PMM UMM Kel. 55 Inovasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Untuk Pembuatan Pupuk Organik





Campusnesia.co.id - Kabupaten Malang - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjadi wadah bagi para mahasiswa menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada masyarakat. PMM tersebut memiliki tujuan untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang, Dari kelompok 55 dan gelombang 6 yang beranggotakan 5 orang yang diketuai oleh Niken Syandhia Sasi dan 4 anggota lainnya Marta Ayuda Fransisca, Mohammad Azraqi Kamil Mubarrok, Paramitha, Atsilah Maretha Saiful Putri didampingi oleh dosen pembimbing lapang (DPL) Nur Melizza, S.Kep.,NS..M.Kep. telah berhasil melangsungkan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung Bersama 5 warga desa setempat dan dilaksanakan  pada  tanggal 17 januari s/d 17 februari 2024 di Panti Jompo Kndjh, JL. Sekar Putih, RT 005 / RW 003 Wonokoyo,Kec. Kedung Kandang, Kota Malang Jawa Timur. 

Limbah adalah materi atau zat yang tidak diinginkan, tidak berguna, atau tidak memiliki nilai ekonomis pada saat tertentu bagi pemiliknya, dan oleh karena itu, dibuang secara tidak sengaja atau disengaja. Limbah dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk proses industri, pertanian, rumah tangga, dan aktivitas manusia lainnya. Limbah dapat berupa padat, cair, atau gas, dan dapat memiliki berbagai dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia jika tidak dikelola dengan benar. Manajemen limbah yang baik diperlukan untuk mengurangi dampak negatifnya dan mempromosikan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.

Kegiatan pembuatan pupuk organik.

Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari di rumah tangga. Limbah ini bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk dapur (sisa makanan, kemasan makanan, minyak masak bekas), kamar mandi (air limbah, sampah plastik), aktivitas pembersihan (kertas, kain, botol plastik), dan lain-lain. Limbah rumah tangga dapat berupa limbah organik maupun non-organik, dan perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Pilihan pengelolaan limbah rumah tangga meliputi pengurangan, daur ulang, kompos, dan pupuk organik. Pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga adalah salah satu cara yang efektif untuk mengelola limbah organik dan menghasilkan produk yang berguna bagi pertanian. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga:

• Pengumpulan Limbah Organik
Kumpulkan limbah organik dari dapur, seperti sisa-sisa makanan (sayuran, buah-buahan, sisa nasi, dll.) dan bahan organik lainnya seperti daun kering atau rumput.

• Pemisahan Bahan
Pisahkan limbah organik dari bahan-bahan non-organik seperti plastik, kertas, atau logam. Pastikan hanya bahan organik yang akan digunakan untuk pembuatan pupuk.

• Penghancuran atau Pemotongan
Untuk mempercepat proses dekomposisi, bisa dilakukan penghancuran atau pemotongan bahan organik menjadi potongan kecil. Proses dekomposisi adalah proses alami di mana bahan organik diuraikan menjadi bentuk yang lebih sederhana oleh mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, dan serangga. Proses ini terjadi secara alami dalam lingkungan, termasuk dalam pembuatan kompos.

• Komposisi Campuran
Campurkan bahan organik yang sudah dipisahkan dan dipotong ke dalam tumpukan kompos. Pastikan proporsi karbon dan nitrogen (C/N ratio) dalam kompos tetap seimbang untuk mempercepat proses dekomposisi.

• Pemberian Bahan Tambahan
Bahan tambahan seperti pupuk hijau, rumput segar atau dedaunan, dan bahan pengaktif kompos, seperti bakteri pengurai atau kompos yang sudah jadi, dapat ditambahkan untuk mempercepat proses dekomposisi.

• Pemeliharaan Tumpukan Kompos
Pastikan tumpukan kompos tetap lembab dan terutama hindari kelembaban yang berlebihan atau kekeringan. Aduk atau balik tumpukan secara berkala untuk memastikan sirkulasi udara yang baik.

• Pengujian Kematangan Kompos
Setelah beberapa minggu atau bulan, kompos akan menjadi matang dan siap digunakan. Dapat diuji kematangannya dengan cara mencium aroma tanah humus yang khas dan melihat strukturnya yang hancur.

• Penggunaan Pupuk Kompos
Pupuk kompos yang sudah matang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah di kebun, taman, atau lahan pertanian. Dapat mengaplikasikannya secara langsung ke tanah.
Dengan menggunakan limbah rumah tangga untuk membuat pupuk kompos, Tidak hanya mengurangi jumlah limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas pada tanaman.



Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Silahkan komen guys..
EmoticonEmoticon