Wajah Baru Kopi Blado: Sentuhan Mahasiswa KKN Hadirkan Sensasi Hirup Aroma Sebelum Membeli


Campusnesia.co.id - Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Blado membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kopi lokal. Menyadari potensi besar kopi Blado yang belum terekspos maksimal, tim KKN ini menginisiasi program rebranding produk, salah satunya dengan merombak total desain kemasan agar lebih kompetitif di pasaran.

Salah satu inovasi paling menonjol dari rebranding ini adalah penerapan teknologi kemasan yang dilengkapi dengan lubang filter udara (degassing valve). Lubang ini tidak hanya berfungsi menjaga kualitas biji kopi dari penumpukan gas pasca-produksi, tetapi juga dimodifikasi secara strategis agar calon pembeli dapat menghirup langsung aroma kopi dari luar kemasan.

"Selama ini kopi Blado hanya dikemas dengan plastik kedap udara biasa atau kertas ziplock standar. Pembeli sering kali ragu membeli karena tidak bisa mencium profil aroma kopinya. Dengan adanya filter ini, konsumen bisa mendapatkan teaser aroma yang kuat hanya dengan menekan sedikit kemasan," ujar Bimantara sebagai pelaksana program, saat peluncuran kemasan baru di Kampus PSDKU Universitas Diponegro di Batang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.



Pendekatan sensory marketing ini dinilai krusial. Dalam industri kopi, aroma adalah penentu impresi pertama yang sangat memengaruhi keputusan pembelian. Desain visual kemasan juga diperbarui menjadi lebih minimalis, menampilkan identitas Blado sebagai daerah dataran tinggi penghasil kopi berkualitas, lengkap dengan informasi tasting notes (profil rasa) dan tingkat roasting.

Mas Eko, salah satu pelaku usaha kopi setempat, menyambut baik terobosan ini. "Tampilannya jadi jauh lebih modern dan premium. Harapannya, kopi kita tidak hanya laku di pasar lokal Batang, tapi juga bisa masuk ke coffee shop di kota-kota besar," ungkapnya.

Langkah rebranding ini diharapkan tidak berhenti pada sekadar pergantian bungkus. Tim KKN juga memberikan pendampingan mengenai manajemen biaya produksi, mengingat penggunaan kemasan berfilter memiliki harga pokok yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kemasan konvensional. Target jangka panjangnya adalah membangun ekosistem bisnis kopi Blado yang mandiri dan memiliki identitas kuat di tengah gempuran produk kopi komersial.



Editor:
Achmad Munandar

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon