Info Herbal: Mengenal Bawang Putih (Allium sativum L.) dan Manfaatnya bagi Kesehatan



Campusnesia.co.id - Halo sobat campusnesia, kita kembali dalam segmen info herbal, segmen yang membahsa aneka tanaman herbal asli indonesia dan manfaatnya bagi tubuh ini. Kali ini yang akan kita bahas adalah sebuah rempah yang pasti di jumpai di setiap dapur kita, yaitu bawang putih atau dikenal dengan nama Allium Sativum L dalam bahasa latin. Selain menambah rasa lezat dalam sambal bawang dan ayam geprek, Bawang Putih juga banyak sekali manfaatnya bagi tubuh kita, yuk kenal lebih dekat.

Morfologi Bawang Putih

Bawang putih merupakan tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun, memiliki batang semu yang terbentuk dari pelepah daun dan termasuk dalam genus Allium. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil, setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih termasuk tumbuhan daerah dataran tinggi namun di Indonesia jenis tersebut juga dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut (6).

Kandungan Bawang Putih

Komposisi kimia bawang putih per 100 gr: protein 4,5 gram, lemak 0,20 gram, hidrat arang 23,10 gram, vitamin B1 0,22 mg, vitamin C15 mg, kalori 95 kalori, posfor 134 mg, kalsium 49 mg dan besi 1 mg (8).  

Menurut Lingga dan Rustama (4) bawang putih mengandung senyawa alkaloid, saponin, dan tanin, sedangkan berdasarkan penelitian Safithri (5), bawang putih mengandung karbohidrat, protein, sterol, alkoloid, flavonoid, fenol hidroquinon dan saponin.

Tanaman bawang putih juga terkandung zat aktif pertama yaitu allicin yang menghasilkan bau bawang putih (aroma) yang khas dihasilkan ketika senyawa sulfur dan allicin bereaksi dengan enzim alinase (1). Adapun kandungan sulfur lainnya adalah aliiri, ajoene, allylpropyl disulfide,
diallyl trisulfide, sallylcysteine, vinyldithinnes, dan lainnya. Selain itu juga terdapat enzim-enzim antara lain : allinase, peroxides, mirosinase dan lain-lain. (3).

Khasiat Bawang Putih bagi Kesehatan

Allicin adalah komponen utama yang berperan memberi aroma bawang putih dan merupakan salah satu zat aktif yang diduga dapat membunuh kuman penyakit (bersifat antibakteri). Berperan ganda membunuh bakteri, yaitu bakteri gram positif maupun gram negatif karena mempunyai gugus asam amino para amino benzoate. Allicin dianggap sebagai antioksidan utama, namun studi terbaru menunjukkan bahwa senyawa lain mungkin memainkan peran yang lebih, seperti senyawa polar fenolik dan steroid, yang menawarkan berbagai sifat farmakologi tanpa bau dan juga panas yang stabil (2).

Bawang putih merupakan contoh obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia karena memiliki berbagai macam khasiat. Bawang putih memiliki khasiat sebagai antibakteri, antifungi, antipertensi, antioksidan yang memiliki efek hipoglikemik dan anti agregasi platelet (7).

Dari beberapa penelitian bawang putih mengandung zat aktip allicin, enzim alinase, germanium (mampu mencegah rusaknya sel darah merah), sativine (mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta merangsang susunan sel saraf), selenium (mikromineral penting yang berfungsi sebagai antioksidan), skordinin (antioksidan). Kandungan bawang putih bermanfaat sebagai bakterisida, fungisida dan dapat menghambat pertumbuhan jamur maupun mikroba lainnya (8).


Penulis: Ika Shintya
Editor: Nandar


Daftar Pustaka
1. Evennett, K. 2006. Khasiat Bawang Putih. Hal 11:21. Jakarta: Arcan.
2. Gebreyohannes, G. 2013. Medical Valueof Garlic: A Review, International Journal of Medicine and Medical Science. Vo. 5 (9): 400-402.
3. Kemper, K.J. 2000. Garlic (Allium sativum). Longwood Herbal Task Force. 1: 1-49.
4. Lingga, ME dan Rustama, MM. 2005. Uji Aktivitas dari Ekstrak Air dan  Etanol Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Bakteri Gram Negatif dan Gram Positif yang Diisolasi dari Udang Dogol (Metapenaeus monoceros), Udang Lobster (Panulirus sp.), dan Udang Rebon (Mysis dan Acetes). Jurnal Biotika.5 (2).
5. Safithri M. 2004. Aktivitas Antibakteri Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Bakteri Mastitis Subklinis secara in vitro dan in vivo pada Tikus Putih (Rattus norvegicus). Bogor: IPB.
6. Savitri, E.S. 2008. Rahasia Tumbuhan Berkhasiat Obat Perspektif Al-Qur’an. Malang: UIN-Press.
7. Shokrzadeh, M and A.G. Ebadi. 2006. Antibacterial effect of Garlic (Allium sativum L.) on Staphylococcus aureus. Pak. J. Biol. Sci. 9: 1577-1579.
8. Solihin. 2009. Manfaat Bawang Putih. Jakarta: Media Management.

**Baca Juga artikel menarik seputar tanaman herbal dan rempah asli indonesia yang kaya manfaat di sini >> Info Herbal

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »