Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Murid SD Negeri Desa Pondok Jadi Jagoan Menabung dan Ahli Keuangan Sejak Dini

0


Campusnesia.co.idPondok, 24 Juli 2024 - Mahasiswa KKN UNDIP melaksanakan program pengenalan sistem menabung dan pengelolaan keuangan sederhana bagi murid-murid di SD Negeri Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan pada generasi muda, khususnya di daerah pedesaan, guna mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang lebih bijak dalam mengelola keuangan di masa depan.

Acara dimulai dengan penyampaian materi dasar mengenai pentingnya menabung. Mahasiswa KKN UNDIP menjelaskan bahwa menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga tentang membangun kebiasaan positif yang bisa membantu dalam mencapai tujuan finansial. Selain itu, dijelaskan pula perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta bagaimana murid-murid dapat mengatur uang jajan mereka dengan bijaksana.

Setelah pemaparan teori, siswa-siswi diajak untuk mengikuti tantangan menabung selama kurang lebih satu bulan. Dalam tantangan ini, setiap murid diberikan buku tabungan sederhana untuk mencatat setiap kali mereka menabung, baik dari uang jajan harian maupun dari sumbangan orang tua. Tujuan dari tantangan ini adalah untuk membangun kebiasaan menabung secara rutin dan mengajarkan pentingnya konsistensi dalam mencapai tujuan keuangan. Di akhir bulan, murid-murid yang berhasil menabung dengan baik akan diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar kebiasaan ini terus berlanjut.

 
Program ini mendapat respons positif dari para guru dan murid. Guru-guru di SD Negeri Desa Pondok mengapresiasi langkah Mahasiswa KKN UNDIP yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada aspek pendidikan karakter melalui pengelolaan keuangan. Sementara itu, murid-murid tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka juga menyatakan keinginan untuk mulai menabung secara rutin di rumah.

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan murid-murid di SD Negeri Desa Pondok dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan. Mahasiswa KKN UNDIP berharap bahwa program semacam ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lainnya.



Penulis:
Raka Ghataf Irawan
Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Program Studi Akuntansi

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Undip Ajak Siswa SD Meraih Mimpi dengan Menabung

0



Campusnesia.co.idDesa Susukan, Kabupaten Pemalang (30/07/2024) - SDN 03 memiliki potensi besar untuk menumbuhkan kebiasaan menabung pada siswa-siswinya. Dengan usia yang masih dini, anak-anak di sekolah ini sangat mudah menyerap pengetahuan baru. Namun, perlu adanya program yang menarik dan interaktif untuk membangkitkan minat mereka terhadap pengelolaan keuangan. Mahasiswa KKN Undip melihat peluang ini sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi finansial yang sederhana namun efektif kepada siswa SDN 03.

Mahasiswa KKN Undip memunculkan gagasan program bernama EMAS (Edukasi Menabung Sejak Dini) bertujuan untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini pada siswa-siswi sekolah dasar. Melalui berbagai kegiatan edukatif dan menarik, program ini berupaya memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya menyisihkan sebagian uang jajan untuk masa depan.


Program EMAS dilaksanakan secara meriah di SDN 03 Trisula Susukan. Setelah berkoordinasi dengan kepala sekolah, kegiatan ini difokuskan pada siswa kelas 4. Para siswa diajak berkumpul di ruang kelas yang telah disiapkan untuk mengikuti sesi edukasi menabung. Kegiatan diawali dengan ice breaking yang seru untuk mencairkan suasana. Materi tentang pentingnya menabung kemudian disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Sesi tanya jawab pun diadakan untuk mengakomodir pertanyaan-pertanyaan siswa.

Kegiatan EMAS di SDN 03 Trisula Susukan berjalan dengan antusias. Siswa kelas 4 tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Melalui permainan yang seru, suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Siswa juga sangat aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan minat yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang menabung, tetapi juga membangun hubungan yang baik antara mahasiswa KKN dengan siswa.

Diharapkan program EMAS dapat menjadi langkah awal bagi siswa-siswi SDN 03 Trisula Susukan untuk menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. Dalam jangka panjang, diharapkan program ini dapat membentuk karakter siswa yang mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Selain itu, diharapkan program ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menyelenggarakan program serupa, sehingga semakin banyak anak Indonesia yang memiliki kesadaran akan pentingnya menabung.



Editor:
Achmad Munandar

Edukasi SIAPIK oleh KKN Undip: UMKM Desa Susukan Lebih Mudah Kelola Usaha

0


Campusnesia.co.idDesa Susukan, Kabupaten Pemalang (26/07/2024) - Era digital telah membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang. Namun, pemanfaatan teknologi yang optimal masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku usaha, terutama di daerah pedesaan. UMKM tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan. UMKM seringkali masih menggunakan pencatatan manual bahkan tidak mencatat keuangan mereka sama sekali. Hal ini yang perlu diperhatikan dikarenakan dapat menghambat perkembangan usaha mereka. 

Program PAS hadir sebagai upaya untuk memperkenalkan teknologi aplikasi akuntansi SIAPIK kepada UMKM di Desa susukan. Dengan aplikasi ini, diharapkan UMKM dapat melakukan pencatatan keuangan secara lebih mudah, akurat, dan efisien, sehingga dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih baik. PAS merupakan program pelatihan yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memfasilitasi penggunaan aplikasi SIAPIK kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). SIAPIK merupakan aplikasi pencatatan keuangan sederhana yang dirancang khusus untuk membantu UMKM dalam mengelola keuangan mereka secara lebih efektif dan efisien. Melalui program PAS, peserta akan diajarkan cara menggunakan fitur-fitur SIAPIK, mulai dari pencatatan transaksi hingga pembuatan laporan keuangan.

Diawali dengan perjanjian bersama Ibu Nok Asih, program PAS resmi dilaksanakan di kediaman beliau yang terletak di Dusun Bantakan, Desa Susukan. Setelah para pelaku UMKM dan calon UMKM di sekitar berkumpul, acara dibuka dengan pemaparan materi mengenai pentingnya pencatatan keuangan bagi keberlangsungan usaha. Materi dilanjutkan dengan demonstrasi langsung cara membuat akun SIAPIK dan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Peserta pun antusias mengikuti langkah demi langkah pembuatan akun. 

Sebagai penutup, seluruh peserta berfoto bersama sambil memegang booklet panduan SIAPIK sebagai tanda keberhasilan program. Kesuksesan Program PAS terlihat dari respon positif para peserta. Mereka merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini dan yakin bahwa ilmu yang diperoleh akan sangat bermanfaat bagi perkembangan usaha mereka. Beberapa peserta bahkan mengungkapkan keinginannya untuk membentuk kelompok belajar bersama agar dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.


Program PAS telah berhasil menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat Dusun Bantakan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produknya, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga. Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat, hingga para fasilitator. Semoga program serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan mandiri.



Editor:
Achmad Munandar

Pelebaran Sayap UMKM Sondakan Lewat Edukasi CV dan PT

0


Campusnesia.co.idUntuk memperkuat struktur bisnis dan meningkatkan daya saing, pelaku UMKM di Sondakan mendapatkan pelatihan dan edukasi tentang pendirian badan usaha berbentuk CV dan PT. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu UMKM mengembangkan usahanya dengan mendapatkan legalitas formal, yang memungkinkan mereka bersaing di pasar yang lebih luas. Salah satu anggota KKN Tim II UNDIP tahun 2023/2024 yang ditempatkan di sondakan melaksanakan program ini pada 5 Agustus 2024. 

Pendekatan door to door digunakan dalam program ini; anggota KKN mengunjungi setiap UMKM di tempat usaha mereka. Metode ini memungkinkan setiap peserta mendapatkan perhatian dan materi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis masing-masing. Kronologis kegiatan dimulai dengan anggota KKN mengunjungi berbagai UMKM di Sondakan dan memberikan materi pelatihan tentang bagaimana membuat CV dan PT, keuntungan jangka panjang yang akan diperoleh, dan cara mengatasi masalah dalam proses legalisasi usaha. Setiap UMKM juga memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan tim KKN tentang masalah yang mereka hadapi dalam proses pendirian badan usaha.

Latar belakang kegiatan ini adalah kebutuhan UMKM di Sondakan untuk meningkatkan skala usaha mereka untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. UMKM diharapkan dapat memperoleh kepercayaan dari konsumen, mengakses pasar yang lebih besar, dan memperoleh permodalan dengan mudah dari lembaga keuangan dengan membentuk badan usaha berbentuk CV atau PT. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM tentang manfaat legalisasi bisnis mereka melalui pembuatan CV atau PT. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keahlian dalam pengelolaan usaha, sehingga UMKM dapat berkembang dan tumbuh secara berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM Sondakan dari berbagai industri seperti kuliner, kerajinan, dan jasa. Mereka sangat tertarik untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh tim KKN, terutama tentang bagaimana membuat CV dan PT, serta konsekuensi hukum dan keuntungan yang akan didapatkan setelah bisnis legal. Dengan pembentukan CV dan PT, UMKM di Sondakan diharapkan dapat memulai transformasi dari usaha informal menjadi usaha yang lebih terorganisir dan legal. Diharapkan mereka dapat berkembang, memperoleh akses ke berbagai sumber pendanaan, dan menjadi kompetitif di tingkat nasional dan internasional.



Editor:
Achmad Munandar

Tingkatkan Daya Saing, Pengrajin Sondakan Pelajari Indikasi Geografis

0
 

Campusnesia.co.id - Pengrajin batik Sondakan dididik tentang pentingnya Indikasi Geografis untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan memberikan perlindungan hukum terhadap kualitas dan keunikan batik Sondakan, upaya ini bertujuan untuk memperkuat posisi batik Sondakan di pasar nasional dan internasional. Salah satu anggota KKN Tim II UNDIP 2023/2024 yang berada di Sondakan memberikan pelatihan ini pada 1 Agustus 2024, Pelatihan ini diberikan secara langsung ke pengrajin di rumah atau tempat kerja mereka oleh anggota KKN. 

Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa setiap pengrajin memperoleh pemahaman yang optimal dan sesuai dengan situasi masing-masing. Kronologis kegiatan dimulai dengan tim KKN mendatangi setiap rumah pengrajin dan memberikan materi pelatihan. Selanjutnya, mereka berbicara langsung dengan pengrajin tentang masalah yang mereka hadapi untuk mempertahankan kualitas dan keunikan produk mereka. Ini membuat pelatihan tidak hanya teoretis tetapi juga praktis di lapangan. Secara keseluruhan, acara ini diharapkan dapat membantu pengrajin batik Sondakan menjadi lebih percaya diri dalam menjual barang mereka di pasar lokal dan internasional.

Latar belakang kegiatan ini adalah peningkatan persaingan di pasar batik lokal dan internasional. Industri batik Sondakan menghadapi ancaman besar karena banyaknya produk batik dari daerah lain dan barang palsu yang dijual. Akibatnya, diperlukan tindakan strategis untuk melindungi produk lokal, seperti penerapan mekanisme Indikasi Geografis, yang akan memberikan pengakuan resmi atas kualitas dan keunikan batik Sondakan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pengrajin batik Sondakan tentang pentingnya mendaftarkan produk mereka dengan Indikasi Geografis. Akibatnya, batik Sondakan memiliki identitas yang lebih kuat dan dilindungi secara hukum dari plagiasi.

Para pengrajin ini sangat tertarik untuk mengikuti setiap langkah pelatihan yang diberikan oleh anggota tim KKN. Pelatihan ini meliputi penjelasan tentang proses pendaftaran Indikasi Geografis, keuntungan yang akan diperoleh, dan strategi pemasaran yang dapat digunakan setelah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis. Diharapkan bahwa batik Sondakan akan dilindungi secara hukum dan meningkatkan nilai jualnya dengan mendaftarkannya sebagai produk dengan Indikasi Geografis.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Berikan Edukasi Pentingnya Perencanaan Keuangan dalam Rumah Tangga pada Desa Ngrombo

0
Gambar : Kegiatan Arisan RT 11 
Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh


Campusnesia.co.id - Ngrombo, Plupuh (25/07/2024) - Pada tanggal 25 Juli 2024, Tim ll KKN Universitas Diponegoro Desa Ngrombo melaksanakan program monodisplin penyuluhan mengenai “Pentingnya Perencanaan Keuangan dalam Rumah Tanga” di Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilangsungkan dalam acara arisan rutin RT 11 yang berteparan dengan perencanaan persiapan menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Arisan ini diadakan siang hari di rumah Ketua RT, Bapak Senen, yang dihadiri oleh sejumlah besar warga setempat, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tema yang diangkat. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi pentingnya dana prioritas dan keuangan dasar yang sangat relevan bagi kehidupan sehari-hari, terutama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. 

Pemaparan materi disampaikan oleh Mahasiswa dari Fakuktas Ekonomika dan Bisnis Kelompok KKN Tim ll Undip, yang memiliki pemahaman mendalam tentang perencanaan keuangan. Saudari Mahasiswa Menjelaskan konsep dasar perencanaan keuangan, termasuk dengan mengapa kita harus melakukan perencanaan keuangan dan cara mengatur pendapatan dan pengeluaran, serta pentingnya menabung untuk masa tua nanti. Dalam sesi ini, ibu- ibu RT juga diajak untuk melakukan simulasi penyusunan anggaran rumah tangga. Simulasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman  praktis tentang bagaimana Menyusun anggaran bulanan yang seimbang dan efisien.  

Setelah dilakukannya sesi pemaparan, diadakannya Doorprize  bagi ibu-ibu RT yang dapat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Kelompok Tim ll KKN Undip. Pertanyaan yang lontarkan tepat seperti yang sudah dipaparkan. Terlihat antusiasme yang tinggi dari para ibu RT mengenai kegiatan ini, berebut untuk meangkat tangan dan menyerukan orang yang menjawab salah. Sesi Doorprize berakhir dengan dua pemenang yang mendapatkan hadiah dari Kelompok Tim ll KKN Undip. 

Gambar : Leaflet lipat 2 
tentang Perencanaan Keuangan

Kegiatan penyuluhan ini tidak hanya memberikan edukasi baru kepada warga, tetapi juga memperkuat hubungan antara Kelompok Tim ll KKN Undip dan warga Ngrombo sekitar. Partisipasi aktif warga dalam acara ini menunjukkan bahwa edukasi keuangan sangat dibutuhkan dan diterima dengan baik. Dari kegiatan ini didapatkan apresiasi dari Ibu RT, Ibu Senen yang menyampaikan terima kasih kepada Kelompok Tim ll KKN Undip, beliau menyampaikan, “ Kegiatan penyuluhan ini sangat membantu para warga dalam mengelola keuangan perbulannya dan secara tidak langsung membuat warga memiliki dana darurat yang ternyata sangat penting, Terima kasih banyak untuk mba dan mas KKN atas pemaparannya.” 



Editor:
Achmad Munandar

Penerapan Pencatatan Pembukuan Digital menggunakan Aplikasi terhadap UMKM Keripik Singkong

0
 


Gambar : Kegiatan pemaparan 
di kediaman pemilik UMKM Keripik Singkong

Campusnesia.co.idNgrombo, Plupuh (31/07/2024) - Pada tanggal 31 Juli 2024, Tim ll KKN Universitas Diponegoro Desa Ngrombo melaksanakan program monodisplin penerapan pe,bukuan digital menggunakan aplikasi SIAPIK di Desa Ngrombo, Kecamatan Sragen. Program ini ditujukan kepada UMKM Keripik Singkong Gondrong Punya setempat sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan keuangan usaha. Kegiatan ini berlangsung di kediaman pemilik UMKM, Pak Gondrong, dan dihadiri oleh istri dan anaknya. 

Kegiatan dimulai dengan pemaparan tujuan dari penerapan aplikasi SIAPIK. Kelompok Tim ll KKN Undip menyampaikan bahwa aplikasi ini dirancang khusus oleh Bank Indonesia untuk memudahkan UMKM dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan secara digital, sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan membantu pemilih usaha dalam membuat laporan yang lebih akurat. Penekanan diberikan pada pentingnya memiliki system pembukuan yang lebih baik untuk menjaga Kesehatan keuangan usaha dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. 

Selanjutnya, pelatihan dilakukan, Kelompok Tim ll KKN Undip memperkenalkan fitur – fitur utama aplikasi, serprti pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan laporan keuangan bulanan. diberikan juga tutorial Langkah demi langkah cara mengoperasikan aplikasi tersebut, mulai dari instalasi hingga pengisian data transaksi. Istri dari Pak Gondrong ikut memperhatikan demonstrasi yang dilakukan oleh Tim ll KKN Undip, ia mengkhawatirkan mengenai adaptasinya terhadap teknologi baru dan bagaimana mengintegrasikan aplikasi ini dengan system pembukuan yang sudah ada. Namun, dari Tim ll KKN Undip memberikan solusi dan tips praktis untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk saran untuk memulai dengan pencatatan sederhana dan secara bertahap menambah fitur sesuai kebutuhannya. 

Gambar : Booklet 9 lembar 
mengenai instruksi SIAPIK 

Kegiatan ini diakhiri dengan ucapan terima kasih dari Pak Gondrong dan keluarga, pemilik UMKM Keripik Singkong, yang menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan dan pengetahuan yang diberikan oleh Kelompok Tim ll KKN Undip. Ia berharap dengan adanya splikasi SIAPIK ini, Usaha keripik singkongnya dapat dikelola dengan lebih baik dan efisien. Kelompok Tim ll KKN Undip juga berharap agar aplikasi ini dapat terus digunakan dan dioptimalkan oleh para pelaku UMKM di Desa Ngrombo. 




Editor:
Achmad Munandar

Mengubah Limbah Menjadi Keuntungan : Pemanfaatan Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis

0
 
Gambar : Kegiatan Arisan RT 11 Desa Ngrombo, Kec. Plupuh

Campusnesia.co.idNgrombo, Plupuh (25/07/2024), kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro Desa Ngrombo yang dilaksanakan di RT 11 Dusun Bulurejo berfokus pada pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomis, dengan tema "Mengubah Limbah Menjadi Keuntungan." Dalam kegiatan ini, kelompok KKN mengajarkan ibu-ibu di wilayah tersebut cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah rumah tangga tetapi juga membuka peluang bisnis baru bagi para ibu rumah tangga. Minyak jelantah yang biasanya dianggap sebagai limbah, kini dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi, memberikan peluang untuk meningkatkan penghasilan keluarga.

Pelatihan dimulai dengan penjelasan mendetail mengenai proses pembuatan lilin aromaterapi. Proses ini melibatkan penyaringan minyak jelantah untuk memastikan kualitas bahan baku, pencampuran dengan bahan-bahan aromatik, hingga pencetakan lilin ke dalam wadah gelas. Wewangian aromaterapi yang dipakai adalah citrus, aqua, eucalyptus  yang tidak hanya memberikan aroma yang menyenangkan tetapi juga memiliki manfaat kesehatan, seperti mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi. Para ibu sangat antusias mengikuti setiap langkah dalam proses pembuatan, menunjukkan minat yang besar untuk mengembangkan keterampilan baru ini.

Selain fokus pada pembuatan lilin, sesi pelatihan juga menekankan pentingnya pada pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomis melalui strategi 4P (Product, Price, Place dan Promotion). Strategi Pemasaran 4P adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mengembangkan rencana pemasaran yang efektif dan menyeluruh. 4P terdiri dari empat elemen utama yaitu Produk (Product), Harga (Price), Tempat (Place), dan Promosi (Promotion). Pada elemen Promosi, promosi yang dilakukan melalui pengembangan labeling dan packaging. Dalam dunia bisnis, tampilan produk memainkan peran penting dalam menarik minat konsumen. Oleh karena itu, kelompok KKN memperlihatkan contoh design label yang menarik dan estetis, serta pilihan bahan kemasan yang dapat meningkatkan kesan profesional pada produk. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk di pasar dan membedakannya dari produk sejenis.



Gambar : Leaflet Pemasaran Lilin Aromaterapi 
dari Minyak Jelantah Sebagai Produk Bernilai Jual Tinggi

Ibu Ketua RT 11 mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Diponegoro telah memberikan edukasi terkait pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi serta memasarkan hasil dari lilin arometerapi tersebut “Terima kasih banyak kepada tim KKN yang telah memberikan edukasi tentang cara memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Sebagai ibu rumah tangga, saya sering bingung harus diapakan minyak bekas yang sudah tidak terpakai. 

Sekarang jadi tahu minyak jelantah ternyata bisa diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Saya merasa ini adalah peluang bagus untuk memulai usaha kecil-kecilan dari rumah.”. Harapannya pada kegiatan ini dapat memberdayakan masyarakat, terutama ibu-ibu di RT 11, untuk memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti minyak jelantah, menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini, diharapkan mereka dapat memulai usaha kecil-kecilan yang dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dengan mengurangi limbah minyak jelantah yang dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan. 



Editor:
Achmad Munandar

Waspada Politik Uang, Warga Desa Bijak Memilih Pemimpin pada Pilkada 2024

0
 

Campusnesia.co.id  - Membahas mengenai politik uang, hal tersebut merupakan praktik yang kompleks. Pemberantasan dalam kasus politik uang, hingga gratifikasi seperti bantuan sosial yang dipolitisasi pada beberapa tempat masih terbilang sulit. Dengan demikian, sebagai rakyat kita diharuskan untuk kritis dan bijak dalam memilih pemimpin. Edukasi mengenai kewaspadaan sebagai tindakan preventif telah disampaikan dengan khidmat kepada ibu-ibu pengajian oleh salah satu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro di desa Karangtengah, Kabupaten Batang, Kamis (25/7/2024).

Iklim politik yang sedang rentan, berujung pada kompetisi bakal calon gubernur dan walikota yang berlomba-lomba memenangkan hati rakyat. Pasalnya, tinggal hitungan bulan saja menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Menjadi rakyat yang cerdas dalam memilih sangat diperlukan, terutama bagi warga desa. Hal tersebut dapat dimulai dari pemantapan jalan berpikir yang jernih oleh para pemilih terkait dengan pentingnya memilih pemimpin yang tepat sesuai hati nurani.

Hal-hal yang mengenai tantangan dalam menghadapi masa kampanye pilkada akan tidak mudah. Selain isu politik uang, warga juga harus bijak dalam mengonsumsi informasi yang bergulir di permukaan mengenai peserta atau calon pemimpin. Jangan sampai termakan oleh isu hoaks, serta periksa kembali kebenaran informasi atau faktanya pada situs web kredibel contohnya seperti cekfakta.com, turnbackhoax.id, cekhoax.id, dan semacamnya.

 
Poster kreatif diatas merupakan bentuk luaran dari program mahasiswa yang diharapkan memberikan kecukupan informasi dalam mematangkan persiapan warga menuju pilkada akhir tahun ini. Alih-alih mengubah keyakinan warga terhadap calon yang telah diyakini, pemberian edukasi secara gamblang diberikan sebagai bahan evaluasi, pengingat, serta dijadikan penekanan untuk dapat menjadi warga yang kritis sebelum memilih pemimpin. Lantaran, “pemimpin yang hebat, dipilih oleh rakyat untuk mewakili suara rakyat merupakan insan yang akan mewujudkan impian dan kesejahteraan bersama,” pungkas Arum kepada Campusnesia, Jumat (16/8/2024).


Penulis: 
Arumdani Dyah Pramesti
Mahasiswa Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Diah Rahayu Wulandari, SKM., M.Kes.

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Undip Bantu Tingkatkan Kualitas Perpustakaan Kampung Mojosongo II melalui Perawatan Koleksi

0


Campusnesia.co.idMojosongo, Surakarta (05/08/2024) - Kelurahan Mojosongo, yang terletak di bagian paling utara kota Surakarta, memiliki topografi berbukit dan merupakan dataran tertinggi di wilayah tersebut. Sebagai kelurahan terbesar di Surakarta, Mojosongo dulunya terabaikan dan kurang mendapat perhatian. Namun, saat ini, kemajuan pembangunan, terutama dalam hal sarana dan prasarana, mulai terlihat jelas.

Kelurahan Mojosongo memiliki dua perpustakaan kampung, yaitu Perpustakaan Mojosongo I yang berlokasi di Taman Cerdas RW 16 dan Perpustakaan Kampung Mojosongo II di RW 01. Kedua perpustakaan tersebut memiliki koleksi yang cukup lengkap dan beragam. Namun, koleksi buku di Perpustakaan Kampung Mojosongo II terlihat kurang terawat, dengan banyak buku yang berdebu dan beberapa rak yang mulai rusak akibat rayap. Meskipun koleksi buku di Perpustakaan Kampung Mojosongo II sudah dikelompokkan sesuai dengan jenisnya, masih ada beberapa buku yang belum tertata dengan rapi.

Menanggapi hal tersebut, salah satu mahasiswa KKN Tim II UNDIP Berliana Rahmadhani dari program studi Ilmu perpustakaan dan informasi mengambil inisiatif untuk melakukan perawatan koleksi bahan pustaka di Perpustakaan Kampung Mojosongo II. Perawatan ini dilakukan agar bahan pustaka menjadi lebih terawat dan siap digunakan, dengan kegiatan penyampulan, penyusunan ulang di rak (shelving), serta penempatan silica gel. Program perawatan bahan pustaka ini dilaksanakan pada hari Senin, 05 Agustus 2024.

 
Proses perawatan bahan pustaka dilakukan selama satu hari karena berkenaan dengan waktu program kerja. Proses perawatan bahan pustaka yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut yaitu dengan melakukan memberikan sampul pada buku koleksi yang dimiliki perpustakaan, penyusunan ulang di rak (shelving) serta memberikan silica gel pada rak buk.
Selain melakukan perawatan bahan pustaka, mahasiswa KKN Tim II UNDIP juga memberikan pelatihan singkat kepada pustakawan di Perpustakaan Kampung Mojosongo II. Pelatihan tersebut meliputi teknik perawatan bahan pustaka, seperti cara menyampul yang tepat untuk menjaga koleksi perpustakaan agar tetap terlindungi dari kerusakan akibat tangan jahil, serangan serangga, atau pertumbuhan jamur di ruangan yang lembab.

 
Tahap akhir pelatihan bagi pustakawan Perpustakaan Kampung Mojosongo II adalah penyerahan buku modul tentang perawatan bahan pustaka kepada pustakawan yaitu Ibu Rinki, pustakawan setempat. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi pustakawan dalam menjaga dan merawat koleksi perpustakaan di masa mendatang.



Editor:
Achmad Munandar