Belajar Pentingnya Develop Personality dalam Kuliah Alternatif 2 Griya Peradaban

 

 
Campusnesia.co.id - Sukses dengan angkatan pertama, Perkumpulan Generasi Muda Griya Peradaban gelar Kuliah Alternatif 2 yang diselenggarakan pada hari Sabtu (10/7/2021). 
 
Sesi pertama ini diikuti oleh 72 peserta dan menjadi acara yang luar biasa, narasumber yang hadir yaitu Marini Sayuti yang berprofesi sebagai wartawan dan Nur Widiyanto CEO dan Founder Griya Riset Indonesia.

Acara yang dimoderatori oleh Khabib Mustofa ini diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Founder Griya Peradaban, Ma’as Shobirin. 

“Saya harap, teman-teman peserta Kuliah Alternatif 2 ini mampu menjadi pintu awal dan berkolaborasi di masa depan” ujar Ma’as.

Beliau juga berharap bahwa ilmu yang didapat dari Kuliah Alternatif 2 ini mampu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. 

Pemateri pertama, Marini Sayuti yang membahas tentang Etika Penampilan dan Profesi. Ia menjelaskan tentang bagaimana penampilan dan gestur tubuh dapat mempengaruhi lawan bicara saat berdialog. 
 


“Dalam berdialog, kita harus mampu menempatkan diri kita dalam situasi dan kondisi apapun serta mampu merespon lawan bicara kita,” kata Marini. 
 
Ia juga menjelaskan tentang Improve Physical Appearance yaitu suatu kondisi dimana apa yang kita lihat pertama kali terhadap sesuatu, mampu memberikan stigma pada sesuatu tersebut. 

Wanita yang pernah menjadi reporter Trans 7 tersebut kemudian menjelaskan terkait Facial Expression dan Make Up and Style. Menurutnya, make up yang sesuai dibarengi rona wajah yang gembira mampu meningkatkan rasa percaya diri kita dalam berdialog.

Tak kalah menarik, pemateri kedua, Nur Widiyanto, menjelaskan materi yang arahnya masih sama dengan pemateri pertama, yaitu tentang Developt Personality. Ia lebih menekankan pada rencana pengembangan diri dan bagaimana manusia mampu menentukan prioritas dari tujuan yang dimilikinya.
 


Setidaknya terdapat empat submateri yang ia sampaikan, yaitu tentang menyusun target, prioritas, rencana pengembangan diri, dan best week. Keempat submateri tersebut secara tidak langsung mengarah pada bagaimana manusia mampu menentukan tujuan yang jelas dalam hidupnya.

“Tujuan yang jelas, mampu membawa kita untuk terus melangkah dan melangkah” ujar Widiyanto. Ia juga menambahkan bahwa  dalam membuat tujuan, jangan menggunakan prinsip being (menjadi) tetapi menggunakan doing (membuat).

Pada akhir sesi, pria yang saat ini berprofesi sebagai dosen di Universitas Wahid Hasyim ini memberikan pekerjaan rumah kepada peserta Kuliah Alternatif 2 untuk menulis prioritas dan tujuan apa saja yang ada dalam hidup mereka. Ia berharap, dengan menuliskan tujuan dan prioritas yang kita miliki, mampu mewujudkan tujuan tersebut dengan terstruktur dan sistematis.
 
 
Penulis:
Feby Alfiana
 
Baca artikel dan liputan menarik lainnya seputar Perkumpulan Generasi Muda Griya Peradaban di sini.

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »