Membangun Kesadaran: Mahasiswa KKN Undip Edukasi Kader Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah

4



Campusnesia.co.idPekalongan (19/07/2024). Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di tengah meningkatnya kasus DBD di berbagai daerah, upaya pencegahan menjadi sangat krusial. Dalam rangka membantu mengatasi masalah ini, mahasiswa KKN Undip yang bernama Nadhia Restu Prayoga melaksanakan program kerja mengenai edukasi kepada kader kesehatan dalam upaya pencegahan DBD. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader kesehatan mengenai penyebab, gejala, dan langkah-langkah pencegahan DBD.

Materi pada program ini mencakup pengenalan penyakit DBD, gejala umum DBD, dan strategi pencegahan seperti pengendalian lingkungan dan penggunaan produk anti-nyamuk. Selain kader kesehatan, kegiatan ini juga melibatkan penyuluhan langsung kepada ibu-ibu Kelurahan Gumawang tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Materi tersebut dikembangkan melalui materi edukasi berupa leaflet sebagai media informasi yang menjelaskan cara-cara pencegahan DBD yang dapat dilakukan di rumah masing-masing.

Program tersebut terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon yang baik pula dari para peserta. Menanggapi hal tersebut, Nadhia mengatakan, “Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini untuk bisa berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Kelurahan Gumawang. Selama pelaksanaan program, saya melihat antusiasme dari kader kesehatan. Mereka sangat terbuka untuk belajar dan menerapkan pengetahuan yang diberikan.”

 
Program edukasi ini telah memberikan dampak positif bagi kader kesehatan di Kelurahan Gumawang kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan DBD dan dapat menyebarkan informasi ini kepada masyarakat. Keterlibatan aktif kader kesehatan dalam program ini berkontribusi besar terhadap peningkatan kesadaran dan tindakan preventif di tingkat komunitas. Selain itu, pemahaman yang diperoleh selama program ini akan berlanjut dan terus diterapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari DBD.

Dengan melibatkan kader kesehatan dan masyarakat secara aktif, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga menciptakan perubahan positif dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Gumawang. Nadhia berharap agar pengetahuan dan keterampilan yang telah dibagikan selama program ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta kader kesehatan dan masyarakat dapat terus berkolaborasi dalam upaya pencegahan DBD.



Editor:
Achmad Munandar

Book of Dreams, Buku Inspiratif dari Tim II KKN UNDIP Untuk Kemlayan

0
 


Campusnesia.co.id - “Pelatihan Menulis Bahasa Inggris” yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro disambut baik oleh berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Proyek pembuatan karya tulis ini merupakan salah satu program kerja monodisiplin yang disusun oleh Shasqia Alifia mahasiswi S1 Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya. 

Program kerja ini menggandeng Forum Anak “Pelangi” Kemlayan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam pelaksanaannya. Pelatihan yang berlangsung selama beberapa minggu ini diikuti oleh para kader Forum Anak “Pelangi” Kemlayan dengan antusias. Pelatihan menulis ini dimulai dengan pendampingan brainstorming sebagai langkah awal mereka dalam menuangkan gagasan yang ingin mereka tulis. Peserta pelatihan didampingi untuk bisa mengekspresikan mimpi, cita cita, dan harapan mereka melalui tulisan. Program ini memiliki tujuan untuk melatih kemampuan dan budaya literasi serta memotivasi kader Forum Anak “Pelangi” Kemlayan dalam menggapai cia cita mereka. 

Luaran hasil dari program kerja ini tidak hanya berupa peningkatan kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris, tetapi juga sebuah produk nyata, yaitu buku yang berjudul Book of Dreams. Buku ini berisi kumpulan karya tulis mereka. Buku tersebut memuat berbagai cerita mereka tentang cita cita mereka yang inspiratif. 


“Program kerja ini membawa dampak positif bagi keberjalanan Forum Anak ‘Pelangi’ Kemlayan karena dapat menginspirasi para kader di Forum Anak ‘Pelangi’ Kemlayan dalam mewujudkan impian dan cita cita mereka. Hasil produk dari program kerja ini, yaitu buku Book of Dreams juga bisa menjadi salah satu bukti bahwa Forum Anak ‘Pelangi’ Kemlayan dapat membuahkan suatu karya hasil tangan sendiri dengan bantuan dari Tim II KKN UNDIP,” ucap Kevin, Ketua Forum Anak “Pelangi” Kemlayan. 

Selanjutnya, buku ini akan menjadi salah satu koleksi buku di etalase pojok baca milik yang ada di Kelurahan Kemlayan. Buku ini juga menjadi salah satu upaya dalam pemberdayaan pojok baca yang ramah bacaan bagi anak anak dan remaja di wilayah Kemlayan. Dengan tuntasnya  program kerja ini, diharapkan budaya literasi dan semangat dari para kader Forum Anak “Pelangi” Kemlayan dapat terus meningkat.



Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Menggelar Pelatihan Pendaftaran Merek Usaha Dagang Bagi Pelaku Usaha Kecil di Kelurahan Kemlayan

0

Campusnesia.co.id - Kemlayan, Kota Surakarta (11/08/2024), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar kegiatan pelatihan pendaftaran merek usaha dagang bagi pelaku usaha kecil di Kelurahan Kemlayan, Kota Surakarta. Kegiatan ini bertempat di Aula Kelurahan Kemlayan dengan dihadiri oleh 29 peserta, yang terdiri dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal serta masyarakat umum yang tertarik untuk memulai usaha yang tergabung dalam TPKKEL

Pendaftaran merek merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dilakukan oleh pelaku usaha khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan perlindungan hukum bagi pelaku usaha agar merek usaha dagangnya tidak digunakan oleh pihak lain. Selain perlindungan hukum, ternyata masih ada tujuan lain dari pendaftaran merek. Yaitu sebagai tanda pengenal usaha yang dapat memberikan identitas unik dari usahanya untuk membedakan produk atau jasa tertentu. Pemilik merek juga memiliki hak ekslusif atas mereknya untuk menggunakan merek tersebut dalam perdagannnya sesuai dengan kelas dan jenis barang atau jasa yang sudah terdaftar.

Kelurahan Kemlayan, Kota Surakarta telah menjadi suatu pusat pertokoan besar. Namun, pelatihan merek yang dilakukan oleh Rizky Gunawan mahasiswa Fakultas Hukum ini lebih mengkerucutkan program monodisiplinnya kepada pelaku UMKM. Pelaku UMKM yang menjadi sasaran adalah beberapa pedagang yang tergabung dalam Street Food Kemlayan serta pelaku UMKM yang berdomisili di Kelurahan Kemlayan. 

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pendaftaran merek dagang sebagai upaya perlindungan hukum bagi pelaku usaha. Dalam acara ini, mahasiswa KKN bekerja sama dengan TPKKEL. Pelatihan Pendaftaran merek yang dibawakan ini telah sesuai dengan Permenkumham No. 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek.


Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep merek, proses pendaftaran merek, serta manfaat yang dapat diperoleh pelaku usaha setelah merek mereka terdaftar secara resmi. Serta diberikan pemahaman syarat dokumen yang diperlukan.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang sesuai dengan tema besar KKN yaitu Pemberdayaan Masyarakat secara inklusif melalui potensi unggulan. Dengan tema besar tersebut diharapakan dapat membantu pengembangan ekonomi desa dan mendukung pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan. 

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha di Kelurahan Kemlayan yang memiliki merek dagang yang terdaftar, sehingga usaha mereka dapat lebih berkembang dan terlindungi secara hukum.



Editor:
Achmad Munandar

Pelatihan Peran Tokoh Masyarakat Dalam Pelaporan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kelurahan Kemlayan Melalui Website SIMFONI PPA

0
 


Campusnesia.co.id - Kemlayan, (29/07/2024) - Indonesia merupakan negara hukum sebagaimana yang termaktub dalam Pasal 1 ayat (3) UUD Negara Indonesia Tahun 1945 berimplementasi bahwa semua kegiatan sehari-hari diatur dengan hukum yang berlaku. Selain itu, berdasarkan pada sila ke-2 Pancasila mengwajibkan bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab merupakan hal yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. 

Untuk menumbuhkan kesadaran hukum yang lebih baik dari tiap-tiap warga negara maka perlu dilakukan pemahaman tentang lingkungan yang aman dan tentram tanpa adanya masyarakat yang tersakiti satu sama lain yang ada di Indonesia. Berangkat dari permasalahan tersebut maka Riska Oktavia Harahap yang merupakan mahasiswa Tim II KKN Undip 2024 yang berlokasi di Kelurahan Kemlayan memberikan pemahaman mengenai pelatihan peran tokoh masyarakat dalam pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui aplikasi Simfoni PPA kepada para kader Posyandu dan PKK di Kelurahan Kemlayan. Pelatihan ini dilaksanakan di Aula Kelurahan Kemlayan pada 29 Juli 2024 yang dihadiri oleh hampir seluruh anggota kader Posyandu dan PKK Kelurahan Kemlayan.

Pelatihan ini membahas terkait bagaimana peran tokoh masyarakat mengetahui dan memahami pelaporan terhadap korban kekerasan dengan melihat kondisi seperti, melihat, menghadapi, bahkan mengalami kejadian kekerasan yang sesuai dengan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, para peserta juga diberikan panduan praktis melalui power point, brosur, dan video propaganda tentang bagaimana cara mengetahui, memahami, dan mengeksekusi terkait korban yang mengalami kekerasan khususnya terhadap perempuan dan anak sesuai dengan hukum yang berlaku. 

Selain itu, pelatihan ini juga membahas tentang tahap-tahap pelaporan kepada pihak yang berwenang terkait korban yang sudah diketahui telah mengalami kekerasan. Hal tersebut, dibantu dan ditanggungjawabi melalui aplikasi bernama SIMFONI PPA. Adapun tahapannya dimulai dari, membuat user Account SIMFONI PPA, mengakses alamat website kekerasan.kemenpppa.go.id, login menggunakan user, menambahkan kasus yang diketahui ke dalam aplikasi, melaporkan, dan melakukan monitoring dan evaluasi. Pelatihan tersebut juga diikuti dengan sesi focus group discussion (fgd) dengan mengerjakan soal analisis kasus bertujuan untuk nge review dan memahami secara jelas terkait kasus yang dihadapi di lingkungan kehidupan sehari-hari. Para peserta juga sempat bertanya terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak kepada narasumber. 

Pelaksanaan pelatihan ini tentang lingkungan hidup damai tanpa adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak di kelurahan Kemlayan merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran tokoh masyarakat terhadap kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak dan bagaimana cara pelaporan dan hukum yang ditegakkan. Dengan adanya pelatihan yang dicanangkan oleh mahasiswa KKN Tim II Undip di Kelurahan Kemlayan ini diharapkan para warga masyarakat khususnya para kader Posyandu dan PKK Kelurahan Kemlayan tertanam kesadaran hukum dan memahami bagaimana hukum dapat digunakan untuk menegakkan hak-hak sebagai warga negara. 



Editor:
Achmad Munadnar

Kembangkan UMKM Lokal, Mahasiswa KKN Lakukan Pendampingan Pelatihan Branding

0




Campusnesia.co.id - Kemlayan (11/08) Mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro melakukan kegiatan pemberdayaan UMKM melalui pelatihan branding dengan membuat logo dan labeling kemasan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta dengan berkolaborasi bersama lembaga TPK-Kel (Tim Pemberantasan Kemiskinan Kelurahan) dan diikuti oleh seluruh UMKM yang ada di Kelurahan Kemlayan dari RW 01 sampai RW 06. 
 
UMKM di Kelurahan Kemlayan memiliki potensi unggul dari Kelurahan Kemlayan, para pelaku usaha selain berjualan di hari-hari biasa, juga berjualan di Streetfood Kemlayan pada hari Jumat dan Sabtu malam, serta di car free day setiap hari minggu. Dari banyaknya jumlah UMKM yang ada di Kelurahan Kemlayan, masih sedikit sekali UMKM yang mempunyai logo usaha, padahal logo usaha merupakan identitas dari usaha dan membantu produk lebih dikenal masyarakat luas. Selain itu, produk-produk yang dijual UMKM di Kelurahan Kemlayan masih sederhana dan belum mempunyai kemasan menarik yang bisa menarik pelanggan dan membedakan dengan pesaing. 


Dari permasalahan di atas, Ida Rohmawati sebagai Mahasiswa dari prodi S1 Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan, berinisiatif melakukan pelatihan Branding bagi UMKM berupa pembuatan logo dan pembuatan labeling kemasan. Pelatihan ini diawali dengan memberi pemahaman mengenai branding usaha, pentingnya branding bagi UMKM, dan elemen-elemen branding. Kemudian, dijelaskan juga mengenai jenis-jenis logo, cara pemilihan jenis logo, unsur pembentuk logo. Selanjutnya diberikan juga strategi branding melalui kemasan dan elemen yang harus ada di label kemasan, serta prinsip desain logo dan kemasan yang baik. Selain itu, diselipkan juga materi pemilihan warna dalam desain. 

Setelah pemberian materi, ditampilkan video pembuatan logo dan label kemasan dengan menggunakan Canva. Para peserta UMKM juga diminta untuk praktik membuat logo dan label kemasan dengan menggunakan aplikasi Canva didampingi oleh TIM KKN Undip. Pelatihan ini menggunakan software Canva. Ini dinilai karena Canva merupakan aplikasi desain yang paling mudah digunakan dan sangat cocok untuk pemula. 

Dari hasil pelatihan ini, para pelaku UMKM dapat membuat logo sendiri untuk usahanya. Selanjutnya logo yang sudah dibuat ini dapat dipakai di seluruh konten pemasaran usaha, seperti kemasan produk, banner, dan lain sebagainya. 



Editor:
Achmad Munandar

Dari KKN Untuk Kemlayan, Mahasiswa UNDIP Berikan Solusi Akuntansi Praktis dengan Ciptakan Aplikasi Untuk Pedagang Streetfood Kemlayan

0


Campusnesia.co.id - Surakarta (4/8.2024) pada minggu ke-4 KKN, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) telah melaksanakan pelatihan software akuntansi sederhana berbasis Excel di Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Program ini dirancang untuk memberdayakan komunitas pedagang streetfood di Kemlayan yang setiap minggunya berjualan di sepanjang Jalan Bedoyo, koridor Singosaren. Malam Minggu menjadi puncak aktivitas streetfood di kawasan tersebut, dengan jumlah pengunjung yang meningkat pesat.

Namun, setelah melakukan survei pada minggu pertama, ditemukan bahwa mayoritas pedagang masih menggunakan pencatatan manual dengan tangan, yang tidak hanya memakan waktu lama tetapi juga mengganggu kelancaran transaksi. Hal ini menyebabkan potensi kehilangan pembeli dan pencatatan yang dilakukan sering kali berantakan, sehingga sulit direkapitulasi dengan baik.

Program ini diusung dengan tujuan untuk membantu para pedagang streetfood Kemlayan. Dalam upaya menyukseskan program, koordinasi dilakukan bersama Bapak Banendro, koordinator streetfood Kemlayan. Melalui beliau, undangan disebarkan kepada 40 pedagang streetfood untuk menghadiri pelatihan pada tanggal 2 dan 3 Agustus 2024, bertepatan dengan pelaksanaan streetfood rutin mingguan.


Pelatihan berlangsung pada Minggu, 4 Agustus 2024 di aula Kelurahan Kemlayan. Mahasiswa KKN menggunakan metode hands-on dan demonstrasi langsung dalam mencatat transaksi menggunakan software akuntansi berbasis Excel yang telah mahasiswa susun. Peserta pelatihan diikuti oleh 20 orang dengan range usia antara 20-40 tahun terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Program berjalan dengan lancar, dan software tersebut akan dibagikan melalui grup komunitas dengan bantuan dari koordinator streetfood.

Harapannya, dengan adanya pelatihan ini, para pedagang streetfood di Kemlayan dapat memiliki aplikasi pencatatan yang sederhana dan efisien, sehingga ke depannya mereka dapat melakukan pembukuan dengan lebih baik. Mahasiswa KKN memberikan software ini secara gratis kepada para pedagang untuk digunakan dan dikembangkan lebih lanjut, dengan harapan dapat mendukung keberlanjutan dan kesuksesan usaha mereka.



Editor:
Achmad Munandar 

TIM KKN II UNDIP Kelurahan Kemlayan Gelar Pelatihan Senam Kaki Bagi Penderita Penyakit Diabetes Melitus

0

Campusnesia.co.id - Kemlayan, Surakarta, 11 Agustus 2024.  Dalam upaya pencegahan komplikasi pada penderita penyakit diabetes melitus, Tim KKN II Undip Kelurahan Kemlayan mengadakan pelatihan senam kaki bagi penderita penyakit diabetes melitus. Pelatihan yang diadakan oleh Tim KKN II Undip Kelurahan Kemlayan ini khusus diikuti oleh penderita penyakit diabetes melitus yang tinggal di Kelurahan Kemlayan. 

Pelatihan dilakukan dalam satu hari yang dilaksankan di Gedung Serbaguna Kemlayan pada tanggal 11 Agustus 2024. Pelatihan ini dihadiri oleh 21 orang yang merupakan penderita diabetes melitus. Pelatihan ini disambut antusias dan semangat oleh para peserta yang terlibat. 

Pelatihan diawali dengan perkenalan dengan Tim KKN II Undip Kelurahan Kemlayaan sambil dibagikan poster terkait senam kaki. Kemudian dilanjutkan dengan edukasi terkait senam kaki baik pengertian, manfaat, dan kapan serta dimana senam kaki dapat dilakukan. Pelatihan dilanjutkan dengan melakukan senam kaki yang dipimpin oleh mahasiswa KKN dengan bantuan video. Kemudian dilanjutkan dengan senam kaki tanpa bantuan video. Acara pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab. 


Penderita diabetes melitus harus mewaspadai komplikasi yang akan. Komplikasi dapat menyerang ke seluruh tubuh, mulai dari mata hingga ujung kaki, oleh karena itu penting dilakukan pencegahan. Senam kaki penting dilakukan karena dapat mencegah terjadinya komplikasi bagi penderita diabetes melitus. Selain itu, senam kaki dapat memberikan manfaat lainnya yaitu memperlancar aliran darah, memperkuat otot-otot kecil kaki, mencegah sendi agar tidak kaku, dan mencegah kelainan dalam bentuk kaki. 

Pelatihan ini menjadi langkah nyata sebagai upaya pencegahan komplikasi penyakit diabetes melitus agar penyakit diabetes melitus yang diderita oleh warga Kelurahan Kemlayan tidak terjadi komplikasi. Pelatihan ini mendorong semangat dan motivasi warga Kelurahan Kemlayan untuk melakukan senam kaki sebagai upaya mencegah komplikasi penyakit diabetes melitus. 



Editor:
Achmad Munandar

Kreasi Cat Air: Warna-Warni Ramah Lingkungan oleh TIM II KKN UNDIP 2023/2024

0



Campusnesia.co.id -  “Demonstrasi Pembuatan Cat Air dari Bahan Makanan” disambut dengan antusiasme tinggi oleh anak anak yang tergabung dalam Forum Anak “Pelangi” Kemlayan. Demonstrasi ini merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh Pravdani Salma Baiti sebagai mahasiswa S1 Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian dari bagian Tim 11 KKN UNDIP di wilayah Kelurahan Kemlayan. Program kerja ini menyasar anak-anak di Forum Anak “Pelangi” Kemlayan sebagai salah satu perwujudan dari tujuan program kerja ini, yaitu melatih keterampilan serta kreatifitas mereka. Selain itu, Kemlayan dikenal sebagai salah satu kampung seniman yang ada di Surakarta, namun sayangnya kegiatan atau aktivitas yang berbau seni masih jarang diselenggarakan. 

Berangkat dari hal tersebut, maka demonstrasi ini dilaksanakan untuk memantik kegiatan kreatif bagi Forum Anak “Pelangi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 3 Agustus 2024.  Datang dari ilmu disiplin yang jauh dari bidang kesenian menjadi tantangan tersendiri, namun hal tersebut dapat diatasai dengan inovasi dan modifikasi bahan makanan menjadi cat air. Inovasi dan tranformasi penggunaan bahan makanan menjadi cat air menjadi bukti bahwa bahan makanan mentah tidak hanya berakhir menjadi makanan pada umumnya, namun juga dapat menghasilkan suatu produk lain yang inovatif dan bermanfaat. 


Pembuatan cat air ini berasal dari bahan makanan sederhana seperti, tepung maizena, soda kue, cuka, air, dan pewarna makanan. Bahan-bahan tersebut mudah digunakan dan tidak menimbulkan efek berbahaya jika digunakan secara rumahan. Oleh karena itu, pelaksanaan program kerja ini mengikutsertakan peran dan campur tangan langsung dari mereka. Hal tersebut menambah keseruan dan suasana interaktif antara Tim II KKN UNDIP dan Forum Anak “Pelangi” Kemlayan. Setelah kegiataan pembuatan cat air selesai, para peserta dipersilahkan untuk mewarnai menggunakan cat air hasil kreasi mereka sendiri. 

“Kegiatannya seru! Jadi dapat ilmu baru tentang bahan makanan menjadi cat air. Bisa ikut langsung bikin cat air juga menambah pengalaman buatku. Mungkin nanti akan bikin sendiri lagi di rumah karena pembuatannya mudah,” ujar Kenzie, salah satu peserta demonstrasi dari Forum Anak “Pelangi” Kemlayan. Program kerja ini diharapkan dapat memperkenalkan alternatif pembuatan cat air yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan bahan makanan yang mudah didapatkan di sekitar kita.



Editor:
Achmad Munandar

Peduli Sesama dengan Kasih Sayang melalui Psychological First Aid

0

Campusnesia.co.id - Surakarta, 29 Juli 2024. Berangkat dari banyaknya kasus bullying, kekerasan dalam rumah tangga, kecelakaan, dan berbagai macam musibah atau bencana yang menimpa masyarakat sekitar di kehidupan sehari-hari mengakibatkan dampak psikologis yang tidak mereka ketahui. Oleh sebab itu, perlu adanya penyadaran mengenai dampak psikologis dari terjadinya suatu bencana. Kelompok yang paling dekat dengan masyarakat adalah PKK karena keberadaanya yang selalu ada di setiap RT, RW, dan lingkungan kelurahan. Dengan demikian, PKK perlu untuk dapat menjadi orang pertama yang dapat membantu dan mendukung masyarakat yang menjadi korban suatu musibah atau bencana.

Sebanyak 21 orang kader PKK Kelurahan Kemlayan dengan antusias mengikuti kegiatan Psikoedukasi Psychological First Aid (PFA) yang diselenggarakan di Aula Kelurahan Kemlayan. Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan kader PKK dalam ranah kesehatan khususnya dalam aspek psikologis untuk membantu dan memberikan dukungan kepada korban ketika mengalami musibah atau bencana. 

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari KKN yang diadakan di kelurahan Kemlayan. Pemberian Psikoedukasi dengan materi yang disampaikan oleh Naufal Rafi Ilyasa, seorang mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro yang sedang bertugas di Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Materi yang disampaikan meliputi pengertian PFA, tujuan PFA, Komponen dasar PFA, dan langkah-langkah pemberian PFA. 

Selama kegiatan, peserta terlihat sangat antusias dan senang mendengarkan materi yang dipaparkan. Tidak hanya mendapatkan materi mengenai PFA, namun peserta kegiatan juga terlibat aktif dalam Forum Group Discussion (FGD) untuk memecahkan studi kasus yang diberikan dengan menerapkan konsep PFA dalam situasi nyata yang telah disimulasikan. 

Hasil dari diskusi kelompok tersebut kemudian dipresentasikan kepada seluruh peserta. Setiap kelompok berhasil untuk menyampaikan hasil diskusinya dengan jelas dan sesuai dengan materi PFA yang sudah diberikan. Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan aplikasi materi yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kader PKK dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan dan dukungan secara psikologis di lingkungan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat, terutama di tengah situasi yang penuh tantangan.

 

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa UNDIP Mengajarkan Cara Merawat Tanaman Stevia dan Mengubahnya menjadi Gula Alternatif

0



Campusnesia.co.id - Surakarta (7/8/2024) pada minggu ke-4 KKN, Mahasiswa dari Program Studi Bioteknologi Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan pelatihan tentang cara merawat dan mengolah tanaman Stevia menjadi gula alternatif di Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan alternatif pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan dengan gula biasa, terutama bagi masyarakat yang rentan terhadap diabetes.

Saat mendampingi kegiatan Posbindu di RW 04, tim mahasiswa menemukan bahwa banyak lansia dan orang tua di Kelurahan Kemlayan yang menderita diabetes atau berisiko terkena penyakit tersebut. Meskipun demikian, kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi dengan gula setiap pagi masih sangat umum di kalangan masyarakat setempat.

Dari penelitian yang dilakukan, Stevia terbukti memiliki kandungan pemanis alami yang tidak hanya lebih manis daripada gula biasa, tetapi juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Tanaman Stevia juga mudah dirawat, mirip dengan tanaman kecil seperti Kemangi, yang menjadikannya cocok untuk dibudidayakan di halaman rumah. Banyak warga di Kemlayan memiliki lahan kecil yang cocok untuk menanam tanaman, dan hobi berkebun juga cukup populer di kalangan warga.


Program ini dilaksanakan dengan dukungan Ibu-Ibu anggota Forum Kesehatan Keluarga (FKK), dan kegiatan berlangsung setelah rapat FKK pada tanggal 7 Agustus 2024 di Balai Serbaguna (BSG) RW 02. Sebelum pelatihan, mahasiswa telah melakukan uji coba sendiri mengenai cara mengolah daun Stevia kering menjadi sirup gula sederhana yang lebih manis dari gula biasa.

Selama acara, peserta diberikan demonstrasi video tentang cara pembuatan gula Stevia cair dan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mereka. Video tutorial dan langkah-langkah pembuatan kemudian dibagikan melalui grup WhatsApp Forum Kesehatan Keluarga. Sebagai langkah awal untuk memulai budidaya, setiap perwakilan RW diberikan satu bibit Stevia untuk ditanam di halaman rumah mereka.

Dengan diadakannya pelatihan dan pemberdayaan ini, diharapkan ibu-ibu FKK dapat menyampaikan manfaat dari tanaman Stevia kepada warga lainnya dan mulai menanam Stevia secara masif. Diharapkan juga Stevia dapat menggantikan gula biasa sebagai pemanis alternatif yang lebih sehat dan bermanfaat. Lebih jauh, diharapkan Kelurahan Kemlayan dapat menanam Stevia dalam jumlah yang cukup besar sehingga menjadi "Kampung Bebas Diabetes" berkat penggunaan Stevia.


Editor:
Achmad Munandar