Cegah Stunting Itu Penting!

0



Campusnesia.co.id Sanggang (26/07/2023)-Stunting merupakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian utama pemerintah karena kondisi ini memiliki dampak serius terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia. 


Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki kasus stunting, termasuk di Desa Sanggang. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis pada masa pertumbuhan awal anak yang menghambat perkembangan fisik dan mental mereka. 
     


Untuk mengatasi permasalahan ini, KKN Tim II Undip melakukan program penyuluhan kepada ibu-ibu PKK dan ibu hamil dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang gizi dan pencegahan stunting. 

Program ini juga melibatkan demo pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bertujuan untuk memberikan bimbingan dalam memberikan makanan bergizi pada anak-anak sehingga dapat mencapai kecukupan gizi yang diperlukan.

 
Program penyuluhan penanganan stunting dan demo pembuatan PMT ini dilaksanakan pada 26 Juli 2023 di Balai Desa Sanggang. Kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi seputar stunting oleh salah satu mahasiswa KKN TIM II Undip, Laksmana Adi Krista Nugraha dari Fakultas Kedokteran, dan pelaksanaan demo pembuatan PMT oleh Naluri Amella Putri dari Fakultas Peternakan dan Pertanian. 


Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kompetisi pembuatan sandwich yang merupakan salah satu contoh makanan tambahan. Kompetisi pembuatan sandwich ini diikuti secara antusias oleh seluruh ibu-ibu PKK dan ibu hamil yang hadir pada pelaksanaan acara. 

Di akhir acara, diberikan kuis sebagai tolak ukur pemahaman materi yang telah disampaikan. Dengan dilaksanakannya program ini, maka diharapkan dapat memberikan edukasi bagi masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dan ibu hamil di Desa Sanggang terkait bahaya stunting dan bagaimana upaya pencegahannya. 

Peduli UMKM, Mahasiswa KKN Undip Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa Sanggang Melalui Pendaftaran NIB

0
 


Campusnesia.co.idSanggang (22/7/2023) - UMKM merupakan salah satu usaha yang cukup berkembang di Desa Sanggang. Akan tetapi, masih banyak pelaku usaha tersebut yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). 

NIB adalah identitas resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi dan melegitimasi usaha. NIB memungkinkan UMKM untuk mengakses berbagai pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga terkait. 

Usaha yang memiliki NIB dapat memperoleh perlindungan hukum terhadap bisnis mereka, apabila terjadi perselisihan UMKM dapat menggunakan NIB sebagai bukti legalitas dan hak-hak mereka. NIB juga memberikan akses kemudahan dan kecepatan dalam mendapatkan izin dan perizinan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. 

 
Guna memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha di Desa Sanggang dalam mengurus izin usaha dan mendapatkan dukungan dari pemerintah, KKN Tim II Universitas Diponegoro berupaya untuk membantu UMKM dalam pendaftaran NIB melalui OSS - RBA. Program ini dilaksanakan mulai dari tanggal 22 Juli 2023 hingga 14 Agustus 2023 secara door to door ke pelaku usaha yang ada di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. 

Dengan memiliki NIB, para pelaku usaha di Desa Sanggang akan mendapatkan akses yang lebih mudah untuk memperoleh bantuan dan dukungan dari pemerintah, seperti bantuan modal usaha dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk. Selain itu, NIB juga dapat membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing produk mereka.
 

Berdasarkan proses kunjungan yang telah dilakukan, didapatkan sejumlah tiga UMKM yang bersedia untuk didaftarkan NIB. Melalui pendaftaran NIB ini, para UMKM tersebut akan mendapatkan sertifikat NIB serta memiliki akses yang lebih mudah untuk mengembangkan usaha mereka dan mendapatkan dukungan dari pemerintah. 

Selain itu, melalui pendaftaran NIB ini juga diharapkan dapat membantu memajukan perekonomian di desa tersebut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Inovasi Pembuatan Budikdamber Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Keluarga

0
 


Campusnesia.co.idBulu, Sukoharjo (20/07/2023) – Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023 melaksanakan program monodisiplin pembuatan budikdamber pada hari Kamis, 20 Juli 2023 di ruang PKK, Balai Desa Sanggang. Sasaran program ini yaitu ibu-ibu PKK Desa Sanggang. 

Program ini dilaksanakan sebagai upaya mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dan sebagai salah satu aksi cegah stunting dalam jangka panjang. Kegiatan program ini dimulai dari penyampaian materi tentang apa itu budikdamber, alat dan bahan apa saja yang digunakan, bagaimana cara membuat budikdamber serta bagaimana cara pemeliharaan budikdamber.
 
Budikdamber merupakan budidaya ikan dan sayuran dalam satu media dan biasanya dilakukan secara bersamaan pada lokasi yang memiliki kendala seperti terbatasnya lahan, sumber air, biaya, serta kemampuan teknis dalam budidaya. Kelebihan dari budikdamber ini yaitu hemat air, zero waste, dan bebas bahan kimia. 

Ikan yang digunakan dalam budikdamber ini adalah ikan lele, sedangkan sayuran yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada budikdamber adalah kangkung. Produksi kangkung akan lebih baik pada sistem ini karena nutrisi dapat diperoleh dari feses dan sisa makanan ikan yang mengendap, serta ketersediaan air yang cukup.

Pembuatan budikdamber dilakukan dengan cara melubangi tutup ember seukuran gelas plastik sebanyak ± 6 lubang mengelilingi tutup ember. Setelah itu, isi ember dengan air kemudian masukan benih ikan. Sediakan gelas plastik untuk bibit sayur yang telah dilubangi bagian bawahnya. Lalu, isi arang ke dalam gelas plastik dan susun bibit sayur di dalam gelas plastik. Masukkan gelas plastik yang telah berisi bibit sayur ke dalam lubang pada tutup ember. 


Cara pemeliharaan budikdamber ini yaitu ember diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari, pakan ikan diberikan 2-3 kali sehari, penambahan air dilakukan sekitar 5-10 hari atau apabila air mulai terlihat surut. Jika kangkung terkena hama, segera potong bagian yang terkena kemudian buang.

Kegiatan pembuatan budikdamber ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membudidayakan ikan dan sayuran yang sekaligus dapat meningkatkan konsumsi pangan yang sehat.

Wujudkan Ketahanan Pangan Dan Pemenuhan Gizi Keluarga! Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Sosialisasi Mengenai Urban Farming

0
 


Campusnesia.co.idBulu, Sukoharjo (20/07/2023) – Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023 melakukan kegiatan sosialiasasi kepada ibu-ibu PKK Desa Sanggang terkait urban farming sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan pada hari Kamis, 20 Juli 2023 di ruang PKK, Balai Desa Sanggang.

Urban farming merupakan kegiatan bercocok tanam atau berternak secara mandiri, dengan lahan terbatas. Urban farming dapat dengan mudah diterapkan, tidak memerlukan lahan yang luas, dan biayanya tidak mahal. Hasil dari urban farming dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memenuhi gizi keluarga di Desa Sanggang.

Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menggiatkan urban farming, antara lain: 


1. Metode Vertikultur
teknik bercocok tanam di ruang/lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat.


2. Metode hidroponik
budidaya menanam dengan menggunakan air tanpa tanah.


3. Akuaponik dan Budikdamber
proses budidaya yang memadukan konsep budidaya tanaman dengan budidaya simbiosis ikan sekaligus. 


4. Wall garden
metode bercocok tanam dengan menggunakan lahan yang sempit dan terbatas dengan menggunakan dinding atau ruang secara vertikal dengan menutupinya dengan tumbuhan yang tumbuh di atas media tanam.

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dari jurusan Teknologi Pangan, hadir untuk menyampaikan materi yang mencakup pengertian ketahanan pangan, komponen ketahanan pangan, kriteria kualitas pangan rumah tangga, dan jenis-jenis urban farming sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan keluarga. 

Kegiatan sosialisasi ini diterima dengan baik, terlihat dari antusiasme ibu-ibu PKK Desa Sanggang. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, ibu-ibu PKK Desa Sanggang bisa lebih paham tentang urban farming dan dapat mengimplementasikannya. 

Penyuluhan Dampak Hukum Pernikahan Dini Di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo

0
 


Campusnesia.co.idPada tanggal 28 Juli 2023, di Balai Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, telah dilaksanakan penyuluhan mengenai dampak hukum pernikahan dini oleh Yuris Wira Pradana, mahasiswa KKN TIM 2 Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2022/2023. 

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pemuda Desa Sanggang tentang konsekuensi hukum dari pernikahan dini, serta untuk mencegah dan mengurangi angka pernikahan di bawah usia yang diizinkan oleh hukum.

Acara penyuluhan ini dihadiri oleh 20 orang pemuda dari Desa Sanggang. Mereka tampak antusias dan bersemangat untuk mengikuti setiap tahapan penyuluhan yang telah disiapkan. Yuris Wira Pradana sebagai narasumber menjelaskan materi-materi penting seputar pernikahan dini, dengan fokus pada berbagai aspek hukum yang terkait.


Materi penyuluhan meliputi:

1. Usia Pernikahan yang Diizinkan
Peserta diberikan pemahaman mengenai batasan usia minimum untuk menikah yang diatur dalam perundang-undangan. Penjelasan yang komprehensif diberikan untuk memastikan pemuda Desa Sanggang memahami bahwa pernikahan di bawah usia yang diizinkan oleh hukum dapat berdampak pada pelanggaran hukum.


2. Syarat Menikah di Bawah Umur
Narasumber menjelaskan persyaratan hukum yang harus dipenuhi jika seseorang ingin menikah di bawah umur yang diizinkan. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang prosedur hukum yang harus diikuti dan pemahaman tentang tanggung jawab yang datang dengan pernikahan.


3. Akibat Nikah Tanpa Restu Orang Tua 
Pemuda Desa Sanggang diberi wawasan mengenai konsekuensi hukum dari pernikahan tanpa mendapatkan restu dari orang tua atau wali. Hal ini penting untuk memastikan bahwa peserta memahami pentingnya persetujuan orang tua dalam pernikahan.


4. Resiko Hukum Menikah Usia Dini
Peserta diinformasikan mengenai berbagai risiko hukum yang dapat timbul akibat pernikahan dini, seperti masalah kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Pemaparan ini diharapkan dapat membuat pemuda Desa Sanggang lebih waspada dan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menikah pada usia yang belum matang.


Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan baik. Peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, dengan banyak pertanyaan yang diajukan untuk memperdalam pemahaman mereka. Selain itu, sesi quiz yang diadakan juga menunjukkan hasil yang memuaskan, karena hampir semua peserta berhasil meraih nilai yang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa peserta benar-benar telah memahami materi penyuluhan dan siap untuk menyebarkan informasi ini kepada teman-teman sebaya mereka.

Penyuluhan dampak hukum pernikahan dini oleh Yuris Wira Pradana telah berhasil memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada pemuda Desa Sanggang. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mencegah praktek pernikahan dini dan meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pemuda. 

Semoga upaya seperti ini dapat terus dilakukan dan menyebar ke wilayah-wilayah lain untuk menciptakan generasi muda yang lebih terinformasi dan sadar akan dampak hukum dalam berbagai aspek kehidupan.

Penyuluhan Dampak Hukum Narkotika Di Desa Sanggang Oleh Mahasiswa KKN UNDIP

0
 


Campusnesia.co.idPada tanggal 28 Juli 2023, sebuah penyuluhan mengenai dampak hukum narkotika telah sukses diselenggarakan di Balai Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Penyuluhan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 2 dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh mahasiswa KKN, Yuris Wira Pradana. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak hukum dari narkotika kepada para pemuda Desa Sanggang.

Acara ini dihadiri oleh 20 pemuda dari Desa Sanggang yang dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun dengan baik. Kehadiran peserta menunjukkan minat dan perhatian mereka terhadap isu narkotika dan implikasi hukum yang terkait.

Dalam penyuluhan ini, Yuris Wira Pradana sebagai narasumber berhasil menyampaikan materi dengan jelas dan padat. Materi penyuluhan meliputi perbedaan antara narkotika dan psikotropika, golongan narkotika, sanksi hukum yang diberikan, rehabilitasi, serta dampak terhadap korban. 

Para peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan ketertarikan dan keterlibatan mereka dalam memahami isu-isu yang diangkat. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai aspek, dari perbedaan jenis narkotika hingga upaya rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.

Salah satu puncak kegiatan adalah sesi quiz, di mana peserta diuji untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan, hampir semua peserta berhasil mencapai nilai yang baik dalam sesi ini, menunjukkan bahwa mereka telah menerima dan memahami informasi yang disampaikan dengan baik.

Kegiatan ini dapat dianggap berhasil karena partisipasi aktif peserta dan tingkat interaksi yang tinggi selama penyuluhan berlangsung. Peserta terlihat bersemangat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dampak hukum dari narkotika dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di masyarakat.

Yuris Wira Pradana sebagai penyelenggara dan narasumber telah berhasil memberikan penyuluhan yang berharga. Desa Sanggang dan masyarakat setempat memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNDIP ini dalam memberikan edukasi yang penting dan relevan.

Diharapkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa KKN serta masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan peningkatan pemahaman tentang dampak hukumnya di tengah-tengah masyarakat.

Revitalisasi Lingkungan Melalui Terobosan Cerdas: Mahasiswa KKN Ciptakan Teknologi Tepat Guna Olah Sampah Organik di Dukuh Wates, Desa Sanggang

0
 


Campusnesia.co.idSukoharjo (26/07/2023). Dalam usaha menjaga lingkungan dan mendorong keberlanjutan pertanian di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro merancang dan melaksanakan program inovatif: pembuatan komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Teknologi ini memberikan solusi yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dan penyediaan pupuk alami yang bernilai tinggi untuk kelompok tani setempat.

Program ini melibatkan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro yang berdedikasi dan kelompok tani yang termotivasi di Desa Sanggang. Mereka bekerja bersama dalam mewujudkan pembuatan komposter yang inovatif ini. Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan sampah organik dan kebutuhan pupuk alami yang tinggi dalam pertanian lokal. 

Pembuatan komposter adalah langkah strategis untuk mengurangi limbah organik dan sekaligus memberikan sumber pupuk yang berharga bagi tanaman.
Kegiatan ini diawali dengan merancang dan membangun komposter yang efisien dan mudah dioperasikan, dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia. 

Selanjutnya Mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada anggota kelompok tani tentang pembuatan komposter, pengelolaan limbah organik, serta manfaat pupuk kompos dan pupuk cair. Komposter yang telah dibuat, dioperasikan oleh kelompok tani untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi dan pupuk cair yang kaya nutrisi. 

Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, kelompok tani dapat melanjutkan penggunaan komposter ini secara mandiri, serta mengembangkan produksi pupuk organik untuk keberlanjutan pertanian.

Dengan implementasi teknologi komposter ini, Desa Sanggang mendapatkan manfaat ganda: pengurangan sampah organik dan penyediaan pupuk alami yang berkualitas. Langkah ini mendorong pertanian yang lebih lestari dan ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi yang erat antara mahasiswa KKN dan kelompok tani Desa Sanggang, program ini mengubah pandangan tentang sampah organik menjadi sumber daya yang berharga. Teknologi komposter mengilhami perubahan nyata menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan hijau. Dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Desa Sanggang.

Terobosan Gemilang! Mahasiswa KKN Membawa Perubahan Revolusioner dalam Keselamatan Pekerjaan di UMKM Pembuatan Arang

0
 



Campusnesia.co.idSukoharjo (10/08/2023). Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro memberikan penyuluhan tentang pengimplementasian K3 dalam proses pembuatan arang. 

Pada tanggal 10 Agustus 2023 Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja KKN di Dukuh Wates, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, dengan fokus pada pengimplementasian K3 dalam proses pembuatan arang. 

Dukuh Wates di Desa Sanggang dikenal sebagai pusat produksi arang tradisional yang melibatkan sejumlah UMKM, termasuk Bapak Sugeng yang merupakan salah satu pemilik UMKM pembuatan arang. Produksi arang memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Namun,seringkali aspek keselamatan dan kesehatan kerja terabaikan. Inilah yang menjadi latar belakang pentingnya program kerja KKN ini.

Pelaksanaan Program Kerja Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro diawali dengan penilaian risiko di seluruh area produksi arang. Identifikasi potensi bahaya dan risiko seperti paparan asap berbahaya, risiko kebakaran, penanganan alat ,dan bahan berbahaya. Dilanjutkan dengan memberikan pelatihan kepada pekerja UMKM tentang pentingnya K3 dalam proses produksi arang. 

Mereka diberikan pengetahuan tentang penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik pengendalian kebakaran, dan pengaturan tempat kerja yang aman. Setelah implementasi, Mahasiswa KKN melakukan monitoring untuk memastikan bahwa langkah-langkah K3 dilaksanakan dengan benar. Evaluasi dilakukan bersama dengan pekerja untuk mendapatkan hasil  yang diinginkan.

Melalui program kerja KKN ini, implementasi K3 dalam proses pembuatan arang di UMKM Dukuh Wates berhasil dicapai. Pekerja dan pemilik UMKM lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. 

Pengetahuan mereka tentang penggunaan APD, tindakan pencegahan kebakaran, dan pengelolaan limbah berbahaya meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya meningkatkan keselamatan pekerja, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas produk arang dan reputasi UMKM arang di pasaran.

Program kerja KKN yang dilakukan oleh Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro di UMKM pembuatan arang di Dukuh Wates, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, telah membawa dampak positif dalam implementasi K3. 

Langkah-langkah konkret yang diambil telah meningkatkan kesadaran dan praktik keselamatan serta kesehatan kerja di lingkungan UMKM. Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, program ini memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat untuk para pekerja UMKM dan pembuat arang.

Gadget Sehat, Hidup Seimbang: Mahasiswa UNDIP Ajak Publik Sadar akan Bahaya Radiasi Elektromagnetik

0
 


Campusnesia.co.idSanggang (28/7/2023). Pagi itu, suasana Balai Desa Sanggang dipenuhi dengan semangat pemuda-pemudi dari Karang Taruna dua dusun, yaitu Dusun Sanggang dan Wates yang berkumpul untuk mengikuti sosialisasi mengenai bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget. Acara ini diadakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak negatif dari radiasi gadget dan bagaimana cara mengurangi risiko eksposur pada gelombang elektromagnetik.
 
Dalam suasana yang penuh perhatian, Shifa Alfiana Adhia Sandi, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, menjelaskan secara mendalam tentang bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dari penggunaan gadget yang berlebihan. Shifa membahas tentang bagaimana gelombang elektromagnetik dapat berpotensi merusak jaringan tubuh dan berbagai masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat paparan radiasi tersebut.

Dalam presentasinya, Shifa menjelaskan bahwa paparan radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget dapat menyebabkan dampak kesehatan seperti gangguan tidur, sakit kepala, dan bahkan risiko perkembangan penyakit jangka panjang seperti kanker. Ini mendorong peserta untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan gadget sehari-hari.

Sosialisasi ini juga memberikan edukasi tentang cara menggunakan gadget dengan bijak. Peserta diajak untuk menghindari penggunaan gadget yang berlebihan, terutama saat tidur malam. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang penggunaan aksesori pelindung, seperti headset atau earphone, dan casing pelindung atau film anti radiasi untuk mengurangi paparan radiasi langsung pada kepala.

Setelah presentasi, peserta aktif terlibat dalam diskusi interaktif dan sesi tanya jawab dengan narasumber. Mereka bertanya tentang tips konkret dalam mengurangi eksposur radiasi, jenis gadget yang paling berpotensi dalam menyebabkan radiasi tinggi, serta solusi praktis dalam penggunaan gadget sehari-hari.

 
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pemuda-pemudi dari Dusun Sanggang dan Wates tentang bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget. Dengan pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi ini, diharapkan mereka dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk menjaga kesehatan mereka saat menggunakan gadget.

Demikianlah, acara sosialisasi mengenai bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget di Dusun Sanggang dan Wates berjalan dengan sukses dan memberikan wawasan yang berharga bagi para peserta. Semoga informasi yang diberikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi kesehatan yang lebih baik.

Revolusi Ramah Lingkungan: Mahasiswa UNDIP Sulap Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Berkualitas Tinggi

0



Campusnesia.co.idSanggang (7/8/2023). Di tengah semangat kepedulian terhadap lingkungan dan inovasi produk berbasis alam, ibu-ibu PKK Desa Sanggang berkumpul di Ruang PKK Balai Desa Sanggang pada tanggal 7 Agustus 2023 untuk mengikuti pelatihan pembuatan lilin aromaterapi menggunakan bahan dasar limbah minyak jelantah. Acara ini merupakan inisiatif dari Shifa Alfiana Adhia Sandi, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, untuk mengedukasi dan memfasilitasi ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai.

Dalam acara yang penuh semangat ini, ibu-ibu PKK Desa Sanggang diperkenalkan dengan konsep baru dalam pembuatan lilin aromaterapi. Dalam presentasi yang diberikan oleh Shifa Alfiana Adhia Sandi, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP, dijelaskan bagaimana limbah minyak jelantah yang sebelumnya hanya dianggap sebagai limbah rumah tangga yang tidak berguna, dapat diolah menjadi bahan dasar lilin aromaterapi yang berkualitas.
 
Materi pelatihan melibatkan proses langkah demi langkah pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah. Setelah pengumpulan limbah minyak jelantah, proses pengolahan dimulai dengan perendaman minyak jelantah dengan menggunakan arang selama 24 jam untuk membantu menghilangkan bau dan mencegah kontaminasi yang dapat mempengaruhi kualitas lilin yang dihasilkan dari minyak jelantah tersebut. Minyak yang telah disaring kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain seperti stearin, minyak esensial, dan crayon bekas sebagai pewarna.
 
Selain memberikan alternatif pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan, lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki nilai lebih. Minyak esensial yang ditambahkan pada lilin memiliki efek aromaterapi yang dapat memberikan relaksasi dan kesejahteraan bagi penggunanya. Ini menjadi salah satu keunggulan utama dari produk lilin aromaterapi ini, yang memiliki nilai estetika dan manfaat kesehatan sekaligus.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari ibu-ibu PKK Desa Sanggang. Antusiasme mereka terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi praktek pembuatan lilin aromaterapi. Terdengar tawa riang saat mereka mencoba mencampurkan minyak esensial dengan minyak jelantah yang telah diolah. Semangat untuk memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat sangat terasa di ruangan tersebut.

 
Pada akhir acara, beberapa peserta diberikan produk lilin aromaterapi untuk dapat dibawa pulang sebagai hadiah atas kreativitas dan inovasi mereka dalam menciptakan varian lilin aromaterapi dengan aroma yang unik. Inovasi ini sekaligus mendorong mereka untuk terus berkreasi dan menciptakan produk-produk berkualitas dari bahan-bahan sehari-hari yang sering diabaikan.
 

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Desa Sanggang. Selain memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan limbah, acara ini juga membuka peluang bisnis mikro bagi ibu-ibu PKK Desa Sanggang dalam pembuatan dan penjualan lilin aromaterapi berkualitas.

Demikianlah, acara pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah di Balai Desa Sanggang berlangsung dengan sukses dan penuh semangat. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus menginspirasi inovasi dan kreativitas di masyarakat dalam mengelola limbah dan menciptakan produk bernilai tinggi.