4 Tips Kurangi Stress karena Notifikasi WhatsApp

 



Campusnesia.co.id - Belakangan muncul sebuah fenomena generasi millenial dan gen z yang bertanya cara nonaktifkan sementara aplikasi pesan instan Whatsapp, muncul juga berita mereka banyak beralih ke telpon jadul yang hanya bisa telpon dan sms. 

Usut punya usut, penyebabnya adalah perasaan terganggu oleh notifikasi pesan masuk dari whatsapp. Apa benar se-mengganggu itu? Tanya netijen yang selama ini merasa baik-baik saja dengan pemberitahuan dari WA..klunting.

Pertama, ambang batas toleransi mengganggu dan tidak setiap orang berbeda, jadi hanya karena anda baik-baik saja pada sesuatu tidak bisa jadi standart orang lain pada hal yang sama.

Dalam konteks notif WA saya termasuk yang setuju, pada level tertentu pesan yang datang apalagi di waktu yang tidak tepat masuk kategori mengganggu secara psikologis dan membuat stress.

Agar lebih mudah dipahami, saya akan memberi konteks, saya mengelola sebuah UMKM percetakan Plakat dan Merchandise di kota Semarang bernama Loetju.com. Karena keterbatasan SDM juga merangkap sebagai admin dan pemegang HP hotline toko, sayangnya itu kontak pribadi saya juga.

Alhamdulillah, seiring berjalanya usaha yang semakin dikenal malin banyak juga orderan yang masuk yang tentu aja praktis pertanyaan dan order lewat whatsapp juga naik.

Kami sudah membuat jam kerja, sepekan 6 hari buka jam 13.00-21.00 WIB, walau demikian entah kenapa masih banyak customer yang sekedae bertanya atau hendak memesan lewat WA di luar jam kerja.

Tentu sebenarnya tidak apa-apa, tapi dalam konteks dan mood tertentu, notif WA yang masuk di luar jam kerja, saat hari libur, sedang bersama keluarga atau bahkan saat jam tidur lama-lama bikin stress juga.

Sebuah penelitian baru yang digarap tim dari Nottingham Trent University mengungkap betapa besarnya perhatian yang kita curahkan pada ponsel pintar dapat berdampak buruk. Hasilnya ada 32 persen subjek partisipan penelitian Notifikasi dan pesan yang masuk memicu emosi tertentu. Sentimen-sentimen yang dirasakan para partisipan di antaranya, ketakutan, kegugupan dan rasa jengah. (Vice.com)

Dalam postingan kali ini, saya akan berbagi tips untuk mengurangi stress yang disebabkan notifikasi whatsapp yang sudah saya lakukan, apa saja? Ini daftarnya:


1. Tetapkan Jam Kerja, Jam Belajar dan Me Time
Untuk sobat yang punya usaha, tips dari saya tetapkan jam kerja. Dengan demikian kita tahu kapan waktu untuk bekerja dan melayani chat terkait pekerjaan dan jualan dan mana saat harus mengabaikanya, atau paling tidak slow respon.

Penting juga untuk para customer atau calon pembeli, pahami bahwa tidak semua bisnis dan usaha buka 24 jam, ada yang namanya jam kerja buka tutup, akan lebih bijak jika menghubungi saat jam kerja, atau sabar jika belum dibalas saat di luar jam kerja.

Bagi sobat yang pelajar atau mahasiswa, bisa menetapkan jam belajar, misal senin-jumat jam 07.00-13.00 wib adalah jam belajar, selama jam tersebut abaikan pesan yang masuk jika tidak penting dan mendesak. Bisa ditambahkan jam belajar di malam hari atau matikan HP saat sedang tidur malam.

Me Time ini penting untuk pembaca yang mungkin sebagai ibu rumah tangga atau yang menurut orang tidak sedang belajar atau kerja, bksa dilakukan dengan mematikan gadget saat tidur malam sembari isi daya agar gadget awet.

2. Bisukan Notif WA
Salah satu penyumbang notif beruntun yang konsiten setiap waktu adalah Grup Whatsapp atau dikenal dengan WAG. Seperti yang kita tahu mayoritas obrolan dan notif yang datang dari grup wa tidaklah penting-penting amat.

Jadi biar gak bikin tambah stress jangan lupa, setiap di add grup wa baru, langsung klik icon titik 3 di pojok kanan atas, pilih bisukan notifikasi, lalu pilih "Selalu".

Buat grup WAG yang baca artikel ini jangan baper, gak semua orang nyaman dengan kluntang-klunting dari grup yang isinya cuma "ashiap" "he he he" "wkk..wkk..wkk" atau stiker garing ala bapak-bapak.

Pilih grup wa yang penting-penting saja, keluar saja dari grup wa yang gak jelas aktifitas dan pembahasannya bisa menggunakan alasan klasik "maaf hp saya memorinya terbatas, kebanyakan grup jadi lemot ijin keluar grup ya.." jangan lupa tambahkan emot icon tangan dua tertangkup.

Mute notif dari nomer-nomer tertantu baik perorangan atau nomer lembaga, instansi, toko, usaha yang sering mengirim pesan promo berkala.


3. Selekif dalam memberikan nomer pribadi
Belakangan isu data security sedang mencuat ditengah maraknya kebocoran data dan penyalahgunaan data pribadi orang lain tanpa seijin pemiliknya, sudah banyak yang jadi korban dari yang paling "sederhana" masuknya berbagai penawaran pinjaman online lewat SMS dan WA, atau modus penipuan embel-embel hadiah dll.

Oleh karena itu, opsi selektif dalam memberikan nomer pribadi menjadi penting, jangan sembarangan posting nomer pribadi kecuali buat jualan dan biasakan ijin kepada pemilik nomer jika hendak memberikan nomer teman kepada orang lain demi kenyamanan.


4. Miliki lebih dari satu HP
Cara ini juga akhirnya saya gunakan, saya membedakan mana HP dan nomer untuk usaha dan mana HP dan nomer pribadi.

Nomer pribadi ini hanya sejumlah kecil orang yang tahu, keluarga dan teman dekat. Digunakan untuk urusan pribadi dan keluarga, bermain sosmed pribadi dan hiburan seperti nonton youtube dan streaming film dan drama korea favorit.

Dengan demikian tidak lagi terganggu oleh pesan yang masuk diluar jam kerja tentang pekerjaan dan usaha.


Itu tadi sobat campusnesia, 4 Tips Kurangi Stress karena Notifikasi WhatsApp, sebagai penutup Berusahalah Santai saat membuka HP dengan menarik napas dalam kemudian hembuskan perlahan melalui mulut. Ulangi hingga anda dapat tenang dan nyaman. semoga bermanfaat, sampai jumpa.


penulis: Nandar


Baca Juga:

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »