Say No to Bullying! Mahasiswa KKN UNDIP Berikan Edukasi Gerakan Anti Bullying di Posyandu Remaja Kelurahan Sumber Surakarta

0



Campusnesia.co.id Surakarta, 20 Juli 2024 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Program Studi Ilmu Hukum Periode 2023/2024, Aisa Afalistia melaksanakan program kerja monodisiplin bertajuk “Gerakan edukasi sebagai sarana untuk membangun kesadaran anti bullying : “Say no to bullying” di Posyandu Remaja RW 01, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta pada hari Sabtu, 20 Juli 2024. Program ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan pencegahan bullying di kalangan remaja, yang menjadi salah satu isu sosial penting dalam lingkungan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya remaja tentang bahaya bullying dan mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan inklusif.

Acara ini dihadiri oleh para remaja serta Karang Taruna RW 01 Kelurahan Sumber, serta beberapa tokoh masyarakat setempat yang turut mendukung program kerja ini. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kegiatan berlangsung pada pukul 16.00 sampai dengan 18.00 WIB. Selanjutnya, Mahasiswa KKN UNDIP memberikan materi edukatif yang menjelaskan berbagai bentuk bullying, seperti bullying verbal, fisik, dan cyberbullying. Selain itu, Mahasiswa KKN juga memaparkan pengertian, dampak dan bahaya, langkah-langkah pencegahan, dan hukum yang berlaku di Indonesia terkait dengan tindakan bullying, serta menekankan bahwa bullying adalah tindakan yang dapat dikenai sanksi hukum. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan diselingi dengan diskusi interaktif bersama para remaja.

Bullying adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh individu atau kelompok untuk menyakiti atau mengintimidasi orang lain yang dianggap lebih lemah. Bullying bukan hanya sekedar perbuatan iseng, tetapi merupakan tindakan kekerasan yang dapat berdampak serius pada korban. Dampak dari bullying diantaranya yaitu, : 
a. Psikologis : Korban bullying sering mengalami stres, kecemasan, depresi, dan penurunan harga diri.
b. Akademis : Bullying dapat mengganggu konsentrasi belajar, mengakibatkan penurunan prestasi akademis.
c. Sosial : Korban dapat menjadi tertutup, takut bergaul, atau mengalami kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat.

Upaya pencegahan bullying ini antara lain bisa dilakukan dengan menerapkan kebijakan yang tegas terhadap tindakan bullying, termasuk sanksi yang jelas, mendorong komunikasi terbuka, orang tua dan guru harus peka terhadap tanda-tanda bullying dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung. Melalui program ini, Mahasiswa KKN ingin memberikan pemahaman yang benar kepada remaja tentang bullying dan mendorong mereka untuk berani melawan dan melaporkan setiap tindakan bullying yang terjadi.

Di akhir acara, mahasiswa KKN memberikan poster sebagai output dari program kerja ini dengan tema “Say No to Bullying” yang berisi pengertian bullying, jenis-jenis, dampak psikologis maupun fisik bagi korban bullying, serta upaya pencegahannya sebagai pengingat bagi para peserta untuk selalu menolak segala bentuk bullying.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap bahwa program gerakan edukasi anti-bullying ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya remaja di Kelurahan Sumber, serta menjadi langkah awal dalam menciptakan kesadaran lebih luas tentang pentingnya menghentikan bullying dan melindungi generasi muda dari dampak buruknya.



Penulis : 
Aisa Afalistia 

Lokasi :
Posyandu Remaja, RW 01 Kelurahan Sumber, Surakarta 

Tanggal : 
Sabtu, 20 Juli 2024

DPL : 
Dra. Retno Hestiningsih, M.Kes

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Keluarkan Infografis Mengenai Sejarah Desa Kebak

0
 
Wawancara dengan Kepala Desa (Kiri) 
dan Kepala RW 3 Desa Kebak (Kanan)


Campusnesia.co.idPada Selasa (13/8/2024), Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja monodisiplin di Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kebaupaten Karanganyar.

Desa Kebak adalah salah satu dari 10 Desa yang terletak di Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. Desa  Kebak sudah berdiri sejak zaman pemerintahan Kadipaten Surakarta. Meskipun demikian, Masyatakat Desa Kebak masih belum mengetahui sejarah tempat tinggal mereka.

Mengetahui ini, Mahasiswa Ben Jordan dari Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya mengeluarkan program kerja yang berjudul “Memperkenalkan Sejarah Desa Kebak melalui pembuatan poster Sejarah”. Program Kerja ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai sejarah dan profil Desa Kebak, dan bagaimana bisa bernama Desa Kebak.

Pembuatan Infografis mengenai Sejarah Desa Kebak dimulai dengan wawancara dengan sesepuh di Desa Kebak. Dalam hal ini, terdapat 2 narasumber yaitu Kepala Desa dan Ketua RW 3 Desa Kebak. Wawancara tersebut berjalan di Kantor Kepala Desa Kebak pada 5 Agustus 2024 silam. 

Penamaan Desa Kebak, yang dalam bahasa Jawa berarti Penuh, Banyak, dan Terpenuhi memiliki asal-usul yang unik. Sebelum Kebak daerah tersebut bernama Panewon, dengan nama lengkap Panewon Pangreh Praja. Panewon  bertetanggan dengan daerah beranama Jantipuro dan Bantaran. Kemudian, ketiganya bergabung menjadi satu dengan nama Desa Kebak. Penamaan Kebak merupakan hasil sejarah dimana pemerintahan pusat di wilayah yang sekarang adalah Kecamatan Kebakkramat terletak di Desa Kebak hingga periodo Karesidenan Surakarta.

 
Penyerahan Poster Infografis 
Desa Kebak kepada Kepala Desa Kebak

Hasil wawancara tersebut kemudian dilanjutkan dengan berkeliling Desa Kebak untuk menemukan tempat-tempat bersejarah seperti sisa-sisa Pepunden Tanjung sudah menjadi Masjid Ar-Rohmah. Tidak hanya itu, Mahasiswa juga mencari tahu apa yang menjadi komoditas, mata pencaharian, dan produk unggulan yang dimiliki Desa Kebak.

Komoditas Desa Kebak adalah ternak ayam dan sapi serta persawahan. Hal tersebut juga berkorelasi dengan mata pencaharian masyarakat Desa Kebak. Sebagian Besar masyarakat Desa Kebak adalah pertani, pekerja pabrik tekstil, dan pegawai negeri sipil. Desa Kebak juga memiliki UMKM yang memproduksi konsumsi seperti Tempe dan Kripik tempe, serta UMKM yang memproduksi Keset yang sudah memiliki pelanggan di luar kota.

Pelaksanaan proker tersebut melibatkan mahasiswa KKN Desa Kebak, Kepala Desa Kebak, serta perangkat desa dan masyarakat. Proker dilaksanakan di Desa Kebak, terkhususnya Kantor Desa Kebak, Masjid Ar-Rohmah, dan Rumah Produksi UMKM. 

Harapannya, dengan dilaksanakan proker tersebut dapat membantu Pemerintah Desa Kebak dan masyarakat secara umum mengenai pentingnya mengetahui Sejarah tempat tinggal masing-masing dan bangga bisa menyebut diri mereka sebagai Asli Kebak.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Berinovasi, Kembangkan Pembelajaran Menarik di SDN 01 dan 02 Kebak

0
 

(Wawancara dengan Guru Kelas 5 SDN 01 dan 02 Kebak)


Campusnesia.co.idDesa Kebak, 12 Agustus 2024. Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro bernama Ben Jordan dari Prodi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya telah mewujudkan program kerja Pembuatan Modul ajar untuk Guru Kelas 5 di SDN 01 dan 02 Kebak. Program ini adalah upaya untuk mengembangkan kinerja dan keafktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.

Program ini dilatarbelakangi oleh kinerja dan tingkat keaktifan siswa yang cenderung relatif rendah. Kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif bagi siswa, terutama di era digital seperti sekarang sangat dibutuhkan. Dengan memanfaatkan teknologi video online, siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan.

Dalam melaksanakan program ini Ben Jordan mendatangi SDN 01 dan 02 Kebak untuk bertemu dengan Kepala Sekolah serta Guru Kelas 5 di kedua sekolah tersebut. Wawancara tersbut bertujuan untuk mengetahui metode apa yang digunakan oleh guru kelas 5 SD dalam menerapkan proses belajar mengajar. Dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka guru diharapkan untuk membenrtuk metode ajar yang berbeda dibandingkan kurikulum sebelumnya, yaitu dengan membuat metode ajar khas yang guru tersebut gunakan dalam proses belajar mengajar. Metode tersebut akan dikembangkan melalui modul ajar yang dibuat oleh mahasiswa yang mengandung Video-based learning.

Video-based learning adalah metode pembelajaran dimana pengajar menggunakan video yang mengandung materi yang berkaitan dengan  materi pelajaran. Video tersebut ditampilkan pada proses belajar mengajar. Setelah itu, pengajar biasanya mengeluarkan pertanyaan atau latihan soal untuk menguji kompetensi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

(Penyerahan Modul Ajar kepada 
Guru Kelas 5 SDN 01 dan 02 Kebak)

Pembuatan modul ajar tersebut hanya memerlukan langkah yang sederhana dan hanya membutuhkan Buku Paket IPAS Kelas 5 dan penelusuran internet. Dalam modul ajar tersebut, terdapat pengembangan materi dan beberapa sub bab Ilmu Pengetahuan Sosial. Modul ajar tersebut juga mencantumkan tautan beserta judul video yang dapat diakses di YouTube, dan ditampilkan dalam proses pembelajaran.

Program kerja ini diterima baik oleh kedua guru tersebut karena jarang hingga belum adanya program KKN dari mahasiswa Universitas lainnya seperti demikian. Fokus dari program kerja ini adalah untuk mengembangkan metode pembelajaran untuk semua kelas dan jenjang pendidikan yang berkelanjutan sehingga kedepannya pengajar dapat menerapkan metode serupa yang lebih disukai siswa dengan menjaga tujuan utama pembelajaran, yaitu meningkatkan kinerja dan keaktifan siswa.

Harapannya kedepan adalah semoga semua pengajar termasuk guru dan dosen dapat mengimplementasikan Video-based Learning dengan metode yang telah digunakan dalam proses belajar mengajar untuk membuat lebih memaksimalkan kinerja pelajar lebih cepat, sehingga pelajar dapat memperoleh hasil yang memuaskan dari usaha belajar mereka dan dari pengajar mereka .



Editor:
Achmad Munandar

Unlocking Puberty: Menuju Kedewasaan Tak Perlu Cemas

0
 


Campusnesia.co.idDukuh Sidomulyo, Desa Dayu, Gondangrejo, Karanganyar - Pada tanggal 4 Agustus 2024, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja monodisiplin bertajuk “Unlocking Puberty: Menuju Kedewasaan Tak Perlu Cemas” di Dukuh Sidomulyo, Dusun Tanjung, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Program ini ditujukan untuk remaja SMP dan SMA yang tergabung dalam Karang Taruna Dukuh Sidomulyo, dengan tujuan memberikan edukasi yang benar mengenai pubertas.

Program ini diinisiasi sebagai respons terhadap banyaknya mitos yang beredar seputar pubertas, khususnya mengenai menstruasi dan mimpi basah. Hingga saat ini, belum pernah ada program edukasi serupa yang menyasar remaja di Karang Taruna Dukuh Sidomulyo, sehingga banyak dari mereka yang belum memahami sepenuhnya perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama masa pubertas. Edukasi yang tepat diperlukan agar para remaja dapat menghadapi masa pubertas dengan lebih percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah.

Program dilaksanakan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh fasilitator. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah lembar balik (flipchart) yang berisi informasi visual mengenai proses pubertas, serta diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Selain itu, terdapat juga sesi tutorial singkat yang menjelaskan secara praktis cara menjaga kebersihan diri selama masa pubertas.

Para peserta, yang terdiri dari remaja SMP dan SMA, mengikuti program ini dengan antusiasme tinggi. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar pubertas. Beberapa dari mereka bahkan baru mengetahui fakta penting, seperti bahwa ejakulasi pertama pada laki-laki dapat membuahi sel telur, serta bahwa seorang wanita yang sudah menstruasi sudah bisa hamil. Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang kurang mendapatkan informasi yang benar mengenai tubuh mereka sendiri.

Untuk menanamkan pesan yang kuat dan mudah diingat, program ini memiliki jargon khusus yaitu “Unlocking Puberty: Tubuhku, Aku yang Jaga”. Jargon ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para remaja untuk lebih menghargai dan menjaga tubuh mereka selama masa pubertas.

Program “Unlocking Puberty: Menuju Kedewasaan Tak Perlu Cemas” ini sukses memberikan edukasi yang sangat dibutuhkan oleh remaja di Dukuh Sidomulyo. Dengan metode FGD dan pendekatan interaktif, program ini berhasil membuka wawasan baru bagi para peserta tentang pubertas dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Diharapkan, melalui edukasi ini, para remaja dapat menjalani masa pubertas dengan lebih percaya diri dan memiliki pemahaman yang benar tentang perubahan yang mereka alami.


Penulis : 
Azizah Dewi Utami 
Kesehatan Masyarakat 
Fakultas Kesehatan Masyarakat

DPL
Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi, M.Si 
Dr. Ir. Suyatno, M.Kes.
Dr. Drs. Suhartana, M.Si 

Lokasi : 
Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar

Editor:
Achmad Munandar

#KKNUndipTim2 #p2kknUndip #lppmUndip #Undip 

“ASI EKSKLUSIF: Kunci Buah Hati Sehat dan Cerdas” Program KKN UNDIP Beri Edukasi kepada Ibu di Posyandu

0


Campusnesia.co.idDesa Dayu, Gondangrejo, Karanganyar - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program Edukasi bertajuk "ASI Eksklusif: Kunci Buah Hati Sehat dan Cerdas" di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Program ini diselenggarakan dalam empat kali yang berlangsung di empat Posyandu di Desa Dayu, dengan sasaran utama para ibu peserta posyandu, yaitu:


1. Posyandu Cempaka, Dusun Tanjung - 22 Juli 2024: Program dimulai di Posyandu Cempaka dengan penyuluhan mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Ibu-ibu peserta posyandu tampak antusias mengikuti ceramah dan berdiskusi mengenai manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi.

2. Posyandu Kenanga, Dusun Suruhan - 23 Juli 2024: Kegiatan berlanjut di Posyandu Kenanga, Dusun Suruhan. Mahasiswa KKN kembali memberikan pemahaman kepada para ibu tentang ASI eksklusif dan cara mengatasi tantangan yang sering dihadapi selama proses menyusui. Sesi diskusi interaktif juga menjadi momen bagi para ibu untuk berbagi pengalaman.

3. Posyandu Soka, Dusun Kedungulo - 9 Agustus 2024: Pada sesi ketiga, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan di Posyandu Soka. Selain ceramah, para ibu diajak untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Mereka tampak semakin memahami bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan dan kecerdasan anak.

4. Posyandu Melati, Dusun Grenjeng - 15 Agustus 2024: Program diakhiri di Posyandu Melati, Dusun Grenjeng. 


Program ini dilaksanakan karena cakupan pemberian ASI eksklusif di Desa Dayu masih rendah, meskipun mayoritas ibu di desa ini adalah ibu rumah tangga. Kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya ASI eksklusif dan adanya keyakinan bahwa bayi menangis karena lapar dan harus diberi makanan selain ASI sebelum bayi berusia 6 bulan menjadi alasan utama rendahnya cakupan ASI eksklusif. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang menyeluruh agar cakupan ASI eksklusif di desa ini dapat dioptimalkan.

 

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN membuat poster yang dilengkapi dengan barcode. Barcode ini akan mengarahkan para ibu untuk mengakses booklet digital yang berisi informasi lebih lanjut tentang ASI eksklusif. Dengan adanya media ini, diharapkan edukasi yang diberikan dapat berkelanjutan dan cakupan ASI eksklusif di Desa Dayu dapat terus meningkat.

Program kerja "ASI Eksklusif: Kunci Buah Hati Sehat dan Cerdas" oleh mahasiswa KKN Tim II Undip telah memberikan dampak positif di Desa Dayu. Dengan edukasi yang berkelanjutan dan pendekatan yang interaktif, diharapkan para ibu semakin termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat dan cerdas.




Penulis : 
Azizah Dewi Utami 
Kesehatan Masyarakat 
Fakultas Kesehatan Masyarakat

DPL
Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi, M.Si 
Dr. Ir. Suyatno, M.Kes.
Dr. Drs. Suhartana, M.Si 

Lokasi : 
Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar

Editor:
Achmad Munandar

#KKNUndipTim2 #p2kknUndip #lppmUndip #Undip 

Yuk Nabung! Seru-seruan Belajar Keuangan Bareng Mahasiswa KKN

0

Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2024 Melakukan Pelatihan dan Pendampingan 
Kepada Siswa- Siswi di Desa Blacanan terkait Pentingya pembuatan skala Prioritas dan Menabung Sejak Dini (31/07/2024) 
(Foto: Dokumen Pribadi)


Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2024 Melakukan Pelatihan dan Pendampingan dan Pelatihan kepada Siswa-Siswi SD di Desa Blacanan, Mengenai Pentingnya pembuatan Skala Prioritas dan Menabung Sejak Dini.

Campusnesia.co.idSiapa sangka, semangat menabung bisa tumbuh subur di benak anak-anak desa? Di Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berhasil menebar inspirasi dengan program pencerdasan keuangan. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif, para siswa diajak untuk memahami pentingnya membuat skala prioritas dan menabung sejak dini.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro di Desa Blacanan telah melaksanakan program edukasi keuangan. Program ini menyasar siswa-siswi sekolah dasar yang memiliki potensi besar untuk membentuk kebiasaan menabung sejak dini.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Mahasiswa KKN menggunakan berbagai media visual, permainan, dan contoh-contoh nyata untuk menjelaskan konsep skala prioritas dan manfaat menabung. Mereka juga mengajak siswa untuk membuat daftar keinginan dan merencanakan cara untuk mencapainya melalui menabung.

Selain materi, mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk melakukan simulasi menabung dengan menggunakan tabungan target. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa dalam mengelola uang saku dan membuat keputusan pembelian yang bijak.


"Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini," ujar Anjas salah satu anggota tim KKN. "Mereka terlihat senang saat membuat daftar keinginan dan menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menabung."

"Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami," ungkap Salah satu guru di Sekokah Dasar "Dengan memahami konsep skala prioritas dan menabung sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan memiliki perencanaan keuangan yang baik."

Program pencerdasan keuangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di Desa Blacanan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial. Dengan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini, diharapkan anak-anak dapat mencapai tujuan hidup mereka dan memiliki masa depan yang lebih baik.



Penulis:
Anjas Hamonangan Butar Butar
Akuntansi Perpajakan 
(Fakultas Sekolah Vokasi)

#kknundiptim2, #p2kknundip, #lppmundip, #undip, 
#digitalisasipembukuan, #TabunganTarget

Dosen Pembimbing Lapangan:
• Asep Setiaji, S.Pt., M.Si., Ph. D.
• Ichlasul Ayyub, S.S., M.Si
• Dr. Hari Susanta Nugraha, S.Sos., M.Si.

Editor:
Achmad Munandar

Pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) melalui OSS (Online single Submission) di Desa Sroyo Jaten Karanganyar oleh Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro

0
 

(Hasil Luaran Berupa Pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) 
melalui OSS (Online single Submission), Serta Poster Pembuatan NIB)


Campusnesia.co.idDesa Sroyo, Jaten, Karanganyar, baru-baru ini menjadi saksi atas inisiatif produktif yang dilakukan oleh mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro. Salah satu mahasiswa, Wahyu Hidayat dari Fakultas Hukum, memimpin suatu program untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap utama yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya NIB. Pertama, mahasiswa melakukan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan Akun Online Single Submission. Dalam sesi ini, peserta diajarkan langkah-langkah teknis untuk membuat akun OSS, yang merupakan langkah awal dalam proses pendaftaran NIB.

Selanjutnya, Wahyu dan timnya memberikan penyuluhan dan pelatihan seputar kegunaan NIB dalam UMKM. Dalam pelatihan ini, mereka menjelaskan berbagai manfaat memiliki NIB, seperti kemudahan akses terhadap bantuan modal, legalitas usaha, serta peluang untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional. Peserta sangat antusias dan memberikan respon positif, menunjukkan betapa pentingnya informasi ini bagi keberlanjutan usaha mereka.

Puncak dari kegiatan ini adalah pendaftaran NIB bagi UMKM, di mana mahasiswa mendampingi pelaku usaha untuk melakukan proses pendaftaran secara langsung. Dengan bimbingan yang tepat, banyak pelaku UMKM berhasil mendapatkan NIB yang dibutuhkan, memberikan mereka keunggulan dalam mengatasi tantangan di dunia usaha.

 
(Pemaparan materi, pendaftaran, 
dan juga pemberian poster serta modul)

Wahyu Hidayat menegaskan pentingnya kegiatan ini, “Kami berharap dengan adanya pembuatan NIB melalui OSS, pelaku UMKM di Desa Sroyo dapat memperoleh legalitas yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan usaha mereka.”

Kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat bagi UMKM, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sebagai bentuk pengabdian dan penerapan ilmu yang telah mereka pelajari. Dengan program ini, diharapkan Desa Sroyo dapat lebih maju dan berkembang, serta menciptakan ekosistem usaha yang lebih baik di masa mendatang.


Diponegoro, Semarang
Tim II Kuliah Kerja Nyata Reguler 2023/2024

Penulis : 
Wahyu Hidayat

Program Studi dan Fakultas : 
Hukum & Fakultas Hukum (FH)

Lokasi KKN : 
Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar

Target: UMKM

Editor :
Achmad Munandar

Eksistensi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Untuk Mencegah Kenakalan Remaja

0



Campusnesia.co.idSMP Negeri 2 Jaten Karanganyar baru-baru ini menggelar penyuluhan mengenai Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dengan tujuan mencegah kenakalan remaja. Kegiatan ini dipimpin oleh Wahyu Hidayat, mahasiswa Fakultas Hukum dari Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, yang berlangsung khusus untuk siswa kelas 8 C.Pada Senin (5/8) dan dimulai sejak pukul 12.40 WIB hingga 14.00 WIB. Forum tersebut dihadiri kurang lebih sekitar 30 Siswa/I SMPN 2 Jaten.

(Hasil Luaran Berupa Modul Eksistensi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Untuk Mencegah Kenakalan Remaja, MMT, Serta Poster Hak Anak berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak).

Dalam penyuluhan tersebut, Wahyu menjelaskan pentingnya eksistensi UU SPPA dalam memberikan perlindungan hukum kepada anak-anak. Dia menegaskan bahwa undang-undang ini bertujuan untuk mencegah serta menangani kenakalan remaja dengan pendekatan yang lebih humanis dan rehabilitatif, daripada hukuman yang bersifat penjara.

Dengan antusias, siswa/i SMPN 2 Jaten mengikuti sesi penyuluhan, di mana Wahyu menyampaikan berbagai contoh kasus kenakalan remaja di masyarakat dan bagaimana UU SPPA berperan dalam menangani situasi tersebut. Siswa-siswa diberikan pemahaman tentang hak-hak mereka sebagai anak di bawah hukum, serta konsekuensi dari tindakan kenakalan yang dapat mereka lakukan.

“Pendidikan tentang hukum sangat penting untuk dilakukan sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan remaja dapat menghargai diri mereka sendiri dan menghindari perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan,” kata Wahyu.

 
(Pemaparan materi dan diskusi serta tanya jawab 
berdasarkan materi yang dipaparkan pemateri)


Selain itu, Wahyu juga melibatkan siswa dalam diskusi interaktif, memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya dan berbagi pemikiran mengenai masalah-masalah yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas ini mampu menciptakan kesadaran akan pentingnya peran mereka dalam mencegah kenakalan remaja di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Kegiatan penyuluhan ini mendapatkan respon positif dari guru dan siswa. Banyak dari mereka merasa lebih paham mengenai UU SPPA serta dampaknya dalam melindungi anak-anak dari berbagai permasalahan hukum. Dengan langkah ini, diharapkan siswa/i SMP Negeri 2 Jaten dapat menjadi generasi muda yang lebih sadar hukum dan bertanggung jawab.

Melalui program KKN ini, Wahyu Hidayat dan rekan-rekannya berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masa depan remaja di Karanganyar, dengan membantu mereka berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan menjauhi kenakalan.


Diponegoro, Semarang
Tim II Kuliah Kerja Nyata Reguler 2023/2024

Penulis : 
Wahyu Hidayat

Program Studi dan Fakultas : 
Hukum & Fakultas Hukum (FH)

Lokasi KKN : 
Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar

Target: UMKM

Editor :
Achmad Munandar

Inovatif! Mahasiswa TIM KKN II UNDIP Ciptakan Dashboard Penduduk Untuk Desa Ketoyan

0


Campusnesia.co.idKetoyan, Wonosegoro, Boyolali (27 /7/2024), Yoga Kurniawan, Tim II KKN dari Universitas Diponegoro (Undip) ciptakan dashboard penduduk Desa Ketoyan.Pembuatan dashboard ini dibantu oleh perangkat desa,dimana pengumpulan data melalui RT dan RW di Desa Ketoyan.
 
Hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pengelolaan data,yakni mengelola data dengan benar  dan  keamanan data terjaga.Selain itu,membuat dashboard dapat memberikan visualisasi data. Dimana, visualisasi data adalah cara untuk menyajikan data dan informasi secara visual agar lebih mudah dipahami dan dianalisis. Dengan menggunakan grafik, diagram, peta, atau bentuk visual lainnya, visualisasi data membantu untuk menyederhanakan informasi kompleks.Dengan adanya visualalisasi ini mempermudah pencarian data yang dibutuhkan perangkat desa dalam mengelompokan warga.

Berdasarkan hasil survei Tim KKN Undip, data kependudukan yang ada di Desa Ketoyan masih berupa data mentah tanpa pengolahan lebih lanjut sehingga belum ada gambaran data kependudukan secara visual. Dimana,data penduduk di desa ketoyan masih dalam bentuk kumpulan data di dalam microsoft excel.Selain itu, belum ada transparansi dan publikasi terkait data kependudukan desa sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui secara pasti terkait informasi data  terbaru di Desa Ketoyan. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan teknologi informasi guna meningkatkan efisiensi pengelolaan data kependudukan serta mendorong transparansi dalam penyajian informasi kepada masyarakat melalui visualisasi data penduduk Desa Ketoyan melalui Dashboard Kependudukan. Program ini merupakan salah satu program kerja monodisiplin dari Yoga Kurniawan, mahasiswa jurusan Statistika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro.Dashboard digunakan untuk menghubungkan database kedalam bentuk visualisasi data yang lebih ringkas dan interatif. Salah satu alat untuk membuat dashboard adalah Goggle Looker Studio.
 

Dalam pembuatan dashboard,diawali dengan mengumpulkan data penduduk Desa Ketoyan dari beberapa dusun.Data ini dikumpulkan di setiap RT setempat.Kemudian diserahkan ke perangkat desa untuk di kumpulkan dalam satu data penduduk yaitu microsoft excel.Berdasarkan data yang telah dikumpulkan,diperoleh beberapa informasi  yang dapat disajikan dalam dashboard,diantaranya  total penduduk, jenis kelamin, status perkawinan, pengelompokkan status kemiskinan, kemampuan konsumsi, penghasilan, rasio pengeluaran pangan, kepemilikan kartu jaminan sosial, kemampuan membeli pakaian, kepemilikan harta lancer,  status tempat tinggal, dan RLTH. 

Dashboard visualisasi data penduduk dipublikasikan dalam bentuk website dan dicetak dalam bentuk poster yang diserahkan kepada Perangkat Desa Ketoyan pada tanggal 27 Juli 2024 di Balai Desa Ketoyan. Melalui program kerja ini, diharapkan dashboard dapat menjadi sarana untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi perkembangan desa.




Editor:
Achmad Munandar

Menata Desa, Menata Masa Depan: Peta Tata Guna Lahan sebagai Kunci

0


Campusnesia.co.idArah pembangunan desa sering kali menjadi salah satu masalah yang penting untuk diperhatikan, terutama jika itu menyangkut kesejahteraan masyarakat. Untuk itu pemanfaatan lahan desa secara efektif menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, dalam hal ini yaitu perangkat desa. Mahasiswa KKN TIM II UNDIP menginisiasi program tata guna lahan di Desa Dlimas, Kabupaten Magelang, sebagai solusi atas permasalahan lahan desa yang kurang produktif. Program ini bertujuan membantu perangkat desa dalam merencanakan dan mengoptimalkan penggunaan lahan yang ada, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Dlimas pada tanggal 13 Agustus 2024, dengan partisipasi aktif dari perangkat desa. Dalam pertemuan ini, Tim KKN UNDIP memaparkan hasil pemetaan lahan yang telah dilakukan sebelumnya, yang bertujuan untuk mengidentifikasi area-area yang kurang produktif di desa tersebut. Pemetaan ini mengungkapkan bahwa banyak lahan di Desa Dlimas yang dibiarkan terbengkalai atau tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga potensi ekonominya tidak bisa berkembang secara maksimal. Dengan pendekatan ini, diharapkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi aset penting bagi desa, mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal. Program "Peta Tata Guna Lahan" ini muncul dari kesadaran akan pentingnya perencanaan yang matang dalam memanfaatkan setiap jengkal lahan desa. Tanpa perencanaan yang tepat, lahan yang seharusnya produktif justru bisa menjadi beban bagi desa. 

Pelaksanaan program ini mencakup serangkaian tahapan yang dirancang secara sistematis untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memberikan kontribusi nyata bagi optimalisasi lahan di Desa Dlimas. Proses dimulai dengan diskusi intensif bersama perangkat desa, di mana Tim KKN UNDIP mendengarkan berbagai masukan, kendala, dan harapan yang dihadapi oleh perangkat desa terkait pengelolaan lahan. Setelah diskusi, tahap berikutnya melibatkan pengumpulan data lapangan yang detail dan menyeluruh. Berbekal data yang telah terkumpul, tim KKN UNDIP kemudian menyusun peta tata guna lahan yang baru. 

Hasil akhir dari seluruh proses ini adalah sebuah peta tata guna lahan yang komprehensif dan dapat digunakan sebagai panduan utama dalam perencanaan pembangunan desa ke depan. Peta ini diharapkan tidak hanya membantu perangkat desa dalam mengelola lahan secara lebih efektif, tetapi juga menjadi alat strategis dalam pengambilan keputusan jangka panjang. Dengan panduan ini, Desa Dlimas diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lahannya, meningkatkan produktivitas pertanian, dan pada akhirnya, mendukung pembangunan desa yang lebih berkelanjutan dan sejahtera.



Editor:
Achmad Munandar