Melalui Etnovideografi, Mengungkap Pahlawan Lokal Sapugarut

0


Campusnesia.co.id -  Sapugarut,  (15/08/2024) - Mahasiwa KKN dari Program Studi Antropologi Sosial Universitas Diponegoro (Undip) telah merampungkan sebuah karya etnovideografi yang mengangkat kisah inspiratif Pak Nurdi, seorang pahlawan lokal dari Sapugarut. Dokumentasi ini menggambarkan bagaimana Pak Nurdi, sebagai Ketua RW 03 dan Ketua TPS3R, memimpin komunitasnya dengan penuh dedikasi. Proses pembuatan karya ini melibatkan pendekatan etnografi dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas harian Pak Nurdi. 

“Etnovideografi ini tidak hanya mendokumentasikan peran Pak Nurdi, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas tentang pentingnya keberadaan sosok seperti beliau dalam menjaga nilai-nilai komunitas dan lingkungan,” ujar Reyna, salah satu anggota tim KKN Undip Sapugarut.


Sebagai Ketua TPS3R
Pak Nurdi telah menjadi Ketua TPS3R di Kelurahan Sapugarut selama hampir satu tahun. Di bawah naungan BKM KIPAS, TPS3R tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi tempat berhimpun bagi bapak-bapak dan warga untuk ngopi atau rapat pada malam hari. Meski menghadapi kendala dalam mengolah sampah plastik karena mesin pencacah yang tidak berfungsi, dedikasi Pak Nurdi tetap kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memberdayakan warga setempat.


Perajin Kayu Dari Jepara
Pak Nurdi, selain sebagai Ketua TPS3R Sapugarut, juga seorang pengrajin kayu dan pengukir handal yang belajar seni ukir sejak kelas 4 SD pada tahun 1974. Ia mulai menjadi tukang kayu sejak pindah ke Sapugarut pada 2010. Saat ada waktu luang di TPS3R, Pak Nurdi kerap mengerjakan pesanan ukiran atau mebel dari warga. Dengan penghasilan rata-rata Rp100.000 hingga Rp125.000 per hari, keahliannya ini menjadi sumber pendapatan tambahan yang terus ia tekuni dengan dedikasi tinggi.



 
Ketua Rukun Warga 03
Pak Nurdi bersama warga Sapugarut rutin membersihkan makam sehari sebelum Jumat Kliwon, termasuk pada pagi (1/8/2024), untuk memastikan makam tetap bersih dan terawat bagi para peziarah. Kegiatan gotong royong ini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan dan penghormatan tradisi ziarah. Sebagai Ketua RW 03, Pak Nurdi selalu di garis depan, memimpin rapat, dan aktif berkontribusi dalam memajukan lingkungannya. 

Melalui karya ini, mahasiswa KKN Undip berharap dapat menekankan betapa pentingnya peran pahlawan lokal seperti Pak Nurdi, yang dengan ketulusan dan kerja kerasnya, terus menghidupkan semangat gotong royong dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.




Penulis:
Reyna Nazhannisa
Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya

DPL KKN:
Mujiono Hafidh Prasetyo, S.H., M.H., LL. M

Lokasi KKN:
Kelurahan Sapugarut
Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan

Editor:
Achmad Munandar

Anak-anak TK Perintis Sapugarut Belajar Melukis Gerabah

0



Campusnesia.co.id -  Sapugarut - Anak-anak TK Perintis di Kelurahan Sapugarut antusias mengikuti kegiatan melukis gerabah yang diadakan di ruang kelas mereka pada hari Jumat (2/8/2024) . Program ini adalah bagian dari kegiatan KKN yang diselenggarakan oleh tim II mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip).

Kepala Sekolah TK Perintis menyatakan kegembiraanya atas kegiatan tersebut, “saya senang sekali anak-anak TK Perintis bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari kakak-kakak KKN Undip,” ujarnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas anak-anak sekaligus menanamkan rasa cinta dan kebanggan terhadap budaya lokal.

“Melukis di gerabah ini bukan hanya soal seni, tapi juga tentang menghargai apa yang kita miliki sebagai bagian dari warisan budaya. Melalui tangan-tangan kecil ini, kita bisa melihat bagaimana budaya kita terus hidup,”ujar Reyna penanggung jawab program kerja. 


Dalam kegiatan ini, setiap anak menerima gerabah polos dan diajari cara melukisnya. Mereka bebas memilih warna-warna cerah dan motif yang mereka sukai, mulai dari motif sederhana seperti bunga hingga pola-pola abstrak. Program ini tidak hanya mengenalkan seni melukis kepada anak-anak, tetapi juga mengajarkan mereks tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya yang mereka buat.

Dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, anak-anak belajar memadukan warna dan menciptakn karya unik mereka sendiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam melestarikan warisan budaya melalui seni, sekaligus membangun rasa cinta terhadap tradisi lokal di kalangan generasi muda.




Penulis:
Reyna Nazhannisa
Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya

DPL KKN:
Mujiono Hafidh Prasetyo, S.H., M.H., LL. M

Lokasi KKN:
Kelurahan Sapugarut
Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan

Editor:
Achmad Munandar

Tim KKN Undip Sukses Optimalisasi Website Desa Muneng untuk Peningkatan Transparansi dan Promosi Potensi Desa

0


Campusnesia.co.idTemanggung, 18 Agustus 2024 - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) yang bertugas di Desa Muneng, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, telah berhasil melaksanakan program kerja optimalisasi website desa. Program ini dirancang untuk meningkatkan transparansi informasi serta mempromosikan potensi unggulan Desa Muneng kepada masyarakat luas.

Proses optimalisasi dimulai dengan analisis mendalam terhadap kondisi website desa yang sebelumnya kurang terkelola dengan baik. Berdasarkan hasil analisis, Tim KKN yang terdiri dari Armand Diego Irawan (Sastra Indonesia), Essa Rella Pangestu (Ilmu Pemerintahan), Farah Alifia Putri (Teknik Industri), Fidini Nur Sa’adah Sri Fajrin (Matematika), Jiddan Nawfal Hidayat (Ekonomi), Khalisa Putri Fadillah (Akuntansi Perpajakan), Reyhan Fausta Ardhinsyah (Agribisnis), dan Yohanna Novelina Siahaan (Teknologi Pangan) menemukan bahwa website desa belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendukung promosi produk unggulan desa, seperti gula aren, gula semut, kopi robusta, kolang-kaling, dan melinjo. Selain itu, informasi mengenai pelayanan publik dan kegiatan desa juga masih minim.

Merespons temuan tersebut, mahasiswa KKN Undip melaksanakan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas website desa. Mereka tidak hanya membantu pengisian informasi mengenai UMKM maupun peristiwa yang terjadi di Desa Muneng, tetapi juga mengadakan pelatihan bagi perangkat desa agar lebih mahir dalam mengoperasikan dan memperbarui konten website secara mandiri. Langkah ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa dan warga setempat. Kepala Desa Muneng menyampaikan apresiasinya terhadap upaya mahasiswa KKN, menyatakan bahwa inisiatif ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan desa. 


Melalui program ini, diharapkan website desa dapat menjadi jendela informasi yang efektif, tidak hanya untuk mendukung transparansi pemerintah desa, tetapi juga sebagai alat promosi yang mampu meningkatkan perekonomian desa melalui pemasaran produk unggulan. Tim KKN Undip berharap upaya mereka dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kemajuan Desa Muneng.



Editor:
Achmad Munandar

Inovasi Hijau: Pemanfaatan Limbah Cair Tahu sebagai Pupuk Organik Cair

0



Campusnesia.co.idPekalongan (11/08/2024) - Desa Tengeng Wetan, Kec. Siwalan, Kab. Pekalongan, program kerja “Inovasi Hijau: Pemanfaatan Limbah Cair Tahu sebagai Pupuk Organik Cair” telah dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Agustus 2024 di Balai Desa Tengeng Wetan.
 
Program kerja tersebut diusulkan oleh salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II bernama Rizko Defri Arifaldi dari program studi S-1 Biologi Fakultas Sains dan Matematika dan dihadiri oleh Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Desa Tengeng Wetan serta perwakilan dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kec. Siwalan.
 
Program kerja tersebut membahas mengenai pemanfaatan limbah cair tahu menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat dimanfaatkan dalam sektor pertanian sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman mereka. Program kerja tersebut diusulkan sebagai solusi untuk mengurangi pembuangan limbah cair tahu yang tidak diolah sebelum dibuang yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan di kemudian hari.
 
Program kerja diawali dengan pemaparan materi oleh Rizko yang membahas mengenai pengertian pupuk secara umum, jenis pupuk, definisi pemupukan, nutrisi yang didapatkan dari limbah cair tahu yang baik untuk tanaman dan cara pengolahan limbah tersebut menjadi POC. Sesi selanjutnya adalah melakukan praktik pembuatan POC bersama peserta.

 
Pembuatan POC diawali dengan dipersiapkannya bahan berupa 1 liter limbah cair tahu yang sudah dingin, 20 ml EM4 dan 20 ml molase. Ketiga bahan tersebut kemudian dicampurkan hingga rata dan disimpan dalam wadah tertutup berupa botol. Proses fermentasi akan berjalan selama 10-14 hari atau hingga bau campuran tersebut menyerupai tape. Selama proses fermentasi, tutup botol dibuka setiap hari guna mengeluarkan gas fermentasi yang terbentuk agar wadah tidak meledak.
 
Melalui program kerja tersebut, diharapkan limbah cair tahu yang terbuang dapat berkurang karena dialih gunakan menjadi POC yang bermanfaat dalam sektor pertanian serta dapat memberikan pilihan alternatif pupuk tambahan bagi para petani dalam memberikan nutrisi untuk tanaman pertanian mereka.




Editor:
Achmad Munandar

Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Peningkatan Kualitas Air

0


Campusnesia.co.id Pekalongan (08/08/2024) - Desa Tengeng Wetan, Kec. Siwalan, Kab. Pekalongan, telah terlaksana program kerja salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim II yang membawakan tema mengenai “Pembuatan Filter Air Sederhana untuk Peningkatan Kualitas Air”.

Program kerja yang diusulkan oleh Rizko Defri Arifaldi salah satu mahasiswa KKN tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 08 Agustus 2024 di Dukuh Cangkring Kulon, Desa Tengeng Wetan dan dihadiri oleh masyarakat dukuh tersebut.

Program yang dibawakan tersebut membahas mengenai pentingnya kualitas air yang baik bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, efek berkepanjangan terhadap kesehatan apabila mengkonsumsi air dengan kualitas yang buruk, serta membahas beberapa cara untuk meningkatkan kualitas air, salah satunya adalah melalui filtrasi air.

Acara tersebut diawali dengan pemaparan materi yang berkaitan dengan kualitas air hingga cara pembuatan filter air sederhana. Setelah sesi pemaparan materi selesai, dilanjutkan dengan sesi pembuatan filter air sederhana secara langsung oleh peserta program tersebut yang dipandu langsung oleh pemateri.

Pembuatan filter air tersebut dilakukan menggunakan botol bekas yang dipotong pada bagian bawahnya, lalu bahan yang digunakan untuk filter air dimasukkan dengan urutan sebagai berikut; tisu, kapas, batu arang, batu kerikil, kapas, pasir, tisu, kapas. Bahan tersebut disusun rapi dan dapat langsung dicoba untuk melakukan penyaringan air yang keruh/kotor.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan diikuti dengan penuh antusias oleh masyarakat yang hadir. Dengan ada program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya kualitas air yang baik dan mampu membuat serta menggunakan filter air sederhana untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan.

Selain itu, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dukuh tersebut, sehingga mereka dapat terhindar dari masalah kesehatan akibat kualitas air yang buruk.




Editor:
Achmad Munandar

Etika Dalam Bersosial Media berkaitan dengan UU ITE No. 1 Tahun 2024

0



Campusnesia.co.id - Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2024 mengadakan kegiatan edukasi di MAN 2 Magelang, Desa Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang mengenai etika dalam bersosial media terkait UU ITE. Program ini dilaksanakan pada Kamis, 1 Agustus 2024 yang diinisiasi oleh Mohamad Daffa Putra Firmansyah dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum. Edukasi ini dihadiri oleh perwakilan pengurus sekolah dan siswa/siswi kelas 12 IPS. 

Di era Gen-Z masih banyak permasalahan menggunakan media sosial dengan tidak bijak, penyebaran berita hoax juga masih banyak sekali yang terjadi di masyarakat. Edukasi mengenai bijak etika bersosial media dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) No 1 tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam Etika Bersosial Media, dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran pada siswa/siswi MAN 2 Magelang dalam bijak menggunakan sosial media sejak dini.

Kegiatan edukasi dilakukan dengan menjelaskan terlebih dahulu mengenai definisi UU ITE dilanjutkan dengan manfaat dan tujuan UU ITE, 6 tips etika menggunakan sosial media dengan baik, serta penjelasan pasal-pasal yang terdapat di UU ITE No. 1 Tahun 2024 Tentang Etika Bersosial Media. Selama kegiatan terlihat antusiasme dari siswa/siswa MAN 2 Magelang, dari keaktifan mencatat materi yang disampaikan serta bertanya dalam sesi tanya jawab.


Diakhir kegiatan program edukasi ini, Daffa juga membagikan poster dan x-banner edukatif yang berisi etika dalam bersosial media kepada siswa/siswi dan melakukan penyerahan poster dan x-banner kepada pihak sekolah dengan harapan dapat menjadi panduan yang berguna untuk siswa/siswi MAN 2 Magelang yang belum berkesempatan menghadiri program edukasi ini. Adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk bijak menggunakan sosial media pada generasi muda dalam pentingnya penyebaran informasi yang valid dan mencegah terjadinya penyebaran berita hoax.



Editor:
Achmad Munandar

Aktivasi Sosial Media Desa Sebagai Sarana Komunikasi dan Promisi Desa

0

Pendampingan Aktivasi Sosial Media Desa 
oleh Mahasiswa Undip, Rabu (14/8)
 Dok. Pribadi


Campusnesia.co.id - Temanggung, 14 Agustus 2024 – Nalendro Adi Wardana, Mahasiswa Program Studi S1 Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro melakukan pendampingan perangkat desa Tegarejo dalam rangka aktivasi sosial media desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tim II Universitas Diponegoro. Program Pengaktivasian sosial media ini dilaksanakan dengan melibatkan perangkat desa dan dilaksanakan di kantor desa Tegalrejo.

Kegiatan ini bertujuan untuk media promosi potensi desa seperti wisata dan pemasaran UMKM lokal. Selain itu, sosial media desa Tegalrejo akan menjadi wadah informasi mengenai kesehatan, program bantuan untuk masyarakat desa, dan informasi lainnya yang ingin disebarkan dari perangkat desa kepada masyarakat sekitar. Aktivasi sosial media ini menjadi strategi yang tepay untuk memkuat komunikasi ditengah era yang serba digital. Adanya media ini diharapkan mampu memuat potensi dan keunikan desa yang dipromosikan secara lebih luas untuk menarik minat wisatawan dan mendukung ekonomi lokal, serta wadah komunikasi kepada perangkay desa yang dapat dijangkau oleh masyarakat.

Platform Instagram dan YouTube merupakan wadah yang dipilih untuk diaktivasi. Pemilihan ini didasari oleh popularitas penggunaan oleh warga setempat. Penting bagi tim sosial media yang terdiri dari perangkat desa tersebut untuk aktif merespons pertanyaan dan masukan dari masyakat. Selain itu, perangkat desa juga dapat melakukan kolaborasi dengan masyarakat terkait konten yang ingin dipublikasi. Ini akan mendorong partisipasi masyarakat dalam pemajuan desa.



Editor:
Achmad Munandar

Mendekati 17 Agustus, Mahasiswa Sejarah Undip Lakukan Edukasi Pahlawan Nasional Kepada Anak Sekolah Dasar

0
Nalendro bersama salah satu siswa SD Negeri Tegalrejo, 
Kamis (8/8) Dok. Pribadi



Campusnesia.co.idTemanggung, 8 Agustus 2024 - Nalendro Adi Wardana, Mahasiswa Program Studi S1 Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro melakukan edukasi pengenalan pahlawan nasional dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke 79, tepatnya pada 17 Agustus 2024. Kegiatan ini adalah bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tim II Universitas Diponegoro.  Program edukasi ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo, Kec. Bulu, Kab. Temanggung yang berlangsung pada pukul 08.45-10.30 WIB. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memahami sejarah sejak Sekolah Dasar, khususnya kisah-kisah pahlawan. Hal ini karena kisah perjuangan memiliki nilai-nilai moral dan etika yang merepresentasikan pengorbanan dan tanggung jawab. Sejalan dengan itu, belajar mengenai pahlawan dapat membuat siswa mengapresiasi proses menuju kemerdekaan yang saat ini dirasakan dan meningkatkan rasa nasionalisme sejak dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa sebagai generasi penerus bangsa tidak hanya mengetahui peristiwa sejarah namun juga menanamkan kesadaran pentingnya sejarah bagi bangsa dan negara.

Kegiatan edukasi sejarah dilakukan melalui pembagian booklet pahlawan yang dilengkapi dengan visual menarik. Hal ini bertujuan agar siswa Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo menikmati proses pengajaran yang dilaksanakan dan memudahkan siswa untuk meningkatkan antusias siswa dalam melihat dan mempelajari isi booklet tersebut. Siswa Sekolah Dasar cenderung lebih mudah mengingat informasi dalam bentuk gambar daripada teks. Disamping itu, visual yang menarik akan merangsang rasa ingin tahu siswa dan mendorong siswa untuk bertanya agar terlibat aktif dalam proses pembelajaran.




Editor:
Achmad Munandar

Jamu Tradisional Angkat Potensi Desa Pondok: Dari TOGA ke Pasar

0
Foto bersama

Campusnesia.co.id - Klaten, 7 Agustus 2024 - Tim 2 KKN Universitas Diponegoro mengadakan pelatihan pemberdayaan masyarakat Desa Pondok melalui program "Healthy Choice, Healthy Body: Pemberdayaan Masyarakat Sehat melalui Pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) sebagai Minuman Tradisional (Jamu)". Program yang berlangsung di Balai Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, ini diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan PKK Desa. Pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal Desa Pondok, terutama dalam pengolahan TOGA menjadi minuman tradisional jamu yang bernilai ekonomi.

Desa Pondok dikenal memiliki kekayaan alam berupa TOGA yang melimpah, tetapi keterbatasan pemasaran membuat produk-produk jamu desa ini hanya dikenal di kalangan lokal. Program ini dirancang untuk memberdayakan ibu-ibu anggota Tim Penggerak PKK desa agar mampu mengolah TOGA menjadi produk jamu yang tidak hanya sehat tetapi juga memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain meningkatkan ekonomi keluarga, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperluas pasar jamu tradisional di luar wilayah desa.

Program ini diawali dengan pemaparan manfaat jamu tradisional, seperti beras kencur dan kunir asem, serta pentingnya sanitasi dalam proses pengolahan. Para peserta kemudian mengikuti demonstrasi langsung cara membuat jamu dari TOGA yang ada di sekitar desa. Setelah itu, pelatihan berlanjut dengan materi strategi pemasaran dan branding produk, termasuk teknik penentuan harga jual yang kompetitif, desain logo, dan pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.


Sesi penyampaian materi

Antusiasme peserta terlihat jelas selama pelatihan berlangsung. Tiga peserta bahkan turut aktif dalam demonstrasi pembuatan jamu beras kencur dan kunir asem. Tidak hanya itu, peserta lain juga aktif bertanya terkait kemasan dan pemasaran produk jamu yang tepat. Diskusi hangat terjadi mengenai desain kemasan yang sesuai dengan identitas merek, pemilihan warna, dan tips pemasaran melalui media digital.

 
Demonstrasi pembuatan jamu secara 
langsung diikuti oleh ibu-ibu TP PKK

Program ini membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Pondok. Peserta tidak hanya memahami proses pembuatan jamu yang sehat dengan bahan alami, tetapi juga mulai menyadari pentingnya sanitasi dalam pengolahan. Selain itu, mereka mendapatkan pengetahuan baru tentang teknik pemasaran, branding, dan desain kemasan yang dapat meningkatkan daya jual produk. Harapan masyarakat adalah agar program ini berkelanjutan, sehingga mereka dapat lebih mandiri dalam memproduksi dan memasarkan jamu ke pasar yang lebih luas.
 
Program kerja ini menjadi langkah awal yang signifikan bagi Desa Pondok dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemanfaatan TOGA sebagai produk olahan jamu. Dengan pelatihan ini, warga desa diharapkan semakin mampu memanfaatkan potensi alam mereka secara optimal dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

 
Sampel produk jamu




Editor:
Achmad Munandar

Makeup Class di Desa Pondok: Rahasia Cantik dan Peluang Bisnis

0

Sesi penyampaian materi


Campusnesia.co.id - Klaten, 12 Agustus 2024 – Tim 2 KKN Universitas Diponegoro berhasil menyelenggarakan program "Secrets of Beauty: Make Up Class untuk Memaksimalkan Keindahan Sejati" dengan sukses. Kegiatan ini diadakan bersamaan dengan kegiatan rutin PKK setempat dan dirancang untuk memberikan edukasi dan pelatihan dasar mengenai makeup kepada ibu-ibu di Desa Pondok.

Program ini dimulai dengan pemaparan materi mengenai kualitas dan keamanan produk skincare, sanitasi, serta kesesuaian jenis kulit dengan produk makeup. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi makeup oleh para narasumber. Peserta, yang merupakan ibu-ibu dari desa setempat, aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan praktik.

Pentingnya program ini muncul dari kebutuhan mendasar ibu-ibu untuk meningkatkan rasa percaya diri melalui keterampilan makeup. Makeup seringkali dikaitkan dengan kemampuan menutupi kekurangan dan meningkatkan penampilan, sehingga memberikan dampak positif pada kesehatan mental dan rasa percaya diri. Program ini bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan pelatihan yang praktis dan aplikatif.

Selama kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pelatihan makeup dan aktif bertanya mengenai produk yang sesuai dengan kondisi kulit mereka. Para peserta juga memperoleh pengetahuan yang berguna tentang bagaimana memilih produk makeup yang tepat dan mempraktikannya untuk acara formal maupun non-formal. Selain itu, ide untuk memulai bisnis sebagai Makeup Artist (MuA) menarik perhatian dan minat peserta.
 
Demonstrasi makeup di depan para audien

Harapan dari masyarakat setelah mengikuti kegiatan ini adalah mereka dapat lebih percaya diri dan merasa positif mengenai penampilan mereka. Selain itu, mereka berharap dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk kesempatan bisnis baru sebagai Makeup Artist, yang juga menjadi salah satu manfaat tambahan dari program ini.


Kegiatan ini menunjukkan hasil yang memuaskan, dengan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis tetapi juga ide bisnis yang bermanfaat. Dengan demikian, program ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Pondok.
 

Foto bersama Ibu-Ibu anggota PKK




Editor:
Achmad Munandar