Mahasiswa KKN Undip Mengajak Siswa SDN 01 Sinangohprendeng Untuk Berkreasi Melalui Eksplorasi Bentuk Dasar Geometri

0
 
Antusiasme Siswa-siswi Mengikuti Kegiatan
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Campusnesia.co.idDesa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, Pekalongan merupakan salah satu desa yang peduli anak. Seperti penjelasan dari Ibu Kepala Desa Sinangohprendeng, Ibu Titi Istiyaningsih, S.Pd.AUD, “Desa ini banyak anak kecilnya, jadi banyak kegiatan-kegiatan yang menunjang aktivitas anak-anak di sini”. Aktivitas anak di usia dini tidak jauh dari bermain dan belajar. Hal ini tentu dapat menstimulus perkembangan kreativitas anak-anak di usia dini. Kreativitas anak berbeda dengan kreativitas orang dewasa, dimana kreativitas anak dihubungkan dengan keunikan gagasan dan tumbuhnya imajinasi serta fantasi. Kreativitas anak memiliki kebebasan dan keleluasan dalam beraktivitas. Anak yang kreatif cenderung memiliki keasyikan dalam aktivitasnya.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip mengajak Siswa-siswi SDN 01 Sinangohprendeng untuk berkreasi membuat sebuah bentuk yang dieksplorasi dari bentuk dasar geometri sesuai dengan kreativitas mereka. Adinda Yanuarita Diyanti, mahasiswa Arsitektur Universitas Diponegoro mengadakan program “Pengembangan Kreativitas Siswa SDN 01 Sinangohprendeng Melalui Eksplorasi Bentuk” pada Kamis, 24 Januari 2024 yang dilaksanakan kepada siswa-siswi kelas 1 SDN 01 Sinangohprendeng dengan jumlah peserta 11 siswa. 

Kegiatan berkreasi diawali dengan mengajak siswa-siswi untuk memotong kertas origami yang telah disediakan menjadi bentuk persegi panjang. Kemudian, siswa-siswi diajak untuk mengkreasikan yang telah dipotong tersebut menjadi bentuk sesuai yang mereka inginkan atau mengikuti bentuk yang telah disiapkan. Beberapa siswa memilih untuk mengkreasikan potongan origami sesuai dengan kreativitasnya dan siswa lainnya memilih untuk mengikuti tahapan-tahapan bentuk yang sudah disiapkan.
 
Hasil Karya Eksplorasi Bentuk Oleh Siswa-siswi Menghiasi Pojok Baca
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Suasana kelas ketika kegiatan berjalan penuh dengan semangat dan ceria. Para siswa mengikuti dengan antusias dari awal kegiatan hingga akhir. Di akhir kegiatan karya-karya kreativitas siswa ditempel untuk menghiasi pojok baca yang telah dibuat sebelumnya. Antusiasme dan semangat mereka terlihat dari raut wajah, pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan, dan kegigihan mereka untuk mengikuti tahapan-tahapan membuat bentuk yang telah disiapkan. 

Harapan adanya program ini yaitu, para siswa dapat lebih banyak mengenal bentuk-bentuk geometri dan meningkatkan kreativitas mereka melalui kreasi-kreasi yang mereka ciptakan dari bentuk tersebut.



Penulis: 
Adinda Yanuarita Diyanti 
(Arsitektur - Fakultas Teknik Universitas Diponegoro)

Dosen Pembimbing Lapangan: 
Imam Santoso S.T., M.T.

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP Membuat Rancangan Perencaan Pengadaan Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan Pada Desa di Pemalang

0
 



Campusnesia.co.id(31/01/2024) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tahun 2024 memberikan rancangan perencanaan pengadaan rambu lalu lintas dan marka jalan pada desa Mandiraja, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu (31) Januari 2024 oleh mahasiswa Universitas Diponegoro, Tengku Shabah Raihan Hakim. Hal ini dibuat berdasarkan hasil observasi lapangan sepanjang jalan utama desa Mandiraja, yang dimana tidak adanya rambu jalan dan marka jalan seperti Zebra Cross yang sudah mulai pudar.

Tujuan dari perancangan perencaaan rambu lalu lintas dan marka jalan adalah guna mendukung mobilitas dan keselamatan seluruh warga desa dalam berkendara, selain itu guna menghindari kejaidan yang tidak diinginkan seperti kecelakaan lalu lintas dan memberikan was-was bagi pengendara yang sedang berpergian.

Latar belakang membuat perancangan perencaaan rambu lalu lintas dan marka jalan dikarenakan desa Mandiraja adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang mempunyai 6 Dukuh yaitu, Krajan Timur, Krajan Barat,Mingkrik, Kembang, Patoman, dan Glempang, selain itu jalur utama desa Mandiraja langsung berbatasan denagan kabupaten Tegal. mayoritas penduduknya adalah pendatang dan perantau.

Berdasarkan Peta desa Mandiraja dan hasil survey menunjukan 11 titik yang perlu diberi rambu lalu lintas dan 4 titik yang perlu diberi marka jalan atau marka jalan diperbarui 
Rambu yang direncanakan diantaranya adalah Convex mirror, rambu hati-hati, rambu turunan curam, rambu pertigaan, rambu perempatan , rambu lampu hati-hati, rambu banyak anak sekolahm, dan marka jalan berupa Zebra Cross, zona selamat sekolah.

Sasaran dari perencaan ini adalah seluruh pengguna jalan yang melintasi  jalan  utama di desa Mandiraja, sekolah-sekolah SDN, dan SMPN. Selain dari penempatan rambu dan marka jalan, Estimasi pemasangan dan harga per-rambu pun tertuang dalam proposal yang diberikan pada Bidang kepala urusan Perencaan desa Mandiraja yaitu Bapak Intan “sangat tidak terpikirkan, dan saya berterimakasih atas rancangan perencaannya” kata Bapak Intan. “semoga berguna untuk desa Mandiraja pak, dan juga membantu pengendara jalan untuk lebih hati-hati serta dapat mengurangi dan menghindari dari kejadian kecelakaan yang tidak diinginkan” tutup Tengku Shabah.




Editor:
Achmad Munandar

Sosialisasi Mengenai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di Masyarakat Desa Kebanggan oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0
 

Campusnesia.co.idFenomena sosial perkawinan usia muda di Indonesia atau biasa disebut juga dengan perkawinan dini merupakan salah satu fenomena yang telah tersebar di berbagai wilayah di tanah air, baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Definisi dari perkawinan dini itu sendiri yaitu perkawinan yang dilakukan oleh seseorang, baik laki-laki maupun perempuan disaat usianya belum mencapai kematangan yang sebenarnya atau usia remaja. 

Maraknya perkawinan dini di kalangan masyarakat disebabkan oleh adanya anggapan bahwa dengan melangsungkan perkawinan dini, maka biaya kehidupan pihak perempuan nantinya akan ditanggung sepenuhnya oleh suaminya, sehingga dapat mengurangi beban keluarga dari pihak perempuan. Anggapan tersebut sangat jauh dari kata benar karena sebenarnya perkawinan dini melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Perkawinan yang berbunyi: “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun.”

Selain melanggar peraturan perundang-undangan, fenomena ini juga menimbulkan dampak pada kehidupan keluarga karena usia mereka yang masih menginjak remaja berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian apabila salah satu dari mereka belum siap untuk membangun kehidupan rumah tangga. Secara psikologis, mereka cenderung labil dan emosional ketika teradi permasalahan atau pertengkaran dalam rumah tangganya yang pada akhirnya berujung pada perceraian, sehingga hal ini perlu dicegah sedini mungkin, mengingat masih kurangnya pemahaman masyarakat mengenai substansi dari peraturan
perundang-undangan yang mengatur batas diizinkannya seseorang melakukan perkawinan jikalau pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.

Program sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu, tanggal 20 Januari 2024 yang dihadiri oleh Siswa SMP dan SMA di Desa Kebanggan. Acara ini dimulai dengan pembagian poster yang telah menjelaskan secara singkat mengenai pokok-pokok materi sosialisasi kepada siswa SMP dan SMA yang diikuti dengan sesi penyampaian materi sosialisasi secara terperinci. Setelah penjelasan materi usai, dilanjut dengan adanya sesi tanya jawab bagi peserta sosialisasi.

Saat ini, mahasiswa KKN UNDIP telah melakukan survei mengenai permasalahan pernikahan dini di lingkup masyarakat Desa Kebanggan. Berdasarkan survei tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa masih terdapat masyarakat sekitar yang menjadi pelaku perkawinan dini. Melihat kondisi tersebut, maka salah satu peserta KKN UNDIP yang berasal dari Fakultas Hukum, yaitu Emilia Anita Firdaus berinisiatif untuk memberikan sosialisasi mengenai upaya pencegahan perkawinan dini di lingkungan masyarakat Desa Kebanggan.
 

Terdapat himbauan kepada peserta sosialisasi, yaitu masyarakat Desa Kebanggan untuk menghindarkan perkawinan sebelum umur 19 tahun kepada anaknya karena perkawinan dini berdampak buruk bagi kehidupan ibu dan anak, dimana muncul peningkatan angka kematian ibu dan bayi serta lebih rentan dalam menghadapi permasalahan eonomi, KDRT, bahkan
 
sampai dengan perceraian dini. Hal ini bisa saja terjadi karena memang dari awal mental dan psikologis pelaku perkawinan dini belum siap sepenuhnya. Peserta sosialisasi juga dihimbau untuk meningkatkan kualitas pendidikan anaknya agar tidak mudah tergiur untuk melakukan pernikahan dini sebagai salah satu alternatif untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Program sosialisasi yang telah diselenggarakan oleh mahasiswa KKN UNDIP dapat diikuti oleh masyarakat Desa Kebanggan dengan baik, dimana peserta akhirnya mengerti dan memahami bahwa adanya perkawinan dini ini memberikan dampak yang sangat negatif bagi istri dan anak.



Editor:
Achmad Munandar

Sosialisasi workshop etika berkomunikasi dan berinternet pada Siswa SD Negeri Kebanggan oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0



Campusnesia.co.idMahasiswa KKN UNDIP melaksanakan program kerja sosialisasi terkait tentang workshop etika berkomunikasi dan berinternet di SD Negeri Kebanggan, Sabtu 27 Januari 2024. Acara ini dimulai dengan pembagian poster yang telah menjelaskan secara singkat mengenai pokok-pokok materi sosialisasi kepada siswa SD Negeri Kebanggan Workshop etika berkomunikasi dan berinternet ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa SD tentang pentingnya etika dalam berkomunikasi dan berinternet, serta memberikan mereka keterampilan yang dibutuhkan untuk berinteraksi secara positif di dunia maya.

Peserta diberikan penjelasan mengenai pentingnya etika dalam berkomunikasi dan berinternet. Mereka diberikan pemahaman tentang bagaimana cara berkomunikasi secara sopan, menghormati orang lain, dan menjaga privasi saat berada di dunia maya.
Salah satu peserta KKN UNDIP Emilia Anita Firdaus (Fakultas Hukum) Selaku pencetus sekaligus yang bertanggung jawab dalam kegiatan sosialisasi ini menyampaikan, bahwasannya sosialisasi ini ditujukan kepada siswa/siswi mulai dari kelas 6 dengan harapan dapat memberikan pemahaman sedini mungkin tentang etika terhadap teman sebaya, orang yang lebih tua, dan juga terhadap orang yang lebih muda.

Dalam penyampaian materi terkait tentang sosialisasi ini, kami menggunakan strategi pendekatan diri kepada seluruh peserta dengan cara memberikan contoh sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan harapan dapat mewujudkan generasi yang saling menghargai.

Selain itu, kita juga akan belajar tentang pentingnya menghargai pendapat orang lain, tidak menyebarluaskan informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya, dan berbagi dengan bijak di dunia maya. Semua itu bertujuan agar kita bisa menjadi pengguna internet yang lebih bertanggung jawab dan baik. Selama workshop, kita juga akan melakukan berbagai kegiatan seru, seperti permainan dan diskusi, agar pembelajaran kita menjadi lebih menyenangkan dan interaktif.
 

Ibu Eva Lusi, SPd selaku Wali Kelas sekolah SD Negeri Kebanggan, mengatakan etika dalam berkomunikasi dan berinternet sangat penting dalam kehidupan sehari-hari khususnya lingkungan sekolah untuk menciptakan rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
 
Selain itu siswa/siswi SD Kebanggan dapat membedakan bagaimana cara beretika dalam berkomunikasi dan berinternet dengan manfaat dan inspirasi.



Editor:
Achmad Munandar

Maraknya Perundungan dan Informasi Hoaks yang Menyebar Menyebabkan Mahasiswa KKN Undip Melakukan Gerakan Anti Hoaks dan Perundungan kepada Siswa-siswi SMPN 03 Moga

0

Pemaparan materi mengenai hoaks dan perundungan


Campusnesia.co.id - Achmad Fadhil mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2023/2024 jurusan Sastra Indonesia telah melaksanakan pengenalan serta pembelajaran mengenai hoaks dan perundungan dari sisi umum dan sastra pada siswa-siswi kelas 7 dan 8 SMPN 03 Moga yang terletak pada Desa Mandiraja, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
    
Kegiatan ini diawali ketika mahasiswa tim KKN UNDIP berkunjung ke SMPN 03 Moga dalam rangka survei dan silaturahmi. Pada Kamis (11/01) Bu Dariah selaku Kepala Sekolah SMN 03 Moga mengatakan bahwa adanya agenda program sekolah merdeka dengan tema perundungan atau bullying, sehingga SMPN 03 Moga ingin membuat suatu acara yang berhubungan dengan tema tersebut. Beliau berkata “Mumpung ada mas dan mba KKN, Alangkah lebih baik jika ada yang menjadi pembicara mengenai tema perundungan ini”. Sehingga saya, Achmad Fadhil mahasiswa jurusan Sastra Indonesia bekerja sama dengan Maria Theresia Keisha Kiara selaku mahasiswa jurusan Ilmu Hukum untuk mengisi dan pembicara mengenai hoaks dan perundungan.

Kegiatan dilanjutkan pada Senin (15/01) dengan pemaparan materi mengenai Hoaks dan Perundungan dari perspektif umum, sastra, dan hukum.  Pemaparan berisi pengenalan apa itu sastra, apa itu hoaks, apa itu perundungan, dan pandangan sastra, serta sastrawan mengenai hoaks dan perundungan. Selain itu, isi dari materi yang dipaparkan juga berisi mengenai cara mengidentifikasi hoaks, jenis-jenis hoaks, pasal-pasal mengenai hoaks, serta mengenai perundungan, jenis-jenis perundungan, dan pasal-pasal mengenai perundungan.
Setelah dilakukannya pemaparan materi, dilanjutkan dengan ice breaking game dan quis berhadiah berupa jajanan ringan untuk menambah semangat teman-teman memperhatikan dan menyerap materi yang disampaikan.

Tujuan utama dari program kerja ini adalah pencegahan serta pengidentifikasian berita dan informasi hoaks, juga pencegahan terjadinya perundungan pada lingkungan SMPN 03 Moga. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dengan partisipan, yaitu kelas 7 dan 8 SMPN 03 Moga.



Penulis: 
Achmad Fadhil
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN UNDIP melakukan Instalasi Saklar Lampu Otomatis Meningkatkan Penghematan Listrik di Musalla Desa Mandiraja

0
 
Pemberian Poster tentang Sistematika dan Spesifikasi Produk


Campusnesia.co.id - Mahasiswa KKN UNDIP Tim 1 2023/2024 telah melaksanakan program kerja Instalasi Saklar Lampu Otomatis di Musalla yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi. Salah satu program kerja yang berhasil dilakukan adalah instalasi saklar lampu otomatis di Musalla Desa Mandiraja.

Menghemat listrik penting untuk keberlanjutan lingkungan secara jangka panjang. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan lampu secara bijak. Namun, masih banyak yang lalai untuk mematikan lampu yang tidak digunakan. Oleh karena itu, instalasi saklar lampu otomatis ditujukan untuk membantu efisiensi penghematan listrik.

Dalam program kerja ini, langkah awal adalah melakukan survei untuk mengentahui upaya yang harus dilakukan dalam menghemat listrik di Musalla. Setelah itu, dipilihlah perangkat yang tepat dan dirancanglah sistem instalasi yang sesuai. 

Oleh karena itu, saya Muhammad Ibnu Harist Afandy dari Tim 1 KKN UNDIP membuat instalasi saklar lampu otomatis menggunakan limit switch, cara penggunaan alat, dan membuat tata cara instalasi limit switch agar bisa digunakan sebagai saklar otomatis. Cara kerja alat ini adalah lampu akan mati ketika pintu dalam kondisi terbuka dan lampu akan hidup ketika pintu dalam kondisi tertutup.

Melalui program ini diharapkan warga Desa Mandiraja dapat memanfaatkan alat ini sebagai salah satu cara untuk menghemat listrik dan meningkatkan kepedulian terhadap penghematan listrik dengan baik.




Penulis: 
Muhammad Ibnu Harist Afandy
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar

Berdayakan Keuangan Keluarga: Mahasiswi KKN Undip Adakan Program Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang

0
 



Campusnesia.co.idTlogorejo, 13 Februari 2024 - Manajemen keuangan di tingkat rumah tangga memiliki peran sentral dalam memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Penyusunan manajemen keuangan di level ini melibatkan upaya pengelolaan pendapatan, pengeluaran, dan alokasi sumber daya finansial dengan cermat. Mengetahui apakah keuangan kita dalam keadaan sehat adalah hal yang penting karena akan memberikan dampak positif pada situasi finansial keluarga. Namun, bagaimana caranya untuk memeriksa apakah sirkulasi keuangan kita sudah sehat atau belum? Menanggapi hal tersebut, Tjia, Gleen Theresia, seorang mahasiswa dari Tim 1 KKN Undip, telah memberikan kegiatan pelatihan terkait Penyusunan Manajemen Keuangan di Desa Tlogorejo. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 26 Januari 2024 dan ditujukan khusus untuk ibu-ibu PKK Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Program ini bertujuan sebagai wujud perhatian terhadap masyarakat, mengingat masih banyak keluarga yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai cara mengalokasikan dana rumah tangga dan memanfaatkannya secara efektif. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari pengalokasian dana ini, mulai dari memenuhi kebutuhan pendidikan anak hingga kuliah, hingga mendanai kebutuhan darurat seperti saat sakit atau mengalami kecelakaan.

Pelatihan mengenai strategi manajemen keuangan untuk masyarakat Desa Tlogorejo akan memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pemahaman mengenai perencanaan keuangan rumah tangga yang optimal serta cara efektif mengalokasikan dana dengan menggunakan aplikasi di perangkat Android atau memanfaatkan dompet disiplin. Implementasi strategi ini diharapkan dapat menjadi dukungan positif bagi masyarakat dalam menciptakan keuangan rumah tangga yang stabil dan sehat.

Di sisi lain, Theresia turut menyertakan modul berbasis excel yang dirancang khusus untuk ibu-ibu PKK. Modul tersebut bertujuan memberikan kemudahan dalam mengimplementasikan pengecekan kesehatan keuangan pribadi mereka. Modul ini dapat secara langsung mempraktikkan konsep-konsep manajemen keuangan yang telah diberikan dalam pelatihan. Modul berbasis excel ini tidak hanya mempermudah pencatatan dan perhitungan keuangan, tetapi juga memberikan panduan yang jelas untuk merinci alokasi dana, membuat perencanaan anggaran, dan memonitor perkembangan keuangan pribadi. 

Melalui pelatihan dan program tersebut, diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan mereka dan secara berkelanjutan menciptakan kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih efektif. Harapannya, program ini dapat membantu menciptakan rasa aman finansial di kalangan masyarakat, dengan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara mengelola dan mengamankan keuangan keluarga mereka.



Editor:
Achmad Munandar

Membuat Informasi Desa Lebih Mudah Dipahami: Mahasiswa KKN Undip Membantu Perumusan Profil Wilayah Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang

0
 



Campusnesia.co.idPembangunan desa menjadi salah satu fokus utama dalam upaya mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal. Untuk mengoptimalkan upaya ini, pemahaman yang mendalam tentang kondisi, karakteristik, dan potensi yang dimiliki oleh suatu desa menjadi sangat penting. Dalam upaya untuk menggambarkan secara holistik kondisi, karakteristik, dan potensi suatu desa, pemerintah desa, lembaga riset, atau organisasi masyarakat seringkali menginisiasi program pembuatan profil wilayah desa. Program ini didesain untuk memberikan gambaran mendalam dan komprehensif tentang dinamika perkembangan desa, dengan tujuan utama merencanakan pembangunan yang berkelanjutan. 

Melalui inisiatif pembuatan profil wilayah, pihak terkait berupaya menciptakan sebuah narasi visual yang informatif, memudahkan pemahaman masyarakat dan berbagai stakeholders terkait. Profil wilayah desa yang dikemas dalam bentuk infografis menjadi pilihan yang semakin populer, memberikan kejelasan informasi serta memperkaya cara penyampaian data yang dapat diakses oleh berbagai kalangan. Dalam konteks ini, program pembuatan profil wilayah desa menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan komunikasi serta pemahaman kolektif terkait kondisi dan potensi desa.

Salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro merumuskan sebuah program dengan fokus pada pembuatan infografis profil desa di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Menurut hasil wawancara dengan sekretaris desa, Desa Tlogorejo tidak pernah memiliki infografis profil dan bahkan sudah lama sejak terakhir kali membaharui profil desa. “Pembuatan infografis sudah diinginkan sejak lama namun belum pernah terealisasikan. Profil desa pun sudah tidak pernah dilakukan pembaharuan, biasanya hanya disamakan dengan tahun lalu,” ucap Pak Andi selaku sekretaris desa. 

Berdasarkan hal tersebut, Sabilal Husna dari Prodi Teknik Perencanaan Wilayah Kota, pada tanggal 22 Januari 2024 memberikan pelatihan kepada perangkat Desa Tlogorejo untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam membuat infografis yang informatif dan menarik. 

Program ini melibatkan perangkat desa sebagai penerima manfaat utama, bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap kemampuan komunikasi visual desa. Hasil dari program ini akan berupa standing-banner yang nantinya akan sangat berguna untuk memberi gambaran yang komprehensif tentang kondisi, karakteristik, dan potensi Desa Tlogorejo.

Program ini dirancang secara terstruktur dan partisipatif. Langkah awal melibatkan identifikasi kebutuhan perangkat desa melalui sesi konsultasi dan wawancara. Setelahnya, mahasiswa KKN bersama perangkat desa menentukan materi pelatihan yang mencakup prinsip dasar infografis profil desa, teknik pengumpulan data, serta pemanfaatan perangkat lunak desain. Pelatihan dilakukan secara interaktif dengan menggunakan pendekatan praktik langsung, memungkinkan perangkat desa untuk terlibat langsung dalam merancang infografis yang mencerminkan karakteristik dan potensi desa. 

Data-data yang dikumpulkan kemudian dikompilasikan dan didesain seinformatif mungkin dalam sesi diskusi dan feedback. Sesi diskusi dan feedback secara berkala diimplementasikan untuk memastikan pemahaman dan penerapan informasi secara optimal. Metode partisipatif ini bertujuan untuk memberdayakan perangkat desa dalam memahami serta mengaplikasikan pembuatan infografis, sekaligus mempromosikan kolaborasi aktif antara mahasiswa dan masyarakat desa demi keberlanjutan dan efektivitas program.

Tidak ditemukan kesulitan yang berarti dalam menyelesaikan program ini. Perangkat desa sangat aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan program infografis ini. Selain itu, perangkat desa bersama dengan mahasiswa juga dengan giat melakukan brainstorming dalam merumuskan potensi dan permasalahan Desa Tlogorejo terhadap hasil yang diperoleh. Infografis yang berbentuk standing-banner profil wilayah Desa Tlogorejo diharapkan dapat membantu melengkapi informasi profil wilayah, baik dari sisi gambaran umum, kependudukan, potensi dan masalah desa, hingga program pembangunan yang sedang dijalankan. Harapannya, infografis ini akan mempermudah masyarakat umum dalam mengetahui dan membantu menganalisis tempat tinggalnya sendiri, yaitu Desa Tlogorejo.



Editor:
Achmad Munandar

Pendampingan Penuh Inovasi: Mahasiswa KKN Undip di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Gagas Program Pembuatan Peta Administrasi

0
 



Campusnesia.co.idPeta Administrasi Desa adalah alat yang sangat penting dalam manajemen dan pengelolaan administrasi suatu desa. Dengan peta ini, batas-batas administratif desa dapat diperjelas dengan jelas, infrastruktur dan fasilitas publik dapat dipetakan secara rinci, serta sumber daya yang tersedia di desa tersebut dapat diidentifikasi dengan lebih baik. Sebagai landasan dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, peta administrasi desa menjadi instrumen utama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan publik dan pembangunan desa secara keseluruhan.

Peran peta administrasi desa sangat krusial dalam membantu perangkat desa dalam mengelola administrasi serta merencanakan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan memahami secara jelas struktur administratif desa dan distribusi infrastruktur yang ada, perangkat desa dapat merencanakan kegiatan pembangunan yang tepat sasaran dan efisien. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki.

Wilayah usulan program pendampingan penyusunan peta administrasi desa bagi perangkat desa dilaksanakan di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Hasil wawancara kepada perangkat desa serta telaah dokumen yang dilakukan selama seminggu di Desa Tlogorejo khususnya dokumen-dokumen spasial seperti peta, menunjukkan bahwa Desa Tlogorejo kurang memiliki informasi spasial atau pemetaan terkait batas-batas wilayah yang ada di setiap kebayanan/dusun. Di sisi lain, sumber daya manusia khususnya perangkat desa yang dimiliki Desa Tlogorejo kurang memiliki ilmu spasial sehingga menghambat dalam merumuskan peta administrasi Desa Tlogorejo.

Berdasarkan pernyataan dan data-data yang telah dikumpulkan, Sabilal Husna pada tanggal 22 Januari 2024 mahasiswa KKN Universitas Diponegoro tim 1 tahun 2024 dari Prodi Teknik Perencanaan Wilayah Kota merumuskan Program Pendampingan Penyusunan Peta Administrasi Desa Tlogorejo kepada perangkat desa yang bertujuan untuk memetakan batas-batas administrasi/wilayah dan memberikan kenampakan spasial Desa Tlogorejo.

Pelaksanaan program ini dilakukan melibatkan serangkaian langkah, mulai dari pengumpulan data lapangan, pengukuran dan pemetaan menggunakan peralatan khusus, hingga pembuatan peta digital dengan menggunakan perangkat lunak pemetaan. Proses ini memungkinkan untuk menciptakan peta yang akurat dan mudah diakses oleh perangkat desa dan masyarakat umum.

Hasil survei dan pengolahan data kurang lebih seminggu di Desa Tlogorejo, mahasiswa KKN telah menyelesaikan program dengan dampingan para perangkat desa dalam menentukan batas-batas fisik wilayah Desa Tlogorejo. Desa Tlogorejo berbatasan langsung dengan Desa Sambungrejo di utara, Desa Tirto di selatan, Desa Kleteran di barat dan Kecamatan Ngablak di timur. Dengan adanya program ini diharapkan bertujuan memperdalam pemahaman perangkat desa terkait peran dan manfaatnya serta meningkatkan kemampuan praktis pembuatan peta administrasi serta memberikan informasi kepada masyarakat umum terkait batas batas administrasi Desa Tlogorejo.




Editor:
Achmad Munandar

Memperkuat Ekonomi Desa: KWT Dukuh Pulo Terima Edukasi Pencatatan Keuangan dari Mahasiswa Akuntansi

0
Gambar Pendampingan dengan Masyarakat Kelompok Wanita Tani (KWT) Dukuh Pulo
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Campusnesia.co.idKlaten, Jawa Tengah - Dukuh Pulo, sebuah desa yang subur dengan potensi pertanian yang melimpah, menjadi saksi dari sebuah inisiatif positif pada tanggal 25 Januari 2024. Kelompok Wanita Tani (KWT) Dukuh Pulo, yang terdiri dari 27 Ibu PKK, dengan antusias mengikuti kegiatan edukasi dan pendampingan sistem pencatatan keuangan sederhana sebagai bentuk program kerja monodisiplin pada saat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh Berliana Via Tarissa, seorang mahasiswa akuntansi dari Universitas Diponegoro.

Kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) terfokus pada jual beli tanaman hasil panen yang ditanam oleh warga Dukuh Pulo sendiri. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak pandemi COVID-19 yang mempengaruhi ketahanan pangan di Desa Bogor, terutama di Dukuh Pulo. Keuntungan dari penjualan tanaman ini akan dialokasikan ke uang kas PKK Dukuh Pulo. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan sistem pencatatan keuangan sederhana dilaksanakan untuk mendukung kelancaran operasional Kelompok Wanita Tani (KWT) Dukuh Pulo.

Kegiatan edukasi pencatatan keuangan menandai langkah maju dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan para wanita tani dalam mengelola keuangan kelompok dan individu. Program ini membuka peluang untuk menciptakan cara Kelompok wanita Tani (KWT)  Dukuh Pulo mengelola dan mengontrol keuangan mereka. Berliana Via Tarissa, berusaha semaksimal mungkin untuk dapat berperan sebagai fasilitator dalam menyampaikan materi dan memberikan panduan praktis.

Dalam suasana yang penuh semangat, kegiatan dimulai dengan penyampaian materi yang melibatkan konsep-konsep dasar pencatatan keuangan. Sebagai seorang fasilitator, Berliana Via Tarissa menjelaskan mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran hingga pentingnya pencatatan keuangan dalam mendukung pengelolaan keuangan yang efektif, baik di tingkat kelompok maupun individu. 

Sesi tanya jawab menjadi momen interaktif di mana para peserta dapat menggali lebih dalam dan memahami aplikasi praktis dari materi yang disampaikan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencerminkan kebutuhan nyata para peserta terkait perencanaan keuangan dan strategi pengelolaan dana kelompok.

Puncak kegiatan adalah sesi demonstrasi pencatatan keuangan sederhana, di mana para ibu PKK secara langsung terlibat dalam mencatat transaksi harian dan praktik-praktik yang telah diajarkan. Proses ini membuka peluang bagi mereka untuk belajar melalui pengalaman langsung, meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengelola keuangan.

Berliana Via Tarissa berharap, "dengan adanya program ini, saya berharap para wanita tani di Kelompok Wanita Tani (KWT) Dukuh Pulo dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencatatan keuangan. Hal ini tidak hanya akan membantu mereka dalam mengelola keuangan pribadi, tetapi juga meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan kelompok."

Pemahaman baru tentang pentingnya pencatatan keuangan diharapkan dapat menghasilkan praktik-praktik yang lebih terstruktur dan transparan, juga memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi kelompok. Selain meningkatkan literasi keuangan, kegiatan ini juga membangun ikatan solidaritas dan kerjasama di antara para wanita tani. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga merasakan adanya dukungan komunitas yang kuat dalam menuju kemandirian finansial. 

Mudah-mudahan, inisiatif positif ini tidak hanya menjadi peristiwa sehari-hari, tetapi juga memberikan dasar untuk perubahan yang berkelanjutan dalam pengelolaan keuangan, membawa dampak positif yang dapat dirasakan oleh seluruh Kelompok Wanita Tani Dukuh Pulo.



Editor:
Achmad Munandar