Berkenalan dengan dr. Tirta, Dokter Influencer dan Pengusaha Inspiratif

 

 
Campusnesia.co.id -  Salah satu influencer yang sering berbicara tentang Covid-19 adalah seorang pengusaha sekaligus dokter yang bernama dr. Tirta. 

Dalam artikel kali ini, kami akan membahas tentang profil dokter nyentrik yang terkenal berbicara lugas dan tegas, atau dalam bahasa jawa "tanpo tedhing aling-aling"

Biodata dr. Tirta Lengkap

  • Nama Lengkap: Tirta Mandira Hudhi
  • Tanggal Lahir: 30 Juli 1991
  • Nama Panggilan: Cipeng, Tirta
  • Nama Panggung: dr. Tirta
  • Pendidikan: Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
  • Kota Asal: Surakarta
  • Usia: 30 tahun
  • Kebangsaan: Indonesia
  • Agama: Islam
  • Status Perkawinan: Duda
  • Nama Mantan Istri: dr. Medisca Rhoza
  • Nama Anak: Alfa dan Audrio
  • Nama Pacar: Nisa An Nashr
  • Pekerjaan: Dokter, influencer, pebisnis
  • Instagram: @dr.tirta
    Twitter: @tirta_hudhi.
  • Youtube: Tirta PengPengPeng

Kisah Sukses dr. Tirta Pemilik Shoes and Care dari Sepetak Kamar Kos Kini Cabangnya Dimana-mana
 
Awal Berdirinya
Shoes and Care 
Beliau adalah mahasiswa kedokteran di Universitas Gadjah Mada, yang merantau dari Surakarta ke Yogyakarta. Suatu hari, dr. Tirta berhasil mencuci bersih sepatunya  menggunakan sabun cuci sepatu asal Amerika Serikat (AS) yang saya beli di sebuah toko. 
 
Teman-teman pun menitipkan sepatunya untuk saya cuci dengan membayar  ala kadarnya. Sejak saat itu, dr. tirta yang sedang serba kekurangan menganggap itu sebagai peluang bisnis. Maka, dan ia pun menyewa sebuah kamar di tempat kos untuk dijadikan tempat usaha pada tahun 2013.
 
Fasilitas
Shoes and Care 
Selain melayani pembersihan, pewarnaan ulang, unyellowing (menghilangkan warna kuning di sepatu akibat oksidasi), dan reparasi, dr. Tirta juga menawarkan program khusus bagi para wanita, namanya Just For Her. 
 
Treatment ini khusus untuk melayani sepatu wanita, seperti flat shoes, wedges, atau high heels. Kini, Shoes and Care juga melayani   produk tas dan topi.
 
Strategi Promosi
Shoes and Care 
Karena target customernya adalah wanita sebagai pasar potensial, dr. Tirta sengaja membuat promo Female Friday. Tiap hari Jumat, konsumen wanita mendapatkan promo khusus hanya membayar satu pasang sepatu untuk dua pasang sepatu yang dibersihkan. 
 
Strategi pemasaran yang ia terapkan untuk Shoes and Care juga mengandung konsep ‘nol rupiah’. Sebisa mungkin ia menjaga komunikasi yang baik dengan konsumen lewat maintaining media sosial. Mulai dari website, Instagram, hingga Facebook, bisa digunakan secara gratis dan efeknya bekerja dengan baik untuk menarik konsumen.
 
Tantangan
Shoes and Care 
Mengingat nama Shoes and Care makin mengudara, dr. Tirta merasa tantangan terbesar adalah bagaimana memperkokoh bisnis yang telah ia bangun selama ini. 
 
Oleh sebab itulah, ia juga berusaha aktif melakukan ‘jemput bola’ dengan membuka booth di beberapa event, seperti Urban Gigs di Bandung dan Exposure Market di Yogyakarta. Dirinya juga mengadakan kerja sama dengan sejumlah radio untuk membuat Shoes and Care tetap bergaung di tengah menjamurnya bisnis sejenis.
 
Omzet 
Shoes and Care   
Setelah berjalan selama tiga tahun lebih, bisnis yang digelutinya yang awalnya hanya bermodal satu botol sabun cuci,  kini bisa meraup hingga dua hingga tiga miliar per tahun. 
 
Dari 20 outlet, masing-masing bisa melayani 20-30 sepatu dalam satu bulan. Kios Shoes and Care saat ini sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Solo, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Samarinda, Bogor, Medan, dan Palembang.
 
Rencana Pengembangan Bisnis
Shoes and Care 
Ke depannya, dr. Tirta sedang mengusahakan agar Shoes and Care berubah menjadi perusahaan, bukan UKM lagi. Saat ini tantangan terbesar dia dan teman-teman di Shoes and Care adalah memperkuat fondasi yang sudah ada dan meningkatkan sales. Ia pernah  diundang menjadi pembicara acara bisnis ini di Singapura  dan ingin membuktikan bahwa usahanya bisa memiliki daya saing di kelas internasional.


Isnpirasi dari kesuskesan
Bisnis Shoes and Care
 
1. Jangan ragu untuk memulai dan memutuskan sesuatu. 
Ketika usaha sudah berjalan, trial and error sah untuk dilakukan. 
Selain itu, kita harus siap juga dengan segala risiko yang mungkin datang.

2. Sebagai pemilik usaha, jadilah contoh yang baik untuk pegawai, karena Anda adalah panutan mereka. Kalau Anda malas, mereka juga mengikutinya. Sebaliknya, jika Anda bersemangat, mereka akan tertular dan terpacu bekerja dengan baik.
 
3. Banyak orang yang usahanya belum besar, tapi sudah sombong. 
Makanya, jangan terlalu cepat puas dan terlena dengan hasil awal. 
Ketika usaha sudah berjalan, tetaplah fokus untuk mengembangkan bisnis. 
 
 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »