Mahasiswa Hukum KKN di Joyotakan Ajak Anak Muda Untuk Lindungi Data Pribadi di Media Sosial

0
 

Campusnesia.co.idKelurahan Joyotakan, Surakarta (30/07/2024) - Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa hukum di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Surakarta, mengadakan penyuluhan hukum yang berfokus pada pentingnya bijak dalam bermedia sosial. Penyuluhan ini menargetkan anak muda di Joyotakan, memberikan pemahaman tentang risiko dan perlindungan data pribadi dalam era digital.
 
Penyuluhan dimulai dengan menonton video propaganda tentang pentingnya menjaga data diri pribadi dan dilanjut dengan pemaparan mengenai pengenalan pengertian dan definisi hukum serta menjelaskan bagaimana hukum seharusnya dijalankan dan ditujukan untuk masyarakat. Lalu dilanjut dengan memaparkan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi sebagai peraturan perundang-undangan yang menaungi regulasi terkait data pribadi masyarakat yang perlu dilindungi.

Selama kegiatan, peserta diberi wawasan tentang bagaimana hukum melindungi masyarakat untuk menjaga data pribadinya. Lalu dilanjut dengan menjelaskan bagaimana data pribadi dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab jika tidak dilindungi dengan baik. "Banyak pengguna media sosial yang masih belum memahami risiko membagikan informasi pribadi secara terbuka," ungkap mahasiswa KKN.

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga mencakup sesi diskusi interaktif dimana peserta diajak untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang tantangan yang mereka hadapi dalam bermedia sosial. Para peserta tampak antusias, banyak yang mengajukan pertanyaan seputar keamanan digital, seperti bagaimana hukum bagi orang-orang yang menggunakan data diri bukan miliknya demi kepentingan pribadi yang merugikan orang lain.


Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN mengajak para peserta untuk menjawab kuis-kuis tentang berapa lama orang dapat dipidana berdasarkan video yang telah dipaparkan di awal mengenai perlindungan data pribadi. Mahasiswa KKN berharap apa yang telah dipelajari oleh para peserta tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa disebarkan lebih luas lagi ke masyarakat lainnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa hukum untuk berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sadar hukum dan tanggap terhadap ancaman digital, sekaligus menjadi bekal bagi mereka dalam menghadapi tantangan dunia maya di masa depan. Mahasiswa berharap agar program seperti ini dapat terus dilaksanakan di Kelurahan Joyotakan. Dan dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga kesadaran akan pentingnya melindungi diri di dunia digital yang semakin berkembang.



Editor:
Achmad Munandar

Waspada Pergaulan Bebas! Ancaman Nyata di Tengah Generasi Muda

0

Gambar 1. Pengambilan foto saat menyampaikan materi 
terkait bahaya pergaulan bebas di Laboratorium IPA, SMP Negeri 03 Petarukan


Campusnesia.co.idDesa Kendalsari, Kabupaten Pemalang  (27/07/2024) – Masa remaja merupakan waktu krusial dalam perkembangan seorang individu. Remaja sangat rentan terhadap pengaruh negatif, salah satu contohnya yakni pergaulan bebas. Pada era globalisasi saat ini, pergaulan bebas pada remaja menjadi isu sosial yang sangat mengkhawatirkan. 

Faktanya, seiring dengan berkembangnya IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) menunjukkan bahwa tren pergaulan bebas yang menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat. Remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas biasanya memiliki pengetahuan yang kurang terhadap dampak yang akan timbul. 

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tim II Universitas Diponegoro berinisiatif melaksanakan program kerja, berupa kegiatan edukasi bahaya pergaulan bebas bagi remaja  di Desa Kendalsari, Kabupaten Pemalang. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan kesadaran bagi generasi muda, khususnya anak remaja tentang pentingnya menghindari pergaulan bebas. Selain itu juga, memberikan keterampilan agar menjadi peer educator bagi teman-temannya. Peer educator berarti seseorang yang memberikan pendidikan kesehatan dan pengaruh bagi teman sebayanya. Pendekatan akan lebih relevan dan mudah dipahami jika informasi yang diberikan kepada sesama remaja. 


 
Gambar 2. Pengambilan foto di akhir kegiatan edukasi

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 26 Juli 2024 bertempat di Laboratorium IPA, SMP Negeri 03 Petarukan dan menargetkan audiens sebanyak 40 anggota OSIS. Para anggota OSIS diajak untuk memahami berbagai risiko yang dapat timbul dari pergaulan bebas, termasuk dampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, pendidikan, serta masa depan mereka. 

Sebagai fasilitator, mahasiswa KKN juga memberikan materi/pemahaman yang mendalam tentang ciri-ciri, jenis, faktor penyebab (internal & eksternal), serta pencegahannya. Materi yang diberikan tidak hanya berbentuk PPT namun juga terdapat standing banner sebagai bahan bacaan tambahan. Terdapat pemutaran short movie dan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab serta pemberian reward atau hadiah bagi 3 orang tercepat. 

Pada akhir sesi, tak lupa melakukan ice breaking dengan para peserta. Para peserta memberikan respon yang antusias dan harapannya, ilmu yang telah diberikan dapat bermanfaat serta menyadarkan akan pentingnya memilih pertemanan yang baik. Dengan demikian, pergaulan bebas dapat terhindari. Melalui peran aktif anggota OSIS sebagai peer educator, informasi mengenai bahaya pergaulan bebas dapat tersebar secara luas sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat di sekolah.



Lokasi : 
SMP Negeri 03 Petarukan, Desa Kendalsari
Kecamatan Petarukan, Kab. Pemalang

Penulis : 
Cindy Nathaniela Nur Aisya
S1-Fakultas Kesehatan Masyarakat

DPL : 
Muhammad Arief Zuliyan S.IP., LL.M

Editor:
Achmad Munandar

Pengembangan Ovitrap sebagai Alat Pengendalian Nyamuk Berbasis Partisipasi Masyarakat di Desa Kendalsari

0
Gambar 1. Foto Bersama ibu-ibu PKK Desa Kendalsari


Campusnesia.co.id(Kendalsari, 29 Juli 2024) Program ini bertujuan mengembangkan Ovitrap sebagai metode efektif dalam pengendalian nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Kendalsari. Ovitrap dirancang untuk menurunkan populasi nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor utama penularan DBD. Alat ini bekerja dengan menarik nyamuk betina untuk bertelur di dalam wadah berisi larutan yang menyerupai habitat alami mereka.

Alat dan bahan yang digunakan meliputi botol atau ember berwarna gelap sebagai wadah, larutan gula merah, ragi, serta kertas atau kayu sebagai tempat nyamuk meletakkan telur. Larutan gula merah berfungsi sebagai medium untuk ragi, sementara ragi menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂) yang menarik nyamuk. Warna gelap pada wadah membantu menarik perhatian nyamuk betina, dan CO₂ yang dihasilkan ragi meniru pernapasan manusia, sehingga memikat nyamuk ke dalam perangkap.

Cara kerja Ovitrap cukup sederhana. Wadah diisi dengan larutan gula merah yang dicampur dengan ragi tanpa perlu diaduk atau dihomogenkan. Gula merah menyediakan energi bagi ragi, yang kemudian menghasilkan CO₂. Nyamuk yang tertarik akan masuk ke dalam wadah dan bertelur pada kertas atau kayu yang disediakan. Telur yang menetas menjadi larva tidak akan dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa karena mereka terperangkap di dalam larutan tersebut, sehingga memutus siklus hidup nyamuk.

Program ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat tentang cara pembuatan dan penggunaan Ovitrap. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh tahap program, diharapkan muncul rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam pengendalian nyamuk. Partisipasi aktif ini penting untuk memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan masyarakat Desa Kendalsari secara keseluruhan.

 
Gambar 2. Proses pembuatan ovitrap

Integrasi Ovitrap dalam strategi pengendalian vektor yang dilengkapi dengan kampanye 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) menjadikannya solusi yang relevan dan ramah lingkungan. Keunggulan Ovitrap terletak pada kemudahan penggunaan, biaya rendah, serta dampak minim terhadap lingkungan dibandingkan metode lain seperti fogging, yang dapat menyebabkan resistensi nyamuk dan mencemari ekosistem.

Langkah evaluasi keberlanjutan program pengendalian nyamuk dengan Ovitrap di Desa Kendalsari dimulai dengan pemantauan rutin efektivitas perangkap dalam menurunkan populasi nyamuk. Data mengenai jumlah telur yang terperangkap, perkembangan larva, serta penurunan kasus DBD dikumpulkan secara berkala dan dianalisis untuk melihat dampak signifikan program ini. Selain itu, evaluasi juga mencakup penilaian terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam merawat dan menggunakan Ovitrap. Keterlibatan warga dalam menjaga alat ini menjadi kunci keberlanjutan program. Diharapkan, melalui evaluasi ini, program dapat diadaptasi dan disempurnakan sesuai kebutuhan lokal agar dampaknya tetap konsisten dan berkelanjutan.

Untuk memastikan keberlanjutan program pengendalian nyamuk menggunakan Ovitrap di Desa Kendalsari, diperlukan peningkatan keterlibatan masyarakat melalui sosialisasi yang berkelanjutan dan pelatihan intensif. Pemerintah desa dan pihak terkait sebaiknya memberikan dukungan berupa penyediaan bahan-bahan serta monitoring rutin terhadap penggunaan Ovitrap. Selain itu, perlu adanya pengintegrasian program ini dengan upaya lain seperti kampanye 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) untuk meningkatkan efektivitas pencegahan. Mendorong kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, dan pihak berwenang dapat memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap program ini, sehingga tercipta komitmen jangka panjang dalam pengendalian populasi nyamuk.

Program pengembangan Ovitrap sebagai metode pengendalian nyamuk berbasis partisipasi masyarakat di Desa Kendalsari terbukti efektif dalam mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor utama penyebaran DBD. Dengan menggunakan larutan gula merah dan ragi sebagai media, Ovitrap menjadi solusi yang ramah lingkungan, mudah diterapkan, dan ekonomis. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta dukungan berkelanjutan dari pihak terkait. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan yang memadai, Ovitrap dapat menjadi alat yang berkontribusi besar dalam menurunkan kasus DBD dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa secara keseluruhan.



Penulis : 
TIM KKN II UNDIP Desa Kendalsari
Kec Petarukan. Kab. Pemalang

DPL :
DPL: Muhammad Arief Zuliyan S.IP., LL.M

Editor:
Achmad Munandar

Teras Eco Sense: Tempat Sampah Ecobrick Berbasis Sensor Otomatis

0
Gambar 1. Foto Bersama hasil produk 
tempat sampah berbasis sensor otomatis


Mahasiswa KKN TIM II UNDIP  Membuat Inovasi Baru Berupa Tempat Sampah Berbasis Sensor Otomatis

Campusnesia.co.idKendalsari (12 Agustus 2024), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro. telah meluncurkan sebuah inovasi berupa tempat sampah Ecobrick berbasis sensor otomatis di Desa Kendalsari, Pemalang. Adanya ide ini dibuat setelah melihat kondisi penanganan sampah di Desa Kendalsari yang masih sanga minim dalam pengolahannya. Dengan adanya pengolahan sampah yang berkelanjutan dapat berpengaruh sediit demi sedikit dalam penanganan sampah di Desa. Sehingga muncullah ide pembuatan Program TERAS ECO-SENSE dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang dan pengurangan sampah plastik. Dengan memanfaatkan ecobrick, yaitu botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biologis, program ini mengajak masyarakat untuk mengumpulkan dan memanfaatkan sampah plastik yang biasanya sulit diolah. Program kerja ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengelola sampah plastik dengan lebih efisien dan ramah lingkungan, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengurangan sampah plastik.


Gambar 2. Proses pembuatan Ecobrick

Pembuatan tempat sampah ecobrick dimulai dari pengumpulan sampah plastik yang tidak terpakai. Pengumpulan sampah plastik tersebut dibantu oleh masyarakat desa Kendsalsari. kemudian dibersihkan dan dikeringkan, dan terakhir dimasukkan dan dipadatkan kedalam botol plastik. Setelah itu ecobrick disusun dan ditata menjadi sebuah tempat sampah yang telah direkatkan dengan kuat dan dipasang sensor yang dapat membuka tutup tempat sampah secara otomatis.  Integrasi sensor otomatis pada tempat sampah ecobrick menunjukkan inovasi dalam pengelolaan sampah. Sensor otomatis ini memungkinkan tempat sampah untuk membuka dan menutup secara otomatis, sehingga mengurangi kontak langsung dengan sampah dan meningkatkan kebersihan serta higienitas lingkungan. Pembuatan tempat sampah ecobrick membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu. Kemudian, tempat sampah ini nanti akan diserahkan ke balai desa Kendalsari. 
 
Gambar 3. Produk luaran berupa poster

Program ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Kendalsari. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya tempat sampah ini, terutama dalam hal pengelolaan sampah plastik yang selama ini menjadi masalah di desa. Pembuatan tempat sampah ecborick berbasis sensor diharapkan menjadi solusi dalam pengelolaan sampah serta menjadi inovasi baru bagi masyarakat desa Kendalsari. Output yang diberikan dalam pelaksanaan program berupa poster yang berisi penjelasan singkat, cara pembuatan, dan manfaat ecobrick.



Penulis : 
TIM KKN II UNDIP Desa Kendalsari
Kec Petarukan. Kab. Pemalang

DPL
DPL: Muhammad Arief Zuliyan S.IP., LL.M

Editor:
Achmad Munandar

Gemar Membaca, Cerdas Berbahasa! Literasi Bahasa Inggris untuk Generasi Cerdas!

0
 
Foto bersama anak-anak SD kelas 4, 5, dan 6 
di balai pertemuan warga RW 03 Kelurahan Kepatihan Kulon 
dalam program kerja “Literacy Interest Education Program” 


Campusnesia.co.id - Surakarta (12/08/2024) - Mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro jurusan Sastra Inggris, Septiana Mukti Tri Wijaya, menggelar program monodisiplin keilmuan-nya dengan judul “Literacy Interest Education Program” untuk meningkatkan minat literasi Bahasa Inggris pada anak-anak SD kelas 4, 5, dan 6 yang berjumlah 10 orang. Program ini dilaksanakan pada hari Sabtu (27/07/2024) di balai pertemuan warga Kelurahan Kepatihan Kulon. 

Pentingnya menerapkan membaca bagi anak sejak dini tidak boleh diabaikan. Kegiatan membaca dapat membantu anak untuk meningkatkan imajinasi dan kreatifitas, serta meningkatkan minat membaca dalam diri anak. Selain itu, membaca dapat membantu anak dalam berbahasa dan membantu menambah kosakata melalui buku yang telah dibaca. Selain itu, kemampuan membaca penting bagi anak-anak dan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama kemampuan bahasa Inggris menjadi hal penting pada era globalisasi ini karena dapat membuka sumber-sumber yang luas. 
 

Kegiatan membaca bersama dengan media 
buku cerita pendek bergambar yang bersumber dari Storyweaver


Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama dengan anak-anak SD kelas 4, 5, dan 6 membaca bersama dengan media buku cerita bergambar berjudul “Where is Lulu?” dan “The Bee and The Elephant” yang bersumber dari platform digital Storyweaver dan berbahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa UNDIP secara aktif menerjemahkan materi yang telah disiapkan agar dapat dipahami oleh peserta anak-anak. 

Kegiatan yang berlangsung di balai pertemuan warga Kelurahan Kepatihan Kulon ini dihadiri oleh 10 orang anak-anak SD kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan membaca bersama ini dilakukan secara interaktif, anak-anak mengenal kosakata baru, memahami isi cerita, dan nilai-nilai moral yang dapat diambil. Tidak hanya itu, anak-anak diberi kesempatan untuk membaca secara bergantian, 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak kelas 4, 5, dan 6 SD di RW 03 Kelurahan Kepatihan Kulon lebih termotivasi untuk membaca, belajar, memahami bahasa Inggris, serta mengembangkan minat literasi.



Penulis : 
Septiana Mukti Tri Wijaya 

DPL
Drs. Catur Kepirianto, M. Hum.

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Beraksi: Lawan Judi Online, Pinjaman Online Ilegal, dan Investasi Bodong, Ciptakan Generasi Cerdas Finansial

0


Campusnesia.co.id  - Mahasiswa Tim II KKN UNDIP 2023/2024 melaksanakan program kerja monodisplin pada Kamis, 1 Agustus 2024 dengan mengusung tema “Peningkatan Literasi Keuangan dan Edukasi Bahaya Pinjaman Online Ilegal, Judi Online, dan Investasi Bodong.” berkedudukan di Kelurahan Sragi, Kabupaten Pekalongan dalam kegiatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) rutin.

Perkembangan teknologi informasi dan keuangan belakangan ini telah menciptakan banyak platform pinjaman online dan investasi yang merajalela di berbagai media sosial maupun platform digital. Dengan kemudahan akses yang ditawarkan, banyak masyarakat yang tergiur untuk mencoba layanan tersebut, sering kali tanpa memahami risiko yang tersembunyi di balik tawaran yang menggiurkan. Melalui promosi yang agresif dan sering kali menyesatkan, platform-platform ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari kaum muda hingga masyarakat dewasa. 

Sayangnya, di balik kemudahan ini, tidak sedikit yang ternyata terjebak dalam jerat pinjaman online ilegal dan investasi bodong, yang tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga menghancurkan kehidupan pribadi dan sosial mereka. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi telah membawa banyak manfaat, teknologi juga membuka pintu bagi berbagai ancaman baru yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi keuangan dan kewaspadaan dalam menggunakan layanan-layanan ini supaya kita tidak menjadi korban dari praktik yang merugikan.

Kegiatan edukasi ini diselenggarakan sebagai langkah preventif terhadap potensi kasus judi online, pinjaman online ilegal, dan investasi bodong yang semakin marak. Upaya ini sangat mendesak untuk dilaksanakan mengingat judi online, pinjaman online ilegal, maupun investasi bodong membawa dampak negatif yang signifikan, tidak hanya pada pelaku individu, tetapi juga pada keluarga dan lingkungan sosial mereka. Judi online, pinjaman online ilegal, dan investasi bodong tidak hanya merusak aspek keuangan, tetapi juga dapat menyebabkan masalah psikologis dan sosial yang serius. Oleh karena itu, edukasi ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya yang mengintai dan pentingnya menjauhi praktik tersebut demi kesejahteraan bersama.


Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode presentasi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama peserta dengan Dhanis Daffa Pradana, mahasiswa S-1 Akuntansi Universitas Diponegoro, sebagai narasumber dari kegiatan ini. Peserta mengikuti pemaparan materi dengan cukup kondusif. Diberikan poster dan leaflet sebagai bahan edukasi yang memuat informasi lengkap mengenai materi yang disampaikan.

Lebih lanjut, dalam pengimplementasian program kerja pendampingan pencegahan judi online dan edukasi bahaya pinjaman online ilegal maupun investasi bodong, dilakukan optimalisasi edukasi bahaya judi online yang dimulai dari pembahasan mengenai latar belakang serta ciri-ciri pinjaman online ilegal dan investasi bodong. Kemudian, disampaikan pembahasan terkait penyebab dan faktor utama mengapa perjudian online kian mengganas diiringi maraknya kasus terjerat pinjaman online ilegal maupun investasi bodong yang terus menerus menggerogoti masyarakat Indonesia. Tentunya dipaparkan lebih jauh megenai regulasi hukum yang mengatur pinjaman online dan investasi. Sebagai penutup, disajikan materi mengenai tips menghindari diri dari judi online serta tips mengenali pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

Melalui program kerja ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan membangun kesadaran penuh mengenai bahaya kecanduan judi online dan bahaya terjerat pinjaman online ilegal maupun investasi bodong bagi pelaku sehingga dapat membentuk kehidupan masyarakat yang lebih bahagia, aman, dan tentram.


Penulis: 
Dhanis Daffa Pradana

Sumber Berita: 
Liputan Langsung

Editor:
Achmad Munandar 

Keren! Mahasiswa KKN Undip Inovasi Pendampingan Remaja melalui PIONIR

0


Campusnesia.co.idPada hari Selasa, 20 Juli 2024, KKN REGULER TIM II UNDIP 2024 Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda dengan menggelar program Pendampingan Optimal Inspirasi Remaja (PIONIR) di Posyandu Remaja Desa Pendem. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan optimal bagi remaja melalui serangkaian kegiatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan, serta penyuluhan mengenai kesehatan mental, keuangan, bisnis, hukum, literasi, dan lingkungan.

Dalam kegiatan PIONIR kali ini, para remaja mendapatkan kesempatan untuk memeriksa kesehatan secara gratis. Tim medis dari mahasiswa KKN Undip yang bekerjasama dengan kader kesehatan setempat memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, dan memberikan konsultasi kesehatan umum. Selain itu, para remaja juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.


 
Gambar 1. Pengecekan Kesehatan Remaja 
dan Penyuluhan Materi kepada Remaja sebagai Penerus Bangsa

"Kami sangat antusias dengan adanya kegiatan PIONIR ini. Selain bisa cek kesehatan gratis, kami juga mendapatkan banyak informasi baru tentang kesehatan mental, keuangan, bisnis, hukum, literasi, dan lingkungan yang sangat penting bagi kami sebagai remaja penerus bangsa," ujar Salma, salah satu peserta kegiatan.

Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, kegiatan PIONIR juga menyajikan materi-materi yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Mahasiswa KKN Undip memberikan penyuluhan mengenai kesehatan mental, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan memberikan informasi tentang cara mengatasi masalah yang sering dihadapi remaja.

Selain itu, para mahasiswa juga memberikan materi tentang keuangan, bisnis, hukum, literasi, dan lingkungan. Materi-materi ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi remaja untuk menghadapi tantangan di masa depan dan menjadi generasi yang lebih baik.

"Kami berharap kegiatan PIONIR ini dapat memberikan dampak positif bagi para remaja. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga termotivasi untuk hidup lebih sehat dan produktif," ungkap Fathan, salah satu Mahasiswa KKN Undip.

Kegiatan PIONIR mendapat sambutan positif dari masyarakat dan remaja setempat. Mahen selaku Ketua Penggerak Posyandu Remaja mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Undip dalam menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi remaja. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.

Melalui kegiatan PIONIR, mahasiswa KKN Undip tidak hanya berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar

Ajaib!!! Mahasiswa KKN UNDIP Sulap Serai Jadi SAMURAi (Spray Anti Nyamuk Nyamuk dari Serai)

0



Mahasiswa KKN UNDIP melaksanakan program multidisiplin pelatihan pembuatan SAMURAi (Spray Anti Nyamuk dari Serai) beserta penyuluhan terkait berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Campusnesia.co.idPada hari Selasa, 23 Juli 2024, KKN REGULER TIM II UNDIP 2024 Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen melaksanakan program multidisiplin pelatihan pembuatan SAMURAi (Spray Anti Nyamuk dari Serai) beserta penyuluhan terkait berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

SAMURAi adalah Spray Anti Nyamuk dari Serai yang terbuat dari bahan alami, yaitu serai dan kulit jeruk. Serai memiliki kandungan Geraniol, sitronelal, dan sitronelol yang sangat dihindari serangga karena bersifat racun dan dapat mengganggu saraf serangga. Kulit jeruk memiliki kandungan flavonoid, saporitin, dan d-linonene yang bersifat racun kontak dan racun pernapasan bagi serangga, khususnya nyamuk. Pembuatan SAMURAi (Spray Anti Nyamuk dari Serai) cukup mudah sehingga dapat dibuat di rumah. Langkah pertama, siapkan daun serai dan kulit jeruk yang telah dipotong kecil-kecil. Setelah itu, blender kedua bahan tersebut dengan sedikit campuran air. Kemudian, saring hasil blenderan tersebut dan masukkan ke dalam botol.
 

Gambar 1. Proses Penjelasan Pembuatan SAMURAi 
(Spray Anti Nyamuk dari Serai) 
serta Penyuluhan Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk


Pelatihan pembuatan SAMURAi (Spray Anti Nyamuk dari Serai) diadakan bersama ibu-ibu Desa Pendem di rumah Kepala Desa pada tanggal 23 Juli 2024 pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung setelah ibu-ibu selesai dalam melaksankan senam. Ibu-ibu Desa Pendem tampak sangat antusias mengikuti pelatihan ini, mereka memperhatikan ketika kami menjelaskan prosedur dan mempraktekkan cara Pembuatan SAMURAi (Spray Anti Nyamuk dari Serai). 

Pada sesi penyuluhan, banyak ibu-ibu yang mengajukan pertanyaan terkait berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Diakhir sesi pelatihan, kami membagikan SAMURAi (Spray Anti Nyamuk dari Serai) kepada ibu-ibu yang telah mengikuti pelatihan. Menurut Ibu Naryati "Ternyata bahan alami di dapur dapat memiliki manfaat seperti menghindari gigitan nyamuk, dengan pelatihan ini kami dapat membuat sendiri daripada menggunakan produk berbahan kimia".

Setelah mengikuti pelatihan pembuatan SAMURAi (Spray Anti Nyamuk dari Serai) ini, diharapkan ibu-ibu Desa Pendem tidak hanya mampu mempraktikkan proses pembuatan di rumah masing-masing, tetapi juga merasa termotivasi untuk membagikan ilmu yang telah mereka peroleh kepada keluarga, tetangga, dan komunitas sekitar. 

Pengetahuan ini diharapkan dapat menyebar lebih luas sehingga semakin banyak orang yang bisa membuat SAMURAi (Spray Anti Nyamuk dari Serai) sendiri dengan mudah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan solusi praktis dalam mengusir nyamuk dengan cara yang lebih alami dan ramah lingkungan, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar kita. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada produk komersial, tetapi juga mulai menyadari potensi bahan-bahan alami yang bisa digunakan secara efektif untuk menjaga kesehatan keluarga.



Editor:
Achmad Munandar

Menyelami Hukum di Era Digital: KKN TIM II Undip Edukasi Perlindungan Hukum untuk Pengguna TikTok Affiliate

0
 


Campusnesia.co.idKlaten (04/08). Program kerja monodisiplin TIM KKN II Universitas Diponegoro (Undip), yang diinisiasi oleh Syifa Silfia Nur Rohmah dari Fakultas Hukum, menggelar acara sosialisasi mengenai perlindungan hukum bagi pengguna TikTok Affiliate. Acara tersebut berlangsung di kediaman Ketua RW 01, Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Dengan sasaran utama remaja dan ibu muda, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang hak-hak hukum serta tanggung jawab yang berkaitan dengan penggunaan platform TikTok Affiliate.

Dalam acara tersebut, Syifa Silfia Nur Rohmah memimpin sesi sosialisasi dengan mengupas berbagai aspek hukum yang relevan bagi pengguna TikTok Affiliate. Mengingat maraknya penggunaan platform ini sebagai sarana untuk berjualan dan berpromosi, penting bagi pengguna untuk memahami aspek hukum yang mungkin mempengaruhi mereka. Syifa menjelaskan tentang hak-hak hukum yang harus diketahui oleh pengguna TikTok Affiliate, termasuk masalah hak cipta, perlindungan data pribadi, serta kewajiban dan tanggung jawab sebagai pelaku bisnis di platform digital.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang perlindungan hukum, tetapi juga mengedukasi peserta mengenai potensi risiko hukum yang mungkin dihadapi dalam penggunaan TikTok Affiliate. Syifa menekankan pentingnya pemahaman yang baik tentang ketentuan hukum untuk menghindari pelanggaran yang dapat berakibat pada masalah hukum di kemudian hari.

Acara sosialisasi ini juga dihadiri oleh sekitar 15 peserta, yang mayoritas adalah remaja dan ibu muda dari Desa Pondok. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti sesi tanya jawab, di mana mereka diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada Syifa mengenai isu-isu hukum yang berkaitan dengan penggunaan TikTok Affiliate. Beberapa pertanyaan yang muncul terkait dengan cara melindungi konten dari pelanggaran hak cipta dan langkah-langkah yang harus diambil jika menghadapi masalah hukum di platform tersebut.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Syifa Silfia Nur Rohmah dan TIM KKN II Undip dalam menerapkan ilmu hukum yang mereka pelajari serta memberikan kontribusi yang signifikan kepada masyarakat. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perlindungan hukum, diharapkan peserta dapat lebih bijak dalam menggunakan TikTok Affiliate dan terhindar dari masalah hukum.

Acara ditutup dengan pesan dari Syifa yang mengajak semua peserta untuk terus mengedukasi diri mengenai hak dan kewajiban hukum mereka sebagai pengguna platform digital. "Penting untuk selalu memahami dan mengikuti aturan yang berlaku agar kita dapat menggunakan platform digital dengan aman dan sesuai dengan hukum," ujarnya. (Minggu, 04/08).

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Pondok, terutama dalam memitigasi risiko hukum yang terkait dengan penggunaan TikTok Affiliate dan meningkatkan pengetahuan hukum di kalangan remaja serta ibu muda. Program kerja KKN TIM II Undip ini merupakan contoh nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi hukum yang relevan.



Penulis:
Syifa Silfia Nur Rohmah
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro
Fakultas Hukum
Ilmu Hukum

Editor:
Achmad Munandar

Remaja di Ujung Tanduk: KKN TIM II Undip Ajak Desa Pondok Lawan Narkoba

0


Campusnesia.co.idKlaten (10/08). KKN TIM II Universitas Diponegoro mengadakan Sosialisasi Kenakalan Remaja dan Anti Narkoba di Balai Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Acara yang dihadiri oleh sekitar 35 peserta ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepaada masyarakat, khususnya remaja, mengenai bahaya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. 

Sosialisasi ini merupakan bagian dari program monodisipin yang diinisiasi oleh Syifa Silfia Nur Rohmah, mahasiswa Fakultas Hukum Undip. Syifa berperan besar dalam merancang dan mengorganisir acara ini sebagai upaya untuk menerapkan ilmu hukum yang ia pelajari dalam konteks nyata, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.


Narasumber utama dalam acara ini adalah Raden Trisna Tirtana S.H., M.Si., seorang ahli hukum yang dipercayai Pemkab Klaten sebagai lawyernya pemda dengan jabatan Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Bagian Hukum Setda Klaten. Trisna, yang lulus dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2007 telah meniti karier sebagai Pegawai Negeri Sipil sejak tahun 2008. Dengan pengalaman yang kaya dalam mengawal berbagi permasalahan hukum di persindangan, Trisna sering mewakili Pemerintah Kabupaten Klaten dala banyak kasus hukum. 

Dalam paparannya, Trisna menyampaikan berbagai bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi, mulai dari tawuran, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja. “Pendidikan dan pengawasan yang baik dari orang tua adalah benteng utama bagi anakan anak dalam menghindari perilaku menyimpang,” ujarnya. (Sabtu, 10/08).

Trisna juga memberikan informas mengenai jenis jenis narkoba, efek buruknya bagi kesehatan, dan konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Ia mengajak para peserta untuk aktif dalam kegiatan positif dan menjauhi segala bentuk perilaku yang dapat merusak masa depan mereka. Acara ini juga diisi dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta dapat mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai cara mengidentifikasi remaja yang terlibat narkoba, langkah-langkah yang harus diambil jika menemukan kasus kenakalan remaja, serta peran pemerintah dalam menangani permasalahan ini.

Acara ditutup dengan pesan dari Trisna yang mengajak semua pihak untuk bersama-sama berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi para remaja. "Mari kita jaga generasi muda kita dari pengaruh buruk narkoba dan kenakalan remaja, demi masa depan yang lebih baik," tutupnya. (Sabtu, 10/08).

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Pondok, terutama dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Program kerja KKN TIM II Undip ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan dan mendidik masyarakat.



Penulis:
Syifa Silfia Nur Rohmah
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro
Fakultas Hukum
Ilmu Hukum

Editor:
Achmad Munandar