Salah Data, Salah Sasaran: Pembaruan yang Lebih Akurat untuk Masa Depan Desa

0
 


Campusnesia.co.idDalam rangka meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan data kependudukan, mahasiswa KKN TIM II UNDIP, Muhammad Rizal Fanani menginisiasi program digitalisasi data di Desa Dlimas. Program ini muncul sebagai respons terhadap permasalahan mendesak yang dihadapi oleh desa, di mana data penduduk yang tersimpan dalam database desa masih sangat minim dan tidak terkelola dengan baik. Akibatnya, berbagai program pemerintah yang seharusnya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sering kali tidak tepat sasaran. Tidak hanya itu, kurangnya data yang valid juga membuat layanan publik yang diberikan oleh pemerintah desa menjadi kurang efektif dan tidak optimal.

Program digitalisasi data kependudukan ini dilaksanakan di Balai Desa Dlimas, dimulai pada 22 Agustus 2024 dan selesai pada 13 September 2024. Selama hampir tiga minggu, kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari perangkat desa, yang merupakan ujung tombak dalam proses pengumpulan dan pengolahan data. Dengan tujuan utama untuk memperbarui data kependudukan secara digital, program ini tidak hanya berfokus pada pencatatan ulang informasi dasar penduduk, tetapi juga pada pembaruan dan verifikasi data yang sudah ada. Setiap hari, perangkat desa bekerja sama dengan tim mahasiswa KKN untuk melakukan pendataan ulang warga, yang mencakup informasi penting seperti NIK, nama, pekerjaan, status pendidikan, kondisi kesehatan, dan beberapa informasi penting lainnya. Proses ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa data yang terkumpul benar-benar akurat dan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan desa.

Rizal menjelaskan, "Dengan adanya digitalisasi data, diharapkan masyarakat dapat merasakan pelayanan yang lebih baik, efektif, dan terintegrasi. Ini adalah langkah awal untuk mewujudkan desa yang lebih maju dan sejahtera."

Program ini disambut baik oleh perangkat desa yang selama ini menghadapi kendala dalam kurangnya data kependudukan yang terintegrasi dalam database. Melalui program ini, Desa Dlimas tidak hanya memperbaiki tata kelola administrasi desanya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai model desa yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ini adalah langkah awal yang penting menuju desa yang lebih maju dan mandiri, di mana teknologi digunakan secara maksimal untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan data yang terintegrasi dan akurat, Desa Dlimas kini siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan dengan lebih percaya diri dan terarah.



Editor:
Achmad Munandar

Bang Bing Bung, Yuk Kita Nabung: Inisiatif Mahasiswa KKN di Timuran Ciptakan Generasi Gemar Menabung Sejak Dini

0


Campusnesia.co.id - Surakarta, 13 Agustus 2024 - Kelurahan Timuran, Banjarsari - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tergabung dalam program multidisiplin di Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan anak-anak di wilayah RT 01 RW 01. Mereka telah melaksanakan sebuah program yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak usia dini tentang pentingnya menabung melalui pemberian celengan kreatif.

Dalam program ini, para mahasiswa KKN merancangcelengan yang unik dan menarik dari kaleng bekas, yang kemudian diserahkan kepada anak-anak. Setiap celengan dirancang dengan karakter kartun yang disukai anak-anak, dilengkapi dengan foto pribadi masing-masing anak, serta dihiasi dengan slogan inspiratif "Bang Bing Bung Yuk Kita Nabung." Slogan ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk mulai menabung sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk membuktikan bahwa barang bekas bisa untuk menanamkan kebiasaan menabung pada anak-anak sejak dini, sehingga mereka tumbuh dengan kesadaran finansial yang kuat. Seorang anggota tim KKN menjelaskan, “Kami ingin memberikan anak-anak alat yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menarik dan personal, sehingga mereka merasa lebih termotivasi untuk menabung.”

Penyerahan celengan ini dilakukan secara langsung kepada anak-anak, yang menerima dengan antusias. Para orang tua juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini, melihatnya sebagai kesempatan yang baik untuk memperkenalkan konsep menabung kepada anak-anak mereka dalam suasana yang positif dan mendidik.

Program ini mendapat tanggapan positif dari warga sekitar, yang merasa bahwa inisiatif ini adalah langkah penting dalam membentuk generasi yang sadar akan pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Salah satu orang tua menuturkan, “Anak saya sangat senang dengan celengan yang diberikan. Ini menjadi dorongan baginya untuk mulai menabung.”

Dengan berakhirnya program ini, para mahasiswa KKN berharap bahwa celengan yang mereka buat akan menjadi lebih dari sekadar tempat menyimpan uang - tetapi juga sebagai simbol semangat dan kesadaran anak-anak untuk mulai menabung sejak usia dini. Program ini memperlihatkan bagaimana mahasiswa KKN dapat berkontribusi secara nyata dalam membangun karakter anak-anak dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.



Penulis: 
Mahasiswa dari KKN UNDIP TIM II 
tahun 2023/2024 Kelurahan Timuran

DPL: 
Retno Hestiningsih, M.Kes.

Editor:
Achmad Munandar

Inovatif! Mahasiswa KKN UNDIP Buat Website untuk Branding dan Layanan di Kelurahan Timuran

0



Campusnesia.co.id - Surakarta (14/08) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2023/2024 telah meluncurkan sebuah inovasi baru yang diharapkan mampu meningkatkan akses informasi dan layanan di Kelurahan Timuran, Surakarta. Berada di pusat kota yang ramai dengan wisatawan, Kelurahan Timuran selama ini menghadapi tantangan dalam penyediaan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat luas.

Melihat kebutuhan ini, Para mahasiswa dari KKN UNDIP TIM II tahun 2023/2024, berinisiatif untuk memperkenalkan sebuah website berbasis Google Sites yang berfungsi sebagai platform digital untuk memperkenalkan wilayah kelurahan sekaligus memperbaiki sistem pelayanan kepada warga.

Website ini menyediakan berbagai informasi penting, mulai dari tata kelola kelurahan, fasilitas umum yang tersedia, hingga potensi UMKM lokal yang dapat dikembangkan dan dieksplorasi. Dengan adanya platform ini, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi yang mereka butuhkan kapan saja dan di mana saja.

Lurah Kelurahan Timuran, Prima Marga Muktitama, S.STP., M.A.P., menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, website ini menjadi solusi yang tepat setelah website kelurahan yang sebelumnya sering mengalami masalah teknis dan tidak responsif.

Dengan dukungan penuh dari pihak kelurahan, website ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan pemerintah kelurahan dengan warga serta mendukung upaya branding kelurahan di tengah kota yang semakin berkembang.

Langkah inovatif mahasiswa KKN UNDIP ini diharapkan menjadi contoh bagi banyak kelurahan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan daya saing daerahnya. 



Penulis: 
Mahasiswa dari KKN UNDIP TIM II 
tahun 2023/2024 Kelurahan Timuran

DPL: 
Retno Hestiningsih, M.Kes.

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Wujudkan Program Kerja Pemanfaatan Limbah Budidaya menjadi Pupuk Organik Cair di Desa Kebak

0
 
(Prototype desain wadah fermentasi 
untuk pupuk organik cair)


Campusnesia.co.id - Desa Kebak, 8 Agustus 2024. Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro telah mewujudkan program kerja inovatif dengan memanfaatkan limbah budidaya untuk dijadikan pupuk organik cair. Program ini merupakan bagian upaya untuk mendukung budidaya yang berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

Dalam melaksanakan program ini mahasiswa bekerja sama dengan pelaku budidaya lokal untuk mengumpulkan limbah budidaya. Limbah tersebut berikutnya diolah menjadi pupuk organik cair melalui proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. Pupuk yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi tinggi yang bermafaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas tanaman.

Pupuk organik cair yang dihasilkan dari proses fermentasi. Fermentasi merupakan proses biokimia dimana bakteri dan jamur menguraikan bahan organik menjadi bentuk yang lebih sederhana. Selain ramah lingkungan pupuk organik cair juga berpotensi meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian. Mahasiswa berharap inovasi ini dapat diaplikasikan oleh masyarakat luas, terutama para pembudidaya dan ibu rumah tangga untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang dapat merusak dan mencemari lingkungan sekitar. 
 


(Penyerahan Leaflet oleh 
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 
Kepada Ibu-ibu PKK di Dsn. Kebak)

Program kerja ini mendapat sambutan dan apresiasi hangat dari pihak masyarakat di Desa Kebak, terutama ibu ibu PKK yang tertarik pada tanaman. Pelaksaan program ini banyak anggota PKK yang antusia terhadap program ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti “berapa lama proses fermentasinya?”, “apakah hanya limbah budidaya yang dapat digunakan untuk dijadikan pupuk organik cair”, dan pertanyaan lainnya. Selain membantu mengurangi biaya produksi, pupuk organik cair juga mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Program ini adalah salah satu langkah nyata mahasiswa dalam mewujudkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan. Dengan adanya program ini diharapkan semakin banyak pelaku budidaya dan pelaku yang bergerak di sektor pertanian ataupun sejenisnya yang beralih menggunakan pupuk organik cair, sehingga mampu mewujudkan budidaya dan pertanian yang berkelanjutn dan ramah lingkungan.




Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Reguler TIM II Universitas Diponegoro Cegah Hipertensi Lansia dengan Edukasi Pentingnya Mengontrol Tekanan Darah

0
 


Campusnesia.co.idHipertensi merupakan suatu masalah kesehatan yang berkembang pesat di Indonesia. Menurut Kemenkes RI, hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg. Tekanan darah yang tinggi tersebut dapat menyebabkan terjadinya kondisi kesehatan yang lebih buruk. Apabila pasien tidak mengontrol tekanan darah dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, penyakit pembuluh darah tepi, dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan pengelihatan retinopati. (Kemenkes RI, 2020)

Berdasarkan permasalahan di atas, anggota TIM KKN II Universitas Diponegoro 2024, Graciela Pramudiana Muttaqin dari Jurusan Kedokteran Umum melalui program kerja monodisiplin melakukan pencegahan hipertensi dengan edukasi pentingnya mengontrol tekanan darah serta berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu Lansia RW 01 Desa Jetiskarangpung.

Kegiatan tersebut dilakukan di Balai Posyandu Lansia RW 01 Desa Jetiskarangpung pada hari Sabtu, 27 Juli 2024 pukul 08.00 - 11.00 WIB dan dihadiri oleh 75 orang. Kegiatan tersebut diawali dengan screening kesehatan mencakup cek tekanan darah pada lansia, lalu dilanjut dengan edukasi mengenai hipertensi, antara lain pengertian hipertensi, faktor-faktor penyebab hipertensi, bahaya hipertensi, dan pentingnya mengontrol tekanan darah. Output dari progam kerja tersebut adalah berupa booklet mengenai penanganan hipertensi dan tips mengontrol tekanan darah. Setelah itu, dilanjutkan kegiatan senam bersama dan bermain games untuk para lansia.

Kegiatan Posyandu Lansia dan edukasi hipertensi mendapatkan respon positif dari peserta posyandu, bidan, kader posyandu, dan Kepala Desa Jetiskarangpung. Peserta posyandu yang datang juga terlihat senang karena susunan kegiatan posyandu yang seru dan tambahan ilmu mengenai hipertensi yang bermanfaat. Harapan dari adanya kegiatan ini adalah dapat memberikan tambahan ilmu tentang hipertensi dan tips mengontrol tekanan darah untuk lansia di Desa Jetiskarangpung.


Sumber :
1. Kemenkes Ri. (2020). Waspadai Komplikasi Akibat Hipertensi - Direktorat P2ptm. Https://P2ptm.Kemkes.Go.Id/Infogra phic/Waspadai-Komplikasi-Akibat- Hipertensi 



Editor:
Achmad Munandar

Dukung SDGS Desa, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Atasi Masalah Pertanian, Stunting, Dan Umkm Lokal Desa Purworejo

0



Campusnesia.co.id - Magelang, Jawa Tengah - Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mewujudkan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa nomor 3 dan 1, yakni Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan serta Menghapus Kemiskinan di Desa Purworejo. 

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2023/2024 menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui program “Inovasi Menu Sehat Atasi Stunting Melalui Booklet Online”, program “Digitalisasi UMKM Melalui Pengenalan Social Media, E-commerce, dan Strategi Marketing”, serta program “Integrasi dan Pelatihan Pembuatan Vermikompos.” 

Program kerja ini merupakan hasil koordinasi dengan Perangkat Desa dan Bidan Desa Purworejo. Koordinasi yang dibahas mengenai kondisi stunting Desa Purworejo, langkah yang telah ditempuh desa untuk mengatasinya, potensi dan permasalahan UMKM setempat, serta masalah pengelolaan limbah sampah domestik,” kata salah satu Mahasiswa KKN, Mutia, saat ditemui di Balai Desa Purworejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. 
 
Desa Purworejo menghadapi masalah stunting yang menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak-anak. Untuk mengatasi hal ini, Mahasiswa KKN menginisiasi program "Inovasi Menu Sehat Atasi Stunting Melalui Booklet Online". Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya ibu hamil dan anak-anak, dengan menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diakses. Program ini diawali dengan penyusunan menu-menu bergizi yang dikumpulkan dalam sebuah booklet online. Menu-menu tersebut disusun berdasarkan hasil konsultasi dengan ahli gizi dan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang terjangkau dan bergizi tinggi. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan beberapa kali untuk memastikan masyarakat paham cara membuat makanan yang dapat mencegah dan mengatasi stunting. Program ini ditutup dengan sosialisasi yang menghadirkan pakar di bidangnya, yaitu ahli gizi Puskesmas Candimulyo, Ibu Arum Putri Nugraheni,Amd.Gz guna memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat.
 

Kemudian, masalah pertanian di Desa Purworejo akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, yang mengakibatkan penurunan kesuburan tanah. Sebagai solusinya, Mahasiswa KKN memperkenalkan program "Integrasi dan Pelatihan Pembuatan Vermikompos". Program ini memanfaatkan limbah organik desa untuk diolah menjadi pupuk berkualitas melalui proses vermikomposting, yaitu menggunakan cacing tanah sebagai pengurai. Cacing tanah dipilih karena memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai bahan pakan ternak, industri herbal dan farmasi, serta penghasil pupuk organik. Dengan pemeliharaan selama 1-2 bulan, limbah organik yang sebelumnya hanya dibuang atau dibakar dapat diolah menjadi pupuk yang meningkatkan kesuburan tanah dan hasil pertanian. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi masyarakat dengan mengubah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi.
 
Terakhir, untuk mengentaskan kemiskinan Desa, mahasiswa melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program “Digitalisasi UMKM Melalui Pengenalan Social Media, E-commerce, dan Strategi Marketing.” Mereka membantu UMKM dalam memperluas pasar melalui digitalisasi. Mahasiswa KKN mengenalkan penggunaan media sosial dan e-commerce, serta memberikan pelatihan terkait strategi pemasaran digital. Selain itu, mereka juga melakukan identifikasi waste pada proses produksi untuk meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya produksi, dan meningkatkan profitabilitas. Program ini juga melibatkan pelatihan terkait pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) yang merupakan dasar untuk memulai dan menjalankan kegiatan usaha, serta menjadi syarat bagi pelaku usaha untuk mendapatkan izin-izin yang terkait dengan usaha tersebut. 

Program kerja ini disambut hangat oleh masyarakat. Upaya Mahasiswa KKN Tim II Undip di Desa Purworejo menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan akademisi dapat membawa perubahan nyata dan berkelanjutan. Program-program yang dijalankan tidak hanya fokus pada pemecahan masalah jangka pendek tetapi juga membangun fondasi untuk kesejahteraan jangka panjang. Dengan mengatasi stunting, memperbaiki pertanian, dan mengembangkan UMKM, Desa Purworejo semakin mendekatkan diri pada pencapaian SDGs, khususnya dalam bidang kesehatan, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.



Editor:
Achmad Munandar

Pembaruan Nama Kecamatan Baru di Desa Jatilawang pada Google Maps : Warga Antusias Sambut Perubahan

0


Campusnesia.co.id - Desa Jatilawang terletak di Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali. Namun beberapa tahun ini kurang lebih dalam 5 tahun terakhir, nama Kecamatan Wonosamodro merupakan kecamatan baru, hasil dari perpecahan kecamatan sebelumnya yaitu Kecamatan Wonosegoro. Desa Jatilawang merupakan salah satu Desa yang terkena dampak dari pecahnya kecamatan Wonosegoro. Dalam waktu 5 tahun ini, Desa Jatilawang sudah berganti alamat yang terletak di Kecamatan Wonosamodro. 

Namun ternyata, tidak cukup banyak orang yang tahu mengenai hal ini, bahkan warga Boyolali sekalipun. Hal tersebut dikarenakan kurangnya informasi tentang perpecahan Kecamatan Wonosegoro dan munculnya nama Kecamatan baru yaitu Wonosamodro. Kurangnya informasi tersebut salah satunya disebabkan oleh bidang kehumasan yang tidak menyampaikan dan memanfaatkan informasi dengan luas dan efektif untuk masyarakat terima, sehingga hal tersebut menimbulkan miss information yang dialami oleh warga Boyolali dan masyarakat pendatang, yang masih mengira bahwa Desa Jatilawang masih masuk kedalam Kecamatan Wonosegoro.

Menanggapi hal tersebut, maka mahasiswa Bilqis Putri Fajarty dari Program Studi Informasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro membuat program kerja Monodisiplin yang berjudul “Pembaruan Nama Kecamatan Baru di Desa Jatilawang pada Google Maps : Warga Antusias Sambut Perubahan” yang bertujuan untuk melakukan pengajaran pada Perangkat Desa Jatilawang soal bagaimana merubah nama Kecamatan yang baru di Desa Jatilawang melalui Google Maps, supaya nantinya tidak ada lagi masyarakat yang miss informasi mengenai alamat Desa Jatilawang yang benar.

 

Pelaksanaan program kerja ini disambut antusias dari warga Desa Jatilawang, karena mereka merasa membutuhkan pembaruan kecamatan yang baru pada Google Maps. Proses pembaruan nama Kecamatan Desa Jatilawang yang baru bersama perangkat desa membutuhkan waktu 3-5 hari dari pihak google, karena pihak google maps sendiri perlu mengidentifikasi terlebih dahulu apakah data yang ingin diubah sudah benar atau belum.

Dengan adanya pembaruan nama kecamatan di Desa Jatilawang yang baru ini, masyarakat Boyolali atau masyarakat pendatang dapat mengetahui dengan benar alamat yang lengkap di Desa Jatilawang dan tidak terjadi lagi informasi yang salah atau simpang siur yang beredar mengenai nama kecamatan yang benar di Desa Jatilawang.



Penulis :
Bilqis Putri Fajarty

DPL :
Dr. Muchammad, ST., MT.

Editor:
Achmad Munandar

Pembuatan Banner Syarat Pelayanan Dalam Mewujudkan Pemberian Layanan Yang Cepat dan Tepat di Kantor Kepala Desa Karanganyar

0


Campusnesia.co.id - Program pembuatan banner syarat pelayanan merupakan langkah sebagai bentuk pemberian pelayanan masyarakat desa suruh sekaligus pelaksaan program kerja keilmuan Adam Sayyid Robbani, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2023/2024.

Pelayanan publik adalah hak mendasar yang dimiliki setiap anggota masyarakat, yang mencakup berbagai bentuk layanan yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga terkait untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan publik. Layanan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, dan lain sebagainya. Dalam upaya mewujudkan pelayanan yang baik dan efisien, salah satu langkah penting yang diambil adalah dengan menyediakan banner informasi yang berisi persyaratan dan prosedur yang jelas untuk setiap jenis pelayanan.

Banner syarat pelayanan ini dirancang khusus untuk memudahkan masyarakat khususnya yang berada di desa Suruh dalam memahami apa saja yang dibutuhkan dan langkah-langkah yang harus diikuti dalam proses pengurusan berkas. Informasi yang disajikan dalam banner tersebut mencakup detail mengenai dokumen atau item apa saja yang perlu disiapkan, tahapan-tahapan yang harus dilalui, serta kontak yang dapat dihubungi jika ada pertanyaan lebih lanjut. Dengan adanya informasi yang lengkap dan mudah diakses ini, masyarakat dapat lebih siap dan paham mengenai persiapan yang diperlukan sebelum datang ke kantor layanan terkait.

Pengumpulan data dilakukan secara diskusi oleh narasumber dari perangkat desa Pak Diro selaku tata laksana desa Suruh  yang mengurus pembuatan berkas secara online ataupun offline sehingga data yang dikumpulkan dapat akurat dan sesuai dengan regulasi yang berlaku

Selain itu, banner ini juga berfungsi untuk mengurangi potensi kesalahan atau kekurangan dokumen yang sering kali menjadi penyebab lambatnya proses pengurusan berkas. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang jelas dari masyarakat, proses administrasi dapat berjalan lebih cepat dan tepat, tanpa hambatan yang berarti. Hal ini tidak hanya membantu mempercepat pelayanan, tetapi juga meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik yang diberikan.


Pada akhirnya, upaya ini bertujuan untuk menciptakan pelayanan publik yang transparan, responsif, dan akuntabel, sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Dengan pelayanan yang baik dan prosedur yang jelas, masyarakat diharapkan dapat merasakan kenyamanan dan kemudahan dalam mengakses layanan publik yang mereka butuhkan, sehingga kepercayaan terhadap lembaga pelayanan publik juga akan semakin meningkat.




Penulis: 
Adam Sayyid Robbani  
(Administrasi Publik K.Rembang 2021)

DPL: 
Moh. Asadullah Hasan Al Asy’Arie S.H., M.Kn.

Lokasi KKN: 
Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

Editor:
Achmad Munandar

Program Edukasi UMKM Baluwarti: Pengelolaan Permintaan, Perlindungan Merk, Branding dan Negosiasi Dalam Bahasa Inggris

0
 



Campusnesia.co.idSenin, 11 Agustus 2024, Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro melakukan Kegiatan penyuluhan mengenai pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diadakan di daerah Baluwarti dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku usaha dalam mengelola bisnis mereka. Kegiatan ini diwakilkan oleh Yeremia Satrya dari Fakultas Ekonomi, Hans Ezekiel Sihite dari Fakultas Hukum, Ruiz Anggy dari Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Rossa dari Fakultas Sastra Inggris. Dengan adanya kegitan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung perkembangan UMKM setempat. Dengan meningkatnya kompetisi dan tantangan dalam dunia usaha, edukasi yang komprehensif dan tepat sasaran menjadi sangat penting untuk memastikan keberlangsungan dan kesuksesan UMKM di Baluwarti.


Acara penyuluhan dimulai dengan materi yang disampaikan oleh Yeremia Satrya Pungkasa dari Ilmu Ekonomi. Beliau memberikan edukasi mengenai pengendalian permintaan dan penawaran barang. Materi ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengelola persediaan barang mereka sehingga tidak mengalami overstock maupun understock. Yeremia menjelaskan pentingnya analisis pasar dan perencanaan yang matang dalam mengelola persediaan, serta memberikan beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan.

Selanjutnya, edukasi dilanjutkan oleh Hans Sihite dari bidang Hukum. Hans membahas tentang pendaftaran dan perlindungan merek barang dagang atau jasa. Materi ini sangat penting untuk memastikan bahwa UMKM di Baluwarti memiliki hak eksklusif atas merek mereka, sehingga dapat diakui dan dilihat oleh konsumen luar. Hans memberikan panduan langkah demi langkah mengenai proses pendaftaran merek dan menjelaskan manfaat hukum dari perlindungan merek dagang.

Setelah sesi dari Hans Sihite, Ruiz Anggy dari Ilmu Komunikasi memberikan edukasi mengenai branding. Ruiz menekankan pentingnya positioning dalam menghadapi kompetisi yang ketat. Dengan strategi branding yang tepat, UMKM di Baluwarti diharapkan dapat keluar dari perang harga dan membangun citra yang kuat di benak konsumen. Ruiz juga memberikan contoh-contoh kasus sukses serta tips praktis dalam membangun brand yang solid.

Acara penyuluhan diakhiri dengan presentasi dari Rossa Firda Ayuning Tyas Sofiana dari Sastra Inggris. Rossa memberikan edukasi mengenai cara menawarkan produk dalam bahasa Inggris, yang sangat berguna bagi pelaku UMKM dalam menarik turis dari luar negeri. Rossa membahas teknik komunikasi yang efektif dan memberikan latihan percakapan dalam bahasa Inggris yang relevan dengan situasi bisnis.


Kegiatan penyuluhan ini mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM di Baluwarti. Mereka merasa mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sangat aplikatif dalam mengembangkan usaha mereka. Melalui penyuluhan ini, diharapkan UMKM di Baluwarti dapat lebih siap menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Edukasi yang diberikan oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di daerah tersebut.




Editor:
Achmad Munandar

Inovasi Hukum dan Perlindungan Konsumen dalam Era Teknologi Keuangan

0


Campusnesia.co.id - Di era digital yang serba cepat ini, pembayaran digital telah menjadi norma, termasuk di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, transformasi ini juga membawa kekhawatiran terkait keamanan transaksi digital. Banyak pelaku UMKM merasa takut akan penipuan yang mungkin terjadi melalui sistem pembayaran digital seperti transfer bank dan QRIS. Untuk mengatasi kekhawatiran ini dan memberikan pemahaman tentang perlindungan hukum bagi pelaku UMKM di era teknologi keuangan, Hans Ezekiel Sihite melaksanakan program kerja monodisiplin bertajuk “Inovasi Hukum dan Perlindungan Konsumen dalam Era Teknologi Keuangan” pada hari Senin, 1 Agustus 2024.

Program ini bertujuan untuk memberikan wawasan bahwa para pelaku UMKM tetap dilindungi oleh hukum, meskipun dalam era serba digital. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja Pasal 96 yang mewajibkan pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan bantuan layanan hukum bagi pelaku UMKM. Selain itu, Hans juga memperkenalkan teknologi QRIS Sound sebagai solusi untuk meningkatkan keamanan transaksi digital.
Proses

Program dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Hans Ezekiel Sihite. Dalam sambutannya, Hans menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjaga keamanan dalam setiap transaksi digital. Ia menjelaskan bahwa pembayaran digital tidak perlu ditakuti jika pelaku UMKM memahami perlindungan hukum yang tersedia bagi mereka.

Dalam sesi utama, Hans memaparkan berbagai inovasi hukum yang telah diterapkan untuk melindungi konsumen dan pelaku UMKM dalam transaksi digital. Ia menyoroti Undang-Undang Cipta Kerja Pasal 96 yang memastikan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkewajiban memberikan bantuan layanan hukum bagi pelaku UMKM. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis mereka.

Selanjutnya, Hans memperkenalkan teknologi QRIS Sound sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kekhawatiran penipuan dalam pembayaran digital. Ia menjelaskan bahwa QRIS Sound akan berbunyi setiap kali pembeli melakukan pembayaran melalui scan QRIS, sehingga pelaku UMKM dapat dengan mudah mengetahui bahwa pembayaran telah berhasil masuk ke rekening mereka. Demonstrasi langsung cara kerja QRIS Sound dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada para peserta.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Para pelaku UMKM yang hadir aktif bertanya mengenai berbagai aspek terkait pembayaran digital dan perlindungan hukum. Hans menjawab setiap pertanyaan dengan jelas, memberikan penjelasan yang mudah dipahami serta tips praktis untuk menghindari penipuan.


Penutup
Program ini diakhiri dengan penekanan ulang oleh Hans Ezekiel Sihite mengenai pentingnya adaptasi terhadap teknologi digital sekaligus menjaga keamanan dalam transaksi. Ia berharap, dengan pemahaman yang lebih baik tentang perlindungan hukum dan penggunaan teknologi seperti QRIS Sound, pelaku UMKM tidak lagi merasa takut terhadap penipuan dalam era digitalisasi ini.

Melalui program kerja monodisiplin ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya dengan lebih percaya diri dan aman, serta terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Program ini tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga memperkuat hubungan antara pelaku UMKM dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan usaha yang aman dan inovatif.




Editor:
Achmad Munandar