Memahami Istilah Perusahaan Cangkang dalam Drama Vincenzo dan Skandal Panama Papers

 



Campusnesia.co.id - Akhirnya setelah menikmati komedi aksi dalam drama baru Song Jong Ki, ketemu juga dengan istilah yang menggelitik rasa penasaran hingga harus mencari informasi lebih lanjut tentang istilah tersebut.

Hikmahnya, seperti dalam drama The King Eternal Monarch, Sisyphus The Myth dan Mouse jadi belajar hal baru.

Ada istilah menarik yang dihadirkan dalam episode 13 dan 14 kali ini, yaitu tentang cara Babel grup mencuci uang hasil bisnis haramnya serta cara mereka menghindari setoran pajak ke pemerintah yaitu dengan membuat Perusahaan Cangkang, ini menarik karena bukan hanya sebuah istilah dalam drama namun dalam dunia nyata memang benar adanya, mafia, koruptor dan para pengemplang pajak tidak sedikit menggunakan cara ini.

Apa itu Perusahaan Cangkang?

Dari WikipediaPerusahaan Cangkang (bahasa Inggris: shell corporation) adalah perusahaan yang hanya ada di atas kertas dan tidak memiliki kantor ataupun karyawan, tetapi perusahaan semacam ini memiliki rekening bank atau investasi pasif atau menjadi pemilik aset tertentu (seperti kekayaan intelektual atau kapal). Perusahaan cangkang mungkin terdaftar di alamat perusahaan yang menyediakan jasa pendirian perusahaan cangkang. Perusahaan ini sering digunakan untuk mengemplang pajak dan mencuci uang.


Panama Papers
Terkait hal ini, tahun 2015-2016 lalu heboh dengan skandal Panama Papers yaitu kumpulan 11,5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh penyedia jasa perusahaan asal Panama, Mossack Fonseca. 

Dokumen ini berisi informasi rinci mengenai lebih dari 214.000 perusahaan luar negeri, termasuk identitas pemegang saham dan direkturnya. 

Dokumen tersebut mencantumkan nama pemimpin lima negara yaitu Argentina, Islandia, Arab Saudi, Ukraina, dan Uni Emirat Arab serta pejabat pemerintahan, kerabat dekat, dan teman dekat sejumlah kepala pemerintahan sekitar 40 negara lainnya, termasuk Brasil, Tiongkok, Prancis, India, Malaysia, Meksiko, Malta, Pakistan, Rusia, Afrika Selatan, Spanyol, Suriah, dan Britania Raya. 

Rentang waktu dokumen ini dapat ditelusuri hingga tahun 1970-an. Dokumen berukuran 2,6 terabita ini diberikan oleh seorang sumber anonim kepada Süddeutsche Zeitung pada bulan Agustus 2015 dan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). 

Dokumen bocoran ini kemudian disebarkan kepada dan dianalisis oleh kurang lebih 400 wartawan di 107 organisasi media di lebih dari 80 negara. Laporan berita pertama berdasarkan dokumen ini bersama 149 berkas dokumennya[6] diterbitkan pada tanggal 3 April 2016. Daftar lengkap perusahaan yang terlibat akan dirilis pada awal Mei 2016. (sumber: Wikipedia).


Ada orang Indonesia di Panama Papers
Nama-nama pejabat dan pengusaha di Indonesia pun terus bermunculan. Seperti dikutip dari Tempo, ada pemilik group Lippo James Riady dan John Riady yang mendirikan Golden Walk Enterprise Ltd dan Phoenix Pacific Enterprise Ltd di British Virgin Islands. Ada juga Franciscus Welirang salah satu Direktur Indofood Sukses Makmur tercatat sebagai salah satu klien Mossack Foncesa.

Selain itu ada juga nama Sandiaga Uno, pebisnis terkemuka yang mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, tercatat memiliki 3 perusahaan offshore di British Virgin Islands. Sandiaga memiliki Aldia Enterprises Ltd, Attica Finance Ltd, dan Ocean Blue Global Holdings Ltd.

Ada juga nama-nama yang selama ini memang dicari penegak hukum, yaitu pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid dan pengusaha properti Djoko S. Tjandra.

Selain nama-nama yang resmi dirilis oleh tim ICIJ di Indonesia itu, beberapa media juga menerbitkan daftar panjang berisi 2.961 nama orang-orang Indonesia yang dikatakan terlibat dalam Panama Papers.

Tapi ya gitu, sampai sekarang masih belum jelas kelanjutannya, untuk detail dan informasi lebih lanjut tentang Panama Papers bisa dibaca di sumber media berikut ini Tempo.co , Wikipedia.org dan Kontan.co.id.


Memahami Istilah-Istilah Kunci dalam Panama Papers

1. Investasi Offshore (Offshore Investing) 
Strategi investasi oleh investor atau pemilik perusahaan di luar negaranya untuk merestrukturisasi kepemilikan aset maupun diversifikasi investasi. 

Biasanya investasi ditanam di negara-negara yang ramah pajak seperti pengurangan tarif hingga penghapusan jenis pajak tertentu.

2. Perusahaan Cangkang (Shell Companies) 
Perusahaan cangkang umumnya tak punya aktivitas bisnis atau nilai aset signifikan. Meski pendiriannya sering terkait aktivitas ilegal, tetapi ada juga yang didirikan secara legal, biasanya untuk menghimpun dana bagi perusahaan induk. 

Misalnya, perusahaan dengan aktivitas bisnis di luar negeri akan mendirikan perusahaan cangkang demi mempermudah legalisasi kegiatannya. Selain itu, perusahaan rintisan (start-up) dapat membangun perusahaan cangkang untuk mengumpulkan investasi. 

Di sisi lain, perusahaan cangkang sering pula dipakai sebagai sarana penghindaran pajak ilegal hingga praktik pencucian uang.

3. Surga Pajak atau Suaka Pajak (Tax Havens) 
Skema penawaran pajak rendah oleh sebuah negara kepada individu atau perusahaan asing, dengan privilese protektif bahwa informasi individu/perusahaan asing tersebut tak akan dibuka kepada otoritas pajak asing. 

Mengingat praktik ini sangat terselubung, sebuah panduan untuk menyingkap aktivitas suaka pajak bisa dikenali lewat: 1) tarif pajak rendah atau tidak ada pajak; 2) minimnya pertukaran informasi; 3) rendahnya transparansi; dan 4) tak ada aktivitas penting yang mendukung operasional individu/perusahaan bersangkutan.

5. Penggelapan Pajak (Tax Evasion) 
Praktik ilegal oleh wajib pajak untuk mengurangi bahkan menghilangkan beban pajak. Para wajib pajak secara sengaja menyembunyikan data dari otoritas pajak. 

6. Bad Debtor 
Debitur tak punya kemampuan finansial untuk membayar pinjamannya; satu sinyal bahwa si debitur mengalami kebangkrutan.

7. Panama Papers 
Publikasi mengenai aktivitas Mossack Fonseca, firma hukum berbasis di Panama, yang menghimpun perusahaan cangkang sejak 1977 hingga 2015. 

Informasi soal kegiatan memarkir keuangan demi menghindari pajak ini dibuka oleh ICIJ pada awal April 2016, memuat lebih dari 210 ribu perusahaan di 21 negara suaka pajak. 

Disebut Panama Papers karena lokasi dari firma hukum Mossack Fonseca berada di Panama City. 

8. Paradise Papers 
Investigasi global yang menyingkap praktik surga pajak oleh sejumlah tokoh dan perusahaan terkuat dunia. 

Bersama 95 media, ICIJ menganalisis 13,4 juta dokumen, sebagian besarnya dari aktivitas Appleby, sebuah firma hukum berbasis di Bermuda, sebuah negara suaka pajak. Selain dari Appleby, Paradise Papers menyertakan dokumen dari Asiaciti Trust Singapore Pte Ltd.

9. Appleby Firma 
hukum yang didirikan Major Reginald Appleby pada 1890-an di Bermuda. Major Reginald Appleby adalah salah satu tentara yang bergabung dengan Pasukan Bersenjata Relawan Bermuda, bagian dari para milisi untuk Inggris Raya selama Perang Dunia I. 

Appleby memiliki 470 pekerja, termasuk 60 rekanan. Selain di Bermuda, Appleby memiliki kantor utama di British Virgin Islands, Cayman Islands, Guernsey, the Isle of Man, Jersey, Mauritius, Seychelles, Hong Kong, dan Shanghai. 

10. Asiaciti 
Asiaciti Trust adalah perusahaan internasional yang melayani "trust and advisory services" ke banyak korporasi dunia. Asiaciti Trust didirikan pada 1978 oleh Graeme W. Briggs. Perusahaan ini berkantor pusat di Singapura dan memiliki kantor operasi lain di Hong Kong, Kepulauan Cook, Dubai, Nevis, Selandia Baru, Panama, dan Samoa.

11. Offshore Leaks 
Sebutan untuk laporan ICIJ terhadap 130.000 rekening luar negeri pada April 2013, menyangkut 2,5 juta lebih aset dari perusahaan cangkang dari 170 negara dan wilayah di seluruh dunia. Sekalipun praktik perusahaan offshore normal dalam bisnis internasional, tetapi kolaborasi investigasi ini memberi sentimen terhadap pajak internasional. 

12. Luxembourg Leaks 
Sebutan laporan investigatif ICIJ terhadap skandal keuangan yang dipublikasikan pada November 2014. Berbasis informasi rahasia tentang keputusan pajak Luksemburg yang ditetapkan oleh PwC, kantor jasa terbesar berbasis di London, antara 2002 sampai 2010 untuk keuntungan kliennya: lebih dari tiga ratus perusahaan multinasional yang berbasis di Luksemburg.

13. Swiss Leaks 
Sebutan bagi laporan kolaborasi ICIJ mengenai skema penghindaran pajak raksasa di anak perusahaan HSBC di Swiss, HSBC Private Bank (Suisse), atas sepengetahuan dan dorongan dari induk HSBC di Inggris. Ia menyingkap sekitar 180,6 miliar Euro yang tertanam di rekening HSBC Jenewa oleh 100.000-an klien dan 20.000-an perusahaan offshore antara November 2006 - Maret 2007.

Baca selengkapnya di artikel "Memahami Istilah-Istilah Kunci dalam Panama dan Paradise Papers"Tirto.id


Pengemplangan Pajak dan Panama Papers dalam Film
Pada tahun 2019, ada sebuah film komedi-drama biografi Amerika Serikat berjudul The Laundromat yang disutradari oleh Steven Soderbergh. 

Film ini dibintangi oleh Meryl Streep, Gary Oldman, Antonio Banderas, Jeffrey Wright, David Schwimmer, Matthias Schoenaerts, James Cromwell, dan Sharon Stone. Berdasarkan pada skandal Panama Papers dan ditayangkan di Netflix.

Sinopsisnya, sebuah perjalanan yang tidak terduga membawa Ellen Martin dalam sebuah investigasi kebijakan asuransi palsu pada sebuah perusahaan. 

Dalam investigasi tersebut terbongkar 11.5 juta dokumen secara detail fakta yang membuktikan kecurangan dalam “permainan” uang dan pajak untuk kepemilikan properti di pasar Inggris.



Penulis: Mumun

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »