Penyuluhan Stunting oleh Mahasiswa KKN Undip di Desa Jetis, Sukoharjo

0
 


Campusnesia.co.idDesa Jetis, Sukoharjo, 04 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan penyuluhan mengenai pencegahan stunting di Desa Jetis, Sukoharjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita.

Penyuluhan ini diadakan di Balai Desa Jetis dan dihadiri oleh puluhan diantaranya Ibu Pengurus PKK Desa Jetis, Ibu hamil, Kader Ibu hamil, Remaja Putri dan Tim Perencana Keluarga, serta Guru TK, dari berbagai dusun di desa tersebut. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga yang sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara.


Pemaparan Materi dan Edukasi Stunting 
Dalam penyuluhan ini, mahasiswa KKN Undip memaparkan materi mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Mereka menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan anak seusianya.

Para mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pola makan sehat dan bergizi untuk ibu hamil dan balita. Mereka mengajak para ibu untuk memperhatikan asupan nutrisi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak. Selain itu, mereka memberikan contoh  menu makanan bergizi seimbang yang mudah didapatkan dan diolah dari bahan-bahan lokal.


Interaksi dan Kegiatan Praktis
Selain penyampaian materi, para mahasiswa juga mengadakan sesi tanya jawab yang
interaktif. Ibu-ibu yang hadir diajak untuk berdiskusi dan bertanya langsung mengenai
kendala-kendala yang dihadapi dalam pemberian nutrisi kepada anak. Kegiatan ini
berlangsung hangat dan penuh dengan antusiasme dari peserta.


Penutupan dan Harapan
Penyuluhan ditutup dengan pembagian booklet edukatif yang berisi informasi lengkap
tentang pencegahan stunting, serta panduan kebutuhan kalori harian untuk batita. Booklet
ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi ibu-ibu dalam menjaga kesehatan dan
perkembangan anak-anak mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Jetis, khususnya para ibu, semakin sadar
akan pentingnya pencegahan stunting dan mampu menerapkan pola hidup sehat demi
masa depan anak-anak yang lebih baik. Mahasiswa KKN Undip berkomitmen untuk terus
memberikan dampak positif selama masa pengabdian mereka di desa ini.



Editor:
Achmad Munandar

Generasi Emas Berawal dari Celengan: Mahasiswa Akuntansi UNDIP Tanamkan Kebiasaan Menabung di SDN 1 Kapungan

0


Campusnesia.co.idKapaungan, Klaten [Rabu, 31 Juli 2024] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro meluncurkan program kerja inovatif bertajuk "Strategi Pintar Menabung Sejak Usia Dini Guna Meningkatkan Taraf Ekonomi Generasi Emas Bangsa" di SDN 1 Kapungan, Desa Kapaungan. Program ini dirancang khusus untuk mengedukasi para siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menabung dan bagaimana kebiasaan tersebut dapat membantu mereka mencapai kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 38 siswa/i SDN 1 Kapungan yang terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi. Kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep dasar menabung, di mana para mahasiswa KKN menjelaskan tentang pentingnya menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk ditabung, serta manfaat jangka panjang dari kebiasaan menabung sejak dini.

"Kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menabung itu penting, bukan hanya untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga untuk masa depan mereka," ujar Michael. Dalam penjelasannya, ia juga menekankan bagaimana kebiasaan menabung dapat membantu mereka memiliki simpanan yang cukup saat dewasa nanti, bahkan untuk memulai usaha atau melanjutkan pendidikan.

Selain memberikan materi, para mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mereka tentang menabung. Salah satunya adalah simulasi “Bank Mini” di mana siswa bisa merasakan pengalaman menabung dan menarik uang dari media botol minum bekas berbahan plastik, serta belajar cara menghitung bunga sederhana. Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan anak-anak tentang pengelolaan keuangan yang baik.

Kepala Sekolah SDN 1 Kapungan, Bu Ariyanti, sangat mengapresiasi program ini. “Ini adalah langkah yang luar biasa untuk masa depan anak-anak kita. Dengan menabung sejak dini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujarnya.

 
Sebagai penutup, mahasiswa KKN memberikan celengan sebagai hadiah kepada siswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini, sekaligus mengajak semua siswa/i bernyanyi lagu Gemar Menabung sebagai motivasi untuk terus menabung. Program kerja ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya bagi siswa SDN 1 Kapungan, tetapi juga bagi masyarakat Desa Kapaungan secara keseluruhan.

Dengan adanya program "Strategi Pintar Menabung Sejak Usia Dini", mahasiswa KKN berharap dapat membangun fondasi ekonomi yang kuat bagi generasi penerus bangsa, dimulai dari langkah sederhana yakni menabung. Mereka juga berharap agar program ini dapat terus dikembangkan dan diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di masa mendatang.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Akuntansi UNDIP Transformasi Metode Pengajaran, Digitalisasi Olah Data Sekolah dengan MS Excel di Desa Kapungan

0
 



Campusnesia.co.id - Kapungan, Klaten [Selasa, 23 Juli 2024] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Prodi Akuntansi Universitas Diponegoro berhasil melaksanakan program kerja (proker) bertajuk "Digitalisasi Olah Data dari Media Papan Tulis Dinding ke MS Excel" di SDN 2 Desa Kapungan. Program ini merupakan salah satu upaya mahasiswa KKN untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengolahan data di lembaga pendidikan desa tersebut.

Proker ini dilaksanakan sebagai respon atas kebutuhan mendesak akan modernisasi dalam pengelolaan data yang selama ini masih menggunakan metode manual. Sebelumnya, guru-guru di desa ini terbiasa mencatat data siswa, seperti nilai harian dan rekap absensi, di papan tulis dinding, yang kemudian disalin ke dalam buku catatan. Cara ini memakan waktu, rentan terhadap kesalahan, dan sulit untuk diakses kembali dengan cepat.

Sekretaris kelompok KKN, Michael Martinus, menyatakan bahwa digitalisasi ini bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah proses pengolahan data di sekolah. “Dengan menggunakan MS Excel, para guru tidak hanya dapat menyimpan data secara lebih rapi dan aman, tetapi juga dapat melakukan analisis data secara cepat dan akurat,” ujar Michael.

Pelatihan ini berlangsung selama satu hari, dimulai dengan pengenalan dasar-dasar penggunaan MS Excel, seperti cara memasukkan data, membuat tabel, dan menggunakan rumus dasar. Selanjutnya, para guru juga diajarkan cara mengolah data yang lebih kompleks, seperti pembuatan grafik dan laporan nilai otomatis. 

Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan panduan tertulis dan video tutorial yang dapat diakses oleh para guru untuk membantu mereka dalam penggunaan MS Excel secara mandiri di kemudian hari. “Kami berharap dengan adanya panduan ini, para guru dapat terus mengembangkan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi digital,” tambah Michael.

Program digitalisasi ini mendapat apresiasi yang tinggi dari pihak sekolah dan masyarakat desa. Kepala Sekolah SDN 2 Kapungan, Pak Suwasno menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN yang telah membantu mempermudah tugas guru dalam mengelola data. “Digitalisasi ini benar-benar membantu kami. Sekarang, kami bisa menghemat banyak waktu dan mengurangi kesalahan dalam pencatatan data,” ujarnya.

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan sedikit sentuhan teknologi, pekerjaan yang selama ini dianggap rumit dan melelahkan dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan efisien. Mahasiswa KKN berharap agar program seperti ini dapat terus berlanjut dan diadopsi oleh lebih banyak sekolah di desa lainnya. 

Program kerja "Digitalisasi Olah Data dari Media Papan Tulis Dinding ke MS Excel" menjadi bukti nyata bahwa pengembangan teknologi informasi dan akuntansi di bidang pendidikan, meskipun sederhana, dapat membawa perubahan positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah pedesaan.



Editor:
Achmad Munandar

Angka Jadi Sahabat: UMKM Makin Cerdas dengan Aplikasi Keuangan Digital

0


Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2024 Melakukan Pembuatan Akun BukuWarung 
dan pendampingan pencatatan Keuangan
 Menggunakan Aplikasi BukuWarung Kepada Juragan UMKM 
di Desa Blacanan (25/07/2024) (Foto: Dokumen Pribadi)


Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2024 Melakukan Pendampingan Kepada Pelaku UMKM Yang Berada di Desa Blacanan, Mengenai Bagaimana Cara Melakukan Pembukuan Secara Digital.

Campusnesia.co.idPernahkah Anda membayangkan mengelola keuangan usaha semudah bermain game? Dengan aplikasi pembukuan digital, mimpi itu kini menjadi kenyataan. Blacanan, 25 Juli 2024-Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh Tim II KKN UNDIP di Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, kini semakin bergeliat dengan semangat baru. Adanya pelatihan pembukuan sederhana menggunakan aplikasi BukuWarung telah membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa ini.

Dalam era dimana yang bergerak akan terus maju dan yang tetap dizona nyaman akan tetap tertinggal, Pembukuan keuangan UMKM secara digital menjadi salah satu kunci utama bagi para pelaku UMKM dalam keberlanjutan Usaha.

BukuWarung, dengan tampilannya yang user-friendly, telah berhasil memikat hati para Juragan UMKM. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan pencatatan kas masuk dan keluar, tetapi juga membantu dalam mengelola stok barang, mencatat hutang, serta menyusun laporan keuangan sederhana.

Kegiatan edukasi ini mendapatkan sambutan positif dari para juragan UMKM Desa Blacanan. Para Juragan UMKM merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan dan pengetahuan baru yang mereka peroleh, terkhususnya dalam pencatatan transaksi harian Usaha mereka.
Bu Sari, salah satu peserta pelatihan, mengungkapkan rasa syukurnya, "Dulu, saya sering kebingungan mencatat pendapatan dan pengeluaran. Sekarang, dengan BukuWarung, semua jadi lebih mudah. Saya bisa memantau stok barang saya dengan baik, jadi tidak perlu khawatir kehabisan atau kelebihan stok."


Senada dengan Bu Sari, Pak Udi, salah satu tokoh masyarakat di Desa Blacanan, berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk memajukan UMKM di desanya. "Dengan pembukuan yang baik, kita bisa mengelola usaha dengan lebih efektif dan efisien. Harapannya, UMKM di Desa Blacanan bisa semakin berkembang dan mandiri," ungkapnya.
BukuWarung ini seperti memiliki asisten pribadi untuk urusan keuangan," ujar Bu Turniti, peserta pelatihan lainnya.

Penggunaan BukuWarung ini diharapkan memberikan hal baik dikalangan UMKM Desa Blacanan seperti Peningkatan kualitas pembukuan dimana catatan keuangan menjadi lebih rapi, akurat, dan terorganisir, Memudahkan dalam melacak setiap transaksi yang terjadi dan Mengurangi risiko terjadinya kesalahan pencatatan.

Program Digitalisasi pembukuan pencatatan keuangan oleh Tim II KKN UNDIP 2024 di Desa Blacanan adalah contoh dimana teknologi dapat mempermudah para pelaku UMKM dalam mengelola keuangan. Melalui Aplikasi BukuWarung ini di harapkan UMKM di Desa Blacanan dapat lebih efisien dalam mengelola keuangan usaha mereka, yang pada akhirnya dapat mendorong optimalisasi pertumbuhan ekonomi pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat Tim II KKN UNDIP di Desa Blacanan dalam mendukung Pertumbuhan UMKM lokal dan percepatan mengadopsi penggunaan teknologi digital.


Penulis:
Anjas Hamonangan Butar Butar
Akuntansi Perpajakan (Fakultas Sekolah Vokasi)

Dosen Pembimbing Lapangan:
Asep Setiaji, S.Pt., M.Si., Ph. D.
Ichlasul Ayyub, S.S., M.Si
Dr. Hari Susanta Nugraha, S.Sos., M.Si.

Editor:
Achmad Munandar

#kknundiptim2, #p2kknundip, #lppmundip, #undip, #digitalisasipembukuan, #UMKM


Peduli Literasi, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Melaksanakan Program Kerja Revitalisasi Fasilitas dan Pengadministrasian di Perpustakaan Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang

0



Campusnesia.co.idPada tanggal 10 Agustus 2024, Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, telah terlaksana program kerja multidisiplin yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yaitu "Revitalisasi Fasilitas dan Pengadministrasian di Perpustakaan Desa Wringingintung". Revitalisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali perpustakaan desa dan menjadikannya sebagai pusat pengetahuan desa bukan hanya untuk anak-anak saja tetapi untuk semua kalangan.

Perpustakaan desa yang sempat terbengkalai kini diperbarui dan menjadi perpustakaan yang ramah anak, dengan koleksi buku yang bervariasi dan fasilitas yang nyaman untuk kegiatan membaca. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi untuk semua kalangan di Desa Wringingitung, sekaligus menyediakan ruang yang nyaman dan edukatif bagi mereka untuk menghabiskan waktu.

 
Revitalisasi ini tidak hanya menyegarkan kembali perpustakaan desa yang sudah lama tidak digunakan, tetapi juga memberi ruang baru bagi anak-anak untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas mereka. Dengan dilakukannya revitalisasi ini juga membantu program desa binaan yang ada di Desa Wringingitung yaitu pojok baca, sehingga program ini mendapatkan antusias yang sangat baik dari perangkat Desa Wringingintung.

Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak yang signifikan bagi anak-anak dan masyarakat Desa Wringingintung. Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi yang berkelanjutan, yang tidak hanya meningkatkan minat baca anak-anak, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunitas melalui akses ke pengetahuan. Dengan adanya perpustakaan ini, Desa Wringingintung telah mengambil langkah penting dalam mendukung pendidikan dan literasi bagi generasi penerusnya.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Berkolaborasi dengan Karang Taruna Bakti Tingkatkan Kreativitas Desa Pakisan di Era Digital

0


Campusnesia.co.idDesa Pakisan, (3 Agustus 2024) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan masyarakat. Kali ini, mereka menginisiasi Pelatihan Desain bagi Karang Taruna Desa Pakisan dengan tujuan meningkatkan kreativitas pemuda desa di era digital yang semakin pesat.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 25 anggota Karang Taruna Desa Pakisan. Para peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar desain grafis menggunakan software Canva. Para mahasiswa sebagai fasilitator, dengan sabar membimbing anggota Karang Taruna Desa Pakisan dalam mengoperasikan berbagai perangkat lunak desain.
"Zefanya, salah satu mahasiswa KKN, mengungkapkan bahwa potensi kreativitas pemuda desa sangat besar. Namun, mereka seringkali terbatas oleh kurangnya pengetahuan dan akses terhadap teknologi. Selain itu saya, juga membagikan akun Canva Pro secara gratis kepada Karang Taruna Desa Pakisan. Melalui pelatihan ini, saya berharap dapat membuka wawasan mereka dan mendorong mereka untuk lebih aktif berkarya." ujarnya.

Antusiasme peserta pelatihan sangat terlihat. Mereka dengan serius mengikuti setiap sesi dan aktif bertanya. "Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini," ujar Roni salah satu anggota Karang Taruna yang juga merupakan Ketua Karang Taruna Bakti. "Ilmu yang saya dapatkan sangat bermanfaat untuk mengembangkan desa kami, terutama dalam berbagai kegiatan desa dan produk UMKM melalui media sosial." lanjutnya.

Bapak Lilik selaku pembimbing Karang Taruna Bakti Desa Pakisan juga mengungkapkan antusiasmenya, "Saya tidak pernah menyangka bisa belajar desain seperti ini. Ternyata dengan sedikit latihan, kita bisa membuat desain yang menarik untuk promosi kegiatan desa.”
Selain materi pelatihan, mahasiswa KKN juga mengajak peserta untuk melakukan praktik langsung dengan membuat desain poster, banner, dan konten media sosial untuk kegiatan Karang Taruna. Hasil karya mereka kemudian dipamerkan pada akhir pelatihan.

Kepala Desa Pakisan, Bapak Santosa, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Undip. "Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pemuda desa kami. Dengan kemampuan desain yang mereka miliki, mereka dapat berkontribusi dalam membangun desa yang lebih maju dan kreatif," ungkapnya.

Diharapkan, melalui pelatihan ini, Karang Taruna Desa Pakisan dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan desa di era digital. Kreativitas mereka akan sangat dibutuhkan untuk mempromosikan potensi desa dan menarik minat wisatawan serta investor.



Penulis : 
Zefanya Novia Chrisilla

DPL : 
Dr. Sunarno, S.Si., M.Si

Lokasi : 
Desa Pakisan. Kec. Cawas, Kab. Klaten

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Memberikan Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Strategi Inovatif dan Kolaboratif

0
 


Campusnesia.co.id - Desa Pakisan, 3 Agustus 2024. Dalam upaya memperkuat perekonomian lokal, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, telah meluncurkan inisiatif bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Strategi Inovatif dan Kolaboratif”. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal melalui inovasi dan kolaborasi.

Desa Pakisan memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, pembuatan seng, dan usaha mikro, namun belum tergarap maksimal karena kurangnya inovasi dan kerja sama antarpelaku usaha. Mahasiswa KKN UNDIP melihat tantangan ini sebagai kesempatan untuk mengimplementasikan strategi-strategi baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Program pemberdayaan ini melibatkan berbagai kegiatan yang dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada pengembangan kapasitas pelaku usaha lokal dan peningkatan kolaborasi antarwarga. Beberapa kegiatan utama yang dilaksanakan penguatan jaringan pemasaran, workshop kolaborasi antarpelaku usaha,dan pameran produk lokal.


Dampak dan Tanggapan
Program pemberdayaan ini telah membawa dampak positif bagi perekonomian Desa Pakisan. Kepala Desa Pakisan, Bapak Santoso menyambut baik program ini. “Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNDIP dan warga desa sangat membantu dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di masa mendatang untuk kesejahteraan warga desa,” ujar Bapak Santoso

Keberhasilan program ini mendorong mahasiswa KKN UNDIP untuk merencanakan tindak lanjut berupa pembentukan kelompok usaha bersama (KUB) yang akan dibina secara berkelanjutan. Mahasiswa juga berencana untuk terus mendampingi pelaku usaha dalam hal inovasi produk dan pemasaran, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah desa untuk mendukung keberlanjutan program ini.


Penulis : 
Syafitri Chandilla Umasugi

Lokasi KKN : 
Desa Pakisan Kec Cawas, Kab. Klaten

Editor :
Achmad Munandar

Mencengangkan! Mahasiswa KKN Undip Ubah Limbah Puntung Rokok Bisa jadi Biopestisida!

0


Campusnesia.co.id - Wonogiri, 8 Agustus 2024 - Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri berhasil mengubah pandangan kita tentang puntung rokok dengan menciptakan inovasi pestisida alami dari limbah tersebut.

Program pestisida organik dari limbah puntung rokok ini merupakan salah satu program multidisiplin mahasiswa KKN UNDIP Tim II atau program kolaborasi antara program studi Biologi, Teknik Lingkungan dan dengan program studi Kimia. Program ini diselenggarakan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri pada 8 Agustus 2024 dengan sasaran kelompok tani Desa Tanjungsari. 

Desa Tanjungsari termasuk kedalam daerah yang sangat subur sehingga banyak masyarakat di daerah ini yang menggunakan tanahnya sebagai lahan pertanian. Namun dewasa ini, lahan-lahan pertanian sudah banyak tercemar oleh bahan kimia akibat pemakaian pestisida sintetik dalam berusaha tani. Oleh karena itu, perlu adanya usaha untuk mengurangi ketergantungan masyarakat Desa Tanjungsari dalam penggunaan pestisida sintetik sekaligus memanfaatkan limbah puntung rokok yang mencemari lingkungan, salah satunya dengan penggunaan dan pengembangan biopestisida. 

Cara pembuatan pestisida ini dimulai dengan pengumpulan puntung rokok yang masih memiliki sisa tembakau atau filter, sebaiknya yang belum terlalu lama terkena udara terbuka. Puntung rokok kemudian direndam dalam air dengan perbandingan 1:1 di wadah yang tertutup, untuk menghindari kontaminasi debu atau kotoran. Proses perendaman berlangsung selama 7 hingga 10 hari untuk mengekstrak nikotin. Setelah itu, larutan disaring untuk memisahkan puntung rokok dari cairan pestisida yang terbentuk. Cairan hasil penyaringan ini siap digunakan setelah diencerkan dengan air dan ditambahkan beberapa tetes sabun cair.

Dalam pengaplikasiannya, cairan pestisida diencerkan dengan menambahkan 1 liter air bersih untuk setiap 10 ml ekstrak pestisida, serta beberapa tetes sabun cair. Larutan ini kemudian disemprotkan pada bagian tanaman yang terkena hama atau penyakit, dengan aplikasi optimal pada pagi hari menuju siang saat suhu sekitar 30°C. Penyemprotan dilakukan dua minggu sekali, atau tiga kali seminggu untuk tanaman yang terserang hama lebih parah. Jarak antara pemberian pestisida dengan waktu panen sebaiknya 4-5 hari untuk memastikan racun hilang, dan sisa larutan disimpan di tempat yang sejuk dan gelap untuk menjaga efektivitasnya.


Pestisida alami dari puntung rokok memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pestisida kimia sintetis, antara lain:

a. Ramah lingkungan: Dibandingkan dengan pestisida sintetis, pestisida organic dari puntung rokok lebih ramah lingkungan karena berasal dari bahan alami dan tidak mengandung bahan kimia sintetis yang dapat mencemari tanah dan air.

b. Efektif: Nikotin yang terkandung dalam puntung rokok adalah senyawa alami yang memiliki sifat insektisida sehingga mampu mengendalikan berbagai jenis hama tanaman dengan cara yang alami.

c. Ekonomis: Bahan baku mudah didapatkan dan proses pembuatannya sederhana

d. Berkelanjutan: Membantu mengurangi limbah puntung rokok dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
 

Program inovatif ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat Desa Tanjungsari dan pihak terkait. Bapak Edi Suwarto selaku Sekretaris Desa Tanjungsari menyampaikan kekagumannya terhadap kreativitas mahasiswa KKN UNDIP. 

"Inovasi ini sangat bermanfaat bagi para petani di desa kami. Selain mengurangi penggunaan pestisida kimia, juga dapat meningkatkan hasil panen," ujar Bapak Edi Suwarto, Sekretaris Desa Tanjungsari.

Masyarakat desa Tanjungsari sangat antusias dalam menerima pelatihan yang diberikan khususnya tentang pengolahan puntung rokok menjadi biopestisida. Dengan pengetahuan yang telah diperoleh dari pelatihan tersebut diharapkan nantinya masyarakat desa Tanjungsari dapat memperoleh pengetahuan bagaimana caranya mengolah sampah puntung rokok menjadi biopestisida.



Penulis: 
Rif’atus Salma (FH/Hukum), Wina Wandira (FSM/Biologi)
Mahasiswi KKN  Tim II Undip 2024

Editor: 
Achmad Munandar

Inovasi Mahasiswa KKN UNDIP BERAPI! Mengolah Sekam Padi menjadi Briket Arang

0



Campusnesia.co.id - Wonogiri, 8 Agustus 2024 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan inovasi yang berdampak kepada masyarakat Desa Tanjungsari, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Melalui program yang diberi nama BERAPI (Briket Arang Sekam Padi), mereka berhasil mengolah limbah pertanian sekam padi, menjadi briket arang yang bernilai ekonomis tinggi. 

Program BERAPI ini lahir dari banyaknya limbah sekam padi yang terbuang percuma setelah proses panen. Melihat potensi yang besar dari limbah tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif untuk mengubahnya menjadi produk yang bermanfaat. Dengan proses pengolahan yang tepat, sekam padi yang tadinya hanya dianggap sebagai sampah, kini disulap menjadi briket arang yang ramah lingkungan dan efisien sebagai bahan bakar alternatif. 

Maka dari itu, kami selaku mahasiswa-mahasiswi KKN Tim II Undip 2024 mengadakan penyuluhan terkait Briket Arang yang dibuat dari Limbah Sekam Padi yang kemudian menjadi program kerja multidisiplin kami. Program Kerja ini merupakan hasil kolaborasi beberapa keilmuan, diantaranya Biologi, Teknik Lingkungan, Kimia, dan lain sebagainya.

Kegiatan dilakukan pada Kamis 8 Agustus 2024 yang bertempat di Balai Pertemuan Desa Tanjungsari. Kegiatan dilakukan dengan edukasi terkait potensi sekam padi untuk diolah menjadi briket arang dan diteruskan pemaparan cara pembuatan BERAPI dan ditutup oleh pembagian leaflet serta produk briket arang yang telah kami buat kepada peserta yang hadir. 

Proses pembuatan briket arang dari sekam padi ini melibatkan beberapa tahap, mulai dari pembakaran sekam, penghancuran sekam, pencampuran dengan bahan pengikat, pencetakan, hingga proses pengeringan. Briket arang yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, daya bakar yang tinggi, dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap tebal saat dibakar.


Selain bernilai ekonomis, briket arang dari sekam padi juga memiliki sejumlah manfaat lainnya, antara lain:

a. Ramah lingkungan: Mengurangi limbah pertanian dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

b. Ekonomis dan efisien: Daya bakar yang tinggi dan waktu bakar yang lama serta tidak membutuhkan biaya yang besar.

c. Peluang usaha dan pemberdayaan masyarakat: Produksi briket arang dari sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha masyarakat, terutama pada daerah yang mata pencaharian utamanya petani

d. Sumber energi terbarukan: Briket arang dari sekam padi merupakan sumber energi yang dapat diperbarui sehingga mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan.

Program BERAPI mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Tanjungsari dan pihak terkait. Wiyadi selaku Kepala Desa Tanjungsari menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNDIP.

"Kami sangat mendukung program ini karena selain memberikan manfaat ekonomi, juga memberikan solusi terhadap permasalahan limbah pertanian," ujar Wiyadi selaku Kepala Desa Tanjungsari.



Penulis: 
Rif’atus Salma (FH/Hukum) & Wina Wandira (FSM/Biologi)
Mahasiswi KKN Tim II Undip 2024

Editor:
Achmad Munandar

Sampah Tak Lagi Musuh: Mahasiswa KKN UNDIP Buktikan Pengolahan Sampah Organik Bisa Selamatkan Lingkungan!

0



Campusnesia.co.id -  Wonogiri, 1 Agustus 2024 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) memberikan program sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa mengenai pentingnya pengolahan sampah organik rumah tangga. Kegiatan ini diadakan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tirtomoyo yang selama ini mengandalkan pembakaran sampah sebagai cara utama untuk mengelola limbah, yang berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan.

Pembakaran sampah rumah tangga sering kali dipilih oleh masyarakat karena dianggap praktis. Namun, metode ini tidak hanya mencemari udara tetapi juga mengabaikan potensi sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos atau pengolahan sampah organik lainnya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UNDIP berinisiatif untuk memberikan edukasi tentang cara yang lebih baik dalam mengelola sampah organik.


Kegiatan sosialisasi ini meliputi beberapa aspek penting:

1. Pengenalan Jenis Sampah: Kami menjelaskan berbagai jenis sampah, terutama fokus pada sampah organik yang berasal dari sisa makanan, sayuran, dan limbah rumah tangga lainnya.

2. Metode Pengolahan Sampah Organik: Kami memperkenalkan teknik pengolahan sampah organik menjadi kompos dan Eco Enzyme. Proses ini melibatkan pengumpulan sampah organik, pemilahan, dan pencampuran dengan bahan lain seperti daun kering untuk mempercepat proses penguraian.

3. Manfaat Pengolahan Sampah: Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa pengolahan sampah organik tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibakar, tetapi juga menghasilkan pestisida maupun pupuk yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Hal ini sangat penting bagi masyarakat yang bergantung pada pertanian.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan pendekatan interaktif, termasuk diskusi, demonstrasi langsung, dan sesi tanya jawab. Mahasiswa KKN UNDIP juga menyediakan alat dan bahan untuk praktik pembuatan eco enzyme dan kompos, sehingga masyarakat dapat langsung mencoba di tempat.


Praktik Pembuatan Kompos oleh Gabriel Stanley W.  
(FT/Teknik Lingkungan)

Respon dari masyarakat sangat positif. Banyak warga yang sebelumnya tidak menyadari dampak negatif dari pembakaran sampah, kini menunjukkan minat yang tinggi untuk belajar dan menerapkan metode pengolahan sampah organik. Beberapa peserta bahkan berkomitmen untuk memulai pengolahan sampah di rumah mereka masing-masing.


Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengubah pola pikir masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat Desa Tanjungsari dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah dan beralih ke metode yang lebih ramah lingkungan. Kami berharap program ini dapat berlanjut dan menginspirasi desa lain untuk melakukan hal serupa, sehingga dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. 



Penulis: 
Mutiara Harwidyanto 
(FT/Teknik Lingkungan)

Editor:
Achmad Munandar