Limbah Arang Berserakan, Mahasiswa KKN UNDIP Memberikan Solusi Produk Briket Beserta Alat Cetaknya

0




Campusnesia.co.id - Desa Kamal,Kecamatan Bulu,Kabupaten Sukoharjo (27/07/2023). Limbah arang, yang seringkali berserakan di berbagai lokasi, menjadi masalah lingkungan yang memerlukan solusi inovatif. Hal tersebut terjadi di Desa Kamal Kec.Bulu Kab.Sukoharjo. Mahasiswa dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (UNDIP) telah mengambil inisiatif untuk mengatasi masalah ini dengan menciptakan solusi berupa briket arang dan alat cetak yang ramah lingkungan.

Limbah arang yang berserakan di sekitar area Desa Kamal kurang dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan warga sekitar sehingga menumpuk di sekitar area produksi. Limbah arang tersebut juga berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan bahaya kebakaran. Selain itu, penggunaan arang sebagai bahan bakar konvensional juga berdampak negatif pada deforestasi dan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam mengelola limbah arang.

Mahasiswa KKN UNDIP telah mengembangkan solusi inovatif dalam bentuk briket arang yang dapat dihasilkan dari limbah arang dan bahan perekat alami. Briket arang ini tidak hanya membantu mengurangi limbah arang, tetapi juga memberikan alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Selain itu, Mahasiswa KKN UNDIP juga merancang alat cetak sederhana yang memudahkan pembuatan briket arang secara massal.

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2022/2023, Imron Maulana, dari Program Studi S1 Teknik Industri, mengajak dan memberikan edukasi kepada warga Desa Kamal, Kecamatan Bulu untuk memanfaatkan limbah arang kayu menjadi briket arang. Program ini dilaksanakan di pendopo Balai Desa Kamal, dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang.

Inovasi Mahasiswa KKN UNDIP dalam menciptakan briket arang dan alat cetaknya memberikan solusi kreatif terhadap masalah limbah arang yang berserakan. Solusi ini tidak hanya membantu mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga mendorong penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan. Keberhasilan inisiatif ini menggarisbawahi peran penting pendidikan tinggi dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan lingkungan.

Penulis: Imron Maulana | Teknik Industri | Fakultas Teknik
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Mahasiswa Undip Ajak Pemuda Karang Taruna Desa Kamal Berani Berbicara di Depan Umum

0


Campusnesia.co.id - SUKOHARJO – Mahasiswa dari Universitas Diponegoro menggelar kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang inovatif dengan mengajak anggota Pemuda Karang Taruna untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum melalui pelatihan public speaking. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemuda dari Karang Taruna kesempatan untuk mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan public serta meningkatkan rasa percaya diri mereka. 

Dalam upaya mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum, mahasiswa Undip telah merancang program pelatihan yang berfokus pada berbagai aspek public speaking. Pelatihan tersebut diadakan pada saat pertemuan Karang Taruna (26/7/2023) di Pendopo Balai Desa Kamal. Kegiatan diawali dengan sesi pembekalan teori tentang pengertian public speaking dan juga teori tentang teknik-teknik public speaking, seperti cara menyampaikan informasi yang efektif, mengelola rasa gugup, dan menangani atensi dari audiens. 

Selain materi teori, mahasiswa Undip juga menyelenggarakan sesi praktik langsung untuk memberikan kesempatan kepada anggota Pemuda Karang Taruna untuk berlatih berbicara di depan umum. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan topik pilihan mereka dihadapan teman-teman sesama peserta. Mahasiswa Undip yang menjadi fasilitator memberikan umpan balik konstruktif dan tips untuk meningkatkan performa berbicara peserta.

Tujuan utama acara ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi peserta pelatihan untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari dan merasakan pengalaman berbicara di depan publik yang lebih besar. Para mahasiswa Undip akan mendukung para peserta selama acara tersebut, memberikan dorongan dan semangat untuk tampil secara percaya diri.

Menurut Afrilla Amrina, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi penyelenggara program KKN, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi komunitas. “Saya berharap bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, pata anggota Pemuda Karang Taruna tidak hanya akan memiliki keterampilan berbicara yang lebih baik, tetapi juga rasa percaya diri yang lebih tinggi. Mereka akan menjadi lebih siap dan berani untuk berbicara di depan umum, baik dalam konteks formal maupun informal,” ungkapnya.

Acara pelatihan public speaking ini juga mendorong kolaborasi anatara mahasiswa universitas dengan masyarakat setempat, menciptakan hubungan yang erat dan saling mendukung antara dua kelompok ini. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan akan terjadi pertukaran pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Dengan semangat yang tinggi, kolaborasi KKN ini terbukti menjadi Langkah inovatif dalam membantu Pemuda Karang Taruna mengatasi rasa takut berbicara di depan umum. Dengan keterampilan public speaking yang ditingkatkan, para peserta diharapkan dapat lebih percaya diri dan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam komunitas mereka.



Penulis: Afrilla Amrina | Ilmu Komunikasi | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Sadar Akan Potensi Pemasaran Digital, Mahasiswa Undip Kenalkan Pemasaran Melalui Media Sosial ke Pelaku UMKM Arang Kayu Desa Kamal

0
  


Campusnesia.co.id - SUKOHARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) telah melakukan langkah kreatif dan edukatif dengan mengenalkan konsep pemasaran digital kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kamal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang potensi pemasaran melalui media sosial kepada para pengusahan arang kayu local dan membantu mereka memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing bisnis mereka.

Dalam beberapa pekan terakhir, mahasiswa Undip yang terlibat dalam program KKN ini merancang dan melaksanakan serangkaian pelatihan pemasaran digital di Desa Kamal pada Kamis (3/8/2023). Kegiatan dimulai dengan pemaparan mengenai potensi media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif dalam dunia modern. Para pelaku UMKM diajak untuk memahami pentingnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memanfaatkan platform seperti Instagram, Facebook, Tiktok, dan WhatsApp untuk mempromosikan produk mereka.

Setelah sesi pemaparan, mahasiswa Undip memberikan panduan praktis mengenai cara membuat dan mengelola akun media sosial bisnis. Para pelaku UMKM diberikan Langkah-langkah praktis, mulai dari mengunggah foto produk yang menarik hingga menarik perhatian pelanggan potensial dengan konten yang relevan. Selain itu, para mahasiswa juga berbagi strategi pemasaran melalui media sosial, seperti penggunaan hastag yang tepat dan cara berinteraksi dengan pelanggan melalui komentar dan pesan pribadi.

Salah seorang mahasiswa KKN, Afrilla Amrina, menjelaskan, “Kami melihat bahwa banyak UMKM di Desa Kamal masih kurang memanfaatkan potensi media sosial dalam pemsaran produk mereka. Dengan pelatihan ini, kamu ingin memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada mereka, sehingga mereka dapat menjadikan media sosial sebagai alat efektif untuk meningkatkan omset bisnis mereka”.

Melalui kolaborasi yang inovatif antara mahasiswa dan masyarakat, program KKN ini berhasil menginspirasi para pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis mereka. Diharapkan, upaya ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi di Desa Kamal dan memberikan contoh positif bagi komunitas lainnya.


Penulis: Afrilla Amrina | Ilmu Komunikasi | Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Manfaatkan Limbah Arang Kayu, Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Pupuk Organik dan Filter Air

0
 
Kegiatan Pelatihan dan Pemeragaan Pembuatan Pupuk Organik 
Berbahan Dasar Daun Jati Kering dan Limbah Produksi Arang Kayu



Campusnesia.co.id - Kamal, Kec. Bulu, Kab. Sukoharjo (10/08/2023). Desa Kamal merupakan salah satu sentra industri arang yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Produksi arang di Desa Kamal, Kecamatan Bulu sudah mulai dikenal dari tahun 2008. Arang yang dijual ke pasaran umumnya berupa bongkahan arang berukuran besar. Sedangkan untuk limbah arang sisa produksi yang tidak memenuhi ukuran standar pasar belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Umumnya limbah arang yang dihasilkan oleh industri arang kayu di Desa Kamal ditimbun dan dimanfaatkan sebagai urug. 
 
Pemanfaatan limbah arang yang belum maksimal tersebut menggerakkan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023 yang ditempatkan di Desa Kamal, Kecamatan Bulu untuk membagi ilmunya dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan limbah arang tersebut. 

Beta Ali Syahbana, seorang mahasiswa program studi Akuakultur yang tergabung dalam tim KKN tersebut memberikan gagasan dalam pemanfaatan limbah sisa produksi arang kayu berupa pelatihan pembuatan pupuk organik dan pembuatan filter air dengan bahan dasar limbah sisa produksi arang kayu. 

Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Agustus 2023 di Balai Desa Kamal dengan peserta kegiatan yaitu ibu-ibu kader PKK di desa tersebut. Peserta kegiatan memiliki antusiasme yang tinggi terhadap program yang disampaikan oleh mahasiswa, dengan pemeragaan program kegiatan yang interaktif dan dapat diterapkan oleh peserta di rumah masing-masing.

Pemeragaan dan pelatihan program yang disampaikan berupa pengenalan, pelatihan dan pemeragaan pembuatan pupuk organik berbahan dasar daun jati kering dan limbah sisa produksi arang kayu yang kedua bahan dasar tersebut sangat mudah ditemukan di lingkungan Desa Kamal. 

Tujuan dari pembuatan pupuk organik tersebut selain untuk memanfaatkan limbah di sekitar, juga sebagai upaya rehabilitasi lahan di daerah tersebut. Kondisi lahan di Desa Kamal yang pada musim kemarau dinilai kurang subur tersebut menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi adanya gagasan pembuatan pupuk organik. Selain itu, pelatihan pembuatan filter air berbahan dasar limbah arang juga dilaksanakan dalam upaya menangani kurangnya sumber air bersih pada musim kemarau di lingkungan desa tersebut.



Penulis: Beta Ali Syahbana | Akuakultur | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo


Meningkatan Fungsi Pekarangan Rumah, Mahasiswa KKN Undip Melakukan Pelatihan Budidaya Ikan Nila yang Hemat Air dan Ramah Lingkungan

0

Kunjungan Pemerintah Desa di Sistem Akuaponik Karya Mahasiswa KKN Undip


Campusnesia.co.id - SUKOHARJO – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang tergabung dalam KKN Tim II Universitas Diponegoro tahun 2022/2023 yang ditempatkan di Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan program kerja “Pelatihan dan demonstrasi pemeliharaan ikan di lahan terbatas menggunakan sistem akuaponik”. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah Ketua Kelompok Tani 1 yang berada di Dukuh Gebang, Desa Kamal, Kecamatan Bulu pada Kamis (27/7/2023). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kamal serta para perwakilan dari masing-masing kelompok tani yang ada di desa tersebut.
 
Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan melihat potensi di Desa Kamal dimana terdapat banyaknya pekarangan rumah yang kurang dimaksimalkan fungsinya. Tujuan dari pelaksanaan program tersebut adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa Kamal dalam pemanfaatan lahan kosong di pekarangan rumah untuk hal positif yang dapat memberikan profit baik dari sisi ekonomi ataupun sebagai ketahanan pangan keluarga. 

Pemberdayaan kelompok tani Desa Kamal dalam memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah melalui kegiatan budidaya ikan nila oleh Beta Ali Syahbana, salah satu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro diikuti dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta kegiatan tersebut. Pelatihan tersebut dilakukan melalui demonstrasi pembuatan sistem budidaya Ikan Nila yang hemat air dan ramah lingkungan berupa sistem akuaponik. 

Sistem akuaponik yang dibuat oleh mahasiswa KKN tersebut menginspirasi anggota kelompok tani setempat untuk melakukan sistem budidaya serupa. Pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut meliputi pemilihan benih ikan yang baik, pemilihan spesies ikan yang sesuai serta perawatan ikan yang benar. 

Peragaan akuaponik yang dibuat di pekarangan rumah Ketua Kelompok Tani 1 tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar. Hal tersebut didukung baik oleh pemerintah desa setempat. Pemerintah desa setempat juga memberikan apresiasi bagi mahasiswa KKN Undip terhadap sistem akuaponik yang mereka buat bersamaan dengan dilakukannya kunjungan secara langsung di lokasi peragaan.


Penulis: Beta Ali Syahbana | Akuakultur | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

KKN Tim II UNDIP Memaksimalkan Potensi Limbah Arang Kayu Bersama Warga Desa

0
 
 

Campusnesia.co.id - (Kamal, 03/08/2023) - Dalam upaya menjalankan praktik berkelanjutan, memanfaatkan potensi limbah arang kayu telah menjadi solusi yang krusial. Itulah yang menjadi tema dari program kerja ini. Material limbah yang sering diabaikan ini, terutama ketika dimanfaatkan dalam industri briket, memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang signifikan.

Limbah arang kayu bisa diolah menjadi sumber energi terbarukan; menurut salah satu penggiat UMKM di Desa Kamal, Bapak Mardi berpendapat, industri briket dapat memanfaatkan limbah arang kayu sebagai sumber energi terbarukan. Dengan mengompres limbah menjadi briket, limbah ini berubah menjadi alternatif bahan bakar yang efisien. Hal ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca.

Proses mengubah limbah arang kayu menjadi briket menciptakan peluang ekonomi. Komunitas lokal dapat merasakan manfaat dari penciptaan lapangan kerja, terutama di daerah yang memiliki banyak limbah kayu. Industri skala kecil dapat muncul, mendorong pertumbuhan ekonomi.

Seiring industri mengenali potensi belum tergarap dari limbah arang kayu, terutama dalam sektor briket, penting untuk mengutamakan praktik yang bertanggung jawab. Maka diadakanlah diskusi terkait hal ini bersama dengan para penggiat UMKM dan kelompok tani yang berjumlah sekitar 10 orang. Mensosialisasikan kolaborasi antara industri, pembuat kebijakan, dan organisasi lingkungan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pengolahan dan pemanfaatan limbah arang kayu dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan memaksimalkan potensi limbah arang kayu, terutama dalam industri briket, diharapkannya dapat mendorong ekonomi sirkular, mengurangi limbah, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih bersih dan hijau.



Penulis: Anggita Mahardika Syarifa | Informatika | Fakultas Sains dan Matemarika
DPL : Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Mahasiswa KKN Ajak Masyarakat Untuk Mencegah Stunting melalui Pemahaman Bahan Makanan di Piring

0
 


Campusnesia.co.id -  (Kamal, 10/08/2023) - Stunting adalah masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan anak di berbagai negara. Salah satu cara efektif untuk mencegah stunting adalah dengan mengenali jenis bahan makanan yang ada di piring kita sehari-hari.

Menurut bidan Desa Kamal, Ibu Tentrem, penting untuk memahami bahwa piring yang seimbang akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh anak-anak dalam masa pertumbuhan. Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung vitamin penting seperti A dan C, sementara buah-buahan seperti jeruk dan pisang memberikan serat dan vitamin tambahan.

Protein juga adalah bagian penting dari piring sehat, dan dapat ditemukan dalam daging, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu. Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan roti gandum, memberikan energi yang stabil dan serat penting untuk pencernaan.

Dengan memahami bahan makanan yang tepat, kita dapat memberikan dukungan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak. Ini adalah langkah penting dalam upaya kita bersama mencegah stunting dan memastikan generasi masa depan tumbuh dengan kesehatan yang baik.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut diadakanlah sebuah sosialisasi di balai Desa Kamal yang dihadiri oleh setidaknya 40 orang anggota PKK. Dari acara tersebut disampaikanlah bagaimana pengertian stunting sekaligus resikonya termasuk juga dengan solusi dari permasalahan tersebut dengan memanfaatkan hasil dari budi daya akuaponik, dan diharapkannya dari penyuluhan ini masyarakat menjadi semakin paham dan mau untuk berpartisipasi dengan mudah untuk pencegahan stunting untuk ibu hamil dan anak-anak.


Penulis: Anggita Mahardika Syarifa | Informatika | Fakultas Sains dan Matematika
DPL.   : Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi : Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Warga Ciptakan Inovasi Tungku Produksi Arang Kayu, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Edukasi Pendaftaran Hak Paten

0
 
 

Campusnesia.co.id - Sukoharjo (13/08/2023) Desa Kamal merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Masyarakat di Desa Kamal ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani, peternak, perantau (berjualan jamu dan bakso), serta tidak sedikit pula masyarakat yang mendirikan usaha industri rumahan (home industry). 

Salah satu home industry yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kamal adalah sebagai produsen arang kayu. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan produksi arang kayu sebagai pekerjaan utamanya. Arang kayu produksi Desa Kamal ternyata cukup terkenal di pasaran karena kualitasnya yang terbilang baik. Sosok penting dibalik terkenalnya arang kayu dari Desa Kamal adalah Pak Sutris yang pertama mendirikan usaha ini di tahun 2008.

Pak Sutris selain memperkenalkan produksi arang kayu juga melakukan inovasi terhadap proses pembuatan arang kayu tersebut. Beliau menciptakan tungku yang digunakan untuk memproduksi arang kayu tersebut dengan bahan stainless steel yang cukup tebal. Saat ini belum ada produsen atas tungku tersebut sehingga Pak Sutris membuatnya langsung ke tukang las ssesuai dengan kemauannya sampai didapatkan ukuran yang ideal. 

Atas dasar inovasi yang dilakukan Pak Sutris tersebut Mahasiswa KKN Tim II Universitas Dipongoro memberikan edukasi kepada seluruh UMKM produksi arang kayu di Desa Kamal mengenai pendafaran hak paten atas tungku tersebut karena tungku tersebut juga sudah diterapkan di beberapa produsen arang kayu yang lain bahkan sudah diadaptasi pula di desa lain. Mahasiswa KKN Tim II Undip memberikan saran agar dibuat sebuah paguyuban yang mewadahi seluruh UMKM produksi arang kayu di Desa Kamal karena sampai saat ini belum terdapat wadah tersebut.

Nantinya dari paguyuban tersebut diharapkan terdapat kemauan dari masyarakat Desa Kamal untuk mematenkan inovasi tersebut sehingga tidak diplagiat oleh pihak lain. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari masyarakat Desa Kamal itu sendiri misalnya dapat membuat mata pencaharian baru sebagai produsen atau pengrajin tungku arang kayu sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain melakukan edukasi tersebut, Mahasiswa KKN Tim II Undip juga membuat booklet dengan tajuk “Inovasi Pemberdayaan UMKM Produksi Arang Kayu terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kamal dan dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir.


Penulis: Naufal Ardhani Yudhatama | Ilmu Hukum | Fakutas Hukum
DPL.: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

Banyaknya Pengguna Layanan Pinjol: Mahasiswa KKN UNDIP Melakukan Edukasi Bahaya Pinjol Ilegal Pada Karang Taruna

0
 


Campusnesia.co.idSukoharjo (13/08/2023.) Saat ini sedang marak aplikasi pinjaman online di Indonesia. Kebanyakan pengguna layanan pinjaman online adalah remaja. Lalu, apa itu pinjaman online atau yang akrab disebut pinjol? Pinjaman Online (pinjol) adalah pinjaman yang dilakukan secara online, baik itu melalui aplikasi atau website tanpa perlu menyertakan jaminan atau aset. Dengan kata lain, transaksi yang berlangsung antara peminjam dan pinjol dapat dilakukan tanpa harus bertemu secara langsung.
 
Fenomena banyaknya pengguna layanan pinjol ini tidak hanya ada di kota besar saja tapi juga ramai di desa. Desa Kamal yang terletak di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo tidak luput dari fenomena ini. Banyak remaja di Desa Kamal yang melakukan pinjaman online melalui aplikasi pinjol. Yang menjadi sorotan dari mahasiswa  KKN Tim II Univestitas Diponegoro yang melakukan pengabdian di Desa Kamal adalah banyaknya masyarakat yang belum mengatahui jenis-jenis pinjaman online.

Pada hari Rabu, 26 Juli 2023 telah dilaksanakan bentuk edukasi kepada Karang Taruna Desa Kamal terkait “Edukasi Hukum Mengenai Bahaya Pinjol” yang merupakan bagian dari program multidisiplin dengan tajuk “Peningkatan Kualitas Karang Taruna Desa Kamal Melalui Pengembangan Soft Skill dan Hard Skill”. 

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Kamal beserta jajaran perangkat desa. Naufal Ardhani Yudhatama, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Undip menerangkan bahwa terdapat 2 jenis pinjol yaitu pinjol legal dan pinjol ilegal. Hal ini yang masih tidak disadari masyarakat sehingga banyak yang terjebak dalam pinjol ilegal. Tentunya, pinjol ilegal ini sangat berbahaya karena bunga tinggi, biaya administrasi besar, tenor singkat, data pribadi dapat digunakan dan disebarkan, serta adanya teror dan intimidasi. 

Edukasi ini dapat dikatakan berhasil karena peserta yang hadir memberikan timpalan-timpalan candaan sebagai sindiran kepada peserta lain yang sering melakukan pinjaman online. Ini menunjukkan bahwa program kerja ini sudah tepat sasaran ditujukan kepada karang taruna karena cukup banyak yang terjebak dalam pinjaman online ilegal. Selain itu, sebagai pelengkap kegiatan ini dilakukan penempelan poster di tempat-tempat keramaian yang sering digunakan sebagai tempat berkumpul seperti gazebo, pos ronda dan balai desa.


Penulis: Naufal Ardhani Yudhatama | Ilmu Hukum | Fakutas Hukum
DPL : Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

Pembuatan Pojok Baca Untuk Menciptakan Budaya Gemar Membaca Pada Masyarakat

0
 


Campusnesia.co.idDi tengah kemajuan teknologi dan pergeseran minat hiburan, literasi masyarakat menjadi suatu hal yang kian penting. Kemampuan membaca bukan hanya memperluas wawasan dan pengetahuan, tetapi juga membantu memajukan komunitas dan menciptakan individu yang lebih kritis serta kreatif. Salah satu cara efektif untuk menciptakan budaya gemar membaca dan meningkatkan literasi masyarakat adalah dengan mendirikan "Pojok Baca."

Pojok Baca adalah sebuah ruang di tempat umum yang didedikasikan khusus untuk bahan bacaan. Di sini, berbagai jenis buku, majalah, koran, dan bahan bacaan lainnya tersedia bagi siapa saja yang ingin mengeksplorasi dunia tulisan. Pojok Baca tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk membaca, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun komunitas literasi yang aktif dan bersemangat. 

Pojok baca yang dibuat salah satu mahasiswa KKN UNDIP di Desa Toketon, Kec.Pedan, Kab.Klaten ditempatkan diserambi masjid Baiturahman dikarenakan tempat tersebut sering dijadikan sebagai temapt berkumpulnya orang mulai dari anak-anak, remaja, serta orang tua. Serambi Masjid Baiturahman juga merupakan lokasi Taman Pembelajaran Al-Quran (TPA) dimana anak-anak belajar ditempat tersebut.

Budaya gemar membaca adalah langkah pertama menuju pengetahuan yang lebih luas. Melalui membaca, kita memasuki ranah yang tak terbatas, di mana informasi, cerita, dan ide-ide baru berlimpah. Dari buku-buku, kita bisa belajar tentang sejarah, sains, filsafat, budaya, dan banyak hal lainnya. 

Tidak ada batasan usia untuk mulai membaca; anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan lansia, semua dapat menikmati manfaat dari membaca. Budaya gemar membaca membantu melatih keterampilan berpikir kritis. Saat kita membaca, kita diajak untuk menganalisis informasi, menghubungkan konsep, dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam. Ini merangsang otak untuk bekerja, mengasah kemampuan memecahkan masalah, dan melatih logika. Keterampilan ini sangat berharga dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.

Pentingnya budaya gemar membaca dalam masyarakat tidak dapat diabaikan. Untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, kritis, dan kreatif, kita perlu merayakan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat