Memuat konten...

Dari Limbah Buah Jadi Manfaat, KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga Ajak Warga Pedurungan Tengah Kenali Eco Enzyme

0
 

Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama peserta kegiatan Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Sabtu (8/8/2026). 


Campusnesia.co.id - Semarang – Tumpukan kulit dan sisa buah yang selama ini berakhir sebagai limbah ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna. Melalui semangat “Dari Limbah Buah Jadi Manfaat”, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 106 Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah untuk mengenal dan mempraktikkan pembuatan eco enzyme. Kegiatan sosialisasi dan praktik tersebut dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026) di Balai Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dengan sasaran masyarakat RW 06, RW 08, serta Kelompok Tani Mulyo. 

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Melalui pembuatan eco enzyme, limbah buah yang umumnya langsung dibuang diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan limbah secara lebih bijak dari lingkungan rumah masing-masing.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai eco enzyme. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian eco enzyme, bahan dasar yang digunakan, serta proses pembuatannya. Penyampaian materi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai potensi limbah buah dan cara mengolahnya menjadi eco enzyme.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco enzyme. Peserta mengikuti secara langsung tahapan pengolahan menggunakan limbah buah sebagai bahan dasar. Keterlibatan peserta dalam praktik diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah maupun lingkungan sekitar.


Peserta mengikuti praktik pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah buah sebagai bahan dasar. 

Antusiasme masyarakat turut terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta dari RW 06, RW 08, dan Kelompok Tani Mulyo mengikuti rangkaian sosialisasi dan praktik secara aktif. Interaksi antara mahasiswa, Pertamina Patra Niaga, dan masyarakat juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan mengenai pengelolaan serta pemanfaatan limbah organik di lingkungan Kelurahan Pedurungan Tengah.

Koordinator Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme, Hasna Auliannisa Wahono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mengenalkan pemanfaatan limbah buah kepada masyarakat secara sederhana dan aplikatif. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan limbah sebenarnya bisa dimulai dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu eco enzyme, tetapi juga melihat dan mencoba secara langsung bagaimana limbah buah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Harapannya, kebiasaan sederhana ini dapat terus dilakukan setelah kegiatan selesai dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap limbah yang dihasilkan sehari-hari,” ujarnya.

Kolaborasi Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga pemanfaatan limbah buah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.


Produk eco enzyme yang dihasilkan oleh Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga. 

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui kegiatan edukasi dan praktik kepada masyarakat, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan kembali limbah buah, serta SDG 13 (Climate Action) melalui upaya mendorong pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Melalui semangat “Dari Limbah Buah Jadi Manfaat”, Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga berharap kegiatan ini dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah. Limbah buah yang sebelumnya dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang kini diperkenalkan sebagai bahan yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama menuju lingkungan masyarakat yang lebih berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Mendorong Demokrasi Desa yang Inklusif melalui Pendampingan Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Toyogo oleh Mahasiswa KKN UNDIP 2026

0
 


Campusnesia.co.idDesa Toyogo, 24 Juli 2026 – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui program sosial kemasyarakatan, mahasiswa KKN UNDIP turut berperan aktif dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa, salah satunya melalui kegiatan pendampingan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Toyogo yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2026.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap proses demokrasi di tingkat desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pemerintahan desa, termasuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, membahas peraturan desa bersama kepala desa, serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa. Oleh karena itu, proses pemilihan anggota BPD menjadi bagian penting dalam memastikan keterwakilan masyarakat dalam pembangunan desa.



Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berperan membantu proses administrasi dan pendataan perwakilan masyarakat yang mengikuti pemilihan BPD. Pendataan dilakukan terhadap unsur masyarakat yang memiliki keterlibatan dalam proses pemilihan, seperti perwakilan dari tingkat Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), serta unsur masyarakat lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh peserta yang hadir telah tercatat dengan baik sehingga proses pemilihan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain membantu pendataan, mahasiswa juga turut mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan dengan berkoordinasi bersama perangkat desa dan panitia pemilihan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai mekanisme demokrasi lokal serta memahami bagaimana partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam pembangunan dan pengambilan keputusan di tingkat desa.

Kegiatan pendampingan pemilihan BPD Desa Toyogo ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi bentuk edukasi sosial mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan perwakilan yang akan membawa aspirasi warga. Keberadaan BPD yang terbentuk melalui proses pemilihan yang baik diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih partisipatif dan berkelanjutan.


Pelaksanaan kegiatan ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

1. SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Kegiatan pendampingan pemilihan BPD mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, inklusif, dan bertanggung jawab. Melalui proses pemilihan yang tertib dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kelembagaan desa serta mendorong partisipasi masyarakat dalam sistem pemerintahan.

2. SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan mendukung pemilihan BPD, mahasiswa turut berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa untuk membangun lingkungan sosial yang lebih baik.


3. SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kegiatan ini mencerminkan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKN UNDIP, pemerintah desa, panitia pemilihan, dan masyarakat Desa Toyogo dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa.


Melalui program pendampingan pemilihan BPD Desa Toyogo, mahasiswa KKN UNDIP 2026 menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan dalam kegiatan pemerintahan desa menjadi pengalaman berharga dalam memahami dinamika sosial, administrasi publik, serta pentingnya demokrasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.


Penulis: Alya Arinal Haq
Kontributor: Mahasiswa KKN UNDIP 2026
Lokasi: Desa Toyogo
Tanggal Pelaksanaan: 24 Juli 2026

Editor: Achmad Munandar

Ciptakan Grassile (Multifunction Herbal Spray) dari Serai dan Jeruk Nipis, Mahasiswa Kimia KKN-T 106 UNDIP Bawa Solusi Alami untuk Warga Pedurungan Tengah

0
 
Berbahan dasar serai dan jeruk nipis, Grassile dikembangkan mahasiswa Kimia KKN-T 106 UNDIP
sebagai alternatif spray anti-serangga dan pembersih alami
yang diperkenalkan kepada masyarakat Pedurungan Tengah. 



Campusnesia.co.id - Semarang, 26 Juli 2026 - Serai dan jeruk nipis yang biasa digunakan di dapur diolah menjadi Grassile (Multifunction Herbal Spray) oleh mahasiswa KKN-T 106 Universitas Diponegoro (UNDIP). Produk berbahan alami ini dapat digunakan untuk membantu mengusir serangga sekaligus membersihkan permukaan rumah. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada ibu-ibu PKK melalui kegiatan sosialisasi di Balai RT 02 RW 08, Kelurahan Pedurungan Tengah, pada Minggu (26/7/2026), sekaligus memberikan pengetahuan mengenai bahan, cara pembuatan, dan penggunaannya dalam kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan  sosialisasi, mahasiswa menjelaskan proses pembuatan Grassile mulai dari tahap pencucian dan pemotongan bahan, perebusan, penyaringan, pencampuran, hingga pengemasan. Para peserta juga diperagakan cara menggunakan produk untuk membantu mengusir serangga dan membersihkan permukaan rumah.

Panduan pembuatan dan keunggulan produk Grassile yang diperkenalkan kepada warga
dalam kegiatan sosial kemasyarakatan KKN-T 106 UNDIP.


Pengembangan Grassile menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu mahasiswa Program Studi Kimia KKN-T 106 UNDIP dalam kegiatan masyarakat. Prinsip ekstraksi alami digunakan dalam formulasi produk dengan memanfaatkan kandungan sitronella pada serai dan asam sitrat dari jeruk nipis. Serai dipilih karena mengandung minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu mengusir serangga. Sementara itu, jeruk nipis mengandung asam sitrat yang dapat membantu membersihkan noda dan lemak. Kedua bahan tersebut kemudian diformulasikan menjadi spray agar lebih praktis digunakan.

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif bertanya mengenai bahan yang digunakan, alternatif bahan, proses pembuatan, hingga penggunaan Grassile dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru untuk warga yang harapannya dapat diterapkan secara mandiri. Warga tidak hanya menerima produk yang telah dibuat, tetapi juga memahami proses pengolahannya sehingga dapat memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Salah satu peserta sosialisasi, Bu Tika, mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan bahan sederhana menjadi produk yang bermanfaat. “Anak-anak KKN kreatif-kreatif ya, bisa memanfaatkan bahan yang ada. Semoga bisa ditingkatkan lagi dan semakin memberi manfaat untuk masyarakat banyak”, ujar Bu Tika.

Mahasiswa KKN-T 106 UNDIP memberikan pemaparan materi sosialisasi pemanfaatan Grassile kepada ibu-ibu warga di Balai RT 02 RW 08 Kelurahan Pedurungan Tengah,
Minggu (26/7/2026). 


Program KKN-T 106 UNDIP ini berada di bawah pendampingan Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang terdiri atas Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Pengembangan Grassile turut mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengenalan produk berbahan alami, pengembangan inovasi, dan pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui Grassile, mahasiswa kimia KKN-T 106 UNDIP mendorong warga untuk melihat bahan sederhana di sekitar sebagai sesuatu yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat mendorong masyarakat mengembangkan inovasi lain sesuai kebutuhan sehari-hari.


Penulis:
Febiola Irashai Siti Mawla Yuri
Mahasiswa Program Studi Kimia Angkatan 2023
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Dari Pelepah Pisang jadi Tali: Inovasi Alat Pemintal Serat Karya Tim KKN-T 106 Undip

0
 
Tim KKN-T 106 Undip bersama warga Kelurahan Pedurungan Tengah dalam sosialisasi pengolahan hasil samping pohon pisang. (Dok. Tim KKN-T 106 Undip)


Campusnesia.co.id - Semarang, 1 Agustus 2026 – Limbah pelepah pisang yang selama ini kerap dibuang setelah masa panen kini dimanfaatkan sebagai bahan baku tali serat alami. Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 106 Universitas Diponegoro (Undip) memperkenalkan dan mendemonstrasikan alat pemintal serat pelepah pisang kepada masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah, Semarang, di Toko PKK pada Sabtu (1/8).

Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, kelompok tani, lurah, serta ketua RT setempat. Inovasi alat ini dikembangkan untuk membantu masyarakat mengolah pelepah pisang menjadi serat dan tali dengan proses yang lebih praktis dibandingkan pemintalan secara manual menggunakan tangan.


Berawal dari Pelepah Pisang yang Terbuang
Gagasan pembuatan alat berawal dari pengamatan Tim KKN-T 106 terhadap melimpahnya pelepah pisang di lingkungan warga. Setelah pohon pisang memasuki masa panen, bagian batang dan pelepahnya kerap ditebang dan dibuang. Padahal, material tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai serat alami yang dapat diolah menjadi tali maupun produk kerajinan.
 
Kendala utama yang ditemukan adalah proses pemintalan manual yang membutuhkan ketelitian, waktu, dan tenaga. Kondisi tersebut membuat pemanfaatan pelepah pisang sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi belum optimal.

Tim kemudian merancang alat pemintal serat yang dapat membantu proses pemilinan secara lebih stabil. Proses perancangan hingga alat siap digunakan berlangsung selama sekitar 3-4 minggu.


Alat Manual, Warga Langsung Mencoba
Alat pemintal dirancang menggunakan roda berdiameter besar bergaya roda sepeda yang digerakkan dengan engkol manual. Putaran roda kemudian diteruskan melalui tali penghubung menuju spindel pemintal berukuran lebih kecil. Mekanisme tersebut memungkinkan serat pelepah pisang yang telah diproses dan dikeringkan dipilin menjadi tali secara lebih stabil.

Alat pemintal serat pelepah pisang hasil rancangan Tim KKN-T 106 Undip. 
(Dok. Tim KKN-T 106 Undip)

Alat ini tidak menggunakan tenaga listrik sehingga dapat dioperasikan secara manual oleh masyarakat. Dalam kegiatan demonstrasi, warga tidak hanya menyaksikan proses penggunaan alat, tetapi juga mencoba mengoperasikannya secara langsung.

Warga memasukkan untaian serat pelepah pisang ke bagian spindel, kemudian memutar engkol pada roda utama. Dari proses tersebut, serat berhasil dipintal menjadi tali. Namun, proses pemintalan tetap membutuhkan ketelitian agar pilinan yang dihasilkan rapi dan konsisten.
 
Bagi Tim KKN-T 106, keterlibatan warga dalam praktik langsung menjadi bagian penting dari kegiatan. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada alat, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengoperasikan alat dan memahami proses pengolahan pelepah pisang menjadi produk bernilai guna.


Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai
Dampak kegiatan terlihat dari keberhasilan warga mencoba alat dan menghasilkan tali dari serat pelepah pisang. Kehadiran alat tersebut memberikan alternatif proses pengolahan yang dapat diterapkan masyarakat untuk memanfaatkan limbah pelepah pisang secara lebih produktif.

Coaster berbahan serat pelepah pisang hasil pengolahan 
dan pengembangan produk Tim KKN-T 106 Undip 
(Dok. Tim KKN-T 106 Undip)

Selain menghasilkan tali, serat pelepah pisang juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan seperti coaster. Dalam sesi kegiatan, salah satu perwakilan ibu PKK bahkan memberikan masukan agar produk turunan dari serat tersebut dikembangkan lebih lanjut.

Salah satu usulan warga adalah memperlebar ukuran coaster yang dibuat dari serat pelepah pisang agar dapat digunakan sebagai tatakan panci. Masukan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan serat tidak berhenti pada pembuatan tali, tetapi dapat diarahkan menuju produk rumah tangga yang memiliki fungsi dan nilai jual.
 
Salsabila Diva, mahasiswa Teknik Komputer Universitas Diponegoro sekaligus PIC pengembangan alat pemintal serat pelepah pisang, mengatakan inovasi tersebut dirancang sebagai solusi sederhana yang dapat digunakan masyarakat untuk mengolah potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kami ingin pelepah pisang yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Karena itu, alat ini dibuat sesederhana mungkin agar warga dapat mengoperasikannya secara langsung dan mengembangkannya sesuai kebutuhan,” ujar Salsabila.


Warga Dorong Pengembangan dan Pemasaran
Lurah Pedurungan Tengah turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan sekaligus mendorong agar inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan. Menurutnya, pengembangan produk perlu disertai pendampingan dan strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasaran.

“Produknya sudah bagus. Ke depan perlu mentoring, terutama dalam pengembangan dan pemasaran. Kemasan juga perlu diperhatikan karena bisa menjadi daya tarik agar produk lebih mudah diterima dan laku di pasaran,” ujar Lurah Pedurungan Tengah.

Masukan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam keberlanjutan program. Pengembangan alat dan produk berbahan serat pelepah pisang akan dilanjutkan melalui kolaborasi CSR Pertamina dan dosen Universitas Diponegoro selama satu tahun ke depan.

Keberlanjutan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pengolahan pelepah pisang, baik menjadi tali maupun produk kerajinan lainnya. Dengan demikian, inovasi yang diperkenalkan Tim KKN-T 106 tidak berhenti sebagai demonstrasi alat, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari kegiatan produktif masyarakat Kelurahan Pedurungan Tengah.

Program KKN-T 106 Universitas Diponegoro ini dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc.


Penulis:
Salsabila Diva
Teknik Komputer Angkatan 2023, Universitas Diponegoro.

Editor:
Achmad Munandar

Wajah Baru Kopi Blado: Sentuhan Mahasiswa KKN Hadirkan Sensasi Hirup Aroma Sebelum Membeli

0

Campusnesia.co.id - Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Blado membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kopi lokal. Menyadari potensi besar kopi Blado yang belum terekspos maksimal, tim KKN ini menginisiasi program rebranding produk, salah satunya dengan merombak total desain kemasan agar lebih kompetitif di pasaran.

Salah satu inovasi paling menonjol dari rebranding ini adalah penerapan teknologi kemasan yang dilengkapi dengan lubang filter udara (degassing valve). Lubang ini tidak hanya berfungsi menjaga kualitas biji kopi dari penumpukan gas pasca-produksi, tetapi juga dimodifikasi secara strategis agar calon pembeli dapat menghirup langsung aroma kopi dari luar kemasan.

"Selama ini kopi Blado hanya dikemas dengan plastik kedap udara biasa atau kertas ziplock standar. Pembeli sering kali ragu membeli karena tidak bisa mencium profil aroma kopinya. Dengan adanya filter ini, konsumen bisa mendapatkan teaser aroma yang kuat hanya dengan menekan sedikit kemasan," ujar Bimantara sebagai pelaksana program, saat peluncuran kemasan baru di Kampus PSDKU Universitas Diponegro di Batang, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.



Pendekatan sensory marketing ini dinilai krusial. Dalam industri kopi, aroma adalah penentu impresi pertama yang sangat memengaruhi keputusan pembelian. Desain visual kemasan juga diperbarui menjadi lebih minimalis, menampilkan identitas Blado sebagai daerah dataran tinggi penghasil kopi berkualitas, lengkap dengan informasi tasting notes (profil rasa) dan tingkat roasting.

Mas Eko, salah satu pelaku usaha kopi setempat, menyambut baik terobosan ini. "Tampilannya jadi jauh lebih modern dan premium. Harapannya, kopi kita tidak hanya laku di pasar lokal Batang, tapi juga bisa masuk ke coffee shop di kota-kota besar," ungkapnya.

Langkah rebranding ini diharapkan tidak berhenti pada sekadar pergantian bungkus. Tim KKN juga memberikan pendampingan mengenai manajemen biaya produksi, mengingat penggunaan kemasan berfilter memiliki harga pokok yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kemasan konvensional. Target jangka panjangnya adalah membangun ekosistem bisnis kopi Blado yang mandiri dan memiliki identitas kuat di tengah gempuran produk kopi komersial.



Editor:
Achmad Munandar

Jadwal Lengkap dan Link Live Streaming Asian Games 2026 (WIB), Cabor serta Atlet Indonesia

0
Jadwal lengkap Asian Games 2026 dan siaran langsung badminton Indonesia



Campusnesia.co.idAjang olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2026, resmi diselenggarakan di Aichi dan Nagoya, Jepang, mulai tanggal 19 September hingga 4 Oktober 2026. Ribuan atlet terbaik dari seluruh penjuru benua kuning akan bersaing memperebutkan medali emas, tak terkecuali kontingen Indonesia yang kembali mengusung target tinggi di berbagai cabang olahraga andalan.

Bagi sobat para pendukung setia atlet Merah Putih yang tidak ingin ketinggalan aksi pahlawan bangsa, artikel ini menyajikan panduan terlengkap mengenai jadwal pertandingan (Waktu Indonesia Barat / WIB), fokus utama pada cabang olahraga paling dinanti, hingga cara menonton live streaming resminya.


1. Jadwal Pertandingan Kontingen Indonesia Hari Ini
TanggalCabang OlahragaSesi / Nomor PertandinganPerkiraan Jam (WIB)
19 Sept 2026Upacara PembukaanOpening Ceremony Aichi-Nagoya 202617.00 - 20.00 WIB
20 Sept 2026Bulu TangkisBabak Penyisihan Beregu Putra & Putri09.00 WIB
21 Sept 2026Bulu Tangkis / Panjat TebingBabak Perempat Final Beregu & Kualifikasi Speed10.00 WIB
22 Sept 2026Bulu TangkisBabak Semifinal Beregu Putra & Putri12.00 WIB
23 Sept 2026Bulu Tangkis & Angkat BesiFinal Beregu & Sesi Awal Angkat Besi13.00 WIB
24 Sept - 1 OktPerorangan Cabor UnggulanBabak Penyisihan hingga Final Perorangan09.00 WIB - Selesai
4 Okt 2026Upacara PenutupanClosing Ceremony & Pengumuman Juara Umum19.00 WIB


2. Jadwal Bulu Tangkis (Badminton) Asian Games 2026
Bulu tangkis tetap menjadi lumbung harapan utama bagi Indonesia. Persaingan ketat melawan raksasa bulu tangkis Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia dipastikan memanaskan arena pertandingan. Berikut adalah rincian agenda nomor bulu tangkis:

A. Nomor Beregu (Team Event):
- Penyisihan Babak 16 Besar / Perempat Final: 20 – 21 September 2026
- Babak Semifinal Beregu: 22 September 2026
- Perebutan Medali Emas dan Perak Beregu: 23 September 2026


B. Nomor Perorangan (Individual Event):
- Babak 32 Besar dan 16 Besar (Tunggal dan Ganda): 25 – 27 September 2026
- Babak Perempat Final: 28 September 2026
- Babak Semifinal: 29 September 2026
- Babak Final Perebutan Medali Emas Perorangan: 30 September – 1 Oktober 2026


3. Cabor Andalan Lainnya yang Patut Ditunggu
Selain bulu tangkis, peluang medali emas Indonesia juga bertumpu pada beberapa cabang olahraga strategis berikut:

- Panjat Tebing (Sport Climbing): Nomor Speed putra dan putri selalu menjadi andalan Indonesia untuk mencatatkan rekor waktu tercepat di Asia.

- Angkat Besi (Weightlifting): Aksi lifter andalan nasional dalam mengangkat beban berat di kelas krusial selalu menyedot perhatian penonton TV.

- Balap Sepeda (Cycling Track/BMX): Potensi kejutan dari atlet-atlet muda berbakat Indonesia di kancah internasional.


4. Cara Nonton Live Streaming Resmi Asian Games 2026
Agar pengalaman menonton sobat lancar tanpa gangguan iklan berisiko atau malware dari situs ilegal, pastikan sobat mengakses saluran resmi penayangan Asian Games 2026:

- Televisi Nasional (Free-to-Air): Stasiun televisi di bawah naungan grup media nasional (seperti TVRI atau stasiun swasta pemegang hak siar resmi) biasanya menyiarkan pertandingan pilihan secara langsung. Link TVRI Sport HD klik di sini.


- Platform Live Streaming Resmi: Gunakan aplikasi over-the-top (OTT) berlisensi resmi seperti Vidio atau Vision+ yang menyediakan kanal khusus multi-stream sehingga sobat bisa memilih pertandingan cabang olahraga secara spesifik. 
- Link Vidio klik di sini.
- Link Vision+ klik di sini.



Pemerintah melalui Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menargetkan kontingen Merah Putih mampu tampil kompetitif di Aichi-Nagoya 2026. Dukungan doa dan sorak-sorai dari seluruh rakyat Indonesia tentu menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang berjuang di negeri Sakura.

Mari kita dukung bersama perjuangan atlet Indonesia agar mampu mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di podium tertinggi!


====
Baca juga: