Tim I KKN Undip Desa Mangunharjo Mengadakan Edukasi Pemanfaatan Limbah Rumahan

5:37:00 PM



Campusnesia.co.id -- Batang, 19 Januari 2020. Dua mahasiswa Tim I KKN Undip Desa Mangunharjo periode 2020 mengadakan pemberdayaan ibu-ibu PKK menggunakan limbah rumahan. 

Mahasiswa dituntut untuk bisa memanfaatkan berbagai hal dengan ilmu yang dipelajari di kampus. Melalui pengetahuan yang  sudah dimiliki, Mahasiswa diharapkan bisa memanfaatkan sesuatu hal yang ada. Tidak terkecuali dengan limbah yang dihasilkan dari hasil pemakaian barang. Limbah rumahan salah satu jenis limbah yang cukup sering dihasilkan di lingkungan desa. Padahal limbah rumahan ini bisa dimaanfaatkan kembali sebagai suatu teknologi untuk sesuatu hal tertentu.

iklan

Duo mahasiswi ini yaitu, Alifa Puspa W. dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Ananda Rica N. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) menccoba berkreasi menggunakan limbah rumahan. Teknologi Fly Trap Sederhana yang dibuat dari bahan-bahan rumah seperti gula cair, cuka,dan air keran dipraktikan oleh Alifa kepada ibu-ibu. Bahan-bahan tersebut dilarutkan dalam sebuah wadah botol minuman bekas yang sudah dimodifikasi agar lalat terjebak ketika masuk ke wadah larutan Fly Trap.  Ibu-ibu PKK Desa Mangunharjo yang berjumlah 40 orang terlihat antusias dalam mempraktikan pembuatan Fly Trap. Mereka penasaran terhadap Fly Trap yang mereka buat yang dipandu oleh Alifa. Sebagai penarik perhatian, Fly Trap ditambahkan pewarna agar larutan Fly Trap terlihat menarik.

Mahasiswi yang lain yaitu, Ananda Rica N. mencoba membuat pupuk organik cair dari limbah organ ikan tawar. Limbah organ ikan biasanya bisa didapat ketika ibu-ibu yang mau memasak ikan di rumah atau di pasar tradisional. Organ ikan yang sudah tidak terpakai ini masih bisa dimanfaatkan menjadi pupuk cair. Racikan pupuk ini berasal dai air rendaman organ ikan, gula merah, EM4, dan air keran. Botol bekas merupakan wadah yang cukup ideal untuk membuat pupuk ini. Wadah untuk pembuatan pupuk ini harus disambungkan dengan selang bening berdiameter sekitar 5 mm dan dilem di bagian tutup botol agar tidak terjadi pertukaran udara dari wadah pupuk cair dengan lingkungan. Sama halnya dengan Alifa, Ica, panggilannya, juga mempraktikkannya di depan ibu-ibu dan memandu ibu-ibu membuat pupuk cair tersebut. Larutan yang sudah diracik ini harus didiamkan selama 12 hari agar fermentasi dari pupuk tersebut berhasil.

Ibu-ibu PKK Desa Mangunharjo merespon dengan baik dari pelatihan tersebut. Antusiasme dari peserta acara terlihat dari ibu-ibu yang mau mengikuti panduan pembuatan pupuk cair dan Fly Trap hingga akhir. Peserta acara ingin segera mencoba di rumahnya masing-masing.


Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »