Review dan Daftar Istilah Drama Korea Start-Up Episode 1-16



Campusnesia.co.id - Sabtu 17 Oktober 2020 kemarin menjadi malam pertama ditayangkanya drama korea Start-Up di saluran TvN dan Netflix sebagai ganti drama Stranger 2: Forest of Secret yang sudah tamat.

Dijadwalkan tayang sebanyak 16 episode dengan 2 kali tayang tiap pekan, drama yang dintangi oleh Bae Suy, Kang Han Na, Nam Joo Hyuk dan Kim Seon-ho sudah lama ditunggu kehadiranya oleh para penikmat drama korea. 

Mengusung tema dunia bisnis rintisan seputar teknologi dan inovasi atau Start-up, drama ini sangat menarik dinikmati apalagi bagi kamu yang nge-fan dengan salah satu atau beberapa aktornya, saya sendiri suka dengan tema yang diangkat dan tentu saja karena ada Bae Suzy.

Bagi sobat campusnesia yang mau baca sinopsisnya klik saja di sini: Sinopsis Drama Start-Up Bae Suzy.

Secara bertahap kami akan menghadirkan review episode 1-16 tentu saja akan spoiler, jadi buat kamu yang gak pengin terpapar spoiler harap jangan lanjutkan membaca. Ini dia reviewnya.

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 1
Impresi episode pertama sangat bagus dan membuat penasaran, entah mengapa saya pribadi sangat excited dengan drama ini walau sempat ragu apakah tema dunia bisnis start up dan silicon valley bisa digarap dengan apik oleh TvN.

Pengenalan tokoh-tokoh dan latar belakang konflik di episode selanjutnya berhasil disajikan dengan baik. Kita jadi tahu bagaimana karakter setiap tokoh tebentuk akibat masa lalu yang mereka alami.

Seo Dal Mi dan Won In jae ternyata adalah kakak beradik, orang tua mereka bercerai dan ibunya menikah lagi. Mereka berpisah dan tidak akur terbawa hingga dewasa dan bertemu kembali.

Sosok Dal Mi digambarkan sebagai perempuan humble dan penuh perjuangan tapi belum sukses bae suzy seperti dalam beberapa peran serupa berhasil akting dengan baik, sedang In jae yang diperankan Kang Han Na sebaliknya, dingin ambisius dan egois.

Bumbu love interest juga diceritakan dengan jelas, bagaimana tokoh Han Ji Pyung yang demi menuruti permintaan sang nenek angkatnya berkirim surat dengan Dal Mi dengan nama samaran Nam Do San untuk menghibur cucunya yang sedang sedih karena berpisah dengan kakak dan ibunya.

Kelak, niat baik sang nenek ini akan jadi cinta segitiga antara Han ji Pyung, Seo dal Mi dan Nam Do San di episode 2.

sponsor

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 2
Di episode 2 seperti preview di episode 1 kakak beradik yang berpisah karena perceraian orang tua bertemu kembali, won in jae seakan merendahkan seo dal mi dengan pilihanya ikut sang ayah di masa lalu. Ia mengundang adiknya dalam acara relation party dan seo dal mi berencana mengajak serta nam do san sang pacar imajinasinya.

Justru han ji pyung yang kebingungan karena karakter nam do san yang saling berkirim surat adalah hasil rekaannya. 

Walau memang tokoh asli nam do san memang ada yang diperankan oleh Nam Jo hyuk. Saat kecil juara olimpiade matematika dan ketika dewasa membuat start up bidang artificial inteligent atau AI berupa kamera cerdas yang mampu mendeteksi obyek yang terlihat.

Sayangnya, perusahaannya tak kunjung mendapat investasi lanjutan selain dari angle investor yang tak lain adalah ayahnya sendiri. tadinya ia berharap mendapat investasi dari han ji pyung yang punya perusahaan capital ventures sayangnya harapan itu sirna.

Ada peluang start up mereka akan meperoleh pendanaan karena di akhir episode ada scene yang menunjukan mereka menang kompetisi ide start up di ajang bernama CODA.

Terlepas dari drama kehidupan dan percintaan di episode 1 dan 2, hal menarik yang penulis tunggu-tunggu adalah elemen start up yang bisa dinikmati dan diambil inspirasinya.

Sejauh ini, sudah ada beberapa hal menarik yang bisa saya catat sebagai nilai plus drama ini, misal di episode pertama Ayah Seo Dal Mi yang menutuskan resign dari pekerjaan kantoran dan memilih memperjuangkan idenya membangun start-up teknologi.

Berlatar tahun 1990 an ayah dal mi sudah memprediksi bahwa di masa depan, ponsel akan semakin canggih dan nyaman digunakan, ia membuat situs website pemesanan makanan secara online bernama Baedal.com semacam go-food walau ini drama korea tapi kisah yang dihadirkan menarik.

Saat pitching (presentasi) di depan calon investor, ia ditanya kapan akan mengambilkan keuntungan karena situs yang ia bangun masih gratis. Investor tersebut ingin segera balik modal, ada kutipan menarik dari ayah seo dal mi, ia mengibaratkan bisnis di layanan teknologi atau start-up ibarat terapung di samudera luas, saat haus kita bisa memilih meminum air laut tapi akan dehidrasi mati kehausan atau kelaparan, tetapi bisa juga memilih bertahan dan selamat hingga ke tepian pantai.

Kadang para pebisnis bidang teknologi terlalu buru-buru mendapatkan revenue dan tuntutan investor namun mengorbankan kenyamanan pengguna, bukannya untung semakin hari penggunanya semakin berkurang dan pergi. 

Ayah seo dal mi juga mengatakan lebih fokus ke valuasi perusahaan, ini sesuai teori kekinian dalam dunia start up. Hitungan bisnis start-up berbeda dengan bisnis konvensional, jika dalam praktik bisnis tradisional keuntungan adalah margin atau selisih dari harga jual dikurangi harga modal suatu produk, lain hal dalam dunia start-up, uang dari investor akan "dibakar" untuk menaikan jumlah pengguna layanan, jangkauan layanan yang disebut cost acquisition, modal memang akan habis dan belu tentu sudah mendapatkan keuntungan, tetapi dengan bertambahnya pengguna layanan, customer dan jangkauan nilai perusahaan akan naik.

Misal, jika di awal 100 persen saham bernilai 1juta ketika valuasi naik menjadi 1000 kali lipat menjadi 1 milyar makan 1juta hanyalah 0,1 persen. Ketika ada pendaan investor masuk lagi, maka investor di awal sudah untung karena nilainya naik, investor bisa memilih mengurangi nilai kepemilikan saham atau sekalian keluar menjual semua saham yang dimiliki atau disebut Exit.

Selain itu juga istilah-istilah dalam dunia Start-up yang diberikan penjelasan dengan teks agar penonton paham dan relate dengan jalan cerita, bukan hal baru, jika kamu adalah penggemar drama korea pasti sering mendapati hal ini pada drama bertema kedokteran dan hukum. Istilah tertentu dalam bidang tersebut yang diucapkan oleh tokoh akan diberi penjelasan.

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 3 dan 4
Akhirnya setelah sepekan menunggu bisa menikmati drama start up episode 3 dan 4 yang semakin seru.

Seo dal mi akhirnya memutuskan resign dari kantor penjual minumannya, ia bertekad akan mengikuti  Hackathon yang diselenggrakan oleh SANDBOX yang akan memilih 40 orang dan memilih lagi beberapa untuk mendapatkan mentoring, investor dan kantor gratis.

Di sisi lain Wo In Jae, akhirnya juga memutuskan resign setelah mendapati fakta bahwa ayah tirinya lebih memilih kakak tirinya sebagai pemimpin perusahaan yang dengan kerja keras ia bangun yaitu Nature Morning, belu tahu ini perusahaan bidang apa, kalau gak salah semacam media online kali ya.

Nam Do San yang baru saja memenangkan kompetisi CODA kedatangan para alon investor, sayang dari puluhan calon investor itu tidak datupun yang akhirnya berinvestasi, penyebabnya seperti yang dikatakan oleh Han Ji Pyeong bisnis model Sansan Tech tidak jelas kapan bisa balik modal, untung dan cara monetasi atau menghasilkan uangnya. Bahkan Han menyarankan Nam Do san mencari seoarang CEO, saya setuju sih, mereka bertiga memang expert dalam bidang coding dan teknologi tetapi dari sisi bisnis nol besr.

Nam Do San, Seo Dal Mi dan Wo In Je mengikuti ajang Hackathon dan terpilih dalam 40 orang yang berkesempatan mengikuti camp selama beberapa hari. So Dal Mi dan Wo In jae terpilih sebagai CEO dan selanjutnya diinta membuat tim untuk bisnis baru mereka.

Nam Do San dihadapkan pada pilihan sulit, karena Seo Dal Mi dan In Jae sama-saa berminat bergabung dengan mereka, bedanya Dal Mi minta direkrut dan In Ja ingin merekrut. Sansan tech memilih Dal Mi dan bersambung.

Tak sabar menunggu episode 5 dan 6, di akhir episode kita sempat disajikan fakta terbongkarnya nam do san yang ternyata belum sukses-sukses amat. Di preview juga ada dialog di mana dal mi berkata kepada Han, kenapa sandiwaranya sejauh itu.

Jujur sih, saya sebenarnya prefer dal mi love interestnya dengan Han, jelas pak han ada rasa sehingga mau berkorban banyak buka sekerdar membalas budi dengan sang nenek. Tapi entahlah mari kita ikuti saja hingga akhir nanti.

iklan


Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 5
Episode paling seru sejauh ini, penonton diperlihatkan dramatisasi event Hackathon, bagaimana kelompok start-up yang notabene baru terbentuk timnya harus bekerjasama membuat sebuab bisnis rintisan baru dalam waktu 50 jam.

Selain kreatifitas, kompetidk seperti ini juga menuntut kerjasama tim yang bagus. Karena start-up yang akan lolos masuk sandbox bukan hanya yang paling canggih, tapi juga yang paling realistis dari sisi bisnis, yang tidak kalah penting adalah bagaimana sebuah ide dipresentasikan di depan juri dan investor atau pitching hanya dalam waktu 3 menit.

Samsan tech merekrut tim baru, cewek yang mereka temui di toko buku. Selain pandai dalam bidang hukum ternyata juga seorang desainer grafis. Cocok dengan kebutuhan mereka, ia mau bergabung setelah menddngar penjelasan yang tulus dari dal mi.

Tak dinyana, tim In jae juga membuat start up yang basisnya sama dengan tim dal mi. Pemanfaatan AI untuk menganalisis tulisan tangan. 

Tim dal mi dan nam do san lebih menyoroti bagaimana Ai bisa membantu menganalisis tulisan tangan yang asli dan palsu yang dapat membanatu dunia perbankan, pengadilan dan urusan legal lain. Terdengar familiar kalau di dunia nyata ini seperti start up yang bergerak dalam identifikasi id atau tandangan digital, di Indonesia ada start up seperti ini bernama privy id.

Sedang tim in jae menggunakan Ai untuk membuat algoritma dari tulisan tangan ke font digital. Jadi semacam customisasi tulisan tangan kita jadi font digital demgan ciri khas tertentu dari masing-masing tulisan tangan. Di dunia nyata dengan cara konvensional kita bisa melakukanya, membuat tulisan tangan menjadi digital demgan program Coreldraw. Tapi memang agak rumit dan butuh effort lebih.

Peran pak Han dalam episode 5 ini juga signifikan, ada bawang-bawangnya, seakan ia merasa bersalah dan ingin balas dendam ketika tahu Dal Mi hidup dengan menderita karma hidup bersama neneknya. Tak mengecap pendidikan tinggi dan justru lebih memilih kerja prauh waktu demi sang nenek.

Itu mengapa pak Han, selain memang ada rasa dengan dal mi juga ingin merela sukses sebagai balas budi kepada sang nenek.

Karakter baru yang sepertinya di episode-episode selanjutnya akan mewarnai jalanya cerita yaitu Alex investor dari silicon valley yang datang ke korea untuk menemui nam do san serta menjadi juri penentu lolosnya startup dal mi dkk.

Persaingan nam do san dan pak han juga semakin kelihatan. Jujur lebih suka kalau akhirnya dal mi jadian sama pak han please TvN :). 

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 6
Kejadian penting di episode 6 diantaranya adalah, pengalaman tim samsan tech ngantor untuk pertama kali.

Setelah mendapat kantor baru dengam fasilitas gratis selama 6 bulan, merela harus memilih Mentor. Ada 4 orang yang menjadi mentor kali ini yaitu Ibu Yoon ceo Sandbox dan Sh venture, alex dari S2To amerika, ayah tiri In Jae dan senior manager SH venture tak lain tak bukan pak Han Ji Pyong.

In jae memilih ibu Yoon atas nama pengalaman masa lalu pertemuanya dengan sang ayah dan cerita dibalik inspirasi nama Sandbox.

Dal Mi memutuskan meminta Pak Han untuk jadi mentor dan menolak mentah-mentah tawaran Alex.

Tidak kalah seru bagaimana pertengkaran hebat terjadi antara nam do san dan 2 sahabatnya karena pembagian saham yang menurut pak Han seharusnya CEO lah yang harus memegang porsi paling besar sebagai Key Man, seperti judul episode 6 ini.

Hal baik yang bisa ditiru, dal mi yang sadar atas kurangnya pengetahuanya sebagai CEO dengan penuh semangat belajar banyak hal dan dalam waktu singkat ia bertransformasi menjadi CEO yang tegas dalam mengambil keputusan.

Satu advice dari pak Han yang menarik untuk dikutip, "apapun keputusan kita tak akan bisa menyenangkan semua pihak, kita harus berani ambil keputusan dan siap dengan segala konskuensinya, termasuk dihujat".

Episode 6 diakhiri dengan sedih, ternyata nenek dal mi punya keluhan mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Sementara hanya nam do san yang tahu larena kebetulan bertemu di rumah sakit.

Seperti apa episode 7 dan 8? Kita nantikan minggu depan.

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 7
Pak Han sadar betul nam do san sudah mulai jatuh cinta pada dal mi. Ia baru menyadari bahwa selama ini juga memiliki rasa yang sama terhdala dal mi, makin disanggah makin terlihat nyata, iya pak Han cemburu.

Ironis memang ada plot baru bahwa sang nenek punya penyakit mata yang dalam waktu tak lama akan semakin memburuk hingga yang paling fatal akan menyebabkan kebutaan permanen.

Nam do san yang secara tak sengaja tahu fakta ini ketika mengantar temanya ke rumah sakit, diminga oleh sang nenek untuk merahasiakanya. Sang nenel tak ingin dal mi tahu dan berujung membuat cucu kesayanganya bersedih, bahkan sang nenek tak ingin han ji pyong si anak baik tahu kondisinya karena bisa lebih heboh.

Setelah hadiah dari Sandbox cair senilai 100 juta, atas saran pak Han, samsan tech diminta menghitung Burn Rate. Dengan 100juta won berapa lama mereka bisa menjankan perusahaan. Setelah dihitung mereka sanggup bertahan 6 bulan.

Selama rentang waktu tersebut, mereka harus membuat demo produk dalam 3 bulan, agar bisa presentasi saat hadir para calon investor baru di Pra Seri A atau mencari proyek agar mendapat dana segar untuk operasional selanjutnya. Jika tidak konsekuensinya start up mereka harus keluar dari Sandbox dan mungkin saja bubar.

Perseteruan dan persaingan Dal Mi dan In jae masih berlanjut, oh ya ada dugaan bahwa cara injae memainkan emosional CEO SH VC dan Sandbox adalah bagian dari manipulasi, saya sendiri menduga anak kecil bermain ayunan yang menjadi inspirasi nama Sandbox adalah Dal Mi.

Terprovokasi oleh In Jae, dalmi mencoba mengajukan proposal  proyek AI di perusahaan ayah tiri In Jae yaitu Morning group.

Bukanya apresiasi dan profesionalitas, kustru mereka diremehkandan hanya akan dimanfaatkan dengan upah yang murah. Termasuk cara ayah tiri in jae yang mengungkit perceraian ibunya. Nam do san marah dan membanting papan nama di kantor ayah tiri in jae yang dipreview 8 akan jadi masalah.

Ada percakapan menarik antara dal mi dan neneknya, saat ia ditanya lebih suka nam dosan 15 tahun lalu di dalam surat atau yang bersi ketemu dewasa, ia menjawab sebenarnya lebih suka yang dahuu tapi yang sekarang membuat berdebar dan bersemangat walau terasa asing.

Ide nam dosan tentang kamera AI yang bisa mengenali benda dan jarak, akan diaplikasikan untuk membantu tuna netra. Output data yang biasanya berupa tulisan akan diubah jadi suara layaknya pada GPS, kreatif dari sisi ide dan solutif tapi apakah dari sisi bisnis akan masuk? Ide ini terinspirasi sang nenek yang sakit mata hingga mungkin akan jadi buta.

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 8
Ide nam do san yang menggabungkan kamera Ai dan speaker interaktif menajdi aplikasi bernama NoonGil sangat unik dan membantu banget bagi mereka yang tuna netra. Tapi ketika dal mi presentasi ke pak Han tentang ide ini, beliau memberikan masukan yang sangat masuk akal. Dari sisi sosial memang bagus dan bermanfaat banget tapi dari sisi komersil akan sangat susah di monetasi karena tidak mungkin disisipkan iklan.

Belum lagi karena menggunakan API (sekumpulan definisi dan protokol untuk membangun dan mengintegrasikan perangkat lunak aplikasi. API adalah singkatan dari antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface). API memungkinkan produk atau layanan Anda berkomunikasi dengan produk dan layanan lain tanpa harus tahu bagaimana penerapannya.) dari speaker Ai maka aplikasi besutan Samsan tech harus membayar pemakain api tersebut. 

Hal ini juga terjadi pada aplikasi ride sharing seperti Gojek dan Grab, dimana mereka harus membayar sejumlah uang kepada Google Map yang digunakan per berapa penggunaan.

Tapi pak Han punya solusi, karena aplikasi ini lebih ke probono alias gratis untuk pengguna, maka sumber pendanaan yang tidak menuntut revenue bisa bersumber dari CSR (Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa perusahaan memiliki dan mempunyai berbagai tanjung jawab termasuk kepada semua yang berkepentingan seperti konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan juga lingkungan dalam segala aspek operasional yang melingkupi aspek ekonomi, social dan lingkungan). Di sini perjuangan dal mi sangat menakjubkan, ia di tolak puluhan perusahaan hingga akhirnya berhasil negosiasi dengan orning Group atas insiden pengajuan proposal sebelumnya.

persaingan antara pak Han Ji Pyeong dan Nam Do San juga semakin sengit dan nyata, sepertinya pak Han sudah mulai menerima fakta bahwa ia jatuh cinta pada Dal Mi.

Hal yang perlu di apresiasi dari drama Start-up adalah setiap akhir pekan selalu menjadi trending Topik di twitter, bahkan saat ini netijen terbelah menjadi 2 kubu yaitu kubu yang mendukung Pak Han Ji Pyeong dan kubu Nam Do San. Seru ya sudah kayak pilpres 2014 saja ha ha, boleh buat seru-seruan asal jangan berlebihan ya.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? nantikan episode 9 dan 10 akhir pekan ini.

Bagaimana kisah selanjutnya? Kita tunggu episode 8 besok.

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 9
Gara-gara drama ponsel Dal Mi dan sang nenek tertukar, apa yang semestinya terjadi terjadilah. Pak Han yang tadinya ingin Egois dan memperjuangkan cintanya pada dal mi, sekali lagi harus ia urungkan demi sang nenek.

Pak Han memutuskan pergi ke tempat di mana dal mi terakhir menaruh surat untuk nam do san, ia hendak mengambilnya dan meyerahkan ke nam do san. Sebelum berangkat pak han berkirim pesan ke nenek yang ternyata karena drama ponsel yang tertukar justru dal mi yang menerima pesan tersebut.

Keduanya bertemu di bawah pohon dengan sarang burung yang tergantung, tempat di mana 13 tahu lalu mereka saling bertukar surat. Dalmi menangis mengetahui fakta yang terjadi. 

Hal yang membuat saya penasaran, selain menjelaskan awal mula semua sandiwara ini pada dal mi, saya berharap pak Han untuk sekali dalam 16 episode bisa menyampaikan perasaan cintanya juga pada dal mi. Masalah diterima atau tidak itu soal lain, setidaknya dal mi tahu kebenaranya dan pak Han lega karena sudah menyatakan cintanya.

Dari preview episode 10, naga-naganya dal mi akan berbaikan dengan nam do san, yah apa mau dikata, namanya juga drama, walau menyakitkan menerima fakta pak Han dan dal mi tak akan bersatu dalam ikatan cinta, namun ketulusan dan kebaikan pak han layak diteladani.

Kita lihat epsisode 10 esok hari, sampai jumpa.

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 10
Di episode 10 ini persiapan demo day mulai dilakukan. pak Han sudah menyatakan cintanya, ia membantu dal mi dan tim menghadapi demo day dengan memberi prediksi pertanyaan-pertanyaan dari para calon investor. ia juga bersedia sebagai alternatif investor jika samsan tidak mendapat pendanaan di demo day.

Nam do san tidak mau kalah, ia tidak mau pak Han jadi alternatif investor, ia memutuskan menemui Alex dan menerima tawaran 2STO sebagai calon investornya.

Di preview episode 11 akan ada tanding ulang antara In jae corporation dengan samsan tech memperebutkan investasi di demo day. kita lihat nanti bagaimana hasilnya.

Oh ya sempat ramai di twitter, ada hate speech ke Nam Joo Hyuk pemeran Nam do San dan bae suzy pemeran dal mi, come on guys, walau secara plot cerita mungkin han ji pyong tidak akan bersatu dengan dal mi, tapi ini kan hanya drama, kita nikmati saja jalan ceritanya jangan sampai menghujat aktor yang memerankanya.


Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 11-12
Di episode ini ada kabar gembira dan duka, gembira karena Samsan Tech memenangkan Demoday dan berhasil mendapat hadiah 50 juta won dari Sandbox.

Kabar duka terjadi malapetaka, perpecahan terjadi dalam Samsan Tech tidak lain tidak bukan keputusan gegabah nan lugu dari Nam Do San yang melakukan Deal dengan 2CTO, mereka mengakuisi Samsantech sebesar 3 Milyar. 

Ternyata yang dilakukan Alex bukan karena produk NoonGil tetapi untuk mengakuisisi talent programer samsan tech, dalam dunia start up hal ini disebut Acqui Hiring, mengakuisisi sebuah perusahaan bukan karena valuasi perusahaanya tetapi karena ingin dapat karyawanya.

Sebenarnya, mereka sudah diingatkan oleh pak Han, tetapi ya gitu kan mereka gak suka dengan pak Han, benar saja setelah tanda tangan kontrak Dal Mi dan Jae Ha dipecat, alex hanya membawa programer 3 orang.

Untung saja NoonGil masih bisa dipertahankan setelah pak Han dan Nam Do San meminta secara pribadi ini terkait kesehatan mata sang Nenek.

Dal Mi dan Nam Do San bertengakr hebat dan mereka berpisah, Nam Do San dan tiga temanya ke Silicon Valley, Dal Mi memlilih bekerja di perusahaan sang kakak In Jae Corporation sesuai nasehat pak Han "Kalau kamu tidak bisa mengalahkan musuhmu, jadilah pasukannya".

Apa yang akan terjadi di episode 13 dan 14? kila lihat nanti malam.


Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 13-14
Di episode 13 da 14 nam do san, chun san, yong san yang awalnya hanya ke korea untuk liburan akhirnya memutuskan tidak kembali ke silicon valley dan ingin mendirikan start up baru lagi.

Dal mi yang kehilangan 2 programer mobil auto kemudi harus berjuang melobi dan merekrut nam do san dkk. Tentu saja bukan hal yang mudah karena masih ada rasa. Akankah mereka CLBK?

Pak Han memang orang baik, karena dal mi sedang sedih ia yang bertemu dosan di lift menahanya dengan mengatakan ia dan dal mi berhubungan secara serius. 

Setelah itu pak han menelpon dal mi dan menjelaskan apa yang baru ia katakan pada do san agar tidak ada salah paham.

Masih ada 2 episode lagi, semoga happy ending.

Review Drama Korea Start-Up 2020 Episode 15-16 (Final Episode)
Hal paling nyesek di episode 15 pak Han akhirnya meyerah, dengan sadar ia merelakan Dal Mi dan Do San bersatu lagi. Ia tidak membohongi dirinya bahwa merelakan orang yang dicintai kepada orang lain adalah hal sulit dan berat, terlihat bagaimana pak Han sengaja menghindari Dal Mi dan Ekspresi patah hati yang dalam saat berjumpa dengan wanita yang pernah singgah di hatinya, di preview episode 16 ada kemungkinan pak Han akan pergi dari Seoul untuk mengobati luka hatinya.

Walau ini fakta yang menyakitkan, pak Han adalah seorang pecinta sejati, ia rela wanita yang ia cintai bersama orang lain karena yakin Dal Mi akan bahagia bersama Do San, dan Nam Do San layak menjadi pendamping Dal Mi.

Konflik terakhir antara tim Dal Mi dan In Jae versus ayah angkat In Jae dalam tender mobil auto kemudi untuk proyek smart city, ayah angkat injae menggunakan cara kotor dengan menggandeng media untuk membuat citra buruk Mobil Auto Kemudi Tarzan yang pernag terkena pemerasan virus hardware. 

Pak Han sekali lagi spertinya akan menjadi penyelamat bagi Dal Mi dan team, kita lihat saja nanti malam bagaimana drama yang setiap akhir pekan selalu Trending di sosial media Twitter dan sempat membuat "polarisasi" perpecahan warganet tentang Tim Do San atau Tim Pak Han akan diakhiri oleh TvN, semoga happy ending ya.

Finaly endingnya Nam Do San melamar Seo Dal Mi, pak Han sudah move one dan bahagia dengan projek barunya menjadi investor untuk start up yang mempertmukan anak-anak yatim pasca panti asuhan dengan kesempatan dan peluang berkarya. 

Over all seru sekali, nonton saja, rekomended untuk kamu yang suka drama korea bertema dunia kerja dengan bumbu romance, masukan buat TvN dan penulis naskahnya, lain kali jangan terlalu php dengan second lead, bikin nyesek yang nonton.

Iklan


Sejauh ini ada 28 istilah dunia start-up yang ada dalam drama start-up yaitu:

1. Cold Email: surat elektronik yang Anda kirimkan pada orang yang tidak Anda kenal sebelumnya. Email bisa dikirimkan kepada para profesional di bidang tertentu, pebisnis, atau pihak-pihak lainnya. kayak email promosi spam gitu.

2. Angel Investor: adalah mereka yang menyediakan pembiayaan untuk startup (perusahaan pemula), biasanya pada tahap awal, dengan imbalan kepemilikan saham. dan umumnya dilakukan oleh perorangan bukan capital ventures

3. Venture Capital (VC): adalah modal dalam bentuk uang yang diberikan kepada startup yang potensial dan sedang berkembang. Mereka yang menjalankan aktivitas manajemen dan administrasi pendanaan, penyaluran, serta pengawasan VC ini biasa disebut Venture Capital fund atau Venture Capitalist. Jadi Venture Capital adalah uangnya, dan Venture Capitalist adalah mereka yang menjalankan bisnisnya.

4. Dalam drama juga ditampilkan sebuah kawasan beranam Sand Box, ini semacam Silicon Valley  yaitu julukan bagi daerah selatan dari San Francisco Bay Area, California Amerika Serikat. Julukan ini diraih karena daerah ini memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang komputer dan semikonduktor. Daerahnya termasuk San Jose, Santa Clara, Sunnyvale, Palo Alto, dll.

Perusahaan-perusahaan yang sekarang menghuni Lembah Silikon, di antara lain adalah: Adobe Systems, Apple Computer, Cisco Systems, eBay, Google, Hewlett-Packard, Intel, dan Yahoo!.

5. Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan adalah sebuah teknologi yang dibuat cerdas atau diberi kecerdasan seperti manusia. Artificial intelligence yang sering disingkat dengan nama AI ini bermanfaat sebagai teknologi terbaru dan membuat mesin menjadi lebih pintar.

6. Pitching yaitu melakukan presentasi secara singkat, to the point yang bisa langsung menangkap hati audiens. Pitching biasa dilakukan oleh pebisnis untuk bisa menjelaskan bisnis mereka kepada klien, investor ataupun konsumen. Ketika pitching di hadapan investor, sangat penting bagi para entrepreneurs untuk melakukan research dan memahami apa yang diharapkan dari sebuah pitch.

7. Round adalah unit penggalangan dana. Round bisa disebut juga dengan tahap. Misalnya, round pertama disebut dengan “seed round” atau pendanaan tahap awal. Kemudian round berikutnya disebut “Seri A”, “Seri B”, “Seri C”, dan seterusnya. Round terakhir disebut sebagai “final round”.

8. Pra Seri A atau disebut sebagai Putaran Seri A (Series A Round) adalah nama yang diberikan untuk tahap pendanaan awal suatu perusahaan yang signifikan dari dana ventura. Nama ini merujuk pada kelas saham preferen yang dijual kepada para investor sebagai investasi mereka. Pendanaan Seri A biasanya merupakan seri saham pertama setelah saham biasa dan opsi saham diberikan kepada pendiri perusahaan, karyawan, kerabat dan keluarga dan Angel Investor.

9. Business Model Menurut Alexander Osterwalder, Business Model adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses dan sistem. Semua pelaku bisnis harus memiliki pemahaman yang sama terhadap Business Model sehingga diperlukan sebuah konsep yang dapat memberikan satu gambaran standar. Konsep ini harus simple, relevan dan mudah dipahami secara intuitif. Konsep inilah yang diberi nama 9 Building Blocks. Konsep ini sendiri telah diaplikasikan dan diuji coba di seluruh dunia dan telah digunakan di beberapa organisasi, seperti IBM, Ericsson, Deloitte, the Public Works and Government Services of Canada dan banyak lagi.

10. Hackathon merupakan suatu event di mana programmer atau developer ditantang untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang telah ditetapkan dalam jangka waktu sangat terbatas. Dalam suatu hacktahon, programmer biasanya akan bergabung dalam satu tim yang setiap anggota akan memiliki peranan berbeda.

11. Ghost Kitchen atau ghost restaurant itu merujuk pada bisnis kuliner yang memproduksi makanan, tetapi tidak memiliki dapur atau restoran. Biasanya, pemilik bisnis menyewa dapur dari pihak lain. Pembelian hanya dilayani melalui aplikasi seluler atau halaman situs. Makanan akan dikirmkan kepada pemesan, tidak ada bangunan di mana konsumen bisa menikmati makanan di tempat.

Inilah yang membedakannya dengan virtual kitchen yang tetap memiliki bangunan, seperti restoran pada umumnya. Aspek virtual terletak pada pilihan menu yang khusus disediakan untuk pembelian melalui aplikasi pengiriman atau delivery app.

12. Akselerator yaitu Program yang menerima aplikasi terbuka untuk mengikuti kelas gabungan startup (dikenal juga sebagai cohort ) yang terdiri atas sebuah tim pendiri kecil dengan ide yang dikembangkan secara eksternal. Program seperti ini menyediakan dukungan melalui sejumlah kecil modal awal, bimbingan, pelatihan, dan acara promosi dalam periode terbatas, biasanya 3–4 bulan. Startup yang lulus dari program ini akan berkesempatan mendapatkan investor saat demo day.

13. Seed Funding merupakan keadaan di mana startup untuk pertama kalinya mendapatkan pendaaan tahap awal. Biasanya, besaran dana yang didapatkan berkisar Rp 500 juta sampai Rp 1,5 miliar.

14. Valuasi adalah nilai ekonomi dari sebuah startup yang ditentukan atas persetujuan founder dan investor. Nilainya diukur berdasarkan besaran potensi bisnis yang dimiliki perusahaan, bukan sekadar total pendanaan yang diraih.

15. Unicorn adalah sebutan untuk startup yang mempunyai nilai valuasi mencapai lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat. Istilah ini diambil dari kuda mitologi Unicorn yang status keberadaannya terbilang sangat langka atau hampir mustahil. Sebab, memang sangat jarang startup yang berhasil menjadi unicorn.

16. Decacorn adalah sebutan untuk startup yang mempunyai nilai valuasi mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS. Istilah ini dibuat setelah munculnya berbagai startup yang sukses menjadi unicorn, sehingga terciptalah sebutan untuk startup di tingkat atasnya.

17. Hectocorn adalah sebutan untuk perusahaan rintisan atau startup yang mempunyai nilai valuasi mencapai lebih dari USD 100 miliar. Contoh: Apple, Facebook, Google, dan Microsoft.

18. ROI atau Return of Investment adalah fase di mana besaran keuntungan yang dicapai oleh startup sudah melebihi biaya investasi. Biaya pengeluaran dan pendapatan sudah seimbang, sehingga mencapai titik impas atau break event point (BEP).

19. Pivot adalah istilah untuk startup yang mengubah rencana bisnisnya karena ide bisnis yang dijalankan kurang baik atau tidak diterima oleh pasar. Namun, perubahan yang dilakukan masih sesuai dengan ide dan tujuan awal startup itu diciptakan.

20. Exit ada dua pengertian. Pertama, exit yang buruk, yakni jika startup berakhir gagal dan akan tutup. Kedua, exit yang baik, yakni jika startup sudah siap merge dan akuisisi dengan perusahaan lain atau meluncur ke pasar saham.

21. Versi Beta Biasanya, startup akan merilis software, aplikasi, atau website yang versi beta terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk pengenalan dan meminta respons dari konsumen, karena produk baru yang diluncurkan masih untuk eksperimen, sebelum versi final yang sebenarnya akhirnya disahkan.

22. Burn Rate
 adalah pengukuran cash flow negative dari sebuah perusahaan, biasanya di startup yang baru memulai bisnis dan menggunakan uang yang didapatkan dari venture capital untuk operasional bisnis sebelum perusahaan dapat menghasilkan keuntungan.

23. API (Application Programming Interface) yaitu sekumpulan definisi dan protokol untuk membangun dan mengintegrasikan perangkat lunak aplikasi. API adalah singkatan dari antarmuka pemrograman aplikasi  API memungkinkan produk atau layanan Anda berkomunikasi dengan produk dan layanan lain tanpa harus tahu bagaimana penerapannya.

24. CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu konsep bahwa perusahaan memiliki dan mempunyai berbagai tanjung jawab termasuk kepada semua yang berkepentingan seperti konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan juga lingkungan dalam segala aspek operasional yang melingkupi aspek ekonomi, social dan lingkungan.

25. Demo Day adalah sebuah event yang digelar setelah para startup yang mengikuti  program akselerasi selama beberapa bulan, untuk memberikan kesempatan kepada startup terpilih untuk mempresentasikan produk inovatif mereka di “Demo Day” Startup yang terpilih  merepresentasikan inovasinya masing-masing di hadapan investor, termasuk venture capital, Angel Investor , CVC (corporate venture capital), dan korporasi besar untuk menyaksikan presentasi dan selanjutnya bisa berinvestasi pada startup yang dianggap potensial.

26.Acqui-hiring atau Acq-hiring adalah neologisme yang menggambarkan proses mengakuisisi perusahaan terutama untuk merekrut karyawannya, daripada untuk mendapatkan kendali atas produk atau layanannya.

27 Elevator pitch adalah jenis presentasi bisnis singkat antara hingga sekitar 10 menit yang biasa dipakai untuk mempresentasikan bisnis kita saat bertemu dengan calon customer maupun investor di waktu yang sangat singkat.

28. MVP (Minimum viable product) adalah salah satu strategi pengembangan produk yang umumnya dilakukan oleh startup. Sebuah startup memiliki risiko yang besar ketika baru meluncurkan produk pertamanya. Produk mereka belum tentu diterima masyarakat meskipun telah dibuat lengkap dengan biaya yang tinggi.


Saya masih penasaran, kira-kira start-up apa saja yang akan ditampilkan sepanjang 16 episode nanti siapa tahu bakal menginspirasi. Dalam hitungan penulis ada Daebal.com milik ayah soe dal mi dan kamera AI Sansan Tech milik Nam Do San, Nature Morning milik ayah tiri Wo In Jae, Aplikasi NoonGil besutan dal mi dkk. Tarzan mobil auto kemudi.

Daftar Original Soundtrack OST dalam drama start-up 2020:
1. Future dinyanyikan oleh Red Velvet



2. Day & Night dinyanyikan oleh Seung-Hwan Jeong

3. Running dinyayikan oleh Gaho 




Penulis: Nandar
Korean Drama Lover


Iklan
 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »