Wujudkan Ketahanan Pangan Dan Pemenuhan Gizi Keluarga! Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Sosialisasi Mengenai Urban Farming

0
 


Campusnesia.co.idBulu, Sukoharjo (20/07/2023) – Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023 melakukan kegiatan sosialiasasi kepada ibu-ibu PKK Desa Sanggang terkait urban farming sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada hari Kamis, 20 Juli 2023 di ruang PKK, Balai Desa Sanggang.

Urban farming merupakan kegiatan bercocok tanam atau berternak secara mandiri, dengan lahan terbatas. Urban farming dapat dengan mudah diterapkan, tidak memerlukan lahan yang luas, dan biayanya tidak mahal. Hasil dari urban farming dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memenuhi gizi keluarga di Desa Sanggang.

Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menggiatkan urban farming, antara lain: 


1. Metode Vertikultur
teknik bercocok tanam di ruang/lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat.


2. Metode hidroponik
budidaya menanam dengan menggunakan air tanpa tanah.


3. Akuaponik dan Budikdamber
proses budidaya yang memadukan konsep budidaya tanaman dengan budidaya simbiosis ikan sekaligus. 


4. Wall garden
metode bercocok tanam dengan menggunakan lahan yang sempit dan terbatas dengan menggunakan dinding atau ruang secara vertikal dengan menutupinya dengan tumbuhan yang tumbuh di atas media tanam.

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dari jurusan Teknologi Pangan, hadir untuk menyampaikan materi yang mencakup pengertian ketahanan pangan, komponen ketahanan pangan, kriteria kualitas pangan rumah tangga, dan jenis-jenis urban farming sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan keluarga. 

Kegiatan sosialisasi ini diterima dengan baik, terlihat dari antusiasme ibu-ibu PKK Desa Sanggang. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, ibu-ibu PKK Desa Sanggang bisa lebih paham tentang urban farming dan dapat mengimplementasikannya. 

Penyuluhan Dampak Hukum Pernikahan Dini Di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

0
 


Campusnesia.co.idPada tanggal 28 Juli 2023, di Balai Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, telah dilaksanakan penyuluhan mengenai dampak hukum pernikahan dini oleh Yuris Wira Pradana, mahasiswa KKN TIM 2 Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2022/2023. 

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pemuda Desa Sanggang tentang konsekuensi hukum dari pernikahan dini, serta untuk mencegah dan mengurangi angka pernikahan di bawah usia yang diizinkan oleh hukum.

Acara penyuluhan ini dihadiri oleh 20 orang pemuda dari Desa Sanggang. Mereka tampak antusias dan bersemangat untuk mengikuti setiap tahapan penyuluhan yang telah disiapkan. Yuris Wira Pradana sebagai narasumber menjelaskan materi-materi penting seputar pernikahan dini, dengan fokus pada berbagai aspek hukum yang terkait.


Materi penyuluhan meliputi:

1. Usia Pernikahan yang Diizinkan
Peserta diberikan pemahaman mengenai batasan usia minimum untuk menikah yang diatur dalam perundang-undangan. Penjelasan yang komprehensif diberikan untuk memastikan pemuda Desa Sanggang memahami bahwa pernikahan di bawah usia yang diizinkan oleh hukum dapat berdampak pada pelanggaran hukum.


2. Syarat Menikah di Bawah Umur
Narasumber menjelaskan persyaratan hukum yang harus dipenuhi jika seseorang ingin menikah di bawah umur yang diizinkan. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang prosedur hukum yang harus diikuti dan pemahaman tentang tanggung jawab yang datang dengan pernikahan.


3. Akibat Nikah Tanpa Restu Orang Tua 
Pemuda Desa Sanggang diberi wawasan mengenai konsekuensi hukum dari pernikahan tanpa mendapatkan restu dari orang tua atau wali. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peserta memahami pentingnya persetujuan orang tua dalam pernikahan.


4. Resiko Hukum Menikah Usia Dini
Peserta diinformasikan mengenai berbagai risiko hukum yang dapat timbul akibat pernikahan dini, seperti masalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Pemaparan ini diharapkan dapat membuat pemuda Desa Sanggang lebih waspada dan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menikah pada usia yang belum matang.


Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan baik. Peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, dengan banyak pertanyaan yang diajukan untuk memperdalam pemahaman mereka. Selain itu, sesi quiz yang diadakan juga menunjukkan hasil yang memuaskan, karena hampir semua peserta berhasil meraih nilai yang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta benar-benar telah memahami materi penyuluhan dan siap untuk menyebarkan informasi ini kepada teman-teman sebaya mereka.

Penyuluhan dampak hukum pernikahan dini oleh Yuris Wira Pradana telah berhasil memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada pemuda Desa Sanggang. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mencegah praktek pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pemuda. 

Semoga upaya seperti ini dapat terus dilakukan dan menyebar ke wilayah-wilayah lain untuk menciptakan generasi muda yang lebih terinformasi dan sadar akan dampak hukum dalam berbagai aspek kehidupan.

Penyuluhan Dampak Hukum Narkotika Di Desa Sanggang Oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0
 


Campusnesia.co.idPada tanggal 28 Juli 2023, sebuah penyuluhan mengenai dampak hukum narkotika telah sukses diselenggarakan di Balai Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Penyuluhan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 2 dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh mahasiswa KKN, Yuris Wira Pradana. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak hukum dari narkotika kepada para pemuda Desa Sanggang.

Acara ini dihadiri oleh 20 pemuda dari Desa Sanggang yang dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun dengan baik. Kehadiran peserta menunjukkan minat dan perhatian mereka terhadap isu narkotika dan implikasi hukum yang terkait.

Dalam penyuluhan ini, Yuris Wira Pradana sebagai narasumber berhasil menyampaikan materi dengan jelas dan padat. Materi penyuluhan meliputi perbedaan antara narkotika dan psikotropika, golongan narkotika, sanksi hukum yang diberikan, rehabilitasi, serta dampak terhadap korban. 

Para peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan ketertarikan dan keterlibatan mereka dalam memahami isu-isu yang diangkat. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai aspek, dari perbedaan jenis narkotika hingga upaya rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.

Salah satu puncak kegiatan adalah sesi quiz, di mana peserta diuji untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan, hampir semua peserta berhasil mencapai nilai yang baik dalam sesi ini, menunjukkan bahwa mereka telah menerima dan memahami informasi yang disampaikan dengan baik.

Kegiatan ini dapat dianggap berhasil karena partisipasi aktif peserta dan tingkat interaksi yang tinggi selama penyuluhan berlangsung. Peserta terlihat bersemangat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dampak hukum dari narkotika dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di masyarakat.

Yuris Wira Pradana sebagai penyelenggara dan narasumber telah berhasil memberikan penyuluhan yang berharga. Desa Sanggang dan masyarakat setempat memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNDIP ini dalam memberikan edukasi yang penting dan relevan.

Diharapkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa KKN serta masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan peningkatan pemahaman tentang dampak hukumnya di tengah-tengah masyarakat.

Revitalisasi Lingkungan Melalui Terobosan Cerdas: Mahasiswa KKN Ciptakan Teknologi Tepat Guna Olah Sampah Organik di Dukuh Wates, Desa Sanggang

0
 


Campusnesia.co.idSukoharjo (26/07/2023). Dalam usaha menjaga lingkungan dan mendorong keberlanjutan pertanian di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro merancang dan melaksanakan program inovatif: pembuatan komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Teknologi ini memberikan solusi yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dan penyediaan pupuk alami yang bernilai tinggi untuk kelompok tani setempat.

Program ini melibatkan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro yang berdedikasi dan kelompok tani yang termotivasi di Desa Sanggang. Mereka bekerja bersama dalam mewujudkan pembuatan komposter yang inovatif ini. Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan sampah organik dan kebutuhan pupuk alami yang tinggi dalam pertanian lokal. 

Pembuatan komposter adalah langkah strategis untuk mengurangi limbah organik dan sekaligus memberikan sumber pupuk yang berharga bagi tanaman.
Kegiatan ini diawali dengan merancang dan membangun komposter yang efisien dan mudah dioperasikan, dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia. 

Selanjutnya Mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada anggota kelompok tani tentang pembuatan komposter, pengelolaan limbah organik, serta manfaat pupuk kompos dan pupuk cair. Komposter yang telah dibuat, dioperasikan oleh kelompok tani untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi dan pupuk cair yang kaya nutrisi. 

Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, kelompok tani dapat melanjutkan penggunaan komposter ini secara mandiri, serta mengembangkan produksi pupuk organik untuk keberlanjutan pertanian.

Dengan implementasi teknologi komposter ini, Desa Sanggang mendapatkan manfaat ganda: pengurangan sampah organik dan penyediaan pupuk alami yang berkualitas. Langkah ini mendorong pertanian yang lebih lestari dan ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi yang erat antara mahasiswa KKN dan kelompok tani Desa Sanggang, program ini mengubah pandangan tentang sampah organik menjadi sumber daya yang berharga. Teknologi komposter mengilhami perubahan nyata menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan hijau. Dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Desa Sanggang.

Terobosan Gemilang! Mahasiswa KKN Membawa Perubahan Revolusioner dalam Keselamatan Pekerjaan di UMKM Pembuatan Arang

0
 



Campusnesia.co.idSukoharjo (10/08/2023). Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro memberikan penyuluhan tentang pengimplementasian K3 dalam proses pembuatan arang. 

Pada tanggal 10 Agustus 2023 Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja KKN di Dukuh Wates, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, dengan fokus pada pengimplementasian K3 dalam proses pembuatan arang. 

Dukuh Wates di Desa Sanggang dikenal sebagai pusat produksi arang tradisional yang melibatkan sejumlah UMKM, termasuk Bapak Sugeng yang merupakan salah satu pemilik UMKM pembuatan arang. Produksi arang memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Namun,seringkali aspek keselamatan dan kesehatan kerja terabaikan. Inilah yang menjadi latar belakang pentingnya program kerja KKN ini.

Pelaksanaan Program Kerja Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro diawali dengan penilaian risiko di seluruh area produksi arang. Identifikasi potensi bahaya dan risiko seperti paparan asap berbahaya, risiko kebakaran, penanganan alat ,dan bahan berbahaya. Dilanjutkan dengan memberikan pelatihan kepada pekerja UMKM tentang pentingnya K3 dalam proses produksi arang. 

Mereka diberikan pengetahuan tentang penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik pengendalian kebakaran, dan pengaturan tempat kerja yang aman. Setelah implementasi, Mahasiswa KKN melakukan monitoring untuk memastikan bahwa langkah-langkah K3 dilaksanakan dengan benar. Evaluasi dilakukan bersama dengan pekerja untuk mendapatkan hasil  yang diinginkan.

Melalui program kerja KKN ini, implementasi K3 dalam proses pembuatan arang di UMKM Dukuh Wates berhasil dicapai. Pekerja dan pemilik UMKM lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. 

Pengetahuan mereka tentang penggunaan APD, tindakan pencegahan kebakaran, dan pengelolaan limbah berbahaya meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya meningkatkan keselamatan pekerja, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas produk arang dan reputasi UMKM arang di pasaran.

Program kerja KKN yang dilakukan oleh Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro di UMKM pembuatan arang di Dukuh Wates, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, telah membawa dampak positif dalam implementasi K3. 

Langkah-langkah konkret yang diambil telah meningkatkan kesadaran dan praktik keselamatan serta kesehatan kerja di lingkungan UMKM. Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, program ini memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat untuk para pekerja UMKM dan pembuat arang.

Gadget Sehat, Hidup Seimbang: Mahasiswa UNDIP Ajak Publik Sadar akan Bahaya Radiasi Elektromagnetik

0
 


Campusnesia.co.idSanggang (28/7/2023). Pagi itu, suasana Balai Desa Sanggang dipenuhi dengan semangat pemuda-pemudi dari Karang Taruna dua dusun, yaitu Dusun Sanggang dan Wates yang berkumpul untuk mengikuti sosialisasi mengenai bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget. Acara ini diadakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak negatif dari radiasi gadget dan bagaimana cara mengurangi risiko eksposur pada gelombang elektromagnetik.
 
Dalam suasana yang penuh perhatian, Shifa Alfiana Adhia Sandi, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, menjelaskan secara mendalam tentang bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dari penggunaan gadget yang berlebihan. Shifa membahas tentang bagaimana gelombang elektromagnetik dapat berpotensi merusak jaringan tubuh dan berbagai masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat paparan radiasi tersebut.

Dalam presentasinya, Shifa menjelaskan bahwa paparan radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget dapat menyebabkan dampak kesehatan seperti gangguan tidur, sakit kepala, dan bahkan risiko perkembangan penyakit jangka panjang seperti kanker. Ini mendorong peserta untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan gadget sehari-hari.

Sosialisasi ini juga memberikan edukasi tentang cara menggunakan gadget dengan bijak. Peserta diajak untuk menghindari penggunaan gadget yang berlebihan, terutama saat tidur malam. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang penggunaan aksesori pelindung, seperti headset atau earphone, dan casing pelindung atau film anti radiasi untuk mengurangi paparan radiasi langsung pada kepala.

Setelah presentasi, peserta aktif terlibat dalam diskusi interaktif dan sesi tanya jawab dengan narasumber. Mereka bertanya tentang tips konkret dalam mengurangi eksposur radiasi, jenis gadget yang paling berpotensi dalam menyebabkan radiasi tinggi, serta solusi praktis dalam penggunaan gadget sehari-hari.

 
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pemuda-pemudi dari Dusun Sanggang dan Wates tentang bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget. Dengan pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi ini, diharapkan mereka dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan mereka saat menggunakan gadget.

Demikianlah, acara sosialisasi mengenai bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget di Dusun Sanggang dan Wates berjalan dengan sukses dan memberikan wawasan yang berharga bagi para peserta. Semoga informasi yang diberikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi kesehatan yang lebih baik.

Revolusi Ramah Lingkungan: Mahasiswa UNDIP Sulap Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Berkualitas Tinggi

0



Campusnesia.co.idSanggang (7/8/2023). Di tengah semangat kepedulian terhadap lingkungan dan inovasi produk berbasis alam, ibu-ibu PKK Desa Sanggang berkumpul di Ruang PKK Balai Desa Sanggang pada tanggal 7 Agustus 2023 untuk mengikuti pelatihan pembuatan lilin aromaterapi menggunakan bahan dasar limbah minyak jelantah. Acara ini merupakan inisiatif dari Shifa Alfiana Adhia Sandi, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, untuk mengedukasi dan memfasilitasi ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai.

Dalam acara yang penuh semangat ini, ibu-ibu PKK Desa Sanggang diperkenalkan dengan konsep baru dalam pembuatan lilin aromaterapi. Dalam presentasi yang diberikan oleh Shifa Alfiana Adhia Sandi, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, dijelaskan bagaimana limbah minyak jelantah yang sebelumnya hanya dianggap sebagai limbah rumah tangga yang tidak berguna, dapat diolah menjadi bahan dasar lilin aromaterapi yang berkualitas.
 
Materi pelatihan melibatkan proses langkah demi langkah pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah. Setelah pengumpulan limbah minyak jelantah, proses pengolahan dimulai dengan perendaman minyak jelantah dengan menggunakan arang selama 24 jam untuk membantu menghilangkan bau dan mencegah kontaminasi yang dapat mempengaruhi kualitas lilin yang dihasilkan dari minyak jelantah tersebut. Minyak yang telah disaring kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain seperti stearin, minyak esensial, dan crayon bekas sebagai pewarna.
 
Selain memberikan alternatif pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan, lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki nilai lebih. Minyak esensial yang ditambahkan pada lilin memiliki efek aromaterapi yang dapat memberikan relaksasi dan kesejahteraan bagi penggunanya. Ini menjadi salah satu keunggulan utama dari produk lilin aromaterapi ini, yang memiliki nilai estetika dan manfaat kesehatan sekaligus.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari ibu-ibu PKK Desa Sanggang. Antusiasme mereka terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi praktek pembuatan lilin aromaterapi. Terdengar tawa riang saat mereka mencoba mencampurkan minyak esensial dengan minyak jelantah yang telah diolah. Semangat untuk memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat sangat terasa di ruangan tersebut.

 
Pada akhir acara, beberapa peserta diberikan produk lilin aromaterapi untuk dapat dibawa pulang sebagai hadiah atas kreativitas dan inovasi mereka dalam menciptakan varian lilin aromaterapi dengan aroma yang unik. Inovasi ini sekaligus mendorong mereka untuk terus berkreasi dan menciptakan produk-produk berkualitas dari bahan-bahan sehari-hari yang sering diabaikan.
 

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Desa Sanggang. Selain memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan limbah, acara ini juga membuka peluang bisnis mikro bagi ibu-ibu PKK Desa Sanggang dalam pembuatan dan penjualan lilin aromaterapi berkualitas.

Demikianlah, acara pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah di Balai Desa Sanggang berlangsung dengan sukses dan penuh semangat. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus menginspirasi inovasi dan kreativitas di masyarakat dalam mengelola limbah dan menciptakan produk bernilai tinggi.

Upaya Tingkatkan Literasi, Mahasiswa KKN Sediakan Pojok Literasi di Sekolah

0
 


Campusnesia.co.idSanggang (01/08/2023) - Perpustakaan memiliki salah satu fungsi sebagai penunjang kegiatan pembelajaran di sekolah. Untuk melaksanakan fungsi tersebut, maka perpustakaan menyediakan berbagai macam koleksi yang berguna sebagai sumber pembelajaran dan informasi. 

Selain itu, perpustakaan juga turut berperan dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah karena penyediaan buku-buku yang dapat membantu untuk menumbuhkan kebiasaan membaca.  

Namun, sebagian perpustakaan khususnya di sekolah dasar dapat dikatakan belum menjalankan fungsinya secara optimal, termasuk di SDN 2 Sanggang. Perpustakaan SDN 2 Sanggang belum berjalan optimal karena adanya proses renovasi yang dilakukan. Proses renovasi yang dilakukan juga tidak memungkinkan siswa untuk membaca buku di perpustakaan.

 Agar siswa dapat tetap membaca buku yang tersedia dengan nyaman, maka perlu disediakan sebuah alternatif untuk menghimpun buku-buku tersebut. Permasalahan ini mendorong mahasiswa KKN Tim II Undip untuk menyediakan sebuah pojok literasi di SDN 2 Sanggang. 


Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 Agustus 2023 di SDN 2 Sanggang. Penyediaan pojok literasi ini tentunya disambut dengan baik, khususnya oleh Bu Rumiyati selaku Pustakawan SDN 2 Sanggang. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan penyerahan produk berupa rak pojok literasi serta pengisian buku-buku di pojok literasi tersebut. 

Pojok literasi diletakan di salah satu ruang kelas SDN 2 Sanggang karena sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bu Rumiyati bahwa siswa lebih menyukai kegiatan membaca di kelas. Melalui penyediaan pojok literasi dengan koleksi yang menarik, maka diharapkan dapat semakin menumbuhkan kebiasaan membaca siswa di SDN 2 Sanggang.  

Melangkah Lebih Cerdas di Era Digital: Menanam Pentingnya Pemahaman Literasi Digital Melalui Sosialisasi

0
 



Campusnesia.co.idSanggang (07/08/2023) – Kemajuan teknologi menghasilkan berbagai jaringan teknologi dan komunikasi, salah satunya yaitu kemunculan media digital. Hadirnya media digital tidak selalu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Banyak tantangan yang dihadapi akibat kehadiran media digital seperti penyebaran hoax, derasnya arus informasi, dan lainnya. Salah satu penyebab fenomena tersebut karena kurangnya pemahaman akan literasi digital. 

Kurangnya pemahaman tentang literasi digital menjadi salah satu permasalahan yang sering dijumpai di era digital saat ini. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pemahaman tentang kemampuan literasi digital agar dapat menggunakan media digital dengan bijak, mengetahui sumber informasi yang kredibel, serta memahami informasi yang diterima bagi masyarakat desa khususnya ibu-ibu PKK di Desa Sanggang. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro mengadakan program berupa sosialisasi kepada ibu-ibu PKK di Desa Sanggang dengan judul “Sosialisasi Pentingnya Kemampuan Literasi Digital” yang bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya kemampuan literasi digital sehingga dapat dengan bijak memanfaatkan media digital di kehidupan sehari-hari. 

 
Sosialisasi ini dilaksanakan pada pertemuan rutin PKK Desa Sanggang tanggal 7 Agustus 2023 di ruang PKK Balai Desa Sanggang. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua PKK Desa Sanggang dan dilanjutkan dengan pemberian materi seputar pentingnya literasi digital serta upaya meningkatkan kemampuan literasi digital di lingkungan keluarga. 

Di akhir acara, dilakukan pemberian poster sebagai tambahan informasi dan sesi foto bersama ibu-ibu PKK Desa Sanggang. Dengan adanya program ini, maka diharapkan masyarakat khususnya ibu-ibu PKK Desa Sanggang dapat lebih sadar mengenai pentingnya literasi digital dan dapat menghindari dampak negatif yang dihasilkan oleh media digital. 

Reportase Skrining Stunting pada Anak-Anak TK Sanggang

0
 



Campusnesia.co.idPada tanggal 24 Juli 2023, di TK Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, telah dilaksanakan kegiatan skrining stunting oleh Laksmana Adi Krista Nugraha, seorang mahasiswa KKN TIM 2 UNDIP 2022/2023. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi stunting pada anak-anak usia 4 hingga 5 tahun di TK Sanggang dengan menggunakan pengukuran tinggi badan dan berat badan berdasarkan kurva pertumbuhan dari World Health Organization (WHO).


Peserta dan Metode Skrining
Kegiatan ini diikuti oleh 9 anak-anak siswa TK Sanggang yang berusia 4 hingga 5 tahun. Skrining dilakukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan masing-masing anak. Data hasil pengukuran ini akan dibandingkan dengan kurva pertumbuhan WHO untuk usia 2-5 tahun, sehingga dapat mengidentifikasi apakah terdapat potensi stunting pada anak-anak tersebut.


Pentingnya Makan Bergizi pada Masa Kanak-Kanak
Sebelum skrining, dilakukan pengenalan kepada anak-anak mengenai pentingnya makan bergizi, terutama pada masa kanak-kanak. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan juga orang tua mereka tentang peran nutrisi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.


Proses Skrining dan Pengukuran
Kegiatan skrining dimulai dengan pengukuran tinggi badan menggunakan stature meter yang telah disiapkan. Setiap anak diukur tinggi badannya dengan teliti dan hasil pengukuran dicatat. Selanjutnya, dilakukan pengukuran berat badan menggunakan timbangan berat badan. Data hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan tersebut nantinya akan digunakan dalam analisis stunting.


Output dan Analisis Data
Hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan anak-anak akan dibandingkan dengan kurva pertumbuhan WHO untuk usia 2-5 tahun. Dari hasil perbandingan ini, akan dapat diidentifikasi apakah ada anak-anak yang memiliki potensi stunting atau pertumbuhan yang tidak sesuai dengan standar pertumbuhan normal. Data ini nantinya akan disajikan dalam bentuk tabel tinggi badan menurut usia, berat badan menurut usia, dan berat badan menurut tinggi badan.


Antusiasme Anak-Anak
Kegiatan skrining berlangsung dengan cukup baik, ditandai oleh tingginya antusiasme dari anak-anak TK Sanggang. Mereka tampak bersemangat dan kooperatif dalam menjalani proses pengukuran, serta tertarik dengan penjelasan mengenai makan bergizi dan pertumbuhan yang sehat.


Kesimpulan
Kegiatan skrining stunting pada anak-anak TK Sanggang merupakan langkah penting dalam mendeteksi potensi stunting dan masalah pertumbuhan pada usia dini. Dengan melibatkan anak-anak dalam proses pengukuran dan memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan nutrisi dan kesehatan pada anak-anak dan orang tua mereka. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya preventif dalam mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di masa depan.



Oleh:
Laksmana Adi Krista Nugraha
Mahasiswa KKN TIM 2 UNDIP 2022/2023

Tanggal: 
24 Juli 2023

Tempat: 
TK Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo