Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Kembangkan Konten Media Sosial Pemerintah Desa Tlingsing Melalui Pelatihan Jurnalistik

0

(Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNDIP berikan pelatihan jurnalistik 
pada perangkat desa untuk pengembangan konten media sosial 
pemerintah Desa Tlingsing)


Campusnesia.co.idMedia sosial menawarkan berbagai kemudahan dalam berinteraksi tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Hal ini membuat penggunaan media sosial berkembang pesat dan semakin banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak salah satunya instansi pemerintahan. Di era modern ini, instansi pemerintah sangat terbantu dengan kehadiran media sosial. Pemerintah dapat menyebarkan informasi dengan cepat, mudah dan dalam skala yang luas. Di sisi lain media sosial juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk menunjukkan citra positif dan membangun kepercayaan publik.

Desa Tlingsing merupakan salah satu instansi pemerintah yang turut andil dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebarluasan informasi seperti program atau kegiatan desa. Penggunaan media sosial juga sangat membantu Desa Tlingsing dalam mempromosikan UMKM dan sumber daya mereka ke masyarakat luas. Pengelolaan dan pengembangan konten media sosial pemerintah Desa Tlingsing menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Berangkat dari hal ini, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menggelar pelatihan jurnalistik untuk pengembangan konten media sosial pemerintah Desa Tlingsing. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Klaten pada 23 Juli 2024 ini dihadiri oleh sejumlah perangkat desa dari Divisi Humas.

Dalam mengelola media sosial, instansi pemerintah memiliki prinsip dan etika tertentu yang pastinya berbeda dengan penggunaan media sosial milik pribadi.  Jurnalistik memainkan peran penting untuk memastikan bahwa konten yang disajikan di media sosial pemerintah tidak hanya menarik, tetapi juga akurat, relevan, dan berdampak positif bagi masyarakat dan instansi pemerintah itu sendiri, Maka dari itu pemerintah Desa Tlingsing perlu menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme dalam pengembangan dan pengelolaan konten media sosial mereka. 

Mengangkat tema ‘Pelatihan Jurnalistik untuk Pengembangan Konten Media Sosial Pemerintah Desa Tlingsing’, Pelatihan ini diisi dengan sejumlah materi yakni, jurnalisme media sosial, pedoman penulisan jurnalistik, dan pembuatan content plan. Tujuan digelarnya pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan perangkat desa mengenai teknik penulisan berita dan produksi konten media sosial yang menarik dan informatif. Pelatihan ini juga berperan penting dalam meningkatkan kreativitas dalam menulis berita dan menciptakan konten interaktif dan berkualitas.

Dwi Riyanto selaku Kepala Desa Tlingsing mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan jurnalistik dalam pengembangan konten media sosial desa akan meningkatkan kapasitas para pengelola media sosial. 

Dengan adanya program ini, diharapkan Pemerintah Desa Tlingsing dapat mengelola media sosialnya dengan terencana dan optimal.



Penulis : 
Yemima Yorena Br Brahmana 
(Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Universitas Diponegoro)

Dosen Pembimbing Lapangan : 
Dr. Sunarno, S.Si, M.Si

Lokasi : 
Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswi KKN Undip Mengedukasi Warga Dukuh Ganjuran, Desa Jetis, Sukoharjo tentang Manajemen Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga

0


Campusnesia.co.id - 20/07/2024 Sukoharjo - Dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2024, Adella Natia Azzahra, seorang mahasiswi jurusan Ilmu Ekonomi, mengadakan kegiatan edukasi tentang manajemen pengelolaan keuangan rumah tangga bagi ibu-ibu PKK di RT 02 Dukuh Ganjuran, Desa Jetis, Kabupaten Sukoharjo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat desa dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan bijak, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang.

 
Acara yang berlangsung di rumah Mbah Jami ini dihadiri oleh puluhan ibu-ibu PKK yang sangat antusias untuk mempelajari cara mengelola keuangan dengan lebih baik. Dalam presentasinya, Adella menekankan pentingnya perencanaan keuangan rumah tangga, khususnya bagi keluarga dengan pendapatan UMR Rp2.200.000 per bulan. Ia menjelaskan langkah-langkah dasar dalam pengelolaan keuangan, termasuk cara mencatat pendapatan dan pengeluaran, membuat anggaran bulanan, serta strategi menabung dan berinvestasi.
"Pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan keluarga. Dengan penghasilan yang terbatas, kita harus pandai mengatur pengeluaran dan memastikan ada tabungan untuk masa depan" ujar Adella dalam sesi edukasi tersebut.

Selain memberikan pemahaman teori, Adella juga memberikan contoh nyata melalui studi kasus keluarga di Desa Jetis yang berhasil mengelola keuangan mereka dengan baik. Ia menunjukkan bagaimana keluarga tersebut mampu menabung untuk pendidikan anak dan menghadapi kebutuhan darurat tanpa terjerat hutang. Studi kasus ini memberikan inspirasi bagi warga untuk mulai menerapkan manajemen keuangan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
 

Adella juga membagikan booklet yang berisi panduan praktis tentang manajemen keuangan rumah tangga, lengkap dengan tips dan strategi yang mudah dipahami. Booklet ini disusun berdasarkan hasil survei dan analisis yang dilakukan Adella selama menjalani KKN di Desa Jetis, dengan tujuan agar materi yang disampaikan benar-benar relevan dan bermanfaat bagi warga setempat.

Ketua PKK RT 01, Ibu Yati menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di masa depan. "Kami sangat berterima kasih kepada Adella dan Tim KKN UNDIP atas ilmu yang diberikan. Semoga warga kami semakin cerdas dalam mengelola keuangan rumah tangga mereka," katanya.

Melalui kegiatan ini, Adella Natia Azzahra berharap agar warga Dukuh Ganjuran, Desa Jetis, Sukoharjo dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. Edukasi yang diberikan diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan stabil secara finansial.



Penulis:
Adella

Editor:
Achmad Munandar

Sambel Pecel ‘Mbah Sis’: Rasa Otentik dari Desa Jetis dengan Sentuhan Inovasi dari KKN Undip

0


Campusnesia.co.id24/07/2024 Sukoharjo - Di sudut Desa Jetis, Kabupaten Sukoharjo, tersembunyi sebuah kekayaan kuliner yang layak untuk dikenal oleh lebih banyak orang: Sambel Pecel ‘Mbah Sis’. Kuliner ini menawarkan rasa otentik yang diracik dengan penuh ketelitian, menjadikannya pilihan yang tepat bagi para pecinta makanan tradisional Jawa Tengah. Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ tidak hanya membawa kelezatan, tetapi juga cerita panjang dari sebuah warisan kuliner yang terjaga.

Sebuah Warisan Kuliner dengan Cerita Panjang
Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ bermula dari dapur keluarga kecil di Desa Jetis. Mbah Sis, seorang nenek yang sarat pengalaman, menciptakan resep ini dengan menggunakan bumbu-bumbu pilihan yang diambil langsung dari alam sekitar. Dengan perpaduan bahan-bahan seperti kacang tanah, cabai, daun jeruk, kencur, dan gula kelapa, Sambel Pecel ini menawarkan rasa pedas dan gurih yang memanjakan lidah. Selama bertahun-tahun, resep sambel pecel ini masih dikelola oleh Mbah Sis secara langsung, dan selalu dibuat dengan penuh kasih sayang dan perhatian terhadap detail. 

Proses Pembuatan yang Menghargai Kearifan Lokal
Apa yang membuat Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ istimewa adalah cara pembuatannya yang tetap mempertahankan metode tradisional. Semua bahan dipilih dengan cermat, dipastikan segar, dan diolah tanpa tambahan bahan pengawet. Bahan-bahan ini kemudian ditumbuk secara manual menggunakan cobek dan ulekan batu, sebuah teknik yang menjaga tekstur dan aroma alami sambel pecel.
Proses ini dilakukan oleh tangan-tangan terampil di Desa Jetis, di mana Mbah Sis dan beberapa warga desa ikut terlibat dalam setiap tahap produksinya. Keterlibatan komunitas ini tidak hanya mempertahankan kualitas rasa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal dalam setiap kemasan Sambel Pecel ‘Mbah Sis’.




Sentuhan Inovasi dari KKN II Undip
  
Untuk memperkenalkan produk ini ke pasar yang lebih luas, Adella Natia Azzahra mahasiswi Ilmu Ekonomi dari Tim KKN II Universitas Diponegoro (Undip) turut berperan dalam memberikan inovasi pada kemasan Sambel Pecel ‘Mbah Sis’. Mahasiswa KKN Undip bekerja sama dengan keluarga Mbah Sis dalam menciptakan logo yang menarik dan memperbarui kemasan agar lebih aman dan tahan lama.

Kemasan baru ini dirancang menggunakan mesin sealer dan di-press untuk memastikan produk tetap segar dan terjaga kualitasnya. Inovasi ini tidak hanya membuat produk lebih praktis dan higienis, tetapi juga meningkatkan daya tarik Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ di pasar yang lebih luas. Dengan sentuhan modern ini, produk yang berasal dari tradisi lokal kini lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.



Langkah Menuju Pengenalan Lebih Luas
Meskipun Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ berasal dari desa kecil, cita rasanya memiliki potensi untuk dinikmati oleh banyak orang di luar sana. Dengan kemasan yang kini lebih praktis dan higienis, produk ini siap untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas. Tidak hanya tersedia di pasar daleman yang ada di Desa Jetis, Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ juga bisa dipesan melalui WhatsApp, sehingga memudahkan siapa saja yang ingin merasakan kelezatan sambel pecel ini.

Melalui kerja keras dan dedikasi dalam menjaga kualitas dan keaslian rasa, Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ berharap dapat membawa kekayaan kuliner Desa Jetis ke lebih banyak meja makan, baik di dalam maupun luar Sukoharjo.

Membawa Cita Rasa Otentik ke Seluruh Nusantara
Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ adalah contoh nyata bagaimana sebuah produk tradisional yang diracik dengan cinta dan kearifan lokal dapat berpeluang dikenal lebih luas. Dengan mempertahankan resep asli dan melibatkan komunitas lokal dalam proses produksinya, sambel pecel ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar bumbu – ia menawarkan cerita, tradisi, dan identitas kuliner yang kaya.

Bagi Anda yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dan penuh cita rasa, Sambel Pecel ‘Mbah Sis’ siap untuk dinikmati. Mari dukung dan kenalkan produk lokal ini agar dapat menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Desa Jetis, tetapi juga bagi Jawa Tengah dan Indonesia.

Untuk mendapatkan Sambel Pecel ‘Mbah Sis’, Anda dapat mengunjungi pasar daleman yang ada di Desa Jetis, Sukoharjo atau memesannya langsung.




Penulis: 
Adella

Editor:
Achmad Munandar

Mengubah Limbah Menjadi Laba: Bagaimana Minyak Jelantah Bisa Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Lewat Lilin Aromaterapi?

0


Campusnesia.co.id - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang telah sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pelatihan mengenai pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Desa Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Ibu-ibu PKK yang terdapat di Desa Dlimas RT 01 agar bisa memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi agar bisa mendapatkan laba dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Dlimas. 

Terdapat permasalahan lingkungan dan ekonomi di Desa Dlimas, di mana limbah minyak jelantah sering kali menjadi masalah, sementara peluang usaha bagi ibu-ibu rumah tangga masih terbatas. Dengan inovasi ini, minyak jelantah dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual tinggi.

Edukasi dan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu RT 01 dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang dapat dijual. Diharapkan, keterampilan ini dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga. Pada saat kegiatan berlangsung, Ibu-Ibu yang terdapat di RW 01 Desa Dlimas sangat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan pada saat pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin aromaterapi. 

Pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Desa Dlimas. Selain itu juga, dapat membantu ekonomi lokal dengan membuat lilin aromaterapi, dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga dapat memberikan keuntungan secara ekonomi dan meningkatkan penghasilan masyarakat Desa Dlimas. 



Editor:
Achmad Munandar

Inovasi atau Ilusi: Seberapa Efektif Pelatihan Media Sosial dalam Meningkatkan Penjualan UMKM?

0


Campusnesia.co.id - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program inovatif untuk mendukung perkembangan UMKM di sektor pertanian di Desa Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tim KKN UNDIP melakukan pelatihan dan pendampingan media sosial untuk UMKM Keripik Tempe Dua Putra di Desa Dlimas, Dusun Butuh. Dengan penuh semangat, mahasiswa KKN UNDIP memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM pertanian dalam memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan Shopee untuk meningkatkan citra dan promosi. Meskipun terlihat menjanjikan, efektivitas pelatihan media sosial masih menjadi pertanyaan: Apakah pelatihan media sosial ini benar-benar dapat meningkatkan penjualan, atau hanya sekadar ilusi tanpa hasil yang nyata ?

Tantangan yang dihadapi oleh Mba Via selaku pemiliki Keripik Tempe Dua Putra dalam adalah dalam memperluas jangkauan pasar di tengah persaingan yang semakin ketat. Pelatihan ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan visibilitas produk dan memperkenalkan produk keripik tempe tersebut ke pasar yang lebih luas. 

Dalam usaha mempromosikan UMKM pertanian di Desa Dlimas agar lebih dikenal secara luas, tim KKN UNDIP berfokus pada pengoptimalan penggunaan Instagram dan Shopee. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu produk pertanian lokal menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di sekitar Magelang, tetapi juga di tingkat nasional.

Kegiatan pendampingan dan pelatihan media sosial dimulai dengan pengenalan tentang media sosial, pembuatan akun Instagram dan Shopee, Selanjutnya, Mba Via diajarkan untuk membuat postingan di Instagram dan membuat konten yang menarik untuk branding dan promosi. Selain itu, Mba Via dibantu untuk mengupload foto produk di Shopee agar konsumen bisa membeli produk secara online. 

Mba Via menyambut baik program ini. “ Usaha saya kemarin belum melakukan penjualan di Instagram dan Shopee, sekarang alhamdullilah ada Mba KKN” ujar Mba Via pemilik usaha Keripik Tempe Dua Putra pada Rabu, 31 Juli 2024. 

Program ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga membekali para pelaku UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk terus berkembang di era digital. Tim KKN UNDIP berharap inisiatif ini menjadi langkah awal dalam transformasi digital UMKM di Desa Dlimas dan membantu mereka bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM pertanian di Desa Dlimas dapat memanfaatkan potensi digital untuk meningkatkan penjualan, memperluas jaringan konsumen, dan mengangkat produk pertanian lokal ke tingkat yang lebih luas.



Editor:
Achmad Munandar

Cegah Stunting, TIM II KKN UNDIP Kolaborasi Dengan Kader Kesehatan Desa Kebak Beri Pelatihan

0


Campusnesia.co.idKaranganyar - Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro di Desa Kebak, kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Salah satu program kerja multidisiplin yang dilaksanakan yakni upaya penanganan dan pencegahan stunting. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi serta pelatihan kepada ibu ibu yang memiliki anak balita. Kegiatan ini didasarkan pada kondisi di desa Kebak, dimana berdasarkan data yang diperoleh, terdapat setidaknya 19 anak beresiko stunting, sehingga perlu adanya upaya penanganan dan pencegahan.

“Penanganan resiko stuting terhadap anak perlu segera dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting, selain itu monitoring terhadap ibu hamil juga penting untuk menjaga kondisi ibu dan bayi selama masa kehamilan” ujar salah satu mahasiswa, Rizka. 

Program ini juga merupakan kolaborasi 7 Mahasiswa KKN Undip dengan kader kesehatan Desa Kebak. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan yang melibatkan semua bidang ilmu mahasiswa KKN Undip di Desa Kebak.

Program ini diawali dengan pengumpulan data terkait dengan kondisi anak di Desa Kebak, serta upaya dan penanganan resiko stunting yang telah dilakukan. Selanjutnya Tim KKN Undip memberikan edukasi terkait dengan kampanye cegah stunting sejak dini yang meliputi faktor penyebab stunting, upaya penanganan, serta pola asuh anak.

“Kami memberikan edukasi terkait dengan stunting, selain itu kami juga mendemonstrasikan salah satu upaya mencegah stunting yakni pencucian sayuran yang benar untuk menghilangkan kandungan pestisida, dan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pola asuh anak yang tepat untuk mencegah terjadinya stunting” Ujar Gandes.

Selain memberikan edukasi dan demonstrasi/pelatihan, Tim KKN Undip juga memberikan PMT atau pemberian makanan tambahan kepada balita yang beresiko stunting dan ibu hamil yakni berupa nugget udang. Inovasi udang sebagai bahan pembuatan nugget dipilih karena udang memiliki nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Pemberian PMT ini harapannya dapat membantu balita yang beresiko stunting agar memperoleh gizi dan nutrisi yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengkampanyekan GEMARIKAN atau Gerakan Makan Ikan kepada warga. 

Bu Tutik Haryanti sebagai salah satu kader kesehatan di Desa Kebak mengatakan bahwa program ini sangat membantu dalam mencegah stunting.

“Saya sangat senang dan terbantu dengan adanya program cegah stunting yang dilakukan mahasiswa KKN dari Undip. Dari pembagian PMT dan edukasi ini harapannya dapat menjadikan masyarakat lebih peduli dan memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak mereka” jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 Agustus 2024 di Posyandu Ngudi Waras Dusun Nglarangan, dimana merupakan salah satu program unggulan KKN Undip yang telah disetujui oleh ibu Mitha Asyita Rahmawaty S.T., M.T. selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) dan Bapak Sukardi selaku Kepala Desa Kebak.

Secara keseluruhan, kegiatan ini harapannya dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya peranan orangtua dalam upaya pencegahan stunting. Orangtua sebagai sosok yang paling dekat dengan anak diharapkan mampu memberikan lingkungan yang sehat, makanan yang bergizi, dan pola asuh yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak mereka. Sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan terhindar dari stunting maupun penyakit lainnya.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswi KKN TIM II UNDIP Kenalkan Aplikasi untuk Memonitor Tumbuh Kembang Anak

0


Campusnesia.co.idKaranganyar - Salah seorang mahasiswi yang tergabung dalam KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tim II Universitas Diponegoro di Desa Kebak, Gandes Saputri, mengenalkan sebuah aplikasi yang berguna untuk memonitor tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan posyandu di Dusun Nglarangan (7/8/24).

Dengan audiens ibu-ibu yang memiliki anak balita, kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 20 orang yang mayoritas berasal dari Dusun Nglarangan, Desa Kebak, Kebakkramat, Karanganyar. 

Bersamaan dengan program kerja multidisiplin tentang stunting, kegiatan tersebut diawali dengan pemaparan materi tentang pengertian, penyebab, dan tanda-tanda stunting, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi tips mencuci buah dan sayur dengan larutan garam dan baking soda, serta pola asuh yang tepat untuk mencegah terjadinya stunting. Dengan Ibu Mitha Asyita Rahmawaty S.T., M.T. sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL) mahasiswi Fakultas Psikologi Undip tersebut mengenalkan aplikasi ‘Tentang Anak’ yang dapat digunakan untuk memonitor tumbuh kembang anak dengan menjelaskan fitur-fitur dan manfaat aplikasi tersebut, serta melakukan demonstrasi bagaimana cara menggunakan aplikasi tersebut.

”Aplikasi ‘Tentang Anak’ ini merupakan aplikasi yang sudah bekerjasama dengan Kemenkes dan BKKBN. Aplikasinya dapat diunduh secara gratis di playstore. Ada 2 menu yang tersedia, yakni menu edukasi parenting dan tumbuh kembang anak, serta menu monitoring kehamilan. Tapi disini saya fokusnya untuk memperkenalkan menu edukasi parenting dan tumbuh kembang anak karena berkaitan juga dengan program multidisiplin tentang pola asuh anak untuk mencegah stunting” Ujar mahasiswi Fakultas Psikologi tersebut.

 
Kegiatan pengenalan aplikasi yang bernama ‘Tentang Anak’ ini dipilih karena pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini sangatlah penting untuk memastikan anak tumbuh secara optimal dan terhindar dari masalah perkembangan yang berdampak jangka panjang. Selain itu, pemanfaatan teknologi di kalangan masyarakat desa Kebak untuk kepentingan tumbuh kembang anak dirasa belum optimal. Padahal dengan adanya teknologi, terutama aplikasi, para orangtua dapat memantau perkembangan anak secara rutin, mengetahui kebutuhan tumbuh kembang anak, dan mendapatkan pengetahuan baru kapan saja dan dimana saja.

Untuk itu, dengan dikenalkannya aplikasi untuk memantau tumbuh kembang anak tersebut, diharapkan masyarakat Desa Kebak dapat memanfaatkan adanya perkembangan teknologi, terutama untuk kebutuhan perkembangan anak. Sehingga nantinya kualitas hidup keluarga dapat meningkat.



Editor:
Achmad Munandar

Pemanfaatan Sampah Organik Melalui Pembuatan Eco Enzyme: Inisiatif Mahasiswa KKN Undip di Mlokomanis Kulon

0
 

Pelatihan dan pendampingan pembuatan eco enzyme 
kepada masyarakat Mlokomanis Kulon, Jumat (2/8) (Sumber: Dok. Pribadi)


Campusnesia.co.idProses dekomposisi sampah organik di Kelurahan Mlokomanis Kulon berpotensi menyebabkan pencemaran serius pada tanah dan air, yang mengancam ekosistem serta kesehatan masyarakat. Kebiasaan membakar sampah oleh warga juga memperburuk kondisi dengan mencemari udara dan tanah, serta merusak kesehatan dan lingkungan. Padahal, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau biogas yang bernilai. Dengan mengadopsi praktik pengelolaan sampah yang lebih baik, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Salah satu upaya untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan inisiasi program kerja monodisiplin oleh salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024, Agnes Rarasati Putri, program studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik (FT) di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn., yakni “Pelatihan Eco Enzyme dari Sampah Organik”.

Mahasiswa KKN Undip memperkenalkan teknologi sederhana namun efektif, yaitu pembuatan eco enzyme. Eco enzyme adalah cairan ajaib hasil fermentasi dari campuran buah-buahan, sayuran, dan gula secara alami. Proses fermentasi ini melibatkan mikroorganisme seperti bakteri asam laktat dan ragi yang mengubah sampah organik menjadi produk bermanfaat. Melalui pelatihan, masyarakat Mlokomanis Kulon diajarkan cara mengolah sampah organik menjadi produk bernilai tambah. Selain memberikan solusi lingkungan, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Program ini selesai dilaksanakan pada Jumat (2/8) lalu secara door-to-door dengan mengunjungi setiap rumah warga di Kelurahan Mlokomanis Kulon. 

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pelatihan dan pendampingan langsung meliputi pembuatan eco enzyme, manfaat eco enzyme, serta cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui keberjalanan program kerja ini, diharapkan masyarakat Mlokomanis Kulon dapat mengubah perilaku dalam mengelola sampah organik, mengurangi timbunan sampah di lingkungan, dan pada akhirnya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, harapannya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga Mlokomanis Kulon dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.


Penyerahan poster secara simbolis 
kepada masyarakat Mlokomanis Kulon, Jumat (2/8) 
(Sumber: Dok. Pribadi)



Penulis: 
Agnes Rarasati Putri

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn; 
Muh. Fauzi, S.K.M., Ph.D.

Lokasi: 
Kelurahan Mlokomanis Kulon
Kecamatan Ngajidorjo, Kabupaten Wonogiri

Editor:
Achmad Munandar

Suburkan Tanah Hingga Tanaman, Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Metode Takakura Kepada Masyarakat Mlokomanis Kulon

0

Pelatihan dan pendampingan pembuatan sampah organik 
menggunakan metode takakura, 
kepada ibu-ibu  Dusun Pencil, Kelurahan Mlokomanis Kulon, Senin (5/8) 
(Sumber: Dok. Pribadi)


Campusnesia.co.idDusun Pencil, seperti banyak daerah pedesaan lainnya, masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Keterbatasan infrastruktur, seperti minimnya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, ditambah dengan kurangnya pengetahuan warga mengenai metode pengelolaan sampah yang tepat, membuat masalah sampah organik semakin mengkhawatirkan. Timbunan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Menyadari urgensi masalah ini, mahasiswa KKN Undip mengambil inisiatif untuk mengatasi tantangan tersebut dengan inisiasi program kerja monodisiplin oleh salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024, Agnes Rarasati Putri, program studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik (FT) di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn., yakni “Pelatihan Takakura Sebagai Metode Pengomposan Sebagai Solusi Permasalahan Sampah Organik”.

Metode Takakura adalah sebuah teknik pengomposan sampah organik rumah tangga yang sederhana namun efektif. Metode ini dikembangkan oleh seorang ahli bernama Mr. Koji Takakura dari Jepang. Inti dari metode ini adalah memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan sampah organik menjadi kompos dalam wadah tertutup yang disebut keranjang Takakura. Metode Takakura ini cocok untuk diterapkan di lingkungan pedesaan seperti Dusun Pencil, Kelurahan Mlokomanis Kulon. Dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat, seperti keranjang plastik dan sisa-sisa organik dari rumah tangga, warga diajarkan cara membuat kompos yang dapat digunakan kembali sebagai pupuk alami. 

Kegiatan ini telah rampung dilaksanakan pada Senin, (2/8) yang lalu di kediaman Ketua RW Dusun Pencil. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu di Dusun Pencil, karena mereka memiliki peran utama dalam pengelolaan rumah tangga dan sering kali bertanggung jawab atas pengelolaan sampah rumah tangga. Dengan memberikan pelatihan khusus kepada para ibu, diharapkan metode Takakura dapat dengan cepat diadopsi dalam keseharian mereka. Pelatihan ini juga dirancang untuk memberdayakan ibu-ibu agar menjadi agen perubahan di daerah mereka, mendorong keluarga dan tetangga untuk ikut serta dalam pengelolaan sampah organik yang lebih baik.

Selama pelatihan, ibu-ibu diperkenalkan pada konsep dasar pengomposan dan manfaat jangka panjang dari penggunaan kompos, baik untuk lingkungan maupun pertanian lokal. Mereka belajar cara mempersiapkan keranjang Takakura, memilih dan mengolah bahan-bahan organik yang tepat, serta memelihara proses pengomposan agar berjalan dengan optimal.

Hasil dari program kerja ini diharapkan akan membantu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang secara sembarangan, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan warga Dusun Pencil, Kelurahan Mlokomanis Kulon. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan sampah organik, warga diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan kompos sebagai pupuk alami untuk kebun dan lahan pertanian mereka. Selain itu, penerapan metode Takakura juga dapat mendorong terciptanya kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Penyerahan leaflet secara simbolis 
kepada masyarakat Mlokomanis Kulon, Senin (5/8) 
(Sumber: Dok. Pribadi)



Penulis: 
Agnes Rarasati Putri

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn; Muh. 
Fauzi, S.K.M., Ph.D.

Lokasi: 
Kelurahan Mlokomanis Kulon
Kecamatan Ngajidorjo, Kabupaten Wonogiri

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Beri Pelatihan, Ciptakan Logo Baru UMKM Tahu Pak Gepeng Makin Berdaya Saing

0
 

Pelatihan dan pendampingan pembuatan logo dan desain kemasan 
pada salah satu UMKM di Kelurahan Mlokomanis Kulon, Jumat (26/7) 
(Sumber: Dok. Pribadi)


Campusnesia.co.id -  Kelurahan Mlokomanis Kulon, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, memiliki potensi besar dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sayangnya, sektor UMKM di desa ini masih terkendala oleh kurangnya branding melalui logo kemasan yang menjadi identitas dari UMKM tersebut. Banyak pelaku UMKM yang belum menyadari pentingnya memiliki identitas visual yang kuat, seperti logo dan desain kemasan, yang dapat meningkatkan daya tarik produk di pasar yang semakin kompetitif. 

Selain itu, minimnya pengetahuan tentang desain dan branding, serta keterbatasan sumber daya untuk membuat logo dan kemasan yang profesional, menjadi hambatan tersendiri bagi para pelaku UMKM. Akibatnya, banyak produk lokal yang sebenarnya berkualitas, namun tidak mendapatkan pengakuan yang layak karena tidak didukung oleh branding yang memadai.

Salah satu upaya untuk membantu mengembangkan potensi UMKM di Kelurahan Mlokomanis Kulon adalah dengan inisiasi program kerja monodisiplin oleh salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023/2024, Salkha Rizka Baadila, program studi Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) di bawah arahan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn., yakni “Pelatihan Peningkatan Kualitas Kemasan Produk UMKM”.

Program ini rampung dilaksanakan pada Jumat, (16/8) lalu secara door-to-door dengan mengunjungi lokasi sasaran UMKM yang ada di Kelurahan Mlokomanis Kulon, yaitu UMKM Tahu Pak Gepeng yang bergerak di bidang kuliner. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pelatihan langsung kepada pemilik UMKM mengenai pentingnya branding, konsep dasar desain logo dan kemasan, serta cara memilih desain yang sesuai dengan produk. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan dalam proses pembuatan logo dan desain kemasan yang menarik dan profesional. 

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas kemasan produk mereka, sehingga produk mereka dapat lebih bersaing di pasar, baik lokal maupun nasional. Kemasan yang baik dapat meningkatkan daya tarik produk, memperpanjang umur simpan, dan melindungi produk dari kerusakan. Hasil dari pelatihan ini adalah terciptanya logo dan desain kemasan baru untuk produk tahu Pak Gepeng yang lebih modern dan menarik.

Melalui program kerja ini diharapkan UMKM Tahu Pak Gepeng dapat meningkatkan penjualan dan keuntungannya. Dengan kemasan yang lebih menarik, produk tahu Pak Gepeng diharapkan dapat lebih dikenal dan diminati oleh konsumen. Selain itu, keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi UMKM lainnya di Kelurahan Mlokomanis Kulon untuk lebih memperhatikan pentingnya branding dan desain kemasan. 



Penyerahan kemasan secara simbolis 
kepada salah satu UMKM Tahu Pak Gepeng, Jumat, (16/8) 
(Sumber: Dok. Pribadi)



Penulis: 
Salkha Rizka Baadila

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Yuli Prasetyo Adhi, S.H., M.Kn; 
Muh. Fauzi, S.K.M., Ph.D.

Lokasi: 
Desa Jatimarto, Kecamatan Ngajidorjo, Kabupaten Wonogiri

Editor:
Achmad Munandar