Mahasiswa Tim II KKN Undip Melaksanakan Pendampingan dan Pemberian Produk Diversifikasi Hasil Perikanan kepada Ibu Hamil

0

Kegiatan pendampingan dan pemberian produk diversifikasi perikanan 
untuk ibu hamil Mahasiswa Tim II KKN UNDIP yang berlokasi 
di Balai Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan (03/08/2024)
 (foto: dokumentasi pribadi)


Campusnesia.co.idPekalongan (03/08/2024)- Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) bersama dengan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) memiliki visi bersama untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ibu hamil, nifas, menyusui, dan balita.

Kami melakukan kunjungan door to door ke setiap rumah ibu hamil/nifas/menyusui dan balita untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan serta lingkungan keluarga di Desa Podo, setelah melakukan survei dan pendataan tersebut tim kami melaksanakan kegiatan dengan target ibu hamil.

Pelaksanaan kegiatan dimulai bersamaan dengan posyandu ibu hamil, dimana ibu hamil akan di cek kehamilanya terlebih dahulu seperti tensi dan tes gula darah. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Pemberian dan pendampingan mengenai konsumsi produk diversifikasi hasil perikanan, dimana produk tersebut baik untuk kesehatan ibu hamil dan anak di dalam kandungan. Produk-produk yang diberikan yaitu seperti nugget ikan, fish dumpling, chikuwa dan tofu.



Hasil dari kegiatan ini menghasilkan respon positif dari ibu-ibu hamil karena mereka mendapatkan pengetahuan baru serta banyaknya pertanyaan yang di ajukan oleh ibu hamil ketika mencoba tester produk dari kami. 

“Terimakasih untuk Mahasiswa KKN Undip yang telah melaksanakan kegiatan program pendampingan yang memang dikhususkan untuk ibu hamil, kami berharap program ini akan dilanjutkan lagi kedepannya dan bermanfaat bagi masyarakat” Ujar Ibu Puji Widiastuti selaku Bidan Desa Podo


Tags: KKN UNDIP, KKN UNDIP 2024, Mahasiswa KKN Undip



Dosen Pembimbing Lapangan: 
Yayuk Astuti, Ph. D.

Editor:
Achmad Munandar

Tingkatkan Gizi Anak! Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Melaksanakan Penyuluhan Pentingnya Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN)

0


Kegiatan penyuluhan Memasyarakatkan makan Ikan (Gemarikan) 
oleh Mahasiswa Tim II KKN UNDIP yang berlokasi di Balai Desa Podo, 
Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan (20/07/2024) (foto: dokumentasi pribadi)


Campusnesia.co.idPekalongan (20/07/2024)- Permasalahan kekurangan gizi pada anak di Indonesia masih banyak, diantaranya adalah stunting. Kebiasaan makan ikan akan mempengaruhi tingkat kecukupan protein dan nutrisi sehingga akan memberikan dukungan dalam peningkatan gizi anak. Kondisi tersebut mendorhong Nurul Hikmah, Mahasiswi KKN UNDIP TIM II memberikan Penyuluhan mengenai Gerakan memasyarakatkan makan ikan.

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) merupakan progam nasional yang dirancang oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan dengan tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya makan ikan terutama untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak. Mengkonsumsi ikan membantu dalam pencegahan terjadinya stunting pada anak-anak. 

Pelaksanaan penyuluhan Gemarikan berlangsung dengan rangkaian kegiatan meliputi pemaparan materi terkait gemarikan, manfaat makan ikan, pengenalan berbagai macam ikan serta jenis produk diversifikasi hasil perikanan, kemudian diselingi dengan pembagian poster. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama kader desa, kuis serta pemberian sedikit doorprize.

Kegiatan ini menghasilkan antusias yang tinggi dari Kader-kader kesehatan Desa Podo, terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan sesuai materi yang telah dipaparkan oleh mahasiswa. 


“Terimakasih untuk Mahasiswa KKN Undip yang telah melaksanakan kegiatan penyuluhan Gemarikan di Desa Podo. Harapannya ilmu yang telah diberikan dapat dilanjutkan oleh ibu-ibu kader kesehatan untuk mengurangi pencegahan stunting dan kekurangan gizi anak di Desa Podo” ujar Ibu Kunifah selaku Kaur Umum dan Perencanaan di Desa Podo.

Kegiatan penyuluhan Gemarikan ditutup dengan pembagian doorprize kuis dan melakukan dokumentasi bersama Kader kesehatan Desa Podo.


Tags: KKN UNDIP, KKN UNDIP 2024, Mahasiswa KKN Undip



Dosen Pembimbing Lapangan: 
Yayuk Astuti, Ph. D.

Editor:
Achmad Munandar

Singkong Jadi Bintang: Mahasiswa UNDIP Ciptakan Brownies Gluten-Free Lezat dan Sehat

0



Campusnesia.co.id - Sukoharjo, 6 Agustus 2024  Singkong, yang selama ini dianggap sebagai makanan pokok sederhana kini menjelma menjadi bahan baku inovatif untuk menciptakan solusi kesehatan masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2024 kembali berinovasi dengan menghadirkan solusi kreatif untuk permasalahan kesehatan masyarakat di Desa Mojorejo. Kali ini, mereka berhasil mengolah singkong sebagai komoditas lokal yang melimpah menjadi brownies gluten-free yang lezat dan sehat. Brownies gluten-free ini menawarkan perpaduan sempurna antara manisnya coklat dan sedikit gurihnya singkong, sehingga menghasilkan cita rasa yang unik dan menggugah selera.

Pelatihan pembuatan brownies gluten-free yang diselenggarakan di Pendopo Balai Desa Mojorejo pada Selasa (6/8), disambut antusias oleh sekitar 50 peserta dari berbagai kelompok masyarakat, seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Peserta diajak secara langsung untuk mempraktikkan pembuatan brownies tersebut.


Singkong: Solusi Manis untuk Masalah Kesehatan
Pemilihan singkong sebagai bahan utama brownies bukan tanpa alasan. Singkong kaya akan karbohidrat kompleks yang baik untuk pencernaan dan juga gluten-free. Hal ini membuatnya cocok untuk penderita diabetes, yang mana masih menjadi perhatian di Desa Mojorejo. Selain itu, dengan semakin populernya tren gaya hidup sehat yang mengutamakan makanan gluten-free, brownies dari singkong ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.

"Brownies gluten-free ini tidak hanya enak, tapi juga menyehatkan. Kami sangat senang bisa belajar membuat makanan baru yang bermanfaat bagi keluarga," ujar Ibu Sri, salah satu peserta pelatihan. 

Singkong juga mengandung serat yang tinggi, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Selain itu, kandungan vitamin C pada singkong juga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


Meningkatkan Nilai Ekonomi Desa
Inovasi brownies gluten-free ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi Desa Mojorejo. Dengan mengolah singkong menjadi produk bernilai tambah, diharapkan pendapatan masyarakat khususnya petani singkong dapat meningkat. Brownies ini bisa dijual langsung kepada masyarakat sekitar dan juga dipasarkan secara online melalui platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Selain itu, produk dapat dipasarkan pada toko oleh-oleh dan kafe yang menyediakan menu sehat, sehingga memperluas jangkauan pasarnya.

"Kami berharap brownies gluten-free ini bisa menjadi produk unggulan Desa Mojorejo. Potensi pasarnya sangat besar, baik untuk konsumsi lokal maupun untuk dipasarkan ke daerah lain," ungkap Paulina, salah satu mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tahun 2024 di Desa Mojorejo.


Dukungan dan Harapan
Program ini mendapat dukungan positif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan kelompok masyarakat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah hasil bumi lokal menjadi produk-produk yang bernilai ekonomis tinggi. 

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNDIP. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mojorejo. Kami akan terus mendukung pengembangan produk brownies gluten-free ini," ujar Setyo Joko Susilo, selaku PJ Kepala Desa Mojorejo.
 


Langkah Selanjutnya
Mahasiswa KKN Tim II UNDIP di Desa Mojorejo berharap program ini bisa terus memberikan manfaat jangka panjang dan dipantau kemajuannya oleh kerjasama antara pihak desa. Kerjasama ini penting untuk mendukung perkembangan dan pemberdayaan ekonomi desa. Dengan memberikan merek dagang dan kemasan yang menarik, produk brownies gluten-free ini bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.


Kesimpulan
Mahasiswa KKN telah membuktikan diri sebagai penggerak ekonomi lokal dengan menciptakan brownies gluten-free dari singkong. Inovasi ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berperan sebagai pembaharu, tetapi juga sebagai pendukung ekonomi masyarakat. Melalui kreativitas dan semangat kerja sama, permasalahan kesehatan dan ekonomi dapat diselesaikan secara bersama-sama.



Editor:
Achmad Munandar

Perilaku Bullying Dan Bahayanya Terhadap Anak Sekolah Dasar

0



Campusnesia.co.idDesa Siwalan, Kecamatan Siwalan, kabupaten Pekalongan (7/08/2024) – Telah terlaksanakanannya program monodisiplin oleh mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) yaitu pencerdasan terkait bahayanya perilaku bullying terhadap anak sekolah dasar. 

Bullying merupakan salah satu isu yang masih menjadi fokus utama dalam mendidik anak anak. Bullying sendiri masih sulit untuk diselesaikan karena masih banyaknya kasus bullying yang tidak ditindaklanjuti dengan tegas. Bullying sendiri adalah perilaku yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain baik dilakukan secara individu maupun secara berkelompok yang dapat berupa tindakan verbal maupun non verbal bahkan sekarang bullying dapat dilakukan melalui social media. Kasus bullying ini perlu menjadi Highlights permasalahan karena dapat mempengaruhi masa depan bangsa. 

Bullying diatur dalam Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindung Anak pada pasal 76C yang berbunyi “Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh lakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.” 

Anak anak cenderung untuk lebih mudah terpengaruh oleh hal hal yang ada disekitarnya. Apalagi dengan seiring berkembangnya zaman dan perkembangan teknologinya yang mengharuskan anak anak untuk mengetahui cara penggunaan teknologi, seperti Handphone. Penggunaan Gadget pun hingga saat ini menjadi pro dan kontra, karena sulitnya control dari orang tua maupun orang dewasa dalam mengawasi anak anak dalam memainkan Gadgetnya. Salah satu pemicu anak melakukan bullying adalah dengan melihat orang lain melakukan bullying. Selain itu anak anak sekolah dasar ini berada dalam umur yang suka mengeksplorasi segala hal. 


Desa Siwalan ini memiliki 2 sekolah dasar dan memiliki siswa cukup banyak sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa dalam kehidupan sekolah dasar ini ada yang melakukan bullying. Dengan adanya pencerdasan terkait Bullying di SD Siwalan ini diharapakan untuk dapat meningkatkan Awareness terhadap bahayanya bullying dan juga dampak yang terjadi akibat bullying tersebut. Program ini juga ditujukan untuk pihak pihak yang berkepentingan seperti Guru dan juga orang tua agar memperhatikan dan mengawasi anak anaknya supaya tidak terjerumus hal hal yang negatif seperti Bullying


Penulis : 
Denita Salsabila Gunawan
Fakultas Hukum
Universitas Diponegoro


Editor:
Achmad Munandar

Bahaya Judi Onliine dalam kehidupan Bermasyarakat

0
 


Campusnesia.co.idDesa Siwalan, Kecamatan Siwalan, kabupaten Pekalongan (24/07/2024) - Judi permainan di mana pemain bertaruh untuk memilih satu pilihan di antara beberapa pilihan di mana hanya satu pilihan saja yang benar dan menjadi pemenang. Pemain yang kalah taruhan akan memberikan taruhannya kepada si pemenang. 

Judi terbagi menjadi berbagai macam jenis salah satunya adalah Judi Online yang merupakan pelaksanaan perjudian secara online (internet) melalui aplikasi maupun website. Judi Online ini dianggap lebih bahaya karena dapat berkaitan pula dengan pinjaman online yang akan berakibat fatal karena pinjaman online membutuhkan data pribadi yang tidak menutup kemungkinan untuk dimanfaatkan untuk kegiatan yang negatif. 

Terdapat peraturan yang mengatur tentang Judi Online yaitu Pasal 45 ayat 2 UU ITE yang mengancam pihak yang secara sengaja mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya judi online, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah.

Maraknya judi online yang tersebar di masyarakat ini mengakibatkan berbagai dampak buruk, baik untuk diri sendiri maupun orang lain dan lingkungan lain. Dampak buruk dari judi online ini hingga pada masalah psikologis manusia. 

Meskipun begitu, bahaya judi online ini masih belum dianggap sebagai suatu masalah yang besar, bahkan pemerintah pun masih kesulitan untuk menangani hal ini. Judi online yang terdapat pada berbagai macam platform ini sulit untuk di hentikan. Dan kurangnya edukasi terkait bahayanya judi online ini juga menjadi salah satu faktor masyarakat masih menganggap judi online ini bukan masalah yang besar. 

Dengan adanya program Monodisiplin terkait edukasi bahayanya judi online ini diharapkan dapat mengedukasi para remaja yang kurang mengerti bahayanya judi online yang juga dapat membahayakan masa depan negara. Selain itu diharapkan pula menyadarkan masyarakat untuk tidak melakukan judi online karena terdapat peraturan yang mengatur tentang larangan judi online dan juga sanksi yang akan diterimanya. 



Penulis : 
Denita Salsabila Gunawan
Fakultas Hukum
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

5S Ciptakan Lingkungan Ideal di Gor Aji Saka dan Balai Desa Lebo!

0
 


Campusnesia.co.id - Lebo, 4 Agustus 2024 - Dalam Upaya meningkatkan kebersihan dan efisiensi di fasilitas umum Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Tasya Putri Margaretha (Mahasiswa KKN UNDIP) melaksakan program kerja penerapan metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke). Program ini difokuskan pada dua Lokasi strategis, yaitu Balai Desa Lebo dan Gor Aji Saka yang merupakan pusat kegiatan Masyarakat.

Metode 5S merupakan pendekatan sistematis yang berasal dari Jepang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih teratur, bersih, dan efisien. Melihat kondisi fasilitas umum di Desa Lebo yang membutuhkan peningkatan dalam hal kebersihan dan tata kelola, Tasya melihat potensi besar dari penerapan 5S untuk membantu meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan di desa tersebut. Program ini juga sejalan dengan visi dan misi desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan fasilitas yang memadai dan terawat.

Maksud dan tujuan dari penerapan 5S di Balai Desa Lebo dan Gor Aji Saka bertujuan untuk meningkatkan kebersihan di fasilitas umum sehingga dapat merasa lebih nyaman, mengoptimalkan tata ruang dan penyimpanan barang-barang yang ada di Balai Desa dan GOR untuk meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, membangun budaya disiplin dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekitar.

Program penerapan 5S ini dimulai pada 27 Juli 2024 dengan tahap pemaparan program kerja kepada beberapa perangkat desa dan masyarakat setempat. Tasya memberikan penjelasan mengenai konsep dan manfaat dari metode 5S. Setelah sosialisasi, pada tanggal 4 Agustus 2024 dilakukan penerapan 5S di Balai Desa dan Gor Aji Saka. Dilakukan kegiatan Seiri (pemilahan) dengan memilah barang-barang yang sudah tidak diperlukan. Tahap ini diikuti dengan Seiton (penataan) di mana barang-barang yang masih berguna diatur dengan rapi di tempat yang mudah dijangkau. Kegiatan Seiso (pembersihan) dilakukan dengan membersihkan area Balai Desa dan GOR untuk memastikan lingkungan yang bersih dan sehat.

Tahap selanjutnya adalah Seiketsu (standarisasi) di mana mempertahankan kondisi ringkas, rapi, dan bersih di area kerja sesuai dengan standar yang dilakukan. Hal ini dilakukan dengan memasang poster 5S yang memuat informasi untuk selalu menerapkan budaya kerja 5S di tempat kerja serta panduan untuk menjaga kebersihan dan kerapian. Sebagai Langkah akhir, Shitsuke (pembiasaan) diterapkan dengan memberikan pendampingan dan pemberian contoh kepada perangkat desa agar metode 5S dapat terus dijaga dan menjadi kebiasaan.

Program penerapan 5S ini mendapatkan respon positif dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Program ini dapat menciptakan komitmen bersama untuk menjaga Balai Desa Lebo dan Gor Aji Saka agar tetap bersih dan teratur. Program kerja ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Lebo, dengan fasilitas umum yang lebih terawat dan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman. Diharapkan nantinya budaya kerja 5S dapat terus diterapkan dan ditingkatkan oleh perangkat desa dan masyarakat desa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.      



Penulis: 
Tasya Putri Margaretha – Teknik Industri

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Tim II Undip Melakukan Edukasi terkait Menanggapi Ancaman Cybercrime: Sanksi dan Perlindungan Hukum

0

Gambar: Pemberian Leaflet 
kepada Bapak Pemilik Rumah pada RT 18

Campusnesia.co.idNgrombo, Plupuh (31/07/2024) - Pada hari rabu, minggu terakhir di bulan Juli, telah dilaksanakan pemberian edukasi mengenai Ancaman Cyber Crime atau Kejahatan Siber. Kegiatan ini merupakan salah satu program monodisiplin dari Tim II KKN Universitas Diponegoro. Adapun kegiatan ini dilakukan pada saat kumpul arisan ibu-ibu RT 17 dan 18 Desa Ngrombo. Perlu diketahui, di Desa Ngrombo ini tiap minggunya terdapat perkumpulan arisan yang dilakukan di masing-masing RT. Pada kesempatan kali ini, warga Desa Ngrombo, terkhusus di RT 17 dan 18 mempersilahkan bagi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro untuk memberikan suatu penyuluhan yang berkaitan dengan Kejahatan Siber. 

Kejahatan siber merupakan upaya memasuki atau menggunakan fasilitas komputer atau jaringan komputer tanpa izin dan dengan melawan hukum dengan atau tanpa menyebabkan perubahan dan atau kerusakan pada fasilitas komputer yang dimasuki atau digunakan tersebut. Dalam hal ini, kejahatan siber atau Cyber crime dapat dikatakan pula sebagai implikasi dari perkembangan zaman. Hal ini dikarenakan semakin maju teknologi yang ada maka semakin mudah untuk disalahgunakan oleh  orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, menjadi suatu hal yang penting untuk diberikan suatu pemahaman mengenai perlindungan hukum bagi korban kejahatan ini serta sanksi bagi pelaku yang melakukan tindak pidana kejahatan tersebut. Perlu diinformasikan juga kepada para masyarakat bahwa Indonesia telah mengatur ketentuan mengenai kejahatan berbasis teknologi ini, yaitu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik beserta dengan perubahannya. 

Kegiatan pemaparan ini diawali dengan pelaksanaan arisan RT 17 dan 18, lalu dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Edukasi Kejahatan Siber. Pemaparan ini pertama-tama menjelaskan mengenai pengertian dari kejahatan tersebut, jenis-jenis yang sekiranya pernah dialami oleh masyarakat, seperti penipuan, peretasan atau hacking, atau penyebaran berita hoax. Selain itu, dijelaskan juga mengenai ancaman pidana bagi pelaku yang melakukan tindak pidana tersebut. Salah satu jenis Kejahatan Siber yang sekiranya cukup sering dialami oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu adalah berita hoax. Maka dari itu, di paparan ini tim KKN Undip memberikan suatu informasi alur aduan hoax. Hal ini bertujuan agar barangsiapa yang mengetahui adanya berita hoax dapat langsung melaporkan pada alur aduan yang telah diberikan.  

Gambar: Leaflet Materi Perlindungan Hukum 
dan Pencegahan KDRT Pada Perempuan

Dari pemberian edukasi oleh para mahasiswa KKN Tim II Undip, para warga mengucapkan terima kasih dikarenakan materi yang diberikan sangat bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan bagi warga RT 17 & 18 Desa Ngrombo. Selain itu, pemberian edukasi ini membuat mereka jadi lebih berhati-hati dalam memilah berita agar tidak termakan hoax atau berita bohong. 



Editor:
Achmad Munandar

D’Krips: Mahasiswa KKN Undip Gugah Potensi Keripik Desa Botolambat dengan Sentuhan Digitalisasi

0



Campusnesia.co.id -Botolambat, 5 Agustus 2024 - TIM II KKN Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan program sosialisasi dan pelatihan bertajuk "D’Krips (Digitalisasi UMKM Keripik Desa Botolambat)" bagi para pelaku usaha keripik di Desa Botolambat, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ibu Taryonah, salah satu warga yang aktif dalam usaha keripik di Desa Botolambat.

Mayoritas masyarakat Desa Botolambat selama ini menjalankan usaha di bidang makanan ringan, terutama keripik, dengan metode penjualan yang masih tradisional. Produk-produk tersebut umumnya dijual langsung ke warung-warung di sekitar desa, sehingga jangkauan pemasarannya terbatas.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, TIM II KKN Undip melakukan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan media elektronik dalam penjualan produk. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan pembuatan, penggunaan, dan pemanfaatan marketplace sebagai sarana baru untuk menjual produk. Diharapkan dengan adanya digitalisasi ini, pemasaran produk keripik dari Desa Botolambat bisa lebih luas, menjangkau konsumen di luar wilayah Kabupaten Batang, dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.


"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu dalam memasarkan produk sehingga diharapkan produk keripik ini dapat dikenal oleh masyarakat luas," ujar Ibu Taryonah, yang juga turut serta dalam pelatihan tersebut.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat. Melalui program "D’Krips", diharapkan jumlah produksi dan pendapatan pelaku UMKM di Desa Botolambat dapat meningkat, seiring dengan semakin luasnya jangkauan pemasaran produk mereka.


 
Editor:
Achmad Munandar

Keselamatan Prioritas! Mahasiswa KKN Hadirkan Fasilitas Kotak P3K dan Poster Pertolongan Pertama di Gor Aji Saka Desa Lebo

0
 


Campusnesia.co.idDesa Lebo, 30 Juli 2024 - Tasya Putri Margaretha (Mahasiswa KKN UNDIP) berhasil melaksanakan program kerja monodisiplin pengadaan kotak P3K dan pemasangan poster pertolongan pertama di GOR Aji Saka Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menangani situasi darurat, khususnya yang sering terjadi di lingkungan fasilitas olahraga.

Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan sarana pertolongan pertama di fasilitas umum, seperti GOR Aji Saka Desa Lebo. Sebagai pusat kegiatan olahraga Masyarakat Desa Lebo, GOR ini sering digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Selain sebagai pusat kegatan olahraga, GOR ini sering juga digunakan sebagai tempat acara desa lainnya, seperti pertemuan kader kesehatan desa, kegiatan bantuan sosial, dan sebagainya. Namun, fasilitas pertolongan pertama yang tersedia di lokasi ini masih minim sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jika terjadi kecelakaan atau cedera.

Maksud dari program kerja ini adalah untuk memberikan fasilitas dasar pertolongan pertama yang memadai di GOR Aji Saka. Dengan adanya kotak P3K ini, diharapkan agar setiap masyarakat yang menggunakan GOR baik untuk kegiatan olahraga maupun kegiatan lainnya dapat segera mendapatkan pertolongan pertama jika terjadi cedera atau kecelakaan sehingga risiko yang lebih serius dapat diminimalisir. Adapun tujuan utama dari program ini adalah menyediakan kotak P3K yang lengkap dan mudah diakses oleh masyarakat, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang langkah-langkah pertolongan pertama melalui poster edukatif, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Tasya mengawali program ini dengan melakukan survei kebutuhan di GOR Aji Saka. Berdasarkan hasil survey, belum terdapat kotak P3K pada GOR Aji Saka. Kemudian, diusulkan program kerja “Pengadaan kotak P3K dan Pemasangan Poster Pertolongan Pertama pada GOR Aji Saka Desa Lebo”. Setelah mengusulkan program kerja tersebut, dilanjut dengan pemaparan program kerja pada masyarakat setempat. Tasya juga memberikan penjelasan singkat mengenai pentingnya kotak P3K dan isi dari poster pertolongan pertama sehingga masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan saat terjadi kecelakaan.

Pada tanggal 30 Juli 2024, Tasya bersama perwakilan dari perangkat Desa Lebo memulai pemasangan kotak P3K dan poster pertolongan pertama di GOR Aji Saka Desa Lebo. Kegiatan diawali dengan penyerahan simbolis kotak P3K kepada Bapak Sukari selaku Kasi Pemerintahan Desa Lebo yang kemudian diikuti dengan pemasangan poster di titik strategis area GOR. Kotak P3K dan poster pertolongan pertama ditempatkan di lokasi yang mudah terlihat oleh pengguna GOR. Kotak P3K tersebut berisi berbagai peralatan dasar seperti perban, plester, antiseptik, gunting, dan obat-obatan pentinglainnya. Selain itu, poster pertolongan pertama yang dipasang berisi panduan langkah-langkah dasar pertolongan pertama yang mudah dipahami.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Lebo untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan, khususnya di lingkungan fasilitas umum. Dengan adanya kotak P3K dan poster pertolongan pertama, masyarakat diharapkan lebih siap dan tanggap dalam menghadapi sutuasi darurat sehingga dapat meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Dengan demikian, program kerja ini tidak hanya menjadi wujud nyata kontribusi Mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung keselamatan dan kesehatan masyarakat tetapi juga sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat di Desa Lebo.          



Penulis: 
Tasya Putri Margaretha – Teknik Industri

Editor:
Achmad Munandar

Lansia Mojorejo Sehat! KKN UNDIP Sukses Edukasi Gaya Hidup Sehat untuk Mengontrol Hipertensi

0



Campusnesia.co.idSukoharjo, 30 Juli 2024 - Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup lansia dan mencegah angka kasus hipertensi yang masih menjadi perhatian di Desa Mojorejo, mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2024, Paulina Rachel Phinasthi, menginisiasi program peningkatan kesadaran akan gaya hidup sehat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Juli 2024, di Posyandu Lansia Dukuh Tempukrejo, Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan permasalahan kesehatan yang cukup serius, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit kronis lainnya jika tidak ditangani dengan baik. Melihat kondisi tersebut, Paulina merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi dalam pencegahan hipertensi melalui edukasi dan perubahan perilaku.

Pada pelaksanaan program yang dihadiri sekitar 30 orang ini, Paulina memberikan penyuluhan dengan materi mengenai pentingnya menjaga gaya hidup sehat, faktor-faktor risiko hipertensi, serta cara-cara sederhana untuk mengontrol tekanan darah secara alami. Setelah penyampaian materi, sesi diskusi interaktif dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan berdiskusi mengenai masalah kesehatan yang mereka hadapi.

Program kerja ini mendapatkan sambutan hangat dari seluruh peserta. Para lansia merasa sangat terbantu dengan informasi yang diberikan dan antusias untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Para kader posyandu juga memberikan apresiasi atas inisiatif Paulina. Mereka berharap program serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Selain memberikan edukasi, program ini juga bertujuan untuk membangun komunitas lansia yang peduli dengan kesehatan. Dengan adanya interaksi antara peserta, diharapkan terbentuk jaringan sosial yang saling mendukung dalam menjalani gaya hidup sehat.
 

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh dari pihak desa dan kader posyandu. Mereka berperan aktif dalam membantu mobilisasi peserta dan memastikan kelancaran kegiatan. Ke depan, Paulina berharap program ini dapat menjadi pilot project untuk upaya pencegahan hipertensi di wilayah yang lebih luas. Selain itu, ia juga berharap kolaborasi dari pemerintah desa dan fasilitas kesehatan terkait dapat meningkatkan program monitoring dan evaluasi terhadap dampak program ini terhadap perubahan perilaku peserta dan mengembangkan program-program lainnya yang memiliki fokus untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia.

Dengan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, Paulina telah menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang nyata. Program peningkatan kesadaran akan gaya hidup sehat ini merupakan langkah awal yang baik dalam mewujudkan Desa Mojorejo yang sehat dan sejahtera.



Editor:
Achamd Munandar