Detail dan Review Drama Korea Mouse Episode 1-16

 





Campusnesia.co.id -- Satu lagi drama korea yang tengah hadir mengisi bulan Maret 2021, Mouse menjadi drama comeback Lee Sung Gi setelah Vagabond (2019). Memiliki sederet pemain berbakat, drama misteri pembunuhan ini menyuguhkan sisi yang berbeda dari drama pembunuhan berantai biasanya.


Pemain Resmi Drama Korea Mouse

Lee Seung Gi sebagai Jeung Ba Reum

Lee Hee Jun sebagai Go Moo Chi

Park Ju Hyun sebagai Oh Bong Yi

Kyung Soo Jin sebagai Choi Hong Joo

Ahn Jae Wook sebagai Han Seo Joon

Kim Kang Hoon sebagai Jae Hoon

kwon hwa woon sebagai Sung Yo Han anak Head Hunter


Poster Resmi Drama Korea Mouse



Trailer Resmi Drama Korea Mouse



Review Drama Korea Mouse Episode 1

Episode 1 Mouse tayang dengan rating 19+ untuk menampilkan secara menyeluruh pesan drama ini yang tak bisa lepas dari beberapa adegan pembunuhan sadis. Pada 25 tahun yang lalu, terjadi pembunuhan dengan metode dan pesan yang ditinggalkan sama oleh pembunuh, yang membuat kasus ini diyakini adalah pembunuhan berantai oleh seorag psikopat. Telah ada 17 korban tewas, namun pelaku tak kunjung ditemukan. Hingga presiden memberi perhatian khusus pada penyelidikan.

Daniel Lee, seorang dokter yang tinggal di luar negeri pun dipanggil ke Korea untuk menyampaikan tentang penelitian yang telah ia lakukan tentang DNA psikopat. Drama Mouse ini menunjukkan dunia yang memiliki kemampuan untuk menganalisa gen psikopat melalui uji DNA, dengan 99% kemungkinan benar. Dimana janin-pun dapat dianalis, sehingga muncul perdebatan untuk mengeluarkan UU pengguguran janin yang memiliki kecocokan DNA psikopat, namun UU ini ditolak karena melanggar hak asasi manusia. Begitupun yang terjadi di Korea.

Daniel Lee kemudian mengunjungi seorang teman, Han Seo Joon yang memili istri hamil tua. Keluarga ini tampak begitu bahagia. Daniel bersyukur temannya dapat berbahagia setelah melewati masa sulit pada 7 tahun yang lalu. Mereka sedikit berbicara mengenai gen psikopat, yang nampak mengerikan jika terjadi pada sang istri, Seo Joon nampak menanggapi dengan ringan. Malam itupun berlalu, Seo Joon mengantar temannya ke hotel.

Sementara di tempat lain, sebuah keluarga yang akan berkemah di hutan menjadi korban pembunuhan. Setelah melalui adegan tragis akhirnya pembunuh melarikan diri karena polisi tiba di TKP. Syukurnya si anak bungsu selamat, dan melihat wajah pelaku. Anak itu tiba-tiba histeris setelah melihat poster dokter Seo Joon. Polisi akhirnya menangkap Seo Joon di rumahnya, dan karena sang anak kecil tadi, polisi menemukan potongan mayat korban.

Seo Joon awalnya akan dibebaskan karena kurang bukti, namun sang istri membantah pengakuannya dengan bukti foto polaroid saat sang suami membuat manusia salju di halaman rumah, dimana manusia salju tersebut ternyata untuk menyembunyikan potongan mayat korban. Wajah asli Seo Joon pun terungkap, dan benar ia lah pembunuh berantai dengan total 20 korban sampai saat itu.

Review Drama Korea Mouse Episode 2
Setting waktu sudah kembali ke masa sekarang, Go Moo Chi anak kecil yang selamat dari pembunuhan Seo Joon yang menewaskan ayah dan ibunya menjadi polisi yang menangani kasus pembunuhan berantai juga.

Karakter Jeung Ba Reum yang diperankan oleh Lee Seung Gi mulai diperlihatkan, seorang polisi yang baik hati dan tidak tahan terhadap kekerasan.

Hingga episode 2 digambarkan bahwa setelah kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh dokter Seo Joon dengan julukan Head Hunter, kembali terjadi kasus pembunuhan serupa. Patut diduga pelakunya adalah anak dari Seo Jon dan mengkonfirmasi terori bahwa gen Psikopat dapat diwariskan. Kesimpulan ini penulis dasarkan pada episode 1 di mana seorang anak kecil bernama Jae-Hoon membunuh ayahnya sendiri dan saat diperiksa dengan lie detector konsisten jawabanya.

Atau bisa saja salah, pembunuh berantai era Moo Chi adalah benar versi dewasa anak bernama Jae Hoon, namun bukanlah anak dari Seo Joon.

Dari informasi di situs Asianwiki, yang masuk Han Seo-Joon's Group adalah Sung Yo-Han, yang kini adalah dokter bedah syaraf. 

Misterinya, siapakah pembunuh berantai yang baru ini? Jae Hoon atau Sung Yo Han?


Review Drama Korea Mouse Episode 3
Fix pembunuh berantai masa kini dalah dokter Sung Yo-Han.


Review Drama Korea Mouse Episode 4
Sampai detik terakhir episode 4 penonton masih dibuat yakin pembunuh berantai adalah Sung Yo Han, anak Jae Han Seo Joon, hingga akhirnya ada scene orang dengan kruk masuk ke ruang penyekapan anak yang hilang yang membuat spekulasi apakah mungkin polisi 
Jeung Ba Reum adalah pelaku pembunuhan berantai dan psikopat juga?

Atau mungkin ada 2 pembunuh berantai yang berkeliaran?

Atau mungkin ini hanya scene untuk mengecoh penonton? karena drama ini sudah terbukti alurnya maju mundur. Bisa jadi scene Jeung Ba Reum masuk kamar tempat anak disekap adalah peristiwa saat penculik terungkap yang dugaan saya masih sama tersangkanya yaitu dokter Sung Yo Han.


Review Drama Korea Mouse Episode 5
Setelah melalui pemikiran panjang mengenai kesamaan para korban, akhirnya Go Moo Chi menemukan jawaban yang bahkan tak bisa diterima akal sehat. Si Psikopat yang akhirnya 
dengan santai membenarkan jawaban, para korban yang tidak serakah dan mampu menahan emosi dan nafsu mereka menjadi sebuah dosa yang harus dimusnahkan bagi si pembunuh.

Pada akhirnya sang psikopat justru menawan kakak detektif Go. Sang kakak yang meski dihadapkan pada maut  tak memiliki amarah dan memaafkan kesalahan Han Seo Joon, akhirnya dibunuhan dengan keji.
 

Review Drama Korea Mouse Episode 6
Dokter Yo Han sudah pasti adalah sang pembunuh berantai, di rumah sakit ia terus mengawasi Bong Yi setelah terlibat dengannya di gereja. Video Kim Han Kook yang ditawan terus dikirim ke media. Pembunuh ini kembali memanggil detektif Go, yang sebelumnya begitu terpuruk atas kematian sang kakak akhirnya kembali bangkit untuk menangkap sang pembunuh yang belum mereka ketahui pasti identiasnya.

Namun akhirnya potongan-potongan petunjuk terkumpul, di episode 6 ini kebenaran identitas Yo Han terungkap, ia yang mengubah nama dan tinggal dengan ibunya yang merupakan istri Han Seo Joon langsung memberi titik terang pada detektif Go.

Yo Han menuju rumah Ba Reum, namun disana hanya ada Bong Yi, sedangkan Ba Reum menggeledah rumah Yo Han dan menemukan fotonya yang tertempel di dinding. Bukankah hal ini menjelaskan kalau Yo Han sebenearnya tengah mengawasi Ba Reum? Jika kemabali ke ending episode 2, kita tahu kalau Yo Han penasaran dengan keadaan anak yang juga memiliki gen spikopat sama dengan dirinya.

Adegan terakhir episode ini yang begitu mengejutkan, kembali memunculkan teori tentang identitas Ba Reum. Apakah Ba Reum sebenarnya juga psikopat dan merupakan anak yang Yo Han cari? Atau ini juga merupakan adegan pengecoh? 

Review Drama Korea Mouse Episode 7
Terkonfirmasi Ba Reum adalah anak berjaket kuning yang memasukan seekor tikus di kandang ular. (akan saya ralat di review episode 8)

Pasca semua peristiwa di episode 6 Yo Han meninggal, Ba Reum kembali sadar namun mengalami lupa ingatan parsial akibat hantaman palu yo han. Butuh waktu bagi Ba Reum untuk mengembalikan kepingan ingatannya.

Hantaman benda tumpul yang ia alami nampaknya juga mengaktifkan sel otak pembawa sifat genius atau bisa jadi psikopat. Terlihat dari bagaimana ia memperlakukan burung di kamar rumah sakitnya. Perasaannya saat melihat mayat dan firasat terhadapt peristiwa pembunuhan baru yang dalam episode 7 sudah ada 2 korban.

Mo Chi yang dipindah tugaskan ke bagian barang bukti setelah peristiwa kematian yo han akibat tembakannya, tak bisa tingga diam melihat pembunuhan berantai muncul lagi. Duet maut mo chi dan ba reum akan sangat menarik di episode selanjutnya.

Buat TvN awas saja kalau pake plot twist pelaku pembunuhannya adalah Ba Reum ya.

Review Drama Korea Mouse Episode 8
Penyebab Ba Reum lupa ingatan, memotek burung peliharaannya, menjadi sensitif dan punya perasaan berbeda saat melihat korban pembunuhan, menjadi genius, bisa berfikir ala Psikopat, memiliki kilasan ingatan masa kecil Yo Han bahkan sudah banyak yang mengira ia adalah anak Han Seo Joon.

Semua teori di atas terpatahkan, TvN berhasil mengecoh semua penonton dengan sebuah plot twist. Rekan saya Ika berteori ala drama mistis bahwa saat keduanya di bawa ke ruang operasi "arwah dan ingatannya" saling "saling tertukar".

Tidak sepenuhnya salah, namun drama Mouse menggunakan pendekatan yang lebih ilmiah yaitu "Transplantasi Otak". Pelakunya tidak lain adalah Han Seo Joon, kita tahu bahwa ia adalah dokter ahli bedah syaraf yang genius sebelum di penjara, pada saat tahu anaknya kritis dan kemungkinan harapan untuk hidup kecil entah bagaimana dengan koneksinya berhasil masuk rumah sakit, mengoperasi Jung Ba Reum dan "menanamkan ingatan Sung Yo Han".

Dengan demikian semua hal yang dialami Jung Ba Reum menjadi masuk akal secara "Science Fiction", pertanyaanya, apakah metode medis Transplantasi Otak dalam dunia nyata sudah bisa dilakukan?

Dapatkah Teknologi Kedokteran Memindahkan Otak Manusia?
Jawabanya Belum.

Berdasar riset kecil-kecilan kami, pada tahun 2015 Seorang dokter dari Italia pernah mengumumkan bahwa dia akan melakukan transplantasi otak pertama di dunia pada akhir 2017. 

Saat tiba tahun 2017 dokter yang bernama Dr Sergio Canavero itu, memimpin bedah transplantasi tersebut, tetapi bukan pada manusia hidup melainkan sebatas bedah uji coba dengan melakukan transplantasi kepala mayat ke badan mayat lainnya. Bahkan ilmuwan lain mengkritik klaim itu dan menunjuk klaim keberhasilannya sebelumnya dengan seekor monyet, yang tidak pernah sadar kembali dan akan tetap lumpuh jika melakukannya. Intinya Gagal Total.

Saya menemukan pendapat menarik dari prof Eka Julianta Wahjoepramono, ahli bedah saraf di Indonesia yang pernah melakukan prosedur pembedahan berisiko tinggi, pengangkatan tumor di batang otak, mengatakan, transplantasi otak hingga kini belum dapat dilakukan.

“Transplantasi dalam arti memindah otak belum bisa,” kata rof Eka kepada CNN Indonesia saat diwawancara pada 10/08/2015 di Rumah Sakit Siloam, Lippo Karawaci. 

Lebih lanjut beliau menjelaskan, otak memiliki sifat berbeda dengan organ-organ tubuh lain. “Otak itu sekali dia mati, mati dalam arti tidak terkena aliran darah lima menit saja, maka dia akan mati. Dan rule-nya sampai saat ini, yang mati itu tidak bisa hidup kembali.” Hingga detik ini, banyak para ahli bedah saraf dari berbagai belahan dunia mencoba, tapi belum ada yang berhasil.

“Orang berlomba-lomba, tapi sampai saat ini belum bisa.” Eka melanjutkan, yang bisa dilakukan terhadap otak, bukan ditransplantasi melainkan diberi elektrik. “Misalnya pada otak yang lemah, seperti orang dengan parkinson. Parkinson itu berarti ada yang tidak beres dengan otak sehingga menyebabkan gerakan tubuh tidak normal.”

Membetulkan kelemahan otak pada penderita parkinson, menurut Eka, bisa lewat penanaman semacam barang elektrik ke dalam otak yang dapat membuat otak mendekati normal kembali.

“Nah itu ada, tapi bukan transplan, jadi sampai detik ini belum ada. Belum bisa, dan belum ada yang berhasil. Di kedokteran seperti itu, kalau belum terbukti, maka kita tidak boleh mencoba, dan terlalu berbahaya.”

Lebih lanjut, Eka menerangkan, otak tidak dapat hidup di tempat lain. “Otak tidak bisa dipindahkan di tempat orang lain. Sampai saat ini belum ditemukan bagaimana caranya.” Organ lain, misalnya ginjal, hati, bahkan jantung pun bisa ditransplantasi, tapi otak lain cerita. Memindahkan otak manusia adalah hal yang tidak bisa dilakukan.

“Caranya bagaimana? Kalau memindahkan berarti dipotong dulu. Kalau dipotong lima menit saja, maka otak bisa mati.”

Otak adalah kabel. Dia ibarat bongkahan kabel, yang isinya miliaran kabel. Eka bertanya, bagaimana bisa menyambung satu persatu kabel yang miliaran itu?  “Berbeda dengan jantung atau bahkan jari tangan yang jika putus dia bisa ditempelkan dan hidup kembali, karena organ tersebut bukan kabel.”

“Kalau otak itu kabel, kabel yang hidup, sehingga sejauh ini tidak bisa. Karena sesama kabel ditempelin ya enggak nyambung kabelnya. Yah orang berlomba-lomba melakukan percobaan macam-macam, tapi sampai saat ini belum. Masih belum bisa dibuktikan.”

Jadi, buat penulis naskah drama korea Mouse yaitu bu Choi Ran dan pak sutradara Choi Joon-bae dan Kang Cheol-woo, fiksi ilmiahnya menarik dengan menambahkan unsur wacana transplantasi otak manusia yang mungkin memang bukan hal yang mustahil dilakukan di masa depan, sayangnya tidak untuk masa sekarang. 

Berita Fakta tentang Translantasi Otak bisa dibaca di sini: cnnindonesia.com, kompas.com, liputan6.com

Kita nantikan kelanjutannya.

Review Drama Korea Mouse Episode 9 dan 10
Detail menarik dalam episode 9 dan 10 Han Seo Jon sebenarnya terobesi ingin mengalahkan science yang mengatakan bahwa transplantasi otak tidak bisa dilakukan, oleh karena itu ia sejak masih menjadi mahasiswa kedokteran terus menerus melakukan percobaan pada hewan, mulai dari tikus, kelinci hingga anjing. Premisnya, otak organ yang hanya punya berat sekitar 1,4kg itu menguasai dan menentukan seluruh kehidupan manusia, yang menurut society hanya bisa dilakukan oleh Tuhan, kalau berhasil maka Han Seo Joon merasa telah menang dan bisa menjadi Tuhan, emang Gila!.

Saat masih mahasiswa kedokteran ini pula ia bertemu dan berteman dengan dr. Lee yang berhasil menemukan obat untuk orang yang sudah divonis lumpuh, ketika mereka berbincang Han Seo Jon bertanya apa impian dr. Lee, ia menjawab ingin menemukan Gen Baik dalam diri manusia agar tidak ada lagi kejahatan dan tercipta kedamaian karena dunia di isi oleh orang baik semua. Han Seo Jon kemudian memberikan ide, daripada mencari DNA pembawa sifat Baik kenapa tidak mencari DNA pembawa sifat jahat saja dan meng-eliminir sejak masih dalam kandungan?.

Gara-gara ide penelitian yang diberikan, dr. Lee berhasil dan menjadi terkenal di korea dengan temuannya, rupanya Han Seo Jon tidak terima ada orang yang lebih dahulu menemukan Teori Rahasia Tuhan apalagi fakta bahwa ide tersebut berasal darinya.

Rasa iri dan marah itu yang lalu mendorongnya melakukan penelitin ke level selanjutnya yaitu menggunakan Otak Manusia beneran. Karena tidak mungkin mendapat ijin pemerintah maupun dunia medis karena alasan etis, kemanusiaan dll, ia memilih jalan instan yaitu dengan membunuh orang-orang di sekitarnya.

Fakta di atas menjawab metode pembunuhan Han Seo Jon dilakukan dengan memenggal kepala korbanya, karena ingin mendapatkan otak korbannya untuk bahan percobaanya. Gila memang!.

Terlepas dari sisi psikopatnya, keberhasilan dan selamatnya Jang Bae Rum berkat obsesi dan hipotesis Han Seo Jon bahwa "Transpalantasi Otak Manusia" bisa dilakukan, walau secara ilmu medis hingga sekarang belum bisa dilakukan, (sudah kami bahas di episode sebelumnya beserta alasannya).

Dalam drama ini juga diceritakan, bahwa transplantasi otak ternyata punya efek samping yaitu memori dari bagian otak donor akan memperngaruhi ingatan penerima donor, bukan hanya itu bahkan bisa ber-efek hingga ke perubahan perilaku dan karakter, teori ini menjawab kenapa terjadi perubahan pada katakter Bae Rum, selain genius juga seakan menjadi psikopat, bahkan sesekali ia mendengar Sun Yo Han berbicara kepadanya seakan dalam tubuhnya ada 2 kesadaran yang sedang menyetir prilakunya yaitu Jang Bae Rum (sisi baik) dan Sung Yo Han (sisi jahat).

Baiklah, penulis jadi penasaran dengan teori ini dan ingin membahasnya, walau teori Tranplastasi Otak sudah kami patahkan, tapi gak apa-apa mari kita bahas #mousetheory lagi tentang hipotesis...

Benarkah Kepribadian Seseorang Bisa Berubah 
Setelah Menerima Donor Organ Tubuh?

Hipotesis ini mungkin dalam sebuah teori yang disebut "Teori Memori Sel"

Dalam teori memori sel, perubahan perilaku dan emosi yang didapat oleh penerima dari donor asli disebabkan oleh memori yang tersusun dan tersimpan dalam sel-sel saraf organ yang disumbangkan. 

Karena transplantasi otak belum bisa dilakukan, saya akan gunakan contoh yang sudah bisa dilakukan oleh ilmu kedoteran yaitu Transplantasi jantung yang dikatakan paling rentan terhadap memori sel dimana penerima transplantasi mengalami perubahan pada organ jantungnya. Inilah yang disebut dengan teori memori sel dan teori tersebut mendukung bahwa transplantasi jantung dapat mengubah sifat penerimanya.


Sekali lagi untuk penonton drama Mouse...sayangnya, teori ini sama sekali belum terbukti kebenarannya. Bahkan sejumlah ilmuwan menepis gagasan utama pada teori memori sel. Pasalnya, kesadaran, perilaku, dan emosi manusia diatur oleh otak. Bila Anda melakukan tranplantasi jantung atau ginjal, maka tidak ada hubungannya dengan kesadaran atau perilaku Anda.

Lagipula, sampai saat ini para ahli masih terus mempelajari dari mana datangnya kesadaran atau identitas manusia. Jadi, masih terlalu jauh untuk menyimpulkan bahwa kesadaran, perilaku, dan emosi seseorang bisa dipindahkan melalui transplantasi organ tubuh tertentu.

Apakah ada bukti penelitiannya?
Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Quality of Life Research, sebanyak 47 pasien yang menerima transplantasi jantung selama dua tahun di Wina, Austria diminta untuk diwawancarai. Mereka diwawancarai mengenai adanya perubahan sifat yang terjadi setelah transplantasi organ tersebut.

Hasilnya, diperoleh 3 kelompok berdasarkan jawabannya. Kelompok pertama, sebanyak 79 persen, menjawab bahwa mereka tidak mengalami perubahan sifat sama sekali usai operasi.

Kelompok kedua sebanyak 15 persen menyatakan bahwa kepribadian mereka memang telah berubah, tapi bukan karena organ donor, namun karena adanya penyakit dan operasi yang harus mereka jalani.

Lalu, kelompok tiga sebesar 6 persen (tiga orang pasien) melaporkan perubahan kepribadian yang berbeda karena hati mereka yang baru.


Kenapa ada orang yang mengaku 
mengalami perubahan sifat setelah transplantasi organ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang ahli bedah sekaligus spesialis transplantasi dari University of Michigan, dr. Jeff Punch, menjelaskan dugaannya. Menurutnya, pasien sebenarnya tidak benar-benar berubah. Hanya saja, usai operasi tubuh mereka pasti terasa berbeda akibat konsumsi obat-obatan seperti prednisone.

Salah satu efek samping obat ini yaitu kehilangan nafsu makan. Jadi pasien yang biasanya makan nasi, mungkin jadi tidak minat lagi kalau harus makan nasi. Pasien kemudian minta makanan lain, misalnya roti. Ternyata diketahui bahwa pendonor organ suka makan roti juga. Dari situ, pasien dan keluarganya mungkin menyambung-nyambungkan sendiri hubungan antara pasien yang minta makan roti dengan makanan kesukaan pendonor organ.

**Sumber argumen ini saya kutip dari situs Hellosehat.com baca di sini. 

Atau agar agak simpel coba kita turunkan pembahasan bukan pada transplantasi organ tapi pada Donor Darah?

Setelah Terima Transfusi Darah, Mungkinkah DNA pendonor akan Mempengaruhi Sifat Penerima Donor?

Menurut Michelle N. Gong dari Mount Sinai School of Medicine DNA asing tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena tidak akan membawa perubahan berarti. Satu efek yang telah distudi adalah memang ada kemungkinan bila tes dilakukan dengan mengambil darah, maka DNA donor bisa terdeteksi.

Kemungkinan tersebut semakin besar apabila penerima mendapat banyak transfusi terutama sel darah putih. Di dalam sel darah putih tersimpan DNA sementara sel darah merah tidak.

"Studi menggunakan PCR untuk memperkuat gen pria pada penerima transfusi perempuan menunjukkan bahwa DNA donor dapat bertahan terdeteksi sampai tujuh hari. Satu studi lainnya melihat pasien trauma perempuan yang menerima transfusi besar bisa menunjukkan kehadiran leukosit donor sampai satu tahun setengah," kata Michelle seperti dikutip dari Scientific American, Rabu (23/11/2016).

Namun Michelle menambahkan studi tersebut menggunakan metode yang sensitif. DNA sang penerima sendiri tetap akan terdeteksi lebih dominan sehingga kehadiran DNA asing pada tes darah dapat dianggap sebagai ekstra saja. Seseorang tidak perlu khawatir bahwa DNA-nya akan berubah.

Hal yang lebih dikhawatirkan dalam transfusi bukan adanya DNA asing melainkan bagaimana tubuh bereaksi menerima darah. Reaksi alergi, demam, hingga berlebihnya deposit zat besi dalam tubuh lebih menjadi fokus perhatian.


Jadi kesimpulan penulis, sejauh ini teori dalam drama korea Mouse yang menggambarkan penerima Transplantasi Otak akan memiliki ingatan pemberi donor bahkan mempengaruhi prilaku dan karakter penerina donor secara ilmu medis tidak terbukti.

Ya namanya juga fiksi ilmiah ya, jadi mari kita ikuti saja dramanya, tapi seru juga gara-gara drama Mouse saya jadi belajar banyak hal he he.

Fakta baru, ibu-ibu yang juga mengandung anak dengan Gen Psikopat di episode 1 adalah istri seorang detektif teman detektif yang mengungkap kasus Han Seo Jon. Anak ini lahir menjadi seorang pengacara dan merupakan tersangka pembunuhan dari anak detektif, beberapa korban wanita baru-baru ini.

Bae Rum berhasil menyadarinya, namun sayang terlambat menggagalkan aksinya membunuh calon pengantin rekan polisinya. Dalam pertarungan di sebuah bangunan mirip gudang. 


Review Drama Korea Mouse Episode 11
Pekan ini hanya tayang 1 episode yaitu 11,karena jadwalnya diisi dengan spisode spesial. Detail menarik dari episode 11 diantaranya Dr. Lee yang ternyata masih hidup. Saya harap penonton tidak terlalu kaget dengan plot aneh ini, sebut saja bagaimana penulis naskah dan sutradra membuat kematian putri detektif penangkap Han Seo Jon yang diduga meninggal, lalu disimpulkan hilang hingga akhirnya terungkap bahwa anak rekan polisinya (sang pengacara pembunuh berantai dengan korban mayoritas wanita) adalah pembunuh anak detektif pada saat masih kecil. Fakta ini mengungkap kebenaran soal ibu-ibu yang sedang mengandung dan di-diagnosa anak yang akan lahir memiliki gen psikopat yang duduk bersama ibu Sun Yo Han.

Ba Reum dengan analisisnya, berhasil mendeteksi lebih awal calon korban pengacara pembunuh selanjutnya tidak lain calon istri sahabat ba reum. Walau sedikit terlambat karena sang pembunuh sudah beraksi syukurlah sang korban masih bisa diselamatkan.

Ba Reum mengejar sang pembunuh terjadi pertarungan sengit dan pada satu titik, ia kembali dipengaruhi oleh otak yo han dan kelewat batas hingga sang pengcara psikopat terbunuh cengan cekikannya.

Ketika Ba reum hendak menyerahkan diri, mo chi dengan tim forensik yang datang ke TKP tidka menemukan bukti apapun hingga ba reum disangka mengalami halusinasi. Namun terkonfirmasi ada ornag yang membersihkan TKP entah atas perintah siapa, dugaan penulis dilakukan oleh seorang polisi yang bekerjsama dengan dr. lee.

Di sisi yang lain Bing Yi dalam bahaya karena mulai didekati oleh penjahat yang dulu mencelakainya saat masih kecil hingga ia trauma. Mo Chi sudah hendak membunuh penjahat ini demikian pula Ba Reum.

Ending episode 11 membuat para penonton bingung, terkejut sekaligus khawatir dengan ba reum yang sedang main petak umpet dengan keponakannya dan dengan ekspresi pembunuh, namun scene tiba-tiba berubah ke TKP di mana Bong Yi sedang berusaha menyelamatkan anak kecil dari pembunuh. 

Ba Reum dengan palu dan rantai terlihat membantu Bong Yi dan menyeret poembunuh, belajar dari scene waktu ingin menyelamatkan seorang anak yang diculik mari kita positif thingking tentang scene ini.

Dugaan saya ba reum datang menyelamatkan bong yi dan tidak membunuh keponakannya.


Review Drama Korea Mouse Episode 12 dan 13
Terjawab sudah, Ba Reum memang datang menyelamatkan Bong Yi dan anak kecil yang hendak dibunuh oleh Kang Duk Su. Ia coba membersihkan semua barang bukti dan memalsukan jejak forensik agar polisi tidak tahu siapa pembunuh sebenarnya.

Namun justru Bong Yi nyaris menjadi tersangka pembunuhan orang yang dulu pernah meng-aniaya-nya saat kecil karena ditemukan barang bukti pisau dan jaket yang berlumuran darah kang duk su.

Detektif ko mo chi curiga bahwa pelaku pembunuhan kang duk su adalah psikopat dengan ciri-ciri luka pada korban, walau dalam hati ia setuju dengan tindakan sang pembunuh baru ini namun kejahatan tetaplah kejahatan yang harus dihukum pelakunya. Ia menemukan kecurigaan dan sementara berkesimpulan psikopat baru ini adalah pemula terlihat dari caranya yang masih cerobih meninggalkan jejak.

Ba Reum berkeringat dingin tiap kali Mo Chi nyaris menemukan sang pelaku sebenarnya yang tidak lain adalah dirinya, segala bukti yang mengarah padanya segera disingkirkan dan dikaburkan agar polisi tidak curiga, ini yang membuat penonton jadi deg-deg kan setiap scenenya.

Sejauh ini Ba Reum sudah membunuh 2 orang, psikopat poengacara dan kang duk su si pelaku aniaya pada bing yi kecil. Ia memutuskan bersekutu dengan dr. Lee dan menjadi semacam Psikopat Hunter, dalam episode 13 terkuak sebuah kasus pembunuhan berantai lama yang melibatkan ibu sung yo han yang diduga si pelaku bebas dari penjara dan berpotensi memakan korban lagi.

Dengan kecerdasan ba reum otak yo han dan deteksi dini DNA ala dr. Lee sepertinya ba reum sudah tahu siapa pelaku pembunuhan berantai yang kasusnya sudah tenggelam lama tersebut dan seperti sebelumnya ia ingin membunuh psikopat itu agar tidak memakan korban lagi.

Bong Yi sendiri sekarang bekerja dengan Hang Ju sebagai asisten acara ala Mata Najwa, mereka sedang mengerjakan kasus yang sama dengan ba reum berharap bisa membuktikan bahwa pelaku yang dipenjara mungkin salah orang dan ingin mengungkap kebenanranya. Kasus ini menjadi penting karena ternyata pelaku adalah ayah dari calon istri detektif Shin yang juga calon kandidat presiden.

Saya khawatir, usaha Bing Yi, Hang Ju dan Ba Reum membebaskan si tersangka yang "kelihatanya" tidak bersalah bakal berujung musibah seperti pada kasus sebelumhya, karena kalau diperhatikan dari kesaksian sang anak, pada malam kejadian ia melihat sang ayah berlumuran lumpur dan rumput dan ia memilih tidak memberi tahu siapapun, tapi bisa saja jadi plot twist.

Scene diakhiri dengan Ba Reum yang menghajar si pembunuh berantai di semak-semak dan datanglah detektif Mo Chi, namun belajar dari episode-episode sebelumnya sebaiknya jangan percaya begitu saja dengan cuplikan.

Ada rekaman dari pesepeda di hari Ba Reum neghabisi kang duk su, rekaman tersebut berhasil ditemukan oleh Bong Yi dan kini ia tahu siapa orang yang menyelamatkan ia malam itu, dari semual dia menduga orang tersebut Mo Chi karena lembaran uang yang pernah ia berikan waktu kecil tertinggal yang ternyata uang tersebut diambil ba reum dari meja mo chi saat hendak membunuh kang duk su.

Kita nantikan episode selanjutnya, minggu depan.



Review Drama Korea Mouse Episode 14
Coming Soon

Review Drama Korea Mouse Episode 15
Coming Soon

Review Drama Korea Mouse Episode 16
Coming Soon





Penulis:
in collaboration 
Ika Shintya & Nandar

Baca Juga:

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »