Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri film korea. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri film korea. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Review Drama The Art Of Sarah, Catch Me If You Can Versi Korea Selatan

0



Campusnesia.co.id - Ngikuti mbak Shin Hae-Sun sejak main di drama makjang My Golden Life dan Stranger, saat akhir pekang jelang imlek kemarin saya sempatkan nonton drama terbarunya yang sudah tayang di Netflix berjudul The Art Of Sarah. Kali ini mbak Shin Hae-Sun tampil bersama mas Lee Jun-Hyuk yang juga mencuri perhatian di film Along With the Gods dan Mercy for None.

Skenario drama ini ditulis oleh Chu Song-Yeon dan sebagai sutradara ada Kim Jin-Min orang yang sama dibalik drama korea Goodbye Earth, My Name dan Extracurricular tayang juga besutan Netflix.

The Art of Sarah berkisah tentang Sarah Kim (Shin Hae-sun) adalah penguasa di balik layar sebuah brand mewah ternama se-Asia. Namanya diagungkan di setiap sudut industri, namun sosoknya tetap menjadi teka-teki - ia ada di mana-mana, namun tak pernah terlihat oleh siapa pun.

Keheningan itu pecah saat Sarah Kim mendadak diidentifikasi sebagai korban dalam sebuah kasus pembunuhan yang penuh misteri.

Detektif Mu-gyeong (Lee Joon-hyuk) pun turun tangan untuk menguak kebenaran. Namun, semakin dalam ia menggali kehidupan Sarah Kim, semakin banyak rahasia gelap yang terkupas. Siapa sebenarnya Sarah Kim? Dan apakah sosok yang tewas itu benar-benar dirinya?


Sebelum bahas reviewnya, berikut daftar pemeran drama korea The Art Of Sarah:

Shin Hae-Sun sebagai Sarah Kim
Lee Jun-Hyuk sebagai Park Mu-Gyeong
Shin Hyun-Seung sebagai Hyeon Jae-Hyeon
Kim Jong-Tae sebagai captain
Lee Hwa-Jung sebagai Ketua Tim Kejahatan Keuangan
Bae Jong-Ok sebagai Choi Chae-U
Jeon Su-Ji sebagai Kim Hong-Mi
Kim Jae-Won sebagai Kang Ji-Hwon
Jung Jin-Young sebagai Hong Seong-Shin
Park Bo-Kyung sebagai Jeong Yeo-Jin
Jung Da-Bin sebagai Woo Hyo-Eun
Lee E-Dam sebagai Kim Mi-Jeong
Yoon Ga-I sebagai Yang Da-Hye
Kim Yong-Ji sebagai Shin So-Ui
Lim Ki-Hong sebagai Min Byeong-Kwan


Poster dan Trailer drama korea The Art of Sarah






Review drama korea The Art Of Sarah
Jika sobat suka film-film tema penipuan penuh plot twist ala Catch Me If You Can pasti bakal suka dengan drama korea mbak Shin Hae-Sun ini. Sejak episode pertama kita sudah dibuat yakin bahwa sosok wanita muda dengan tato di mata kaki yang ditemukan meninggal di saluran air adalah sosok bernama Sarah Kim. Yang jadi heboh adalah Sarah Kim dikenal sebagai pemilik brand tas mewah bernama Boudoir yang lagik sukses-suksesnya hanya 1% dari sosialita yang mampu memilikinya. 

Kasus ini membawa detektif kriminal Park Mu-Gyeong yang diperankan oleh Lee Jun-Hyuk menyelidiki orang-orang terkait untuk mencari pelaku pembunuhannya.

Sosok pertama yang diperiksa adalah pengusaha brand kosmetik Jeong Yeo-Jin karena tas yang ditemukan di dekat korban adalah miliknya. Terungkap Jeong Yeo-Jin dan Sarah Kim awalnya adalah bestie yang kemudin berseteru karena permasalahan uang, tepatnya Jeong Yeo-Jin menuduh Sarah Kim menipunya setelah berinvestasi sebesar 15 Milyar Won dan baru mendapatkan bagi hasil 1,5 Milyar. Apakah Jeong Yeo-Jin adalah pelaku pembunuhan tersebut? maaf spoiler tapi jawabanya Tidak. Karena ini baru episode 1 kalau pelakunya terungkap tamat sudah dramanya.

Di episode selanjutnya kita akan di ajak ke jalan cerita lain, bahwa sosok Woo Hyo-Eun adalah pelaku pembunuhan Sarah Kim. Woo Hyo-Eun adalah mantan karyawan di butik Boudoir yang dipecat setelah diduga menjual data pelanggan kepada agen asuransi (hmm familiar ya). Tapi apakah benar Woo Hyo Wun adalah pelaku pembunuhan Sarah Kim? sayang tidak.

Pencarian membawa kepada terduga baru dengan nama Mok Ga-Hui, nama ini diperoleh berdasar hasil investasi keterangan dari Woo Hyo-Eun dan rekannya Yang Da-Hye. Namun justru masalah baru muncul, Yang Da punya bukti foto bahwa Mok Ga-Hui yang merupakan karyawan Mall Samwol punya tato di mata kaki. Mok Ga-Hui terlilit hutang rentenir, terpaksa melakukan penipuan dan berakhir dengan bunuh diri menerjunkan diri di danau. Park Mu-Gyeong makin bingung jika sosok mayat yang ditemukan adalah Mok Ga-Hui maka berarti Sarah Kim masih hidup, atau apakah mereka adalah orang yang sama? atau berbeda? mengapa memiliki tanda tato yang sama?

Akhirnya danau yang digunakan sebagai lokasi bunuh diri Mok Ga-Hui dikuras, surprise ditemukan terngkorak namun setelah dicek forensik, hasilnya tengkorak tersbut bukan wanita melainkan sosok pria usia 30an, hmmm makin rumit sekaligus menarik.

Ada pula sosok Eun Jae yang dihubungkan dengan pemandu karaoke Kang Ji-Hwon dan rentenir Hong Seong-Shin, bagian ini akan menjawab pertanyaan darimana sosok Sarah Kim punya uang ratusan milyar untuk memulai hidup barunya dengan nama Sarah Kim dan membangun bisnis tas mewahnya Boudoir.

 Menurut saya, 4 episode pertama drama ini sangat solid membuat penonton merasa misteri segera terpecahkan namun seketika harapan itu kandas setelah plot twist terungkap. Masuk episode 5 hingga final bisa dibilang agak kebingungan dan mulai kurang intens.

Kejutan berlanjut sosok Sarah Kim muncul atau setidaknya orang yang mengaku sebagai Sarah Kim.

Detektif Park Mu-Gyeong mulai disadarkan bahwa ia tak akan pernah menang dalam kasus ini melawan Sarah Kim jika fokus pada sosok manusia dan perbuatannya. Ia mulai melihat pola dari semua tindakan yang dilakukan oleh Sarah Kim yaitu bagaimana ia serius memperjuangkan merk tas mewahnya Boudir.

Sebelum masuk ke kesimpulan, sebagai penonton yang terbiasa menikmati film atau series bertema misteri saya hampir menduga bahwa endingnya bakal dibuat mudah ada film The Prestigenya Christopher Nolan dengan mengungkap bahwa sebenarnya ada dua sosok Sarah Kim misalnya saudara kembar atau sebagainya.

Dugaan saya tidak melenceng jauh, namun tidak sepenuhnya benar, bahwa ada dua sosok Sarah Kim yang eksis di dunia nyata, sebagai kejutan sebaiknya sobat pembaca menonton seriesnya dulu agar tidak mengurasi keasyikannya.

Namun diakhir, sebagaimana keyakinan detektif Park Mu-Gyeong, Sarah Kim lebih memilih mengorbankan dirinya daripada brand Boudirnya, ia reka mengakui perbuatannya dan sekali lagi mengaku sebagai orang lain agar brand yang ia perjuangkan dengan taruhan hidup dan mati tetap hidup dan meraih sukses.

Skenario "Tangkap Aku Jika Kau Bisa" ala Sarah Kim nyaris sempurna hingga detail babak kehidupannya bersama bos rentenir Hong Seong-Shin menyisakan sebuah tanda luka yang tidak bisa dibantah oleh dirinya, sayangnya sang detektif tidak memeriksa hingga detail bekas luka tersebut dan saya sarankan sobat pembaca fokus pada babak akhir final episode series ini agar tidak terlewat detail ini.

Uniknya walau sebagai penonton kita yakin bahwa sosok terkahir ini adalah Sarah Kim, namun sepanjang 8 episode yang disajikan masih menyisakan pertanyaan, apakah benar ia adalah Sarah Kim, Mok Ga-Hui, Eun Jae atau siapa sebenarnya nama aslinya? mengingat nama Sarah Kim adalah pemberian si rentenir.

Sebuah drama yang berkelas dan sekali lagi sineas Korea Selatan berhasil menghadirkan sebuah kisah yang menarik, menjukkan drama korea memang berada di level lebih tinggi dalam industri hiburan, walau secara kepingan tema pernah kita temukan dalam film atau series lain, sekali lagi Sarah KIm salah salah satu drama terbaik sejauh ini di 2026.

Selamat menonton.


Penulis
Achmad Munandar

Daftar Film Korea Selatan dan Film Jepang Tayang Bulan Januari-Februari 2026, Catat Tanggal Mainnya

0
 


Campusnesia.co.id - Halo sobat pembaca, menemani tahun baru di 2026, berikut kami hadirkan informasi tentang Daftar Film Korea dan Film Jepang Tayang Bulan Januari 2026, Catat Tanggal Mainnya.


Daftar film Korea Selatan tayang bulan Januari 2026


1. Number One (Korean Movie)
Ha-Min (Choi Woo-Sik) mulai melihat angka yang berkurang satu setiap kali dia makan masakan ibunya (Jang Hye-Jin). Dia mengetahui bahwa jika angka tersebut mencapai 0, ibunya, Eun-Sil, akan meninggal.


2. The King's Warden
Seorang raja muda (Park Ji-Hoon) dilengserkan dan diasingkan ke sebuah desa kecil di lembah pegunungan bersama dayangnya (Jeon Mi-Do). Di sana ia bertemu dengan penduduk desa, termasuk kepala desa Heung-Do (Yu Hae-Jin). Kepala desa dan penduduk desa merawat raja muda yang telah dilengserkan itu.


3. Hodonaku, Owakare Desu
Misora ​​Shimizu (Minami Hamabe) telah berulang kali gagal mencari pekerjaan. Secara kebetulan, ia bertemu dengan perencana pemakaman Reiji Urushibara (Ren Meguro), yang bekerja untuk perusahaan pemakaman Bando Kaikan. Hal ini membawanya untuk mulai bekerja sebagai magang di Bando Kaikan. 

Ia dibimbing oleh Reiji Urushibara, tetapi Reiji sangat ketat dalam melatihnya dan ini menyebabkan Misora ​​Shimizu merasa putus asa. Tak lama kemudian, rasa putus asa Misora ​​Shimizu berubah menjadi kekaguman terhadap Reiji Urushibara. Sikap dan tindakan simpatiknya terhadap orang yang meninggal dan keluarga yang berduka membuatnya terkesan. Misora ​​Shimizu memutuskan untuk menjadi perencana pemakaman.


4. Humint
Saat menyelidiki kejahatan yang terjadi di perbatasan Vladivostok, Rusia, agen rahasia dari Korea Selatan dan Korea Utara berkonflik.



Daftar film Jepang tayang bulan Januari 2026


1. Kyojo: Reunion
Para siswa kelas 205 di akademi kepolisian dibimbing oleh instruktur berhati dingin Kimichika Kazama (Takuya Kimura). Sisi gelap dan rahasia para siswa secara bertahap terungkap. 

Sementara itu, para alumni akademi kepolisian, yang telah melewati disiplin keras Kimichika Kazama, kini sukses di bidang mereka masing-masing. Para alumni ini berkumpul di bawah pimpinan Kimichika Kazama untuk melacak keberadaan Haru Tozaki.


2. Kobikicho no Adauchi
Berlatar zaman Edo, Kikunosuke adalah seorang pemuda tampan. Ia datang ke Tokyo untuk mencari seseorang yang membunuh ayahnya. Pada suatu malam bersalju, ia akhirnya berhadapan dengan musuhnya tepat di sebelah teater dan berhasil membalas dendam dengan membunuh orang tersebut. Orang-orang memuji Kikunosuke atas hal itu.

Satu setengah tahun kemudian, Samurai Soichiro Kase (Tasuku Emoto), yang mengaku sebagai kerabat Kikunosuke, mengunjungi teater untuk mengetahui kisah lengkap tentang balas dendam Kikunosuke. Saat Soichiro Kase mendengarkan orang-orang yang terlibat dengan Kikunosuke, kebenaran secara bertahap terungkap.






Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Daftar Film Korea dan Film Jepang Tayang Bulan Januari 2026, Catat Tanggal Mainnya, semoga bermanfaat sampai jumpa.

Upcoming Dorama Series Jepang Tayang Bulan Januari 2026

0
 



Campusnesia.co.id - Finally, kita resmi masuk tahun 2026 semoga di tahun yang baru ini sobat pembaca Campusnesia semakin sukses dan banyak rejeki. Menemani rahun baru, berikut kami hadirkan informasi tentang Daftar Dorama Series Jepang Tayang Bulan Januari 2026.


Daftar Series Jepang Tayang Bulan Januari 2026:

1. Dream Stage (TBS)
Jun Azuma (Tomoya Nakamura) adalah mantan produser musik. Ia dikenal sebagai produser jenius yang menggunakan metode tidak konvensional, sambil memanfaatkan bakat dan kepribadian anggota bandnya. Karena suatu insiden, ia dikeluarkan dari industri musik dan meninggalkan mimpi yang selama ini ia kejar.

NAZE adalah boy band K-pop beranggotakan tujuh orang. Mereka bercita-cita mencapai puncak dunia musik. Jun Azuma, yang mengetahui bahaya mengejar mimpi, memberi tahu anggota NAZE tentang realitas situasi mereka. Tak lama kemudian, Jun Azuma terinspirasi oleh NAZE dan ikatan dengan anggota band semakin dalam. Jun Azuma mulai kembali melangkah menuju mimpinya.


2. Mirai no Musuko (TBS)
"Mirai no Musuko" mengambil alih slot waktu TBS Selasa pukul 22:00 yang sebelumnya ditempati oleh "Jaa, Anta ga Tsukutte Miro yo."

Berdasarkan webcomic "Mirai no Musuko” yang ditulis oleh Kumiko Aso & diilustrasikan oleh Hazime Kuromugi (diterbitkan April 2022 - Mei 2025 melalui Yanjan!).


3. Punch Drunk Woman (NTV)
Kozue Fuyuki (Ryoko Shinohara) adalah seorang penjaga veteran di pusat penahanan tempat para tahanan pra-persidangan ditahan. Ia telah menjalani hidup yang disiplin dan jujur, dengan rasa keadilan dan tanggung jawab. Ia dipercaya oleh atasannya dan rekan-rekannya di tempat kerja. Kozue Fuyuki bertemu Reiji Kusaka, yang didakwa dengan perampokan dan pembunuhan, di pusat penahanan tersebut. 

Reiji Kusaka adalah orang yang sangat terlibat dalam rahasia yang dimiliki Kozue Fuyuki. Pertemuan mereka sangat memengaruhi kehidupan mereka. Sementara itu, Detektif Yusuke Saeki menangani kasus Reiji Kusaka dan ia juga mengetahui masa lalu Kozue Fuyuki. Kehidupannya juga terguncang oleh pertemuan Kozue Fuyuki dan Reiji Kusaka. Akhirnya, Reiji Kusaka, dengan bantuan Kozue Fuyuki, mencoba melarikan diri dari pusat penahanan.


4. We Are Worse at Love than Pandas (NTV)
23 tahun yang lalu, Junichi Tobina (Ryoma Takeuchi), seorang siswa kelas 6, mengubur sebuah pistol yang digunakan dalam kejahatan di bawah pohon sakura bersama tiga teman dekatnya, termasuk Makiko Iwamoto (Mao Inoue). Itu adalah rahasia mereka yang tidak bisa mereka bagikan kepada siapa pun. Setelah itu, mereka akhirnya berpisah dan menempuh jalan masing-masing. 

Sekarang, Junichi Tobina bekerja sebagai detektif. Dia dipindahkan ke kantor polisi di kota kelahirannya. Dia menangani kasus pembunuhan. Junichi Tobina segera bertemu kembali dengan cinta pertamanya, Makiko Iwamoto, sebagai detektif, dan dia adalah tersangka dalam kasus pembunuhan yang sedang dia selidiki. Melalui penyelidikan, Junichi Tobina menemukan bahwa senjata yang digunakan dalam kasus pembunuhan saat ini adalah pistol yang mereka kubur 23 tahun yang lalu, dan dia bertemu kembali dengan teman-teman lamanya yang telah berbagi rahasia tersebut.


5. Tokyo P.D. (Fuji TV)
Rintaro Imaizumi (Sota Fukushi) adalah seorang detektif di Kantor Polisi Kuramae. Tujuannya adalah untuk bergabung dengan Divisi Investigasi Pertama di Departemen Kepolisian Metropolitan, tetapi ia dipindahkan ke Divisi Hubungan Masyarakat ke-2 di Departemen Kepolisian Metropolitan. 

Departemen ini menangani hubungan pers untuk Kepolisian Metropolitan. Rintaro Imaizumi, yang tidak menyukai wartawan karena trauma dari insiden masa lalu, merasa tidak nyaman dengan pekerjaan barunya, yang mengharuskannya memiliki hubungan dekat dengan wartawan. Di sisinya, ia memiliki Naoshi Ando (Naoto Ogata), yang merupakan kepala Divisi Hubungan Masyarakat ke-2 dan mendukungnya dari balik layar. Naoshi Ando memiliki kisah masa lalu yang terkait dengan kasus yang belum terpecahkan.


6. We Are Worse at Love than Pandas
Ichiha Shibata (Moka Kamishiraishi) bergabung dengan sebuah perusahaan penerbitan, berharap dapat mewujudkan mimpinya menjadi editor majalah mode. Pada hari pertama bekerja, ia diberitahu bahwa majalah mode mereka akan dibatalkan. Ia sangat terpukul. Saat bekerja di departemen editorial sebuah majalah gaya hidup, ia menghabiskan hari-harinya tanpa motivasi atau tujuan yang nyata. Suatu hari, ia menerima tugas untuk merencanakan kolom nasihat cinta yang ditulis oleh model favoritnya, Aria Haizawa. Namun, Aria Haizawa tidak berniat untuk menulis kolom tersebut. Ia memerintahkan Ichiha Shibata untuk menulis kolom tersebut sebagai penulis bayangannya.

Ichiha Shibata yang tersiksa mengunjungi profesor madya Tsukasa Shido (Toma Ikuta), yang mempelajari cinta. Spesialisasinya bukanlah cinta manusia, tetapi perilaku pacaran hewan. Ia memiliki penampilan yang menarik, tetapi tidak tertarik pada hal lain selain perilaku hewan. Awalnya, Ichiha Shibata bingung, tetapi, dengan cara hewan saling mencintai, ia menemukan petunjuk yang mengarah pada cinta dan kehidupan manusia.


7. Otto ni Machigai Arimasen (Fuji TV)
"Otto ni Machigai Arimasen" mengambil alih slot waktu Senin pukul 22:00 di Fuji TV yang sebelumnya ditempati oleh "Shumaku no Rondo."


8. Themis' Uncertain Court (NHK)
Kiyoharu Ando (Kenichi Matsuyama) telah bekerja sebagai hakim selama 7 tahun. Ia tampak tenang, tetapi menyembunyikan rahasia yang tidak ingin ia ungkapkan. Rahasianya adalah ia didiagnosis mengidap ASD (Autism Spectrum Disorder) dan ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) sejak kecil. Ia menyembunyikan diagnosisnya dan berpura-pura menjalani kehidupan normal. Namun, kata-kata dan tindakannya terkadang menimbulkan kekacauan di ruang sidang tempat ia bekerja. Kiyoharu Ando menangani serangkaian kasus membingungkan di mana hubungan manusia yang kompleks saling terkait.


9. Okome no Onna (TV Asahi)
"Okome no Onna" mengambil alih slot waktu Kamis pukul 21:00 di TV Asahi yang sebelumnya ditempati oleh "Emergency Interrogation Room."


10. Professional (Fuji TV)
"Professional" mengambil alih slot waktu Kamis pukul 22:00 di Fuji TV yang sebelumnya ditempati oleh "Chiisai Koro wa, Kamisama ga Ite."


11. The Refutation of Sirius (WOWOW)
Berdasarkan novel "Sirius no Hansyo" karya Takeaki Daimon (diterbitkan 29 Oktober 2021 oleh Kadokawa).


12. Yokohama Neighbors Season 1 (Fuji TV)
Berdasarkan seri novel "Yokohama Neighbors" karya Keiya Iwai (pertama kali diterbitkan pada 14 April 2023 oleh Kadokawa Haruki Corporation).


13. Zenbu, Anata no Tame Dakara (TV Asahi)
Kazutomi Hayashida (Ryusei Fujii) dan istrinya tercinta, Sayaka, sedang melangsungkan pernikahan mereka, tetapi seseorang memasukkan racun ke dalam sampanye Sayaka. Selama resepsi pernikahan, Sayaka pingsan. Fotografer Sakuraba (Ryuya Shimekake), yang bertugas memotret pernikahan, menemukan petunjuk tentang apa yang terjadi dari foto-foto yang diambilnya selama pernikahan. 

Dia memberi tahu Kazutomi Hayashida bahwa sampanye Sayaka mungkin telah diracuni. Kazutomi Hayashida memutuskan untuk menangkap orang yang meracuni sampanye Sayaka dan Sakuraba membantunya. Kemunafikan sahabat Sayaka dan ibunya terungkap, sementara masa lalu kelam Sayaka sendiri secara bertahap terungkap.


14. Kinpa to Onigiri (TV Tokyo)
Taiga Hasegawa (Eiji Akaso) adalah anggota tim lari estafet jarak jauh universitasnya, tetapi ia berhenti karena nilai akademiknya buruk. Sekarang, ia bekerja paruh waktu di sebuah restoran kecil. Ia secara bertahap merasakan kepuasan dari pekerjaannya, sambil melakukan tugas-tugas seperti menambahkan item menu baru.

Sementara itu, Park Rin (Kang Hye-Won) adalah seorang mahasiswi pascasarjana Korea Selatan yang belajar animasi di Jepang. Ia sibuk dengan studinya dan baru saja berhasil mengirimkan tugasnya sebelum tenggat waktu, tetapi ia menerima pemberitahuan bahwa tempat tinggalnya di asrama telah dibatalkan dan ia perlu mencari tempat tinggal. Ia kelelahan secara mental dan fisik. Pada saat itu, Park Rin kebetulan mengunjungi restoran tempat Taiga Hasegawa bekerja. Ia tersentuh oleh nasi onigiri yang disajikan oleh Taiga Hasegawa, yang mengenyangkan dan menghilangkan rasa lelahnya. Taiga Hasegawa tertarik pada senyumnya yang cantik.


15. Yandoku (Fuji TV)
Kotoha Tagami (Kanna Hashimoto), seorang gadis berusia 16 tahun, putus sekolah dan mengalami masa-masa sulit sebagai anak yang bermasalah, tetapi ia mengalami titik balik dalam hidupnya. Ia mengalami kecelakaan sepeda motor bersama temannya dan berada di ambang kematian. Ia beruntung dapat pulih. Dokternya, Keisuke Nakata, menyuruhnya untuk merenungkan bagaimana ia akan menghabiskan hidup yang telah diselamatkan. Ia memutuskan untuk menjadi seorang dokter.

Kotoha Tagami belajar dengan sangat giat dan menjadi seorang ahli bedah saraf. Atas rekomendasi Keisuke Nakata, ia mulai bekerja di sebuah rumah sakit di Tokyo. Namun, yang menantinya adalah manajemen yang mengutamakan keuntungan, struktur birokrasi yang ketat, dan tempat kerja di mana pengisian dokumen lebih diutamakan daripada pasien.


16.  Fuyu no Nankasa, Haru no Nankasa (NTV)
Ayana Tsuchida (Hana Sugisaki) adalah seorang novelis berusia 27 tahun. Ia telah menerbitkan dua buku dan saat ini sedang mengerjakan buku ketiganya. Selain menulis, ia bekerja paruh waktu di toko pakaian bekas. Ayana Tsuchida saat ini sedang menjalin hubungan asmara, tetapi ia terpengaruh oleh pengalaman cinta masa lalunya. Karena itu, ia enggan mengatakan "Aku mencintaimu" dan menghadapi seseorang secara langsung. Tiba-tiba ia bertanya-tanya, "Sampai kapan aku bisa mengatakan 'Aku mencintaimu' dengan jujur?" Untuk menghadapi pacarnya saat ini dengan serius, ia mengingat kembali hubungan-hubungan masa lalunya.


17. Ramune Monkey (Fuji TV)
Yuta Yoshii (Takashi Sorimachi), Hajime Fujimaki (Nao Omori), dan Kisuke Kikuhara (Kenjiro Tsuda) adalah pria paruh baya dengan kepribadian dan selera yang berbeda, yang berteman sejak sekolah menengah. Pada tahun 1988, mereka tergabung dalam klub film dan asyik membuat film kung-fu. Kini, di usia 51 tahun, mereka merasa hidup mereka buntu. Suatu hari, berita tentang penemuan tulang manusia di lokasi konstruksi di Danbe tersebar.

Kisuke Kikuhara merasa tidak nyaman mendengar berita itu, karena Danbe adalah kota tempat ia menghabiskan masa sekolah menengahnya bersama Yuta Yoshii dan Hajime Fujimaki. Ia memutuskan untuk menghubungi Yuta Yoshii dan Hajime Fujimaki, dan mereka bertemu kembali untuk pertama kalinya setelah 37 tahun. Saat mereka mengenang masa lalu, mereka menyadari ingatan mereka tentang pembimbing tercinta mereka telah menjadi kabur. Lebih jauh lagi, ditemukan selembar kertas berisi foto grup klub film. Di atas kertas itu tertulis kata "hilang". Ketiga pria itu mulai menyelidiki hilangnya penasihat mereka secara misterius.


18. Moto Kasouken no Onna (TV Tokyo)
"Moto Kasouken no Onna" mengambil alih penayangan waktu Jumat pukul 21:00 di TV Tokyo yang sebelumnya ditempati oleh "Coach."



Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Upcoming Dorama Series Jepang Tayang Bulan Januari 2026, semoga bermanfaat sampai jumpa.

Review Film No Other Choice, Gambaran Sadisnya Persaingan Dunia Kerja

0
 



Campusnesia.co.id - Baru-baru ini saya menonton film korea berjudul No Other Choice garapan sutradara Park Chan-Wook yang juga dikenal dengan karya-karyanya seperti Decision to Leave dan The Handmaiden.

Film ini berkisah tentang karakter Yoo Man-Soo yang diperankan oleh Lee Byung-Hun, menikah dengan Mi-Ri yang diperankan oleh aktris Son Ye-Jin dan mereka memiliki dua anak. Mereka memiliki rumah yang mereka beli dengan susah payah. Yoo Man-Soo telah bekerja di perusahaan kertas selama 25 tahun. Ia merasa nyaman dan puas dengan hidupnya, tetapi tiba-tiba ia dipecat dari pekerjaannya. Ia berjuang mencari pekerjaan baru untuk melindungi keluarga dan rumahnya.

No Other Chise diangkat dari novel berjudul The Ax karya Donald E. Westlake yang diterbitkan pada tahun 1997 oleh Mysterious Press. The Ax merujuk pada istilah di Korea Selatan untuk menggambarkan keadaan orang yang di PHK seolah-olah memotong kehidupan karyawan terdampak. Proses syuting dimulai 17 Agustus 2024 dan selesai 15 Januari 2025.

Nama-nama besar turut serta meramaikan film ini diantaranya Park Hee-Soon, Lee Sung-Min, Yum Hye-Ran, Cha Seung-Won dan Yoo Yeon-Seok yang tampil sebagai cameo.

Premisnya memang sederhana tentang seorang kepala keluarga yang mencari pekerjaan lagi setelah kena PHK, namun cara dan prosesnya membuat film ini jadi menarik.

Yoo Man Soo harus melakukan tindakan kriminal untuk mempersar peluangnya diterima kerja setelah tahu bahwa untuk posisi manager di pabrik kertas yang ia lamar ada lima kandidat dan tiga diantaranya memiliki kualitas yang lebih baik dengan peluang diterima lebih tinggi.

Tentu saja kesan yang diterima penonton cara Yoo Man Soo sadis, namun bisa jadi sutradara Park Chan-Wook ingin memberi gambaran kerasnya persaingan di dunia kerja.

Fenomena hari ini untuk satu lowongan pekerjaan seorang kandidat harus bersaing tidak hanya dengan puluhan calon lain, bisa jadi ratusan bahkan ribuan. Belum lagi isu tentang batasan usia, mencari kerja di usia yang tak lagi muda apalagi pernah di PHK adalah hal yang sulit.

Keresan tentang peran teknologi, mesin dan Ai dalam sebuah industri juga diangkat. Atas dasar efisiensi mesin-mesin ditempatkan di pabrik dengan konsekuensi mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia yang ujungnya berimbas pada pengurangan karyawan.

Secara keseluruhan film No Other Choice menarik dan rekomended untuk ditonton, namun jika dibandingkan dengan dua karya Park Chan-Wook sebelumnya yaitu Decision to Leave dan The Handmaiden, jujur No Other Choise masih terasa kurang nendang.

Oke demikian tadi sobat Campusnesia, postingan kita kali ini tentang Review Film No Other Choice, Gambaran Sadisnya Persaingan Dunia Kerja, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis 
Nandar

 

Salah Paham Lintas Budaya: Yuk, Pahami Biar Nyambung!

0
 
Sumber gambar: pinterest.com



Campusnesia.co.id - Pernah nggak sih kamu mengangguk pas ngobrol, mikirnya cuma sopan, eh ternyata orang lain kira kamu setuju banget? Atau kirim pesan “Oke” di grup chat, tapi malah dikira lagi bad mood? Momen bikin bingung gini sering banget kejadian, dan tahu nggak? Biasanya gara-gara budaya!

Dunia sekarang kayak kampung global. Kita bertemu orang dari berbagai budaya, entah pas traveling, kuliah, atau cuma lewat WhatsApp. Setiap bahasa, gerakan, bahkan diam, punya cerita sendiri yang dibentuk sama budaya dan sejarah. Apa yang biasa buat kita, bisa jadi asing buat orang lain. Makanya, paham perbedaan budaya itu bukan cuma soal sopan, tapi bikin kita nyambung beneran sama orang lain.


Kata Bisa Bikin Bingung

Meski pakai bahasa yang sama, kita bisa salah paham. Soalnya, cara ngomong kita dipengaruhi budaya, bukan cuma kata-katanya. Ada budaya yang suka ngomong to the point, ada juga yang lebih suka halus.

Contohnya, di Jepang, orang mungkin bilang “Kayaknya susah, deh” ketimbang “Enggak”. Ini karena mereka jaga harmoni biar nggak bikin orang lain tersinggung. Nah, di negara kayak Amerika, orang lebih suka jelas. Bilang “tidak” dianggap jujur, bukan kasar.

Makanya, kata “iya” aja bisa bikin ribet. Di Jepang, “iya” kadang cuma berarti “Aku dengerin”, bukan “Aku setuju”. Tapi di Barat, “iya” ya berarti setuju. Bayangin, beda pengertian ini bisa bikin kacau di kantor, kelas, atau proyek bareng temen dari luar negeri!


Bahasa Tanpa Kata

Peneliti Liu, Schwab, dan Hess (2023) bilang, kita lebih banyak ngomong lewat hal-hal yang nggak pakai kata, kayak ekspresi muka, gerakan tangan, nada, atau bahkan diam. Tapi, tantangannya, makna isyarat ini beda-beda di tiap budaya.

Senyum, misalnya. Di suatu tempat, senyum artinya ramah. Di tempat lain, bisa jadi cuma sopan atau nutupin rasa nggak nyaman. Penelitian bilang, cara kita lihat emosi tergantung situasi. Yang kelihatan bahagia di satu budaya, bisa dikira cuma gugup di budaya lain.

Diam juga punya makna. Studi dari Hayati dan Sinha (2024) bilang, kalau kamu nggak bales chat, artinya beda-beda. Di budaya Barat, diam bisa dianggap cuek atau nggak sopan. Tapi di Indonesia atau Jepang, diam bisa berarti hormat, lagi mikir, atau malah setuju. Nah, di dunia online yang nggak ada nada atau gestur, gampang banget salah paham kalau kamu nggak
bales cepet!


Emosi Nggak Selalu Sama

Kita suka mikir emosi itu universal, senyum artinya seneng, nangis artinya sedih. Tapi, penelitian besar dari Cowen dkk. (2024) bilang, cara orang nunjukin emosi beda-beda banget antar budaya. Mereka ngeliat orang dari Amerika, Eropa, dan Jepang. Meski perasaan dasarnya sama, cara ngungkapinnya beda. Orang Amerika suka ekspresif, misalnya ketawa lebar pas seneng atau ngomel pas kesel. Orang Jepang? Lebih kalem, biar suasana tetap adem.

Ini namanya “aturan tampilan” (display rules), kayak panduan budaya buat nunjukin emosi. Di Jepang, muka tenang bukan berarti nggak seneng, tapi bisa jadi tanda hormat. Tapi, senyum lebar orang Amerika mungkin dikira lebay di budaya yang lebih santai.

Beda gaya ini kadang bikin stereotip. Orang Barat bisa nganggep orang Asia “pendiam banget”, sementara orang Asia mungkin ngerasa orang Barat “heboh amat”. Padahal, cuma beda aturan main budaya!


Ribetnya Ngobrol di Dunia Digital

Teknologi bikin gampang nyambung sama orang dari mana aja, tapi juga bikin beda budaya lebih kelihatan. Bayangin, satu video call bisa ngumpulin orang dari lima negara! Emoji, nada, atau video call bisa bantu, tapi kadang malah bikin salah.

Misalnya, emoji jempol. Buat orang Amerika, artinya “oke”. Tapi di Timur Tengah, bisa berarti “udah, stop ngomong.” Pesan singkat juga bisa bikin bingung. Tanpa muka atau konteks, pesan bisa kedengaran lebih galak atau dingin dari maksudnya.

Hayati dan Sinha (2024) bilang, chat di dunia maya kehilangan banyak isyarat sosial yang biasanya bantu kita ngertiin orang. Makanya, banyak tim global sekarang belajar biar lebih pinter ngertiin diam, nada, sama waktu ngobrol.


Pelajaran dari Keseharian

Nggak perlu kerja di perusahaan besar buat ngerasain salah paham budaya. Bayangin, pelajar Indonesia di Jerman. Dia diam di kelas karena hormat sama guru, kayak kebiasaan di Indonesia. Tapi, profesor Jerman mikir dia nggak peduli atau nggak siap. Padahal, dua-duanya cuma mau sopan!

Momen kayak gini nunjukkin bahwa kita sering nilai orang pake kacamata budaya kita sendiri. Jeda dalam obrolan bisa bikin orang mikir, tapi bisa juga bikin orang lain ngerasa awkward. Nunduk pas ngobrol bisa dianggap sopan atau malah nggak jujur, tergantung budayanya.

Kuncinya? Sadar. Kalau kita berhenti sejenak dan mikir, “Eh, apa dia maksudnya lain?”, kita mulai bisa ngerti, bukan cuma nilai. Bukan soal hafal semua aturan budaya, tapi soal ngedengerin dengan hati.


Tips Biar Nggak Salah Paham

Salah paham nggak bisa hilang 100%, tapi bisa dikurangi kalau kita ramah dan penasaran. Nih, tiga cara gampang:


1. Lihat Maksud di Balik Kata
Jangan cuma denger kata-katanya, tapi coba pahami apa yang orang mau sampaikan. “Mungkin” bisa berarti “nggak”, dan diam bisa berarti “aku setuju”.


2. Tanya, Jangan Nebak
Kalau bingung, tanya aja dengan sopan. Cukup bilang, “Maksudnya gini, ya?” biar nggak salah sangka.


3. Belajar Sambil Jalan
Makin sering ngobrol sama orang lain dari budaya lain, makin jago kita nangkep isyarat kecil, Nggak perlu ganti jati diri, cukup tambah wawasan!


Cara-cara kecil ini bisa bikin orang lebih percaya sama kita, kurangi drama di kantor, dan
bikin pertemanan makin erat.


Cerita Nyata: Dari Bingung Jadi Nyambung

Bayangkan kamu lagi kerja bareng teman dari India di proyek online. Kamu tanya, “Jadi, kapan deadline nya?” Dia jawab, “Secepatnya, deh”. Kamu berpikir, “Oke, berarti minggu ini.” Tapi, seminggu kemudian, dia baru mengirimkan draft. Kesel? Eits, tunggu dulu. Di budaya India, “secepatnya” bukan berarti “santai saja, nanti selesai kok,” bukan buru-buru seperti di Indonesia.

Daripada marah, coba tanya, “Secepatnya itu kira-kira kapan, ya?” Ini membuat jelas tanpa membuat orang lain merasa disudutkan. Cerita seperti ini sering terjadi di grup belajar atau kantor yang lintas budaya. Di Indonesia, kita mungkin suka bilang “nanti” agar sopan, tapi bagi orang jerman, “nanti” bisa membuat mereka bingung karena terlalu samar.

Contoh lain, ketika ngobrol dengan teman dari Amerika, mereka suka bercerita panjang lebar tentang ide mereka. Untuk kita yang biasa to the point, ini bisa membuat, “Eh, intinya apa sih?” Tapi, di budaya mereka, bercerita panjang adalah cara untuk menyampaikan ide. jadi, coba dengarkan dulu, baru ringkaskan jika perlu. Lama-kelamaan, kamu akan jago membedakan mana yang cuma gaya ngomong, mana yang benar-benar penting.


Mulai dari Sekarang: Jadi Jembatan Budaya

Jadi, orang yang bisa beradaptasi dengan budaya lain tidak perlu jadi ahli antropologi. Mulai dari hal kecil aja. Misalnya, ketika bertemu orang baru dari budaya berbeda, coba tanya satu pertanyaan sederhana, seperti, “Di tempat kamu, biasanya ngapain kalau ulang tahun?”

Pertanyaan sederhana ini bisa membuka obrolan yang menyenangkan dan membuatmu belajar tanpa terasa berat. Atau, ketika berada di grup chat internasional, perhatikan kebiasaan orang lain. Ada yang merespons cepat, ada yang suka berpikir dulu. Jangan buru-buru menilai, “Kok dia lambat merespons, sih?” Mungkin bagi mereka, berpikir dulu adalah tanda serius. Di Indonesia, kita juga sering menggunakan “santai aja” untuk menjaga perasaan kan? Nah, coba beri ruang yang sama kepada orang lain.

Satu lagi, coba eksplor budaya melalui hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton film dari negara lain atau mencoba resep makanan khas mereka. Misalnya, membuat kimchi ala Korea atau menonton film Bollywood. Ini cara yang asik untuk memahami cara orang lain berpikir dan hidup. Lama kelamaan, kamu akan lebih mudah beradaptasi.


Lebih dari Salah Paham: Ayo Nyambung!

Ngobrol itu nggak cuma soal bagi-bagi info, tapi juga bikin hubungan. Setiap budaya punya caranya sendiri nunjukin perhatian, hormat, dan jujur. Kalau kita belajar ngertiin perbedaan ini, salah paham bukan akhir dunia, melainkan kesempatan buat lebih deket.

Kata Liu dan timnya, emosi sama cara kita nunjukinnya agak kaku. Mereka berubah-ubah tergantung tempat dan orang di sekitar kita. Begitu kita sadar ini, dunia jadi nggak begitu bikin pusing, malah seru!

Jadi, lain kali kamu bingung sama reaksi orang, diam lama, senyum cuma sopan, atau pesan yang kayaknya “aneh”. Inget, pesan mereka mungkin tersembunyi. Kita nggak harus pake bahasa yang sama buat nyambung; cukup dengerin dengan hati terbuka. Komunikasi lintas budaya nggak perlu sempurna. Cukup sabar, penasaran, dan tetap jadi manusia.


Ditulis oleh:
1. Varelina Aulia F.
2. Yuni Sari Amalia S.S., M.A., Ph.D



Referensi:

Cowen, A. S., Brooks, J. A., & Prasad, G. (2024). How emotion is experienced and expressed
            in multiple cultures: a large-scale experiment across North America, Europe, and
           Japan, 15. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1350631


Hayati, D., & Sinha, S. (2024). Decoding Silence in Digital Cross-Cultural Communication:
            Overcoming Misunderstandings in Global Teams, 2(2).
            https://doi.org/10.70211/ltsm.v2i2.60


Liu, M., Schwab, J., & Hess, U. (2023). Language and face in interactions: emotion
           perception, social meanings, and communicative intentions, 14.
           https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1146494

Review Film Yim Si-Wan Mantis, Drama Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Berbalut Aksi

0
 



Campusnesia.co.id - Setelah tampil apik dalam film thriller Unlocked, tahun 2025 ini aktor Yim Si-Wan yang tampangnya mirip urang sunda kembali ke layar lebar lewat sebuah film berjudul Mantis yang tayang di platform streaming Netlifx.

Berkisah tentang karakter bernama Lee Han-Ul  yang memiliki julukan Mantis karena pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran dengan senjata sabit mirip kaki-kaki belalakang sembah a.k.a Mantis.

Perusahaan tempatnya bernaung yaitu M.K jatuh bangkrut setelah pimpinannya dibunuh oleh karakter Gil Bok-Soon yang diperankan oleh aktris Jeon Do-Yeon.

Yup sobat Campusnesia tidak salah baca, semesta dalam film Mantis ini sama dengan film pendahulunya berjudul Kill Boksoon.

Untuk sebuah film sekuel secara tidak langsung, Mantis menurut saya menyajikan hal yang menarik. Dunia bisnis agen pembunuh bayaran berhasil disajikan apik dengan bumbu komedi dan romansa.

Karakter Lee Han-Ul diceritakan merupakan salah satu aset berharga perusahaan M.K di masa kejayaannya, diawal karirnya sebagai debutan ia berkompetisi dengan seorang trainee juga bernama Shin Jae-Yi yang diperankan aktris Park Gyu-Young.

Seperti pepatah Jawa kuno mengatakan, Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, mas Mantis ternyata diam-diam suka dengan Shin Jae-Yi membuat ia selalu ingin bersama dan melindungi yang pujaan hati.


Sayangnya cinta ini bertepuk sebelah tangan, makin didekatin makin nyakitin hingga akhirnya jalan kekerasan harus ditempuh.

Dari sisi aksi masih bisa dinikmati, komedia dan romansa yang dihadirkannya jadi bumbu yang pas saja. Yim Si-Wan berhasil menjadi karakter yang naif sudah tahu diacuhkan namun tetap teguh selalu ingin jadi pahlawan.

Buat sobat yang suka dengan aktor Yim Si-Wan, wajib banget nonton film ini. Temanya gak berat jadi cukup mudah dicerna dan menghibur. Rekomended jadi tontonan film ini.

Selain Yim Si-Wan dan Park Gyu-Young ada juga aktor-aktor papan atas lainnya misalnya penampilan Jo Woo-Jin, Jeon Do-Yeon dan masih banyak lagi yang lainnya.




Penulis
Nandar


====
Baca juga:

Daftar Drama Korea, Film Korea Selatan dan Jepang Tayang Bulan Agustus 2025

0
 

Campusnesia.co.id - Sampailah kita di bulan Agustus 2025 yang identik dengan peryaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, tahun ini kita memasuki yang ke 80 tahun terhitung sejak 17 Agustus 1945.

Menemani bulan penuh semangat dan kabarnya tanggal 18 Agustus nanti bakal libur nasional, Campusnesia punya informasi tentang Daftar Drama Korea, Drama Jepang dan Film Korea Tayang Bulan Agustus 2025.

Apa saja? berikut daftarnya:

1. Mary Kills People (Drama Korea MBC)
Woo So-jeong (Lee Bo-young) adalah seorang dokter. Meskipun ilegal, ia membantu pasien yang sakit parah dan menderita melalui eutanasia. Ia melakukannya bersama Dr. Choi Dae-hyun (Kang Ki-young). Detektif Jo Hyun-woo (Lee Min-ki) bekerja untuk melacak mereka. Jo Hyun-woo adalah pasien yang sakit parah dengan tumor otak.


2. Beyond the Bar (Drama Korea JTBC)
Yoon Seok-Hoon (Lee Jin-Uk) adalah seorang pengacara mitra dan pemimpin tim litigasi di Firma Hukum Yullim. Ia adalah seorang pengambil risiko berkepala dingin yang menekan lawan-lawannya dengan logika kreatif. Ia dikagumi oleh rekan-rekannya karena keahliannya yang solid sebagai pengacara, tetapi ia sulit didekati karena sikapnya yang dingin dan kurangnya basa-basi. Kang Hyo-Min (Jung Chae-Yeon) adalah seorang pengacara pemula dan bekerja dengan Yoon Seok-Hoon. Ia canggung dalam bersosialisasi, tetapi ia teguh dan percaya diri. Ia berselisih dengan Yoon Seok-Hoon dalam segala hal, tetapi tumbuh menjadi seorang pengacara sejati.



3. My Lovely Journey (Drama Korea Channel A)
Kang Yeo-Reum (Gong Seung-Yeon) adalah mantan anggota grup idola dan sekarang bekerja sebagai reporter perjalanan untuk program informasi gaya hidup. Ia bergabung dengan Ogu Entertainment, yang dipimpin oleh Oh Sang-Shik (Yu Jun-Sang). Kang Yeo-Reum tampak seperti orang yang positif, tetapi sebenarnya ia memiliki kecemasan tentang masa depannya. Ia mengembangkan hubungan khusus dengan Lee Yeon-Seok (Kim Jae-Young) yang menjadi editor program sudut perjalanannya. Setelah lulus dari jurusan teknik di universitas bergengsi, Lee Yeon-Seok bekerja untuk sebuah perusahaan besar, tetapi ia berhenti dari pekerjaannya. Sekarang, Lee Yeon-Seok mengejar mimpinya menjadi sutradara film.

Kang Yeo-Reum sebagai reporter perjalanan, yang tidak pernah menjadi pusat perhatian dalam hidupnya, menyadari kesuksesan sejati dan makna hidup, sambil melakukan perjalanan yang diminta.



4. Love Take Two (Drama Korea TvN)
Lee Ji-An (Yum Jung-Ah) adalah seorang ibu tunggal yang teguh berpegang pada keyakinannya. Ketika menghadapi situasi sulit, ia selalu menghadapinya dengan karakter sederhana dan kegigihannya. Tak ada makan siang gratis baginya. Lee Ji-An bekerja sebagai manajer konstruksi, yang mengendalikan segala sesuatu yang terjadi di sana. Putrinya, Lee Hyo-Ri (Choi Yoon-Ji), adalah seorang mahasiswi kedokteran. Lee Hyo-Ri adalah kebanggaan hidup Lee Ji-An dan berarti segalanya baginya. Segalanya berubah bagi Lee Ji-An ketika putrinya mulai memberontak dan cinta pertama Lee Ji-An kembali memasuki hidupnya.


Cinta pertamanya adalah Ryu Jeong-Seok (Park Hae-Joon). Ia adalah seorang ayah tunggal dan hidup damai bersama putranya, Ryu Bo-Hyeon (Kim Min-Kyu). Kehidupan Ryu Jeong-Seok yang damai berubah karena Lee Ji-An dan putrinya, Lee Hyo-Ri, yang tiba-tiba datang ke dalam hidupnya. Putranya, Ryu Bo-Hyeon, adalah seorang pemuda yang telah tahu apa yang ingin ia lakukan sejak usia dini dan telah mengelola perkebunan bunga selama 6 tahun. Ia adalah seorang veteran di bidang perkebunan bunga, tetapi ia mulai memiliki emosi baru berkat Lee Hyo-Ri. Lee Hyo-ri memarkir mobilnya di depan rumah Ryu Bo-Hyeon dengan sebuah mobil berkemah.


5. Our Golden Days (Drama Korea KBS2)
Lee Ji-Hyeok (Jung Il-Woo) adalah orang yang kompeten, yang diakui baik dalam pekerjaan maupun cinta. Dia proaktif dan berhati dingin, tetapi dia juga memiliki selera humor. Lee Ji-Hyeok terlihat glamor, tetapi, setelah mengalami titik terendah dalam hidupnya, dia menemukan arti hidup yang sebenarnya. Dia memiliki orang-orang di sekitarnya, termasuk Ji Eun-O (Jung In-Sun) dan Park Seong-Jae (Yoon Hyun-Min). Ji Eun-O memiliki kepribadian yang cerah dan ceria. 

Dia bekerja sebagai manajer kafe dan desainer interior. Dia tidak pernah kehilangan gairahnya bahkan selama masa-masa sulit. Suatu ketika, Ji Eun-O menyukai Lee Ji-Hyeok dan dia ditolak olehnya, tetapi, bahkan setelah itu, dia masih tetap di sisinya. Park Seong-Jae adalah teman Lee Ji-Hyeok. Park Seong-Jae, yang tumbuh dalam keluarga kaya, santai dan sopan., tetapi dia menyimpan perasaan kesepian yang mendalam di dalam. Dia merasakan ikatan batin dengan Lee Ji-Hyeok dan keluarganya, tetapi Park Seong-Jae terpecah antara cinta dan persahabatan.



6. My Troublesome Star (Drama Korea ENA)
Im Se-Ra adalah seorang selebritas populer, tetapi ia tiba-tiba menghilang. 25 tahun kemudian, ia muncul sebagai Bong Cheong-Ja (Uhm Jung-Hwa), seorang wanita paruh baya biasa. Ia telah kehilangan ingatannya selama 25 tahun terakhir. Ia mempersiapkan pertunjukan comeback-nya yang penuh air mata untuk mendapatkan kembali ingatannya yang hilang dan tempatnya yang bersinar. 

Sementara itu, Doggo Cheol (Song Seung-Heon) dulunya adalah seorang detektif yang antusias di departemen kejahatan kekerasan. Karena insiden tak terduga, ia diturunkan pangkatnya menjadi polisi lalu lintas. Ia kemudian menyamar sebagai manajer dan melakukan penyamaran, dengan harapan dapat kembali ke departemen kejahatan kekerasan. Bong Cheong-Ja, yang mengaku sebagai bintang top Im Se-Ra, muncul dan Doggo Cheol menghadapi perubahan yang spektakuler.


7. Aema (Drama Korea Netflix)
Di tahun 1980-an, di sepanjang Chungmuro di Seoul, sebuah jalan yang menjadi pusat industri film Korea, Jung Hee-Ran (Lee Ha-Nee) merajai dunia perfilman sebagai aktris papan atas di negara ini. Ia memiliki temperamen yang berapi-api, yang memungkinkannya untuk marah kepada siapa pun dan bersuara setiap kali ia merasa ada yang salah. Ia kemudian terpilih untuk peran utama dalam film "Madame Aema", yang akan diproduksi oleh perusahaan produksi milik Gu Joog-Ho (Jin Sun-Kyu). 

Gu Joog-Ho adalah tipe orang yang akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup di industri film. Ia menghadapi situasi di mana ia tidak dapat mengendalikan Jung Hee-Ran dan memutuskan untuk mengeluarkannya dari film. Ia kemudian mengadakan lelang besar-besaran dan memilih Shin Joo-Ae (Bang Hyo-Rin) untuk memainkan peran utama. Shin Joo-Ae ingin menjadi seorang aktris, tetapi saat ini ia bekerja sebagai penari klub malam. Jung Hee-Ran sangat kesal dengan situasi saat ini. Sementara itu, Kwak In-Woo (Cho Hyun-Chul) adalah seorang sutradara pemula yang penuh impian, tetapi temperamennya lemah. Ia akan menyutradarai film pertamanya, "Madame Aema".


8. Beauty Salon in Prison (Drama Korea WOWOW)
Di dalam penjara wanita, terdapat sebuah salon kecantikan tempat narapidana Haru Komatsubara (Nao) memotong rambut orang-orang biasa. Haru Komatsubara, yang telah melakukan kejahatan serius, adalah satu-satunya penata rambut di salon tersebut. Pelanggannya, yang memiliki latar belakang masing-masing, mengunjungi salon untuk merapikan rambut mereka. Dengan lembut dan tenang, Haru Komatsubara dengan cermat memotong rambut mereka dan mendengarkan pikiran mereka seolah-olah ia sedang menekankannya. Haru Komatsubara terus bertanya pada dirinya sendiri, apakah ia dapat menebus dosanya jika ia menyelesaikan masa hukumannya. Suatu hari, kakak perempuannya, Natsu Komatsubara, mengunjungi salon kecantikan di dalam penjara wanita tersebut.



9. Bon Appétite, Your Majesty (Drama Korea TvN)
Yeon Ji-Young (Lim Yoon-A) adalah seorang koki Prancis dengan kepribadian yang ceria dan penuh tekad. Suatu hari, ia memenangkan kompetisi memasak Prancis, tetapi entah bagaimana ia mendapati dirinya terhanyut ke era Joseon. Ia kebetulan menyajikan makanannya untuk Raja Lee Heon (Lee Chae-Min) dari Joseon. 

Ia adalah tiran terburuk yang memegang kekuasaan absolut. Ia memang memiliki indera perasa yang luar biasa. Ia mampu merasakan perbedaan makanan bahkan ketika cuaca berubah. Ia kebetulan mencoba makanan Yeon Ji-Young dan menyukai apa yang ia buat. Ia memutuskan untuk membawanya ke istana kerajaan dan memintanya memasak untuknya. Yeon Ji-Young, yang ditawari pekerjaan di restoran berbintang 3 Michelin di Paris, mendapati dirinya bekerja untuk tiran Raja Lee Heon dan menyajikan masakan kerajaan fusi hanya untuknya.


Sementara itu, Kang Mok-Ju (Kang Han-Na) adalah selir Raja Lee Heon. Ia serakah dan menyembunyikan ambisinya yang tak berujung untuk mendapatkan kekuasaan. Pangeran Jesan (Choi Gwi-Hwa) adalah anggota keluarga kerajaan. Ia adalah musuh politik Raja Lee Heon yang paling kuat.



10. Twelve (Korean Drama KBS2)
Dahulu kala, 12 malaikat zodiak berperang melawan roh jahat untuk melindungi umat manusia. Berkat pengorbanan para malaikat, kekuatan jahat disegel di gerbang Neraka. Kedamaian pun ditemukan. Namun, kejahatan kembali bangkit dan dunia manusia dilanda kekacauan. Melawan sekelompok makhluk jahat, termasuk O-Gwi (Park Hyung-sik), 12 malaikat zodiak, yang dipimpin oleh Tae-San (Ma Dong-Seok), yang melambangkan harimau, memasuki pertempuran epik. 




Daftar Film Korea Selatan dan Jepang tayang bulan Agustus 2025

1. Tokyo MER: Mobile Emergency Room Nankai Mission (Jepang)
Pada tahun 2025, uji coba Nankai MER telah dimulai. Nankai MER (Unit Gawat Darurat Bergerak) berkeliling pulau-pulau di laut selatan dengan feri dan membawa kendaraan khusus NK1 yang dilengkapi ruang operasi. Dokter Kota Kitami (Ryohei Suzuki) dan Perawat Natsume Kuramae (Nanao), keduanya dari Tokyo MER, ditugaskan ke Nankai MER. Suatu hari, letusan besar tiba-tiba terjadi di Pulau Suwanosejima di Kagoshima. Lava panas mengalir ke desa-desa dan bebatuan vulkanik yang beterbangan menghancurkan semua yang dilaluinya. Karena asap dari gunung berapi, penyelamatan dengan helikopter tidak mungkin dilakukan. Dalam situasi genting ini, Nankai MER ditantang untuk menyelamatkan 79 orang yang terdampar di pulau itu.


2. The Ghost Game (Korea Selatan)
Ja-Young (Yeri) dan teman-temannya memutuskan untuk merekam video untuk kontes YouTube berhadiah uang tunai. Mereka berencana merekam video peristiwa supernatural yang dipentaskan yang melibatkan komunikasi dengan arwah, tetapi, saat bersiap merekam di tangki penyimpanan sebuah bangunan terbengkalai, mereka mencoba berbicara langsung dengan arwah atas saran Ja-Young. Keinginan Ja-Young untuk menemukan petunjuk tentang kakak perempuannya yang hilang, yang menghilang sejak kecil, menimbulkan ketakutan yang tak tertahankan.


3. Kinki Chiho no Aru Basho ni Tsuite (Jepang)
Seorang editor majalah okultisme tiba-tiba menghilang. Teman editor yang hilang, penulis okultisme Chihiro Seno (Miho Kanno), mengetahui bahwa tepat sebelum temannya menghilang, ia tampaknya sedang melakukan investigasi dan mengumpulkan informasi tentang kasus-kasus yang belum terpecahkan, artikel tentang fenomena misterius, dan catatan wawancara masa lalu yang belum dipublikasikan. Chihiro Seno mulai mencari keberadaan temannya bersama Yusei Ozawa (Eiji Akaso), rekan kerja editor yang hilang tersebut. Mereka mengetahui bahwa informasi yang dikumpulkannya semuanya berkisar seputar wilayah Kinki.


4. Stella Next to Me (Jepang)
Chiaki Amano (Riko Fukumoto) dan Subaru Hiiragi (Yusei Yagi) adalah sahabat masa kecil dan mereka tinggal bersebelahan. Chiaki Amano adalah siswi SMA biasa. Sejak kecil, ia sudah memiliki perasaan terhadap Subaru Hiiragi. Ia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dan menjaga jarak tertentu darinya, karena Subaru adalah model dan aktor populer. Ia berusaha memperlakukannya seperti teman masa kecil, tetapi jantungnya berdebar kencang setiap kali berada di dekatnya.


5. Exit 8 (Jepang)
Seorang pria (Kazunari Ninomiya) tersesat di lorong bawah tanah stasiun kereta bawah tanah. Ia mencari Pintu Keluar 8 untuk keluar, tetapi lorong itu seakan berputar tanpa henti. Papan informasi bertuliskan "Jangan abaikan anomali apa pun. Jika Anda menemukan anomali, segera putar balik. Jika Anda tidak menemukan anomali apa pun, jangan putar balik. Keluarlah dari Pintu Keluar 8."


6. Love Untangled (Korea Selatan)
Berlatar tahun 1998, Park Se-Ri (Shin Eun-Soo) bersekolah di SMA Busan dan berusia 19 tahun. Ia tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya kepada siapa pun, karena rambutnya yang sangat keriting yang tidak dapat diubah sekeras apa pun ia mencoba. Ia jatuh cinta pada Kim Hyun (Cha Woo-Min), yang kebetulan adalah siswa laki-laki paling populer di sekolah tersebut. Suatu hari, seorang siswa pindahan dari Seoul, bernama Han Yoon-Seok (Gong Myung), tiba di SMA tempat Park Se-Ri bersekolah. Ia berusia 20 tahun, yang setahun lebih tua dari siswa lainnya. Latar belakangnya tidak diketahui oleh teman-teman sekelas barunya, tetapi ia pindah ke Busan setelah menyerah mengikuti ujian masuk universitasnya. Dengan sikap acuh tak acuh, Han Yoon-Seok memperhatikan Park Se-Ri mencoba memenuhi cintanya yang tak berbalas. Sementara itu, Park Se-Ri mencoba mendekati Han Yoon-Seok, yang merupakan satu-satunya solusinya untuk berhasil mengungkapkan perasaannya kepada Kim Hyun. Park Se-Ri juga berteman baik dengan Baek Seong-Rae (Yoon Sang-Hyeon), yang mencoba membantunya dengan rencana pengakuannya, dan Ko In-Jeong (Kang Mi-Na), yang merupakan saingannya dan memberitahunya rahasia memiliki rambut lurus.



Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Daftar Drama Korea dan Film Korea Selatan Tayang Bulan Agustus 2025, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Review Film Wall to Wall dan Realita Toleransi Tinggal di Apartment Korea Selatan

0
 


Campusnesia.co.id - Pada tanggal 1 Juli 2022 Youtuber Jang Hansol membuat video berjudul "Tolerensi antar tetangga di Korea Selatan" yang membahas realita hidup di apartment Korea Selatan di channel youtubenya Korea Reomit.

Seperti kebanyakan orang, Hansol berharap dengan kepindahannya ke apartment yang baru hidupnya bakal lebih nyaman dibanding tempat tinggal sebelumnya yang lebih sederhana. Namun kenyataan berkata lain.

Hal pertama ia dikomplain karena air ac nya netes di balkon tetangga unit bawahnya, beberapa hari kemudian ia diingatkan tetangga yang lain karena berisik saat hendak buang sampah dan sampahnya terjatuh di lantai.

Pernah juga ia mengalami, tetangga unit bawahnya memukul atapnya (lantai bawah apartment Hansol) karena merasa tertanggu dengan suara komputernya dan esok paginya di pintunya ada tempelan notes tetangga kebisingan yang dibuat.

Karena hal tersebut ia sampai harus beli sandal khusus yang meredam langkah kakinya seharga Rp300.000. Dalam upaya menjaga kerukunan Hansol meminta maaf dengan mengirim buah dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi lewat catatan.

Hal seperti ini ternyata tidak dialami oleh Hansol sendiri, saudaranya yang sudah berkeluarga dan punya anak juga mengalami hal yang sama. Bahkan keponakannya yang masih kecil harus jalan jinjit agar tidak dikomplain oleh penghuni unit apartment di bawahnya.

Menurut Hansol dari sisi toleransi bertetangga di Korea Selatan terutama tinggal di apartment sangat berbeda dengan di Indonesia yang lebih bebas. Menurutnya salah satunya penyebabnya adalah kehidupan di Korea Selatan yang keras dan stress tingga, sehingga hal-hal sepele seperti itu bisa memicu ketergangguan dan kemarahan.

Di sisi lain kalau kita berkaca pada fenomena di Indonesia akhir-akhir ini tentang tetangga yang biasa menyetel sound karaoke keras sekali tak kenal waktu atau bahkan pro-kontra Sound Horeg ada baiknya kita belajar pada orang-orang Korea Selatan yang lebih menghargai ketenangan tetangganya. Jangankan sound horeg, langkah kaki yang berlebihan saja sudah dianggap mengganggu kenyamanan tetangga.



Tentang Film Wall to Wall

Oke kita masuk pada sebuah film korea yang baru-baru ini tayang berjudul Wall to Wall dibintangi oleh Kang Hae Nul berkisah pada generasi millenial Korea yang sulit membeli properti rumah tapak dan harus berjuang setengah mati untuk bisa membeli unit apartment.

Bahkan setelah mampu membeli sebuah unit apartment ia tak langsung bisa menikmatinya. Tagihan pemeliharaan yang mahal, harga properti yang justru turun drastis serta dinamika bertetangga yang saling komplain karena kebisingan yang ditimbulkan antar unit.

Karena ini film drama thriller tentu saja ada bumbunya agar menarik untuk ditonton. Namun fenomena yang coba dipotret cukup valid. Setelah saya nonton film ini langsung menuju ke video Jang Hansol di youtube karena pernah menonton sebelumnya dan apa yang digambarkan di film Wall to Wall banyak yang relate.

Ditambah isu seperti korupsi spesiifikasi pembangunan apartment demi hemat dan korupsi sehingga menghasilkan bangunan yang kurang layak berdampak pada kualitas peredaman suara.

Isu dominasi pemilik modal yang ingin memborong unit apartment juga valid, hal serupa sering kita temukan di Indonesia. Pemilik uang membeli banyak unit perumahan baik yang wasta maupun KPR dengan tujuan investasi mengakibatkan harga properti terus menerus naik nyaris mustahil untuk dibeli oleh kalangan menengah ke bawah. 

Para sepekulan ini membeli banyak rumah bukan untuk ditempati tapi sebagai alat investasi dengan tujuan bertambahnya tahun harganya bakal naik dan dapat untung. That why, Millenial dan Gen Z disebut-sebut mustahil mampu membeli rumah, bukan karena kebanyakan jajan kopi kekinian tapi ulah para spekulan properti yang serakah dan tamak.


Sinopsis film Wall to Wall
Noh Woo-Sung (Kang Ha-Neul) adalah seorang pekerja kantoran biasa berusia 30-an. Ia telah berhasil membeli apartemennya sendiri, impian seumur hidupnya. Untuk membeli apartemen tersebut, ia menghabiskan seluruh tabungannya, mengambil pinjaman, dan bahkan memanfaatkan ladang bawang putih milik ibunya. Ia kini kesulitan membayar utang-utang berbunga tinggi tersebut. Keadaan semakin diperparah dengan suara bising yang terus-menerus terdengar dari lantai-lantai tetangga. Akibat kebisingan tersebut, ia terlibat konfrontasi sengit dengan para tetangga. Noh Woo-Sung kemudian bekerja sama dengan tetangganya di lantai atas, Yeong Jin-Ho (Seo Hyun-Woo), untuk mencari sumber suara tersebut. Sementara itu, Jeon Eun-Hwa (Yum Hye-Ran), seorang perwakilan penghuni kompleks apartemen, berusaha menjaga ketenangan di gedung tersebut.

Film Wall to Wall naskah dan sutradaranya oleh Kim Tae-Joon orang yang sama yang menyutradarai film Unlocked yang juga sangat bagus tentang fenomena pembajakan smartphone. 

Buat sobat yang mau nonton film Wall to Wall bisa langsung ke Netflix.



Pemeran film Wall to Wall
Kang Ha-Neul sebagai Noh Woo-Sung (1401)

Seo Hyun-Woo  sebagai  Yeong Jin-Ho (1501)

Yum Hye-Ran  sebagai  Jeon Eun-Hwa

Kim Hyun-Jung   sebagai Ha Joo-Kyung (1301)

Jeon Jin-Oh sebagai Jeon Gwang-Cheol (1301)
Park Sung-Il sebagai Ga Ju-Ho

Yoon Jung-Il sebagai  Lee Sang-Wook (1601) 

Kim Yoon-Jin sebagai Lee Hyun-Jin (1601)

Lee Jong-Goo sebagai Kim Young-Chul (1701)

Na Ho-Sook  sebagai Na Ok-Soon (1701)

Jo Yu-Ra  sebagai Lee Joo-Yeon (1402)


Poster film Wall to Wall



Penulis
Nandar