Pentingnya Legalitas Usaha! Mahasiswa KKN TIM II Undip Berikan Sosialisasi dan Penyuluhan pendaftaran NIB bagi Pelaku Usaha UMKM Warga Desa Kendayakan Guna Mendapatkan Legalitas Hukum

0
 


Campusnesia.co.id - Pelaksanaan KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun Ajaran 2022/2023 dilaksanakan di ds. Kendayakan Kec. Warureja Kab. Tegal selama 45 hari dengan tujuan mahasisiwa untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan KKN.  

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim II Universitas Diponegoro, Riyan Adam yang merupakan mahasiswa fakultas hukum dalam kesempatannya menggelar kegiatan pendampingan pengajuan perizinan NIB berbasis resiko bagi UMKM di Desa Kendayakan Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi serta pendampingan pengajuan perizinan NIB berbasis OSS RBA bagi UMKM yang belum mendaftarkan usahanya, Izin usaha akan dikeluarkan melalui pendekatan risiko. 

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Adapun pengertian UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Pengertian UMKM juga telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa UMKM adalah sesuai dengan jenis usahanya yakni usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah.

Pelaku usaha hanya perlu mengurus perizinan sesuai tingkat risiko kegiatan usahanya. Pelaksanaan sosialisasi didasarkan oleh masih rendahnya akan pengetahuan mengenai pendaftran NIB sehingga warga sekitar tidak tahu menahu bagaimana mendapatkan izin usaha yang baik dan benar. 

Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah nomor identitas pelaku usaha sesuai dengan bidang usaha yang diatur dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2020 yang dibedakan menurut jenis aktivitas ekonomi yang menghasilkan output alias produk, baik itu dalam wujud barang maupun jasa.
 

Adapun tujuan pendaftaran NIB ini, yaitu membuat bisnis memiliki identitas usaha resmi sehingga memudahkan pelaku usaha mendapatkan perizinan operasional maupun mendapatkan dokumen legalitas bisnis lainnya. Dengan melakukan perizinan berusaha memiliki banyak sekali manfaat yang nantinya diterima oleh pelaku usaha. 

Dalam program ini Mahasiswa KKN TIM II UNDIP tidak hanya memberikan edukasi namun mempraktekkan langsung bagaimana cara pendaftaran melalui Sistem OSS RBA (Online Single Submission Risk Based Approach) dan pembuatan Izin Usaha serta Pendaftaran NIB. Pelatihan pembuatan NIB ini merupakan kerjasama antara pelaku UMKM dengan mahasiswa KKN UNDIP dan diikuti oleh 20 orang pelaku UMKM. 

Salah seorang peserta, Pak Nyarmanto selaku pengusaha teh dalam kemasan mengatakan sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini karena menjadi tahu tentang pentingnya mengurus NIB. Dengan adanya NIB ini saya sebagai pemilik usaha bisa mendapatkan tanda kepemilikan usaha dan bisa mempermudah menjalankan usahanya. 

Sosialisasi dan penyuluhan dilakukan secara interaktif untuk memudahkan para warga memahami tahapan tahapan pendaftaran NIB. Dengan dilaksanakannya program kerja ini maka diharapkan dapat lebih memajukan para pelaku UMKM di Desa Kendayakan Kecamatan Warureja.



Penulis : 
Riyan Adam Fakultas Hukum Undip

DPL: 
Naintina Lisnawati.,S.K.M.,M.Gizi

Keuangan Aman, Rumah Tangga Selamat! Mahasiswa KKN Tim II Undip Kenalkan Pentingnya Perencanaan Keuangan dalam Rumah Tangga

0
 


Campusnesia.co.id - Kendayakan, Tegal (18/7/2023) – Dalam mencapai suatu tujuan, perlu dilakukan perencanaan.  Sama halnya dengan mencapai tujuan dalam rumah tangga, diperlukan perencanaan keuangan dimana keuangan merupakan salah satu aspek yang krusial dalam mendukung tercapainya keinginan keluarga. 

Di sisi lain, perencanaan keuangan penting dikarenakan sering sekali pertengkaran rumah tangga disebabkan karena adanya kesalahpahaman dalam pengelolaan keuangan. Kurang jelasnya pemasukan dan pengeluaran keuangan sering menjadi penyebab retaknya rumah tangga. Hal inilah yang menyebabkan pentingnya perencanaan keuangan dalam keluarga agar semua arus keuangan dapat dilacak dan menjadi transparan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dalam rumah tangga. 

Perencanaan keuangan dilakukan oleh individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efisien, dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera. Dalam rumah tangga, perencanaan keuangan merupakan hal yang krusial, tetapi masih banyak rumah tangga yang belum melakukannya dikarenakan menganggap bahwa perencanaan keuangan tidak penting dan merepotkan. 

Banyak rumah tangga yang hanya mengelola keuangan sesederhana bagaimana pemasukan yang didapat mampu memenuhi kebutuhan dalam sebulan sampai pada saat menerima pemasukan lagi. Hal ini tidak sepenuhnya salah, tetapi jika dalam rumah tangga hanya menerapkan konsep keuangan yang seperti itu, sangat sulit bagi rumah tangga untuk mencapai potensi keuangan yang maksimal. Potensi keuangan yang maksimal dimaksud adalah terpenuhinya keinginan-keinginan yang ingin dicapai bersama dalam berkeluarga. 

 
Maka dari itu, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Program Studi Manajemen, Febriyanti Rezeki Pakpahan, melakukan sosialisasi mengenai perencanaan keuangan yang baik kepada ibu-ibu di Dukuh Bandung, Desa Kendayakan. 

Sosialisasi ini dilakukan sebagai bentuk untuk meningkatkan pemahaman kepada ibu-ibu rumah tangga terkait pentingnya dan bagaimana pelaksanaan perencanaan keuangan. Sosialisasi ini diberikan kepada ibu-ibu dikarenakan sebagian besar keuangan rumah tangga dikelola oleh seorang ibu sehingga diharapkan dengan topik yang dibawa terkait keuangan rumah tangga ini tepat sasaran. 

Sosialisasi ini dilakukan setelah pelaksanaan jamiyah rutin di rumah warga. Kegiatan sosialisasi dimulai dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan dalam rumah tangga. Dilanjutkan dengan penjelasan bagaimana merencanakan keuangan, bagaimana cara periksa dompet, dan solusi ketika dompet sedang berada dalam kondisi tidak sehat. 

Serta, penjelasan seperti apa anggaran yang ideal dalam rumah tangga. Melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi ibu-ibu rumah tangga terkait pentingnya perencanaan keuangan yang baik sehingga dapat mencapai potensi keuangan dalam keluarga yang maksimal ke depannya.



Penulis: 
Febriyanti Rezeki Pakpahan
Mahasiswa Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Naintina Lisnawati., S.KM., M.Gizi

Lokasi: 
Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal

Dikenali! Peninggalan Belanda Sebagai Saksi Sejarah Penjajahan Indonesia: Mahasiswa KKN Tim II Undip melakukan Publikasi Digital mengenai Peninggalan Belanda “Jembatan Belanda”

0
 
Banner mengenai Jembatan Belanda dalam 2 bahasa


Campusnesia.co.id - Kendayakan, Tegal, (31/07/2023) - Indonesia adalah negara yang kaya akan sejarah dan memiliki berbagai cerita yang ada di setiap daerah-daerahnya. Cerita-cerita rakyat pun sudah lama ada dan tersebar ke seluruh penjuru Indonesia. 

Salah satu contoh cerita rakyat yang dikenal banyak orang adalah cerita Malin Kundang dari Sumatra barat, legenda Danau Toba dari Sumatra Utara, Sangkuriang dari masyarakat Sunda, dan masih banyak lagi. Folklore atau cerita rakyat ini ialah kisah yang berasal dari rakyat itu sendiri yang tersebar dari mulut ke mulut secara lisan hingga akhirnya dikenal oleh masyarakat luas.
 
Cerita rakyat juga menjadi simbol dari apa yang telah terjadi pada masa lampau. Salah satu cerita rakyat yang beredar dan memiliki peninggalan yang dapat dilihat dengan mata telanjang yaitu Jembatan Belanda yang berada di perbatasan timur antara Dusun Bandung dengan Dusun Lobongkok, yang sekaligus menjadi perbatasan antara Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. 

Mahasiswa KKN Tim II Periode 2022/2023 Universitas Diponegoro, jurusan Sastra Inggris, Paulina Mikha Putri De Araujo, telah melaksanakan program monodisiplin berupa publikasi digital melalui internet dan publikasi tertulis berupa banner dengan tujuan untuk menyebarkan situs sejarah peninggalan Belanda yang ada di Desa Kendayakan, Warureja, Kabupaten Tegal. Publikasi menggunakan 2 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Publikasi peninggalan Belanda ini berupa jembatan penghubung yang sekarang digunakan sebagai akses jalan yang membatasi dua kabupaten, Kab. Tegal dan Kab. Pemalang.
 
Karena kurangnya penyebaran cerita rakyat yang ada di Desa Kendayakan terkait situs dan peninggalan sejarah sebagai saksi penjajahan Belanda, maka dari itu penyebaran peninggalan sejarah melalui publikasi ini bertujuan agar situs sejarah yang ada di Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, dapat lebih dikenali dan dapat tersebar lebih luas melalui jejaring internet. 

Dari jembatan ini juga terdapat cerita dari masyarakat lokal yang telah beredar, yaitu cerita mengenai pengeboman oleh pribumi di salah satu fondasi jembatan yang berada di sebelah barat yang mengakibatkan terputusnya akses penyebrangan para penjajah pada saat itu. Saat ini jembatan peninggalan Belanda telah menyisakan 2 fondasi lain yang dapat dilihat secara langsung.

Fondasi Jembatan Belanda saat ini
 

Penulis: 
Paulina Mikha Putri De Araujo 
(Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya)

Dosen Pembimbing: 
Naintina Lisnawati, S.KM., M.Gizi.

Pilah Pilih Lebih Baik: Mahasiswa Undip Ajak Siswa Sekolah Dasar Selektif Membuang Sampah Sejak Dini

0
 



Campusnesia.co.id - Kendayakan, Tegal (26/08/2023) - Sampah merupakan salah satu hal yang tidak pernah usai dibahas. Menurut World Health Organization (WHO) sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. 

Menurut Undang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau dari proses alam yang berbentuk padat. Banyaknya masalah terkait sampah khususnya sampah domestik menjadi hal yang penting untuk dibicarakan.

Secara umum sampah dibedakan menjadi 3 yakni sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3. Sampah organik merupakan sampah yang sifatnya mudah terurai di alam (mudah busuk). Sampah anorganik merupakan sampah yang sifatnya lebih sulit diurai seperti sampah plastik, kaleng, dan styrofoam. 

Sampah B3 umumnya diwadahi dengan tempat sampah berwarna merah. Sampah B3 merupakan sampah yang dapat membahayakan manusia, hewan, atau lingkungan sekitar. Contoh sampah B3 yaitu sampah kaca, kemasan deterjen atau pembersih lainnya, serta pembasmi serangga dan sejenisnya. 

Banyak gerakan yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan penanggulangan masalah yang mungkin muncul dari penumpukan sampah. Salah satunya adalah gerakan pilah pilih. Gerakan ini menitikberatkan pada usaha pemilahan sampah berdasarkan jenisnya dan pemilihan sampah yang dapat didaur ulang atau ditingkatkan nilai gunanya. 

Sampah harus dibedakan berdasarkan jenisnya untuk memudahkan pengelolaan sampah lebih lanjut. Hal ini juga berarti mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan oleh badan pengelola sampah dan turut mengurangi sampah yang dibuang begitu saja ke lingkungan.

Gerakan ini turut diterapkan oleh Komang Diamantiarani Karyasa, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro di Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Sosialisasi interaktif terkait jenis-jenis sampah dan jenis-jenis plastik serta upaya penambah nilai-gunaan dilakukan oleh mahasiswa kepada anak-anak di tiga sekolah dasar yang ada di Desa Kendayakan, Tegal yakni SDN Kendayakan 03 pada Kamis (24/7), SDN Kendayakan 01 pada Jumat (25/7) dan SDN Kendayakan 01 pada Sabtu (26/7), yang kemudian diikuti dengan aksi nyata pengadaan poster terkait jenis-jenis sampah dan tempat sampah selektif (terpisah). Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak mampu menerapkan kebiasaan pilah pilih untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sejak usia dini.



Penulis: 
Komang Diamantiarani Karyasa
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Naintina Lisnawati S.KM., M.Gizi. 

Lokasi KKN: 
Desa Kendayakan, Kec. Warureja, Kab. Tegal 

Darurat! Kekerasan Seksual Merajalela, Mahasiswa Tim II KKN Undip Berikan Penyuluhan Tentang UU TPKS di Desa Kendayakan

0
 



Campusnesia.co.id - Kendayakan, Tegal (21/07/2023) – Menurut data dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pada tahun 2022 ada 186 perempuan dewasa dan 748 anak yang mengalami kekerasan seksual di Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan tingginya kasus kekerasan seksual yang ada di Jawa Tengah. Melihat data tersebut, penting bagi masyarakat untuk mengetahui tentang Undang-Undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual beserta isinya.

Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) adalah undang-undang Indonesia mengenai kekerasan seksual, meliputi pencegahan, pemenuhan hak korban, pemulihan korban hingga mengatur tentang penanganan selama proses hukum. Menurut Pasal 3 UU TPKS, undang-undang ini bertujuan untuk mencegah segala bentuk kekerasan seksual; menangani, melindungi, dan memulihkan korban; melaksanakan penegakan hukum dan merehabilitasi pelaku; mewujudkan lingkungan tanpa kekerasan seksual; dan menjamin tidak terulangnya kekerasan seksual.

UU TPKS baru disahkan pada tanggal 12 April 2022, atau kurang lebih satu tahun yang lalu, sehingga banyak masyarakat yang belum mengerti terkait isi dari undang-undang ini. Maka dari itu, Rosemary Rindiyaningtyas Mahanani sebagai Mahasiswa Tim KKN II Undip periode 2022/2023 Jurusan Hukum, mengadakan penyuluhan mengenai isi dari UU TPKS di Desa Kendayakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan Desa Kendayakan dan memberi pedoman tentang apa yang harus dilakukan saat kekerasan seksual terjadi.

Kegiatan Penyuluhan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Juli 2023 dan bertempat di Madrasah Diniyah Takimiliyah Awaliyah Al-Huda, Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan jumlah peserta 20 orang ibu-ibu Desa Kendayakan. Para peserta terlihat antusias dalam menyimak materi tentang UU TPKS dan memberikan beberapa pertanyaan seperti “Apakah kekerasan seksual dalam rumah tangga termasuk dalam UU TPKS?” dan “Apa yang harus dilakukan saat mengalami kekerasan seksual namun malu untuk melapor?”.


Selain materi dan sesi tanya-jawab, Mahasiswa Tim II KKN Undip periode 2022/2023 juga memberikan flyer berisikan infografis mengenai hal-hal penting apa saja yang harus diketahui tentang UU TPKS dan kontak penting saat warga mengalami kekerasan seksual. Kemudian agar informasi mengenai UU TPKS dapat dilihat oleh seluruh warga Desa Kendayakan, Mahasiswa Tim II KKN Undip periode 2022/2023 memberikan banner berisi infografis UU TPKS kepada balai desa, yang kemudian diletakkan di dekat pintu masuk Balai Desa Kendyakan.


 
Penulis:
Rosemary Rindiyaningtyas Mahanani
(Fakultas Hukum Universitas Diponegoro)

Dosen Pembimbing Lapangan:
Naintina Lisnawati., S.KM., M.Gizi

Lokasi KKN:
Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal

Mencengangkan Kesehatan Remaja Desa Kendayakan Harus Diperhatikan-Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Membentuk Posyandu Remaja Dan Penyuluhan Kesehatan

0
 



Campusnesia.co.id - Tegal (23/07/2023)-Desa Kendayakan, Kec. Warureja, Kab. Tegal berdasarkan kondisi lapangan tingginya populasi remaja di desa kendayakan dan kurang nya kesadaran mengenai kesehatan pada usia remaja. 

Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah trobosan kegiatan yang dapat mengontrol kesehatan remaja secara berkala, disisi lain Desa Kendayakan yang terdiri dari tiga Pedukuhan yaitu Dukuh Kendayakan, Dukuh Kebandingan, dan Dukuh Bandung yang memiliki jarak dengan pusat layanan kesehatan sangat jauh mengakibatkan para remaja jarang memeriksakan kesehatan secara berkala pada pusat layanan kesehatan. 

Berdasarkan hal tersebut, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP TA 2022/2023 berupaya untuk membantu para remaja Desa Kendayakan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala dengan membentuk Posyandu Remaja serta memberdayakan kader posyandu remaja dan penyuluhan penyakit hipertensi pada remaja. Kegiatan ini ditujukan bagi remaja berusia sepuluh sampai dengan delapan belas tahun di Desa Kendayakan. 

Acara Posyandu Remaja Desa Kendayakan pertama kali di adakan pada tanggal 23 Juli 2023 bertempat di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Desa Kendayakan yang dihadiri kurang lebih 50 remaja dari tiga pedukuhan yang ada di Desa Kendayakan. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang bertujuan untuk mengolah fisik agar tetap bugar di usia remaja. Acara ini juga dihadiri oleh bidan desa dan kader posyandu desa. 

Di dalam posyandu remaja ini, remaja diminta untuk mengisi skrining Riwayat penyakit, konsultasi kesehatan, pemeriksaan tinggi badan, berat badan, pengukuran lingkar lengan, pengukuran tensi dan pengukuran hemoglobin. Diharapkan dengan dilakukan pemeriksaan tersebut para remaja dapat selalu menjaga kesehatan. 

 
Para remaja yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan pada kegiatan posyandu remaja tak lupa dibekali dengan pengetahuan mengenai kesehatan melalui penyuluhan kesehatan terutama penyakit hipertensi pada remaja. 

Hipertensi pada remaja biasanya terjadi jika tekanan darah sistolik atau diastolik mereka terus-menerus berada di atas batas normal untuk usia dan tinggi mereka. Penyebab hipertensi pada remaja bisa beragam, termasuk faktor genetik, gaya hidup, dan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu diharapkan dengan adanya posyandu remaja ini para remaja Desa Kendayakan dapat memeriksakan kesehatan secara rutin agar tetap sehat. 



Penulis: 
Muhammad Alief Rifaldi Alfiandry

Waspada Banjir, Mahasiswa Undip Kenalkan Kesadaran Mitigasi Bencana dan Prototipe Detektor Banjir bagi Pelajar dan Perangkat Desa

0
 

Potret Mahasiswa Tim II KKN Undip 2022/2023 Bersama Siswa MTs YAPIK 
saat Sosialisasi Mitigasi Banjir dan Pengenalan Simulasi Prototipe Detektor Banjir. 04/08/2023.



Campusnesia.co.id - Pekalongan, (4/8/2023) - Bencana alam merupakan sebuah fenomena yang kedatangannya masih terus menjadi misteri hingga saat ini. Manusia dituntut untuk harus selalu waspada dan bersiap akan datangnya bencana yang tiba-tiba melanda. Hal ini pun turut menjadi perhatian tersendiri bagi mahasiswa KKN Tim II Undip untuk menginisiasi suatu program preventif yang berkaitan dengan tanggap bencana.

Sebagai upaya meningkatkan kesadaran tentang mitigasi bencana, mahasiswa KKN Tim II Undip menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Edukasi Mitigasi Bencana Banjir dan Pengenalan Simulasi Prototipe Detektor Banjir". Kegiatan tersebut diadakan di MTs Yapik Kutosari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Siswa-siswa kelas VII turut serta menghadiri acara tersebut dengan penuh antusias.



Poster Mitigasi Bencana Banjir dan Pengenalan Simulasi Prototipe Detektor Banjir kepada Siswa MTs YAPIK. 04/08/2023.

Dalam kegiatan edukasi ini, para siswa diperkenalkan tentang dasar-dasar mitigasi bencana banjir. Selain itu, topik yang dibahas juga mencakup bantuan psikologis awal pasca bencana yang dapat diberikan kepada para penyintas bencana. Kegiatan tersebut ditutup dengan simulasi penggunaan prototipe detektor banjir yang bernama arduino.

Prototipe Detektor Banjir. 04/08/2023


Simulasi Prototipe Detektor Banjir tersebut kemudian diserahkan kepada perangkat desa sebagai contoh produk untuk mitigasi bencana banjir. Rawan terjadinya banjir di desa setempat membuat pengetahuan tentang mitigasi banjir ini memiliki urgensi yang perlu diberikan perhatian khusus. 

Lebih lanjut, kesadaran tentang pentingnya mitigasi bencana juga perlu ditanamkan sejak dini. Dengan diadakannya kegiatan Edukasi Mitigasi Bencana Banjir dan Pengenalan Simulasi Prototipe Detektor Banjir ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran tanggap bencana bagi masyarakat.


Penulis: 
Bunga Prameswari Putri Helmadini
(Mahasiswa Tim II KKN Undip TA 2022/2023 Desa Kutosari)

DPL: Syachril Warasambi Mispaki., S.T., M.Eng.

Lokasi: MTs YAPIK dan Balaidesa Desa Kutosari, 
Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan

Cegah Stunting Itu Penting!

0



Campusnesia.co.id Sanggang (26/07/2023)-Stunting merupakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian utama pemerintah karena kondisi ini memiliki dampak serius terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia. 


Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki kasus stunting, termasuk di Desa Sanggang. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis pada masa pertumbuhan awal anak yang menghambat perkembangan fisik dan mental mereka. 
     


Untuk mengatasi permasalahan ini, KKN Tim II Undip melakukan program penyuluhan kepada ibu-ibu PKK dan ibu hamil dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang gizi dan pencegahan stunting. 

Program ini juga melibatkan demo pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bertujuan untuk memberikan bimbingan dalam memberikan makanan bergizi pada anak-anak sehingga dapat mencapai kecukupan gizi yang diperlukan.

 
Program penyuluhan penanganan stunting dan demo pembuatan PMT ini dilaksanakan pada 26 Juli 2023 di Balai Desa Sanggang. Kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi seputar stunting oleh salah satu mahasiswa KKN TIM II Undip, Laksmana Adi Krista Nugraha dari Fakultas Kedokteran, dan pelaksanaan demo pembuatan PMT oleh Naluri Amella Putri dari Fakultas Peternakan dan Pertanian. 


Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kompetisi pembuatan sandwich yang merupakan salah satu contoh makanan tambahan. Kompetisi pembuatan sandwich ini diikuti secara antusias oleh seluruh ibu-ibu PKK dan ibu hamil yang hadir pada pelaksanaan acara. 

Di akhir acara, diberikan kuis sebagai tolak ukur pemahaman materi yang telah disampaikan. Dengan dilaksanakannya program ini, maka diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dan ibu hamil di Desa Sanggang terkait bahaya stunting dan bagaimana upaya pencegahannya. 

Peduli UMKM, Mahasiswa KKN Undip Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa Sanggang Melalui Pendaftaran NIB

0
 


Campusnesia.co.idSanggang (22/7/2023) - UMKM merupakan salah satu usaha yang cukup berkembang di Desa Sanggang. Akan tetapi, masih banyak pelaku usaha tersebut yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). 

NIB adalah identitas resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi dan melegitimasi usaha. NIB memungkinkan UMKM untuk mengakses berbagai pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga terkait. 

Usaha yang memiliki NIB dapat memperoleh perlindungan hukum terhadap bisnis mereka, apabila terjadi perselisihan UMKM dapat menggunakan NIB sebagai bukti legalitas dan hak-hak mereka. NIB juga memberikan akses kemudahan dan kecepatan dalam mendapatkan izin dan perizinan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. 

 
Guna memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha di Desa Sanggang dalam mengurus izin usaha dan mendapatkan dukungan dari pemerintah, KKN Tim II Universitas Diponegoro berupaya untuk membantu UMKM dalam pendaftaran NIB melalui OSS - RBA. Program ini dilaksanakan mulai dari tanggal 22 Juli 2023 hingga 14 Agustus 2023 secara door to door ke pelaku usaha yang ada di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. 

Dengan memiliki NIB, para pelaku usaha di Desa Sanggang akan mendapatkan akses yang lebih mudah untuk memperoleh bantuan dan dukungan dari pemerintah, seperti bantuan modal usaha dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk. Selain itu, NIB juga dapat membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing produk mereka.
 

Berdasarkan proses kunjungan yang telah dilakukan, didapatkan sejumlah tiga UMKM yang bersedia untuk didaftarkan NIB. Melalui pendaftaran NIB ini, para UMKM tersebut akan mendapatkan sertifikat NIB serta memiliki akses yang lebih mudah untuk mengembangkan usaha mereka dan mendapatkan dukungan dari pemerintah. 

Selain itu, melalui pendaftaran NIB ini juga diharapkan dapat membantu memajukan perekonomian di desa tersebut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Inovasi Pembuatan Budikdamber Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Keluarga

0
 


Campusnesia.co.idBulu, Sukoharjo (20/07/2023) – Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023 melaksanakan program monodisiplin pembuatan budikdamber pada hari Kamis, 20 Juli 2023 di ruang PKK, Balai Desa Sanggang. Sasaran program ini yaitu ibu-ibu PKK Desa Sanggang. 

Program ini dilaksanakan sebagai upaya mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dan sebagai salah satu aksi cegah stunting dalam jangka panjang. Kegiatan program ini dimulai dari penyampaian materi tentang apa itu budikdamber, alat dan bahan apa saja yang digunakan, bagaimana cara membuat budikdamber serta bagaimana cara pemeliharaan budikdamber.
 
Budikdamber merupakan budidaya ikan dan sayuran dalam satu media dan biasanya dilakukan secara bersamaan pada lokasi yang memiliki kendala seperti terbatasnya lahan, sumber air, biaya, serta kemampuan teknis dalam budidaya. Kelebihan dari budikdamber ini yaitu hemat air, zero waste, dan bebas bahan kimia. 

Ikan yang digunakan dalam budikdamber ini adalah ikan lele, sedangkan sayuran yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada budikdamber adalah kangkung. Produksi kangkung akan lebih baik pada sistem ini karena nutrisi dapat diperoleh dari feses dan sisa makanan ikan yang mengendap, serta ketersediaan air yang cukup.

Pembuatan budikdamber dilakukan dengan cara melubangi tutup ember seukuran gelas plastik sebanyak ± 6 lubang mengelilingi tutup ember. Setelah itu, isi ember dengan air kemudian masukan benih ikan. Sediakan gelas plastik untuk bibit sayur yang telah dilubangi bagian bawahnya. Lalu, isi arang ke dalam gelas plastik dan susun bibit sayur di dalam gelas plastik. Masukkan gelas plastik yang telah berisi bibit sayur ke dalam lubang pada tutup ember. 


Cara pemeliharaan budikdamber ini yaitu ember diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari, pakan ikan diberikan 2-3 kali sehari, penambahan air dilakukan sekitar 5-10 hari atau apabila air mulai terlihat surut. Jika kangkung terkena hama, segera potong bagian yang terkena kemudian buang.

Kegiatan pembuatan budikdamber ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membudidayakan ikan dan sayuran yang sekaligus dapat meningkatkan konsumsi pangan yang sehat.