P P P Menelusuri Budaya Texting yang Menjengkelkan

 



Campusnesia.co.idwaktu menunjukkan tengah malam ketika sedang asyik nonton drakor tiba-tiba muncul notif dari whatsapp, merasa bukan sesuatu yang mendesak, saya mengabaikannya toh ini jam-jam istirahat.

Belum lama kembali fokus nonton, muncul notif berulang, lama-lama jengkel juga, setelah memutiskan membuka pesan yang mendistruct tadi ternyata berisi pesan yang tidak terlalu urgent, yang bikin gak nyaman si pengirim pesan berulang kali mengetik P, P, P dan P.

Selain waktu, yang membuat malas dari pesan tersebut adalah pilihan kata yang digunakan, sudah tidak ada salam pembuka, masih ditambah berulang kali texting P P P, dengan tujuan ingin segera direspon seakan semua orang sedang nganggur seperti dia.

Pembaca pernah mengalaminya?
Jengkel?
Tos dulu..!

Kami coba riset kecil-kecilan dengan mengirim menfes ke twitter @undipmenfess hasilnya hampir 90 persen setuju bahwa kebiasaan texting P P P adalah hal yang tidak sopan dan menjengkelkan. ini dia

Lalu di mana letak kesalahanya? Gap Culture dann Gap Platform mungkin itu istilah yang tepat untuk menggambarkannya. 

Gap Platform
Penggunaan huruf P sebagai pembuka percakapan texting atau permintaan segera membalas pesan lazim digunakan dalam platform BBM (blackberry messenger) aplikasi bawaan dari hp blackberry yang tren di tahun 2010 hingga beberapa tahun kemudian kalah bersaing dengan android.



P adalah shortcut dari fitur Ping, penanda jika pengguna bbm menerima pesan baru kita kenal sebagai notifikasi.

Mereka yang terbiasa dengan culture platform BBM membawanya ke platform lain yang memiliki kebiasaan berbeda seperti Whatsapp misalnya. Ada pepatah mengatakan lain ladang lain belalang-lain lubuk lain ikannya, penggunaan P pada platform selain bbm menjadi hal yang tidak biasa dan cenderung terkesan tidak sopan.

Gap Culture
Jika diperhatikan, mereka yang terbiasa menggunakan P dalam chat adalah generasi millenial dan gen Z. Walau ada juga generasi boomer yang melakukanya.

Bagi saya sendiri yang menghargai percakapan melalui chat sama pentingnya dengan percakapan via suara dan tatap muka, penggunaan P dalam texting adalah hal yang tidak sopan.

Alasan lain, umumnya orang yang memakai P berulang mempunyai tujuan agar pesanya segera dibaca dan dibalas, tapi tahukah anda wahai para pengguna P dalam chat, tidak semua orang sedang dalam kondisi santai kayak di pantai selow kayak di moscow hingga setiap detik harus sigap membalas pesan anda.

Tak ubahnya seperti miscall, kalau tidak mendesak telpon sekali dua kali ya sudah, kirim pesan saja, siapa tahu orang yang anda tuju sedang menuju anda, eh bercanda maksudnya siapa tahu orang yang anda maksud sedang sibuk, sedang diperjalanan atau lagi istirahat. 

Tujuan mengirim pesan agar bisa dibaca dan dibalas ketika sudah senggang.

Fast Respon
Hal penting lainnya yang juga perlu diketahui baik dari pengirim da penerima pesan, kita sampai pada zaman berkomunikasi menjadi sangat mudah dan serba mudah tapi kadang ada hal yang terlupakan yaitu fast respon.

Dalam konteks pelayanan, mungkin fast respon adalah kewajiban, tapi dalam komunikasi sehari-hari apalagi sedang membahas hal yang sensitif, hmm fast respon bukanlah sesuatu yang baik.

Ketika kita menerima dan membaca sebuah pesan, otak dan hati kita butuh waktu untuk mencerna pesan yang dibaca, pesan berupa teks dan emoji sangat mungkin multitafsir berbeda dengan komunikasi langsung melalui tatap muka dimana selain mendengar kata dan kalimat yang diucapkan kita bisa menerka apa maksud lawan bicara dengan memperhatikan intonasi, mikik wajah dan gestur tubuh.

Salah interpretasi bisa menyebabkan salah respon yang berujung pada miss komunikasi atau missleading.

Fast respon keinginan menjadi yang pertama share info yang belum terverifikasi kebenaranya juga menjadi penyumbang sebab maraknya hoax beredar di masyarakat.

Solusinya, saat ada pesan masuk ambil nafas, baca dan pahami dengan baik, baru putuskan kalimat terbaik untuk membalasnya. Demikian juga jika ada boadcast info yang bombastis dan provokatif, verifikasi kebenaranya sebelum ikut menyebarkannya, Istilah populernya berfikir berlapis.

Kecuali jika pesan yang masuk berisi teks Sarangheo, gak usah pikir lama jawab saja I love U to :)

Penulis: Nandar

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »