KKN Undip Tingkatkan Kesadaran Keamanan Pangan Melalui Pendampingan Pemilihan Bahan Tambahan Pangan

0


Campusnesia.co.id - Wonogiri, 2 Agustus 2024 - Mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jaten dengan misi utama memberikan pendampingan dalam pemilihan dan penggunaan bahan tambahan pangan yang tepat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat semakin meningkat. Di sisi lain, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) seperti pengawet, pewarna, dan pemanis buatan dalam berbagai produk makanan juga semakin luas. Meskipun bahan-bahan ini berperan penting dalam industri makanan, penggunaannya yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Di Desa Jaten, ibu rumah tangga yang menjadi penanggung jawab utama dalam penyediaan makanan untuk keluarga sering kali tidak menyadari risiko dari penggunaan BTP yang tidak sesuai. Kurangnya pengetahuan ini berpotensi menyebabkan kesalahan dalam memilih dan menggunakan BTP, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada kesehatan anggota keluarga, terutama anak-anak.

Melihat permasalahan tersebut, Aura Debby Syaluna Regita, mahasiswi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro, mengambil inisiatif untuk mencanangkan program pendampingan dalam pemilihan dan penggunaan BTP yang tepat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Dasa Wisma dalam memilih BTP yang aman dan sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di lumbung pertemuan kelompok Dasa Wisma Dusun Majan pada Jumat 2 Agustus 2024. Kelompok Dasa Wisma dipilih sebagai sasaran utama karena para ibu dalam kelompok ini memiliki pengaruh besar dalam mengatur pola makan keluarga dan sering menjadi pusat informasi serta edukasi di lingkungan mereka.

Pada sesi pertama, mahasiswi membagikan leaflet tentang bahan tambahan pangan. Leaflet ini berisi informasi dasar mengenai berbagai jenis BTP, termasuk pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Setelahnya, mahasiswi memberikan pemahaman dasar mengenai bahan tambahan pangan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan terhadap jenis-jenis BTP, bahan-bahan yang berpotensi berbahaya, cara mengidentifikasi pangan yang mengandung BTP berbahaya dan dampaknya terhadap kesehatan, serta alternatif yang lebih sehat.

Salah satu sesi utama dari program ini adalah demonstrasi pembuatan pewarna makanan alami dari bahan pangan seperti daun pandan, buah naga, dan wortel. Setelah demonstrasi, para ibu diajak untuk mempraktikkan penggunaan pewarna alami tersebut pada pembuatan jajanan tradisional getuk. Melalui kegiatan ini, ibu-ibu tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis tetapi juga keterampilan praktis dalam memilih dan menggunakan bahan tambahan pangan yang tepat.

 

Kegiatan KKN ini mendapat respon positif dari ibu-ibu Dasa Wisma Dusun Majan. Ibu-ibu Dasa Wisma mengaku memperoleh pengetahuan baru yang sangat berguna dalam menjaga kesehatan keluarga melalui pemilihan bahan pangan yang lebih aman. Aura selaku mahasiswi penginisiasi program berharap informasi yang dibagikan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh anggota Dasa Wisma dalam memilih dan menggunakan BTP yang tepat, khususnya pada makanan dan jajanan anak.



Editor:
Achmad Munandar




Mahasiswi KKN Undip Kenalkan Edible Coating Untuk Optimalisasi Kemasan Produk UMKM Tempe Desa Jaten

0
Foto Bersama Mas Dimas, Pemilik UMKM Tempe 
di Dusun Ringinanom, Desa Jaten

Campusnesia.co.id - Wonogiri, 30 Juli 2024 - Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) menginisiasi sebuah program inovatif di Desa Jaten, Kabupaten Wonogiri. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah penyimpanan tempe organik yang selama ini dikeluhkan pelaku UMKM tempe di Desa Jaten. Program berjudul “Optimalisasi Kemasan Tempe Organik Menggunakan Edible Coating” ini diinisiasi oleh Aura Debby Syaluna Regita (21), mahasiswi jurusan Teknologi Pangan. 

UMKM tempe organik di Desa Jaten mengalami kendala dalam menjaga kualitas dan umur simpan produk mereka. Tempe dengan kemasan daun pisang dan koran berisiko mengalami kerusakan yang menyebabkan penurunan kualitas dan menjadikan umur simpan tempe relatif singkat. Umumnya tempe mampu bertahan hingga dua hari di suhu ruang. Setelah kapang tempe Rhizopus oligosporus mati, bakteri perombak protein akan tumbuh, membuat tempe menjadi berbau menyengat serta timbul bercak hitam. Akibatnya, tempe kehilangan kesegarannya dan nilai jual menjadi menurun.

Melihat permasalahan ini, Aura berinisiatif memperkenalkan teknologi edible coating sebagai solusi. Edible coating adalah lapisan tipis bersifat edible (dapat dimakan) yang berfungsi melindungi produk dari risiko kontaminasi serta menghambat transpirasi uap air dan gas. Edible coting pada tempe dilakukan dengan cara pelapisan larutan coating pada daun kemasan tempe. Teknologi ini diharapkan dapat memperpanjang umur simpan tempe sekaligus mempertahankan kualitasnya, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pada program yang berlangsung selama satu jam ini, Aura memberikan pendampingan kepada produsen tempe di Desa Jaten. Kegiatan dimulai dengan penyampaian informasi mengenai edible coating, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan larutan edible coating yang berbahan dasar pati sagu, gliserol, dan bawang putih bubuk. Tidak hanya itu, produsen tempe juga diajarkan cara pengaplikasian larutan ini pada kemasan tempe untuk mencegah kebusukan dan memperpanjang masa simpan produk.

Program ini mendapat sambutan positif dari pelaku UMKM di Desa Jaten. Mas Dimas, selaku pemilik UMKM tempe organik di Dusun Ringinanom, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Aura. "Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai inovasi kemasan untuk produk tempe yang menjadi solusi atas masalah penyimpanan yang kami hadapi selama ini. Semoga kedepannya kami dapat mengaplikasikan teknologi ini dalam produksi kami.” Ujar Mas Dimas.

Aura berharap program yang diinisiasikannya tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para produsen tempe, tetapi juga dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya teknologi edible coating ini, diharapkan pelaku usaha tempe organik dari Desa Jaten dapat memperluas pangsa pasarnya.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah makanan akibat kerusakan produk pangan, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.



Editor:
Achmad Munandar

Peluang Baru! Pendampingan dan Pembuatan Briket Bambu atau Sekam di Desa Jaten

0
Pelaksanaan program Pendampingan dan Pembuatan Briket Bambu dan Sekam di Desa Jaten (09/08/24). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Campusnesia.co.id - Jaten (11/08) – Desa Jaten memiliki potensi dalam pertanian yang sangat tinggi. Penduduk setempat sebagian besar bekerja di sektor pertanian, terutama pada pertanian padi. Ketika panen raya terjadi pada hari Kamis (01/08/2024), penduduk memiliki pasokan beras yang tinggi dan pendapatan penduduk pun mengalami peningkatan. Hal ini merupakan kabar baik untuk hal perekonomian setempat, tetapi pengelolaan limbah pertanian belum terhitung efektif. Limbah pertanian setelah penggilingan membuat 2 jenis limbah, yaitu sekam padi dan jerami. Jerami digunakan sebagai pangan ternak, sedangkan sekam padi hanya sebagai komponen pembuatan pupuk untuk tanaman. Namun, sekam padi dapat dikelola untuk pembuatan produk baru dalam mendukung perekonomian setempat. Hal ini dilakukan guna menciptakan pengelolaan limbah pertanian yang baik.
 
Pembukaan untuk program Pendampingan dan Pembuatan Briket Bambu dan Sekam di Desa Jaten (09/08/24). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Desa Jaten juga memiliki banyak tanaman bambu. Jumlah bambu yang banyak mengakibatkan kerusakan di pemukiman warga, terutama atap rumah. Tanaman bambu yang banyak mengakibatkan pengelolaan terhadap limbah bambu terhambat dan menjadi sumber masalah bagi masyarakat Desa Jaten. Sumber masalah ini timbul karena tanaman bambu yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Dengan ini, mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Jaten melihat sebagai sebuah masalah yang dapat menjadi peluang dalam peningkatan perekonomian para warga Desa Jaten. Mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Jaten mengusulkan program yang berjudul “Pendampingan dan Pembuatan Briket Bambu atau Sekam.” Hal ini diharapkan dapat mengatasi masalah tanaman bambu di Desa Jaten, serta membantu dalam peningkatan perekonomian warga setempat.
 
 
Bahan-bahan untuk program Pendampingan dan Pembuatan Briket Bambu dan Sekam di Desa Jaten (09/08/24). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Program ini dilaksanakan pada hari Sabtu (10/08/2024). Program ini dilakukan di Dusun Pronogaten, Desa Jaten. Diawali dengan pengenalan mengenai apa itu briket, demonstrasi pembuatan briket dari bambu dan sekam, serta pendampingan kepada warga dalam pembuatan briket bambu atau sekam. Pembuatan arang bambu dan sekam dilakukan dengan pembakaran bambu dan sekam, lalu penumbukan bambu dan sekam yang sudah gosong, pengayakan dari bambu dan sekam yang sudah ditumbuk, setelah itu pencampuran perekat yang mengandung tepung tapioka dan air (perbandingan 1:10), dan berakhir pada pencetakan. Briket tersebut dapat digunakan setelah 2-3 hari penjemuran hingga kering. Kualitas briket bergantung pada padatnya arang halus dalam briket tersebut.
 
 
Demonstrasi untuk program Pendampingan dan Pembuatan Briket Bambu dan Sekam di Desa Jaten (09/08/24). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Kegiatan ini dilakukan dengan baik dan antusias oleh warga setempat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan perangkat desa dan kepala desa, agar dapat memanfaatkan limbah pertanian dan bambu dengan baik. Menurut Bu Sayuti, “program ini sangat baik untuk bagi warga setempat agar pengelolaan limbah bambu dapat terjadi secara efektif dan program ini merupakan peluang baru bagi perekonomian setempat.” Banyak warga yang ingin melakukan setelah mengikuti kegiatan dari program ini. Dengan bahan baku yang melimpah, serta bahan baku lain yang terjangkau, program ini diharapkan dapat efektif dan dilakukan oleh warga setempat sebagai peluang baru dalam perekonomian.



Dosen Pembimbing KKN: 
Binar Panunggal, S.Gz., MPH

Lokasi KKN: 
Desa Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri

Editor:
Achmad Munandar

Pembentukan Dawis Yang Terkini! Karya Mahasiswa/i KKN Undip Tim 2 di Desa Jaten

0


Pelaksanaan program Optimalisasi Kebun Dasa Wisma (Dawis) di Desa Jaten (09/08/24). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Campusnesia.co.id - Jaten (10/08) - Kelompok dawis (Dasawisma) adalah kelompok ibu-ibu yang terdiri dari 10 Kepala Keluarga pada rumah yang bertetangga, dalam memudahkan jalannya sebuah program (sumber: kampungkb.bkkbn.go.id). Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kesehatan dalam keluarga, arisan (PKK), kembangkan dana sehat (PMT, posyandu, membangun sarana sampah). 

Dengan adanya kelompok dawis, ikatan sosial serta solidaritas meningkat antar warga melalui kegiatan gotong royong. Kelompok dawis merupakan upaya untuk memperkuat kerjasama dan kebersamaan pada tingkat komunitas warga desa, yang berfokus pada peningkatan kualitas kehidupan serta kesejahteraan bermasyarakat. Kelompok dawis di Desa Jaten, Dusun Majan memiliki kebun yang kaya akan hasil bumi. Kebun dawis ini menjadi sarana bagi anggota dawis dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kebersamaan antar warga.
 
Pelabelan tanaman untuk program Optimalisasi Kebun Dasa Wisma (Dawis) di Desa Jaten (09/08/24). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Namun, Di Desa Jaten masih terdapat kebun dawis (dasa wisma) yang pengolahannya masih belum baik dan kurang efektif, serta masih ditemukan tanaman yang kurang terawat dengan baik, salah satunya merupakan dawis Dusun Majan. Pada dawis Dusun Majan, terdapat beberapa kendala dalam berkebun, terutama tanah yang subur. Kondisi ini disebabkan oleh cuaca ekstrim panas yang melanda Kabupaten Wonogiri, kurangnya curah hujan, dan kurangnya mineral pada tanah. 

Hal ini mengakibatkan banyaknya hasil bumi yang gagal panen dan merugikan kelompok dawis. Pengupayaan pengairan dan pemberian pupuk sudah terlaksana dalam kelompok dawis. Tetapi, pengupayaan tersebut tidak kunjung menyelesaikan masalah dari penyuburan tanah yang tandus. Maka dari itu, mahasiswa KKN Tim II Undip Desa Jaten melihat sebagai sebuah masalah yang harus diatasi dengan baik dengan pemasangan alat biopori. Program ini berjudul “Optimalisasi Kebun Dasa Wisma Desa Jaten.”
 
 
Pembuatan lubang untuk alat biopori untuk program Optimalisasi Kebun Dasa Wisma (Dawis) di Desa Jaten (09/08/24). (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Pelaksanaan program ini dilakukan pada hari Jumat (29/08/2024). Program ini terdiri dari 2 metode, yaitu penanaman biopori di kebun dasa wisma dan pemberian nama ke tanaman yang terdapat di kebun dasa wisma. Diawali dengan gotong royong dengan ibu-ibu dawis untuk pembersihan kebun dawis, pelabelan nama tanaman di kebun dawis, penyiraman tanaman, dan pemasangan alat biopori. 

Pelabelan nama tanaman dilakukan untuk mengingat detail tentang tanaman, agar tanaman terawat sesuai kebutuhannya. Alat biopori berguna untuk menjaga kesuburan tanah, pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang berguna bagi tanah, serta memperbaiki struktur tanah di dalam kebun. Ibu-ibu dawis Dusun Majan Desa Jaten antusias mengikuti program ini. Mereka berharap dengan adanya pemasangan alat biopori dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu tandusnya tanah. Selain itu, dengan realisasi program ini diharapkan dapat meningkatkan semangat para ibu-ibu kelompok dawis dalam berkebun.
 
 
Gotong royong untuk program Optimalisasi Kebun Dasa Wisma (Dawis) di Desa Jaten (09/08/24). (Foto: Dokumentasi Pribadi)


Dosen Pembimbing KKN: 
Binar Panunggal, S.Gz., MPH

Lokasi KKN: 
Desa Jaten, Kec. Selogiri, Kab. Wonogiri

Editor:
Achmad Munandar

Pentingkah Mengajarkan Anak-Anak Menabung Sejak Dini?

0



Campusnesia.co.idSenin, 2 Agustus 2024 Mahasiswa KKN Undip Tim il berkunjung dan mengisi kegiatan di SD 02. Siwalan. Kegiatan yang dilaksanakan di SD 02 Siwalan adalah mengisi kelas dengan edukasi tentang pentingnya menabung sejak dini yang diberikan kepada siswa-siswi kelas 5.

Kegiatan ini disi oleh salah satu mahasiswa KKN Undip dari porgram studi akuntansi perpajakan yaitu Laila Aurelia yang mana kegiatan ini menjadi salah satu program kerja yang a miliki. Pada kegiatan ini Laila memaparkan tentang pengertian menabung, pentingnya menabung, tips dan tricks menabung, dan juga mendemonstrasikan menabung dengan memberikan media tabungan untuk siswa-siswi kelas 5.

Kegiatan in disambut baik dan meriah ole siswa-siswi kelas 5, dengan pemaparan mater yang menarik. Tapa disadari ternyata siswa-sisvi kelas 5 sudah banyak yang tau pentingnya dan manfaat menabung, beberapa anak sudah bisa mencapai keinginan mereka dari menabung.

Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan kegiatan membagikan tabungan dan juga mewarnai tabungan. Setelah it dilanjutkan dengan demonstrasi menabung dengan skema uang saku harian dimana mereka diajarkan juga tentang manajemen uang yang bijak agar tidak terjadi pemborosan pada hal-hal yang tidak penting.



Penulis: 
Laila Aurelita Anjayani
Sekolah Vokasi
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Edukasi Pentingnya Melakukan Pernbukuan untuk Pelaku UMKM oleh Mahasiswa KKN Tim II UNDIP

0



Campusnesia.co.id - Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan (23/07/2024), telah dijalankan program kerja oleh mahasiswa KKN Tim II Undip yäitu memberikan edukasi tentang pentingnya melakukan pembukuan untuk pelaku UMKM. Kecamatan Siwalan merupakan salah satu wilayah yang sangat produktif UMKMnya terutama di Desa Siwalan. Di Desa Siwalan banyak sekali UMKM aktif yang sudah maju, beberapa UMKM yang banyak di umpai adalah toko kelantong dan pemuat tempe.

Melakukan pembukuan untuk UMKM adalah hal vang penting untuk dilakukan walaupun pembukuan yang dilakukan mash sederhana. Salah satu hai yang ditemukan oleh mahasiswa KKN Undip tim II adalah belum adanya informasi atapun edukasi tentang pembukuan kepada para pemilik usaha. Maka dari itu, Mahasiswa KKN Undip Tim Il membuat Program Kerja "Pendampingan Pembukuan Sederhana untuk UMKM". Program ini dilakukan karena mahasiswa melihat bahwa pelaku UMKM penting untuk diberi edukasi dan didampingi dalam membuat pembukuan.

Program ini dilaksanakan oleh Laila Aurelita, Mahasiswi Akuntansi Perpajakan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 23 July 2024. Sasaran program in adalah pelaku UMKM tempe yang apat dibilang sudah besar dan perlu untuk melakukan pembukuan. Usaha in milik Ibu Maya dan suami yang diberi nama Tempe Dioeara, tiap harinya mereka memproduksi lebih dari 40kg yang hasilnya dipasok pada pedagang-pedagang dan juga dijual ke pasar. Dengan skala produksi dan penjualan yang dimiliki usaha ini, Laila menganggap bahwa usaha ini membutuhkan pembukuan sebagai track record transaksi keluar masuk.

Edukasi dan pendampingan pembukuan yang diberikan adalah pembuatan format buku kas dan buku persediaan menggunakan media yang mudah yaitu buku batik. Format ari buku kas adalah keterangan, debit, kredit dan saldo, sedangkan pada buku persediaan berisikan format keterangan, keluar, mask, dan total. Pengisian buku kas ini dilakukan setiap terjadinya transaksi baik transaksi penjualan maupun pembelian, sedangkan buku persediaan dicatat setiap terdapat barang persediaan yang masuk ataupun keluar.

Dengan adanya edukasi ini mahasiswa terutama Laila Aurelia selaku pemilik program mengharapkan adanya kelanjutan dari pelaku UMKM alam mengisi pembukuan ruin setiap periode



Penulis:
Laila Aurelita Anjayani
Sekolah Vokasi
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Reportase Pembuatan Peta Tata Guna Lahan Desa Siwalan

0


Campusnesia.co.id - Siwalan, Pekalongan (31/07/2024)- Peta tata guna lahan adalah peta yang menunjukkan bagaimana lahan di suatu wilayah digunakan, termasuk area permukiman, pertanian, hutan, industri, dan lainnya. 

Peta ini menunjukan bagaimana lahan di suatu wilayah digunakan atau dialokasikan untuk berbagai keperluan. pembuatan peta ini melibatkan berbagai Langkah yaitu berasal dari citra satelit, survei lapangan, serta dokumen resmi pemerintah. 

Untuk data yang diperoleh mencakup informasi tentang penggunaan lahan saat ini, tipe vegetasi, ketinggian tanah, dan faktor-faktor lingkungan lainnya. Setelah data terkumpul dapat menggunakan aplikasi yaitu Argics untuk membuat peta tersebut. 

Pada peta Tata Guna Lahan Sendiri Klasifikasi ini biasanya meliputi beberapa kategori utama, seperti area permukiman, lahan pertanian, kawasan hutan, lahan industri, dan wilayah konservasi. Setiap kategori ditandai dengan warna dan simbol khusus yang memudahkan identifikasi di peta. 



Editor:
Achmad Munandar

Reportase Pembuatan Peta Administrasi Desa Siwalan

0


Campusnesia.co.id - Siwalan, Pekalongan (31/07/2024)- Peta administrasi desa adalah peta yang menampilkan batas-batas administratif dari suatu desa, serta informasi penting lainnya yang terkait dengan wilayah desa tersebut. 

Peta ini biasanya mencakup detail seperti batas wilayah desa, lokasi fasilitas umum (seperti sekolah, balai desa, dan puskesmas), jaringan jalan, sungai, serta pembagian wilayah dusun atau RT/RW. Proses pembuatan peta ini melibatkan berbagai Langkah yaitu berasal dari citra satelit, survei lapangan, serta dokumen resmi pemerintah. 

Selanjutnya dapat mulai menentukan batas-batas administratif berdasarkan data yang telah diolah. Proses ini melibatkan pemetaan ulang batas wilayah berdasarkan informasi terbaru. Selanjutnya dapat menetukan warna, simbol, dan label digunakan untuk membedakan berbagai wilayah dan mempermudah interpretasi. 

Setelah dilakukannya beberapa proses pembuatan peta tersebut. Peta yang telah dibuat akan diperiksa kembali untuk memastikan akurasi dan ketepatan informasi yang ditampilkan untuk memastikan bahwa peta tersebut memenuhi standar yang berlaku.



Editor:
Achmad Munandar

Imajinasi Keberagaman Budaya : Mahasiswa KKN Tim II Undip Menjelajahi Folklor melalui Seni Permainan Tradisional dan Dongeng di Desa Nganjat

0


Campusnesia.co.id - Desa Nganjat, 26 Juli 2024 - Dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia, Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Imajinasi Keberagaman Budaya: Menjelajahi Folklor melalui Seni Permainan Tradisional dan Dongeng" di Desa Nganjat. Kegiatan ini digagas oleh Ifa Khalimatus Sakdiyah yang bertujuan untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan interaktif. Selama empat minggu, mahasiswa KKN Undip terjun langsung ke tengah masyarakat untuk melaksanakan berbagai program yang berfokus pada pengenalan folklor Indonesia, khususnya melalui permainan tradisional dan dongeng yang kental dengan nilai-nilai luhur.


Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional

Dalam kegiatan ini, Mahasiswa KKN TIM II Undip mengajak anak-anak untuk mengenal kembali dan memainkan permainan tradisional yang mulai jarang ditemui di era digital ini. Permainan seperti congklak, cublak-cublak suweng, dan bentengan menjadi pilihan utama yang dikenalkan. Selain sebagai sarana rekreasi, permainan ini juga menjadi media edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kekayaan budaya lokal.

“Kami ingin anak-anak kembali merasakan keceriaan bermain di luar ruangan, sambil mengenal warisan budaya yang sangat berharga. Permainan tradisional ini bukan hanya sekedar permainan, tapi juga bagian dari identitas kita sebagai bangsa,” ujar Ifa, salah satu anggota Tim KKN TIM II  Undip.


Dongeng: Sebagai Media Edukasi dan Pelestarian Budaya

Selain permainan tradisional, dongeng juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Mahasiswa KKN TIM II Undip mengadakan sesi mendongeng yang mengangkat cerita-cerita yang mengandung makna kesehatan bagi anak-anak. Melalui dongeng, anak-anak diajak untuk berimajinasi dan memahami pesan-pesan moral yang terkandung dalam setiap cerita. Dalam setiap sesi, anak-anak diajak berdiskusi, mereka sangat interaktif untuk menggali lebih dalam makna dari setiap dongeng. Hal ini bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada.

Dongeng merupakan cara yang menyenangkan untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan memperkenalkan keberagaman warisan budaya Indonesia kepada anak-anak. Melalui dongeng, mereka tidak hanya belajar tentang cerita, tetapi juga tentang empati, kebijaksanaan, dan keberagaman.

Mahasiswa KKN Tim II Undip berharap bahwa melalui kegiatan ini, anak-anak Desa Nganjat dapat lebih mencintai dan menghargai warisan budaya mereka. Di masa depan, mereka diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya memahami keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga berperan aktif dalam melestarikannya.



Penulis : 
Ifa Khalimatus Sakdiyah
KKN TIM II UNDIP 2023/2024

Editor:
Achmad Munandar

Pendampingan Minat Baca Literasi serta Kemampuan Bahasa Indonesia Anak-Anak : Mahasiswa KKN TIM II UNDIP melaksanakan program melalui Cerita Pendek dan Teka-Teki Pencarian Kata di Desa Nganjat

0
 


Campusnesia.co.idDesa Nganjat,  Sabtu 26 Juli 2024 - KKN TIM II Universitas Diponegoro (Undip) sedang melaksanakan program pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca literasi dan kemampuan bahasa Indonesia anak-anak di Desa Nganjat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ifa Khalimatus Sakdiyah yang berfokus pada penggunaan cerita pendek dan teka-teki pencarian kata sebagai sarana pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Program ini diikuti oleh anak sekolah dasar dan guru yang antusias mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Pendampingan ini dirancang guna mengatasi rendahnya minat baca serta meningkatkan keterampilan berbahasa anak-anak, dengan harapan mereka bisa lebih menguasai bahasa Indonesia secara lisan dan tulisan.


Cerita Pendek: Menggugah Imajinasi dan Memperkaya Kosakata

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah sesi membaca cerita pendek. Dalam sesi ini, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai cerita yang menarik dan sesuai dengan usia mereka. Para mahasiswa KKN tidak hanya membacakan cerita, tetapi juga melibatkan anak-anak dalam diskusi tentang alur cerita, tokoh, latar tempat dan pesan moral yang terkandung di dalam cerita tersebut.

Dengan pendekatan ini, anak-anak diajak untuk berpikir kritis dan menggugah imajinasi mereka. Selain itu, kegiatan ini juga membantu memperkaya kosakata anak-anak serta memperdalam pemahaman terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. “Saya senang mendengar cerita-cerita baru. Dari cerita-cerita ini, saya belajar banyak kata-kata baru dan bisa bercerita kepada teman-teman saya,” ujar Handayani, salah satu anak yang sedang mengikuti kegiatan.


Teka-Teki Pencarian Kata: Melatih Konsentrasi dan Ketelitian

Selain membaca cerita pendek, Tim KKN juga mengadakan kegiatan teka-teki pencarian kata. Dalam kegiatan ini, anak-anak diberikan gambar yang berisi kotak huruf acak, di mana mereka harus mencari dan menemukan kata-kata yang tersembunyi. Teka-teki ini dirancang untuk melatih konsentrasi dan ketelitian anak-anak, sekaligus memperkenalkan mereka pada kosakata baru. Kegiatan ini juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, di mana anak-anak bisa bermain sambil belajar.

Melalui kegiatan ini  diharapkan anak-anak di Desa Nganjat bisa lebih termotivasi untuk membaca dan mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia. Dengan minat baca yang tinggi dan keterampilan berbahasa yang baik, diharapkan mereka dapat meraih prestasi yang lebih baik di sekolah dan masa depan.



Penulis :
 Ifa Khalimatus Sakdiyah
KKN TIM II UNDIP 2023/2024

Editor:
Achmad Munandar