Stop KS! Mahasiswi KKN Ini Gelar Penyuluhan Perdana Mengenai Pencegahan Kekerasan Seksual Kepada Pemuda-pemudi di Desa Kedungsegog, Batang, Jawa Tengah

0
 


Campusnesia.co.idabtu, 27 Juli 2024 - Nabilla Zifni Syafira, salah satu peserta dari Tim II KKN Universitas Diponegoro dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hega Bintang Pratama Putra, S. T. P, MSc, di Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang melakukan penyuluhan perdana mengenai pencegahan Kekerasan Seksual dengan sasaran pemuda-pemudi Karang Taruna “Tunas Muda” Desa Kedungsegog. Acara tersebut berlangsung di Balai Desa Kedungsegog dan dihadiri oleh Karang Taruna “Tunas Muda” Desa Kedungsegog serta anggota Tim II KKN Universitas Diponegoro.


Materi yang disampaikan berupa pengertian dari tindakan Kekerasan Seksual (KS) dan indikator-indikator serta upaya penanganan tindakan Kekerasan Seksual. Dalam sesi pemaparan materi tersebut, Nabilla menghimbau kepada pemuda-pemudi Karang Taruna “Tunas Muda” agar lebih berhati-hati dalam ucapan dan tindakan karena tindak lanjut dari kasus Kekerasan Seksual tidak main-main. 

“Kekerasan Seksual itu masalah yang krusial, bahaya jika dibiarkan karena hal tersebut merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Maka dari itu, dinilai sangat perlu melakukan penyuluhan dengan tema seperti ini karena belum banyak orang yang sadar akan bahaya dari KS (Kekerasan Seksual).” ujar Nabilla. Nabilla juga menyampaikan harapannya agar pemuda-pemudi Karang Taruna “Tunas Muda” Desa Kedungsegog dapat menjadi pionir dari pencegahan Kekerasan Seksual.

Kegiatan ini diapresiasi oleh Riswanto, selaku ketua dari Karang Taruna “Tunas Muda” Desa Kedungsegog. “Penyuluhan dengan tema Pencegahan Kekerasan Seksual ini merupakan penyuluhan perdana di desa kami, tema yang dibawakan juga baru. Sebelumnya belum ada yang membawakan tema ini.” Menurutnya, kegiatan positif harus selalu diadakan agar pemuda-pemudi Karang Taruna “Tunas Muda” mendapatkan wawasan dan pemikiran baru.




Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Luncurkan GIATS: Program Gizi untuk Masa Depan Anak

0


Campusnesia.co.idSubah, Batang - 29 Juli 2024. Tim KKN 2 Universitas Diponegoro sukses melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk "Optimalisasi Pencegahan Stunting melalui GIATS (Gizi Sehat Atasi Stunting)" di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, agar lebih memahami tentang stunting dan cara pencegahannya.


Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan
Selama kegiatan, mahasiswa KKN memberikan penyuluhan mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, dampak, serta upaya pencegahannya. Materi disampaikan secara menarik dan interaktif agar mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan pada anak-anak yang diduga mengalami stunting.


Pembentukan GIATS dan Kemitraan dengan PKK
Salah satu inovasi dalam program ini adalah pembentukan GIATS (Gizi Sehat Atasi Stunting). GIATS diharapkan menjadi wadah bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita untuk saling berbagi informasi dan pengalaman terkait gizi. Tim KKN juga menjalin kemitraan dengan PKK Desa Kemiri Barat untuk memperkuat program pencegahan stunting.


Modul Menu Makanan Sehat
Untuk mendukung upaya perbaikan gizi, tim KKN membagikan modul berisi menu makanan sehat yang dapat dibuat dengan mudah oleh para orang tua. Menu-menu yang disajikan mengutamakan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan dan bergizi tinggi.


Bidan Desa Apresiasi Program
Bidan Desa Ibu Rossi memberikan apresiasi atas program ini. "Dengan adanya program KKN dari mahasiswa Undip ini, terutama pemberian modul berisi resep makanan sehat, saya yakin dapat sangat membantu para ibu hamil dan ibu yang memiliki anak stunting," ujarnya. Ibu Rossi berharap program ini dapat menurunkan angka stunting di Desa Kemiri Barat.


Tindak Lanjut Program
Sebagai tindak lanjut, modul resep makanan sehat dan senam hamil akan diintegrasikan ke dalam kegiatan posyandu rutin dan pelatihan-pelatihan bagi ibu hamil. Harapannya, pengetahuan tentang gizi dan kesehatan ibu dan anak dapat terus terjaga dan ditingkatkan.


Peran Mahasiswa dalam Manajemen Kegiatan
Maulana Yusuf, salah satu mahasiswa KKN, menunjukkan kemampuannya dalam manajemen produksi. Dengan menerapkan ilmu manajemen yang dimilikinya, ia berhasil mengatur jalannya kegiatan dengan sangat baik dan lancar. Kemampuannya dalam perencanaan, koordinasi, dan evaluasi sangat membantu keberhasilan program ini.
 

Ajakan untuk Terus Peduli
Stunting bukan hanya masalah kesehatan anak, tetapi juga investasi untuk masa depan bangsa. Mari bersama-sama kita wujudkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berprestasi. Setiap langkah kecil kita, seperti memberikan makanan bergizi kepada anak, mendukung program-program gizi, dan menyebarkan informasi tentang stunting, akan membawa dampak besar bagi masa depan anak-anak kita.


Kesimpulan
Program KKN Undip di Desa Kemiri Barat telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pencegahan stunting. Melalui penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pembentukan GIATS, dan distribusi modul makanan sehat, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi bagi tumbuh kembang anak.

Kata kunci: KKN Undip, stunting, GIATS, Desa Kemiri Barat, gizi, kesehatan anak, mahasiswa, PKK



Editor:
Achmad Munandar

Ciptakan Layanan Publik Lebih Baik: Mahasiswa KKN Undip Sediakan Stand Banner Alur dan Menu Pelayanan

0
 
Penyerahan Stand Alur dan Menu Pelayanan 
di Pemerintah Desa Tegaldowo Kepada Kepala Desa Tegaldowo


Campusnesia.co.idSragen (25/07) Transformasi pelayanan publik menjadi tantangan di era perkembangan zaman ini. Pelaksanaan good governance menjadi kewajiban pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan publik yang prima dan berkualitas bagi masyarakat. Pelayanan publik yang prima dan berkualitas akan terwujud jika dilaksanakan berdasarkan prinsip – prinsip good governance. Transparansi merupakan salah satu prinsip good governance yang penting untuk diperhatikan dan dipenuhi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Transparansi berkaitan dengan keterbukaan informasi pelayanan yang didalamnya memuat kejelasan serta kemudahan untuk diakses bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, realitanya, transparansi menjadi tantangan dalam pelayanan publik terutama dalam aksesibilitas dalam mendapatkan informasi. Pelayanan yang diharapkan cepat justru terhambat dan lambat karena masyarakat seringkali terkendala terhadap kurangnya informasi baik dari sisi prosedur maupun persyaratan pengurusan dokumen.

Penyediaan stand banner alur dan menu pelayanan menjadi inisiasi yang dilakukan oleh Refika Nur Sifa Aulia Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dari Program Studi Administrasi Publik. Program ini dilakukan di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen dalam rangka meningkatkan transparasi pelayanan serta mewujudkan good governance. Stand banner ini memuat informasi terkait alur pelayanan serta menu pelayanan yang tersedia beserta syarat pendukung di Kantor Desa Tegaldowo dari pembuatan KK, E-KTP, akta kelahiran, akta kematian, surat pindah datang dan keluar.

Program kerja pembuatan stand banner alur dan menu pelayanan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama yaitu observasi dan FGD (Forum Discussion Group) dengan perangkat Desa Tegaldowo membahas terkait permasalahan yang terjadi di Pemerintahan Desa dalam aspek pelayanan publik. Salah satu permasalahan yang muncul dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Desa Tegaldowo yaitu minimnya informasi pelayanan dan persyaratan pendukung terkait administrasi kependudukan. Hal ini berdampak pada terhambatnya pelayanan yang efektif dan efisien di Desa Tegaldowo karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap jenis layanan, persyaratan, dan prosedur yang harus diikuti. 

Selanjutnya pada tahap kedua, mahasiswa KKN Undip merancang desain stand banner sekaligus berkonsultasi dengan perangkat desa terkait informasi dan daftar pelayanan yang tersedia di Pemerintah Desa Tegaldowo. Desain ini mencakup daftar pelayanan administrasi kependudukan, langkah-langkah yang harus diikuti serta syarat dokumen yang diperlukan. Tahapan ketiga yaitu pelaksanaan program kerja melalui penyerahan dan pemasangan stand banner alur dan menu pelayanan di Kantor Desa Tegaldowo yang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2024 dihadiri oleh kepala desa dan perangkat desa. Kepala desa dan perangkat desa mengapresiasi dan menyambut secara positif penyerahan stand banner ini serta menyatakan harapan dari program ini dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi layanan sekaligus membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait layanan yang tersedia di Desa Tegaldowo sehingga pelayanan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
 
Desain Stand Banner Alur 
dan Menu Pelayanan di Desa Tegaldowo

Program kerja monodisiplin melalui penyediaan stand banner ini merupakan bentuk peran aktif sekaligus langkah konkret mahasiswa dalam rangka meningkatkan pelayanan publik melalui transparansi dan aksesibilitas informasi layanan bagi masyarakat Desa Tegaldowo. Program ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih transparan, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inisiatif pelaksanaan program kerja melalui stand banner alur dan menu pelayanan menjadi bentuk transparansi pelayanan di Desa Tegaldowo yang diharapkan dapat membangun kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat. 

Adanya stand banner alur dan menu pelayanan akan berkontribusi positif bagi masyarakat berupa kemudahan dalam mengakses informasi layanan yang akurat dan tepat sehingga didapatkan pelayanan yang lebih efisien. Keterbukaan alur dan menu pelayanan ini memungkinkan masyarakat memahami prosedur layanan dan mempersiapkan dokumen dengan benar sehingga mengurangi kesalahan dalam proses administrasi.  Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Desa Tegaldowo serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). 



Penulis : 
Refika Nur Sifa Aulia 
Mahasiswa Universitas Diponegoro 
Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Editor:
Achmad Munandar

Peduli Dengan UMKM, Mahasiswa KKN Undip Melakukan Pendaftaran Nomor Induk Berusaha Bagi UMKM

0
 


Campusnesia.co.id -  KKN Tim II Undip yang berlokasi di Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, kabupaten Pekalongan dilaksanakan mulai tanggal 10 Juli 2024 sampai 19 Juli 2024. Dalam kesempatan tersebut, Senin (22/07/24) Mahasiswa KKN Undip memberikan edukasi serta bimbingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Rembun melalui Online Single Submission (OSS) pada situs oss.go.id.

Ibu Inok, salah satu pelaku UMKM di Desa Rembun yang berfokus pada usaha busana muslim melalui platform digital seperti Shopee dan Tiktokshop. Mahasiswa KKN Undip menilai adanya potensi yang besar dari usaha tersebut. Usaha tersebut dinilai memiliki pasar yang luas dan dapat berkembang lebih pesat lagi. 

Maka dari itu, mahasiswa KKN Undip berinisiatif untuk memberikan edukasi serta bimbingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB). Saat pemberian edukasi berlangsung, mahasiswa KKN Undip menyampaikan bahwa NIB ini sangat penting untuk kemajuan UMKM karena sebagai bentuk legalitas usaha serta dapat mempermudah dalam aspek pendanaan dan dalam bergabung dengan komunitas-komunitas resmi yang berhubungan dengan UMKM.

Mahasiswa KKN Undip tersebut berharap agar semakin banyak pelaku UMKM di Desa Rembun yang memiliki NIB agar UMKM di Desa Rembun dapat semakin maju dan dapat meningkatkan perekonomian di Desa Rembun.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Berikan Edukasi Hak Cipta Lagu Bagi Grup Band Lokal

0


Campusnesia.co.idBaru-baru ini mahasiswa KKN Undip melakukan salah satu program kerja pada Selasa (23/07/24) berupa edukasi mengenai pentingnya hak cipta bagi para musisi. Pemilihan program kerja tersebut tak lain karena adanya grup band lokal Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan yang bernama Jhinem yang namanya sudah cukup terkenal di Pekalongan dan sekitarnya namun sayangnya belum mempunyai hak cipta atas lagu karya orisinalnya sendiri. Dengan demikian, Mahasiswa KKN Undip tersebut berinisiatif untuk memberikan edukasi terkait hak cipta agar lagu-lagu Band Jhinem dapat terhindar dari pembajakan.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN Undip menawarkan untuk langsung membantu mendaftarkan hak cipta dari lagu-lagu Band Jhinem. Namun, sayangnya karena suatu alasan tertentu, Band Jhinem belum menerima tawaran tersebut. Alhasil mahasiswa KKN Undip hanya sebatas memberikan edukasi mengenai pentingnya pendaftaran hak cipta serta bagaimana cara mendaftarkannya. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN Undip mengajarkan langkah-langkah pendaftaran hak cipta melalui situs dgip.co.id yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Mahasiswa KKN Undip juga menegaskan bahwa sebaiknya Band Jhinem melakukan pendaftaran hak cipta bagi setiap lagunya se segera mungkin agar setiap lagu tersebut mempunyai perlindungan hukum, dan jika ada yang membajak dapat ditindak secara hukum.

Mahasiswa KKN Undip tersebut berharap agar edukasi yang diberikan dapat bermanfaat kedepannya dan agar Band Jhinem dapat melakukan pendaftaran hak cipta secara mandiri untuk melindungi karyanya.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi Warung Pesisir Desa Kuripan Dengan QRIS Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM

0


Campusnesia.co.idDesa Kuripan, Subah, Batang (29/07/2024), Pada tanggal 29 Juli 2024, Mahasiswa Universitas Diponegoro bernama Hussein dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis membimbing serta mengedukasi para pemilik UMKM di Desa Kuripan terutama bagian pesisir untuk membuat dompet digital dan pembayaran digital melalui QRIS yang dibantu dengan aplikasi Gopay Merchant. Program ini mempunyai tujuan utama dalam mendukung digitalisasi UMKM di Desa Kuripan melalui sistem pembayaran QRIS ini. Kegiatan yang dilakukan diantaranya sosialiasi terlebih dahulu, pembimbingan secara teknik, pembuatan QRIS melalui aplikasi Gopay Merchant terhadap pelaku UMKM Desa Kuripan.

Program Kerja ini terlaksana dikarenakan banyak UMKM di Desa Kuripan terutama yang daerah Pesisir ini masih menggunakan sistem pembayaran tunai, hal ini kurang eifisien dalam mengatur keuangan. Selain itu, daerah pesisir atau pantai ini menjadi pusat wisatawan datang dari luar sehingga dengan adanya QRIS juga memudahkan para wisatawan dalam membayar. Masih banyak masyarakat di Desa Kuripan yang menggunakan pembayaran tunai yang terkandang hal ini dapat menjadi kendala bila wisatawan tidak memiliki uang kecil yang nantinya akan mempersulit penjual dalam mencari uang kembalian.


Program yang dilaksanakan memiliki tahapan yang pertama yaitu Sosialisasi terlebih dahulu kepada pelaku UMKM tentang manfaat dan cara menggunakan QRIS kemudian memberikan pendampingan teknis kepada pelaku UMKM dalam proses pendaftaran dan pencetakan QRIS melalui aplikasi Gopay Merchant. Ketika Program dijalankan banyak masyarakat dari Desa Kuripan yang menerima pendampingan dari diadakan QRIS bagi warung nya dan merasa sangat terbantu. Tetapi, ada beberapa masyarakat yang menolak dan tidak membutuhkan QRIS karena sudah terbiasa menggunakan tunai. 

Adanya program kerja ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Kuripan ini dapat terbuka mengenai kemajuan teknologi dalam menopang digitalisasi ekonomi dan memperluas jaringan pasar dalam meningkatkan daya saing UMKM.



Penulis : 
Fadhli Hussein

Editor :
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Bantu UMKM Kuripan Menuju Legalitas: Peran Penting Nomer Induk Berusaha (NIB) di Era Digital

0
 


Campusnesia.co.idDesa Kuripan, Subah, Batang (07/08/2024), Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berperan aktif dalam membantu pelaku UMKM di Desa Kuripan untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB). Langkah ini sejalan dengan visi ekonomi modern yang mendorong legalitas dan transparansi usaha. Di era digital, legalitas melalui NIB menjadi pintu gerbang bagi UMKM untuk mengakses berbagai peluang bisnis yang lebih luas, seperti kemudahan akses pembiayaan, partisipasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta perlindungan hukum. Selain itu, dengan memiliki NIB, UMKM dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen, yang sangat penting dalam memperkuat daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Pendampingan ini tidak hanya sekadar membantu proses pendaftaran NIB, tetapi juga memberikan edukasi mengenai manfaat strategis dari legalitas usaha dalam jangka panjang.


Namun, dalam upaya mendorong legalitas UMKM ini, mahasiswa KKN UNDIP menghadapi tantangan signifikan di lapangan. Salah satu kendala utama yang ditemui adalah adanya persepsi keliru di kalangan masyarakat Desa Kuripan terkait NIB. Sebagian besar warga desa masih beranggapan bahwa memiliki NIB akan langsung membawa mereka pada kewajiban membayar pajak yang lebih tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran dan keraguan untuk mengurus legalitas usaha mereka. Miskonsepsi ini membuat warga ragu-ragu untuk mendaftarkan usaha mereka, meskipun mereka memahami potensi manfaat legalitas bagi keberlangsungan bisnis mereka. Kekhawatiran ini dipicu oleh kurangnya pemahaman mengenai fungsi dan manfaat NIB, yang sebenarnya lebih terkait dengan aspek legalitas dan perlindungan usaha daripada dengan kewajiban pajak langsung.

Untuk mengatasi hambatan ini, mahasiswa KKN UNDIP melakukan sosialisasi intensif dengan pendekatan berbasis ilmu ekonomi. Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan secara rinci bahwa NIB adalah alat penting untuk memperkuat fondasi bisnis UMKM, bukan alat untuk menarik pajak. NIB memberikan akses kepada berbagai program dan fasilitas pemerintah yang justru dirancang untuk mendukung pengembangan usaha, seperti akses pembiayaan, pendampingan bisnis, hingga peluang untuk terlibat dalam pasar yang lebih luas. Mahasiswa KKN juga menekankan bahwa dengan legalitas yang jelas, UMKM dapat mengurangi risiko dan menghadapi persaingan dengan lebih percaya diri. Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah pandangan masyarakat, sehingga mereka lebih terbuka terhadap pentingnya legalitas usaha dan manfaat ekonomi yang dapat diperoleh melalui kepemilikan NIB.




Penulis : 
Fadhli Hussein

Editor:
Achmad Munandar

Pendataan UMKM Secara Langsung serta Melakukan Pendampingan Pendaftaran E-Commerce

0
 

Campusnesia.co.id  - Surakarta, 15 Agustus 2024 - Upaya untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk UMKM Mie Ayam Bapak Kotik yang terletak di Kelurahan Joyotakan, Kota Surakarta. Pada hari ini, dilakukan kegiatan pembuatan akun E-Commerce untuk usaha mie ayam yang sudah lama dikenal oleh sekitar masyarakat ini.
 
Pembuatan akun E-Commerce dimulai dengan pelatihan singkat mengenai penggunaan platform digital untuk penjualan online. Bapak Kotik, pemilik usaha, tampak antusias mengikuti setiap langkah yang diajarkan oleh tim pendamping. "Saya sangat bersemangat dengan peluang baru ini. Dengan adanya akun E-Commerce, saya berharap bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, tidak hanya dari sekitar sini, tapi juga dari luar daerah," ungkap Bapak Kotik.

Proses pembuatan akun dimulai dengan registrasi pada salah satu platform E-Commerce terkemuka. Tim pendamping membantu Bapak Kotik mengisi data usaha, mengunggah foto produk, dan menulis deskripsi yang menarik untuk menu andalannya, yaitu mie ayam dengan bumbu khas yang sudah terkenal lezat.

Dengan adanya akun E-Commerce ini, Mie Ayam Bapak Kotik diharapkan dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, tidak hanya dari wilayah Surakarta tetapi juga dari berbagai daerah lainnya. Para pelanggan dapat memesan mie ayam lezat ini secara online, dan memilih opsi pengiriman yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Kota Surakarta untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka. Pemerintah Kota Surakarta sendiri berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan di era digital, melalui pelatihan, pendampingan, dan berbagai fasilitas yang disediakan.

Dengan langkah ini, Mie Ayam Bapak Kotik siap untuk merambah pasar yang lebih luas dan memperkuat posisinya sebagai salah satu kuliner favorit di Surakarta. Digitalisasi UMKM ini tidak hanya akan meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat daya saing usaha lokal di kancah nasional.



Editor:
Achmad Munandar

Bergerak Melawan Bullying: Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Berikan Pemahaman Mengenai Bullying Dilihat Dari Perspektif Hukum di Indonesia

0


Campusnesia.co.idDesa Pasekan (4/08/2024) - Bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Kasus bullying di kalangan pelajar dan masyarakat semakin meresahkan. Untuk mengatasi masalah ini, berbagai pihak mulai gencar melakukan upaya pencegahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan pemahaman hukum mengenai bullying.

Sanksi bagi pelaku bullying terdapat dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 80 ayat (1), (2), (3) Tentang Perlindungan Anak. Meskipun sudah terdapat sanksi dalam peraturan perundang-undangan tetapi dalam praktiknya masih terdapat banyak kendala.

Dalam pelaksanaan program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan pemahaman mengenai penyuluhan hukum berupa arti bullying, pentingnya pencegahan bullying, dampak bullying bagi korban dan sanksi bagi pelaku bullying. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari minggu, 4 Agustus 2024 dan diikuti oleh remaja-remaja Desa Pasekan yang berjumlah 15 orang.


Terkait penanganan kasus bullying masih terdapat banyak tantangan dalam penegakan hukumnya, diantaranya yaitu kurangnya laporan, bukti yang sulit didapatkan dan kurangnya kesadaran hukum. Masih banyak korban yang merasa malu untuk melaporkan kasus bullying dan masyarakat yang kurang memahami tentang hukum yang melindungi korban bullying.

Pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN Universitas Diponegoro terkait penyuluhan hukum mengenai bullying ini dapat dibilang cukup berhasil dikarenakan antusias para remaja Desa Pasekan yang cukup tinggi. Para remaja Desa Pasekan tidak ragu untuk menanyakan hal yang berkaitan dengan peraturan perundang-undangan terkait bullying.

Penegakan hukum terhadap kasus bullying adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Namun, upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua anak.



Penulis : 
Devina Pinkan Febriana (Hukum)

DPL
Muhammad Ramdan, S.H., M.H., 
Gani Nur Pramudyo, S.IP., M. Hum., Dr. Dian      
Agus Widiarso, S.T., M.T

Lokasi KKN : 
Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri

Editor:
Achmad Munandar

#KKNUndipTim2 
#p2kknUndip 
#LPPMUndip 
#Undip

KKN Inspiratif: Mahasiswa Ajak Siswa Sekolah Dasar Mengenal Lebih Dekat Nilai-Nilai Pancasila

0


Campusnesia.co.idDesa Pasekan (31/07/2024) - Pancasila sebagai dasar negara yang berperan sebagai pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara bagi warga negara Indonesia. Pancasila menjadi dasar untuk perumusan atau pembuatan hukum di Indonesia. Maka dari itu, sebagai warga negara Indonesia harus menjunjung tinggi dasar negara yaitu Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun terdapat perbedaan dalam hal agama, suku, Bahasa dan asal daerah, tetap harus menerapkan nilai-nilai Pancasila yang bertujuan untuk mempersatukan semua perbedaan yang ada.

Salah satu upaya untuk menjaga Pancasila agar tetap menjadi pandangan hidup warga negara dapat dilakukan dengan cara Pendidikan Pancasila kepada para pelajar agar lebih mengetahui nilai-nilai Pancasila yang sebenar-benarnya. Apabila tidak diajarkan, maka seiring berjalannya waktu dapat terjadi perubahan atau penyalahgunaan fungsi Pancasila itu sendiri. Atau bahkan dapat terlupakan karena pengaruh paham-paham dari luar.

Dalam upaya memperkuat dan melestarikan nilai-nilai Pancasila, pemerintah telah menjalankan berbagai program kerja. Program kerja tersebut bertujuan untuk menanamkan dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, hingga di tempat kerja.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Dalam pelaksanaan program kerja tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berfokus pada siswa sekolah dasar dikarenakan usia dini merupakan masa emas untuk pembentukan karakter. Pelaksanaan program kerja tersebut dilaksanakan di SDN 3 Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Dalam melaksanakan program kerja tersebut, mahasiswa berhasil menebarkan semangat nasionalisme dan menanamkan nilai-nilai Pancasila di SDN 3 Pasekan melalui berbagai kegiatan kreatif dan interaktif, hal itu membuat kegiatan dalam pengenalan Pancasila menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Kegiatan yang dilakukan yaitu menyajikan cerita atau dongeng yang mengandung nilai-nilai Pancasila, seperti dongeng tentang persatuan, gotong royong dan toleransi. Selain itu, terdapat juga kegiatan permainan edukatif yang berkaitan dengan Pancasila.

Program kerja KKN ini berfokus pada pengenalan nilai-nilai Pancasila kepada siswa sekolah dasar, khususnya siswa kelas 4-6. Melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan inovatif, mahasiswa KKN telah berhasil menanamkan benih-benih nasionalisme dan cinta tanah air pada generasi muda. Semoga program kerja serupa dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lain, agar nilai-nilai Pancasila dapat tertanam kuat dalam jiwa anak-anak Indonesia.



Penulis : 
Devina Pinkan Febriana (Hukum)

DPL
Muhammad Ramdan, S.H., M.H., 
Gani Nur Pramudyo, S.IP., M. Hum., Dr. Dian      
Agus Widiarso, S.T., M.T

Lokasi KKN : 
Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko
Kabupaten Wonogiri

Editor:
Achmad Munandar

#KKNUndipTim2 
#p2kknUndip 
#LPPMUndip 
#Undip