Solusi Ramah Lingkungan: Mahasiswa Tim KKN Universitas Diponegoro Desa Karangrejo Mengadakan Program Kerja mengenai “Pengenalan dan Pemanfaatan Pestisida Nabati sebagai Alternatif bagi Petani dan Menjamin Keamanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan

0


Campusnesia.co.id - Desa Karangrejo, Dusun Karangnongko, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, 22 Juli 2024 - Pengendalian hama tanaman di Indonesia pada umumnya masih menggunakan pestisida berbahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia, organisme, dan lingkungan. Mahasiswa Universitas Diponegoro melaksanakan Program Monodisiplin Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karangrejo menghadirkan solusi ramah lingkungan untuk masalah hama pertanian dengan memperkenalkan pestisida nabati berbasis daun pepaya. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia di desa yang sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian. 

"Pestisida nabati daun pepaya dapat digunakan atau diaplikasikan ke tanaman-tanaman hortikultura seperti cabai, terong, tomat, dan kacang panjang" Ujar Monica. Pestisida nabati adalah pestisida yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti tanaman, dan digunakan untuk mengendalikan hama dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Daun pepaya, yang kaya akan enzim protease, dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati yang efektif melawan berbagai jenis hama tanaman. 

Keunggulan dari pestisida nabati yakni dapat terurai di alam sehingga tidak mencemari tanah, air, maupun udara dan tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen bagi para petani, dan aman bagi tanaman.“Penggunaan bahan kimia seperti pestisida kimia yang berlebihan dapat mencemari lingkungan, dan dapat membahayakan kesehatan manusia”Ujar Monica. Tanggal 22 Juli 2024, tim KKN mengadakan sosialisasi untuk memperkenalkan konsep pestisida nabati dari daun pepaya. 

Acara ini dihadiri oleh petani di Desa Karangrejo. Tim KKN menjelaskan manfaat dari pestisida nabati, cara pembuatan, dan aplikasinya dalam pertanian.“Kami ingin membantu petani di sini untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang mahal dan berpotensi merusak lingkungan,” jelas Monica. “Dengan pestisida nabati dari daun pepaya, petani dapat memiliki alternatif yang lebih aman dan efektif.” Pelatihan praktis mengenai pembuatan pestisida nabati dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2024. 

Dalam pelatihan ini, petani diajarkan langkah-langkah membuat pestisida dari daun pepaya, mulai dari pemilihan bahan, proses ekstraksi, hingga cara aplikasi pada tanaman. Program KKN ini memberikan manfaat yang signifikan bagi petani di Desa Karangrejo dengan menawarkan alternatif pestisida yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Tim KKN merekomendasikan agar pemerintah desa terus mendukung penggunaan pestisida nabati dan melakukan pelatihan lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program ini.

Keunggulan lainnya penggunaan pestisida nabati dibandingkan kimia yakni toksisitas rendah, Toksisitas rendah, aman bagi manusia dan hewan, bahan pembuatan yang mudah dicari dengan harga yang terjangkau, dan dapat meningkatkan kualitas hasil panen. Pestisida kimia mengandung toksisitas tinggi, meninggalkan residu, harga relatif mahal bagi para petani. Sehingga, pengenalan cara pembuatan pestisida nabati dapat menjadi solusi bagi para petani untuk tanaman yang terkena serangan hama. Pestisida nabati daun pepaya dapat dibuat dengan beberapa bahan seperti berikut: 

1. Daun pepaya 1 kg 

2. Air mengalir 7 liter 

3. Bawang putih 3 siung 

4. Serai 8 buah 

5. Detergen 

Program kerja monodisiplin oleh Monica yakni Pembuatan pestisida nabati yang diawali dengan melakukan demonstrasi cara pembuatannya. Langkah pertama yakni menghaluskan daun pepaya. Daun pepaya dihaluskan dengan cara dipotong - potong dan ditumbuk secara perlahan sampai halus. Bawang putih berjumlah 3 siung dan serai berjumlah 8 batang ditumbuk secara perlahan. Setelah itu langkah selanjutnya adalah campur bahan-bahan yang sudah halus tadi dengan detergen dan air bersih sebanyak 7 liter. Pestisida daun pepaya dapat digunakan apabila sudah didiamkan selama 1x24 jam, dengan indikasi atau ciri - ciri keberhasilan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman yaitu bau yang menyengat. 

Pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan melarutkan 100 ml pestisida nabati daun pepaya dalam 1 liter air. Bawang putih mengandung senyawa allicin yang bersifat antibakteri dan insektisida bagi tanaman, Daun pepaya mengandung papain dan Enzim ini memiliki sifat proteolitik yang dapat merusak jaringan tubuh serangga, sehingga menyebabkan kematian. Papain juga dapat menghambat pertumbuhan serangga, juga mengandung Chymopapain yakni enzim ini memiliki fungsi serupa dengan papain, yaitu merusak jaringan tubuh serangga, dan Carpaine merupakan Alkaloid bersifat racun bagi serangga dan dapat mengganggu sistem saraf mereka. 

Deterjen berfungsi sebagai emulsifier, yaitu zat yang membantu mencampurkan bahan-bahan yang tidak dapat bercampur, sehingga pestisida dapat terdispersi secara merata dalam air. “Mekanisme kerja pestisida nabati daun pepaya dan bawang putih adalah merusak jaringan tubuh: Setelah masuk ke dalam tubuh serangga, senyawa aktif akan merusak jaringan tubuh, terutama saluran pencernaan, sehingga serangga tidak dapat makan dan akhirnya mati, mengganggu sistem saraf: Beberapa senyawa aktif, seperti carpaine, dapat mengganggu sistem saraf serangga, menyebabkan kelumpuhan dan kematian. 

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menjadi sasaran pestisida nabati adalah Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknosa, dan embun tepung. Manfaat dari penggunaan pestisida nabati daun pepaya adalah dapat mengusir serangga, aman terhadap lingkungan, dan bahan baku yang mudah untuk didapatkan. Harapannya setelah adanya sosialisasi dan demonstrasi anggota dari Petani di Desa Karangrejo menjadi lebih tergugah untuk menggunakan pestisida nabati daun pepaya dan dapat sedikit demi sedikit mengurangi adanya penggunaan pestisida kimia. 

Dengan adanya program kerja  ini, diharapkan dapat menekan adanya penggunaan pestisida kimia dalam persentase yang cukup banyak dan pestisida nabati daun pepaya dapat berkelanjutan dan dapat diperkenalkan ke khalayak ramai, terutama di masyarakat Desa Karangrejo, dan menjadikan bahan organik sebagai bahan yang aman untuk lingkungan dan kesehatan. Program KKN ini memberikan manfaat yang signifikan bagi petani di Desa Karangrejo dengan menawarkan alternatif pestisida yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Tim KKN merekomendasikan agar pemerintah desa terus mendukung penggunaan pestisida nabati dan melakukan pelatihan lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program ini. 
  



 
Pengaplikasian pestisida nabati pada tanaman hortikultura seperti cabai, terong, tomat, dan lainnya. “Pengaplikasian dengan cara disemprot pada daun, batang, hingga buah yang terserang hama tanaman”Jelas Monica. “Alat semprot seperti sprayer manual dan waktu penyemprotan yang baik dilakukan pada pagi hari atau sore hari saat intensitas matahari tidak terlalu tinggi untuk menghindari penguapan yang cepat. Pada Pagi hari, Suhu udara belum terlalu panas, sehingga pestisida tidak cepat menguap, Kelembaban udara cukup tinggi, sehingga pestisida dapat menempel dan menyerap lebih baik pada tanaman., Sebagian besar serangga hama mulai aktif pada pagi hari. Pada Sore hari, Suhu udara sudah mulai turun, sehingga mengurangi risiko penguapan pestisida dan serangga hama masih cukup aktif. “Penggunaan pestisida nabati dapat mengurangi pemakaian bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan bagi manusia”Ujar Moniica.




Editor:
Achmad Munandar

Demi Menggali Potensi Wirausaha Lebih Dalam, Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Bootcamp Business Idea dan BMC di Desa Karangrejo

0


Campusnesia.co.id - Dalam rangka menggali potensi wirausaha lebih dalam bagi siswa-siswi khususnya di SMPN 1 Kerjo dan UMKM Desa Karangrejo sekaligus meningkatkan model bisnis bagi UMKM Desa Karangrejo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro bernama Ahmad Faqih dengan sapaan Faqih dari Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro ini telah sukses menggelar program monodisiplin bernama "Bootcamp Business Idea dan BMC bagi Siswa dan UMKM Desa Karangrejo". Program ini diperuntukkan bagi para siswa-siswi khususnya di SMPN 1 Kerjo dan UMKM Desa Karangrejo. 

Program "Bootcamp Business Idea dan BMC bagi Siswa dan UMKM Desa Karangrejo" ini hadir untuk menjawab adanya masalah seperti rendahnya pemahaman dan minat siswa SMP untuk berwirausaha serta membuat business idea dan BMC. Padahal, Desa Karangrejo memiliki banyak potensi UMKM yang luar biasa melimpah dan bagus untuk iklim berwirausaha. Di sisi lain, beberapa  pemilik UMKM kesulitan dalam menggali jiwa berwirausahanya lebih dalam dan potensi model bisnisnya. Hal tersebutlah yang melandasi mahasiswa dengan sapaan Faqih ini dalam membuat program Bootcamp Business Idea dan BMC ini yang bertujuan untukmemberikan pengetahuan praktis kepada siswa dan UMKM mengenai cara membangun ide bisnis yang inovatif serta merancang model bisnis yang berkelanjutan.
 

Program "Bootcamp Business Idea dan BMC" yang diselenggarakan turut bekerja sama dengan pihak sekolah SMPN 1 Kerjo dan berbagai UMKM di Desa Karangrejo. Pada implementasinya, Faqih pun akan memberikan edukasi mengenai entrepreneur dan benefitnya, pengertian dan contoh business idea yang menarik, BMC dan komponennya, serta tips trik membangun bisnis yang unik berdasarkan komponen BMC tersebut. Kemudian, akan diberikan mini challenge untuk membuat business idea dan BMC yang menarik selama 30 menit di lembar worksheet yang telah disediakam. BMC terbaik dan terinovatif akan mendapatkan hadiah menarik. Sebagai tambahan, para pemilik UMKM dapat menggunakan BMC tersebut untuk pengembangan model bisnisnya.

Para siswa-siswi serta pihak sekolah khususnya di SMPN 1 Kerjo dan UMKM Desa Karangrejo sangat menyambut dengan antusias adanya program Bootcamp Business Idea dan BMC ini. Faqih menyebutkan bahwa program ini harapannya tidak hanya sekedar teori belaka melainkan untuk menggali potensi wirausaha lebih dalam bagi Siswa dan UMKM Desa Karangrejo sekaligus mengembangkan model bisnis milik UMKM Desa Karangrejo.



Penulis: 
Ahmad Faqih

Dosen Pembimbing: 
Ahmad Ainun Najib, S.H., M.H

Editor:
Achmad Munandar

Cegah DBD!! Mahasiswa KKN UNDIP Tahun 2024 Berhasil Membuat Spray Anti Nyamuk DBD Berbahan Dasar Serai Untuk Masyarakat Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar

0


Campusnesia.co.id - Desa Karangrejo, Kec Kerjo, Kab Karanganyar (19/08/2024) - Pada minggu ketiga, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN ) TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2024 telah berhasil mengolah serta membuat produk berupa spray anti nyamuk Demam Berdarah berbahan dasar alami yaitu daun serai yang mengandung banyak manfaat. 

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang bertransmisi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DBD muncul sepanjang tahun dan dapat diderita seluruh kalangan usia. Kemunculan penyakit ini sendiri berkaitan erat dengan perilaku masyarakat dan kondisi lingkungan, 

Maka dari itu Mahasiswa KKN bekerja sama dengan warga desa untuk mengembangkan solusi alami dan efektif yaitu pembuatan spray anti nyamuk dengan bahan dasar serai. Pemilihan serai dikarenakan mudah didapatkan dan terbukti secara ilmiah mampu mengusir nyamuk yang penggunaannya lebih aman untuk kesehatan manusia dan lingkungan.

Dalam jurnal terkait, serai dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronela sebagai obat nyamuk semprot. Adapun output yang diberikan berupa poster yang berguna untuk penyampaian materi saat demonstrasi berlangsung.

Kegiatan program monodisiplin ini telah dilakukan oleh Naufa Azzahra dari prodi Biologi Angkatan 2021 dengan melakukan demonstrasi kepada Perkumpulan ibu-ibu muda dusun karangnongko, desa karangrejo. Pada saat melakukan penyuluhan, dilakukan dengan memaparkan kasus terkait demam berdarah di Indonesia seperti mengenalkan ciri-ciri fisik nyamuk Aedes, tempat perindukan, ciri-ciri penderita DB, cara penanganan penyakit DB. 
 
Dalam penyuluhan juga menjelaskan langkah-langkah pembuatan hingga cara pengaplikasiannya pada ruangan yang diduga menjadi sarang nyamuk. Langkah-langkahnya yaitu memotong kecil-kecil serai yang sudah dibersihkan, masukkan serai dan air kedalam panci, merebus air yang sudah dicampur serai tersebut hingga mendidih hingga tercium aroma wangi serai lalu dinginkan selama 30 menit, Saring air yang sudah dingin dan memasukkan ke dalam botol spray dan Spray anti nyamuk berbahan dasar tanaman serai siap digunakan
 

Besar harapan kami selaku mahasiswa KKN, masyarakat dapat menerapkan melalui inovasi spray antinyamuk dari serai ini, tidak hanya memberikan solusi praktis bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan DBD. 



Editor:
Achmad Munandar

Akta Kematian Penting dalam Proses Administrasi dan Hukum

0


Campusnesia.co.id -  Masyarakat Desa Karangrejo belum banyak yang memiliki akta kematian. Akta kematian perlu dimiliki untuk keperluan administrasi warga yang bersangkutan. Akta kematian memiliki banyak manfaat diantaranya menghindari penyalahgunaan data penduduk, memastikan keakuratan data penduduk, syarat mengurus penetapan ahli waris, syarat mengklaim asuransi dan taspen, hingga persyaratan untuk melakukan perkawinan kembali.

Pembuatan akta kematian bertujuan untuk melengkapi administrasi sebagai warga negara Indonesia untuk memberikan bukti legal bahwa seseorang telah meninggal dunia. Akta ini digunakan untuk berbagai tujuan administrasi dan hukum.

 
Pembuatan akta kematian dilakukan dengan door to door menggunakan pendekatan dengan masyarakat pada Selasa (30/07/2024). Pelaksanaan program dimulai dari meminta data Kepala Desa Karangrejo terkait masyarakat yang belum memiliki akta kematian. Setelah mendapatkan data, selanjutnya melakukan door to door untuk memberikan penjelasan terkait pentingnya memiliki akta kematian, bagaimana cara membuat akta kematian dan berkas yang diperlukan untuk membuat akta kematian. Masyarakat yang berkenan membuat akta kematian, maka dibantu mengumpulkan berkas ke Balai Desa Karangrejo dan apabila sudah jadi akan diantarkan ke rumah warga. Selain itu, juga membuat poster yang berisi tentang pengertian akta kematian, berkas yang diperlukan untuk membuat akta kematian dan kalimat ajakan membuat akta kematian bagi yang sudah meninggal dan manfaat memiliki akta kematian.



Oleh : 
]Amanda Alvina Hapsari

Dosen Pembimbing : 
Ahmad Ainun Najib, S.H., M.H.

Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Digitalisasi Buku Tamu Pelayanan dengan Pemanfaatan Teknologi Melalui Google Form

0



Campusnesia.co.id - Balai Desa Karangrejo dalam melakukan pelayanan belum terekap secara rutin, sehingga perlu ada upaya perekapan aktivitas pelayanan secara harian yang dilakukan di Desa Karangrejo dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menggunakan media google form yang dapat dicek secara berkala.

Buku Tamu Digital bertujuan untuk merekap aktivitas pelayanan yang dilakukan di Balai Desa Karangrejo. Rekapan aktivitas pelayanan dapat diketahui secara berkala.

Digitalisasi Buku Tamu Pelayanan melibatkan pegawai Balai Desa Karangrejo bagian pelayanan dan masyarakat. Pegawai Balai Desa Karangrejo sebagai pemberi layanan dan masyarakat sebagai penerima layanan yang ada di Balai Desa Karangrejo.

 
Pelaksanaan program dimulai dari pembuatan link google form yang berisi nama, tanggal, alamat dan kebutuhan pelayanan yang dibutuhkan. Link google form tersebut kemudian diubah menjadi bentuk barcode agar memudahkan masyarakat untuk scan. Setelah barcode buku tamu jadi, selanjutnya diserahkan kepada petugas pelayanan Balai Desa Karangrejo dengan menjelaskan bagian per bagian dari buku tamu pelayanan digital pada Kamis (25/07/2024). 

Selain membuat barcode juga membuat poster untuk memudahkan masyarakat dalam mengisi buku tamu pelayanan digital. Poster yang dibuat berisi langkah-langkah untuk memandu cara penggunaan buku tamu pelayanan digital. Langkah-langkah yang tertera meliputi scan barcode, isi, klik kirim, selesai. Poster kemudian di cetak dan diberikan kepada petugas pelayanan Balai Desa Karangrejo untuk ditempel agar mudah diakses oleh masyarakat yang melakukan pelayanan di Balai Desa Karangrejo.



Oleh :
Amanda Alvina Hapsari

Dosen Pembimbing : 
Ahmad Ainun Najib, S.H., M.H.

Editor:
Achmad Munandar

Demi Membangun Pondasi Kesejahteraan, Mahasiswa KKN Undip Terapkan Financial literacy bagi Warga Desa Karangrejo

0


Campusnesia.co.idDalam rangka meningkatkan kesejahteraan bersama sekaligus mewujudkan SDGs poin 1 yakni menghapus kemiskinan (no poverty) di Desa Karangrejo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro bernama Ahmad Faqih dari Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis ini telah sukses dalam menyelenggarakan program "Peningkatan Financial literacy bagi Berbagai Lapisan Masyarakat Desa Karangrejo". Program ini memiliki 2 sub program penting sesuai sasarannya yakni "Menabung Sejak Dini" untuk anak-anak Desa Karangrejo dan "Manajemen Keuangan Rumah Tangga " untuk ibu-ibu Desa Karangrejo. 

Program peningkatan financial literacy ini diadakan sebagai wujud dari kepedulian mahasiswa KKN Undip dalam rangka meningkatkan implementasi financial literacy sekaligus memberantas kemiskinan di berbagai desa di Jawa Tengah khususnya Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar yang telah mengakar kuat dari seluruh lapisan umur masyarakatnya. Pengeluaran yang dikeluarkan oleh tiap rumah tangga setiap harinya seringkali tidak sebanding dengan pemasukan yang diterima oleh tiap rumah tangga. Hal tersebutlah yang menjadi alasan mahasiswa dengan nama sapaan Faqih ini membuat program peningkatan financial literacy ini.

Pada sub program "menabung sejak dini" yang diperuntukkan untuk anak-anak, faqih selaku mahasiswa KKN Undip memberikan pemahaman  mengenai konsep literasi keuangan khususnya menabung, benefit menabung, dan tips serta trik menabung sejak dini. Tidak hanya itu, faqih pun turut memberikan poster yang menarik agar anak-anak semakin antusias untuk mengimplementasikan menabung dalam kehidupan sehari-hari. Demi mencegah kebosanan pada anak-anak, faqih pun memberikan mini games dan edukasi yang menarik dan atraktif mengenai tabungan agar anak-anak semakin senang dalam mendengarkan edukasi mengenai konsep menabung ini. 
 

Di sisi lain, pada sub program "manajemen keuangan rumah tangga" yang ditujukan untuk ibu-ibu Desa Karangrejo, faqih selaku mahasiswa KKN Undip mengajak ibu-ibu PKK Dusun Karangnongko untuk memahami manajemen keuangan rumah tangga seperti cara mengatur pemasukan dan pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan dengan metode 50-30-20, serta membuat perencanaan jangka panjang yang relevan dengan kondisi finansial rumah tangga mereka. Tidak hanya itu, agar lebih menarik saat pemberian edukasi manajemen keuangan rumah tangga, faqih pun turut memberikan games yang menarik yang juga diselingi oleh bercanda untuk meningkatkan ketertarikan dan antusiasme ibu-ibu dalam mendengarkan edukasi yang dijelaskan. 

Dari kedua sub program tersebut, pemerintah desa, ibu-ibu PKK, dan anak-anak sangat antusias untuk mendengarkan sekaligus mengimplementasikan financial literacy dalam kehidupan sehari-hari mereka di Desa Karangrejo. Faqih mengungkapkan bahwa dengan adanya program ini tidak hanya bertujuan memberikan teori, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. 

Dengan adanya program ini, diharapkan warga Desa Karangrejo dapat lebih mandiri secara finansial, memiliki perencanaan yang matang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan semakin sadar akan pentingnya literasi keuangan dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat secara keseluruhan.



Penulis: 
Ahmad Faqih

Dosen Pembimbing: 
Ahmad Ainun Najib, S.H., M.H

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Undip Gelar Penyuluhan K3 pada UMKM Home Industri

0


Campusnesia.co.idMojo, 31 Juli 2024, dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah pada (UMKM) home industri, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Muhammad Rafli Muladani selaku mahasiswa Teknik Sipil mengadakan penyuluhan K3 yang berlangsung di kelurahan Mojo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya penerapan K3 dalam operasional sehari-hari, serta untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

Dalam penyuluhan K3 ini, Rafli memilih Balai RW kelurahan Mojo sebagai lokasi kegiatan penyuluhan. Tepatnya pada tanggal 31 Juli 2024, yang dihadiri oleh warga desa terutama ibu-ibu yang memiliki UMKM, pada penyuluhan kali ini Rafli menekankan pentingnya K3 dalam meningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja. 

“Kami melihat adanya permasalahan serius terkait kurangnya penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di desa ini. Banyak pelaku UMKM home industri, terutama para pemilik usaha dan pekerja, yang belum sepenuhnya memahami pentingnya prinsip-prinsip K3, sehingga berisiko mengalami kecelakaan kerja dan masalah kesehatan akibat lingkungan kerja yang tidak aman,” ujar Rafli.

Dalam penyuluhan kali ini, Rafli memberikan beberapa poin-poin tentang pentingnya penerapan K3 yang meliputi; 

1. Pengertian K3
Penjelasan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja serta tujuan penerapannya dalam UMKM Home Industri.

2. Resiko kecelakaan kerja
Identifikasi risiko yang mungkin terjadi di lingkungan home industri, seperti penggunaan alat yang tidak aman, bahan kimia berbahaya, dan ergonomi kerja.

3. Penerapan K3
Langkah-langkah yang dapat diambil untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan, dan prosedur darurat.

4. Manfaat K3
Penjelasan mengenai manfaat penerapan K3, baik untuk pekerja maupun pemilik usaha, seperti peningkatan produktivitas, pengurangan biaya akibat kecelakaan, dan peningkatan reputasi usaha.


“Tujuan Penyuluhan K3 yang dilaksanakan di Kelurahan Mojo ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM home industri. Dengan meningkatnya pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan para pemilik usaha dan pekerja dapat menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam kegiatan sehari-hari mereka.” tambah Rafli.

Antusiasme warga desa sangat tinggi terhadap penyuluhan ini. Mereka merasa sangat terbantudengan adanya penyuluhan tersebut. “saya baru tahu ternyata K3 juga penting diterapkan pada UMKM Home Industri, saya kira K3 hanya ada pada pabrik-pabrik yang sudah besar saja,” ujar seorang peserta penyuluhan.


Kegiatan penyukuhan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun budaya keselamatan di lingkungan UMKM pada kelurahan Mojo, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para pekerja.

Universitas Diponegoro memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN TIM II yang telah berkontribusi nyata bagi masyarakat, dengan demikian, diharapkan melalui penyampaian berita informative, semakin banyak masyarakat yang menyadari dan memahami pentingnya penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam lingkungan usaha mereka.




Editor:
Achmad Munandar



Mahasiswa Undip Gelar Penyuluhan Pentingnya Mematuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas Pada Remaja

0


Campusnesia.co.id - Pada tanggal 3 Agustus 2024, tepatnya hari Sabtu, di Taman Cerdas Kelurahan Mojo Kota Surakarta, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro, yang diisi oleh Muhammad Rafli Muladani, mengadakan kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya di kalangan remaja yang merupakan pengguna jalan yang aktif, mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas sebagai salah satu langkah untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya.

“Saya melihat adanya permasalahan serius terkait kurangnya kesadaran akan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas di kalangan remaja di desa ini. Banyak pengguna jalan, terutama para remaja, yang belum sepenuhnya memahami fungsi dan tujuan dari rambu-rambu lalu lintas, sehingga berisiko mengalami kecelakaan di jalan raya dan membahayakan keselamatan diri sendiri serta orang lain,” ujar Rafli.

Dalam penyuluhan tersebut, Rafli memberikan pemahaman mendalam mengenai beberapa rambu-rambu lalu lintas dan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan.
“Tujuannya adalah agar warga, terkhususnya para remaja yang tidak mematuhi rambu dan tata tertib lalu lintas dapat memahami dan mematuhi rambu lalu lintas yang ada, karena rambu-rambu lalu lintas dibuat untuk melindungi pengguna jalan dan mecegah kecelakaan. Dengan mematuhi rambu-rambu tersebut, kita tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga melindungi orang lain disekitar kita, demi terciptanya keamanan dan keteriban jalan,” tegas Rafli.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dapat terus ditingkatkan, terutama di kalangan remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. Penyuluhan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin di sekolah-sekolah untuk menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas yang lebih baik.

“Sebagai penutup, kegiatan penyuluhan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif di kalangan remaja tentang tanggung jawab mereka sebagai pengguna jalan. Dengan demikian, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat berkurang dan keselamatan di jalan raya dapat terjaga dengan baik.” Tambah Rafli



Editor:
Achmad Munandar

Panduan Mudah Mengakses Informasi di Desa Kadilanggon: Cara Praktis untuk Warga

0



Campusnesia.co.idKlaten, 8 Agustus 2024, salah satu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2024, Narindra Prabhapastika Wardhani yang bertugas di Desa Kadilanggon telah berhasil meluncurkan sebuah panduan praktis yang bertujuan untuk mempermudah warga dalam mengakses informasi. Panduan ini disusun sebagai hasil dari observasi dan analisis kebutuhan informasi masyarakat yang masih minim pengetahuan terkait cara mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berfokus pada upaya mengenalkan teknologi informasi yang sederhana namun efektif.

Panduan tersebut mencakup berbagai cara praktis yang dapat diterapkan oleh warga. Tujuan utama dari panduan ini adalah agar masyarakat Desa Kadilanggon tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi terkait desa yang akurat dan relevan. Salah satu inovasi yang menarik dari program ini adalah pembuatan brosur berupa panduan brosur yang terdapat di balai desa. Brosur tersebut berisi langkah-langkah praktis yang mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk warga yang tidak terbiasa dengan teknologi. Dengan adanya brosur ini, diharapkan warga dapat dengan cepat mengingat cara-cara dasar untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan.


Program panduan informasi ini mendapat tanggapan positif dari Kepala Desa Kadilanggon. Beliau merasa terbantu dan lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi untuk memenuhi kebutuhan informasi sehari-hari. Keberhasilan program ini menjadi contoh bagaimana kegiatan KKN tidak hanya sebatas pengabdian, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Dengan adanya panduan mudah mengakses informasi ini, diharapkan warga Desa Kadilanggon dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan informasi dan semakin sadar akan pentingnya literasi digital.




Editor:
Achmad Munandar

Keren! Mahasiswa KKN Tim II Undip Menyulap Limbah Minyak Jelantah Menjadi Produk Sabun Cair

0


Campusnesia.co.idMinyak jelantah merupakan limbah minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali untuk memasak atau menggoreng makanan. Penggunaan berulang ini menyebabkan minyak mengalami penurunan kualitas, baik dari segi fisik maupun kimia. Secara fisik, minyak jelantah terlihat lebih gelap, kental, dan berbau tengik. Secara kimia, minyak ini cenderung mengandung senyawa-senyawa berbahaya seperti akrolein, asam lemak trans, dan radikal bebas. Penggunaan minyak jelantah berbahaya bagi kesehatan tubuh karena mengandung zat beracun yang menimbulkan penyakit kolestrol, jantung hingga kanker. Selain itu, apabila minyak jelantah dibuang sembarangan akan mencemari lingkungan, seperti menghambat penetrasi cahaya matahari ke dalam air, sumber penyakit, menghambat sistem pengolahan air limbah, mencemari air bersih untuk kebutuhan sehari - hari, dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip 2023 / 2024 melakukan edukasi serta pelatihan kepada ibu - ibu PKK Desa Simo mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk sabun cair yang dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Agustus 2024. Kegiatan ini merupakan program kerja Raisya Nadia Alifia Suwono Putri dari program studi Kimia.
 
Edukasi dan Pelatihan kepada Ibu - Ibu PKK Desa Simo 
oleh KN Tim II Undip 2023 / 2024

Bahan - bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cair ini ada minyak jelantah, minyak zaitun, kalium hidroksida (KOH), air, pewangi dan pewarna. Untuk langkah - langkah pembuatannya yaitu panaskan 300 ml minyak jelantah dan 100 ml minyak zaitun, kemudian tambahkan secara berkala kalium hidroksida (KOH) yang sudah dilarutkan didalam air hingga minyak jelantah berwarna coklat muda. Aduk terus hingga minyak jelantah tersebut berubah menjadi pasta sabun. Lalu, tambahkan sedikit demi sedikit air mendidih untuk mencairkan pasta sabun sambil diaduk, jika konsistensi sabun cairnya dirasa sudah cukup bisa ditambahkan pewangi dan pewarna sesuai selera. Tunggu hingga sabun mendingin kemudian bisa dimasukkan ke dalam botol dan dapat digunakan. 


 
Foto Produk Sabun Cair dari Minyak Jelantah

Dengan adanya edukasi serta pelatihan ini, diharapkan warga tidak lagi membuang limbah minyak jelantah secara sembarangan dan dapat memanfaatkan minyak jelantah tersebut menjadi produk sabun cair sebagai upaya menjaga lingkungan dan mengurangi pencemaran lingkungan.



Editor:
Achmad Munandar