Review Film Dokumenter Zero Days, Kisah Serangan Virus Stuxnet pada Fasilitas Nuklir Iran Cyber War itu Nyata




Campusnesia.co.id - Masih hangat di ingatan kita, beberapa waktu lalu beberapa mantan pimpinan KPK yang sedang konferensi pers penolakan pemecatan pegawai KPK yang tak lulus tes TWK whatsappnya diretas. Setahun lalu aktivis Ravio Patra juga mengalami hal serupa dan tatkala whatsappnya tidak dalam kendali yang bersangkutan, mengirim pesan provokatif ke sejumlah kontak.
 
Jika sobat menganggap dua peristiwa di atas sesuatu yang luar biasa, saya sampaikan itu hanya sebutir debu dalam dunia hacking, dan bagi yang bilang cyber war hanya kisah fiksi ilmiah yang ada di film-film saja, anda wajib terus membaca tulisan saya kali ini.
 
Semalem saya barus saja menyelesaikan nonton film dokumenter di aplikasi Mola tv, berkah dari error saat laga inggris, mola memberikan akses gratis ke konten lainnya.
 
Film dokumenter yang saya maksud berjudul Zero Days, rilis pada 11 Februari 2016 di Berlin dan 8 Juli 2016 untuk amerika. Berdurasi selama 116 menit, Zero Days disutradarai oleh Alex Gibney. Film ini sukses menjadi nominator di Academy Award untuk kategori Best Feature Documentary. Di tahun 2017 dan dianugerahi Peabody Award.

Berkisah tentang penemuan sebuah virus komputer pada akhir tahun 2008 oleh sekelompok peneliti di Symantec perusahaan antivirus. Para peneliti mulai khawatir karena virus yang mereka temukan adalah sesuatu yang baru dan berbahaya, misalnya memuat kode yang 20 kali lebih tebal dari virus pada umumnya dan di dalamnya terdapat kode "zero days" kode yang bisa secara otomatis berfungsi tanpa perintah sang pembuat.
 
Dalam setahun mereka berkisah biasanya hanya menemukan 12 virus dengan kode zero days, namun dalam virus baru ini terdapat hingga 4 kode zero days di dalamnya, untuk mempermudah penelitian dan pencegahan kode virus baru ini dinamai Stuxnet.
 
Keunikan lain dari Stuxnet adalah target spesifik yang diincar, yaitu sebuah alat bernama PLC dengan kode produksi khusus buatan perusahaan Siemens. Alat ini umumnya digunakan dalam sekala industri untuk mengatur otomasi kecepatan, on off, dll. 
 
Ketika para peniliti antivirus di seluruh dunia berkolaborasi memecahkan Stuxnet, mereka mendapati masa inkubasi virus ini selama 13 hari dan akan expired pada tanggal 11 januari 2009. (catat bagian ini karena akan jadi petunjuk penting)
 
Stuxnet di uji coba pada komputer dengan kode sederhana menggunakan mesin PLC dari Siemens untuk memompa balon mainan yang secara otomatis akan berhenti setelah 5 detik agar balon tidak meletus.
 
Ajaibnya dalam ujicoba tersebut sang virus bekerja setelah mengidentifikasi perangkat PLC sesuai direktori yang ditarget, yang terjadi kemudian program yang dijalankan gagal, mesin pompa yang harusnya bekerja hanya 5 detik tidak mau berhenti hingga akhirnya balon meledak, menyadari apa yang mereka temukan para peneliti berkesimpulan virus ini bukan main-main dan membahayakan keselamatan manusia di dunia nyata.
 
Di dunia hacker, setidaknya ada 3 kelompok jenis serangan cyber pertama, hacker tradisional dengan tujuan keuntungan ilegal mendapatkan uang secara mudah dengan cara yang kotor, kedua hacking oleh para aktivis atau dikenal denga hacktivis tujuannya untuk menyampaikan pesan tertentu atau campaign, ketiga dilakukan grup atau negara dengan tujuan intelijen atau sabotase.
 
Dengan banyak fakta di atas, para peneliti berkesimpulan pencipta Stuxnet yang paling mungkin memiliki motif dan sumber pendanaan yang mumpuni jelas adalah kelompok negara, pertanyaanya negara mana pembuatnya dan siapa mana targetnya?
 
Titik terang mulai muncul ketika ditemukan kode expired dalam stuxnet, merujuk pada tanggal 11 januari 2009 tepat 9 hari sebelum presiden Barack Obama dilantik menggantikan pendahulunya George W. Bush.
 
Geopolitik saat itu sedang memanas, Iran mulai agresif mempropagandakan proyek Nuklirnya di bawah presiden Ahmadinejad hal ini membuat Amerika dan sekutunya khawatir jika suatu saat nuklir yang dulunya juga didukung oleh pemerintah Amerika untuk energi dijadikan senjata oleh Iran.
 
Misteri mulai terkuak tatkala kode-kode yang ditarget virus stuxnet ternyata adalah kode produksi alat PLC buatan Siemens dan iran dalam beberapa tahun terakhir banyak membeli jenis alat tersebut untuk proyek pengayaan nuklir mereka.
 
Semua mulai masuk akal, target stuxnet adalah fasilitas pengayaan uranium Iran yang bernama Natanz, alat PLC digunakan untuk menstabilkan alat Sentrifugal pengayaan uranium yang secara teknis berbetuk tabung, di dalamnya terdapat rotor dan tabung berisi uranium, untuk menghasilkan uranium yang diinginkan tabung berputar dengan kecepatan tinggi di frekuensi 1.000 hertz sekitar 63.000 kali dalam semenit dan membutuhkan waktu selama 3 hari.
 
That why masa inkubasi virus ini dibuat 13 hari sejak menginfeksi sebuah komputer, menunggu proses sentrifugal selesai, stuxnet mengacaukan sistem membuat mesin berputar dalam frekuensi 14.000 hertz atau sekitar 80.000 per menit lalu tiba-tiba kecepatannya turun menjadi hanya 2 hertz yang terjadi tabung meledak dan uranium ada di mana-mana. Misi berhasil.
 
Pasca kejadian ini terjadi perundingan dan pembatasan serta pengawasan ketat atas program nuklir iran.
 
Peristiwa ini bukan kisah fiksi ilmiah, terdokumentasi dalam liputan media pada 27 september 2010 BBC.com menulis berita "Virus Stuxnet serang Iran". Serangan kedua ini dianggap ceroboh oleh para peneliti karena banyak meninggalkan jejak.
 
Singkat cerita, diketahui kemudian melalui sumber-sumber yang diwawancarai oleh Alex Gibney dalam film Zero Days ini, virus setuxnet adalah hasil kolaborasi divisi cyber intelejen israel Mossad bernama Unit 8200, CIA, NSA, Inggris dan Komando Cyber Amerika. Versi sumber dari NSA program ini disebut Olympic Games dengan kode operasi "OG".
 
Dalam perjalanannya, kode yang dibuat bersama dicuri oleh Israel dan digunakan secara agresif yang menyebabkan infeksi virus ini ke seluruh dunia secara masif, para peneliti di Symantec lalu melacak hingga infeksi pertama dan diketahui asal mula virus ini disebarkan. Lalu menjadi perbincangan publik dan kontroversi.
 
Rincian detail operasinya juga bocor ke media hingga membuat kejaksaan agung melakukan penyelidikan, diduga orang dalam kemiliteran amerika sengaja membocorkan tentang operasi Stuxnet ini tapi tentu saja pemerintah amerika menyangkalnya.
 
 
Serangan Balik Iran
Detail menarik yang dirangkum dalam film ini menjelang akhir ditampilkan, Iran akhirnya membuat unit Iranian Cyber Army dengan misi pertama membalas serangan AS dan sekutunya dalam peristiwa stuxnet, pada 2012 perusahaan minya Arab Saudi Aramco diserang 30.000 komputer dilumpuhkan dengan menghapus baris kode dan softwarenya.
 
Cnbcindonesia.com menulis "Arab Sebut Iran Dalang Berbagai Serangan Cyber" amerika juga mendapatkan balasan, Sistem komputer perbankan AS diserang transaksi perbankan secara online diblokir dan membuat pemerintah amerika ketar-ketir, seperti tercatat di media Sindonews.com dengan judul "Sistem komputer perbankan AS diserang, Iran jadi tersangka"
 
 
 
Perang Cyber itu Nyata
Pada tahun 2007 franchise film action yang dibintangi Burce Willis Die Hard merilis sekuel ke 4 berjdudul Life Free or Die Hard, antagonis dalam film ini adalah hacker yang melumpuhkan sistem negara dengan serangan cyber dan virus, kala saya menonton film ini dalam benak berfikir ah cuman fiksi, siapa sangka setahun setelahnya muncul peristiwa operasi Olympic Games dengan virus Stuxnet yang terungkap di tahun 2010 seperti kisah di atas.

Seorang mantan anggota NSA yang terlibat dalam operasi proyek cyber war Olympic Games menjelaskan bahwa amerika tidak berhenti sapai di sini saja, kala film tersebut direkam sang narasumber menyampaikan bahwa amerika melalui cyber armynya tengah membuat program baru dengan kode operasi NZ kepanjangan dari Nitro Zeus dengan anggaran ratusan juta dollar yang jauh lebih canggih dari Stuxnet.

Varian baru ini mampu men-sabotase jaringan komunikasi sebuah negara, mengambil alih sumber listrik, sistem transportasi, air dan gas yang tidak hanya menyebabkan kekacauan tapi juga luka dan kematian masyarakat sipil.

Perang dunia ke 3 mungkin tidak akan melibatkan adu jotos, tembak-menembak atau saling membidik dengan tank namun cukup dengan sebuah laptop dan komputer, perang di jaringan internet dunia maya, antar virus yang saling menginfeksi dan sabotase, perang secara online naun berdampak merusak di dunia nyata.


 
Trailer Fil Dokumenter Film Zero Days
 

 
 
Daftar narasumber Film Zero Days
David E. Sanger wartawan tentang cyber war, Emad Kiyaei, Director External Affairs at the American Iranian Council (AIC), Eric Chien (Symantec), Liam O'Murchu (Symantec)
    
Colonel Gary D. Brown, staff judge advocate of the United States Cyber Command, Gary Samore, Chris Inglis, NSA Deputy Director 2006-2014.
    
Amos Yadlin (Mossad), Yossi Melman, Yuval Steinitz (penulis dan jurnalis), Eugene CEO Kaspersky, Vitaly Kamluk, Michael Hayden (CIA), Olli Heinonen (FDD).
 
Ralph Langner, German control system security consultant, Richard A. Clarke, Rolf Mowatt-Larssen, Seán Paul McGurk, Department of Homeland Security Director of Cybersecurity 2008-2011, Sergey Ulasen (Kaspersky Lab Belarus). 
 
 
Link Streaming Film Zero Days sub Indo
Teman-teman yang mau nonton film Zero Days dengan subtitle indonesia secara legal langsung saja melucur ke Mola TV link streaming klik di sini. 
 
 
 
Penulis: Nandar
 
===
Baca Juga:
 
 

 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »