Pelatihan Pembuatan Probiotik Rabal untuk Mendukung Akuakultur yang Berkelanjutan di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar

0

Kegiatan Demonstrasi Pembuatan Probiotik Rabal 
Kepada Warga Dusun Tanjung


Campusnesia.co.idDesa Dayu, 26 Juli 2024 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro Semarang mengadakan pelatihan pembuatan probiotik Rabal yang bertujuan untuk mendukung Akuakultur yang berkelanjutan di Desa Dayu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam teknologi akuakultur yang ramah lingkungan.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh warga Dusun Tanjung yang tertarik dengan program kerja ini. Materi pelatihan mencakup teori dasar tentang probiotik Rabal serta praktik secara langsung dalam pembuatan probiotik Rabal yang berbahan dasar lokal dan mudah untuk didapatkan.

Menurut Mahasiswa KKN yang terlibat, Jenriken Fortober Sihaloho, probiotik Rabal dapat meningkatkan nafsu makan, pertumbuhan ikan, kualitas air, kesehatan ikan, dan mengurangi bau kotoran, serta mengurangi penggunaan antibiotik. “Dengan pelatihan ini, kami berharap peternak ikan di Desa Dayu dapat memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya mereka,” jelas Jenriken.

Kepala Dusun Tanjung, Wakiman Satimin, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dan berharap pelatihan ini dapat membawa dampak positif bagi komunitas. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Universitas Diponegoro Semarang. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama dalam upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan hasil panen ikan.”

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya praktik akuakultur yang ramah lingkungan di kalangan masyarakat desa supaya lingkungan tidak rusak dan tercemar.



Penulis : 
Jenriken Fortober Sihaloho

Jurusan : 
Akuakultur - FPIK

Dosen Pembimbing Lapangan :  
1. Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi., M.Si
2. Dr. Drs. Suhartana, M.Si
3. Dr. Ir. Suyatno, M.Kes

Lokasi : 
Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar

Editor :
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Perkenalkan Budidaya Ikan dalam Ember Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Gizi Keluarga

0

Kegiatan Sosialisasi Yang Dilakukan 
Oleh Mahasiswa KKN Kepada Warga Dusun Tanjung


Campusnesia.co.id Dayu, Jumat (26/7/2024), dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro Semarang meluncurkan program kerja inovatif budidaya ikan lele dan sayur kangkung dalam ember. Inisiatif ini dirancang untuk membantu masyarakat mengatasi masalah kekurangan pangan dan meningkatkan asupan gizi dengan metode yang sederhana dan efektif.

Program kerja ini fokus pada penggunaan ember sebagai media budidaya ikan dan sayur, yang memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan ruang terbatas di rumah mereka. Teknik ini tidak hanya hemat biaya tetapi juga mudah diterapkan dan dapat dipindahkan, membuatnya menjadi solusi yang ideal bagi keluarga dengan keterbatasan lahan dan mengatasi masalah terkait cuaca di lokasi yang ekstrim.

Kegiatan diawali sosialisasi dengan pemaparan materi singkat tentang “Budikdamber: Solusi Peningkatan Katahanan Pangan dan Gizi Keluarga” dan dilanjut dengan melihat sistem budidaya dalam ember yang sudah dijalankan oleh mahasiswa. Selama kegiatan KKN, mahasiswa juga mengadakan pelatihan mengenai teknik budidaya ikan dan sayur yang tepat, termasuk cara pemeliharaan, manajemen pemberian pakan, serta pengelolaan kualitas air. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap keluarga dapat mengelola budidaya ikan dengan baik, serta memaksimalkan manfaat kesehatan dan gizi dari produk yang dihasilkan.

Mahasiswa KKN dari jurusan Akuakultur, Jenriken Fortober Sihaloho, menjelaskan bahwa budidaya ikan dalam ember dapat menyediakan sumber protein yang penting bagi keluarga. “Kami berharap dengan metode ini, keluarga-keluarga di Desa Dayu ini bisa memproduksi ikan sekaligus sayur secara mandiri, yang tidak hanya menambah variasi makanan tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan eksternal,” ungkap Jenriken.

Respon positif datang dari warga desa, yang menyambut baik program ini. Beberapa warga berantusias dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan berbagi pengalaman selama mereka berbudidaya. Beberapa keluarga ingin mencoba menerapkan teknik budidaya ikan dalam ember untuk peningkatan dalam asupan protein dan penghematan biaya pangan. 


Mahasiswa KKN Mengajak Warga Dusun Tanjung 
Untuk Melihat Sistem Budidaya Ikan Dalam Ember yang Sudah Berjalan

Inisiatif ini menunjukkan komitmen Universitas Diponegoro Semarang dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan memberikan solusi inovatif untuk permasalahan gizi di Desa. Melalui program kerja ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka serta memperbaiki kualitas hidup mereka secara keseluruhan dengan menerapkan budidaya ikan dalam ember yang mudah untuk dipraktekan.



Penulis : 
Jenriken Fortober Sihaloho

Jurusan : 
Akuakultur - FPIK

Dosen Pembimbing Lapangan :  
1. Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi., M.Si
2. Dr. Drs. Suhartana, M.Si
3. Dr. Ir. Suyatno, M.Kes

Lokasi : 
Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar

Editor:
Achmad Munandar

KKN UNDIP Tim II 2024: Belajar dengan Cara Seru dan Menginspirasi

0


Campusnesia.co.idKota Surakarta (16/8) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II tahun 2024, Rossa Firda Ayuning Tyas Sofiana dari Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, mengadakan program yang bertajuk Belajar Bahasa yang Menyenangkan: Kurikulum dan Inspiratif. Program ini bertujuan untuk membantu siswa di Baluwarti, Surakarta, dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka melalui metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. 

Sepanjang bulan Juli-Agustus 2024, mahasiswa KKN bekerja sama dengan guru-guru Bahasa Inggris di beberapa sekolah untuk memperkenalkan Flash Cards. Metode ini menggunakan kartu kosakata yang dirancang khusus untuk memudahkan siswa dalam mempelajari dan mengingat kosakata baru. Tidak hanya sekedar mengajarkan kosakata, program ini juga bertujuan untuk membuat siswa lebih tertarik dan menikmati proses belajar Bahasa Inggris dengan pendekatan yang lebih kreatif. 


Meskipun ada tantangan, seperti keterbatasan bahan ajar seperti buku paket yang belum diberikan dan jadwal Pelajaran yang belum sepenuhnya teratur, program ini tetap berjalan dengan semangat tinggi. Dukungan dari pihak sekolah dan antusiasme siswa sangat membantu keberhasilan program ini. Hasilnya, banyak siswa yang menunjukkan peningkatan dalam penguasaan kosakata dan semakin bersemangat untuk belajar Bahasa Inggris. 

Program Belajar Bahasa yang Menyenangkan: Kurikulum dan Inspiratif diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa di Baluwarti, membantu mereka menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan di masa depan. 



Editor:
Achmad Munandar

KKN UNDIP Tim II 2024: Revitalisasi Website Baluwarti untuk Mengeksplorisasi Budaya dan Tradisi Lokal

0



Campusnesia.co.idKota Surakarta (15/8) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II tahun 2024 meluncurkan program Revitalisasi Website Baluwarti: Menggali Budaya dan Tradisi Tersembunyi, yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Baluwarti melalui platform digital. Program ini adalah bagian dari upaya melestarikan dan mempromosikan warisan budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi.

Dalam program ini, Rossa Firda Ayuning Tyas Sofiana dari Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, bekerja sama dengan Ruiz Anggy dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Rossa bertanggung jawab untuk menulis naskah dalam Bahasa Inggris, sementara Ruiz mengemasnya dalam bentuk video profil yang akan dipublikasikan diwebsite dan media sosial.

Program Revitalisasi Website Baluwarti ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menyebarkan informasi tentang budaya serta tradisi Baluwarti yang mungkin belum banyak dikenal. Dengan memanfaatkan media digital, diharapkan lebih banyak orang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, akan tertarik untuk mengenal dan menghargao warisan budaya Baluwarti.

Harapan dari program ini adalah agar Baluwarti bisa menjadi contoh sukses bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal, serta mendorong inisiatif serupa di wilayah lain. 



Editor:
Achmad Munandar

Memperkenalkan Baluwarti: Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Luncurkan Video Promosi Budaya

0
 


Campusnesia.co.idDalam upaya memperkenalkan Baluwarti sebagai kampung wisata budaya yang lebih luas dan menciptakan ikon yang mudah diingat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro telah meluncurkan sebuah program kreatif berupa pembuatan video promosi. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendokumentasikan keberagaman budaya Baluwarti, tetapi juga untuk menarik minat pengunjung dan memposisikan Baluwarti sebagai destinasi wisata yang dikenal akan kekayaan budayanya.

Baluwarti, yang dikenal sebagai kampung wisata budaya dengan kekayaan tradisi yang melimpah, memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, untuk mencapai tujuan ini, perlu ada strategi yang efektif dalam memperkenalkan Baluwarti kepada masyarakat luas. Ruiz Anggy, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menjadi koordinator program ini, menyadari pentingnya media visual dalam menarik perhatian publik. Oleh karena itu, ia berinisiatif membuat video promosi yang dapat memperlihatkan berbagai aspek budaya yang ada di Baluwarti.

Proses pembuatan video promosi ini memerlukan waktu yang tidak sedikit, mengingat banyaknya kegiatan budaya di Baluwarti yang tidak terjadi setiap hari. Namun, berkat dukungan dan bantuan dari warga setempat, pengambilan gambar dapat dilakukan dengan lebih efektif. Ruiz mendokumentasikan berbagai kegiatan budaya yang menjadi ciri khas Baluwarti, seperti museum Baluwarti, karawitan, parade prajurit, tarian tradisional, dan wayang. Setiap aspek penting dari kehidupan budaya Baluwarti berhasil terekam dengan baik, memastikan bahwa keindahan dan keunikan kampung ini tersampaikan secara maksimal.

Video promosi ini direncanakan akan dipublikasikan melalui berbagai platform, terutama Instagram Kelurahan Baluwarti, untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, video ini juga akan ditampilkan dalam acara-acara penting, seperti penyambutan tamu atau kegiatan lainnya yang berkaitan dengan profil Baluwarti. Melalui strategi ini, diharapkan video ini dapat berfungsi sebagai alat promosi yang efektif, memperkuat citra Baluwarti sebagai kampung wisata budaya yang memiliki ikon yang mudah diingat.

Harapannya, dengan adanya dokumentasi ini, Baluwarti tidak hanya akan dikenal lebih luas, tetapi juga mampu menarik minat pengunjung untuk datang dan menikmati kekayaan budaya yang ada. Ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan pada akhirnya memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Baluwarti. Dengan video promosi ini, Baluwarti berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang paling ikonik di Indonesia.


Editor:
Achmad Munandar

Strategi Personal Branding Digital bagi ASN: Pelatihan Mahasiswa KKN UNDIP di Baluwarti

0


Campusnesia.co.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II tahun 2024 kembali hadir dengan program pengabdian masyarakat yang inovatif, kali ini dengan tema "Membangun Citra Baluwarti di Era Digital dan Mempromosikan Potensi Baluwarti." Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 Juli 2024 ini dipresentasikan oleh Ruiz Anggy, salah satu mahasiswa ilmu komunikasi, dan menjadi momen penting bagi para ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kelurahan Baluwarti untuk memahami dan mengaplikasikan strategi personal branding di media sosial. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, kemampuan untuk membangun citra diri yang kuat dan positif di dunia maya bukan hanya sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan mendesak. 

“Dengan personal branding yang tepat, para ASN diharapkan mampu mempromosikan Baluwarti secara lebih luas dan efektif, menarik berbagai peluang kerjasama, serta mendorong kemajuan wilayah ini ke arah yang lebih baik,” ucap Ruiz Anggy.


Manfaat dari Penerapan Personal Branding di Era Digital

Dalam pelatihan ini, para ASN diajak untuk memahami dan mengoptimalkan personal branding sebagai salah satu kunci sukses dalam era digital. Beberapa manfaat strategis yang dapat diperoleh dari penerapan personal branding antara lain:

1. Menarik Peluang Kerjasama dan Investasi: Dengan personal branding yang kuat, ASN dapat lebih mudah menarik minat investor dan mitra potensial. Reputasi yang baik di dunia maya akan membuka pintu bagi berbagai peluang kerjasama yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Baluwarti.

2. Memperluas Jaringan Profesional: Dunia digital memungkinkan ASN untuk memperluas jaringan mereka secara global. Personal branding yang efektif akan membantu mereka terhubung dengan profesional lain di berbagai bidang, menciptakan kolaborasi yang bermanfaat bagi wilayah Baluwarti.

3. Memperkuat Komunikasi dan Interaksi dengan Masyarakat: Melalui platform digital, ASN dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. Ini bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga mendengarkan dan merespons kebutuhan warga, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat dan saling percaya.

4. Mengelola Reputasi Online: Di era digital, reputasi online adalah segalanya. Dengan personal branding yang konsisten, ASN dapat mengelola dan menjaga citra positif mereka, memastikan bahwa setiap tindakan dan pesan yang disampaikan sesuai dengan nilai-nilai yang ingin ditampilkan.

5 Menunjukkan Dedikasi dan Komitmen: Personal branding juga merupakan sarana bagi ASN untuk menunjukkan dedikasi mereka terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Citra diri yang baik akan mencerminkan komitmen mereka dalam melayani masyarakat dan memajukan wilayah.

6. Mendukung Peningkatan Pelayanan Publik: ASN yang memiliki personal branding yang baik akan lebih dipercaya oleh masyarakat. Ini akan berdampak positif pada kualitas pelayanan publik, karena masyarakat akan lebih percaya pada kemampuan dan integritas ASN dalam menjalankan tugasnya.


Menghadapi era digital yang terus berkembang, diharapkan para ASN Baluwarti dapat menerapkan strategi personal branding dengan penuh kesadaran dan konsistensi. Dengan personal branding yang kuat dan terarah, Baluwarti bisa memiliki duta-duta terbaik yang mampu memperkenalkan potensi wilayah ini ke panggung yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Lebih dari itu, diharapkan personal branding ini dapat menjadi landasan bagi peningkatan pelayanan publik yang lebih profesional dan responsif, sehingga Baluwarti tidak hanya dikenal, tetapi juga diakui sebagai wilayah yang maju dan berkembang. Mahasiswa KKN UNDIP berharap pelatihan ini menjadi pijakan awal yang kokoh bagi para ASN untuk terus berkembang, menjadikan Baluwarti sebagai contoh sukses penerapan strategi digital di lingkup pemerintahan lokal.



Editor:
Achmad Munandar

Dari Sampah Menjadi Karya: Mahasiswa KKN Sulap Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

0


Campusnesia.co.id - Kota Surakarta (28/07) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II tahun 2024 di Kelurahan Baluwarti muncul dengan inovasi dengan ide inovatif yang tak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang tinggi. Riska Maharani, mahasiswa program studi kimia Universitas Diponegoro, menunjukkan bagaimana cara menyulap minyak jelantah yang biasanya dianggap limbah tak berguna menjadi lilin aromaterapi yang bernilai.

Minyak jelantah, atau minyak bekas pakai, biasanya hanya dianggap sebagai limbah yang harus dibuang. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan, terutama sumber air. Namun minyak jelantah ternyata bisa diolah menjadi produk yang bernilai tinggi, seperti lilin aromaterapi. 

Inisiatif kreatif dan ramah lingkungan ini diadakan bersama ibu-ibu RW 02 di Kelurahan Baluwarti pada tanggal 28 Juli 2024. Dalam kegiatan ini, Riska memaparkan cara membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan membagikan beberapa produknya. Inovasi ini disambut dengan sangat baik oleh ibu-ibu RW 02 yang menunjukkan ketertarikan untuk membuat lilin aromaterapi secara mandiri di rumah. 

“Dengan adanya program kerja ini, diharapkan masyarakat Baluwarti dapat berkontribusi untuk meminimalisir dampak pencemaran akibat minyak jelantah dan menciptakan peluang ekonomi baru,” ucap Riska.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berhasil menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan pengetahuan, limbah yang selama ini dianggap tak berguna bisa diubah menjadi karya yang bernilai tinggi. 
 


Editor:
Achmad Munandar

Serai Kaya Manfaat: Mahasiswa KKN Undip Cegah DBD dengan Pengusir Nyamuk Alami

0


Campusnesia.co.id - Kota Surakarta (25/07) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II tahun 2024 mengadakan kegiatan upaya pencegahan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Riska Maharani, salah satu mahasiswa program studi kimia, memberikan inovasi untuk membuat spray anti nyamuk berbahan dasar serai kepada ibu-ibu kader posyandu pada tanggal 25 Juli 2024.

Spray anti nyamuk alami cenderung lebih ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan karena minim penggunaan bahan kimia. Salah satu bahan alami yang dikenal efektif mengusir nyamuk adalah serai. 

“Serai mampu mengusir nyamuk karena mengandung senyawa citronellal, citronellol, dan geraniol yang dapat mengganggu sistem sensoris nyamuk sehingga nyamuk kesulitan menemukan target mangsanya,” ujar Riska.

Sosialisasi pembuatan spray anti nyamuk ini diadakan di Kantor Kelurahan Baluwarti bersamaan dengan kegiatan pertemuan rutin ibu-ibu kader posyandu Kelurahan Baluwarti. Dalam kegiatan ini, Riska memaparkan cara membuat spray anti nyamuk dari serai dan membagikan beberapa produknya. 

Melalui kegiatan ini, harapannya ibu-ibu kader posyandu dapat membagikan ilmu kepada warga dan mempraktekkan di rumah sebagai upaya mencegah demam berdarah dengue di lingkungan Kelurahan Baluwarti.



Editor:
Achmad Munandar

Program Monodisiplin KKN UNDIP Tim II Periode 2023/2024 Mahasiswa KKN Dorong Masyarakat untuk menerapkan K3 dalam Pembangunan di sekitar kelurahan Kelurahan Kedung Lumbu

0



Campusnesia.co.idTim II KKN Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan peningkatan wawasan terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kelurahan Kedung Lumbu pada 2 Agustus 2024. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan pekerja konstruksi tentang pentingnya penerapan K3 dalam setiap proyek pembangunan. 

Dalam kegiatan ini, tim KKN memberikan penyuluhan mengenai prinsip-prinsip dasar K3, cara penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat, serta langkah-langkah untuk mencegah kecelakaan kerja. Selain itu, tim juga membagikan pamflet berisi informasi penting mengenai K3 kepada warga sekitar, sehingga mereka dapat lebih memahami dan menerapkan standar keselamatan dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam konteks pembangunan.
  


Pesera Tim II KKN Universitas Diponegoro, Anwar Fauzan, menekankan pentingnya kesadaran akan K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. "Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat dan pekerja di Kelurahan Kedung Lumbu semakin peduli terhadap keselamatan kerja, yang pada akhirnya dapat mengurangi risiko kecelakaan di lapangan," ujar Anwar Fauzan.

Lurah Kedung Lumbu, Arief Heri Wiyana, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi K3 kepada warga. Dengan adanya pamflet yang dibagikan, diharapkan informasi mengenai K3 dapat menjangkau lebih banyak orang dan diterapkan dalam setiap kegiatan pembangunan di wilayah tersebut.



Editor:
Achmad Munandar

Lestarikan Budaya Lisan: Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Asal-usul Nama Desa Pakisan

0
 



Campusnesia.co.id - Desa Pakisan, 4 Agustus 2024 - Dalam upaya melestarikan budaya lisan yang mulai terlupakan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan program khusus untuk mengenalkan kembali asal-usul nama Desa Pakisan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Program ini berhasil menarik perhatian warga desa, khususnya para siswa dan guru yang dilibatkan langsung dalam kegiatan tersebut.

Program ini berawal dari keprihatinan mahasiswa KKN terhadap minimnya pengetahuan generasi muda tentang sejarah desa mereka sendiri. Banyak anak muda yang tidak lagi mengenal cerita-cerita lama yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Pakisan. Program ini tidak hanya berfokus pada penceritaan kembali sejarah dan legenda desa, tetapi juga melibatkan pemberian materi kepada para guru dan siswa di sekolah-sekolah setempat. Materi yang diberikan mencakup sejarah asal-usul nama Pakisan, nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita tersebut, serta pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lisan di tengah modernisasi.

Salah satu kegiatan utama dari program ini melibatkan tokoh-tokoh masyarakat, para sesepuh desa, dan para pelajar. Dalam acara tersebut, para sesepuh berbagi cerita tentang asal-usul nama Pakisan, yang konon berasal dari kisah Eyang Wiryo Sengoro yang merupakan salah satu dari tiga bersaudara dan yang tertua (kapisan), saudara kedua Eyang Kenteng di Dukuh Kentengrejo dan yang ketiga Eyang Jentik Manis di Dukuh Klegen. Sebutan KAPISAN lama-kelamaan berubah menjadi PAKISAN.

Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan pemaparan materi kepada guru dan siswa di SD Pakisan menggunakan video animasi mengenai kebudayaan lisan berupa cerita rakyat, legenda, dan lainnya. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Pakisan, Bapak Santosa, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN Undip yang telah berkontribusi dalam melestarikan budaya desa. "Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda akan lebih peduli dan bersemangat untuk melestarikan sejarah dan tradisi desa," katanya.

Dengan adanya program ini, diharapkan budaya lisan seperti asal-usul nama Desa Pakisan dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Mahasiswa KKN Undip pun berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk lebih menghargai dan menjaga warisan budaya mereka.



Penulis : 
Widya Dwi Ariyani

DPL  : 
Dr. Sunarno, S.Si., M.Si.  

Lokasi : 
Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

Editor:
Achmad Munandar