Inspirasi Positif yang Bisa Kita Petik dari Drama Korea Hometown Cha-cha-cha

 

 
 
 
Campusnesia.co.id - Setelah menunggu sebulan lebih akhirnya salah satu drama paling di nanti bulan ini tayang juga, tepat di malam minggu 28 agustus yang lalu, Hometown Chachacha yang dibintangi Kim Seon Ho dan Shin Min Ah tayang perdana dan mendapatkan sambutan hangat masyarakat penikmat drakor hingga trending di twitter Indonesia.

Drama ringan yang mengisahkan Yoon Hye Jin sang dokter gigi yang akhirnya memutuskan membuak klinik di sebuah desa pesisir bernama Gongjin dan Hong Du Sik seorang pemuda banyak acara yang baik hati ke semua orang.

Baru episode 1 tapi drama yang tayang di Netflix setiap hari sabtu dan minggu pukul 21.00 waktu korea ini sudah menyajikan banyak hal yang membuat hangat hati para penonton.

Dalam artikel kali ini kami coba kumpulkan hal-hal inspiratif yang bisa kita petik dari drama korea Hometown Chachacha, apa saja? ini daftarnya.

1. Multi Tasking dan Multi Talenta
Dua istilah di atas sangat tepat menggambar karakter pak Hong diperankan oleh Kin Seon Ho, di desa Gongjin ia terkenal dan sering dimintai tolong oleh warganya mengerjakan banyak pekerjaan, sejauh ini setidaknya kita sudah tahu apa saja profesi pak Hong, penyalur kerja, teknisi, bengkel kapal, penjaga toko di sauna, barista, petugas lelang dan agen properti.

Jangan salah, semua profesi yang ditekuni pak Hong ini bersertifikat, artinya ia profesional dan skillnya diakui. 
 
Selain multi talenta pak Hong juga multi tasking, dalam sehari semalam ia bisa mengerjakan beberapa kegiatan.
 
Patut kita contoh nih guys, kalau punya keterampilan usahakan memiliki legalitas sertifikasinya serta mampu mengerjakan banyak hal dalam sebuah kesempatan.

2. Baik dan ramah pada semua orang
Karakter pak Hong ini idaman banget, ia baik pada semua orang dari anak kecil hingga nenek-nenek, pantas saja banyak yang simpatik padanya, sosok yang langka, so yuk jadi orang baik pada semua orang kayak pak Hong juga.

3. Kerja Keras untuk Mendapatkan Uang
Ketika Yoon Hye Jin butuh 4.000 won untuk membayar kopinya saat bank di desa Gongjin lumpuh, pak Hong tidak lantas meminjami atau memberikan uangnya cuma-cuma.

Yang dilakukan pak Hong adalah memberikan akses dan kesempatan pada Yoon Hye Jin untuk mendapatkan uang dengan memperkenalkan pada nenek-nenek pekerja pembersih cumi-cumi di pelabuhan, dengan bekerja 3 jam Yoon Hye Jin mendapatkan uang 26.000 won, cukup untuk membayar kopi americanonya, beli makan di sauna dan masih sisa 10.000 won.

Dalam kisah ini kita bisa belajar, alih-alih meminjam atau ngemis online ala Ikoy-ikoyan lebih baik bekerja apapun selama halal seperti yang dilakukan Yoon Hye Jin, selama ini dia mendapatkan uang besar dengan bekerja sebagai dokter gigi pasti tidak mudah tapi membersihkan cumi-cumi juga pasti sangat berat bagi dia, hikmahnya ia belajar berjuang kerja keras untuk mendpatkan yang ia inginkan dan hasilnya pasti sangat berharga.

Tindakan pak Hong juga patut kita tiru, jika ada teman satau saudara yang butuh uang, daripada sekedar meminjami atau memberi begitu saja, memberi akses atau kesempatan kerja mungkin lebih baik.

Saya sangat bisa relate dengan apa yang dialami Yoon Hye Jin, demi mendapat 26.000 won ia yang dokter gigi rela membersihkan cumi-cumi. 

Jadi ingat waktu mahasiswa pernah ikut pelatihan kemandiran, kami dibuat berkelompok, dompet di sita hanya diberi bekal Rp 2.000,- ditinggalkan di sebuah pasar oleh panitia dan dalam batasan waktu tertentu harus kembali ke lokasi pelatihan dengan membawa bahan makanan serta ongkos perjalanan.

Selama di pasar, dengan kondisi tidak punya uang kami dipaksa oleh keadaan berfikir kreatif bagaiman cara mendapatkan uang dalam kurun waktu singkat. Akhirnya kami menawarkan diri membantu pedagang di pasar, pembeli dan siapapun berharap mendapatkan bayaran agar bisa beli bahan makanan dan ongkos bis kembali ke lokasi.

Secara mental benar-benar dipaksa keluar dari zona nyaman dan menumbuhkan rasa percaya diri, akhirnya berhasil melalui tantangan ini, so saya sangat menghargai apa yang dilakukan pak Hong dan Yoon Hye Jin.

4. Pandai Melihat Peluang
Yoon Hye Jin akhirnya memutuskan membuka klinik di desa Gingjin, alih-alih tetap bekerja di klinik besar di seoul. Ibarat pepatah "Lebih baik jadi kepala ayam daripada jadi ekor naga"

Keputusan itu ia ambil setelah mendapat info bahwa di desa Gongjin belum ada klinik gigi, klinik terdekat harus ditempuh dengan 30 menit berkendara dengan mobil. Harga sewa kantor di Gongjin juga lebih murah daripada di seoul.
 
5. Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung
Itulah pepatah yang tergambar dalam episode 1 dan 2 Hometown cha cha cha, hye jin harus mau adaptasi dengan kebiasaan masyarakat tempat tinggal barunya.

Hidup di desa beda dengan di kota yang cenderung individualis, di desa kita harus saling interaksi, saling bantu dan bekersama dengan sesama warga.

Ini namanya peluang, Hye Jin bisa melihatnya dan mengambil kesempatan tersebut, kemampuan yang wajib dimiliki para entrepreneur. 
 
 

Oke itu dulu sobat Campusnesia, inspirasi positif yang bisa kita petik dari drama Hometown Chachacha, akan kita update secara berkala seiring berjalannya episode baru ya, sampai jumpa.


Penulis: Nandar

===
Baca Juga:

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »