Aquaponik Sebagai Solusi Lahan Sempit dan Meminimalisir Limbah Kolam Lele, Mahasiswa Tim II KKN Undip Dorong Inovasi pada Lahan KWT di Desa Pengkol

0


Campusnesia.co.idSukoharjo - Selasa, 6 Agustus 2024, Mahasiswi Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melakukan sosialisasi pengoptimalan kolam lele menjadi aquaponik pada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dilaksanakan di Dukuh Badran, Desa Pengkol pada 16.00 WIB. 

Lahan KWT Dukuh Badran, Desa Pengkol memiliki dua kolam ikan yang dimanfaatkan oleh anggotanya untuk budidaya ternak lele. Kolam lele ini menghasilkan beberapa dampak negatif berupa limbah air kolam lele dan bau tidak sedap. Selain itu, lahan KWT tersebut juga kurang subur yang menyebabkan tanaman tidak tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Kedua permasalahan tersebut melatarbelakangi solusi inovatif yang dapat diaplikasikan pada lahan KWT Dukuh Badran yang berupa penggunaan sistem aquaponik yang memanfaatkan kolam untuk ternak lele sekaligus budidaya hidroponik sayuran. 

Sebelum adanya sosialisasi, air limbah kolam lele biasanya dimanfaatkan oleh anggota KWT sebagai pupuk cair pada sayuran hidroponik yang diambil secara manual. Hal ini membuat kegiatan budidaya hidroponik sayuran tersebut kurang efisien sehingga penggunaan sistem aquaponik menjadi pilihan tepat. "Saya mempelajari ilmu baru karena selama ini air kolam lele hanya diambil sedikit untuk pupuk tetapi ternyata dapat dimanfaatkan pada aliran sistem hidroponik sehingga tidak memerlukan tambahan pupuk pada budidaya hidroponik" ujar Bu Wahyu salah satu anggota KWT Dusun Badran. Cara kerja sistem aquaponik dengan menggunakan pompa air sama dengan cara kerja hidroponik, yang membedakan kedua sistem tersebut adalah sumber air untuk budidaya sayuran berasal dari kolam ikan. 

Pemeliharaan sistem aquaponik ini tidak butuh diberi pupuk cair seperti ab mix yang biasa digunakan pada sistem hidroponik, tetapi menggunakan kotoran ikan sebagai pupuk cair bagi tanaman hidroponik. Selain itu, dibutuhkan pemberian makan ikan secara rutin dan penambahan air pada kolam apabila airnya berkurang. Hasil budidaya sayuran pada sistem aquaponik dipercaya lebih segar dan batang sayuran lebih kokoh, sedangkan hasil ternak ikan lebih segar seperti ikan tangkapan dari sungai.

 

Progam kerja monodisiplin ini disusun oleh Aqilla Pirly Naidy, mahasiswa S1 Agribisnis dilakukan dengan cara demonstrasi pembuatan aquaponik sederhana dengan pemanfaatan ember untuk ternak lele dan budidaya sayuran. Jenis tanaman dan ikan yang dipilih pada demonstrasi sistem aquaponik sederhana dengan media ember tersebut adalah kangkung dan lele. Hal ini mengacu pada tanaman hidroponik yang umumnya menggunakan tanaman sayuran dan jenis ikan yang tahan dengan oksigen rendah. 

Harapan kedepannya dari pembinaan program ini adalah sistem aquaponik yang telah disampaikan dapat diaplikasikan dengan baik dan berkelanjutan. Keberlanjutan dari sistem aquaponik ini diharapkan dapat membuahkan manfaat berupa meminimalisir biaya budidaya lele dan sayuran serta dapat memaksimalkan lahan KWT yang terbatas. 



Penulis : 
Aqilla Pirly Naidy 
(Agribisnis_Fakultas Peternakan dan Pertanian)

Dosen Pendamping Lapangan: 
Dr. Ir. Yoyok Budi Pramono S.Pt. M.P., IPM

Editor:
Achmad Munandar

Asah Keterampilan Murid SDN 1 Baleharjo, Kab. Sragen Dengan Mengenalkan Perubahan Wujud Zat dari Proses Pembuatan Es Krim

0


Campusnesia.co.idSragen - Rabu (25/7) - Dalam rangka mengenalkan teknologi pengolahan pangan bergizi kepada murid-murid Sekolah Dasar (SD), mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Baleharjo, Kec. Sukodono, Kab. Sragen mengadakan kegiatan edukasi melalui praktik pembuatan es krim berbahan dasar susu kedelai di SDN 1 Baleharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah keterampilan siswa terkait teknologi pengolahan pangan melalui pembelajaran perubahan wujud zat dan konsep fisika sederhana. Murid-murid SDN 1 Baleharjo dapat memahami pembuatan es krim dengan mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap wujud suatu zat. 

Pembuatan es krim yang dilakukan memanfaatkan prinsip perubahan wujud zat dari cair menjadi padat dengan metode yang sederhana. Bahan bahan yang digunakan utamanya adalah susu kedelai, es batu, dan garam. Garam kasar berperan penting dalam menurunkan suhu lingkunganya, sehingga mempercepat pembekuan es krim. Selain itu, pemilihan susu kedelai sebagai utama didasari karena kandungan gizinya yang tinggi dan merupakan menu alternatif sehat bagi anak-anak. Selain itu, melalui pengenalan teknologi pangan berbasis susu kedelai, diharapkan murid-murid bisa mengembangkan pemahaman tentang pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi seimbang.

 

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan teknologi, pembelajaran, hingga demonstrasi. Murid-murid dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang berisikan 5 murid, untuk membuat satu bungkus es krim. Hal ini juga mengasah kemampuan dan kerja sama murid dalam membuat es krim secara berkelompok. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membangkitkan rasa ingin tahu murid-murid terhadap sains dan teknologi, sekaligus menanamkan pola pikir kreatif dalam memanfaatkan bahan-bahan pangan lokal untuk menciptakan produk bernilai gizi tinggi. 



Penulis : 
Nashwa Rasheeda 

Instansi : 
Universitas Diponegoro (S1-Teknologi Pangan)

Editor:
Achmda Munandar

Cegah Stunting di Desa Baleharjo (Sragen), Mahasiswi UNDIP Tingkatkan Kesadaran Warga Dengan Mengenalkan Menu Harian Bergizi Seimbang!

0

Campusnesia.co.idSragen - Rabu (25/7) - Desa Baleharjo di Kecamatan Sukodono, Sragen, menempatkan permasalahan stunting sebagai prioritas utama, karena angka stunting desa telah memasuki 21,3% di antara seluruh wilayah di Kecamatan Sukodono (peringkat ke-3 tertinggi). Penanganan stunting dimulai dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu, anak, remaja perempuan sebagai calon ibu. Namun, kesadaran ini belum sepenuhnya tersebar di seluruh wilayah Baleharjo, sehingga mahasiswi KKN dari Universitas Diponegoro berupaya meningkatkan kesadaran tersebut melalui isi piring seimbang. Isi piring bergizi seimbang dikenalkan pada warga Desa Baleharjo sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman akan pentingnya makan makanan yang beragam dan memiliki tujuan yang baik di tiap komponennya.

Isi piring seimbang dikenalkan oleh Mahasiswa KKN Desa Baleharjo (Nashwa Rasheeda) melalui 4 komponen utama yakni, karbohidrat, protein, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Keempat komponen tersebut dikenalkan dengan jumlah dan komposisinya tiap porsi sekali makan. Warga dikenalkan dengan makanan yang biasa di masak/mudah di dapatkan di Desa Baleharjo seperti, ikan, jagung, serta sayur dan buah dari perkebunan sekitar. Hal ini juga dapat mengurangi adanya food waste serta meningkatkan optimalisasi diversifikasi pangan. 

Warga memberikan respon positif dengan menunjukan rasa ingin tahu yang lebih! Selain itu, warga juga menanyakan untuk variasi menu masakan atau isi piring yang disesuaikan dengan hasil perkebunan/peternakan masing masing warga. Hal ini menunjukan adanya inisiatif warga dalam melengkapi gizi harian, dengan memberikan alternatif menu yang mudah didapatkan dan disesuaikan dengan masing-masing pribadi. Di akhir sesi konsultasi/tanya jawab, Nashwa Rasheeda menekankan kembali ke warga untuk meningkatkan diversifikasi makanan dalam kesehariannya dengan cara melakukan pengolahan pangan dan melakukan rotasi menu.



Penulis : 
Nashwa Rasheeda 

Instansi : 
Universitas Diponegoro (S1-Teknologi Pangan)

Editor:
Achmad Munandar

Cilok Protein Ikan: Satu Langkah Maju Menuju Masa Depan yang Lebih Sehat

0


Campusnesia.co.idPekalongan - Kamis (26/07/2024) Nur’aini Shanty Maharani, mahasiswi Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Diponegoro telah berhasil menyita perhatian dengan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang inovatif. Melalui program kerja di KKN ini, ia mengembangkan sebuah inovasi camilan sehat bernama “Cilok Protein” yang diperkaya dengan hidrolisat protein ikan. Sumber daya perikanan khususnya ikan telah umum dikenal sebagai sumber gizi yang tidak kalah baik dari hewan lainnya, gizi yang terkandung pada ikan seperti Vitamin (A, D, B6, B12), Omega 3, Mineral (Zat besi, Yodium, Seng, Flour, Selenium), dan Protein.

Cilok Protein, camilan khas Indonesia yang dipadukan dengan sentuhan modern, hadir sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup sehat namun tetap menikmati kelezatan makanan ringan. Penambahan Hidrolisat Protein Ikan (HPI) sebagai alternatif pemanfaatan sumber protein memberikan nilai tambah pada produk ini karena kaya akan protein berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga atau memiliki gaya hidup yang padat.

 

Hidrolisat Protein Ikan (HPI) merupakan produk hasil dari proses hidrolisis protein ikan yang kompleks. Proses ini memecah protein menjadi rantai asam amino yang lebih pendek, sehingga lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh manusia. Beberapa keunggulan dari HPI ini yaitu kadar protein mencapai >80% (tergantung jenis ikan yang digunakan), kaya akan asam amino essensial, tidak memiliki bau, dapat larut dalam air, mudah diaplikasikan pada berbagai olahan makanan, dan mudah diserap oleh tubuh. 

Program kerja KKN Nur’aini dilaksanakan pada kegiatan rutin Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di RT 16 / RW 06 Kelurahan Gumawang. Para ibu PKK yang hadir pada kegiatan program ini memperoleh informasi baru sekaligus mendapatkan sampel HPI dan produk cilok protein. Respon para hadirin yang baik ditunjukkan dari munculnya berbagai pertanyaan dan beberapa diskusi mengenai Hidrolisat Protein Ikan (HPI) sebagai protein tambahan dalam olahan makanan sehari-hari di rumah. Selain cilok, HPI ini juga sangat cocok ditambahkan pada camilan lainnya sebagai pengganti makanan ringan yang kurang sehat, seperti pada bakwan atau nugget. 

Pembagian luaran program kerja yang berupa produk cilok, sampel Hidrolisat Protein Ikan (HPI), dan pamflet diharapkan menjadi media yang efektif untuk mendemostrasikan secara langsung manfaat dan keunggulan produk inovatif ini. Cilok protein tidak hanya memberikan alternatif camilan yang lebih sehat bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bisnis baru dan mendorong pengembangan produk olahan ikan. 



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Edukasi Anak-anak Mengenai Bahaya Pencemaran Air Dengan Melalui Eksperimen Sederhana Sebagai Salah Satu Bentuk Kesadaran Anak-anak Terhadap Kebersihan Perairan

0
 


Campusnesia.co.idPekalongan (30/07/24) - Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tahun 2024 telah melaksanakan kegiatan Program Kerja Monodisiplin “Edukasi Bahaya Pencemaran Air” di Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan pada hari Selasa, 30 Juli 2024, kegiatan ini dilaksanakan di SDN 02 Desa Yosorejo.

Pencemaran air adalah kondisi di mana kualitas air menurun akibat masuknya zat atau bahan asing yang dapat membahayakan makhluk hidup dan mengganggu ekosistem air. Pencemaran air ini biasanya disebabkan oleh limbah industri, limbah rumah tangga, bahan kimia pertanian (seperti pestisida dan pupuk) serta polutan lain yang masuk ke dalam perairan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal ini yaitu salah satunya dengan edukasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat yang bisa dimulai dari anak-anak untuk mencegah pencemaran air.

Pelaksanaan edukasi ini dilakukan dengan sasaran siswa-siswi kelas 5 dan terdiri dari 3 sesi, yaitu penyampaian materi oleh Mahasiswa KKN Vikhanza Zalfa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan mengenai bahaya pencemaran air, eksperimen sederhana serta pengulangan materi dan penyampaian kesimpulan oleh siswa. 

Eksperimen yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing bahan pencemar yang berasal dari limbah rumah tangga. Eksperimen dilakukan dengan cara menyiapkan 3 buah gelas plastik yang berisi air dan sendok, selanjutnya 2 gelas plastik diisi oleh limbah rumah tangga (detergen dan sabun cair) secukupnya serta untuk gelas plastik terakhir hanya diisi air saja, selanjutnya diaduk menggunakan sendok supaya rata. 

Pengamatan yang dilakukan yaitu melihat perbedaan dari ketiga gelas plastik tersebut dari bau, warna, kekeruhan, dan busa. Hasil yang didapat dari ketiga bahan pencemar yaitu detergen merupakan salah satu bahan pencemar yang bahaya untuk dibuang ke perairan karena bau yang menyengat dan busa yang banyak menyebabkan perairan tersebut terkontaminasi serta menyebabkan banyak dampak seperti menyebarkan penyakit, mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu makhluk hidup di perairan.


Siswa dan siswi SDN 02 Yosorejo ini cukup antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan ini karena menjadi salah satu pengalaman mereka melakukan eksperimen langsung dengan bahan-bahan pencemar serta siswa dan siswi SDN 02 Yosorejo ini dapat lebih memahami konsep bahaya pencemaran air. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu siswa dan siwi dalam mengetahui bagaimana bahaya pencemaran air dan lebih peduli dalam menjaga lingkungan perairan serta dapat mencegah apa yang menyebabkan pencemaran perairan.



Penulis :
Vikhanza Zalfa B.R. 
(Manajemen Sumberdaya Perairan)

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Mengubah Limbah Tempe Menjadi POC (Pupuk Organik Cair) Sebagai Salah Satu Cara Mengurangi Pencemaran Lingkungan

0


Campusnesia.co.idPekalongan (10/08/2024) - Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tahun 2024 telah melaksanakan kegiatan Program Kerja Monodisiplin “Pengolahan Limbah Tempe Menjadi POC (Pupuk Organik Cair)” di Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah salah satu pemilik UMKM Tempe.

Permasalahan air terkait limbah produksi tempe merupakan isu lingkungan yang penting, terutama di daerah yang memiliki banyak industri pembuatan tempe. Limbah cair dari proses produksi tempe dapat mencemari sumber air jika tidak dikelola dengan baik. Limbah cair tempe mengandung zat organik yang tinggi, zat-zat ini dapat menyebabkan penurunan kualitas air seperti membuat air kotor dan keruh, menimbulkan bau yang mengganggu masyarakat sekitar dan bisa menyebabkan penyakit jika menggunakan air dari perairan tersebut serta makhluk hidup yang ada di perairan bisa terjangkit dan mati.

Untuk memecahkan permasalahan dari air limbah tempe ini, Mahasiswi KKN Vikhanza Zalfa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan akan memberikan pelatihan sekaligus penyuluhan individu terkait limbah tempe yang dijadikan POC ini. 

POC (Pupuk Organik Cair) merupakan jenis pupuk yang berbentuk cair dan berasal dari bahan-bahan organik seperti kotoran hewan, sisa tanaman, dan bahan organik lainnya. Pupuk ini sering digunakan karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman serta mikroorganisme yang bermanfaat untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. POC ini juga merupakan solusi untuk mengurangi limbah produksi untuk dibuang langsung ke perairan dan penggunaannya yang ramah lingkungan.

Salah satu bahan pembuatan POC adalah EM4, EM4 merupakan produk yang mengandung campuran mikroorganisme yang bermanfaat antara lain untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi kompos untuk pupuk, mengurangi bau yang tidak sedap, membantu menguraikan zat-zat berbahaya dan mengurangi tingkat polusi dalam air limbah sehingga air yang dihasilkan menjadi lebih bersih sehingga aman untuk dibuang ke perairan.

Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah tempe dengan menyiapkan satu botol air mineral 1,5 Liter, gula pasir, sendok, limbah cair tempe, dan EM4. Berikut merupakan prosedur pembuatannya: 

• Isi botol air mineral dengan limbah cair tempe 

• Larutkan 3 sendok makan gula pasir dengan air secukupnya 

• Tambahkan 4 tutup botol EM4 

• Setelah dimasukkan semua, aduk atau kocok botol hingga tercampur rata 

• Tutup rapat dan simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung

• Setiap hari botol air mineral dibuka lalu ditutup rapat kembali untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi pupuk

• Diamkan proses fermentasi hingga 2 minggu sampai sudah tercium bau tape yang menyengat.



Dengan adanya penyuluhan individu dan pelatihan ini, dapat diharapkan membantu dalam meningkatkan hasil panen karena tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup dan tanah menjadi lebih subur, sebagai upaya menjaga lingkungan khususnya lingkungan perairan, serta dapat membantu masyarakat untuk mengelola limbah menjadi pupuk yang ramah lingkungan dan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu hasil produk yang bisa dijual.



Penulis:
Vikhanza Zalfa B. R. 
(Manajemen Sumberdaya Perairan)

Editor:
Achmad Munandar

Inovasi Pengelolaan Sampah: Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Bank Sampah dan Pupuk Organik

0


Campusnesia.co.id - Yosorejo, Pekalongan (11/08/24) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2023/2024 kembali menggelar aksi nyata dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Pada Minggu, 11 Agustus 2024  dengan mengadakan demonstrasi pembuatan bank sampah dan pembuatan pupuk basah dari sampah organik di Desa Yosorejo, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari perangkat desa, kader PKK, hingga perwakilan pemuda karang taruna. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat rumah tangga. Mahasiswa KKN TIM II Undip, menjelaskan konsep bank sampah yang dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, yang mana merupakan salah satu solusi dari permasalahan utama di desa yosorejo ini yakni sampah.

Dalam sesi pertama, para mahasiswa memaparkan cara kerja bank sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga penjualan sampah yang masih memiliki nilai jual. Dijelaskan pula bahwa bank sampah ini akan dikelola secara kolektif oleh warga desa dengan sistem yang transparan, sehingga setiap warga yang berpartisipasi akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan jumlah sampah yang mereka serahkan.

Sesi kedua dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pupuk basah dari sampah organik. Dalam demonstrasi ini, warga diajak langsung untuk mempraktikkan cara-cara mengolah sampah organik seperti sisa-sisa dapur dan dedaunan menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan tanaman di sekitar rumah. Para mahasiswa menunjukkan langkah-langkah sederhana namun efektif untuk membuat pupuk basah, termasuk proses fermentasi yang diperlukan.


Argi Prihantoro, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini, mengatakan bahwa program ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. “Dengan adanya bank sampah, masyarakat bisa lebih peduli dengan sampah yang dihasilkan setiap hari. Selain itu, pembuatan pupuk basah dari sampah organik ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi limbah rumah tangga dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujarnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana warga dapat bertanya lebih lanjut tentang pengelolaan sampah dan teknik pembuatan pupuk basah. Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2023/2024 berharap, melalui kegiatan ini, Desa Yosorejo bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

Dengan adanya program-program semacam ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, serta pemanfaatan sampah menjadi hal yang produktif dan bernilai ekonomis bagi masyarakat Desa Yosorejo.



Editor:
Achmad Munandar

Wujudkan Akses Data Terbuka, Mahasiswa KKN UNDIP 2024 Ciptakan Papan Informasi Desa Yosorejo

0



Campusnesia.co.id - Desa Yosorejo, Pekalongan (12/08/24) – Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) 2023/2024 kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan Desa Yosorejo dengan membuat papan informasi yang memuat data monografi, data statis, dan data dinamis desa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan transparansi dan aksesibilitas informasi bagi masyarakat setempat.

Papan informasi yang dibuat oleh mahasiswa KKN ini memuat berbagai data penting yang relevan dengan kondisi desa. Data monografi mencakup informasi dasar tentang desa seperti luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah rumah tangga, serta berbagai fasilitas umum yang ada. Data statis meliputi informasi yang jarang berubah, seperti batas wilayah dan peta desa. Sementara itu, data dinamis berisi data yang lebih sering mengalami perubahan, seperti statistik kependudukan, perkembangan jumlah penduduk, dan data sosial ekonomi lainnya.

Proses pembuatan papan informasi ini dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa KKN dan perangkat desa. Mahasiswa terlibat dalam penyusunan, hingga desain visual papan informasi agar informasi dapat disajikan secara jelas dan menarik. Selain itu, papan informasi ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi utama bagi warga desa serta mendukung transparansi dalam pengelolaan desa.

Argi Prihantoro, Selaku salah satu dari mahasiswa yang sedang melakukan KKN di desa yosorejo menyatakan bahwa pembuatan papan informasi ini adalah bentuk nyata kontribusi mereka dalam membantu meningkatkan kualitas tata kelola desa. “Kami berharap papan informasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat desa Yosorejo, terutama dalam memudahkan akses terhadap informasi penting tentang desa mereka,” ujarnya.


Perangkat desa juga menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi upaya mahasiswa KKN dalam mendukung pengelolaan data desa. Kepala Desa Yosorejo menambahkan bahwa papan informasi ini akan dipasang di lokasi strategis yang mudah diakses oleh masyarakat, sehingga informasi yang disajikan dapat lebih cepat dan mudah diakses.

Dengan adanya papan informasi ini, diharapkan warga Desa Yosorejo dapat lebih mudah memperoleh informasi mengenai kondisi dan perkembangan desa mereka, serta terlibat aktif dalam pembangunan desa. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah nyata KKN TIM II UNDIP dalam memberikan dampak positif bagi desa yang menjadi lokasi KKN mereka.



Editor:
Achmad Munandar

Matematika Itu Mudah! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Mengenalkan Metode Perkalian Yang Asyik Menggunakan Batang Napier

0

Pengenalan Batang Napier kepada 
Siswa Kelas 3 SD Negeri 04 Jrakah


Campusnesia.co.idPemalang (29/07). Mahasiswa KKN TIM II UNDIP yang ada di Desa Jrakah melaksanakan Program Kerja Monodisiplin dengan mengadakan pengajaran perkalian dengan metode yang mudah dan asyik menggunakan Batang Napier untuk siswa kelas 3 di SD Negeri 04 Jrakah.

Batang Napier, atau Napier's Bones, adalah alat bantu hitung yang diciptakan oleh John Napier pada abad ke-17. Alat ini digunakan untuk mempermudah perhitungan perkalian dengan cara yang sederhana dan visual, sehingga cocok untuk digunakan dalam pengajaran matematika di sekolah dasar.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Wahyu Aditya Bagus Mahardika, mahasiswa KKN TIM II UNDIP dari program studi Matematika pada hari Senin, 29 Juli 2024 di ruang kelas 3 SD Negeri 04 Jrakah. Dalam menyelesaikan perkalian, kebanyakan siswa hanya menggunakan hafalan perkalian bilangan 1 sampai 10. Untuk kasus perkalian yang jika bilangannya terdiri dari 2 digit atau lebih, hal ini tentu semakin menyulitkan para siswa untuk menjawabnya. Maka dari itu dikenalkanlah metode perkalian yang lebih asyik dan mudah menggunakan Batang Napier.

Mereka diajarkan cara menggunakan Batang Napier untuk menyelesaikan soal-soal perkalian dengan cara yang berbeda dari metode konvensional. Mahasiswa KKN menjelaskan secara rinci bagaimana setiap batang mewakili digit tertentu dan bagaimana proses perkalian dapat diselesaikan dengan menyusun batang-batang tersebut secara horizontal. Para siswa diberikan latihan soal dan mencoba sendiri menggunakan metode Batang Napier serta didampingi dalam menyelesaikan latihan soalnya.

Pada kegiatan ini siswa diberikan kesempatan untuk menjawab soal yang ada di papan tulis. Untuk yang berani menjawab dan maju ke depan diberikan hadiah berupa poster Batang Napier. Para siswa antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Terdapat satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang berani maju ke depan serta benar jawabannya lalu mendapatkan hadiah. 

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama para siswa kelas 3 SD Negeri 04 Jrakah serta 2 siswa yang mendapat hadiah berada di depan. Tidak hanya berfoto bersama para siswa kelas 3 SD Negeri 04 Jrakah, mahasiswa KKN juga berfoto bersama para guru di SD Negeri 04 Jrakah.

Foto Bersama Siswa Kelas 3 
dan Para Guru SD Negeri 04 Jrakah

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bahwa metode pembelajaran yang inovatif seperti penggunaan Batang Napier dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa.



Penulis:
Wahyu Aditya Bagus Mahardika
Mahasiswa Program Studi Matematika
Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Dari Data Menuju Aksi Nyata: Pelatihan Pembuatan Grafik Infografis Kependudukan Guna Membantu Perencanaan Pembangunan Desa

0
 

Pelatihan Pembuatan Grafik Infografis Kependudukan 
kepada Perangkat Desa melalui Kasi Kesra


Campusnesia.co.idPemalang (05/08), Dalam rangka meningkatkan kapasitas perangkat desa dalam pengelolaan data kependudukan, Wahyu Aditya Bagus Mahardika, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro dari program studi matematika mengadakan pelatihan pembuatan grafik kependudukan menggunakan Microsoft Excel kepada perangkat Desa Jrakah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 5 Agustus 2024, di Balai Desa Jrakah. Kegiatan ini ditujukan Bapak Murtadho sebagai Kepala Seksi Kesejahteraaan atau Kasi Kesra selaku perangkat desa yang mengurus pengelolaan data kependudukan di Desa Jrakah.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali Pak Murtadho selaku Kasi Kesra dengan keterampilan teknis dalam mengolah dan menyajikan data kependudukan secara visual dan informatif. Selama ini Pak Murtadho dalam mengelola data kependudukan hanya dicatat pada pencatatan manual menggunakan kertas. Dalam era digital saat ini, penguasaan Microsoft Excel menjadi sangat penting untuk mempermudah pengambilan keputusan berbasis data. Oleh karena itu, pelatihan ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa yang antusias mengikuti pelatihan.

Kegiatan pelatihan dimulai dengan pengenalan dasar Microsoft Excel, di mana Pak Murtadho diajarkan cara memasukkan data, mengelompokkan informasi, dan menggunakan formula dasar. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan tutorial langkah demi langkah untuk membuat berbagai jenis grafik, seperti grafik batang, grafik garis, dan diagram pie, yang dapat digunakan untuk visualisasi data kependudukan, seperti jumlah penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, dan wilayah.

Fokus utama dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan desa. Tidak hanya mengajarkan cara membuat grafik, mahasiswa KKN juga mengajarkan cara bagaimana menganalisis data yang dimiliki agar informasi yang disajikan dapat digunakan untuk perencanaan dan pengambilan kebijakan di Desa Jrakah.
Pak Murtadho diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan materi yang diajarkan dengan menggunakan data kependudukan Desa Sejahtera yang sudah diolah. Mahasiswa KKN turut mendampingi dan memberikan bimbingan jika ada kendala dalam proses pembuatan grafik.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan evaluasi, di mana Pak Murtadho memberikan umpan balik positif dan menyampaikan harapan agar pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebagai penutup, Pak Murtadho diberikan modul panduan penggunaan Microsoft Excel untuk membuat grafik yang dapat digunakan sebagai referensi dalam pekerjaan sehari-hari. Selain itu juga diberikan poster infografis kependudukan Desa Jrakah.


 
Penyerahan Poster Infografis Kependudukan Desa Jrakah 
dan Modul tentang Panduan Membuat Grafik dengan Microsoft Excel

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan perangkat desa dapat lebih mahir dalam memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan data, sehingga tata kelola desa dapat menjadi lebih efektif.


Penulis:
Wahyu Aditya Bagus Mahardika
Mahasiswa Program Studi Matematika
Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar