Review The Uncanny Counter, Drama Korea Bertema Tim Pemburu Hantu yang Seru



Campusnesia.co.id - Bagi penggemar drama korea, tahun 2020 bisa dibilang tahun yang menyenangkan karena banyak sekali tayang judul-judul yang populer karena bagus dari sisi jalan cerita, isu yang diangkat, sinematografi dan tentu saja para pemainya.

Sebut saja Itaewon Class yang menginspirasi orang untuk berani buka usaha kuliner, atau The King  Eternal Monarch dengan time travelnya yang membingungkan, ada juga Stranger 2 Forest of Secret yang nir-romance tetapi bikin nagih misterinya, dan Start Up yang bikin banyak orang tiba-tiba ingin jadi programer ala Nam Do San.

Di penghujung 2020 ada salah satu drama dengan tema misteri yang juga menarik dan sayang banget untuk dilewatkan berjudul The Uncanny Counter, jujur penulis baru nonton akhir januari maraton hingga februari 2021 ini, tidak kalah dari judul-judul yang saya sebutkan di atas membuat The Uncanny Counter merasa perlu dibuatkan review juga, ini pembaca setia Campusnesia, ini dia reviewnya.

Poster Resmi The Uncanny Counter


Trailer Resmi The Uncanny Counter

Males Baca?
Dengarkan Reviewnya dalam bentuk Podcast di Spotify, klik tombol play

Sinopsis The Uncanny Counter
Bercerita tentang sekelompok orang diberi kesempatan kedua oleh malaikat maut dengan syarat bersedia menjadi Tim Pemburu Roh Jahat yang berkeliaran di dunia. 

Tim dengan nama Counter ini beranggotakan 6 orang yaitu Choo Mae-ok diperankan oleh aktris kawakan Yeom Hye-ran yang sudah tak diragukan lagi kualitas aktingnya, Ga Mo-tak yang diperankan oleh Yoo Jun-sang, Do Ha-na diperankan oleh Kim Se-jeong mantan anggota girlband I.O.I alumni dan juara kedua Produce 101, sebagai protagonis pertama ada So Moon yang diperankan oleh Jo Byung-gyu, Sung Ji-ru sebagai Jang Cheol-joong dan Choi Jang-moo diperankan oleh Ahn Suk-hwan.

Masing-masing tim ini memiliki kemapuan dasar yang lebih kuat seara fisik 3 kali lipat dari manusia normal, bisa membaca dan menghapus ingatan, membuat orang tertidur hingga lari dan lompat lebih tinggi. Selain itu juga memiliki kemampuan khusus yang unik misal Choo Mae Ok dengan kemampuan menyembuhkan luka, Ga Mo Tak counter paling kuat secara fisik, Do Ha Na bisa merasakan kehadiran roh jahat dan So Moon anggota paling muda bergabung paling akhir dengan kemampuan paling kuat bisa menciptakan "wilayah cahaya" dan psikokinesis bahkan menyembuhkan luka sedangkan Choi Jang-moo Counter senior yang menjadi penyandang dana selama operasi karena paling kaya diantara yang lain. 

Perjuangan mereka menjadi semakin sulit dalam menangkap para roh jahat sejak kehadiran roh jahat level tertinggi Ji Chung Sin diperankan oleh lee hong nae yang selain kuat juga cerdik hingga mampu mengetahui kelemahan dan celah untuk mengalahkan para Counter.

Di satu sisi, drama politik dan konspirasi kejahatan para politikus, mafia dan pengusaha juga turut mempersulit tugas para Counter karena selain harus bertugas menangkap para roh jahat juga harus membongkar konspirasi mereka yang telah melakukan kejahatan lingkungan, korupsi hingga pembunuhan berencana.

Review The Uncanny Counter
Tayang sebanyak 16 episode di saluran tv kabel OCN dan Netflix sejak 28 November 2020 hingga 24 Januari 2021, Drama dengan tema kriminal berbumbu mistis ini sangat menarik untuk diikuti.

Setting cerita yang sangat luas dan penuh puzzle membuat saya khawatir bakal memunculkan plot hole di mana-mana, tetapi Yeo Ji-na sebagai penulis cerita dan Yoo Seon-dong yang duduk di bangku sutradara berhasil menyatukan benag merah antar puzzle tersebut dengan apik.

Serius dengan tema dan jalan cerita, drama Uncanny Counter yang diangkat dari webtoon populer berjudul Amazing Rumor yang dikarang oleh Jang Yi juga berhasil menyelipkan komedi yang tidak cringe, tepat sesuai porsi, walau sayang love interest antara So Mun dan Ha Na kurang digali, atau mungkin karena ada indikasi bakal dibuat sekuelnya agar penonton penasaran kelanjutan kisah love interest mereka berdua.

Hal baik berikut yang ingin saya acungi jempol adalah sisi action atau korea fightingnya, masuk akal karena ini pertarungan antar manuasi super jadi di beberapa bagian agak over power tapi hand to hand nya apik ketika adegan berantem, beliveable aja tidak sekonyol Tale of the Nine Tailed. Visual effectnya juga ciamik untuk ukuran drama.

Pesan yang ingin disampaikan cukup banyak, misalnya tentang budaya Bully di kalangan pelajar, isu pencemaran lingkungan dan tentu saja sesuai tema utamanya pertarungan antar sifat baik dan godaan setan yang divisualisasikan dengan counter vs roh jahat.

Ada salah satu kutipan menarik, ketika Ji Chung Sin sebagai roh level tertingga dimanfaatkan oleh politikus dan antagonis utama dalam drama ini Shin Myung-hwi diperankan oleh Choi Kwang-il bahwa benar tugas setan adalah menggoada manusia, tapi kadang perbuatan manusia lebih jahat ketimbang setan itu sendiri.

Drama bertema Tim Pemburu Hantu ini mengingatkan saya pada reality show tahun 2000an di Indonesia, sekelompok orang memburu dan mengusir so called setan dan jin di rumah warga dan menangkapnya dalam botol kaca, pada era itu tayangan bertema mistis lagi naik daun, ada pula yang lebih canggih film berjudul Ghostbusters dengan pendekatan ilmiah.

Buat sobat campusnesia yang males drama bertema romance atau rumah tangga, The Uncanny Counter sangat saya rekomendasikan sebagai pilihan hiburan yang menawarkan tema tidak biasa, jalan cerita asyik, aksi laga keren setiap episode, selipan komedi sesuai porsi dan pesan tentan pentingnya menjaga diri dari pengaruh bisikan setan.

Sebagai penutup, di episode final, karakter utama yang selama ini memperjuangkan agar arwah kerdua orangtuanya bisa masuk surga setelah terperangkap dalam tubuh roh jahat akhirnya berhasil juga, scene yang menunjukkan bagaimana sebuah keluarga bisa berkumpul di surga membuat mata saya tak terasa berair dan terbersit sebuah pertanyaan, sebagai orang yang percaya ada kehidupan akhirat, surga dan neraka bisakah kelak kami berkumpul lagi di surga? tiba-tiba jadi termotivasi untuk beramal baik, mendoakan keluarga yang telah meninggal selepas sholat karena dalam agama yang saya peluk, doa seorang anak bisa membantu orang tua di akhirat sana, semoga ya, amin.

Penulis: Nandar

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »