15 Tips Meningkatkan Rating Web Sekolah agar Masuk Halaman Pertama Google dengan SEO Sederhana




Campusnesia.co.id - Di era yang serba digital ini, setiap lembaga dan institusi adalah wajib hukumnya mudah ditemukan di dunia maya. Selain sosial media, website merupakan kebutuhan pokok sebagai perwakilan kantor di dunia internet.
 
Lembaga pendidikan seperti sekolah tentu saja ada di dalamnya, apalagi yang statusnya negeri. Tetapi ada hal yang perlu dipahami, punya website adalah satu hal dan mudah ditemukan dalam kolom pencarian seperti Google, Yahoo dan Bing adalah hal lain.
 
Banyak sekolah yang mengira dengan memiliki website berenkstensi namasekolah.sch.id lalu semua kewajiban gurur, padahal web yang dimiliki sangat sulit ditemukan di Google kalau tidak mengetik alamat lengkap atau klik link yang disebar via whatsapp misalnya.
 
Oleh karena itu, kreatifitas sekolah dan keistiqomahan dalam mengeloka website adalah kunci keberhasilan sebuah situs sekolah, indikator paling gampang adalah muncul di halaman pertama pada mesin pencari dan julah kunjungan harian.
 
Baru-baru ini, kami dari tim Campusnesia diminta untuk berbagi pengalaman mengelola website dan meningkatkan rangking di google oleh SMP N 1 Trangkil kabupaten pati yang baru saja melaunhing website barunya yang bisa diakses di link smpn1trangkil.sch.id.
 
Dalam kesempatan tersebut kami berbagi pengalaman dan melakukan pendampingan cara Meningkatkan Rating Web Sekolah dengan beberapa tips, berikut kami rangkum untuk pembaca campusnesia yang mungkin sedang berusaha meningkatkan visibilitas web sekolahnya juga;

1. Rajin Publish
Penyumbang mudah atau sulitnya sebuah website ditemukan di mesin penari berhubunga erat dengan sering atau jarangnya membuat konten dan publikasi. Semakin banyak tentu potensinya akan semakin besar, selain rajin dari sisi intensitas juga harus dibarengi dengan kualitas, kita akan bahas beberapa ide yang bisa dijadikan bahan konten web sekolah.

2. Artikel Guru
Daripada ngrumpi di jam kosong, bapak ibu guru bisa didorong atau diwajibkan membuat artikel pendek tentang dunia pendidikan dan kegiatan belajar mengajar. Atau jika perlu tidak berkaitan langsung dengan dunia sekolah juga boleh, dengan syarat kontenya masih positif dan memberi dampak positif bagi pembacanya.
 
Tidak usah panjang-panjang, bisa maksimal 300 kata tentu bukan hal yang sulit untuk guru. Dengan kolo artikel dari guru, juga mendorong ide dan gagasan segar lewat tulisan baik untuk kemajuan sekolah maupu kualitas pendidikan secara umum.
 
3. Artikel Siswa
Selain guru, siswa juga bisa diarahkan untuk membuat artikel, apapun temanya boleh asalh tidak mengandung SARA dan tendensius. 
 
Bisa jadi, ide dan gagasan dari para siswa yang notabene adalah generasi kekinian bisa lebih segar untuk kemajuan pendidikan, jangan salah lho.

4. Liputan Media
Kadang dalam moment tertentu sekolah diliput dan dimuat di media, jika itu media online setelah meminta ijin kepada wartawan atau medianya bisa dimuat di web sekolah tentu saja harus melampirkan sumber berupa link hidup. 
 
Cara ini bisa meningkatkan traffic dan branding sekolah, kalau jaman dulu istilahnya klipping media, liputan dari majalan dan koran digunting dan dimasukan dalam album "liputan media" karena sekarang era digital ya tinggal copy paste saja.

5. Kegiatan Sekolah
Konten yang tidak ada habisnya, kergiatan rutin seperti upacara hari senin, ujian semester dll bisa jadi bahan konten.
 
Cukup ditulis dengan format berita 5W+1H sudah bisa jadi bahan posting di web sekolah.

6. Satu event beberapa sudut pandang liputan
Bahkan satu kegiatan bisa dijadikan beberapa konten, misal acara perpisahan, bisa dibuat berita secara umum, berita tentang sambutan kepala sekolah, berita siswa berprestasi dll.
 
7. Apreasiasi Tugas
Web sekolah juga bisa dijadikan sarana apresiasi bagi tugas siswa, misal mata pelajaran bahasa indonesia, guru di kelas memberikan tugas mengarang 3 terbaik selain mendapat nilai 100 juga akan dimuat di web sekolah, tentu  siswa akan senang dan bangga karyanya bisa mejeng di situs sekolah yang dilihat ribuan orang.
 

 
8. Lomba Kepenulisan
Lomba juga bisa mamanfaatkan website sebagai sarana, mulai dari publikasi lomba yang biasanya di adakan saat peeringatan hari tertentu atau class meeting, karya peserta bisa ditampilkan di website, kriteria penilaian terbaik oleh juri yang berkompeten berdasar kualitas tulisan dan bisa juga ditambahkan kategori favorit dengan kriteri paling banyak dibaca, di share dan di like oleh netijen. 
 
Secara tidak langsung cara ini akan membuat peserta juga berusaha menyebarluaskan karyanya agar mendapat banyak eksposure yang tentu saja akan menaikkan jumlah kunjungan ke website sekolah.
 
9. Sambutan Kepala Sekolah
Mungkin dari golongan civitas sekolah guru bisa dikategorikan yang jarang buka website, bisa disiasati dengan cara kretaif, misal sesekali kepala sekolah memberikan arahan atau sambutan dalam bentuk tertulis dan dimuat diweb, linknya disebar lewat grup guru dan karyawan dengan demikian mau tidak mau pasti akan membuka website sekolah he he.

10. Materi Mata Pelajaran
Pelan tapi pasti konsep digital learning pasti akan menggerus konsep belajar konvensional yang mengharuskan guru dan siswa berada dalam ruang kelas untuk belajar.
 
Dengan web sekolah pelan-pelan peralihan ke digital bisa disosialisasikan untuk guru dan murid. Misal dari 100 persen total tatap muuka, Guru diminta membuat materi dalam bentuk tertulis da video 30 persen saja dulu, materi ini selanjutnya di posting di web, lalu pada jadwal mengajar siswa diminta mengakses link materi pelajaran yang dimaksud.
 
Jangan lupa menyediakan kolom komentar untuk siswa yang belum paham pada bagian materi tertentu dan lembar soal atau quiz singkat untuk post test mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang diberikan.
 
Disarankan materi yang dibuat lebih detail dan informatif melengkapi materi yang sudah ada di buku atau LKS agar tidak repetitif dan monoton, kalau cuma copy paste dari buku ajar paket atau LKS ya apa bedanya he he.
 
Kelebihan teknik ini siswa bisa mengulang membaca dan menonto video penjelasan berulang kali jika ada bagian yang belum paham seperti yang sudah dilakukan oleh start up pendidikan seperti ruang guru, zenius, skill akademi dll.

11. Latihan Soal
Ide kreatif lainya untuk konten web sekolah adalah membuat latihan soal, bisa dikaitka dengan materi pelajaran di atas sehingga ada kesinambungannya. 
 
Latihan soal bisa dibuat disertai jawabannya yang nilainya bisa keluar saat selesai mengerjakan, bagus lagi jika disertai pembahasan dengan demikian siswa tahu letak kesalahanya jika tidak mendapat nilai 100.
 
Ide canggih ini bisa dibuat hanya dengan google form, sederhana namun banyak manfaatnya.
 
12. Ulangan
Idealnya memang web sekolah dengan sistem ulangan harus menggunakan teknologi web yang canggih, tanpa mengurangi rasa hormat, proble di sekolah negeri atau kecil belum punya orang yang khusus mengurus website dan teknologi secanggih ini.

Namun jika tak ada rotan akarpun jadi, begitu kata pepatah, dengan teknologi sederhana yang sudah ada hal ini tetap bisa dilakukan.

Soal ulangan bisa dibuat dengan Google form dengan batasan waktu, dan posting web bisa diprotek dengan pasword tertentu yang bisa diberikan oleh guru menjelang ulangan dengan demikian masyarakat umum atau kelas lain tidak bisa melihat dan mengerjakan ulangan.

Oh ya, baik materi pemberlajaran di point 10 maupun soal ulanga di poin 11 jangan lupa selain menambahkan gambar sebagai tumbhnail juga bisa diberikan kata pengantar layaknya guru yang akan memulai membagikan soal ulangan, termasuk tata tertib dan cara mengerjakan agar lebih informatif.


13. Ekskul Mading Siswa
Mading sebagaimana namanya biasanya dipajang di dinding papan pengumuman sekolah, dikerjakan secara terjadwal oleh kelas atau ekskul mading.
 
Di era digital, mading tetap bisa digalakkan sebagai sarana menampung kreatifitas siswa, mengasah keterampilan menulis dan mengajarkan praktik jurnalisme siswa.
 
Hasil tulisan, liputan dan karya siswa dalam mading bisa dipublish di website sekolah dengan meyediakan menu halaman khusus.
 
Selain saraan publikasi, sarana mengasah keterampilan menulis, mading juga bisa jadi sarana apreasiswa untuk para siswa, siapa tahu kelak dari peserta ekskul mading sekolahbakal lahir penulis dan wartawan keren di masa depan.

14. Membentuk Tim Media Humas
Tips terkahir terinspirasi dari apa yang dilakukan oleh SMP N 1 Trangkil Pati, bapak ibu guru membentuk tim media dan humas untuk mengurus website sekolah.
 
Layaknya sebuah media massa ada pimpinan, redaktur, editor, tim liputan dll. Dengan membentuk tim seperti ini kerja-kerja humas akan lebih terstruktur dan rapi, tidak hanya mengandalkan satu atau dua orang saja.
 
Serta terjadi mekanisme saling mengingatkan antar tim satu dengan yang lainnya.

15. Kisah Sukses Alumni
Kisah alumni yang sudah sukses juga bisa dijadikan konten, misalnya tentang perjuangan dulu saat belajar di sekolah, kenangan indah bersama teman dan guru, hal lucu dll.

Selain bertujuan memotivasi para siswa agar berani bermimpi dan memiliki cita-cita yang tinggi, kisah alumni juga bisa jadi ajang pengenalana profesi pekerjaan yang mungkin belum diketahui oleh para siswa.

Bagi sekolah dan guru, alumni bisa jadi networking peluang untuk berbagai program kerjasama dan lowongan kerja pasca sekolah.


Itu tadi sobat campusnesia, sharing kita kali ini tentang  Tips Meningkatkan Rating Web Sekolah agar Masuk Halaman Pertama Google dengan SEO Sederhana.

Jika ada diantara para pembaca yang sudah mencoba, jangan lupa share hasilnya di kolom komentar ya, semoga bermanfaat sampai jumpa.


penulis: Nandar

Baca Juga:
 
 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »