Penjelasan Ending Drama Korea Sisyphus The Myth 2021

 


Campusnesia.co.id - Setelah kurang lebih 2 bulan kita ditemani drama korea Sisyphus The Myth, malam ini akhirnya berpisah juga dengan episode terakhir yang menyisakan pertanyaan klasik "Kok Bisa Begitu?" "Hah..gimana sih maksudnya?" ya gitu deh drama-drama sekarang apalagi yang tayang di Netflix seolah membuka peluang untuk session selanjutnya atau memang tujuannya membuat penonton berfikir dan menerka-nerka akhirnya.

Sejak episode pertama, drama yang dibintangi oleh  Cho Seung-woo sebagai Han Tae-sul dan Park Shin-hye sebagai Kang Seo-hae sudah menimbulkan banyak pertanyaan terkait dengan tema yang diangkat yaitu seputar science fiction serta penggunaan judulnya yang mengambil dari mitologi yunani.

Melalu artikel kali ini, penulis akan coba berbagi penjelasan ending drama korea Sisyphus The Myth, tentu terbuka ruang diskusi untuk pembaca yang punya penafsiran berbeda, mari kita mulai.

Pertama, kita akan bahas tema yang diangkat yaitu tentang Perjalanan Waktu menggunakan teknologi Teleportasi Kuantum, sudah pernah saya bahas secara terpisah bisa dibaca di sini >> Membedah Teori Teleportasi Kuantum dalam Drama Korea Sisyhus the Myth.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, anggap saja perjalanan waktu ke masa lalu bisa dilakukan bukan berarti tanpa konsekuensi, dalam teori populer ada yang namanya Time Paradoks, sebuah teori yang menjelaskan beberapa kemungkinan yang bakal terjadi jika seseorang melakukan perjalanan ke masa lalu, ada 4 teori populer yaitu:

1.1. Grandfather Paradox
Konsepnya, jika kita melakukan time travel ke masa lalu, lalu membunuh kakek kita yang mana kakek dan nenek kita yang akan melahirkan bapak-ibu kita maka berarti kita di masa depan tidak akan pernah dilahirkan.

Kalau kita tidak pernah dilahirkan di masa depan, apakah kita masih ada di masa lalu yang kita datangi? Bingung? Itulah paradox.


2.2. Predestination Paradox
Singkatnya apa yang harus terjadi ya harus terjadi, jadi meskipun kita melakukan perjalan ke masa lalu untuk mengubah peristiwa di masa depan, tetapi peristiwa tersebut tetap akan terjadi entah bagaimanapun caranya. Teori ini bisa disaksikan dalam bentuk cinema dalam film Predestination.


3.3. Bootstrap Paradox
Ini agak membingungkan dan tidak jelas, namanya juga paradoks ya, teori ini menjelaskan misal kita di masa sekarang tahu teori relativitas temuan Einstein, lalu kita ke masa lalu menemui Einstein yang belum tahu tentang teori relativitas dan memberitahunya, pertanyaanya sebenarnya siapa nih yang menemukan teori relativitas? Hayo?


4.4. Butterfly Effect Paradox
Teori ini menjelaskan bahwa perjalanan waktu, interaksi kita di masa lalu yang didatangi akan berdampak pada masa depan.


Sejak episode pertama, premis yang coba dihadirkan untuk penonton adalah Grandfather  Paradox, Seo Hae datang ke masa lalu dengan tujuan intervesinya terhadap orang-orang di masa lalu akan mengubah masa depan.


Lalu, scene-scene yang menunjukkan Seo Hae dan orang-orang dari masa depan kadang-kadang menjadi transparan seakan hendak menghilang bisa dimasukan dalam teori Butterfly Effect Paradox, perubahan pada masa lalu akan mengubah masa depan, di mana mereka yang datang dari masa depan, jika masa depan berubah maka eksistensinya akan hilang. 

 
Selain teori bahwa mesin teleportasi buatan Han Tae Sul menggunakan teori pengurai subjek pada level sub atomic artinya jika jika terurai pada level partikel terkecil bisa saja sebuah objek akan terlihat perlahan transparan, menghilang karea partikel penyusunnya terurai, akan kemana partikelnya? melayang-layang pada ruang dan waktu level Kuantum seperti kita lihat di film Ant Man.


Tapi sepertinya sang penulis naskah dan sutradara drama ini tidak ingin karyanya berjalan dan berakhir begitu saja sehingga mudah ditebak penontonnya, makanya mereka memilih judul Sisyphus



Sebuah referensi dari mitologi yunani. Dalam mitologi Yunani, Sisifos (Σίσυφος) adalah anak dari Aiolos dan Enarete. Sisifos adalah suami Merope dan merupakan pendiri sekaligus raja Efira, Korintus. Menurut beberapa sumber lain, Sisifos adalah ayah Odisseus dari hubungannya dengan Antiklea.

Di Tartaros, Sisifos dihukum untuk mengangkat batu besar ke atas bukit. Setelah sampai di atas, batu tersebut akan menggelinding kembali ke bawah dan Sisifos harus mengangkatnya lagi dan lagi.

Sudah paham sampai sini?
Poinnya adalah kejadian atau peristiwa yang berulang Time Looping. Kalau temen-teman flash back ke belakang, motivasi Seo Hae untuk datang ke masa lalu adalah karena sebuah buku harian yang ia temukan di sebuah makam saat sedang berburu.

Buku tersebut berisi catatan bahwa ia harus melakukan perjalanan waktu ke masa lalu, bertemu dengan Han Tae Sul untuk menyelamatkan dia dan dunia. Pemilik buku tersebut tidak lain adalah Seo Hae dari masa yang lebih depan, sudah pernah saya bahas dalam review per episode bahwa menurut saya setidaknya ada 3 lini masa yang eksis di drama ini, masa paling depan, masa depan seo hae 2032 dan masa lalu (masa sekarang) 2020.

Han Tae Sul setelah membuka kotak pandora waktu juga secara tersirat sudah mengatakan bahwa ia kini sudah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, maka kita melihat bagaimana ia coba mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan. 

Mengurung Seo Hae di Bunker, menemui Jae Sun, mr. Park, ayah seo he dll untuk memastikan perang tidak terjadi. 

Cara yang menarik dilakukan yaitu menemui Seo Won Ju atau Sigma masa lalu (2020) saat sedang melarikan diri dan merasa dimusuhi seluruh dunia. Ini adalah momen di mana ia sangat membenci Han Tae Sul dan benih-benih semua niat jahat dimulai hingga membentuk karakter Sigma di Masa depan.

Dengan memberi perlakuan berbeda terhadap Sigma versi masa lalu (2020), hilanglah semua niat jahatnya sehinga perang tidak terjadi yang artinya eksistensi Sigma versi jahat di masa depan tidak terjadi. Sigma versi jahat yang kita lihat selama ini hilang, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali sigma di masa depan, hanya berubah saja karakternya.

Sampai di sini Han Tae Sul dan Seo Hae menang!

Hingga muncul Eddie Kim yang menembak Seo Hae, memaksa Tae Sul merampungkan kode mesin pengunggah, sampai di sini, coba pembaca ingat-ingat atau scroll lagi ke atas tentang teori Time Pardoks tadi serta hubungannya dengan judul yang mengambil mitologi dari yunani.

Yess!
Predestination Paradoks, itulah kesimpulan saya tentang ending drama korea Sisyphus The Myth. 

Kunci dari Predestination Pardoks adalah seberapa keras apapun usaha seseorang yang datang ke masa lalu untuk masa depan, seperti lagunya Peterpan "Apa yang Terjadi..terjadilah" hasil akhirnya kejadiannya akan tetap sama walau alur peristiwanya berbeda versi, dalam bahasa yang lebih mudah dipahami ini disebut "Takdir" atau Destiny.

Teori time pardoks yang satu ini, sangat apik dijelaskan dalam film berjudul "Predestination" yang disutradari oleh Michael Spierig dan Peter Spierig rilis pada tahun 2014. Film yang diperankan oleh Ethan Hawke ini memiliki premis yang hampir sama dengan Drama Sisyphus The Myth, seorang agen khusus dari masa depan datang ke masa lalu untuk mencegah dan membunuh teroris yang di masa depan agar membunuh banyak orang dengan aksi teror bom.

Orang yang ditemui di masa lalu yang kemudian direkrut menjadi agen juga ternyata dalah dirinya sendiri di masa lalu, dan seterusnya dan seterusnya yang tidak ada akhirnya karena berputar terus menerus tanpa henti, mirip dengan mitologi yunani Sisyphus tadi kan? ia mendorong batu ke puncak bukit, batunya menggelinding ke bawah, di dorong lagi, turun ke bawah, dorong lagi terus aja sampe Atta Aurel punya anak 15...he he becanda.

Terdengar klise tapi ya begitulah teorinya, secara tidak langsung dalam teori ini kita harus mengakui sepandai apapun manusia mencoba mensiasati sesuatu tetap ada kendali yang jauh luar biasa di luar kemampuan kendali manusia, dalam kontek agama kita sebut sebagai kekuatan Tuhan.

Untuk pertanyaan scene terakhir di mana Tae Sul bangun di pesawat (peristiwa yang sama di episode 1) dengan Seo Hae berada di sampingnya, menurut saya ada 2 alternatif jawaban. Time Looping waktu berulang lagi namun kini Seo Hae bertemu dengan Tae Sul lebih awal, seperti pesannya saat menjelang ajalnya agar seo hae menemuinya lebih awal. Kedua, bisa jadi hanya halusinasi tae sul, pendapat ini didukung dengan tae sul yang hendak mengkonsusi obat depresinya.

Ngoong-ngomong tentang film dengan tema pengulangan waktu Time Looping, saya punya 2 rekomendasi film yang bisa ditonton yaitu Edge of Tomorrow rilis tahun 2014 yang dintangi oleh Tom Cruise berkisah invasi manusia melawan Alien. Satu lagi film asal indonesia yang baru rilis tahun 2020 kemarin, dibintangi oleh Vino G Bastian berjudul Sabar ini Ujian (reviewnya bisa dibaca di sini).
 
 
Dari dua film yang saya sebutkan di atas, Sisyphus The Myth bisa selesai dengan dua alternatif, Han Tae Sul dan Seo Hae bisa menang setelah sekian kali percobaan mengulang peristiwa yang sama melawan Sigma atau siapapun Musuh yang punya tujuan menghancurkan dunia dengan mengingat setiap detail dan potensi pergerakan musuh seperti film Edge of Tomorrow.
 
Atau bisa juga diselesaikan dengan cara seperti film Sabar ini Ujian, Han Tae Sul dan Seo Hae..akui saja takdir memang harus terjadi bagaimanapun caranya, terima itu dan jalani time line takdir masing-masing atau dalam bahasa yang sederhana Move On. 

Oh ya ada yang tanya tentang dari mana Seo Won Ju alias Sigma mendapatkan buku catatan tentang Seo Hae, mr park, bing-bing dll, terima kasih untuk sobat Twitter Campusnesia yang memberikan alternatif jawaban, buku catatan tersebut bisa saja didapat Sigma secara tidak sengaja dari Jaket ayah Seo Hae yang seorang polisi detektif. Kita ada scene ayah seo hae diminta tae sul mencari dan menemukan seo won ju atau sigma versi 2020 di sebuah tempat dengan keadaan shock, di situ ayah seo hae memberikan jaketnya dan merubah masa depan karena perasaan sigma berubah setidaknya jadi tidak punya niat jahat yang menciptakan eksistensi karekter Sigma masa depan yang jahat.

penulis:
Nandar

**Suka dengan konten-konten Campusnesia
yuk support kita agar terus berkarya di Trakteer.id 
mulai dari 1 Cendol saja.
Dukungan kalian sangat berarti bagi kami :) 
klik banner di bawah ini.

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »