Pakan Ternak dari Bagian Tanaman Ketela Singkong Ubi Kayu



Campusnesia.co.id - Singkong, Ubi Kayu atau ketela yang biasa digunakan sebagai bahan pangan dari sekedar digoreng, direbus diolah jadi kue jadi tepung topioka, mocaf dll ternyata juga bisa dijadikan bahan pakan ternak lho.

Ubi kayu, ubi prancis, ubi sampa, ubi kayu, singkong, atau kaspe (Manihot esculenta) adalah perdu tropis dan subtropis tahunan dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Dimasak dengan berbagai cara, singkong banyak digunakan pada berbagai macam masakan. Direbus untuk menggantikan kentang, dan pelengkap masakan. Tepung singkong dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, cocok untuk pengidap alergi gluten.

Singkong adalah nama lokal di kawasan Jawa Barat untuk tanaman ini. Nama "ubi kayu" dan "ketela pohon" dipakai dalam bahasa Melayu secara luas. Nama "ketela" secara etimologi berasal dari kata "castilla" (dibaca "kastilya"), karena tanaman ini dibawa oleh orang Portugis dan Castilla (Spanyol).

Dalam bahasa lokal, bahasa Jawa menyebutnya Telo, bahasa Sangihe bungkahe, bahasa Tolitoli dan Gorontalo kasubi, dan bahasa Sunda sampeu.Sementara dalam bahasa Rejang, tanaman ini dikenal sebagai ubai.

Perdu bisa mencapai hingga 7 meter dengan cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2–3 cm dan panjang 50–80 cm, tergantung dari klon/kultivar. 

Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat meracun bagi manusia.

Umbi dari ubi kayu merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionina.


Bagian Tanaman Ketela Singkong Ubi Kayu yang Bisa digunakan untuk Pakan Ternak 


1. Daun Singkong
Bagian daun pada singkong sudah umum digunakan sebagai pakan ternak, untuk sapi daun singkong segar bisa langsung diberikan. Namun untuk kambing dan domba sebaiknya dijemur terlebih dahulu hingga kering untuk mengurangi kandungan racun pada daun yang bisa menyebabkan kambing dan domba keracunan hingga mengakibatkan kematian.


2. Kulit Batang Ketela 
Bagian selanjutnya adalah batang singkong, namun hanya diambil kulitnya saja. Bisa langsung diberikan untuk sapi dan kambing dalam kondisi segar atau dijemur hingga kering baru diberikan ke ternak untuk menghemat pakan.


3. Pongkol Telo
Pongkol telo atau bagian ujung atas dari singkong juga mulai marak digunakan sebagai alternatif pakan. Pongkol telo masih mengandung sedikit daging singkong. Cara pemberian bisa langsung diberikan ke ternak atau digiling dulu menjadi tepung kasar dan dijeur agar lebih awet saat disimpan.


4. Ampas Telo
Terakhir adalah ampas telo atau sisa dari penggilingan singkong setelah diperas dan diambil patinya. Bisa diberikan ke ternak dalam bentuk basah dicampur dedak atau bekatul dan garam, atau bisa bisa juga diberikan dalam bentuk kering dijemur terlebih dahulu.


Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:
Kalori 121 kal
Air 62,50 gram
Fosfor 40,00 gram
Karbohidrat 34,00 gram
Kalsium 33,00 miligram
Vitamin C 30,00 miligram
Protein 1,20 gram
Besi 0,70 miligram
Lemak 0,30 gram
Vitamin B1 0,01 miligram


Sedangkan daun singkong yang banyak dijadikan sayuran pada masakan Sunda dan masakan Padang memiliki nutrisi sebagia berikut:

Nutrisi Satuan Kadar
Protein gram 6.8
Kalsium mg        165
Fosfor mg         54
Besi         mg         2.0
Vitamin A IU        11000
Vitamin C mg         275


Varietas tanaman singkong
Tanaman singkong disebut manis atau beracun, tergantung kandungan asam hydrocyanic dalam akarnya, yang umum diakui mengandung kurang dari 50 miligram asam hydrocyanic per kilogram bahan segar. Saat ini tersedia 10 varietas ubi kayu di pasaran. Kesepuluh varietas tersebut dikelompokkan menjadi dua, yakni kelompok varietas ubi kayu untuk pangan dan untuk industri.

Varietas untuk pangan adalah
N1 Mekarmanik
Adira 1
Malang 1
Malang 2
Darul Hidayah.


Sedangkan untuk ubi industri adalah
N1 Mekarmanik
Adira 2
Adira 4
Malang 4
Malang 6
UJ 5
UJ 3.


Varietas untuk pangan mempunyai tekstur umbi yang pulen dengan kadar HCN < 50 miligram per kilogram dan mempunyai rasa tidak pahit. Sedangkan ubi jalar untuk industri mempunyai kadar patin atau kadar bahan kering sekitar 0,6 gram per kilogram

Beberapa varietas unggul singkong yang telah dilepas oleh Kementrian Pertanian antara lain Adira 1, Adira 2, Adira 4, Malang 1, Malang 2, Darul Hidayah, Malang 4 maupun Malang 6.

Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa prasejarah di Brasil dan Paraguay, sejak kurang lebih 10 ribu tahun yang lalu. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. 

Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua kultivar M. esculenta dapat dibudidayakan. Walaupun demikian, bukti-bukti arkeologis budidaya singkong justru banyak ditemukan di kebudayaan Indian Maya, tepatnya di Meksiko dan El Salvador.

Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 192 juta ton pada tahun 2004. Nigeria menempati urutan pertama dengan 52,4 juta ton, disusul Brasil dengan 25,4 juta ton. 

Indonesia menempati posisi ketiga dengan 24,1 juta ton, diikuti Thailand dengan 21,9 juta ton (FAO, 2004) Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.



sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_kayu

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Silahkan Komen Guys