Campusnesia.co.id - Minggu, 19 Juli 2026, bertempat di RT 02 RW 09 Kampung Nglarang, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang, telah dilaksanakan kegiatan Pendampingan Pembuatan Eco Enzyme Berbasis Limbah Dapur Rumah Tangga sebagai Pupuk Organik Cair. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 101 Universitas Diponegoro Tahun 2026 yang disampaikan oleh Wisnu Aji Saputra kepada ibu-ibu PKK dan warga Jam'iyyah Pengajian Rutin RT 02.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga, khususnya limbah dapur berupa kulit buah dan sisa sayuran, menjadi Eco Enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair bagi tanaman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri guna mengurangi pencemaran lingkungan, mendukung penerapan konsep zero waste, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian Eco Enzyme sebagai cairan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan air, molases (gula merah), dan limbah buah maupun sayuran dengan perbandingan 10 : 3 : 1. Selanjutnya dijelaskan berbagai manfaat Eco Enzyme, di antaranya sebagai pupuk organik cair, aktivator kompos, pengurai limbah organik, serta alternatif produk ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai jenis limbah organik yang dapat dan tidak dapat digunakan sebagai bahan baku Eco Enzyme, alat dan bahan yang diperlukan, hingga tahapan fermentasi yang benar agar diperoleh produk Eco Enzyme yang berkualitas.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan Eco Enzyme secara langsung. Pada praktik ini digunakan 3 kg limbah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran rumah tangga, 10 liter air, serta 1 kg molases sebagai bahan fermentasi. Seluruh peserta diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari pencacahan bahan organik, pencampuran molases dengan air, memasukkan limbah organik ke dalam wadah fermentasi, hingga teknik penyimpanan secara anaerob selama kurang lebih 90 hari. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara perawatan selama proses fermentasi, termasuk pentingnya membuka tutup wadah secara berkala pada bulan pertama untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi, serta ciri-ciri Eco Enzyme yang berhasil, yaitu memiliki aroma asam segar menyerupai tape atau cuka, berwarna cokelat tua, dan tidak berbau busuk.
Dalam penyampaian materi, Wisnu Aji Saputra menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah dapur menjadi Eco Enzyme merupakan salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh setiap keluarga untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan produk yang bernilai guna. Eco Enzyme yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair untuk mendukung pertumbuhan tanaman, khususnya tanaman obat keluarga (TOGA), sehingga masyarakat tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi melalui pengurangan penggunaan pupuk kimia.
Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam berdiskusi, mengajukan pertanyaan mengenai proses fermentasi, serta mengikuti demonstrasi pembuatan Eco Enzyme hingga selesai. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu mempraktikkan pembuatan Eco Enzyme secara mandiri di rumah dengan memanfaatkan limbah dapur yang dihasilkan setiap hari, sehingga dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pupuk organik cair pada kebun TOGA.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok 3 KKNT 101 Universitas Diponegoro Tahun 2026 ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi sederhana yang mudah diaplikasikan, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) SDGs khususnya poin 1 pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, lingkungan yang berkelanjutan, serta pengurangan sampah rumah tangga.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar

