dan Harapan
Kegiatan ini bukan hanya memberi manfaat langsung, tetapi juga meninggalkan warisan pengetahuan dan keterampilan yang bisa diteruskan guru dan siswa secara mandiri. “Kami berharap, setelah program ini, sekolah dapat meneruskan kebiasaan baik dan menjadi contoh bagi sekolah lain di wilayah Demak,” kata salah satu anggota tim KKN.

Para akademisi internasional yang hadir juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Mereka melihat potensi besar jika konsep serupa diterapkan di daerah rawan bencana lain di Indonesia.

Dengan semangat “Bersih, Sehat, Juara”, Program Sekolah Berdaya-Bersahaja membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di sekolah. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, siswa, pakar internasional, dan komunitas lokal menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berdaya, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.



Editor:
Achmad Munandar

Mendorong Wisata Berkelanjutan, Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Perkenalkan Panduan Pilah Sampah Wisatawan

0

Pemaparan Program Pendampingan Rancangan Eco Guide kepada Ketua Unit Pengolahan Sampah Desa Sriwulan

Campusnesia.co.idKendal - Dalam rangka mendukung penguatan branding Arenan Kalikesek sebagai wisata yang berkelanjutan, salah satu mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro memperkenalkan rancangan Eco-Guide atau panduan memilah sampah bagi wisatawan. Program ini diinisiasi oleh Aulia Putri, mahasiswa D-4 Informasi dan Hubungan Masyarakat, Universitas Diponegoro.

Aulia menjelaskan bahwa tujuan perancangan Eco-Guide Wisatawan ini untuk meminimalisir risiko pencemaran lingkungan wisata akibat tumpukan sampah yang tidak terpilah dengan baik. Melalui media edukasi yang interaktif, wisatawan diajak berkontribusi secara aktif dalam membantu proses pengolahan sampah sehingga dapat memaksimalkan potensi daur ulang sampah. Program ini juga menjadi pendukung konsep sustainable tourism atau wisata berkelanjutan, yaitu wisata yang tidak merusak sumber daya alam dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang. 

Eco Guide Wisatawan didesain dalam bentuk leaflet lipat tiga dan poster yang berisi informasi singkat dan ilustrasi cara memilah sampah organik, anorganik, B3, dan residu dengan bahasa yang ringan, serta visual grafis yang mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.

“Harapannya melalui pendampingan perancangan Eco Guide Wisatawan, dapat meningkatkan kesadaran pengunjung untuk membuang sampah sesuai kategori tempat sampah yang telah disediakan di area-area strategis wisata. Dengan langkah kecil ini, lingkungan akan tetap terjaga dan wisata pun menjadi lebih nyaman.” ujar Aulia. 

 
Pemaparan Program Pendampingan Rancangan Eco Guide kepada Sekretaris BUMDES

Pemaparan rancangan Eco Guide Wisatawan ini dilakukan pada Senin, 28 Juli 2025 dan Rabu, 30 Juli 2025 kepada pengelola wisata, yakni pihak BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dan pihak Unit Pengolahan Sampah Desa. Kegiatan pemaparan dilakukan di Kantor BUMDES Sriwulan dan rumah Ketua Unit Pengolahan Sampah Desa Sriwulan untuk menjelaskan rancangan desain visual dan strategi pemanfaatan yang dapat diterapkan ke depannya. 

Salafudin, Ketua Unit Pengolahan Sampah Desa Sriwulan menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T ini. “Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan agar wisata di desa kami tidak hanya indah tetapi juga berkelanjutan. Kami berharap wisatawan menjadi lebih peduli.” ujarnya

Dengan adanya Eco Guide Wisatawan ini, pengelola wisata optimis kebersihan Arenan Kalikesek dapat terjaga dan dapat menjadi insipirasi daerah lain sebagai contoh destinasi wisata berkelanjutan. Rancangan Eco Guide ini diharapkan bisa bermanfaat dan terus digunakan oleh pengelola dan wisatawan untuk menjaga kelestarian lingkungan di area wisata. 



Penulis: 
Aulia Putri Salsa Billa
Mahasiswa Program Studi Informasi dan Hubungan Masyarakat
Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro.

DPL: 
Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN-T 112 Undip Kenalkan Batas Gula Harian kepada Warga Ngemplak Simongan melalui Camilan Sehat

0


Campusnesia.co.idSemarang - Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) terus menggelar berbagai kegiatan edukatif di Kelurahan Ngemplak Simongan. Salah satu program yang menarik perhatian warga adalah kegiatan bertajuk “Kenali Batas Gula Harianmu: Yuk, Buat Camilan Sehat dan Rendah Gula!” yang diselenggarakan oleh Alfiani Fa’izatinni’mah, anggota Kelompok 1 KKN-T 112, pada Jumat, 1 Agustus 2025. 

Bertempat di Balai RT 09 RW 01, kegiatan ini menggabungkan edukasi mengenai konsumsi gula harian dengan praktik langsung membuat camilan sehat. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan memasak bersama yang menyenangkan dan mudah diterapkan di rumah.

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, mengenai pentingnya membatasi konsumsi gula harian. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberikan alternatif camilan yang lebih sehat dan tetap lezat, sehingga bisa menjadi pilihan baru untuk konsumsi keluarga sehari-hari.

Kegiatan ini diikuti oleh para ibu-ibu warga RT 09 RW 01 Ngemplak Simongan. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi maupun praktik memasak puding.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB dengan sambutan pembuka dari penyelenggara. Selanjutnya, peserta diajak menyimak penjelasan materi yang bersumber dari leaflet mengenai batas konsumsi gula harian yang aman, dampak konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan, serta pentingnya memilih camilan sehat dengan indeks glikemik rendah. Acara dilanjutkan dengan sesi praktik membuat puding ubi ungu rendah gula dan kalori. Dalam sesi ini, peserta diajak terlibat langsung mulai dari proses pencampuran bahan hingga menuangkan ke dalam cetakan. Kegiatan kemudian ditutup pada pukul 17.00 WIB dengan penyerahan hasil puding yang telah dibuat kepada peserta, pengisian kuesioner, dan sesi dokumentasi.
 

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta. Salah satu peserta, Ibu Ani, menyampaikan kesannya, “Kegiatannya menyenangkan dan ilmunya sangat bermanfaat. Jadi tahu cara bikin camilan sehat buat keluarga tanpa harus takut kelebihan gula.”

Sebagai penyelenggara, Alfiani berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dalam mendorong gaya hidup sehat di lingkungan masyarakat. “Semoga setelah kegiatan ini, para ibu bisa mulai menerapkan pola konsumsi gula yang lebih bijak dan mencoba membuat camilan sehat sendiri di rumah. Harapannya, edukasi seperti ini bisa membawa dampak nyata dalam menjaga kesehatan keluarga,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN Undip yang mengedepankan pendekatan edukatif, praktis, dan partisipatif dalam membangun kesadaran hidup sehat di masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

WAW! Mahasiswa FPP UNDIP Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

0


Campusnesia.co.id - Semarang - Mahasiwa KKN-T Tim 112 Kelompok 1 Universitas Diponegoro menggelar kegiatan kegiatan edukatif di masyarakat Keluarahan Ngemplak Simongan. Salah satu program yang dilakukan bertajuk "Edukasi dan Demonstrasi Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi" yang di selenggarakan oleh Fauziyyah Surya Septa Anggraini, mahasiswa S1 Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip.

 

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 30 Juli 2025 di Balai Pertemuan RT 09 RW 01, diawali dengan edukasi mengenai penjernihan minyak jelantah lalu dilanjutkan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi serta pelaksanaan lomba pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya menerima materi teoritis tetapi dilibatkan dalam pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu rumah tangga mengenai penjernihan minyak jelantah untuk dimanfaatkan kembali menjadi lilin aromaterapi.

Partisipan kegiatan ini diikuti oleh Ibu PKK, warga Rt 09, dan remaja Karang Taruna RT 09. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat bahwa meteka turut andil dalam rangkaian acara ini. 

Acara dimulai pukul 15.30 WIB, pembukaan oleh MC dan sambutan dari Ibu RW 01 Ngemplak Simongan. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai bahaya limbah minyak jelantah terhadap kesehatan dan lingkungan, cara penjernihannya, hingga proses pembuatan lilin aromaterapi. Peserta kemudian mengikuti demonstrasi langsung menyaring minyak jelantah dan mencampurnya dengan bahan-bahan seperti stearin, pewarna, dan aroma terapi. Setelah itu, dilanjutkan dengan kompetisi pembuatan lilin aromaterapi antar peserta. Masing-masing peserta dikelompokkan dan diberikan waktu untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam merancang lilin dengan variasi bentuk serta aroma yang unik. Lomba ini dinilai oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) Dr. Khairul Anam S.Si., M.Si. penilaian dilakukan berdasarkan aspek kerapian, kewangian, dan inovasi. Acara kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang, pembagian hadiah, sesi dokumentasi, dan pengisian kuesioner sebagai evaluasi kegiatan.

Salah satu peserta, Ibu Ani menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. “Biasanya minyak bekas langsung saya buang, ternyata bisa dibuat lilin seperti ini. Saya jadi ingin coba praktik sendiri di rumah,” ujarnya antusias.

Sebagai penyelenggara, Fauziyyah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pembelajaran sesaat. Namun, bisa diterapkan secara nyata oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga kegiatan ini mendorong warga untuk lebih peduli pada pengelolaan limbah rumah tangga serta memunculkan ide-ide kreatif yang bisa bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program KKN Universitas Diponegoro yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui pendekatan langsung dan partisipatif. Dengan menggabungkan penyampaian materi dan praktik secara nyata, program ini mendorong terciptanya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.




Editor:
Achmad Munandar

KKN Undip Kenalkan Alat Monitoring Air untuk Budidaya Lele Gunungpati

0
 

Mahasiswa KKN Tim 97 Undip memperlihatkan alat monitoring air yang terdiri dari tiga sensor: pH, TDS, dan turbidity sebelum digunakan di kolam budidaya Mina Lancar, Senin (30/6). (Sumber: Audia Syafira/Citizen Journalism)


Campusnesia.co.id - Citizen Journalism - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 97 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan kegiatan pengabdian bertema “Pengembangan Technopreneurship Pembudidaya Ikan Lele” di Rukun Warga (RW) 10, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah pengenalan alat monitoring kualitas air kepada pembudidaya lele di Sentra Mina Lancar Pembesaran, Senin (30/6).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan dan menyerahkan alat digital monitoring kualitas air yang terdiri atas tiga sensor utama, yakni sensor Potential of Hydrogen (pH) yang berguna untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan air, lalu sensor Total Dissolved Solids (TDS) yang berguna untuk mengukur kadar zat terlarut, dan terakhir sensor turbidity meter yang berguna untuk mengukur tingkat kekeruhan air. Data hasil pengukuran ditampilkan secara langsung pada layar digital Liquid Crystal Display (LCD) dan smartphone yang menyertakan status kondisi air seperti “Bersih” atau “Kotor” berdasarkan parameter yang terbaca.

Menurut (Tumwesigye et al., 2022), air kolam yang ideal sangat penting untuk pertumbuhan lele. Berdasarkan penelitian untuk budidaya tilapia dan catfish, pH optimal berada antara 6,5–8,5, dan nilai TDS serta turbidity yang rendah membantu menjaga kesehatan ikan dan efisiensi pakan. Studi lain juga menunjukkan bahwa sistem monitoring real-time dengan sensor pH, Total Padatan Terlarut (TDS), turbidity terbukti akurat dengan tingkat presisi hingga 98% dan sangat efektif dalam mengontrol kualitas air (Sugiharto et al., 2023).


Pengujian langsung alat monitoring oleh mahasiswa KKN di kolam pembesaran Mina Lancar, Senin (30/6). (Sumber: Audia Syafira/Citizen Journalism)

Salah satu pembudidaya, Muchlisin, menyatakan ketertarikannya terhadap alat tersebut, meskipun dirinya mengaku sebelumnya pernah mencoba alat pH manual. “Udah pernah pakai alat pH, tapi karena masih manual, jadi sudah enggak pakai lagi. Sekarang kalau mau lihat pH air ya cuma lihat dari warna airnya aja,” ungkapnya.

Melalui pengenalan alat ini, tim KKN berupaya meningkatkan kesadaran peternak terhadap pentingnya pemantauan kualitas air berbasis data. Tidak hanya digunakan untuk pengecekan sekali waktu, alat ini dapat dipakai secara rutin untuk pengambilan teknis seperti penggantian air, pemberian aerasi, atau pengaturan padat tebar.

Penelitian lain juga memperlihatkan efektivitas Internet of Things (IoT)-based monitoring terhadap produktivitas budidaya. Sistem monitoring pH, suhu, dan turbidity secara real-time mendukung pengelolaan kolam yang lebih baik serta respons cepat terhadap perubahan lingkungan mengingat bahwa kualitas air dapat mempengaruhi berat dan ukuran ikan secara signifikan (Sung et al., 2023). 

Penerapan alat monitoring ini di Mina Lancar menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan teknologi dalam skala usaha kecil menengah. Dengan teknologi yang mudah digunakan dan memiliki keakuratan tinggi, proses budidaya menjadi lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga membuka peluang agar mereka lebih sadar akan technopreneurship sederhana, tetapi berdampak nyata terhadap usaha pembesaran ikan lele.



Penulis:
Angela Constantine Chandra, Tjan 
Mahasiswa S1 Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar


Referensi:
Sugiharto, W. H., Susanto, H., & Prasetijo, A. B. (2023). Real-Time Water Quality Assessment via IoT: Monitoring pH, TDS, Temperature, and Turbidity. Ingenierie Des Systemes d’Information, 28(4), 823–831. https://doi.org/10.18280/isi.280403

Sung, W. T., Isa, I. G. T., & Hsiao, S. J. (2023). An IoT-Based Aquaculture Monitoring System Using Firebase. Computers, Materials and Continua, 76(2), 2180–2200. https://doi.org/10.32604/cmc.2023.041022

Tumwesigye, Z., Tumwesigye, W., Opio, F., Kemigabo, C., & Mujuni, B. (2022). The Effect of Water Quality on Aquaculture Productivity in Ibanda District, Uganda. Aquaculture Journal, 2(1), 23–36. https://doi.org/10.3390/aquacj2010003