Tentang QRIS Teknologi Keuangan Canggih Masa Kini



Campusnesia.co.id - Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Kode QR Standar Indonesia adalah standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran nontunai di Indonesia.

QRIS dibaca apa?
Dilansir dari laman resmi BI, QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

Bagaimana cara membuat QRIS?
Proses pendaftaran QRIS terbilang cukup mudah. Anda cukup membuka rekening pada bank-bank yang telah diberi izin oleh Bank Indonesia sebagai acquirer QRIS. Contoh bank berizin yang dapat mengakuisisi merchant QRIS adalah : BCA, BRI, Bank Sinarmas, Bank Bukopin, dsb.

QRIS dapat menerima pembayaran dari mana saja, tidak hanya terbatas pada penyedia dompet digital. Mobile banking yang sudah dilengkapi QR Scanner seperti BCA, CIMB Niaga, Maybank, dan Sinarmas pun bisa. Jadi, pelanggan pun lebih fleksibel dalam bertransaksi di merchant Anda.

Jika merchant menggunakan QRIS, aplikasi pembayaran apa pun yang dimiliki bisa digunakan untuk melakukan pembayaran, karena standardisasi QR code yang telah dilakukan.

Berapa lama proses pendaftaran atau registrasi QRIS ? Setelah proses registrasi via online di atas selesai di lakukan, maka di perlukan waktu paling cepat 14 hari kerja & paling lama 30 hari kerja, terhitung setelah semua dokumen lengkap tervalidasi, sampai InterActive QRIS dapat di terima merchant.

Pembayaran QRIS minimal berapa?
QRIS sudah memberikan Persetujuan ke beberapa PJSP (Perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) untuk dapat melakukan pembayaran melalui QRIS QR Code. Minimal transaksi pembayaran mulai dari Rp 1 – Rp 1.000.

Apa kelebihan pakai QRIS?
Salah satu manfaat QRIS adalah bisa membuat proses transaksi menjadi lebih cepat. Hal ini karena QRIS memungkinkan pelanggan untuk tidak perlu repot membawa banyak uang tunai. Di sisi lain, penjual pun tak harus mencari uang kembalian saat melakukan transaksi jual-beli.

Kekurangan QRIS
Ada batasan nominal yang ditentukan untuk sekali transaksi QRIS. Jadi, dalam sekali transaksi, Anda hanya dapat bertransaksi maksimal dua juta rupiah. Jadi, untuk Anda yang ingin bertransaksi di atas 2 juta, Anda bisa menggunakan kartu debit, kredit, atau bayar tunai.



Total biaya MDR untuk Setiap Transaksi QRIS.id
MDR (Merchant Discount Rate) adalah biaya yang dikenakan oleh Penyelenggara (PT Telkom) Sesuai standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.


1. Transaksi Reguler (Transaksi pembelian barang)
Rincianya: 0,7% MDR

Contoh:
Transaksi Senilai Rp 100.000 X 0,7%
0,7% dari Rp 100.000 = Rp 700 JADI
Uang Bersih yang didapatkan Rp 100.000 - Rp 700 = Rp 99.300


2. Transaksi Bidang Pendidikan
Rincianya: 0,6% MDR

Contoh:
Transaksi Senilai Rp 100.000 X 0,6%
0,6% dari Rp 100.000 = Rp 600 JADI
Uang Bersih yang didapatkan Rp 100.000 - Rp 600 = Rp 99.400


3. Transaksi di SPBU
Rincianya: 0,4% MDR

Contoh:
Transaksi Senilai Rp 100.000 X 0,4%
0,4% dari Rp 100.000 = Rp 400 JADI
Uang Bersih yang didapatkan Rp 100.000 - Rp 400 = Rp 99.600


4. Transaksi Yayasan / Organisasi
Rincianya:

0% MDR
Wajib atas nama Yayasan / Organisasi sosial, donasi tidak diperbolehkan atas nama pribadi.


QRIS adalah standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019.

QRIS.id adalah bentuk hasil kerja sama antara PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) dengan PT. Interaktif Internasional di dalam mendukung program QRIS Bank Indonesia.


Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Tentang QRIS Teknologi Keuangan Canggih Masa Kini. Semoga bermanfaat sampai jumpa.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Silahkan Komen Guys