Tingkatkan Mitigasi Bencana, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Membuat Denah dan Rambu Jalur Evakuasi Di SD N 1 Karanggatak, Klego, Boyolali

0
 


Campusnesia.co.idDesa  Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (09/08/2023). Karanggatak, Boyolalu (28/07/2023) – Sebuah langkah positif dalam meningkatkan keselamatan lingkungan belajar di SDN 1 Karanggatak, Klego, Boyolali telah diwujudkan oleh sekelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro. Dalam proyek kolaboratif ini, mahasiswa telah berhasil membuat denah dan rambu jalur evakuasi yang aman dan bisa dibaca oleh warga sekolah, serta titik kumpul yang bertujuan untuk memberikan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Lingkungan sekolah merupakan salah satu fasilitas umum yang memerlukan perhatian lebih terkait mitigasi bencana sebagai bentuk dukungan program pemerintah yaitu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang berlandaskan hukum pada Peraturan Kepala BNPB nomor 4 tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana. Program SPAB bertujuan untuk membangun budaya siaga dan aman di sekolah, serta untuk membangun ketahanan dalam menghadapi bencana oleh warga sekolah. 

Proyek ini merupakan gagasan dari Mahasiswa KKN Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Latumaerisa Saragih dan melakukan Kerjasama dengan pihak sekolah SDN 1 Karanggatak. Berbekal ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan, dapat memberikan manfaat bagi Masyarakat khususnya terkait keselamatan jiwa. “Sekarang sekolah SDN 1 Karanggatak juga sedang melakukan tahap akreditasi, dengan adanya program kerja dari KKN ini sangat membantu pihak sekolah dalam peningkatan akreditasi” ujar Siti Auliyah R. S.Pd, kepala sekolah SDN 1 Karanggatak .

Diawali dengan mengedukasi para guru dan murid serta melakukan simulasi langsung tanggap bencana, diharapkan dapat memperluas wawasan terkait penggunaan rambu-rambu jalur evakuasi yang sudah dibuat. Tidak hanya itu, mahasiswa juga Menyusun denah yang informatif yang berisikan rambu jalur evakuasi, titik kumpul, letak atau posisi alat pemadam kebakaran (APAR), dan nomor darurat yang bisa dihubungin jika terjadi bencana. Denah ini diletakkan di posisi yang strategis agar setiap individu di lingkungan sekolah dapat melihat dan dipandu ke posisi yang aman.

Ibu Siti Auliyah R. S.Pd, juga mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya Mahasiswa KKN UNDIP yang peduli terhadap keselamatan di lingkungan sekolah. “kami sangat ber-terima kasih kepada Mahasiswa KKN, karna Ini merupakan suatu kegiatan yang sangat baik dan bagus dari adik-adik Mahasiswa UNDIP, serta sangat bermanfaat bagi kita guru dan mahasiswa. Dimana selama ini kita sangat kurang terkait mitigasi bencana, dan dengan adanya proyek ini dapat membantu warga sekolah semakin siap dan tahu harus melakukan apa saat terjadi keadaan darurat.”

Dengan berjalannya kolaborasi antara Mahasiswa KKN UNDIP dengan SDN 1 Karanggatak, Boyolali, Proyek ini tidak hanya peningkatan fisik, tetapi juga meningkatkan rasa tanggung jawab Masyarakat terhadap keselamatan jiwa.



Penulis: Latumaerisa Saragih
Editor: Reny Wiyatasari
Lokasi: Desa Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali

Belajar Cerdas! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2023 Melakukan Pelatihan Terhadap Perangkat Desa Karanggatak dalam Pemanfaatan Platform Digital Google Drive Sebagai Media Pengarsipan Data

0
 


Campusnesia.co.idDesa  Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (10/08/2023). Boyolali – Mahasiswa KKN Tim II UNDIP melakukan pendampingan kepada perangkat desa terkait penggunaan Google Drive sebagai platform pengarsipan data berbasis online. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala selama 3 hari (01-03/08/2023) di balai desa Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.

Desa Karanggatak memiliki jumlah penduduk yang terbilang banyak 2430 jiwa yang dibagi menjadi 6 dusun. Dengan banyak nya penduduk maka data-data yang di arsipkan juga semakin banyak. Serta dibutuhkan banyak kritik, saran dan masukan dari warga desa untuk menunjang peningkatan pelayanan desa Karanggatak semakin maju.


Platform Google Drive memiliki beberapa fitur seperti google dokumen, google spreadsheet, google form, google slide, google gambar, google sites, google my maps, google jamboard, dan beberapa fitur lainnya. Di Platform ini dapat digunakan menerima data, mengolah data, serta mengarsipkan data.

Penggunaan Platform digital Google Drive sebagai pengarsipan data online digagas oleh Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, Latumaerisa Saragih dari Fakultas Teknik, berdasarkan permasalahan yang ada di desa. Dimana perangkat desa selama ini hanya mengandalkan penyimpanan langsung di perangkat, yang suatu waktu akan penuh serta sulit diakses di perangkat lain. Joko selaku Sekertaris desa Karanggatak mengungkapkan “selama ini kami hanya menyimpan data di flasdisk atau komputer langsung maka terkadang sulit diakses jika bukan di kantor langsung.” 

“Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, semakin memberikan wawasan baru serta melek terhadap teknologi pada kami perangkat desa. Sangat bersyukur dapat pengetahuan baru dan semoga dapat diterapkan dengan baik” ujar Joko.

Selain itu penggunaan Platform Google Drive dapat membantu meningkatkan pelayanan serta kemajuan desa dengan menggunakan beberapa fitur yang ada untuk menerima responden terhadap suatu hal yang dibutuhkan.



Penulis: Latumaerisa Saragih
Editor: Reny Wiyatasari
Lokasi: Desa Karanggatak, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali

Bukan Sulap Bukan Sihir, Mahasiswa KKN TIM II Undip Membuat Briket Dari Limbah Arang Kayu

0
 


Campusnesia.co.id - Kamal,Kecamatan Bulu,Kabupaten Sukoharjo (03/08/2023) – Seiring dengan berkembangnya zaman dan bertambahnya jumlah penduduk kebutuhan akan bahan bakar alternatif semakin meningkat.

Dengan bertambahnya jumlah industri pengolahan kayu di ikuti dengan meningkatnya volume limbah kayu setiap tahunnya mulai menimbulkan permasalahan karena dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar industri. 

Seperti yang terjadi di Desa Kamal, Kecamatan Bulu yang beberapa penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai penghasil arang kayu. Potensi limbah kayu yang dihasilkan cocok untuk dimanfaatkan menjadi energi alternatif biomassa dalam bentuk briket arang kayu dalam upaya mengurangi ketergantungan akan minyak tanah dan kayu bakar.

Pemanfaatan limbah arang kayu sebagai bahan baku pembuatan briket dilatarbelakangi oleh tingginya limbah arang. Di Desa Kamal sendiri terdapat 10 kepala keluarga yang memiliki usaha arang kayu. Berdasarkan observasi, pengelolaan limbah arang kayu di Desa Kamal saat ini belum optimal. Banyak pengusaha arang yang belum mampu memanfaatkan limbah arang kayu ini karena minimnya kesadaran, pengetahuan, dan ketrampilan. Limbah arang kayu yang dihasilkan kebanyakan dibuang begitu saja. Hal ini tentunya akan membawa dampak yang merugikan bagi lingkungan.

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2022/2023, Wika Maydita, dari Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik, mengajak dan memberikan edukasi kepada warga Desa Kamal, Kecamatan Bulu untuk memanfaatkan limbah arang kayu menjadi briket arang. Program ini dilaksanakan di pendopo Balai Desa Kamal, dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang.
 
Briket adalah bahan bakar padat yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang mempunyai bentuk tertentu. Briket arang yang berasal dari limbah arang kayu tersebut perlu dilakukan uji sifat fisis dan kimia agar dapat memberikan nilai tambah terutama dari segi nilai kalor (panas). Briket arang sangat layak untuk dikembangkan sebagai energi alternatif dimana dengan adanya dukungan bahan baku yang sangat berlimpah.

Dengan pemanfaatan limbah dari arang kayu tersebut diharapkan pencemaran akibat pembuangan limbah ke lingkungan serta pelepasan gas CO2 akibat pembakaran limbah sudah bisa ditekan.

Manfaat lain yang didapatkan adalah dapat ikut meningkatkan perekonomian warga. Cara pembuatan yang mudah dan bahan -bahan yang murah menjadikan briket sangat cocok untuk dijadikan industry baru. Pemasaran dan peminatnyapun juga sudah banyak dipasaran.


Penulis: Wika Maydita | Rekayasa Perancangan Mekanik | Sekolah Vokasi
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi Keluarga Menggunakan Sistem Budidaya Akuaponik pada Lahan Terbatas

0



Campusnesia.co.id - Desa Kamal,Kecamatan Bulu,Kabupaten Sukoharjo (27/07/2023) –  Kegiatan sosialisasi mengenai pangan bergizi untuk keluarga melalui budidaya akuaponik yang dilakukan Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro Semarang, dengan mengangkat tema “Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi Keluarga Menggunakan Sistem Budidaya Akuaponik pada Lahan Terbatas” yang bertujuan memberikan pemahaman kepada warga Desa Kamal mengenai penyediaan pangan bergizi bagi keluarga solusi pencegahan stunting bagi anak. 

Program ini dilaksanakan di rumanah bapak Tukiman pada hari kamis, 27 Juli 2023 dan dihadiri oleh kelompok tani. Program dilaksanakan dengan memberikan pemahaman mengenai cara pembuatan akuaponik dan hasil sumberdaya perikanan dan tanaman  yang dapat dimanfaatkan untuk mutu gizi yang baik di Desa Kamal.

Akuaponik ini terdiri dari budidaya sayuran kangkung dengan jumlah 21 tanaman dan ikan nila sebanyak 200 ekor dalam luas kolam  2,5 m x 1,5 m. Keunggulan dari akuaponik ini yaitu efisien tempat, perawatan tanaman dan ikan yang mudah, serta mendapatkan hasil ganda yaitu ikan dan sayuran. 

Kecukupan gizi sangat penting terutama pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan agar mencegah terjadinya stunting. Memenuhi kebutuhan gizi dapat dilakukan dengan memilih makanan yang sehat seperti sayur serta protein hewani. Dalam hal ini, pemanfaatan hasil akuaponik merupakan pilihan terbaik.

Pemanfaatan hasil akuaponik terhadap sumberdaya perikanan memiliki banyak cara untuk mengolahnya, seperti ekado, kerupuk ikan, bakso ikan, nugget, dan lain sebagainya.


Penulis: Wika Maydita | Rekayasa Perancangan Mekanik | Sekolah Vokasi
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Manfaatkan Limbah Produksi Arang dan Daun Jati Kering, Mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP 2023 Menginisiasi Pembuatan Pupuk di Desa Kamal

0



Campusnesia.co.id - SUKOHARJO - Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan limbah produksi arang kayu dan daun jati kering yang seringkali diabaikan, Mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP 2023 berinisiatif untuk memberikan edukasi kepada anggota PKK Desa Kamal untuk membuat pupuk dari limbah-limbah tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Balai Desa Kamal dengan suasana yang kondusif dan penuh antusiasme dari para peserta.

Limbah produksi arang kayu seringkali diabaikan dan dianggap tidak memiliki nilai guna. Namun, inisiatif ini membuktikan bahwa limbah tersebut dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Di sisi lain, Desa Kamal yang didominasi oleh tanaman jati mengalami tantangan kekeringan. 

Pohon jati yang meranggas dan daun kering yang berserakan di mana-mana menjadi pemandangan umum. Sayangnya, daun-daun ini biasanya hanya berakhir dibakar, meningkatkan polusi udara dan menambah beban lingkungan. Pembuatan pupuk dari kedua bahan ini—limbah produksi arang kayu dan daun jati kering—menjadi solusi kreatif untuk mengolah sampah tersebut.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan teknik pembuatan pupuk, tetapi juga menjelaskan mengapa pupuk ini memiliki dampak positif pada tanaman dan lingkungan. Dengan bahan yang sederhana yaitu limbah produksi arang kayu, daun jati kering, molase, air sumur, dan EM4, produk pupuk dapat dibuat. Arang memiliki kemampuan memegang air atau retensi air, sehingga dapat menjaga ketersediaan air terutama di lahan yang kering.

Kegiatan ini memiliki dampak yang berpotensi positif dalam jangka panjang. Dengan mengubah limbah arang kayu dan daun jati kering menjadi pupuk yang berkualitas, desa ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat dari pembakaran sampah daun kering, serta meningkatkan kualitas tanah yang semula kering. 

Inisiatif pembuatan pupuk dari limbah arang kayu dan daun jati kering di Desa Kamal adalah contoh nyata tentang bagaimana limbah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Melalui kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat, solusi kreatif dapat ditemukan untuk permasalahan lingkungan.



Penulis: Shulcha Asmahan Askho | Biologi | Fakultas Sains dan Matematika
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Kamal Kuat dan Sehat: Pengembangan Hasil Budidaya Akuaponik sebagai Solusi Kreatif dalam Mengentaskan Stunting

0



Campusnesia.co.idSUKOHARJO - Sebuah inisiatif edukatif yang berfokus pada pengembangan sumber daya genetik pangan dari hasil budidaya akuaponik telah berhasil mencuri perhatian di Desa Kamal. Mahasiswa KKN Tim 2 UNDIP 2023 bekerja sama dengan anggota PKK Desa Kamal, dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang potensi metode ini dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mencegah stunting di wilayah yang memiliki keterbatasan lahan dan air.

Akuaponik telah diakui sebagai solusi inovatif dalam mengatasi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan di Desa Kamal. Dengan lahan yang terbatas dan ketersediaan air yang relatif sulit, metode ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan. Ikan memberikan nutrisi untuk tanaman, sementara tanaman membersihkan air yang akan kembali ke lingkungan ikan.

Salah satu tujuan penting dari edukasi ini adalah untuk mengatasi dan mencegah masalah stunting di Desa Kamal. Dengan mengonsumsi sayuran dan ikan yang dihasilkan dari budidaya akuaponik, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan yang segar dan bergizi. Hasil budidaya akuaponik kaya akan nutrisi penting yang dapat membantu dalam pertumbuhan anak-anak dan mencegah stunting.

Bertempat di Pendopo Balai Desa Kamal, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi hasil budidaya akuaponik dalam pengembangan sumber daya genetik pangan. Kehadiran anggota PKK dengan antusiasme tinggi mencerminkan komitmen mereka dalam mengentaskan masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 

Pada acara ini, tidak hanya penjelasan teoritis yang diberikan. Hasil budidaya akuaponik yang berhasil diproduksi juga dipamerkan, membuktikan potensi nyata metode ini dalam menghasilkan sayuran dan ikan yang berkualitas. Tips mengenai pengolahan ikan agar lebih menarik untuk dikonsumsi juga diberikan, terutama kepada anak-anak yang merupakan kelompok rentan terhadap stunting.

Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kamal tentang pentingnya konsumsi sayur dan ikan dalam mencegah stunting. Melalui metode akuaponik, diharapkan dapat tercipta solusi berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Inisiatif edukasi ini merupakan langkah proaktif menuju solusi berkelanjutan dalam mengatasi masalah stunting dan ketersediaan pangan di Desa Kamal. Dengan penerapan metode akuaponik, diharapkan Desa Kamal dapat melangkah menuju masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.



Penulis: Shulcha Asmahan Askho | Biologi | Fakultas Sains dan Matematika
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Menyulap Limbah Industri Rumah Tangga Menjadi Produk Baru Berupa Sabun Batang Melalui Penjernihan Dengan Limbah Arang Di Desa Kamal

0
 

Campusnesia.co.id - SUKOHARJO – Arang merupakan salah satu alternatif bahan padat yang dihasilkan dari proses pengeringan dan pembakaran bahan organik, seperti kayu, batok kelapa, atau biomassa lainnya, yang digunakan sebagai bahan bakar, bahan kimia, media penyaring, dan bahkan dalam bidang kuliner. 

Selain itu, dalam beberapa konteks arang dapat dianggap sebagai limbah atau sisa dari proses pembakaran, terutama jika sudah tidak memiliki nilai ekonomi yang signifikan setelah digunakan. Namun, arang juga dapat dimanfaatkan kembali atau diolah menjadi produk bernilai seperti arang aktif. 

Arang aktif dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti dalam pengolahan air dan limbah, serta sebagai bahan baku untuk adsorpsi dalam berbagai penggunaan termasuk penjernihan air dan penyerapan bau khususnya pada minyak goreng bekas atau minyak jelantah sebagai limbah industri rumah tangga yang sudah tidak digunakan secara langsung. 

Masyarakat Desa Kamal khusunya Ibu-Ibu PKK diketahui memiliki pengetahuan yang minim mengenai bahayanya penggunaan minyak sisa penggorengan (minyak jelantah) yang digunakan secara berulang kali. 

Apabila terus digunakan berulang kali, minyak jelantah akan berbahaya bagi kesehatan tubuh karena mengandung zat-zat kimia yang dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan makhluk hidup lain. Oleh karena itu, limbah minyak dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun. 

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan sabun dari minyak jelantah sangatlah mudah. Sebelum dibuat menjadi bahan dasar sabun, minyak jelantah harus dimurnikan terlebih dahulu dengan menggunakan limbah arang untuk menghilangkan sisa gorengan, bau, serta warna keruh dari minyak jelantah. 

Penggunaan limbah arang dimanfaatkan secara optimal dikarenakan terdapat 9 usaha UMKM di Desa Kamal sehingga dapat dengan mudah ditemukan. Selain menanggulangi dampak negatif dari limbah minyak sisa penggorengan, sabun yang berasal dari minyak jelantah ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga di Desa Kamal apabila digunakan untuk home industry.
 
Pembuatan sabun dilakukan dengan menjernihkan minyak jelantah. Minyak jelantah dimurnikan dengan cara menghaluskan arang sampai menjadi serbuk kemudian dimasukkan ke dalam minyak jelantah, di campur dan di endapkan selama semalaman. Setelah itu minyak jelantah tersebut disaring menggunakan kertas saring, sehingga minyak jelantah menjadi lebih baik dari sebelumnya, tanpa bau dan lebih jernih. 

Minyak yang telah dimurnikan tadi dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun yang meliputi NaOH (soda api), essensial oil, dan pewarna makanan. NaOH atau soda api dapat ditemukan di toko bangunan maupun toko kue. Minyak jelantah yang sudah murni, dicampur dengan larutan NaOH dengan perbandingan 1 : 1. Setelah minyak jelantah dicampur dengan larutan NaOH, bahan diaduk selama kurang lebih 30 menit sampai berubah warna menjadi keputihan dan mengental. 

Bahan yang telah diaduk kemudian di beri tambahan essensial oil dan perwarna makanan. Setelah semua bahan tercampur, cetak bahan dan di diamkan selama semalam untuk proses pengerasan. Atau dapat juga di simpan dalam lemari es untuk memercepat proses pengeringan. Sabun yang telah mengering dikemudian di simpan kedalam plastik dalam beberapa hari yang disebut dengan proses saponifikasi (proses penyabunan). Sabun yang digunakan lebih aman dan murah dibanding dengan sabun dipasaran. 

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro menjalankan program “Pemanfaatan arang dalam penjernihan minyak sebagai limbah industri rumah tangga” dengan sasaran masyarakat Desa Kamal khususnya Ibu-Ibu PKK yang dihadiri 35 orang di Pendopo Balai Desa Kamal yang dilaksanakan pada Kamis (10/8/2023) pukul 13.00-14.30 yang sekaligus dilaksanakannya pelaksanaan program kerja multidisiplin dengan judul “Inovasi Pemberdayaan UMKM Produksi Arang Kayu terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kamal”. 

Hasil pelaksanaan program kerja monodisiplin berjudul “Pemanfaatan arang dalam penjernihan minyak sebagai limbah industri rumah tangga” yaitu sabun batang dengan bahan dasar minyak jelantah yang telah dimurnikan. Dari penilaian Ibu-Ibu PKK menilai bahwa limbah arang tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk dimanfaatkan menjadi filter penjernih atau pemurnian minyak jelantah yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali menjadi sabun batang. 

Proses penjernihan minyak jelantah dan pembuatan sabun juga dianggap cukup praktis dan bahan-bahan yang digunakan relatif lebih mudah didapatkan. Ilmu yang disampaikan juga dapat menjadi masukan dan pengetahuan lebih detail akan proses pemurnian minyak jelantah yang dilanjutkan dengan pembuatan sabun batang.


Penulis: Nabila Faizatussalma | Teknologi Pangan | Fakultas Peternakan dan Pertanian
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Melawan Stunting Melalui Gizi Berkualitas Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Anak dengan Olahan Ikan Bersama Ibu-Ibu PKK di Desa Kamal

0
 



Campusnesia.co.id - SUKOHARJO – Stunting dianggap sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, memiliki dampak serius terhadap perkembangan fisik dan kognitif. Masalah ini menjadi perhatian global karena akan berpengaruh terhadap generasi mendatang. 

Pengetahuan masyarakat akan kandungan gizi ikan khususnya ikan air tawar dapat dikatakan kurang karena masyarakat umumnya hanya mengetahui bahwa ikan memiliki duri yang cukup melimpah sehingga cukup sulit untuk dikonsumsi. 

Selain itu, pengolahan ikan umumnya hanya diolah dengan cara digoreng ataupun dimasak berkuah karena kurangnya inovasi masyarakat dalam mengolah hasil perikanan maka terpikirkan akan pembuatan program kerja monodisiplin mengenai demonstrasi pembuatan ekado yang berbahan dasar ikan air tawar yaitu ikan nila. 

Demonstrasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat masyarakat khususnya anak-anak dalam mengkonsumsi ikan karena mengingat tingginya aknga stunting di Indonesia. Ikan memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, karena mengandung vitamin, mineral, dan sumber protein tinggi yang berasal dari hewani. Ikan merupakan hasil protein hewani yang tinggi jika dibandingkan dengan protein hewani lainnya, sehingga ikan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pencegahan stunting secara dini.

Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro menjalankan program “Pemberdayaan kelompok dalam pengolahan ikan nila sebagai inovasi diversifikasi produk olahan hasil akuaponik” dengan sasaran Ibu-Ibu PKK dan anak-anak yang dihadiri 35 orang di Pendopo Balai Desa Kamal yang dilaksanakan pada Kamis (10/8/2023) pukul 13.00-14.30 yang sekaligus dilaksanakannya pelaksanaan program kerja multidisiplin dengan judul “Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi Keluarga Menggunakan Sistem Budidaya Akuaponik pada Lahan Terbatas”. 
 
Hasil pelaksanaan program kerja monodisiplin berjudul “Pemberdayaan kelompok dalam pengolahan ikan nila sebagai inovasi diversifikasi produk olahan hasil akuaponik” yaitu ekado dengan bahan dasar ikan nila yang difillet dan digiling. 

Dari penilaian Ibu-Ibu peserta menilai bahwa ekado tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk anak agar dapat mengonsumsi ikan dalam bentuk yang berbeda sehingga dapat menarik perhatian anak serta dapat mengatasi masyarakat yang sulit mengonsumsi ikan karena bau amisnya. 

Proses pembuatan ekado juga dianggap cukup praktis dan bahan-bahan yang digunakan relatif lebih mudah didapatkan. Ilmu yang disampaikan juga dapat menjadi masukan dan pengetahuan lebih detail akan kandungan gizi ikan air tawar, khususnya ikan nila.


Penulis: Nabila Faizatussalma | Teknologi Pangan | Fakultas Peternakan dan Pertanian
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si.
Lokasi : Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Meningkatkan Keterampilan Administrasi: Mahasiswa KKN Tim II Undip 2023 Berkolaborasi Bersama Perangkat Desa Kamal dalam Pelayanan Pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU) bagi Pelaku UMKM Produksi Arang Kayu

0


Campusnesia.co.id - SUKOHARJO - Desa Kamal, yang terletak di Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, merupakan salah satu daerah dengan potensi UMKM yang kuat di sektor produksi arang kayu. Untuk meningkatkan keberlanjutan dan legalitas usaha pelaku UMKM di bidang ini, Komunitas Kerja Nyata (KKN) yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa setempat mengadakan sebuah program edukasi pentingnya pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Dalam upaya mendukung para pelaku UMKM produksi arang kayu di Desa Kamal, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP bersama Pemerintah Desa mengadakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi mengenai pentingnya mendapatkan SKU. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Agustus 2023 pukul 13.00 WIB di Pendopo Balai Desa Kamal.

Salah satu tujuan utama program ini adalah membantu para pelaku UMKM memahami manfaat dan pentingnya memiliki SKU. Dengan memiliki SKU, para pelaku UMKM dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pelanggan terhadap produk arang kayu yang dihasilkan. Selain itu, SKU juga dapat memberikan kepastian hukum dalam menjalankan usaha, melindungi hak-hak produsen, serta memudahkan akses ke berbagai program pemerintah yang dapat mendukung pengembangan usaha.

Selama pelaksanaan program, para pelaku UMKM mendapatkan pembekalan mengenai prosedur pembuatan SKU, syarat-syarat yang harus dipenuhi, serta manfaat yang akan diperoleh setelah mendapatkan SKU. Mereka juga dibantu dalam proses pengajuan dan pengurusan SKU, baik secara administratif maupun teknis. Pendampingan ini juga dilakukan langsung oleh Mahasiswa KKN Tim II UNDIP yang memiliki keahlian di bidang perizinan usaha.

Dampak dari pelaksanaan program ini sangat positif bagi para pelaku UMKM produksi arang kayu di Desa Kamal. Mereka mulai menyadari pentingnya mendapatkan SKU dan mengikuti prosedur yang jelas dalam menjalankan usaha mereka. Kredibilitas dan kepercayaan pelanggan meningkat, dan peluang akses ke program pemerintah juga semakin terbuka. 

Bapak Lurah Desa Kamal, Bapak Widodo, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Beliau mengatakan, "Saya sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Undip, dari program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama pelaku UMKM desa terhadap pentinya SKU dalam bidang usaha dalam bidang usaha, dan keberhasilan program ini menunjukkan komitmen kita untuk mendukung perkembangan UMKM terutama UKMK yang ada di Desa Kamal ini". Semoga usaha para pelaku UMKM produksi arang kayu di Desa Kamal semakin berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi desa kedepannya.


Penulis: Resty Okta Diani | Ilmu Pemerintahan | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi, M.Si
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo 

Kepemimpinan Berbasis Masyarakat: Mahasiswa KKN Tim II UNDIP 2023 Bersama Karang Taruna dalam Meningkatkan Potensi Desa Kamal

0
 


Campusnesia.co.id - SUKOHARJO – Pada musim ini, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro untuk pertama kalinya bergairah di Desa Kamal Kecamatn Bulu Kabupaten Sukoharjo. Pada KKN kali ini salah satu program kerja yang dilakukan oleh mahasiswa yaitu terkait dengan “Kepemimpinan Berbasis Maysarakat: Bersama Karang Taruna dalam Meningkatkan Potensi Desa”. 

Dalam kolaborasi yang erat bersama karang taruna, kegiatan KKN ini berfokus pada pengembangan keterampilan kepemimpinan generasi muda serta kesadaran akan peran penting dari organisasi karang taruna dalam meningkatkan potensi yang ada di Desa Kamal. 

Karang taruna merupakan organisasi yang terdiri dari pemuda-pemudi yang aktif dan bergerak dilingkungan desa. Tujuan utama dari karang taruna itu sendiri adalah sebagai wadah untuk mengembangkan potensi pemuda desa agar dapat menjadi generasi yang produktif dan bertanggung jawab. 

Karang taruna juga memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan potensi desa baik itu melalui pembinaan Sumber Daya Manusia, pengelolaan lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi desa dan melalui pemberdayaan pemuda. Namun, banyak desa yang belum mengetahui peran penting karang taruna dalam membantu meningkatkan potensi desa. 

Desa Kamal yang berada di Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi yang bisa di kembangkan terutama pada pelaku UMKM seperti produksi arang kayu, jamu, dan lain sebaginya. Namun, untuk mencapai tujuan ini, membangun pemuda yang berkualitas serta memperkuat peran pemuda di dalam masyarakat adalah hal yang krusial. Oleh karena itu, KKN Tim II UNDIP bersama karang taruna berkolaborasi untuk mengadakan serangkaian kegiatan edukasi kepemimpinan.

Salah satu kegiatan utama yang diadakan adalah pelatihan kepemimpinan bagi anggota Karang Taruna. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Juli 2023 di pendopo balai desa puluk 20.00 WIB. Kegiatan difokuskan pada pengembangan keterampilan kepemimpinan, manajemen waktu, kerjasama tim, serta mengenali potensi diri dan lingkungan sekitar. Selain itu, Mahasiswa KKN Undip juga mnedorong karang taruna dalam meningkatkan perannya yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan potensi desa kamal. 

Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini dirasakan langsung oleh perangkat desa, karang taruna dan masyarakat yang terlibat, dimana karang taruna berpartisipasi secara aktif dalam dalam merancang dan mengidentifikasi potensi desa kamal. dan membuat rancana jangka panjang yang nantinya bisa dilaksanakan melalui program kerja desa kedepannya. 

“Mudah-mudahan kedepannya nanti karang taruna Desa Kamal dapat menjadi wadah ataupun pondasi uaama sebagai penggerang dalam meningkatkan potensi desa” ungkap Pak Widodo selaku Lurah Desa Kamal. karang taruna yang memiliki pemimpin yang berkualitas akan mampu menggerakkan menggerakkan pemerintah desa dan masyarakat dalam merencanakan kegiatan yang bermanfaat bagai desa nantinya.


Penulis: Resty Okta Diani | Ilmu Pemerintahan | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
DPL: Bogi Budi Jayanto, S.Pi, M.Si
Lokasi: Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo