Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Dorong Digitalisasi Kependudukan di Desa Muneng melalui Program Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)

0



Campusnesia.co.id - Temanggung (6/8/2024) - Dalam upaya mendorong digitalisasi kependudukan di Indonesia, Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024 menginisiasi program kerja yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Program kerja ini dilaksanakan di Desa Muneng, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung oleh Essa Rella Pangestu, seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan sekaligus Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024 yang diberi judul “Pendampingan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi Masyarakat Desa Muneng”. Program kerja tersebut bertujuan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi kependudukan di kalangan masyarakat Desa Muneng.

Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan bentuk elektronik dari dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang dapat diakses dan disimpan melalui perangkat elektronik. Meskipun IKD menawarkan berbagai kemudahan, seperti pengurangan ketergantungan pada dokumen fisik dan percepatan proses administrasi, implementasinya di lapangan masih menemui berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi di Desa Muneng adalah rendahnya tingkat aktivasi IKD oleh masyarakat setempat. Banyak warga yang belum memahami pentingnya IKD dan bagaimana cara mengaktifkannya, sehingga pencapaian target nasional untuk digitalisasi kependudukan menjadi terhambat.

Melihat kondisi ini, Essa Rella Pangestu bersama dengan rekan-rekan Mahasiswa KKN-nya merasa perlu untuk menginisiasi program pendampingan aktivasi IKD di Desa Muneng. Program ini dirancang dengan pendekatan yang komprehensif, mencakup sosialisasi mengenai manfaat IKD, penjelasan dan pelatihan penggunaan aplikasi IKD, serta pendampingan langsung bagi warga yang mengalami kesulitan dalam proses aktivasi.

 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan perangkat desa dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Temanggung. Pelaksanaan program tersebut dilakukan pada Selasa, 6 Agustus 2024 di aula Balai Desa Muneng, dengan pendampingan dari Bapak Junari selaku Kepala Dusun Kwarasan Gunung, Desa Muneng. Pelaksanaan program tersebut diawali dengan melakukan sosialisasi berupa pemaparan materi mengenai informasi seputar IKD. Kemudian, dilanjut dengan pendampingan aktivasi digital beserta penjelasan dan pelatihan penggunaan aplikasi IKD yang benar oleh Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro kepada warga Desa Muneng secara tertib. 

Dengan adanya program kerja ini, diharapkan dapat membantu proses tercapainya target aktivasi IKD di Desa Muneng. Selain itu, diharapkan juga seluruh warga desa dapat memanfaatkan teknologi ini secara optimal, sehingga tidak ada lagi hambatan dalam mengakses layanan publik yang berbasis digital. Dengan demikian, Desa Muneng dapat menjadi contoh sukses dalam implementasi IKD di tingkat desa, sekaligus mendukung program nasional menuju Indonesia yang lebih digital.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pentingnya K3 pada Bengkel Pengelasan di Desa Wiyorowetan

0
 

Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Pentingnya K3 
pada Bengkel Pengelasan di Desa Wiyorowetan



Campusnesia.co.id -  Desa Wiyorowetan, 03 Agustus 2024 - Dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja dan kualitas lingkungan kerja, Mahasiswa TIM II KKN UNDIP meluncurkan program pemberdayaan dan penerapan standarisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di bengkel pengelasan setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pelatihan, alat, dan pengetahuan yang diperlukan agar bengkel-bengkel pengelasan di desa tersebut dapat mematuhi standar keselamatan kerja yang ketat.

Program ini dilatar belakangi oleh tingginya angka kecelakaan kerja di bengkel pengelasan yang sering disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang prosedur keselamatan dan penggunaan alat pelindung diri yang memadai. Selama program ini, para pengelola bengkel dan pekerja akan mendapatkan pelatihan cara penggunaan alat pelindung diri sesuai dengan standar K3 yang harus diterapkan. 

Mahaiswa KKN TIM II UNDIP menyatakan, “Dengan adanya program ini, kami berharap para pekerja di bengkel pengelasan dapat bekerja dengan lebih aman dan efisien. Penerapan standarisasi K3 bukan hanya akan melindungi keselamatan pekerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja di bengkel.”

Pelaksanaan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam penerapan standar keselamatan kerja yang lebih baik. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya K3, diharapkan bahwa tidak hanya akan terjadi penurunan kecelakaan kerja, tetapi juga tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif bagi seluruh pekerja di sektor pengelasan.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Tim II KKN UNDIP Ikut Serta : Mewujudkan Rencana Desa Wisata Wiyorowetan 2025

0

Perencanaan Kolam Renang Laguna guna Peningkatan, Pengembangan 
Serta Mewujudkan Rencana Desa Wisata Wiyorowetan 2025



Campusnesia.co.id - Mahasiswa TIM II KKN UNDIP, 12 Agustus 2024 - Mahasiswa Tim II KKN UNDIP bersama Pemerintah Desa Wiyorowetan meluncurkan inisiatif baru dalam upaya meningkatkan daya tarik dan fasilitas desa wisatanya dengan merencanakan pembangunan kolam renang modern. Langkah ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk mengembangkan potensi wisata desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kolam renang yang akan dibangun direncanakan untuk menjadi salah satu daya tarik utama dalam rencana desa wisata yang lebih besar. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya akan menambah keragaman atraksi wisata yang tersedia, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi penduduk lokal melalui peluang kerja dan peningkatan ekonomi lokal.

Rencana tersebut mencakup pembuatan kolam renang dengan desain yang menarik, serta fasilitas pendukung seperti ruang ganti, area bersantai, dan taman yang menambah kenyamanan pengunjung. Selain itu, akan diterapkan standar keselamatan dan kebersihan yang ketat untuk memastikan pengalaman berenang yang aman dan menyenangkan.

Dengan adanya kolam renang, desa ini berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik dalam desa maupun luar desa. Peningkatan fasilitas ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha-usaha kecil dan menengah yang mendukung sektor pariwisata tersebut.

Proyek kolam renang ini direncanakan akan dibangun ditahun 2025. Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan bahwa kolam renang ini akan menjadi bagian integral dari rencana pengembangan desa wisata yang ambisius dan berhasil mewujudkan visi Wiyorowetan sebagai pusat destinasi wisata Kecamatan Ulujami.



Editor:
Achmad Munandar

Optimalisasi Instagram Perpustakaan Desa Jetiskarangpung oleh Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro

0



Campusnesia.co.id - Jetiskarangpung, 2024 - Minat negara Indonesia dengan Platform Instagram cukup tinggi, ini ditunjukan dari banyaknya pengguna Instagram di Indonesia. Tercatat di Bulan Juli 2024 pengguna Instagram di Indonesia mencapai 90 Juta Penguna (Napoleoncat, 2024). Dari banyaknya minat akan platform tersebut, Instagram sangat baik digunakan untuk media promosi. Perpustakaan Desa Jetiskarangpung atau dikenal dengan nama Perpustakaan Karya Muda, masih belum terlalu aktif di platform Instagram. 

Menanggapi permasalahan tersebut, Tim KKN II Universitas Diponegoro 2024, Harda Adela Dwitita dari Jurusan Ilmu Perpustakaan menjalan program kerja monodisiplin yang berfokus pada optimalisasi media sosial Instagram Perpustakaan Desa Jetiskarangpung. Kegiatan dari Optimalisasi Instagram Perpustakaan Jetiskarangpung dimulai dengan koordinasi dengan pustakawan yang mengurus Perpustakaan Desa Jetiskarangpung atau Perpustakaan Karya Muda.

Postingan perkenalkan Instagram Perpustakaan Desa Jetiskarangpung diunggah pada tanggal 6 Agustus 2024. Begitu juga dengan pemasangan Photo Profile dari Instagram Perpustakaan Desa Jetiskarangpung. Output dari program kerja ini berupa template feeds demi keseragaman postingan dan guidebook optimalisasi Instagram Perpustakaan Desa Jetiskarangpung.

Pustakawan menyambut dengan tangan terbuka mengenai program kerja ini. Feeds dari Instagram Perpustakaan jadi lebih rapi dan aktif. Diharapkan output dari program kerja ini dapat menjadi acuan pustakawan untuk mengaktifkan kembali Instagram Perpustakaan Desa Jetiskarangpung. 



Referensi:
Instagram users in Indonesia. (Juli 2024). Napoleoncat.com. Diakses tanggal 19 Agustus 2024, dari Napoleoncat.com


Editor:
Achmad Munandar

Menghidupkan Sejarah Masjid Kaliyoso melalui Poster oleh Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro

0



Campusnesia.co.id - Jetiskarangpung, 2024 - Masjid Jami’ Kaliyoso merupakan masjid yang bersejarah di Kabupaten Sragen. Masjid Jami’ Kaliyoso masih memiliki hubungan Keraton Surakarta Hadiningrat. Selain memiliki hubungan dengan keraton, masjid ini juga pusat penyebaran agama Islam di Solo Utara. 

Untuk melestarikan ilmu mengenai sejarah masjid, maka perlu dilakukan dokumentasi dan penyebaran informasi agar masyarakat menjadi tahu akan sejarah yang ada di sekitar. Masjid Jami’ Kaliyoso belum memiliki pengenal yang dapat digunakan agar pengunjung dapat mengetahui bahwa masjid tersebut penting dan bersejarah. Ini menyebabkan beberapa pendatang yang mengunjungi masjid tersebut.
 
Dari permasalahan tersebut maka Anggota tim KKN Tim II Universitas Diponegoro 2024, Harda Adela Dwitita dari Jurusan Ilmu Perpustakaan melalui Program Kerja Monodisiplin pembuatan Poster Sejarah Masjid Jami’ Kaliyoso. 

 
Kegiatan ini di mulai dengan riset melalui internet, lalu melalui wawancara dari salah satu warga asli Desa Jetiskarangpung yang merupakan salah satu dari trah dari Kyai Abdul Djalal, Rohmat Dwi Basuki. Setelah mengumpulkan cukup bahan, kegiatan selanjutnya adalah menyusun storyboard dan mengambil foto-foto yang diperlukan. Lalu, setelah bahan-bahan yang akan ditampilkan sudah semua, maka langkah selanjutnya adalah desain poster. Lalu poster tersebut diserahkan kepada pengurus Remaja Masjid Jami’ Kaliyoso.

Mading ini mendapatkan respon positif dari pengurus Remaja Masjid Jami’ Kaliyoso. Poster tersebut ditempelkan ke Papan Informasi yang ada di bagian serambi masjid. Adanya Majalah Dinding Sejarah Masjid ini, diharapkan dapat menjadi pusat edukasi bagi pengunjung atau masyarakat sekitar mengenai sejarah masjid Jami’ Kaliyoso Jogopaten. 



Referensi:
Rahmat Dwi Basuki diwawancari oleh Harda Adela Dwitita, 23 Juli 2024, Kabupaten Sragen


Editor:
Achmad Munandar

Problematika “Anak Putus Sekolah” Menjadi Fokus Tim KKN II Undip Desa Keditan

0



Campusnesia.co.id - Selasa (20/08) Tim II KKN Undip Desa Keditan menyerahkan Ra-Des P-ATS (Rencana Aksi Desa Penanganan Anak Putus Sekolah yang merupakan konsentrasi dari Tim II KKN Undip Kabupaten Magelang. Latar belakang adanya pembuatan Ra-Des P-ATS ini karena tingginya permasalahan anak putus sekolah di Kabupaten Magelang. Kewajiban negara dalam menangani pendidikan tertera jelas pada padal 31 UUD 1945: (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Dalam peraturan turunan juga tertera jelas tentang pendidikan yakni Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Wajib Belajar 12 tahun ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan pendidikan. 

Sasaran Wajar 12 Tahun ini mencakup seluruh warga negara Indonesia, khususnya kelompok usia 6-21 tahun agar dapat mengenyam dan menuntaskan pendidikan dari jenjang pendidikan dasar, menengah pertama dan atas. Pemerintah yang bertanggung jawab sebagai penyelenggara pendidikan telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan anak Indonesia kesempatan memperoleh pendidikan dan mendapatkan pelatihan yang bermanfaat.

Pembuatan Ra-Des P-ATS ini juga bertujuan untuk masyarakat dapat memperoleh Pendidikan yang relevan dengan kehidupan, serta menjadi panduan bagi Desa Keditan untuk melaksanakan program P-ATS Desa Keditan. Adanya hal ini juga mencakup metode perencanaan dan penganggaran pemerintah sebagai patokan untuk melaksanakan P-ATS agar menjadi kongkret dalam gerakan penanganan ini. 

Penyusunan Rencana Aksi Desa Penanganan Anak Tidak Sekolah (RADes P-ATS) Desa Keditan berlangsung pada tanggal 20 Juli 2024 – 9 Agustus 2024 penyusunan ini mengikuti prosedur yang diatur dalam RAD P-ATS Kabupaten Magelang mulai dari (a) peninjauan basis data ATS, (b) penentuan kelompok ATS prioritas, (c) analisis situasi ATS dan (d) penyusunan RADes. 

Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Desa Keditan dan unsur lainnya dalam desa. Adanya Ra-Des P-ATS ini juga sebagai rujukan pembuatan  Surat Keputusan Kepala Desa Keditan Tentang Pembentukan Tim Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah Tahun 2024 dan Surat Keputusan Kepala Desa Keditan Tentang Pembentukan Tim Pelaksanaan Pendidikan Untuk Semua Anak di Desa Keditan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Tahun 2024.




Karya Tim II KKN Undip 2024 Desa Keditan


Editor:
Achmad Munandar

UMKM Desa Tombo Bertransformasi! Mahasiswa KKN Undip Bawa Solusi Digital yang Bikin Keuangan Melesat

0



Campusnesia.co.id - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam membantu masyarakat desa melalui program kerja inovatif. Kali ini, tim KKN di Desa Tombo, Kabupaten Batang, memperkenalkan sebuah program cerdas yang berfokus pada pemanfaatan digitalisasi untuk pengelolaan keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Bank Indonesia telah meluncurkan aplikasi SIAPIK yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui smartphone. Aplikasi ini dirancang sebagai alat pencatatan keuangan yang mudah digunakan, membantu menghasilkan laporan keuangan yang terstruktur dan sesuai dengan SAK EMKM, standar pelaporan keuangan yang berlaku bagi UMKM. Dengan sifatnya yang praktis dan sistematis, aplikasi ini sangat cocok untuk digunakan oleh pelaku usaha, terutama UMKM
 
Program ini dilaksanakan pada 3 Agustus 2024 dengan melakukan kunjungan langsung ke beberapa UMKM di Desa Tombo untuk memperkenalkan pencatatan transaksi melalui aplikasi SIAPIK. Program ini digagas karena banyak pelaku UMKM di Desa Tombo masih belum familiar dengan pembukuan digital, dan sebagian besar dari mereka masih melakukan pencatatan keuangan secara manual. Bahkan, beberapa dari pelaku UMKM mengaku tidak melakukan pencatatan sama sekali dan kinerja keuangannya hanya diukur dari penambahan stok barang tanpa melihat kondisi keuangannya.


Program ini secara khusus menyasar empat jenis UMKM di Desa Tombo, yaitu toko kelontong, toko baju, catering, dan laundry. Dengan diperkenalkannya aplikasi SIAPIK, pelaku usaha di sektor-sektor tersebut kini memiliki alat yang dapat membantu mereka melakukan pencatatan keuangan dengan lebih mudah dan sistematis. Respons dari para pelaku UMKM sangat positif. Salah satu pelaku UMKM mengungkapkan, "Saya memang sudah lama merasa membutuhkan pelatihan mengenai digitalisasi pencatatan keuangan untuk toko saya.”

Diharapkan program ini dapat mempermudah UMKM di Desa Tombo dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih efisien. Dengan pencatatan yang lebih rapi dan terstruktur, usaha mereka dapat tumbuh lebih pesat secara berkelanjutan karena dapat membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan kondisi keuangan.



Penulis:
Khairul Insan Al Amin 

Dosen Pembimbing Lapangan:
Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si.
Dr. Yusniar Hanani Darundiati S. TP.,M. Kes
Apip, S.E., M.Si.

Editor:
Achmad Munandar

Optimalisasi Potensi Lokal, Tim KKN UNDIP Buat Rangkaian Pelatihan Ini!

0

Foto Tim KKN UNDIP pada pelaksanaan 
program Multidisiplin 1 (dokumentasi pribadi)


Campusnesia.co.idBatang (24/7). Tim KKN UNDIP yang bertempat di Desa Tombo membuat rangkaian pelatihan dalam rangka optimalisasi potensi lokal. Rangkaian pelatihan yang dilaksanakan berupa pelatihan pengolahan kopi sampai pelatihan pemasaran produk.

Desa Tombo sendiri terletak di puncak tepatnya di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Desa ini memiliki potensi lokal berupa tanaman kopi. Hampir setiap penduduk menamam kopi baik di sekitar rumah maupun di kebun.

Keprihatinan muncul akibat banyak warganya yang memiliki tanaman kopi namun hanya mengolah kopi hingga sebatas greenbeans (biji kopi hijau). Masyarakat pun lebih memilih mengkonsumsi kopi kemasan daripada mengolah hasil kebunnya sendiri. 

Kondisi ini yang menginisiasi Tim KKN UNDIP di Desa Tombo merancang sebuah pelatihan. Bekerja sama dengan masyarakat setempat, pelatihan dilaksanakan dengan harapan masyarakat mampu melaksanakan proses pengolahan kopi yang benar sekaligus menjual dan memasarkannya. 

Pelatihan telah dilaksanakan pada minggu ketiga pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 24 dan 27 Juli 2024. Peserta pelatihan merujuk pada masyarakat usia produktif yang memiliki kemauan dan minat di bidang usaha dan kopi.

Pelatihan dirancang dengan mengombinasikan berbagai ilmu disiplin untuk mencapai efektivitas dan tujuan kegiatan. Berikut rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama proses pelatihan: 

1. Pelatihan Roasting Biji Kopi
Masyarakat sudah tidak awam lagi dengan proses pengolahan kopi hingga greenbeans, untuk itu pelatihan di hari pertama berfokus pada penggunaan alat dan proses roasting biji kopi.

2. Pelatihan Grinding 
Sesi kedua di hari pertama berisikan pelatihan grinding kopi atau proses mengubah biji kopi menjadi bubuk. Seluruh sesi di hari pertama dipandu oleh narasumber atau ahli di bidang kopi, Nur Hudin.


3. Pelatihan Pengelolaan Keuangan dalam Usaha
Hari kedua pelatihan berfokus pada pengembangan usaha salah satunya mengelola keuangan dalam usaha. Kegiatan yang dilakukan peserta adalah pelatihan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan pencatatan keuangan serta pembuatan laporan keuangan dalam usaha.

4. Pelatihan Pemasaran
Masyarakat umumnya menjual hasil panennya ke tengkulak membuat harga terkadang lebih rendah. Pelatihan yang disusun Tim KKN UNDIP menyasar pada penjualan dan pemasaran produk lewat media online. Peserta pelatihan juga diajarkan mengenai cara pembuatan konten untuk meningkatkan promosi produk.

 


Sebagai upaya untuk mendorong keberlanjutan kegiatan, Tim KKN UNDIP mendesain logo, merek, cara mengurus NIB,  akun usaha, dan kelompok usaha yang dibentuk dari peserta pelatihan. Modul pelatihan juga diserahkan kepada pihak BUMDes selaku pengelola unit usaha yang berjalan di desa.



KKN TIM II UNDIP 2024 Desa Tombo 

Dosen Pembimbing Lapangan:
Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si.
Dr. Yusniar Hanani Darundiati S. TP.,M. Kes
Apip, S.E., M.Si.

Editor:
Achmad Munandar

Rekomendasi Lagu Dangdut Enak Difarina Indra Bersama OM ADELLA

0


Campusnesia.co.id -  Dangdut koplo asal Jawa Timuran selalu melahirkan nama-nama populer sejak dahulu kala. Dari eranya Inul Daratista, Sodiq, Brodin hingga generasi Via Vallen, Nella Kharisma dan sekarang lahir generasi terbaru seperi Yeni Inka dan Difarina Indra.

Kali ini kami akan bahas tentang Rekomendasi Lagu Dangdut Enak Difarina Indra Bersama OM Adella, salah satu orkes melayu koplo pimpinan bapak Totok yang mulai naik daun mengikuti kesuksesan New Pallapa dan New Monata.

Difarina Indra adalah seorang biduan atau penyanyi dangdut wanita asal Tuban Jawa Timur, ia memiliki nama asli Dewi Indra Farina. Lahir di Tuban pada tanggal 20 Desember tahun 1998 yang artinya pdaa tahun 2024 ini baru berusia 26 tahun. Bagi sobat yang ingin kenal lebih dekat dengannya bisa follow akun media sosialnya yaitu akun Instagram: @difarina_reall, akun TikTok: @difarina20 dan akun  YouTube: Difarina Official.

Oke langsung saja ini dia, Rekomendasi Lagu Dangdut Enak Difarina Indra Bersama OM Adella:

1. KALIH WELASKU - Difarina Indra Adella - OM ADELLA





2. KESUCIAN ATI - Difarina Indra Adella - OM ADELLA





3. SELENDANG BIRU - Difarina Indra Adella - OM ADELLA




Demikian postingan kita kali ini tentang Rekomendasi Lagu Dangdut Enak Difarina Indra Bersama OM ADELLA, akan kami update secara berkala sampai jumpa.



Penulis
Mumun

Masyarakat Teredukasi: Mahasiswa KKN Sosialisasikan dan Dampingi Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Secara Online

0



Campusnesia.co.idProgram Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari Universitas Diponegoro berhasil menghadirkan perubahan positif dalam cara masyarakat setempat melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dengan fokus pada sosialisasi dan pendampingan pembayaran PBB secara online, para mahasiswa telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan kemudahan akses bagi warga.

Program ini dimulai pada 29 Juli 2024 dan dilaksanakan oleh Fitriana Miftakhul Jannah. Tujuan utama dari program ini adalah untuk membantu masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan sistem pembayaran pajak yang kini bisa dilakukan secara online. Melalui serangkaian kegiatan, mahasiswa berhasil menjembatani gap informasi dan teknologi yang seringkali menjadi kendala bagi masyarakat, terutama yang belum terbiasa dengan sistem digital.

Sosialisasi dilakukan melalui berbagai metode, termasuk penyuluhan tatap muka, pelatihan langsung, dan penyebaran materi edukatif melalui poster di lokasi strategis. Para mahasiswa menjelaskan langkah-langkah pembayaran PBB secara online, mulai dari pendaftaran hingga proses pembayaran, serta cara mengakses layanan ini melalui situs resmi yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.

Selain sosialisasi, tim mahasiswa juga memberikan pendampingan langsung bagi warga yang menghadapi kesulitan teknis. Pendampingan dilakukan dengan cara mengadakan sesi tatap muka dan membantu warga mengakses dan menggunakan aplikasi pembayaran online. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua warga, terutama mereka yang kurang familiar dengan teknologi, dapat melakukan pembayaran dengan lancar.

Program sosialisasi dan pendampingan pembayaran PBB secara online ini tidak hanya berhasil mencapai tujuannya tetapi juga meninggalkan dampak positif yang luas. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan perubahan yang bermanfaat. Dengan dukungan terus-menerus dan upaya serupa, diharapkan teknologi dan informasi dapat lebih merata dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.




Editor:
Achmad Munandar