Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri film aksi. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri film aksi. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Review Film Wuxia Blades of the Guardians, Ketika Wu Jing Kembali Bertarung Melawan Nicholas Tse

0
Film Wuxia Blades of the Guardians



Campusnesia.co.id - Setelah menanti sekian lama akhirnya film wuxia Blades of the Guardians yang ditunggu-tunggu bisa disaksikan secara online dengan legal di platform streaming.

Bukan tanpa alasan, film Blades of the Guardians sangat dinanti pecinta film aksi mandarin karena bertabur bintang dengan track record sebagai aktor-aktor yang selama ini menjadi bintang dalam banyak film action. Sebut saja Jet Li, Wu Jing, Nicholas Tse dan Max Zhang. Sang sutradara yaitu Yuen Woo-ping juga dikenal sudah malang melintang dan menghasilan banyak karya film aksi yang memukau.


Sinopsis film Wuxia Blades of the Guardians
Dao Ma, seorang mantan prajurit yang kini hidup sebagai pemburu buronan di padang pasir, menjalani kehidupan sederhana demi melindungi Xiao Qi, anak yang berada di bawah tanggung jawabnya. Suatu hari, ia menerima misi rahasia dari pemimpin suku Lao Mo.

Ia ditugaskan mengawal seorang pria bertopeng bernama Zhi Shi Lang menuju ibu kota Chang'an. Misi ini menjadi sangat rumit dan penuh pertumpahan darah ketika Dao Ma menyadari bahwa Zhi Shi Lang adalah buronan paling dicari kekaisaran yang menyimpan rahasia besar. Mereka juga ditemani oleh Ayuya, seorang pemanah ulung yang merupakan putri dari Lao Mo.

Dalam perjalanan panjang tersebut, mereka harus menghadapi kejaran panglima perang, pemberontak, hingga pejabat Dinasti Sui yang kejam. Sepanjang perjalanan ini, Dao Ma harus mengerahkan seluruh kemampuan bela dirinya melawan musuh-musuh yang menginginkan nyawa mereka.


Daftar Pemeran film Wuxia Blades of the Guardians

- Wu Jing sebagai Dao Ma

- Nicholas Tse sebagai Diting

- Yu Shi sebagai Shu

- Chen Lijun sebagai Ayuya

- Sun Yizhou sebagai Zhi Shilang

- Ci Sha sebagai He Yixuan

- Li Yunxiao sebagai Yan Ziniang

- Tony Leung Ka-fai sebagai Lao Mo

- Zhang Jin sebagai ular kepala dua

- Kara Wai sebagai Madam Yuchi

- Zhang Yi sebagai Pei Shiju

- Jet Li sebagai Chang

- Wen Junhui sebagai Yuji Niuluo

- Liu Yaowen sebagai Pei Xingyan

- Dong Sicheng sebagai Da Lai

poster Film Wuxia Blades of the Guardians


Review film Wuxia Blades of the Guardians
Sebagai penikmat film wuxia apalagi dengan deretan bintang di atas tentu saja saya sangat menikmati film Blades of the Guardians. Pertama mengenal Wu Jing dalam film SPL I (2005) yang bertarung di gang dengan Donnie Yen sejak saat itu selalu mengikuti film-film yang dibintanginnya.

Film Blades of the Guardians juga jadi reuni pertarungan antara Wu Jin dan Nicholas Tse yang sebelumnya pernah bertarung dalam film Invisible Target (2007) dan juga reuni antara Wu Jing vs Zhang Jin (Max Zhang) yang pernah bertarung dalam film SPL II: Kill Zone (2015).

Penampilan Jet Li sebagai cameo juga sangat memukau, di usia beliau yang tak lagi muda gerakan-gerakannya yang khas berhasil ditampilkan sehingga sangat menyenangkan bagi penggemar beliau.

Dari sisi alur cerita sebenarnya mudah dipahami, seorang mantan pasukan khusus istana jadi pemburu bayaran dan harus mengawal seorang pimpinan revolusi yang digadang-gadang bakal merubah tatanan dunia dan politik saat itu.

Mereka harus berhadapan dengan pasukan dari kekaisaran dan para pembunuh bayaran karena nyawa keduanya dihargai mahal oleh kekaisaran.

Jika ada kekurangan, sosok Zhi Shilang yang katanya tokoh revolusi dengan ide besar membawa umat manusia pada kemakmuran tanpa penindasan tidak berhasil ditampilkan dengan baik.

Sebaliknya justru kesan yang ditangkap oleh penonton sosok Zhi Shilang adalah beban sejak awal hingga akhir film. Bahkan dengan karakterisasinya yang katanya sosok dengan pemikiran maju dan revolusioner tak sebait kata atau gagasan berhasil ditampilkan yang bisa menunjukkan kehebatannya tersebut.

Secara keseluruhan film Blades of the Guardians sangat menghibur terlebih buat sobat penikmat film-film wuxia. Rekomended, selamat menonton.


Penulis
Achmad Munandar


====
Baca juga:

Review Series Tom Clancy's Jack Ryan, Ketika John Krasinski Jadi Agen CIA Tayang di Amazon Prime Video

0
 
Poster serial Tom Clancy's Jack Ryan yang menampilkan aktor John Krasinski sebagai analis CIA dengan latar belakang penuh aksi



Campusnesia.co.id - Untuk mengisi waktu luang diantara pekerjaan, bulan Mei 2026 ini saya memilih maraton menonton series produksi Amazon Prime berjudul Tom Clancy's: Jack Ryan.

Awalnya saya menonton versi movienya yang berjudul Tom Clancy's Jack Ryan: Ghost War, karena penasaran saya coba cari versi seriesnya yang ternyata sudah ada sejak tahun 2018 dan total sebanyak 4 season.

Series ini berkisah tentang Tom Clancy's Jack Ryan (atau lebih dikenal dengan judul Jack Ryan) adalah serial televisi bergenre political action thriller asal Amerika Serikat. Cerita serial ini diadaptasi dari karakter dalam semesta fiksi Ryanverse ciptakan penulis legendaris, Tom Clancy.

Menampilkan interpretasi modern dari karakter aslinya, serial ini menggandeng John Krasinski sebagai sang analis CIA, Jack Ryan. Serial ini sendiri digarap oleh kreator Carlton Cuse dan Graham Roland. Selain menjadi pemeran utama, Krasinski juga duduk di kursi produser eksekutif bersama Carlton Cuse, Graham Roland, Michael Bay, Morten Tyldum, dan Brad Fuller.


Rangkuman Sinopsis Per Season

1. Season Pertama:
Musim perdana ini mengikuti kisah sang analis CIA, Jack Ryan, yang terpaksa keluar dari zona nyaman pekerjaan mejanya yang aman. Ia dilempar langsung ke lapangan setelah menemukan serangkaian transfer bank mencurigakan. Investigasi ini membawanya berhadapan dengan Suleiman, seorang ekstremis Islam yang pengaruhnya tengah naik daun.


2. Season Kedua:
Di musim kedua, Jack terjebak di tengah-tengah pergolakan dan perang politik di Venezuela yang korup.


3. Season Ketiga:
Memasuki musim ketiga, Jack menyelidiki sebuah konspirasi besar untuk membangkitkan kembali Uni Soviet. Rencana rahasia ini melibatkan peledakan bom nuklir taktis yang tidak dapat dilacak di Republik Ceko.


4. Season Keempat:
Di musim keempat, Jack yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana CIA harus menghadapi misi paling berbahaya sepanjang kariernya. Kali ini, musuh yang ia hadapi beroperasi di dalam negeri AS sekaligus di luar negeri. Masalah dimulai saat Jack menyelidiki rumor korupsi internal di tubuh CIA, di mana ia dan rekan-rekan kepercayaannya justru menemukan bukti aliansi gelap antara kartel narkoba dan organisasi teroris.


Daftar pemeran series  Tom Clancy's Jack Ryan

- John Krasinski sebagai Jack Ryan

- Wendell Pierce sebagai James Greer

- Abbie Cornish sebagai Dr. Cathy Mueller 

- Ali Suliman sebagai Mousa bin Suleiman

- John Hoogenakker sebagai Matice

- Michael Kelly sebagai Mike November 

- Betty Gabriel sebagai Elizabeth Wright 

- Michael Peña sebagai Domingo Chavez


Review series  Tom Clancy's Jack Ryan

Jujur salah satu yang membuat penasaran dengan series Jack Ryan ini adalah sang pemeran utamanya yaitu John Krasinski sebagai Jack Ryan. Pertama tahu aktor ini dari film 13 Hours yang sangat seru, ditambah dengan kemunculannya di film Doctor Strange in the Multiverse of Madness sebagai Mister Fantastic.

Secara umum buat sobat yang suka series tema agen rahasia ala CIA pasti langsung konek dengan Jack Ryan, sejak season pertama sudah menghadirkan perburuan seru dengan melibatkan lokasi di berbagai negara.

Drama, misteri dan aksi yang dihadirkan terasa pas dengan sedikit bumbu romansa, menariknya di setiap season kita diberi plot twist dari kasus besar yang coba dipecahkan dan hal ini menambah menarik jalan ceritanya.

Secara umum series Jack Ryan sangat rekomended dinikmati saat libur terutama buat sobat yang suka dengan genre agen rahasia, selamat menonton.

Sinopsis dan Review Film The Furious, Ketika Xie Miao dan Joe Taslim Melawan Yayan Ruhian

0


Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat penikmat film laga asal Indonesia, film The Furious bakal tayang di bioskop tanah air nanti taggal 29 Mei 2026. Banyak alasan kenapa film satu ini layak dinanti, sang sutradara yaitu Kenji Tanigaki, adalah otak di balik koreografi keren Rurouni Kenshin, film ini bakal menyuguhkan aksi pertarungan yang intens, brutal, dan berstandar dunia.

Xie Miao baru saja tampil memukau lewat film Fight Against Evil 3, dua nama lainnya yaitu Joe Taslim dan kang Yayan Ruhian sudah tidak perlu dijelaskan lagi, The Furious bakal jadi reuni keduanya setelah bertarung penug "greget" dalam film The Raid 1 dan Hit & Run.


Sinopsis film The Furious
Cerita film The Furious akan fokus pada perjuangan seorang ayah bernama Wang Wei (diperankan Xie Miao) yang mati-matian mencari putrinya setelah diculik komplotan kriminal. Di tengah misi berbahaya itu, ia bertemu dengan seorang jurnalis investigasi yang diperankan oleh Joe Taslim. Kabarnya film ini bakal pamer aksi bela diri yang kreatif, bahkan memanfaatkan benda-benda di sekitar sebagai senjata.


Daftar pemeran film The Furious:
Miao Xie sebagai Wang Wei
Joe Taslim sebagai Navin
Yayan Ruhian sebagai Arrow Man
Enyou Yang sebagai Rainy
Sahajak Boonthanakit
Joey Iwanaga
Guo Junqing
Brian Le
Manatsanun Phanlerdwongsakul
Kittiphoom Wongpentak
Winai Wiangyangkung
Phet Suphadaeng


Poster film The Furious


Trailer film The Furious





Review film The Furious
Coming soon...




====
Baca juga:


Review Fight Against Evil 3, Film Aksi Komedi dari Mainland yang Memukau

0


Campusnesia.co.id - Saya baru saja menonton sebuah film aksi komedi berjudul Fight Against Evil 3 yang diperankan oleh Xie Miao. Siapa Xie Miao? jika sobat penikmat film Layar Emas RCTI dan pernah nonton film The New Legend of Shaolin yang dibintangi oleh Jet Li dan seorang anak kecil yang jago kungfu itulah Xie Miao.

Fight Against Evil 3 kisahnya melanjutkan perjalanan karakter polisi dari seri Northeast Police Story yang memutuskan untuk pergi ke pulau tropis untuk mempersiapkan pernikahannya, namun rencana tersebut berantakan karena ia kembali terlibat dalam pertarungan melawan kriminal. Film ini menonjolkan adegan aksi, tinju, dan tendangan khas Xie Miao. 

Saya sudah nonton Fight Against Evil 1 tapi belum nonton yang ke 2, tapi di film ke 3 ini peningkatan value produksinya sangat luar biasa. 


Sutradaranya yaitu Yang Bingjia, sebelumnya merupakan penulis naskah untuk dua film pertamanya, kini mengambil alih kursi sutradara.

Sebagi informasi ini bukan film produksi Hong Kong namun Main Land yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam dunia industri hiburan dari sisi sinematografi, teknologi, efek komputer dan tentu saja yang paling penting biaya produksi yang luar biasa karena didukung korporasi besar dengan anggran yang juga besar.

Plot Fight Against Evil 3 terbilang sederhana, polisi yang sedang mempersiapkan pernikahan harus menangani kasus penculikan dan perdangan anak dengan balutan aksi namun juga komedi.

Komedi aksi yang ditampilkan mengingatkan gaya-gaya pertarungan ala Jackie Chan dan ada bagian pertarungan 1 lawan 2 yang mengingatkan pada scene aksi film The Raid 2 antara Iko Uwais melawan baseball man dan hammer girl.

Berbeda dengan dua film sebelumnya yang lebih gritty (kelam), seri ketiga ini menyisipkan lebih banyak elemen komedi di awal film. Namun, untuk urusan aksi, film ini tetap menonjolkan teknik grappling yang apik dari Xie Miao dan koreografi pertarungan yang brutal di bagian akhir.

Poster film Fight Against Evil 3


Poster film Fight Against Evil 3



Daftar pemeran film Fight Against Evil 3
 
- Xie Miao (Miu Tse) sebagai Li Hongqi
Tokoh utama, seorang polisi tangguh dari Northeast China. Di film ketiga ini, ia melakukan perjalanan ke pulau tropis untuk urusan pernikahan, namun justru terlibat kembali dalam misi penangkapan penjahat.


- Philip Ng (Ng Wan-lung) sebagai "Fish Guy"
Aktor laga kenamaan ini berperan sebagai antagonis utama. Karakternya digambarkan sebagai sosok yang psikotik dan berbahaya, memberikan tantangan fisik yang besar bagi Li Hongqi.


- Diana Lin (Lin Xiaojie) sebagai Wang Xiuqin
Berperan sebagai calon ibu mertua Li Hongqi yang memberikan tekanan komedi dalam persiapan pernikahannya.

- Cui Zhijia sebagai Sun Biao
Partner atau rekan yang sering kali memberikan unsur humor dalam cerita.

- Huang Miyi sebagai Qin Yerong

- Ma Qianyi sebagai Liu Xinxin

- Momo Wu (Wu Mochou) sebagai Bingbing (Penampilan Spesial)

Sebagai informasi Miao Xie juga berperan dalam film The Furious (2025) yang akan tandem dengan Joe Taslim melawan Yayan Ruhiyan kabar gembiranya bakal tayang di bioskop Indonesia.

Oke sobat Campusnesia, secara keseluruhan film 
Fight Against Evil 3 sangat rekomended apalagi buat sobat yang suka film action terutama dari mandarin, selamat menonton.


===
Baca juga:

Jalan Cerita Film Inggris Fuze, Ketika Penjahat Menang dan Polisi Kalah

0
 


Campusnesia.co.id - Jika sobat mencari film dimana sang penjahat menang dan polisi kalah, Fuze bisa jadi pilihan menarik. Fuze adalah film thriller kriminal perampokan Inggris tahun 2025 yang disutradarai oleh David Mackenzie dan ditulis oleh Ben Hopkins. Film ini dibintangi oleh Aaron Taylor-Johnson, Theo James, Gugu Mbatha-Raw, dan Sam Worthington. Diproduksi oleh Sigma Films dan Anton, film ini dirilis secara teatrikal oleh Sky Cinema melalui StudioCanal pada 3 April 2026.


Daftar pemeran film Fuze
Film Fuze dibintangi oleh Aaron Taylor-Johnson sebagai Mayor Will Tranter, Theo James sebagai Karalis, perampok bank, Gugu Mbatha-Raw sebagai Kepala Inspektur Zuzana, Sam Worthington sebagai X, tangan kanan Karalis, Saffron Hocking sebagai Sersan Militer Dootsie Keane, Elham Ehsas sebagai Rahim dan Honor Swinton Byrne sebagai Clareese.


Jalan cerita film Fuze
Sebuah bom yang belum meledak, tampaknya dari Perang Dunia II, ditemukan di lokasi konstruksi yang ramai di Paddington. Saat militer dan polisi, di bawah komando Kepala Inspektur Zuzana Greenfield, menutup area tersebut dan mengevakuasi warga sipil, termasuk Rahim dan orang tuanya, ke Hyde Park, Mayor Will Tranter dan timnya dikirim untuk mencoba menjinakkan bom tersebut. Operasi menjadi rumit ketika Tranter menemukan pemicu berjangka waktu. Salah satu tentara menggunakan alat magnetik untuk menonaktifkan sementara pengatur waktu, sementara yang lain mencoba membangun dinding untuk menahan dan mengurangi dampak ledakan.

Di tengah kekacauan, Karalis, X, Hardeep, dan Z membobol bank di Edgware Road dengan mengebor di bawahnya, dan mencuri uang dan perhiasan. Jejak panas mereka terdeteksi dari apartemen Rahim oleh drone polisi, menghentikan operasi penjinakan bom sementara polisi mencari di area yang telah ditutup. Karalis terlihat, dan polisi terlibat dalam pengejaran dengan para perampok. Perangkat tersebut mengalami kerusakan, mengaktifkan kembali pengatur waktu dan akhirnya menyebabkan bom meledak sebelum tembok selesai dibangun, tetapi tidak ada korban jiwa.

Para perampok berhasil menghindari polisi dan melarikan diri dengan sebuah van ke rumah persembunyian di pedesaan. Di sana, Karalis mengungkapkan berlian mentah di antara barang curian, kemudian mengkhianati mereka dengan memanggil tim gangster bersenjata tempat dia bekerja, yang mengikat para perampok dan mengunci mereka di sebuah gudang. Ketika Karalis mengetahui bahwa berlian itu palsu, para gangster mematahkan tangannya, menguncinya di bagasi mobil mereka dan pergi bersamanya, tetapi dia berhasil menggunakan teleponnya untuk menyiarkan lokasinya. X, Hardeep, dan Z melarikan diri dari gudang dan, karena sudah melacaknya, mereka mengejar, membunuh para penembak, dan mencoba mencekik Karalis, tetapi Tranter tiba dan menembak mati mereka, memungkinkan Karalis untuk melarikan diri.

Pada saat polisi dapat mengetahui keterlibatan Tranter, Karalis, dan Rahim dalam perampokan tersebut, ketiganya telah melarikan diri dari Inggris dengan penerbangan terpisah. Setelah bertemu kembali di Istanbul, terungkap bahwa Tranter bekerja sama dengan Karalis untuk mencuri berlian; ketika Karalis ketahuan, Tranter menyabotase alat tersebut, memicu ledakan untuk memberi mereka waktu melarikan diri dari polisi. Setelah mengatur agar berlian dipotong dan dijual, dan membagi uangnya secara merata di antara mereka, ketiganya berpisah.

Di ending film kita akan diberikan flashback yang mengungkapkan bahwa Tranter, Karalis, dan Rahim pertama kali bertemu sepuluh tahun sebelumnya di Afghanistan, ketika Karalis dikhianati oleh majikannya, yang menculiknya, hanya untuk kemudian konvoi mereka terjebak dalam ledakan IED; dengan Tranter dan Rahim memberikan tembakan perlindungan, Karalis mampu melucuti sebagian besar ranjau darat yang tersisa.



Review F1, Film Tentang Balapan Formula 1 yang Dramatis dan Menegangkan

0
 



Campusnesia.co.id - Saya baru saja menyelesaikan nonton sebuah film tentang balapan berjudul F1. Jujur saya tidak mengikuti balapan mobil F1 seperti balapan Moto GP, sempat ikut hype jamannya ada perwakilan Indonesia Rio Haryanto setelah itu tidak lagi mengikuti.

Tapi dari trailer, ulasan positif serta aktor utamanya yang diperankan oleh Brad Pitt akhirnya saya putuskan untuk menonton juga.

Terakhir film bertema balapan yang saya tonton adalah Ford v Ferrari yang diperankan oleh Matt Damon dan Christian Bale dan pengalaman menontonnya sangat luar biasa.

Pengalaman ini bisa saya dapatkan kembali ketika menonton F1, awalnya agak skeptis bagaimana nanti jalan ceritanya dan kenapa untuk sebuah film harus menggunakan logo official lomba balapannya, jangan-jangan bakal boring seperti film dokumenter.

Nyatanya tidak, film F1 berkisah tentang sosok Sony Hayes pembalap kawakan yang diminta oleh sahabatnya masuk tim APXGP yang diambang kebangkrutan dan menempati posisi buncit di klasemen balapan yang tinggal 9 race lagi.

Sony Hayes yang diperankan oleh Brad Pitt akhirnya menerima permintaan tersebut dan dengan pengalamannya perlahan mampu membawa timnya pada kesempatan untuk meraih finis sebagai juara.

Untuk mencapai puncak tersebut, drama yang dihadirkan sangat menarik, kekhawatiran film ini bakal jadi layaknya film dokumenter terpatahkan.

Sepanjang film, ketika momen balapan, saya yang awam dan biasanya kurang menikmati aksi F1 surprisingly sangat enjoy dan ikut merasakan ketegangan yang dihadirkan.

Secara keseluruhan film balapan F1 ini sangat menarik, sangat rekomended ditonton sebagai hiburan terlebih bagi sobat yang suka film bertema olahraga.


Daftar Pemeran film F1
- Brad Pitt sebagai Sonny Hayes, seorang pembalap keliling yang pernah membela tim Lotus di ajang Formula 1 era 1990-an, kini direkrut kembali ke dunia F1 oleh tim APXGP.

- Damson Idris sebagai Joshua Pearce, seorang pembalap rookie berbakat yang baru bergabung dengan tim APXGP, sekaligus menjadi rival utama bagi Sonny.

- Kerry Condon sebagai Kate McKenna, direktur teknis APXGP dan kekasih Sonny.

- Javier Bardem sebagai Ruben Cervantes, pemilik tim APXGP, teman Sonny, dan mantan rekan setimnya di Lotus.

- Tobias Menzies sebagai Peter Banning, anggota dewan direksi APXGP.

- Kim Bodnia sebagai Kaspar Smolinski, kepala tim APXGP.

- Sarah Niles sebagai Bernadette Pearce, Ibu Joshua.

- Will Merrick sebagai Hugh Nickleby, insinyur balap Sonny di APXGP.

- Joseph Balderrama sebagai Rico Fazio, insinyur balap Joshua di APXGP.

- Abdul Salis sebagai Dodge Dowda, kepala mekanik APXGP.

- Callie Cooke sebagai Jodie, pemasang baut di tim pit stop APXGP.

- Samson Kayo sebagai Cashman, sepupu sekaligus manajer Joshua.

- Simon Kunz sebagai Don Cavendish, penyiar dalam balapan F1 yang diikuti Sonny.

- Liz Kingsman sebagai Lisbeth Bampton, tim Humas APXGP.

- Luciano Bacheta sebagai Luca Cortez, pembalap cadangan APXGP.

- Shea Whigham sebagai Chip Hart, pemilik tim Chip Hart Racing, tempat Sonny membalap dalam ajang 24 Hours of Daytona.

- Kyle Rankin sebagai Cale Kelso, salah satu rekan tim Sonny di Chip Hart Racing.



F1 disutradarai oleh Joseph Kosinski berdasarkan skenario yang ditulis oleh Ehren Kruger, dari cerita yang ditulis bersama oleh keduanya. Pengembangan film ini dimulai pada bulan Desember 2021 dengan Pitt, Kosinski, dan Jerry Bruckheimer terlibat dalam proyek ini. Ketiganya sebelumnya pernah bekerja sama di film Top Gun Maverick (2022).

Sebagai penutup, ada sesuatu yang awalnya mengelitik bagi saya, ada salah satu logo sponsor yang nampang selama pemutaran film. Brand bernama Expensify, awalnya saya mengira ini sponsor fiktif yang dibuat oleh Apple untuk mengejek saingannya Spotifiy, karena punya bisnis streaming musik. Tapi ternyata memang ada brand bernama Expensify dan yang bikin menarik fakta bahwa brand Expensify membayar mahal untuk tampil di film F1 sebagai sponsor tim fiksi APXGP.

Expensify adalah aplikasi dan platform manajemen pengeluaran berbasis cloud yang dirancang untuk mengotomatiskan pelacakan pengeluaran, pemindaian tanda terima (receipts), laporan pengeluaran, dan penggantian biaya (reimbursement). Aplikasi ini populer di kalangan bisnis kecil hingga besar, wiraswasta, dan pekerja lepas untuk menyederhanakan proses akuntansi.


====
Baca juga:

Review HUMINT, Film Spionase Korea Selatan dengan Cerita dan Aksi yang Menawan

0
 


Campusnesia.co.id - Saya baru saja menyelesaikan nonton sebuah film asal Korea Selatan yang tayang di Netflix berjudul HUMINT. Tadinya penasaran ya, Humint ini bahasa korea atau bahasa negara mana dan apa artinya, ternyata Humint merupakan akronim dari Human Inteligen. 

Seperti makna judulnya, film ini berkisah tentang perjalanan tugas seorang agen inteligen bernama Manager Zo yang diperankan oleh aktor Zo In-sung. Ngomongin Zo In-sung sangat suka dengan penampilannya yang cool saat jadi bapak-bapak yang bisa terbang di drama korea Moving, kali ini ia berperan kembali jadi agen intelijen dan sekali lagi harus berurusan dengan Korea Utara.


Sinopsis film Humint
Di Vladivostok, Rusia, Manajer Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan, Zo, ditugaskan untuk melacak sindikat kejahatan internasional yang beroperasi di dekat perbatasan. Investigasinya bersinggungan dengan Park Geon, seorang pejabat Keamanan Negara Korea Utara yang dikirim untuk menyelidiki pelanggaran keamanan baru-baru ini. Situasi semakin rumit karena Hwang Chi-seong, konsul jenderal Korea Utara, yang kepentingan pribadinya bertentangan dengan misi resmi. Di pusat pengumpulan intelijen terdapat Chae Seon-hwa, seorang pekerja di restoran Korea Utara. Saat agen dari kedua belah pihak berusaha mengamankannya sebagai sumber intelijen manusia, ia terpaksa berada dalam posisi berisiko tinggi. 


Pemeran film Humint
Zo In-sung sebagai Manager Zo
Park Jeong-min sebagai Park Geon
Park Hae-joon sebagai Hwang Chi-seong
Shin Se-kyung sebagai Chae Seon-hwa
Jung Yoo-jin sebagai Assistant Manager Lim
Lee Shin-ki sebagai Geum-tae
Robert Maaser sebagai Aleksei
Kang Ha-kyung sebagai Eun-pyo
Lee Jun-young sebagai Dong-cheol


Review film Humint
Sejak pembuka film, Humint sudah menghadirkan aksi yang memukau, kalau istilah dunia film ala Netflix penonton harus dibuat takjub sejak pertama sehingga punya ketertarikan selama menonton film, formula yang pernah diungkapkan oleh Matt Damon saat diwawancara terkait film The RIP yang juga tayang di Netflix.

Humint bercerita tentang Manager Zo yang sedang menyelidiki tentang asal dan peredaran barang terlarang narkoboy bernama Jingdu lewat wanita penghibur dari Korea Utara. Dalam pencarian fakta tersebut salah seroang informannya meninggal akibat over dosis dan terungkapnya fakta bahwa selain obat-obatan terlarang juga terjadi perdagangan manusia.

Fakta baru ini membawanya ke sebuah daerah bernama Vladivostok di Rusia dan harus berurusan dengan inteligen Korea Utara dan Mafia Rusia.

Visual film ini bagus, memperlihatkan pemandangan kota khas Rusia yang tenang, bangunan jaman dulu namun dengan balutan kehadiran teknologi modern dan masalah kekinian.

Jalan ceritanya khas agen inteligen yang dibumbui permainan tikus dan kucing, saling menyelidiki, adegan-adegan interogasi hingga bumbu romance tipis-tipis tapi mampu menjadi alasan masalah dalam film ini jadi serius.

Dari sisi tema yang diangkat juga patut disimak, bagaimana sindikat perdagangan manusia berkelindan dengan bisnis haram lain dan faktanya masih terjadi hingga sekarang.

Aksi yang ditampilkan juga menarik, adegan hand combat dan tembak-tembakannya menengangkan apalagi nanti di babak akhir menuju akhir film cukup berdarah-darah dengan peluru pamungkas yang sinematik sekali.

Film yang menghibur, cerita yang unik namun tidak cukup rumit untuk dipahami sehingga mudah diikuti alurnya. Sangat rekomended buat sobat yang mau nonton film aksi dengan tema spionase diakhir pekan.

Selamat menonton.



Penulis
Nandar  


====
Baca juga review film Korea Selatan bertema intelijen:

Review Film Netflix The RIP, Drama Polisi Korup Penuh Plot Twist

0

 

Campusnesia.co.idJika sobat suka film-film yang dibintangi Matt Damon seperti Jason Bourne atau Tripple Frontier yang dibintangi oleh Ben Affleck, maka besar kemungkinan bakal suka film yang mempertemukan mereka dalam satu frame yang berjudul The RIP.

Film berlatar dunia kepolisian The RIP baru saja rilis di platform Netflix. Tanpa babibu, scene pertama langsung menunjukkan seorang Polisi bernama Jackie disergap oleh dua sosok misterius dengan penutup kepala dan berakhir dengan kematian.

Pertanyaannya, apa motif kedua pembunuh polisi tersebut dan kasus apa yang diselidiki?

Berikutnya seorang letnan bernama Dane yang diperankan oleh Matt Damon di integorasi oleh direktur kepolisian dan agen FBI karena kuat dugaan pembunuhnya adalah polisi.

Film berjalan semakin seru ketika mucul sebuah informasi anonim yang menyebut ada sebuah tempat berisi uang sitaan yang jumlahnya sangat besar.

Seperti yang saya sampaikan di awal, salah satu yang menarik dari film ini adalah plot twistnya yang akan sangat memuaskan.

Dari sisi aksi juga menarik, jelang pertengahan hingga babak akhir sangat khas ala film action hollywood.

Satu lagi poin positif dari film The RIP adalah ruang lingkup dan timelinenya tidak lama, alias hanya sehari semalam to the point langsung persolaan utamanya.


Daftar pemeran film The RIP
- Matt Damon sebagai Letnan Dane Dumars
- Ben Affleck sebagai Sersan Detektif JD Byrne
- Steven Yeun sebagai Detektif Mike Ro
- Teyana Taylor sebagai Detektif Numa Baptiste
- Sasha Calle sebagai Desiree “Desi” Molina
- Catalina Sandino Moreno sebagai Detektif Lolo Salazar
- Scott Adkins sebagai Agen FBI Del Byrne
- Kyle Chandler sebagai Agen DEA Mateo ‘Matty’ Nix
- Néstor Carbonell sebagai Mayor Thom Vallejo
- Lina Esco sebagai Kapten Jackie Velez
- Jose Pablo Cantillo sebagai Agen DEA Dayo Reyes
- Cliff Chamberlain sebagai Petugas Junger
- Alex Hernandez sebagai Petugas Warwick
- Daisuke Tsuji sebagai Agen FBI Logan Casiano


Buat sobat yang suka film aksi ala Hollywood dan kangen dengan Matt Damon dan Ben Affleck saya sarankan langsung nonton saja di Netflix.

Sangat rekomended, semoga berlanfaat sampai jumpa.

Penulis
Nandar


===
Baca juga:

Daftar Film Korea Selatan dan Film Jepang Tayang Bulan Januari-Februari 2026, Catat Tanggal Mainnya

0
 


Campusnesia.co.id - Halo sobat pembaca, menemani tahun baru di 2026, berikut kami hadirkan informasi tentang Daftar Film Korea dan Film Jepang Tayang Bulan Januari 2026, Catat Tanggal Mainnya.


Daftar film Korea Selatan tayang bulan Januari 2026


1. Number One (Korean Movie)
Ha-Min (Choi Woo-Sik) mulai melihat angka yang berkurang satu setiap kali dia makan masakan ibunya (Jang Hye-Jin). Dia mengetahui bahwa jika angka tersebut mencapai 0, ibunya, Eun-Sil, akan meninggal.


2. The King's Warden
Seorang raja muda (Park Ji-Hoon) dilengserkan dan diasingkan ke sebuah desa kecil di lembah pegunungan bersama dayangnya (Jeon Mi-Do). Di sana ia bertemu dengan penduduk desa, termasuk kepala desa Heung-Do (Yu Hae-Jin). Kepala desa dan penduduk desa merawat raja muda yang telah dilengserkan itu.


3. Hodonaku, Owakare Desu
Misora ​​Shimizu (Minami Hamabe) telah berulang kali gagal mencari pekerjaan. Secara kebetulan, ia bertemu dengan perencana pemakaman Reiji Urushibara (Ren Meguro), yang bekerja untuk perusahaan pemakaman Bando Kaikan. Hal ini membawanya untuk mulai bekerja sebagai magang di Bando Kaikan. 

Ia dibimbing oleh Reiji Urushibara, tetapi Reiji sangat ketat dalam melatihnya dan ini menyebabkan Misora ​​Shimizu merasa putus asa. Tak lama kemudian, rasa putus asa Misora ​​Shimizu berubah menjadi kekaguman terhadap Reiji Urushibara. Sikap dan tindakan simpatiknya terhadap orang yang meninggal dan keluarga yang berduka membuatnya terkesan. Misora ​​Shimizu memutuskan untuk menjadi perencana pemakaman.


4. Humint
Saat menyelidiki kejahatan yang terjadi di perbatasan Vladivostok, Rusia, agen rahasia dari Korea Selatan dan Korea Utara berkonflik. Baca reviewnya: Review HUMINT, Film Spionase Korea Selatan dengan Cerita dan Aksi yang Menawan



Daftar film Jepang tayang bulan Januari 2026


1. Kyojo: Reunion
Para siswa kelas 205 di akademi kepolisian dibimbing oleh instruktur berhati dingin Kimichika Kazama (Takuya Kimura). Sisi gelap dan rahasia para siswa secara bertahap terungkap. 

Sementara itu, para alumni akademi kepolisian, yang telah melewati disiplin keras Kimichika Kazama, kini sukses di bidang mereka masing-masing. Para alumni ini berkumpul di bawah pimpinan Kimichika Kazama untuk melacak keberadaan Haru Tozaki.


2. Kobikicho no Adauchi
Berlatar zaman Edo, Kikunosuke adalah seorang pemuda tampan. Ia datang ke Tokyo untuk mencari seseorang yang membunuh ayahnya. Pada suatu malam bersalju, ia akhirnya berhadapan dengan musuhnya tepat di sebelah teater dan berhasil membalas dendam dengan membunuh orang tersebut. Orang-orang memuji Kikunosuke atas hal itu.

Satu setengah tahun kemudian, Samurai Soichiro Kase (Tasuku Emoto), yang mengaku sebagai kerabat Kikunosuke, mengunjungi teater untuk mengetahui kisah lengkap tentang balas dendam Kikunosuke. Saat Soichiro Kase mendengarkan orang-orang yang terlibat dengan Kikunosuke, kebenaran secara bertahap terungkap.






Demikian tadi postingan kita kali ini tentang Daftar Film Korea dan Film Jepang Tayang Bulan Januari 2026, Catat Tanggal Mainnya, semoga bermanfaat sampai jumpa.

Review Series Netflix Last Samurai Standing, Sayembara Para Pemegang Katana

0
 



Campusnesia.co.id - Semalam saya baru saja merampungkan 6 episode series Netflix terbaru dari Jepang yang berjudul Last Samurai Standing yang dibintangi oleh Junichi Okada. Jujur ini adalah series yang cukup saya antisipasi di bulan November setelah melihat trailernya yang menjanjikan.

Drama ini berdasarkan novel berjudul Ikusagami Ten dan Ikusagami Ji karya Shogo Imamura yang diterbitkan pada tanggal 15 Februari 2022 dan 16 Mei 2023 oleh Kodansha. Aktor Junichi Okada juga bekerja sebagai produser dan koreografer aksi untuk serial drama ini.

Aktor Junichi Okada sudah tidak diragukan lagi karena sudah banyak film tema samurai yang pernah ia bintangi, diantaranya Baragaki: Unbroken Samurai, A Samurai Chronicle dan Tenchi: The Samurai Astronomer.

Awalnya saya mengira Last Samurai Standing bakal menghadirkan permainan bertahan hidup memperebutkan uang seperti Squid Games tapi ini era Samurai, namun setelah menonton episode pertama ternyata sisi drama dan jalan ceritanya sangat menarik.

Penonton akan diajak mengikuti perjuangan karakter Shujiro Saga, mantan prajurit Samurai yang mengalami kesusahan ekonomi akibat wabah kolera mau tidak mau harus kembali menghunus pedangnya demi mendapat hadiah uang guna mengobati sang istri, anak dan penduduk desanya.

Ada sebuah perlombaan antar samurai bernama Sudoku yang diselenggarakan oleh kepolisian mempertemukan ratusan samurai untuk bisa sampai tujuan akhir di Tokyo. Syaratnya setiap kali melewati pos perbatasan yang telah ditentukan, setiap peserta harus memiliki beberapa poin yang hanya bisa didapat dengan mengambil tanda peserta lain, pilihannya meminta baik-baik atau tentu saja harus lewat adu katana dahulu.

Premisnya sederhana, namun nyatanya cara penyajiannya sangat menarik, back story beberapa karakter utamanya dispill perlahan satu demi satu hingga penonton berempati dan menaruh simpati.

Kini jalan cerita tak hanya tentang saling baku hantam, Shujiro Saga harus menjaga seorang anak perempuan yang juga ikut kompetisi bernama Futaba Katsuki. Sepanjang 6 episode karakter ini jadi beban banget dan kadang bikin berpikir apaan sih, namun di situlah letak dramanya.

Selain bumbu drama dan aksi laga yang ciamik, latar belakang dan sejarah mengapa para peserta saling termotivasi untuk bertarung, bumbu plot twist juga dihadirkan. Ternyata dalam perjalan terungkap ini bukan tentang sayembara mencari siapa yang paling kuat diantara para pemegang katana namun juga aroma politik yang kental tentang bagaimana zaman berubah, jepang yang masuk era modernisasi dalam pengaruh barat sedang berusaha beralih dari era pedang ke senjata api serta tema bagaimana para samurai tak digunakan lagi, terpinggirkan seperti yang beberapa kali diangkat dalam layar kaca misalnya film The Last Samurai atau Kenshin.

Sinopsis drama Jepang The Last Samurai, Pada tahun 1878, larut malam, 292 samurai yang sangat terampil berkumpul di Kuil Tenryuji di Kyoto untuk berpartisipasi dalam sebuah pertarungan berbahaya. Mereka terpikat oleh tawaran hadiah utama sebesar 100 miliar yen. Setiap peserta diberikan sebuah tanda kayu. Peserta yang berhasil mencapai Tokyo akan memenangkan hadiah tersebut. Shujiro Saga (Junichi Okada) ikut serta dalam permainan berbahaya ini untuk menyelamatkan istri dan anaknya yang sakit.

Sangat rekomended jadi tontonan akhir pekan apalagi buat sobat yang suka series tema jejepangan terlebih tentang dunia Samurai. Hanya 6 episode bisa diselesaikan dalam sehari tapi harus sabar untuk lihat endingnya karena ini baru season 1 dan nampaknya bakal ada season 2 untuk melihat hasil akhirnya.

Selamat menonton, sampai jumpa.


Penulis
Nandar

Review Film Relay 2025, Drama Sederhana Penuh Intrik dan Aksi Menegangkan

0
 



Campusnesia.co.id - Baru-baru ini saya habis nonton film seru berjudul Relay yang mengisahkan tentang karakter Ash yang berprofesi sebagai perantara memandu orang-orang bernegoisasi dengan perusahaan atau aparat berwenang terkait barang bukti yang sensitif.

Dalam banyak film maupun series kita sering dipertontonkan ketika seseorang memiliki hal-hal sensitif misalkan berkas rahasia milik perusahaan maka akan berakhir dengan tidak bahagia dan mengancam nyawa. Nah peran karakter Ash ada di sini, menjadi perantara melakukan negosiasi dengan menjamin keselamatan kliennya yang memegang data sensitif namun juga memastikan klien perusahaan tetap mendapatkan data yang bocor.

Uniknya hal ini dilakukan tanpa kontak langsung bahkan sekalipun dengan suara. Ash menggunakan layanan telepon untuk pengguna tuna rungu yaitu menggunakan semacam mesin ketik berupa teks yang akan dibacakan oleh perusahaan perantara menjadi suara.

Hal ini menjamin anonimitasnya karena dilindungi dengan ketat oleh undang-undang kerahasiaan informasi di Amerika sana, beda cerita kali ya kalau latar kejadiannya di negara kita.

Setelah sekian lama berhasil membantu klien-kliennya, Ash harus berhadapan dengan sebuah perusahaan yang menggunakan jasa keamanan swasta yang punya cara yang tidak kalah cerdiknya.

Kejar-kejaran penuh kejutan ini yang membuat Relay jadi film yang bisa dibilang sederhana namun tetap menyajikan ketegangan dan drama yang menarik.

Sebagai antisipasi, endingnya penuh plot twist menambah daya tariknya sekaligus mungkin cukup membuat patah hati sebagain penonton yang sudah terbawa suasana sejak awal.

Relay sudah tayang di Amerika Serikat pada tahun 2024 yang disutradarai oleh David Mackenzie dan ditulis oleh Justin Piasecki. Film ini dibintangi oleh Riz Ahmed, Lily James, dan Sam Worthington yang kita kenal sebagai pemeran Jake Sully di film Avatar.

Film ini tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 8 September 2024 dan dirilis di bioskop pada 22 Agustus 2025. Film ini menerima ulasan positif dan telah meraup $4 juta.

Rekomended jadi tontonan akhir pekan dan buat sobat pecinta film tema spionase atau agen khusus, Relay cocok banget. Cukup jadi oase di tengah film action yang gitu-gitu saja.


Oke demikian tadi sobat Campusnesia, postingan kita kali ini tentang Review Film Relay 2025, Drama Sederhana Penuh Intrik dan Aksi Menegangkan, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar

Review Film Yim Si-Wan Mantis, Drama Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Berbalut Aksi

0
 



Campusnesia.co.id - Setelah tampil apik dalam film thriller Unlocked, tahun 2025 ini aktor Yim Si-Wan yang tampangnya mirip urang sunda kembali ke layar lebar lewat sebuah film berjudul Mantis yang tayang di platform streaming Netlifx.

Berkisah tentang karakter bernama Lee Han-Ul  yang memiliki julukan Mantis karena pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran dengan senjata sabit mirip kaki-kaki belalakang sembah a.k.a Mantis.

Perusahaan tempatnya bernaung yaitu M.K jatuh bangkrut setelah pimpinannya dibunuh oleh karakter Gil Bok-Soon yang diperankan oleh aktris Jeon Do-Yeon.

Yup sobat Campusnesia tidak salah baca, semesta dalam film Mantis ini sama dengan film pendahulunya berjudul Kill Boksoon.

Untuk sebuah film sekuel secara tidak langsung, Mantis menurut saya menyajikan hal yang menarik. Dunia bisnis agen pembunuh bayaran berhasil disajikan apik dengan bumbu komedi dan romansa.

Karakter Lee Han-Ul diceritakan merupakan salah satu aset berharga perusahaan M.K di masa kejayaannya, diawal karirnya sebagai debutan ia berkompetisi dengan seorang trainee juga bernama Shin Jae-Yi yang diperankan aktris Park Gyu-Young.

Seperti pepatah Jawa kuno mengatakan, Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, mas Mantis ternyata diam-diam suka dengan Shin Jae-Yi membuat ia selalu ingin bersama dan melindungi yang pujaan hati.


Sayangnya cinta ini bertepuk sebelah tangan, makin didekatin makin nyakitin hingga akhirnya jalan kekerasan harus ditempuh.

Dari sisi aksi masih bisa dinikmati, komedia dan romansa yang dihadirkannya jadi bumbu yang pas saja. Yim Si-Wan berhasil menjadi karakter yang naif sudah tahu diacuhkan namun tetap teguh selalu ingin jadi pahlawan.

Buat sobat yang suka dengan aktor Yim Si-Wan, wajib banget nonton film ini. Temanya gak berat jadi cukup mudah dicerna dan menghibur. Rekomended jadi tontonan film ini.

Selain Yim Si-Wan dan Park Gyu-Young ada juga aktor-aktor papan atas lainnya misalnya penampilan Jo Woo-Jin, Jeon Do-Yeon dan masih banyak lagi yang lainnya.




Penulis
Nandar


====
Baca juga:

Review The Shadow's Edge, Kembalinya Jackie Chan Dalam Film Aksi Spionase

0
 



Campusnesia.co.id - Kabar gembira bagi sobat penggemar mbah Jackie Chan, bulan Agustus 2025 ini beliau kembali ke layar lebar lewat sebuah film berjudul The Shadow's Edge.

Film ini merupakan remake dari film mandarin berjudul Eye in the Sky yang rilis pada tahun 2007 silam mengangkat kisah sekelompok polisi yang bertugas mencari sosok penjahat misterius lewat aksi penyamaran.

Versi 2025 menambahkan berbagai unsur kemajuan teknologi mata-mata dari surveillance via kamera hingga bantuan teknologi artificial intelligence atau Ai. Namun di tengah kecanggihan aneka teknologi tersebut penjahat jadi lebih susah ditemukan karena mereka tak kalah canggih dengan polisi, di sinilah cara-cara lama dibutuhkan kembali.

Sebagai penggemar Jackie Chan yang berprinsip apapun filmnya asal ada beliau pasti nonton, kali ini bener-bener puas walau durasinya bisa dibilang cukup panjang.

Berbeda dengan film-film Jackie Chan selama beberapa tahun terakhir yang lebih banyak genre drama komedia dan minim adegan aksi, dalam The Shadow's Edge sobat akan dimanjakan dengan aneka pertarungan jarak dekat serta akting yang energik dari idola kita yang tak lagi muda dalam segi usia.

Tentu saja adegannya bakal banyak cut dimana-mana, manun tetap saja bisa jadi obat rindu yang kangen era Jackie Chan muda dulu.


Daftar pemain film The Shadow's Edge

Jackie Chan sebagai Wong Tak-chung

Zifeng Zhang sebagai He Qiuguo

Tony Ka Fai Leung sebagai Fu Longsheng

CiSha sebagai Chen Xiwang

Zhenwei Wang

Wen Junhui

Rongguang Yu

Xing Yu

Luna Fujimoto

Qiunan Lin
 
Kenya Sawada

Yueting Lang
 
Brono Bajtala sebagai Thor

Ziyi Wang

Zhengjie Zhou



Trailer film The Shadow's Edge




Poster film The Shadow's Edge




Penulis:
Nandar