Mahasiswa KKN Tim I Undip Memanfaatkan Botol Bekas untuk Budidaya Pakcoy dengan Sistem Vertikultur

0
 
Pembuatan sistem vertikultur

Campusnesia.co.idMahasiswa KKN Tim I Undip Tahun 2024 melakukan budidaya pakcoy dengan metode vertikultur yang dibuat menggunakan botol bekas pada hari Sabtu (27/01) di SD N 02 Mandiraja, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.
 
Vertikultur adalah budidaya tanaman atau cara berkebun dengan media tanam bertingkat yang disusun secara vertikal. Membuat vertikultur biasanya memanfaatkan daur ulang sampah sebagai wadah media tanam, seperti botol bekas, pipa bekas, rak gantung, dan lain sebagainya. Salah satu kelebihan dari metode ini adalah dapat dilakukan pada lahan yang sempit.

Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi kelas 4 di SD N 02 Mandiraja. Tujuanya untuk menambah kreativitas para siswa dalam memanfaatkan botol bekas yang kemudian dikaitkan dengan bidang pertanian. Selain itu, melalui pembuatan sistem vertikultur diharapkan dapat menunjukkan budidaya tanaman yang menyenangkan.  

Dalam pelaksanaan kegiatan diawali dengan persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan, berupa botol bekas 1.5 liter, tali tambang, gunting/cutter, solder, media tanam, dan benih tanaman pakcoy. Para siswa membawa botol bekas dari rumah dan gunting masing-masing. Langkah kedua yaitu membuat lubang persegi panjang di sisi botol dengan panjang 18 cm dan lebar 6 cm. Langkah selanjutnya membuat lubang kecil menggunakan solder yang dibantu oleh mahasiswa KKN. Lubang dibuat di bagian samping untuk menggantung tali dan bagian bawah untuk aliran air. Botol-botol tersebut disusun secara vertikal sebanyak 4 botol, lalu digabungkan menggunakan tali tambang. 

Botol yang telah tersusun siap untuk dimasukkan media tanam dan dilanjutkan menanam benih pakcoy yang telah disemai sekitar 1 minggu. Dalam 1 botol ditanam 3 – 4 benih pakcoy. Selanjutnya vertikultur tersebut digantung di pagar sekolah. Langkah terakhir yaitu perwatan tanaman dengan cara menyirami setiap hari jika tidak hujan hingga masa panen sekitar 40 – 50 hari.

Kegiatan ini ditutup dengan ice breaking sebagai relaksasi setelah membuat vertikultur untuk budidaya tanaman pakcoy. Harapannya tanaman pakcoy tersebut dapat tumbuh dengan baik hingga panen. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran anak-anak untuk memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro Tahun 2024 melakukan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring menggunakan Limbah Minyak Jelantah untuk mengatasi Pencemaran dan Perekonomian Rumah Tangga Desa Mandiraja

0
 

Campusnesia.co.idSetiap  rumah  tangga,  biasanya  akan  menghasilkan  limbah  minyak  dari  proses penggorengan. Sebagian besar makanan di Indonesia diolah dengan cara digoreng, tak terkecuali makanan- makanan di daerah Pemalang. Berdasarkan wawancara dengan Sekretaris Desa yang merupakan salah satu bagian dari PKK Desa Mandiraja, Ibu Umi, diketahui bahwa sebagian besar warga Desa Mandiraja selalu menggunakan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhannya, baik untuk keperluan memasak untuk skala rumah tangga, maupun untuk bisnis makanan.

Desa Mandiraja, Kecamatan Moga merupakan salah satu daerah yang berada di Kabupaten Pemalang. Masyarakat Desa Mandiraja biasanya menggunakan minyak jelantah lebih dari 3 kali dengan tujuan menghemat pengeluaran. Minyak goreng yang sudah digunakan lebih dari 3 kali dapat membahayakan kesehatan karena mengandung asam lemak bebas yang tinggi. dan hal ini akan menyebabkan bau yang tengik, cita rasa tidak enak, terjadi kerusakan vitamin dan asam lemak esensial. 

Selain itu, yang lebih berbahaya adalah akan meningkatkan gugus radikalperoksida yang mengikat oksigen, sehingga mengakibatkan oksidasi terhadap jaringan sel tubuh manusia. Oleh sebab itu, minyak jelantah tidak layak untuk digunakan dalam proses penggorengan makanan. Apabila minyak jelantah dikonsumsi terus - menerus dalam jangka waktu yang lama akan membahayakan tubuh karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi sehingga berbahaya bagi tubuh. Mengkonsumsi asam lemak bebas yang tinggi dapat menimbulkan bahaya kesehatan seperti stoke, jantung koroner, bahkan kanker.

Masyarakat Desa Mandiraja biasanya langsung membuang limbah minyak jelantah ke lingkungan. Pembuangan limbah minyak goreng bekas secara terus menerus akan mencemari tanah sehingga tanah menjadi tidak subur. Selain itu, limbah minyak jelantah yang dibuang ke selokan air dan sungai dapat menimbulkan bau tak sedap.
 

Oleh karena itu, diperlukan edukasi dalam pemanfaatan limbah minyak jelantah tersebut agar menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satu aplikasi yang dapat dilakukan adalah pembuatan sabun cuci piring cair. Pembuatan sabun dari minyak jelantah termasuk aplikasi yang terbilang murah dan mudah sehingga masyarakat dapat membuatnya sendiri di rumah masing-masing. 

Pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2024 di Desa Mandiraja, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Pelatihan ini dilakukan dengan mengumpulkan Ibu-Ibu PKK Desa Mandiraja di Balai Desa. Kegiatan pelatihan ini berupa penjelasan bahaya minyak jelantah untuk kesehatan dan ekosistem air serta memberikan poster dan video edukasi yang berisi cara membuat sabun dari minyak jelantah secara detail.

 

Pelatihan pembuatan sabun ini berjalan dengan lancar dan Ibu-Ibu PKK yang terlibat tampak antusias untuk mencoba membuat sabun dari minyak jelantah ini. Selain itu, dengan adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat dapat mengolah minyak jelantah sendiri untuk dijadikan sabun yang bernilai ekonomis dan dapat digunakan sebagai tambahan penghasilan serta dapat mengurangi pencemaran lingkungan.



Penulis: 
Rina Charina br Tarigan
Universitas Diponegoro


Editor:
Achmad Munandar

Optimalisasi Desa Wisata: Mahasiswa KKN UNDIP Melakukan Kegiatan untuk Menarik Minat Para Wisatawan ke Desa Majasto

0



Campusnesia.co.idMahasiswa KKN Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan untuk optimalisasi Desa Wisata karena pada desa tersebut memiliki beberapa potensi seperti UMKM, pemancingan, taman rekreasi, serta wisata religi taman bumi arum. Untuk menambah minat wisatawan yang akan berkunjung dan juga memajukan usaha yang berada di desa tersebut,. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 1 2023/2024 dengan bimbingan Bapak Fajar Arianto., S.Si., M.Si. yang berlokasi di Desa Majasto melaksanakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk optimalisasi desa wisata di Desa Majasto. 

Rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah, yang pertama pembuatan peta desa wisata yang memuat lokasi tempat wisata serta informasi mengenai tempat tersebut. Kemudian peta tersebut dicetak dan kemudian di pasang di beberapa lokasi seperti pintu masuk desa dan tempat wisata itu sendiri agar para wisatawan yang mengunjungi desa bisa mengetahui tempat apa saja yang dapat dikunjungi di Desa Majasto. Kemudian peta tersebut juga dibuat dengan bentuk leaflet sehingga dapat diletakkan di UMKM dan juga balai desa agar para pengunjung juga dapat melihat infromasi pada peta tersebut.
 

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan memperbaharui Taman Bumi Arum dimana yang dilakukan adalah pembaharuan pada Menara dan juga pada kolam ikan di tempat tersebut. Kenapa yang diperbaharui taman bumi arum, dikarenakan tempat ini sebenernya sudah memiliki pengunjung tetapi jika dibandingkan dengan tempat yang laiinya masih terbilang sedikit. Karena kami ingin optimalisasi desa wisata maka pemerataan pada pengunjung juga diperlukan agar dapat melengkapi satu sama lainnya.

Pembaharuan pada Menara dan kolam ikan ditujukan untuk memperindah tempat ini, beberapa hal yang dilakukan adalah melakukan pengecatan Kembali pada Menara yang warna nya sudah memudar dan juga melakukan pembenaran pada mesin kolam ikan agar mesin dapat bekerja Kembali dan kemudian juga melakukan pengecatan ulang pada bagian bawah kolam agar air yang berada di kolam tidak bocor.

Dengan adanya kegiatan ini, harapan kedepannya adalah agar Desa Majasto dapat memajukan desa wisata, karena potensi wisata yang dimiliki oleh des aini cukup banyak dan apabila dapat dikelola serta dimanfaatkan dengan baik maka akan menambah daya tarik wisatawan yang akan berkunjung dan hal ini dapat membantu sektor perekonomian Masyarakat serta perangkat Desa Majasto.



Penulis: 
Fachry Ikhsan
Prodi : Arsitektur

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Fajar Arianto., S.Si., M.Si.

Editor:
Achmad Munandar

Demi Mengurangi Dampak Peningkatan Harga Barang, Mahasiswa KKN UNDIP Beri Solusi Berupa Investasi Melalui Surat Utang Negara

0
 


Campusnesia.co.idPemalang (21/1/2024) Akhir-akhir ini peningkatan harga semakin lumrah terjadi, teringat di suatu waktu pada masa pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono demo kenaikan harga bukanlah hal yang aneh dilakukan. Bahkan kenaikan secuil pada harga bbm dapat menggelorakan mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan demonstrasi. 

Meski menjadi hal yang memberi kesulitan pada masyarakat, kenaikan harga merupakan suatu fenomena yang umum terjadi, bahkan di negara maju sekalipun. Hal ini disebabkan oleh apa yang ekonom sebut sebagai inflasi, yaitu kenaikan harga agregat barang di suatu negara, atau dapat juga dipahami sebagai pelemahan nilai mata uang dimana nilai suatu barang tetap; sehingga yang terlihat adalah kenaikan harga barang.

Berdasarkan data harga komoditas pasar yang dikelola oleh Bank Indonesia, sejak 2013 hingga 2023 tercatat harga naik sebesar 65% yang artinya kenaikan harga rata-rata setiap tahun sebesar 6,5%. Tentu hal ini seharusnya ditangani pemerintah dengan menaikan tingkat upah minimum untuk menjaga daya beli dan kemampuan ekonomi masyarakat. Namun kenyataannya kenaikan upah minimum terkhusus di Kabupaten Pemalang tercatat hanya sekitar 5,6% setiap tahun berdasarkan data 5 tahun kebelakang. Sehingga terdapat kurang-lebih 0,9% kenaikan harga yang memberi dampak langsung pada daya beli dan kemampuan ekonomi Masyarakat.

Masalah ketimpangan antara kenaikan harga dan kenaikan upah ini menjadi ancaman, khususnya bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang terbatas, contohnya adalah pada Desa Kebanggan, Kecamatan Moga, Pemalang. Di Desa Kebanggan, mayoritas profesi masyarakatnya adalah buruh tani yang memiliki pendapatan tidak banyak. Karena itu Tim 1 KKN Undip 2024 mencoba mengurangi dampak tersebut melalui penyuluhan investasi terkhusus surat utang negara kepada masyarakat Desa Kebanggan.

 
Program ini dilakukan oleh Reyhan Yusuf Iskandar dari jurusan Akuntansi, salah satu mahasiswa dalam tim 1 KKN Undip 2024 di Desa Kebanggan. Program ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan mengadakan sesi diskusi serta pembagian modul “Investasi melalui Surat Utang Negara” kepada ibu-ibu selepas melaksanakan acara pengajian rutin. Diharapkan Hal ini dapat memperingan dampak kenaikan harga bagi Masyarakat desa kebanggan dengan mengenalkan investasi.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Memberikan Pendampingan untuk Memanfaatkan Akuntansi untuk Pengambilan Keputusan BUMDes di Kebanggan, Pemalang

0
 

Campusnesia.co.id - Pemalang (23/01/2024) Berbeda dengan akuntansi keuangan yang umum diketahui sebagai salah satu metode pencatatan yang diterima secara umum, akuntansi manajemen merupakan studi mengenai pemanfaatan informasi akuntansi melalui perhitungan berbagai rasio keuangan untuk membantu memperkirakan masa depan sehingga pengambilan keputusan dapat diambil untuk mengantisipasi hal tersebut

Salah satu BUMDes yang berada di Desa Kebanggan, Kecamatan Moga, Pemalang; telah menganut sistem akuntansi berbasis kas yang digunakan dalam rangka aktivitas pencatatan dan pelaporan oleh pihak manajemen. Namun akuntansi hanya dimanfaatkan terbatas pada pencatatan serta pelaporan, sehingga mahasiswa KKN Undip Tim 1 2024 Desa Kebanggan, Reyhan Yusuf Iskandar dari jurusan akuntansi melakukan pendampingan penggunaan akuntansi manajemen, khususnya penganggaran dan pengambilan keputusan manajemen melalui pemanfaatan rasio keuangan.


Penganggaran merupakan suatu proses untuk menetapkan serta memprediksi kinerja yang dapat dan akan dilakukan oleh suatu unit atau perusahaan tertentu. Anggaran yang ditetapkan tidak hanya meliputi pengeluaran saja, namun juga pendapatan ataupun penjualan. Penganggaran dapat digunakan sebagai dasar penilaian kinerja dengan melihat variasi hasil serta slack yang terjadi saat proses penganggaran.

Sementara rasio keuangan merupakan suatu analisis yang memanfaatkan informasi yang terdapat pada proses akuntansi, yang sering digunakan oleh perusahaan besar untuk mengambil keputusan bisnis. Rasio keuangan dapat meliputi rasio likuiditas, rasio laba, rasio utang, rasio HPP, dan banyak lainnya. Pemanfaatannya dapat mencakup pada hal-hal kecil seperti memperbanyak produksi, hingga pada hal yang bersifat strategis seperti penempatan modal pada suatu proyek ataupun keputusan ekspansi bisnis.

 
Pendampingan dilakukan dengan memberikan modul “Akuntansi Manajemen untuk BUMDES” kepada perangkat BUMDes, “Mas” Reyhan selaku sekretaris dan pelaku pencatatan di GJ Kebanggan. Modul tersebut berisi tentang objek penganggaran, manfaat penganggaran, serta keputusan-keputusan yang harus diambil pada kondisi tertentu yang ditandai oleh suatu nilai yang objektif. Diharapkan melalui pendampingan tersebut, BUMDes GJ Kebanggan dapat meningkatkan kualitas pengelolaannya menggunakan penerapan akuntansi manajemen.



Editor:
Achmad Munandar

Apik! : TIM I KKN UNDIP Memberdayakan Wisata Religi Petilasan Lunggi di Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Pemalang

0
 


Campusnesia.co.id -Desa Plakaran, Kec. Moga, Kab. Pemalang (30/01/2024), Tim I Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) meluncurkan proyek pemberdayaan wisata religi di petilasan Lunggi, Desa Plakaran. Lokasi wisata ini, yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang tinggi, selama ini belum dikelola secara optimal, terutama dalam hal infrastruktur dan digitalisasi sehingga kurang dikenal oleh masyarakat luas.

Petilasan Lunggi merupakan tempat singgah dan bermusyawarah para wali pada zaman dahulu. Di tempat ini, Sunan Kuning, Sunan Bonang, Ki Natanegara, dan Ki Mangkunegara singgah dan bermusyawarah di tengah perjalanannya. Tempat ini dianggap suci dan memiliki nilai sejarah dan agama yang tinggi. Dengan kesadaran akan potensi besar yang dimiliki petilasan Lunggi, Tim KKN Undip memfokuskan proyeknya pada dua aspek penting, yakni infrastruktur dan digitalisasi. Salah satu hasil terkemuka dari upaya ini adalah pembuatan peta denah petilasan Lunggi yang lebih informatif dan mengakomodasi kebutuhan wisatawan.
 
Peta denah ini tidak hanya memberikan gambaran yang jelas tentang lokasi petilasan Lunggi, tetapi juga mencakup informasi-informasi penting, seperti fasilitas umum, rute menuju tempat, dan area-area penting beserta penjelasan dan sejarahnya. Peta tersebut dibuat dengan memperhatikan aspek keterbacaan dan kemudahan akses bagi para pengunjung. Dengan adanya peta denah yang lebih baik, diharapkan wisatawan akan lebih mudah menjelajahi dan menghargai keunikan petilasan Lunggi.

Selain itu, Tim KKN Undip juga melakukan upaya digitalisasi lebih lanjut dengan mendaftarkan Petilasan Lunggi ke Google Maps agar tempat wisata religi ini dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas yang ingin berkunjung. Sekarang, pengunjung yang ingin datang ke Petilasan Lunggi dapat mengikuti arahan lokasi dari Google Maps dan dapat melihat terlebih dulu pratinjau lokasi yang tersedia. Selama ini, Petilasan Lunggi tidak memiliki titik lokasi di Google Maps sehingga pengunjung kesulitan untuk mencari tempat ini dan hanya mengandalkan informasi dan petunjuk lokasi yang terbatas.

Proyek pemberdayaan ini berhasil menciptakan kesadaran baru dalam masyarakat terkait pentingnya petilasan Lunggi sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Hasil dari upaya infrastruktur dan digitalisasi yang dilakukan oleh Tim KKN Undip telah meningkatkan daya tarik petilasan Lunggi, menjadikannya lebih dikenal oleh masyarakat luas. Diharapkan, dengan peta denah dan digitalisasi yang lebih baik, petilasan Lunggi akan terus berkembang menjadi destinasi wisata yang diminati, memberikan dampak positif pada ekonomi lokal serta melestarikan warisan budaya dan keagamaan.



Editor:
Achmad Munandar

Penyuluhan Pentingnya Sekolah Sebagai Wujud Terciptanya Generasi Emas Oleh Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP

0
 



Campusnesia.co.idDesa Plakaran, Kec. Moga, Kab. Pemalang (05/02/2024), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I dari Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan proyek penyuluhan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa masih ada anak-anak yang tidak bersekolah atau mengalami putus sekolah di beberapa wilayah terutama di Dusun Limbangan, Desa Plakaran, Kec. Moga, Kab. Pemalang.

Tim KKN Undip memahami bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, mereka memfokuskan upaya mereka pada penyuluhan interaktif kepada anak-anak kelas V dan VI di SDN 02 Plakaran dan MI Miftahul Ulum Plakaran pada hari (05/02/2024) dengan tujuan memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya sekolah dalam menciptakan generasi emas.

Dalam penyuluhan interaktif ini, Tim KKN Undip tidak hanya menyampaikan informasi secara konvensional, tetapi juga melibatkan peserta secara aktif melalui diskusi, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan dan memotivasi anak-anak sekolah dasar untuk lebih peduli terhadap pendidikan.

Selain itu, tim juga menyajikan data dan fakta terkini tentang dampak positif pendidikan terhadap perkembangan individu dan masyarakat. Mereka membahas peluang pendidikan yang ada, memberikan pemahaman tentang skema beasiswa, dan mengenalkan program-program pendidikan alternatif yang dapat diakses oleh masyarakat.
 
Hasil dari kegiatan ini menciptakan pemahaman yang lebih dalam di kalangan masyarakat khususnya siswa kelas V dan VI di SDN 02 Plakaran dan MI Miftahul Ulum Plakaran tentang betapa pentingnya pendidikan dalam membentuk masa depan yang lebih baik. Selain meningkatkan kesadaran, penyuluhan ini juga membantu mengidentifikasi anak-anak yang belum bersekolah atau putus sekolah melalui survei pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS), sehingga tindakan lebih lanjut dapat diambil untuk memberikan akses pendidikan bagi mereka.

Dengan penyuluhan interaktif ini, Tim KKN Undip berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sekolah sebagai wujud terciptanya generasi emas. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah, membuka pintu kesempatan pendidikan bagi lebih banyak anak, dan akhirnya menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat setempat.


Editor:
Achmad Munandar

Universitas Diponegoro Berhasil Sosialisasi Siaga Banjir di Madrasah Ibtidaiah Salafiyah Rembun

0



Campusnesia.co.id - Pekalongan, 12 Februari 2024 - Madrasah Ibtidaiah Salafiyah Rembun menjadi pusat perhatian pada tanggal 5 dan 6 Februari 2024 lalu. Dua sesi sosialisasi siaga banjir yang diselenggarakan di sekolah tersebut berhasil menarik perhatian para murid kelas 3 dan 2B dengan tema "Sosialisasi Siaga Banjir, Sebagai Wujud Pengetahuan Anak Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan".

Dengan rentang usia 8 hingga 11 tahun, sebanyak 38 murid dari kelas 3 dan 22 murid dari kelas 2B aktif mengikuti kegiatan yang digelar mulai pukul 08.30 hingga 10.00. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman akan pentingnya pencegahan dan penanganan bencana banjir tetapi juga mengenalkan peran pemerintah dan petugas penyelamat serta pentingnya komunikasi efektif selama bencana.

"Ini sangat penting karena banjir bisa sangat mengganggu, tidak hanya aktivitas sehari-hari tapi juga pasokan air bersih dan munculnya penyakit," ujar Rossi Nur Iriani, inisiator program dari Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.

Program ini bukan hanya sekadar upaya lokal, melainkan juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Goal nomor 13 tentang 'Kota dan Komunitas Berkelanjutan' serta 'Aksi Iklim'. Dengan pendekatan edukatif, para siswa diajarkan untuk memahami dan merespons perubahan iklim serta bencana alam dengan cara yang efektif.

"Harapannya, program ini dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda dalam menghadapi bencana banjir, serta meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan mereka dalam situasi darurat," tambah Rossi Nur Iriani.


Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian 'Kota dan Komunitas Berkelanjutan', tetapi juga memberikan bekal bagi anak-anak dalam menghadapi ancaman banjir di masa depan. Semoga, upaya ini dapat memperkuat kerjasama antarwarga dalam menghadapi bencana serta mempromosikan pembangunan komunitas yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa yang akan datang.


Poster Sosialisasi Tetap Tenang Menghadapi Bencana



Penulis: Rossi Nur Iriani
NIM: 26040120120038
Jurusan Ilmu Kelautan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Lokasi/Unit KKN : 
Madrasah Ibtidaiah Salafiyah Rembun

DPL:
1) Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum.    
2) Riris Tiani, S.S., M. Hum.       
3) Marwini, S.H.I., M.A., M.S.I.

Editor:
Achmad Munandar

Tim KKN Undip Terangi Jalan Desa dengan Lampu Solar Cell

0
 



Campusnesia.co.idSemarang - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menginstalasi lampu solar cell di titik jalan di Desa Gendoang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Instalasi lampu ini bertujuan untuk menerangi jalan desa yang sebelumnya gelap gulita di malam hari.

Anggota Tim KKN Undip, Daffa Heri, mengatakan bahwa instalasi lampu solar cell ini merupakan salah satu program kerja yang diusulkan oleh masyarakat Desa Gendoang. "Masyarakat mengeluhkan kondisi jalan desa yang gelap di malam hari, sehingga membahayakan pengguna jalan," kata Daffa.

Tim KKN Undip bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat dalam instalasi lampu solar cell yang dipasang di beberapa titik jalan desa yang dianggap rawan kecelakaan.

Kepala Desa Gendoang, mengapresiasi program kerja Tim KKN Undip. "Alhamdulillah, dengan adanya lampu solar cell ini, jalan desa kami jadi terang benderang di malam hari. Masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas di malam hari," ujar Kepala Desa.

Selain instalasi lampu solar cell, Tim KKN Undip juga melaksanakan berbagai program kerja lainnya di Desa Gendoang, seperti program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan.

"Kami berharap program-program yang kami laksanakan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Gendoang" kata Daffa.



Editor:
Achmad Munandar

Tingkatkan Produksi UMKM, Mahasiswa TIM KKN I UNDIP Lakukan Digitalisasi Branding UMKM Desa Karanganom Berbasis Website

0
 
Edukasi cara pengoperasian website 
kepada perangkat Desa Karanganom

Campusnesia.co.idSragen (30/01), Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim KKN 1 UNDIP melaksanakan program kerja digitalisasi branding UMKM di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen sebagai upaya meningkatkan produksi UMKM. Desa Karanganom merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Sukodono yang memiliki banyak potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diantaranya yaitu UMKM Balung Kethek, UMKM Dewi Bakery, UMKM Suryadi Jaya, UMKM Adi Jamur Tiram, UMKM Dandang Gajah Kembar, UMKM Pangesti Store, UMKM Kembar Jaya Keset, UMKM Kembar Bakery. UMKM Mutiara dan Jambul Keset dan UMKM Lele Mina-Rahayu.

Digitalisasi branding sangat penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan hadirnya teknologi digital, UMKM memiliki kesempatan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan secara global. Melalui keberadaan yang kuat di platform online seperti media sosial dan situs web, UMKM dapat membangun kesadaran merek yang kuat di antara target pasar mereka. Hal ini membantu mereka untuk tetap bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif. Hasil survey yang dilakukan oleh tim KKN UNDIP menunjukkan bahwa mayoritas usaha UMKM di Desa Karanganom belum memiliki kemampuan branding produk melalui platform online. Hal tersebut menginisiasi tim KKN UNDIP untuk membuat website UMKM Desa Karanganom sebagai bentuk upaya digitalisasi branding UMKM lokal.

Website UMKM Desa Karanganom

Website UMKM Desa Karanganom merupakan situs web yang yang dibuat dan diperkenalkan oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas UMKM di desa tersebut. Website tersebut menampilkan seluruh UMKM yang terdata di wilayah Desa Karanganom dengan menampilkan sejarah singkat setiap UMKM dan detail produk yang dijual. Selain itu, mahasiswa juga turut membantu pembuatan akun media sosial bagi UMKM yang selanjutnya link akun tersebut dicantumkan di dalam website. Hal itu dilakukan agar UMKM bisa menjangkau lebih banyak pelanggan baik yang di dalam maupun di luar kota.

Selanjutnya, website yang telah dibuat diserahkan kepada pihak desa melalui perangkat desa untuk selanjutnya dikelola dan dikembangkan. Sebelum melakukan penyerahan website kepada pihak desa, mahasiswa terlebih dahulu melakukan edukasi dan pendampingan terkait cara pengoperasian website kepada perangkat desa. Edukasi dan pendampingan tersebut dilakukan di Balai Desa Karanganom yang dihadiri oleh perangkat desa dan kebanyan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan pihak desa dapat melanjutkan dan mengembangkan website UMKM yang telah dibuat oleh mahasiswa untuk meningkatkan branding dan produktivitas UMKM desa.



Penulis: 
Tim KKN I Universitas Diponegoro

Editor: 
Hendrik A.S.