Sosialisasi DAGUSIBU Obat untuk Ibu-Ibu PKK oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0



Campusnesia.co.id - Desa Nganjat, 8 Agustus 2024 - Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dari jurusan Farmasi mengadakan sosialisasi mengenai DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat kepada Ibu-Ibu PKK di Balai Desa Nganjat pada tanggal 8 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para ibu rumah tangga tentang pengelolaan obat yang benar demi menjaga kesehatan keluarga.

Theresya M Parhusip, mahasiswi Farmasi UNDIP yang memimpin sosialisasi ini, menekankan pentingnya pemahaman yang benar tentang obat-obatan bagi para ibu, yang sering kali menjadi penanggung jawab utama dalam menjaga kesehatan keluarga. "Ibu-ibu PKK memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga, terutama dalam hal kesehatan. Dengan memahami prinsip DAGUSIBU, ibu-ibu dapat memastikan bahwa obat yang digunakan dalam keluarga aman dan efektif," jelas Theresya.


Sosialisasi ini mencakup empat aspek utama dari DAGUSIBU:

1. Dapatkan: Theresya menjelaskan bahwa obat harus selalu didapatkan dari sumber yang terpercaya, seperti apotek atau pusat kesehatan masyarakat. Ia juga mengingatkan para ibu untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa obat sebelum membelinya.


2. Gunakan: Para ibu diingatkan untuk menggunakan obat sesuai dengan dosis dan petunjuk yang diberikan oleh dokter atau apoteker. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia.


3. Simpan: Penyimpanan obat yang benar adalah kunci untuk menjaga efektivitasnya. Theresya memberikan tips tentang cara menyimpan obat di rumah, seperti menjauhkan dari jangkauan anak-anak dan menyimpannya di tempat yang sejuk dan kering.


4. Buang: Theresya juga mengajarkan cara membuang obat yang sudah tidak terpakai atau kadaluwarsa. Pembuangan yang tepat penting untuk menghindari pencemaran lingkungan dan mencegah penyalahgunaan obat.


Sosialisasi ini disambut dengan antusias oleh Ibu-Ibu PKK Desa Nganjat. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa peserta bahkan menyampaikan rencana untuk menyebarluaskan informasi yang mereka peroleh kepada tetangga dan keluarga lainnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN mahasiswa UNDIP, yang bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan yang praktis dan aplikatif kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, para ibu di Desa Nganjat dapat menjadi agen kesehatan yang aktif dalam keluarga dan komunitas mereka.


 
Editor:
Achmad Munandar

Sosialisasi Pengenalan Logo Obat-Obatan pada Kemasan oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0
 


Campusnesia.co.idDesa Nganjat, 8 Agustus 2024 - Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dari jurusan Farmasi mengadakan sosialisasi mengenai pengenalan logo obat-obatan pada kemasan obat kepada Ibu-Ibu PKK di Balai Desa Nganjat pada tanggal 8 Agustus 2024. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para ibu rumah tangga tentang berbagai logo yang sering ditemui pada kemasan obat, sehingga mereka dapat lebih bijak dalam memilih dan menggunakan obat untuk keluarga.

Theresya M Parhusip, mahasiswi Farmasi UNDIP yang memandu sosialisasi ini, menjelaskan bahwa pengenalan logo obat adalah langkah penting dalam memastikan keamanan penggunaan obat di rumah. "Banyak dari kita yang mungkin tidak menyadari arti logo-logo yang ada pada kemasan obat. Padahal, memahami logo tersebut bisa membantu kita memilih obat yang tepat dan aman untuk keluarga," ujar Theresya.


Dalam sosialisasi ini, Theresya memaparkan beberapa logo penting yang biasa terdapat pada kemasan obat, di antaranya:


1. Logo Hijau (Obat Bebas): Theresya menjelaskan bahwa logo hijau menunjukkan obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi gejala ringan, seperti sakit kepala atau demam.


2. Logo Biru (Obat Bebas Terbatas): Logo biru menandakan obat bebas terbatas, yang penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter atau apoteker. Theresya menekankan pentingnya mengikuti aturan penggunaan yang tertera pada kemasan.


3. Logo Merah (Obat Keras): Logo merah menunjukkan obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Theresya mengingatkan para ibu untuk tidak sembarangan menggunakan obat dengan logo ini tanpa pengawasan medis.


4. Logo Lingkaran Kuning dengan Huruf K (Obat Tradisional): Theresya juga memperkenalkan logo ini yang menunjukkan obat tradisional. Meskipun berbahan dasar alami, penggunaannya tetap harus berhati-hati dan sesuai dengan petunjuk yang ada.


5. Logo Gambar Hati (Obat Herbal Terstandar): Logo ini menunjukkan bahwa obat tersebut merupakan obat herbal yang telah melalui standarisasi. Theresya menjelaskan bahwa obat dengan logo ini telah teruji secara ilmiah.


Ibu-Ibu PKK Desa Nganjat mengikuti sosialisasi ini dengan antusias, banyak yang bertanya mengenai obat-obatan yang sering mereka temui di rumah. Mereka mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang sangat berguna untuk memilih dan menggunakan obat secara tepat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN mahasiswa UNDIP yang berfokus pada peningkatan kesadaran kesehatan di masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang logo-logo pada kemasan obat, diharapkan para ibu dapat lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola obat-obatan di rumah, demi kesehatan keluarga yang lebih baik.



Editor:
Achmad Munandar

Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Timbang Oleh Mahasiswa KKN Undip Dalam Pemanfaatan Eco Print

0


Campusnesia.co.idTimbang,15 Agustus 2024 -  Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Univeraitas Diponegoro mengadakan kegiatan program monodisiplin melalui kegiatan Eco Print yang dilaksanakan di Desa Timbang, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa mempraktikan dalam pembuatan Eco Print, dengan melakukan praktik teknik dalam pembuatan motif pada kain yang menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. 

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa bersama para ibu kader posyandu melakukan praktik secara Pounding dengan menggunakan palu kayu. Teknik pounding sendiri merupakan sebuah teknik memukul, dimana daun atau bunga ditempatkan diatas kain, kemudian dipukul-pukul dengan palu atau alat tumul lainnya hingga pigmen alami dari daun maupun bunga bisa meresap ke dalam serat kain, membentuk motif yang indah dan alami. 

Aldian Novitasari, selaku pelaksana kegiatan program monodisiplin dari progran kerja Tim II KKN Undip Desa Timbang, menjelaskan bahwa teknik Pounding ini tidak hanya mudah untuk dipraktikan, tetapi juga efektif dalam menghasilkan motif yang unik. “Dengan menggunakan teknik pounding, bisa lebih mendapatkan detail motif yang lebih jelas dan alami. Selain itu, teknik ini sangat mudah dilakukan dimana saja dan tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa melihat hasil dari Eco Print,” ujarnya.

Para ibu kader posyandu yang mengikuti kegiatan Eco Print sangat antusias selama pelaksanaan kegiatan ini berlangsung. Beberapa dari mereka tertarik untuk mengembangkan Eco Print sebagai usaha baru. “Penggunaan teknik yang mudah dan hasil yang unik ini membuat saya berencana untuk membuat lebih banyak kain dengan motif alami dan bisa dijual sebagai produk rumahan” kata ibu Desi, salah satu kader posyandu yang ikut berpartisipasi. 

Kegiatan Eco Print dengan menggunakan teknik pounding merupakan bagian dari program Tim II KKN Undip Desa Timbang yang berfokus pada “Pemberdayaan Masyarakat terkait dengan Inovasi Produk : Eco Print dengan Memanfaatkan Bahan Alami dengan Media Tote Bag.” 

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa dari Tim II KKN Undip Desa Timbang berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya untuk menjaga lingkungan, sekaligus memberikan kesempatan baru untuk bisa meningkatkan perekonomian. 

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Timbang, baik dari segi lingkungan maupun perekonomian. 



Editor:
Achmad Munandar

Solusi Ramah Lingkungan: Mahasiswa KKN UNDIP Kembangkan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap

0



Campusnesia.co.idCandimulyo (15/8/24) - Permasalahan sampah masih menjadi isu krusial di Indonesia, termasuk di Kabupaten Temanggung khususnya Desa Candimulyo. Kurangnya kesadaran masyarakat terkait rincian jenis sampah merupakan salah satu permasalahan yang belum terselesaikan. Jika permasalahan tersebut tidak kunjung terselesaikan akan tumbuh masalah-masalah lain berkaitan dengan sampah. Penyelesaian masalah tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun semua elemen masyarakat juga harus bekerjasama untuk menemukan solusi yang efektif terkait permasalahan tersebut.

Berdasarkan kondisi tersebut, KKN Tim II Universitas Diponegoro termotivasi untuk membuat program kerja multidisiplin berupa pembuatan alat pembakaran sampah minim asap. Selain untuk membantu menyelesaikan permasalahan di atas, program kerja tersebut juga merupakan salah satu bukti pengabdian mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro ke masyarakat sekitar lokasi pelaksanaan KKN, yaitu Desa Candimulyo.

Alat pembakaran sampah minim asap merupakan sebuah bentuk inisiatif dari mahasiswa KKN Universitas Diponegoro untuk mengurangi jumlah sampah dan limbah di Desa Candimulyo. Pembuatan alat ini ditujukan untuk meminimalisasi dampak pembakaran sampah terhadap lingkungan karena asap yang dikeluarkan adalah asap yang sudah terfilter dengan uap air. Adapun rangkaian alat pembakaran sampah minim asap tersebut terdiri dari 3 bagian utama, yaitu tungku, kompor dan tempat bahan bakar. Bagian tungku yang terbuat dari drum besi merupakan tempat dimasukkannya sampah dan limbah. Pada tungku tersebut telah disediakan pintu untuk memasukkan sampah yang akan dibakar.

Alat pembakaran sampah minim asap ini tergolong mudah untuk digunakan. Akan tetapi, sebelum menggunakan alat tersebut perlu disiapkan bahan bakar terlebih dahulu, yaitu air, oli, dan bensin. Siapkan pula sarung tangan tahan panas untuk keselamatan kerja. Adapun sampah yang direkomendasikan untuk dibakar menggunakan alat ini yaitu sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, rerumputan dan lain-lain. 

Berikut ini adalah langkah-langkah penggunaan alat pembakaran sampah minim asap:

1. Siapkan kompor pembakaran dan tungku

2. Pasang tungku di atas kompor dan pastikan lubang tungku tepat masuk ke dalam kompor pembakaran.

3. Masukkan air sekitar 2,5L ke dalam pipa yang terhubung ke kompor, masukkan air dengan posisi kran terbuka (banyaknya air tergantung banyak sampah yang dibakar)

4. Masukkan oli sekitar 0,4L ke tempat bahan bakar, lalu campurkan dengan bensin. Adapun perbandingan oli dan bensin yaitu 1:2

5. Nyalakan api pada tempat bahan bakar dan masukkan ke kompor

6. Tunggu kompor pembakaran menyala kurang lebih selama 10 menit hingga asap tidak pekat atau setara dengan waktu air mendidih

7. Buka tuas pintu untuk memasukkan sampah ke dalam tungku lalu tutup tuas kembali

8. Sampah mulai terbakar dan tunggu sampai asap menghilang

9. Pembakaran selesai dan abu hasil pembakaran langsung jatuh ke bagian bawah tungku



 
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro yang terdiri dari 9 orang ini saling bekerja sama untuk mewujudkan program kerja multidisiplin alat pembakaran sampah minim asap tersebut. Mereka saling berkontribusi dalam pembuatan alat tersebut sesuai dengan program keilmuan mereka masing-masing. Misalnya, Ailsa Fatika Kirani dan Aisya Syifa Azzahra dari program studi Akuntansi Perpajakan berkontribusi untuk membuat Rencana Anggaran Biaya. 

Laudy Adqa Febrian Kusuma dari program studi sejarah berkontribusi dalam mengedukasi pentingnya menjaga lingkungan sekitar sebab adanya timbal balik antara organisme "manusia" dengan lingkungannya. Pemberian edukasi ini dilanjutkan oleh Nafi’ Alifia Setiawan dari program studi Administrasi Publik yang memberikan edukasi terkait pengelolaan limbah-limbah yang dihasilkan melalui pemilahan sampah agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Adapun Najma Adilah dari program studi Agribisnis berkontribusi pada pengedukasian dalam pengolahan limbah yaitu abu hasil pembakaran dapat diolah menjadi pupuk kompos serta pemberian edukasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dari Dimas Maulana yang berasal dari program studi Teknik Industri. Kemudian, Selmy Malicca Auranisa dari program studi Statistika, Farhan Noufal dari program studi Sastra Indonesia dan Sandy Tampubolon dari program studi Teknik Komputer berkontribusi dalam pembuatan poster infografis dan penyusunan materi. 

Program kerja tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahap. Langkah pertama merupakan kegiatan edukasi. Kegiatan edukasi mencakup perincian jenis-jenis sampah yang dapat dimusnahkan dengan alat. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan secara intensif melalui forum pertemuan resmi antara Tim KKN dengan perangkat desa dan perwakilan masyarakat. 

Langkah kedua adalah demonstrasi penggunaan alat pembakaran sampah minim asap, dimulai dari pengenaan bagian dan fungsi alat kemudian dilanjutkan dengan mekanisme penggunaan alat. Selanjutnya, langkah terakhir yaitu pendampingan praktik secara langsung yang dilakukan oleh peserta sosialisasi. Melalui program kerja multidisiplin pembuatan alat pembakaran sampah minim asap yang dilakukan dengan edukasi dan demonstrasi diharapkan program ini mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah di Desa Candimulyo.



Penulis :
Ailsa Fatika Kirani (Akuntansi Perpajakan)
Aisya Syifa Azzahra (Akuntansi Perpajakan)
Dimas Maulana Adhi Nugraha (Teknik Industri)
Farhan Noufal Althof (Sastra Indonesia)
Laudy Adqa Febrian Kusuma (Sejarah)
Nafi’ Alifia Setiawan (Administrasi Publik)
Najma Adilah (Agribisnis)
Sandy Putra Hamonangan Tampubolon (Teknik Komputer)
Selmy Malicca Auranisa (Statistika)

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): 
Dr. Dra. Rr. Hermini Susiatiningsih, M.Si.


Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Universitas Diponegoro Ajak Para Orang Tua Melangkah Bersama Anak: Kenali dan Dampingi Tumbuh Kembang Buah Hati

0
 

Campusnesia.co.idDesa Pengilon (10/08/2024) - Usia 0-5 tahun di awal kehidupan merupakan masa golden age bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa tersebut, diketahui terdapat masalah yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak di skala nasional yaitu stunting. Menurut pernyataan Kepala Desa Pengilon, Fadli Putro Budi Perwirakusuma, pada Desa Pengilon masih ditemukan anak-anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang berupa stunting. Selain itu, dibutuhkan penekanan bahwa stunting tidak hanya memengaruhi kondisi fisik anak, tetapi juga tumbuh kembang anak secara kognitif. Berkaca dari pernyataan tersebut, mahasiswi Fakultas Psikologi yang menjadi bagian dari KKN Tim II Universitas Diponegoro menyusun pelaksanaan program bertajuk “Psikoedukasi Tumbuh Kembang Anak dan Pengoptimalan Pendampingan dengan Aplikasi Langkah”. 

Program penunjang peningkatan pengetahuan dan mempermudah pendampingan orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak yang pesat dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Juli 2024 di Balai Desa Pengilon, Kecamatan Bulu. Pada kegiatan tersebut dilakukan penyampaian materi yang meliputi pemahaman mengenai tahap perkembangan Piaget, dampak stunting pada perkembangan kognitif anak, dan pengenalan pada aplikasi Langkah. Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki kosakata yang terbatas, kecerdasan intelektual yang lebih rendah hingga 5-11 poin, serta kesulitan konsentrasi dan konsep. Melihat stunting yang berdampak besar pada kognitif anak, maka disampaikan modul pelatihan finger painting. Pelatihan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif usaha dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak dengan gangguan stunting. 

Di sisi lain, orang tua merupakan sosok yang bertanggung jawab penuh mendampingi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, pada psikoedukasi ini diperkenalkan sebuah aplikasi yang dapat membantu pengoptimalan pendampingan tumbuh kembang anak yaitu Langkah (https://langkahkembang.com). Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur pemantauan tumbuh kembang anak berdasarkan tugas perkembangan teori Piaget dan grafik pertumbuhan fisik sebagai deteksi dini masalah perkembangan baik secara psikologis maupun fisik. 

Selain itu, aplikasi ini juga mengedukasi pengguna seputar perkembangan, nutrisi anak, hingga memfasilitasi pengguna untuk bisa terhubung dengan psikolog anak maupun ahli gizi. Harapannya, melalui psikoedukasi yang telah terlaksana dapat menjadi bekal bagi para kader Posyandu untuk memberikan pemahaman kepada peserta Posyandu secara lebih luas terkait tumbuh kembang anak dan pendampingannya secara optimal sehingga potensi gangguan tumbuh kembang anak dapat menurun secara berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar 

Berkelahi dengan Kemajuan Teknologi, Mahasiswa Universitas Diponegoro Mengedukasi Pentingnya Menjaga Komunikasi Keluarga

0
 


Campusnesia.co.idDesa Pengilon - (10/08/2024) Tugas besar orang tua adalah mempersiapkan anak untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan perhatian penuh terhadap anak. Akan tetapi, Kepala Desa Pengilon, Fadli Putro Budi Perwirakusuma, menyatakan bahwa di Desa Pengilon masih ditemukan fakta yang sebaliknya. 

“Masih menjadi kondisi umum di masyarakat bahwa orang tua kerap memberikan handphone dan memerintahkan anaknya untuk mengikuti kegiatan tertentu agar bisa terlepas dari tugas pengasuhan.” 

Hal tersebut menyebabkan anak belum mendapatkan perhatian orang tuanya secara penuh sehingga dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak ke depannya. Adanya keadaan tersebut melatarbelakangi dilaksanakannya suatu program yang mengusung materi terkait pengasuhan positif untuk mendukung terciptanya hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. 

Pada hari Rabu, 24 Juli 2024 salah satu mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro yang berasal dari Fakultas Psikologi menginisiasi suatu pertemuan untuk memberikan pemahaman bertajuk “Psikoedukasi Pengasuhan Positif di Era Disruptif melalui Peningkatan Komunikasi yang Efektif”. Kegiatan psikoedukasi diadakan di Balai Desa Pengilon, Kecamatan Bulu dengan sasaran kader Posyandu. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mengenai pengantar pengasuhan positif, dampak pemilihan pola asuh orang tua terhadap anak, pola komunikasi yang terbentuk akibat dari pola asuh, hingga tips pengasuhan positif yang bisa diterapkan.

Fokus utama program ini adalah mewujudkan pengasuhan positif dengan penekanan pada peningkatan pola komunikasi keluarga. Implikasi pola komunikasi keluarga diketahui dapat memengaruhi perkembangan psikologis, resiliensi, kesehatan mental, sikap sosial, hingga kepribadian anak. Oleh karena itu, orang tua harus berusaha penuh untuk terlibat menciptakan komunikasi yang efektif di keluarga dan mengesampingkan pemberian gawai terhadap anak. 

Dalam rangka memfasilitasi hal tersebut, maka mahasiswi ini menyusun produk berupa kartu-kartu yang berisi pertanyaan dan tantangan yang bisa dimainkan oleh seluruh anggota keluarga. Setelah diadakan sesi psikoedukasi, produk akan diserahkan kepada Ketua Kader Posyandu dalam bentuk fisik dan dibagikan secara digital kepada seluruh kader Posyandu selaku audiens. Pertanyaan dan tantangan yang telah tertulis diharapkan dapat menjadi permulaan yang memantik kebiasaan keluarga untuk berkomunikasi secara efektif sehingga orang tua dapat memahami keinginan dan kebutuhan anak dengan lebih optimal dan anak dapat maksimal dalam proses perkembangannya. 



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Ubah Data Mentah Demografi Kependudukan Menjadi Banner Grafik Infografis yang Menarik Dipandang

0



Campusnesia.co.idPengilon, Temanggung (06/08/2024) - Salah satu Mahasiswa KKN Tim II UNDIP yang berada di desa Pengilon berkolaborasi bersama perangkat desa Pengilon mewujudkan visualisasi data kependudukan  berwujudkan grafik informasi yang menarik bagi masyarakat desa Pengilon. Program kerja ini merupakan program kerja monodisiplin salah satu mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Diponegoro yaitu Hasyima Ainun Azizah. Program kerja ini tercetus setelah adanya wawancara kepada salah satu perangkat desa Pengilon, beliau menuturkan bahwa di desa Pengilon belum ada informasi kependudukan yang dapat diakses oleh seluruh warga desa setempat. Menurutnya, informasi ini terbatas, hanya perangkat desa yang dapat mengakses data tersebut. Oleh karena itu terciptalah program kerja Pembuatan Banner infografik data demografi masyarakat desa Pengilon.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai data kependudukan dalam bentuk grafik yang dapat dilihat oleh seluruh masyarakat Pengilon, sehingga diharapkan masyarakat desa Pengilon dapat lebih mengenal dan paham akan informasi kependudukan desanya sendiri. Banner infografik meliputi grafik informasi umur, pendidikan, jumlah kepala keluarga, jenis kelamin, pekerjaan, dan status perkawinan berdasarkan dusun yang ada di desa Pengilon. Untuk data-data yang disebutkan sebelumnya, sudah terekap dalam data yang dimiliki perangkat, sehingga untuk mendapatkan data tersebut mahasiswa KKN UNDIP harus berdiskusi dengan perangkatdan menentukan data apa saja yang sekiranya perlu untuk dicantumkan dalam banner. 

Dalam diskusinya, mahasiswa KKN diminta oleh perangkat untuk mencantumkan satu data yang belum terekap dalam arsip perangkat, yaitu data jamban sehat. Sehingga untuk mendapat data tersebut, mahasiswa perlu melakukan survey ke para kader PKK yang ada disetiap dusun Desa Pengilon. Setelah semua data terkumpul, mahasiswa KKN segera membuat desain banner yang berisikan tujuh grafik informasi kependudukan. 


Setelah banner selesai dibuat, Mahasiswa KKN UNDIP mempresentasikan hasil kerjanya kepada perangkat desa dan selanjutnya banner tersebut dipasang di depan kantor desa dengan tujuan agar setiap orang yang berkunjung dan melewati kantor desa dapat melihat banner infografik tersebut. Selain memasang banner infografik di depan kantor desa, mahasiswa KKN UNDIP juga menempelkan poster yang berisi infografik tersebut di papan pengumuman yang terdapat di setiap dusun yang ada di desa Pengilon.

Dengan adanya banner dan poster ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah dalam memahami informasi terkait data kependudukan desa Pengilon dengan perbandingan setiap dusun. Perbandingan antar dusun ini dilakukan dengan tujuan agar setiap masyarakat yang berada di dusun-dusun desa Pengilon dapat membandingkan antara dusun satu dengan dusun lainnya, sehingga diharapkan dapat memantik sifat kompetitif dalam hal memajukan setiap dusun masing-masing, sebagai contohnya grafik jamban sehat, masyarakat diharapkan dapat melihat perbandingan jumlah jamban sehat yang berada di setiap dusun, dengan ini diharapkan masyarakat dapat terus meningkatkan jumlah jamban sehat yang ada di desa Pengilon. 



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Tim II UNDIP 2024 Edukasi Pentingnya Investasi Saham dan Bahaya Judol Pinjol

0



Campusnesia.co.idPengilon, Temanggung (24/07/2024) - Salah satu anggotaTim KKN II UNDIP 2024 yang berada di desa Pengilon menjalankan program monodisiplinnya dengan memberikan edukasi mengenai investasi saham serta bahaya judi online dan pinjaman online kepada para anak muda di desa Pengilon. Kegiatan ini tercipta berdasarkan maraknya kasus judi online dan pinjaman online illegal terutama dikalangan muda-mudi, oleh karena itu mahasiswa Tim II KKN UNDIP di desa Pengilon ingin memperkenalkan alternatif lain sebagai solusi pengganti judi online yang lebih aman dan terpercaya, yaitu investasi saham.

Sebagai pembukaan mahasiswa KKN Tim II UNDIP 2024 menghadirkan materi tentang pengertian judi online dan pinjaman online, selanjutnya menjelaskan tentang kasus-kasus yang pernah terjadi dengan harapan dapat menjadi pendorong para audiens agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran judi online dan pinjaman online.

Setelah itu, mahasiswa KKN menjelaskan tentang pengenalan investasi saham, kiat-kiat investasi saham, dan saran investasi saham bagi pemula. Audiens dari program ini adalah para anak muda yang sudah bekerja. Pemilihan audiens ini dilakukan mengingat investasi memerlukan modal uang dingin sehingga sasaran audiens adalah mereka yang sudah bekerja dan mereka yang melek teknologi agar program ini dapat berjalan sesuai sasaran. 

Selain memberikan materi edukasi, mahasiswa KKN juga memfasilitasi diskusi dan Tanya jawab. Hal ini dilakukan agar para audiens yang mempunyai pertanyaan dan tertarik ingin mendalami investasi saham lebih lanjut dapat mendalami informasi yang telah disampaikan, sehingga mereka dapat memahami materi dengan lebih baik. Selain adanya materi dan tanya jawab, audiens juga diberikan leaflet yang berisi informasi ringkas mengenai materi yang disampaikan.

Para audiens terlihat antusias dalam menyimak materi investasi saham ini, hal ini bisa terlihat dari mereka yang memperhatikan secara seksama selama materi berlangsung, selain itu saat sesi tanya jawab, mereka sangat antusias dibuktikan dengan adanya banyak pertanyaan yang para audiens tanyakan. Hal itu membuat mahasiswa KKN bangga dan berterima kasih atas antusiasme para audiens. 


Dengan adanya kegiatan edukasi investasi saham ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya judi online dan pinjaman online ilegal, selain itu diharapkan para pemuda desa Pengilon dapat terhindar dan tidak terjerumus kedalam permainan haram tersebut. Setelah kegiatan edukasi ini selesai, mahasiswa KKN berharap para pemuda desa Pengilon yang mempunyai dana berlebih dapat lebih tertarik dan mempunyai keinginan untuk belajar investasi saham lebih lanjut daripada bermain judi online dan terjerumus pinjaman online illegal.



Editor:
Achmad Munandar

Berkenalan Dengan Apotek Hidup : Tanaman Obat Keluarga

0



Campusnesia.co.idTanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman dengan sejuta manfaat karna mempunyai manfaat farmakalogis sehingga dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional dalam mengatasi berbagai penyakit. Indonesia memiliki keanekaragamaan hayati yang tinggi termasuk pada tanaman yang dapat digunakan sebagai obat sebanyak 1.300 seperti jahe, kunyit, kencur, serta tanaman lainnya. 

Sayangnya pemanfaatan tanaman TOGA masih asing ditelinga masyarakat. Masyarakat mengkomsumsi TOGA dengan rasa yang kurang lezat sehingga masyarakat hanya meminum TOGA saat merasa sakit. Permasalahan terhadap tanaman TOGA ini juga terjadi pada desa Pengilon, kecamatan Bulu, kabupaten Temanggung yang dimana para masyarakat belum bisa mengelola TOGA yang lezat untuk dikomsumsi. Dari permasalahan yang terjadi mahasiswa universitas diponegoro, selaku mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023/2024 yang berasa dari jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika memperkenalan TOGA dengan rasa yang lebih lezat untuk dinikmati melalui program kerjanya berjudul “Pengenalan dan pemanfaatan TOGA”.

Jahe lemon Serai JALESA merupakan minuman yang dikenalkan kepada masyarakat pada desa pengilon yang dimana terdapat jahe, lemon, dan serai yang dimana ketiga tanaman tersebut mempunyai manfaat yang banyak selain itu rasa yang dari minuman tersebut juga lezat sehingga masyarakat dapat mengkomsumsi minuman tersebut setiap harinya. Jalesa merupakan minuman yang terbuat dari rebusan jahe, lemon, dan serai sehingga pada minuman tersebut menghasilkan rasa segar yang berasal dari lemon serta jahe dan serai yang memberikan rasa hangat. Rasa hangat pada minuman sangat cocok pada desa Pengilon yang dimana mempunyai suhu yang dingin sehingga minuman ini dapat menghangatkan tubuh.

Dengan demikian, sosialisasi mengenai pembuatan tanaman obat keluarga ini dirasa penting untuk dilakukan agar para warga didesa pengilon dapat menjaga kesahatan dari hal terkecil seperti minuman yang dikonsumsi sehari-harinya. 


Editor:
Achmad Munandar

Menuju Indonesia Emas : Cegah Stunting Dengan Menu PMT

0


Campusnesia.co.idIndonesia merupakan negara berkembang yang dimana sedang berusaha agar mencapai Indonesia emas 2045. Salah satu cara untuk mencapai hal itu ialah dengan menyelesaikan permasalahan mendasar salah satunya ialah stunting. Stunting merupakan suatu kondisi pada anak yang dimana mengalami perlambatan pertumbuhan serta perkembangan. Stunting pada anak akan sangat berdampak pada kekebalan tubuh penyakit dan kecerdasaan pada anak. Permasalahan ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola asuh orang tua, perawatan yang tidak memadai, dan gizi anak yang tidak terpenuhi. Gizi yang tidak terpenuhi merupakan faktor terbesar terjadinya stunting dimana pada 1000 hari pertama merupakan waktu yang krusial untuk memenuhi gizi pada anak, maka dari itu diperlukan upaya seperti pembentukan daftar menu yang porsinya sudah sesuai dengan kebutuhan gizi anak pada umurnya.

Diketahui bahwasannya di desa Pengilon masih terdapat anak yang mengalami stunting, hal inilah yang membuat TIM II KKN Universitas Diponegoro membuat program kerja yang memiliki tujuan agar dapat menurunkan angka stunting pada desa Pengilon. Program kerja yang dilaksanakan dengan cara membuat daftar menu selama satu minggu yang dimana daftar menu yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan gizi pada anak dan menu yang dibuat sudah sangat beragam serta dikenal oleh masyarakat. Program kerja ini diplopori oleh Najwa Nabila Salma dari Fakultas Sains dan Metematika, program studi Biologi.

Daftar menu yang dibuat sudah sesuai dengan pedoman gizi yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan atau dikenal dengan isi piringku, dimana sudah terdapat lauk pauk sebanyak 35%, buah atau sayur sebanyak 30%, dan makanan pokok atau karbohidrat sebanyak 35%. Pelaksanaan program kkn dilakukan dengan cara melakukan pengenalan gizi seimbang melalui metode isi piringku, lalu pada akhir kegiatan para peserta yang menghadiri kegiatan diberikan leaflet yang berisi rekomendasi menu gizi seimbang selama satu minggu.

Dengan pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan diharapkan terjadinya penurunan angka stunting pada desa Pengilon.



Editor:
Achmad Munandar