Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri biografi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri biografi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

5 Film tema Bisnis dan Wirausaha Rekomended versi Campusnesia




Campusnesia.co.id -- Bicara film genre dan jenisnya banyak sekali, penulis sendiri tidak membatasi suka film yang seperti apa, bisa drama, action, science fiction atau animasi. Tetapi film tentang biopic atau biografi tokoh tertentu dan kejadian tertentu memiliki tempat tersendiri di hati penulis. Kali ini kami coba hadirkan beberapa film biopic dengan tema Wirausaha atau Entrepreneurship, walau tidak membahas teknis bisnis sepanjang film tetap saja menarik menyimak reka ulang dan mengais inspirasi dengan sedikit dramatisasi. Berikut Daftarnya.


1. Top Secret the Billionaire 

Sebuah film biografi Thailand disutradarai oleh Songyos Sugmakanan dengan aktor Pachara Chirathivat. Film ini mengisahkan Top Itthipat Kulapongvanich, remaja yang memulai bisnisnya saat 19 tahun. Bisnis itu adalah rumput laut goreng kemasan, kita kenal sekarang dengan nama ‘Tao Kae Noi' pernah beli di minimarket?. Film ini dirilis pada tanggal 20 Oktober 2011. 

Kalau versi indonesia, sepertinya kripik singkong pedas Maicih dan Pisang Chip Zanana perlu dibuat film serupa kali ya.

2. Steve Jobs

Rilis tahun 2015 disutradarai oleh Danny Boyle genre drama biografi. Naskah film ini ditulis oleh Aaron Sorkin berdasarkan buku Steve Jobs karya Walter Isaacson dan kisah nyata pendiri Apple, Steve Jobs. Dibintangi Michael Fassbender, Kate Winslet, Seth Rogen dan Jeff Daniels. Mengambil latar masa-masa menjelang peluncuran produk-produk utama antara lain Apple Macintosh 128K, NeXT Computer dan iMac G3.

Kalau kamu berharap komedi layaknya di film the billionaire, kamu akan kecewa karena film ini lebih ke drama. Kita jadi tahu beberapa sisi lain dari tokoh Steve Jobs dengan segala pencapaianya bersama Apple.

3. Joy

"Ibu-ibu rumah tangga juga berhak dan bisa sukses, jangan takut berkreasi" itu kalimat yang bisa saya tulis setelah nonton film satu ini.

Joy adalah film drama komedi biografi rilis tahun 2015 yang disutradarai oleh David O. Russell. Naskah film ini ditulis oleh David O. Russell, sementara ceritanya ditulis oleh Annie Mumolo dan David O. Russell berdasarkan kisah nyata Joy Mangano menjadi pengusaha sukses dalam menjual produk alat pengepel lantai. Film ini dibintangi oleh Jennifer Lawrence, Robert De Niro, Bradley Cooper, Édgar Ramírez, Diane Ladd, Virginia Madsen dan Isabella Rossellini.

Iya, bercerita tentang ibu-ibu rumah tangga yang mendapatkan ide membuat alat Pel yang tidak akan mengotori tangan kamu saat menggunakannya, pernah lihat acara Pagi-pagi di Net tv dengan  host Andre dan Hesti saat segmen Alat Inovatif? seperti itulah gambarannya, 

Poin plus lain dari film ini, tentang pentingnya sarana distribusi penjualan. Film ini berlatar belakang era penjualan dengan saluran TV dan telpon mirip iklan-iklan di TV. Pelajaran tentang kerjasama dan kontrak juga penting.

4. The Founder

Ini juga Film drama biografi rilis tahun 2016 yang disutradarai oleh John Lee Hancock. Naskah film ini ditulis oleh Robert D. Siegel berdasarkan kisah nyata Ray Kroc dan kontribusinya dalam memimpin dan mengatur restoran cepat saji McDonald's. Dibintangi oleh Michael Keaton, Laura Dern, Nick Offerman, John Carroll Lynch, Patrick Wilson dan B. J. Novak.

Untuk pembaca pasti tidak asing dengan franchise resto cepat saji McDonald's yang diangkat film ini, tetapi tahukah sobat bahwa bisnis sebenarnya dari McDonald bukanlah makanan cepat saji tetapi properti? oleh karena ini saya sarankan nonton film ini.

5. The Social Network

Kalau sobat melihat Facebook sebagai teknologi maka film yang satu ini masuk kategori film teknologi, tapi kalau sobat melihat Facebook sebagai bisnis yang sukses membangun kerajaannya, maka film The Social Network masuk list artikel ini.

Film biografi drama tayang tahun 2010 yang disutradarai oleh David Fincher. Naskah film ini ditulis oleh Aaron Sorkin berdasarkan buku The Accidental Billionaires karya Ben Mezrich. Film ini dibintangi oleh Jesse Eisenberg, Andrew Garfield, Justin Timberlake, Brenda Song, Rooney Mara dan Armie Hammer.

Bercerita tentang Mark Zuckerberg dalam merintis dan membangun Facebook. Ada pelajaran tentang Inovasi, Kreatifitas, serta konflik dalam bisnis dan teman yang bisa saja terjadi ketika bisnismu semakin besar dan menghasilkan uang. Tonton saja, menarik.

Itu tadi sobat Campusnesia, 5 FIlm dengan tema Bisnis dan Wirausaha rekomendasi Campusnesia, ada referensi lain? tulis di kolom komentar ya.

penulis: Nandar
editor: Mumun

Review Film The Report 2019, Perjuangan Senator Amerika Membongkar Interogasi CIA Pasca 9/11 yang Melanggar HAM



Campusnesia.co.id - Dari sekina genre film, Drama dan Biografi menjadi salah satu favorit saya, walau tidak bisa dipungkiri film dengan tema biografi dan drama kadang membosankan bagi sebagian orang. Banyak adegan dialog, berjalan dengan lambat dan bikin ngantuk, tetapi entah mengapa selalu ada hal menarik sepanjang filmnya apalagi yang berkaitan dengan politik.

Baru-baru ini saya menonton film bertema drama biografi sekaligus bertema politik berjudul The Report. Bercerita bagaimana perjuangan seorang staff senator amerika bernama Dan mengungkap cara-cara interogasi CIA terhadap tersangka penyerangan 11 September 2001 yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Rilis tahun 15 November 2019 dengan durasi 119 menit diproduksi dengan Budget $8 juta berhasil mendulang Box office sebesar $517,788 juta. Sutradara dan skenarion oleh Scott Z. Burns.

Trailer Film The Report


Daftar Pemain Film The Report
Adam Driver sebagai Daniel Jones
Annette Bening sebagai Dianne Feinstein
Jon Hamm sebagai Denis McDonough
Jennifer Morrison sebagai Caroline Krass
Tim Blake Nelson sebagai Raymond Nathan
Ben McKenzie sebagai Petugas CIA Scrubbed
Jake Silbermann sebagai Yoked up CIA Officer
Matthew Rhys sebagai New York Times Reporter
Ted Levine sebagai John Brennan
Michael C. Hall sebagai Thomas Eastman
Maura Tierney sebagai Bernadette
Sarah Goldberg sebagai April
Dominic Fumusa sebagai George Tenet
Noah Bean sebagai Martin Heinrich
Douglas Hodge sebagai James Elmer Mitchell
Corey Stoll sebagai Cyrus Clifford
T. Ryder Smith sebagai Bruce Jessen
Fajer Kaisi sebagai Ali Soufan
Linda Powell sebagai Marcy Morris
John Rothman sebagai Sheldon Whitehouse
Joanne Tucker sebagai Gretchen
Ian Blackman sebagai Cofer Black
Zuhdi Boueri sebagai Abu Zubaydah
Carlos Gomez sebagai Jose Rodriguez
Ratnesh Dubey sebagai Khalid Sheikh Mohammed
Scott Shepherd sebagai Mark Udall
Kate Beahan sebagai Candace Ames
James Hindman sebagai Inspektur Jenderal Buckley
Austin Michael Young sebagai Agen Miller
Joseph Siravo sebagai John Rizzo

Sinopsis Film The Report 
The Report adalah film thriller yang didasarkan pada peristiwa aktual. Seorang staf yang idealis bernama Daniel J. Jones (Adam Driver) ditugaskan oleh bosnya, Senator Dianne Feinstein  (Annette Bening) untuk memimpin sebuah investigasi Program Penahanan dan Interogasi CIA yang dibuat setelah peristiwa 11 September. 

Penyelidikan Jones berjalan tanpa henti, dan mengarah pada temuan yang mengungkapkan bahwa badan intelejen tertinggi negara itu melakukan tindakan terlarang. Jones menemukan fakta bahwa CIA telah menghancurkan bukti dan memiliki misi menghancurkan hukum, dan menyembunyikan rahasia yang mengejutkan dari publik Amerika.

Review Film The Report
Kesan pertama bikin ngantuk jelas, sepanjang film kita disajikan bagaimana perjuangan Dan adalam mencari bukti-bukti pelanggan HAM oleh CIA dalam menginterogasi tersangka teroris.

Kita akan disajikan 2 color grading untuk membedakan masa sekarang dan flash back dramatisasi masa lalu bagaimana CIA bekerja menginterogasi pasa tersangka dengan cara yang katanya baru dan disempunakan dengan teknik terdahulu tetapi justru melanggar HAM dan hasilnya jauh dari harapan.

Terlepas dari ego nasionalisme, dalam film ini seakan ingin menggambarkan bahwa sebenci-bencinya amerika pada para pelaku terorisme yang kejam, dalam mengungkap dan menangkap pelaku tetap mengedepankan cara-cara yang manusiawi.

Tergambar juga, bagaimana senat atau DPR amerika sangat kuat pengaruhnya hingga berhasil membongkar kejahatan yang disembunyikan ini, memperjuangkan agar artikel rahasia CIA bisa dipublish untuk masyarakat.

Tergambar juga, pihak CIA tidak mau tinggal diam begitu saja ketika mulai diusik, Scene favorit saya adalah saat Dan mulai diancam karena tuduhan meretas komputer CIA untuk mendapatkan dokumen rahasia, dengan kedekatanya dengan media ia berhasil membalikkan keadaan dengan mengarahkan spotlight pada CIA yang menerobos rauang tim pencari fakta DPR. sangat menarik.

Kesimpulan, rekomended buat yang suka film bertema biografi, drama dan politik, selamat menonton.

Penulis: Nandar

Biografi Bu Puan Maharani, Putri Bu Megawati Soekarnoputri dan Cucu Bung Karno Sang Proklamator




Campusnesia.co.id - Terima kasih yang sudah membaca postingan kami tentang biografi para tokoh dan publik figur.

Kali ini kami akan menghadirkan informasi tentang Biografi Bu Puan Maharani, Putri Bu Megawati Soekarnoputri dan Cucu Bung Karno Sang Proklamator. 

Dr. (HC.). Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, S.Sos. (lahir 6 September 1973) adalah seorang politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019–2024. 

Puan merupakan perempuan pertama dan orang termuda ketiga, setelah Achmad Sjaichu dan I Gusti Gde Subamia, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR secara tetap; ia berusia 46 tahun saat dilantik. 

Sebelumnya, ia merupakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia antara 2014 hingga 2019, dalam prosesnya juga menjadi perempuan pertama dan orang termuda yang pernah menjabat sebagai menteri koordinator. 

Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI pada 2012 hingga 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, perdagangan, koperasi, dan usaha kecil menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP DPR RI.

Sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), ia pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009. Ia menjabat sebagai ketua fraksi partai dari 2012 hingga terpilih sebagai menteri pada 2014. 

Ia adalah satu dari delapan perempuan yang terpilih sebagai menteri dan satu-satunya menteri koordinator perempuan. Ia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu 2019.

Puan adalah anak bungsu dan satu-satunya putri mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini, Megawati Sukarnoputri, serta cucu dari presiden pertama Indonesia Sukarno. Ayahnya, Taufiq Kiemas, adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari 2009 hingga kematiannya pada 2013.

Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi lahir pada 6 September 1973. Ibunya adalah mantan presiden dan pemimpin PDI-P saat ini Megawati Soekarnoputri, putri presiden pertama Indonesia Soekarno, menjadikannya cucu dari Soekarno. Ayahnya adalah Taufiq Kiemas, seorang politisi yang menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari 2009 hingga kematiannya pada 2013.


Pendidikan
Hingga sekolah dasar (SD), Puan menjalani kehidupan yang relatif normal dan lancar, meskipun merupakan cucu dari presiden pertama Soekarno. Hal ini terjadi hingga ia berada di sekolah menengah pertama (SMP), saat ibunya Megawati, menjadi aktif kembali dalam politik Indonesia selama Orde Baru. 

Ia lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Perguruan Cikini pada tahun 1991, dan ia masuk Universitas Indonesia pada tahun 1991 untuk belajar komunikasi massa. Ia lulus tahun 1997.

Pada tanggal 14 Februari 2020, Puan dianugerahkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro, proses perolehan gelar ini berjalan selama dua tahun.


Karier politik Bu Puan Maharani

Kepresidenan Megawati
Setelah jatuhnya Suharto pada tahun 1998, Puan terlibat dalam politik karena ibunya adalah salah satu pemain utama dalam kancah politik nasional. Selama tiga tahun kepresidenan Megawati, ia sering menemani ibunya dalam kunjungan dinas dalam dan luar negeri, selain melakukan kegiatan sosial sendiri.

Dewan Perwakilan Rakyat
Pada tahun 2008, Megawati memperkenalkan Puan, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan DPP PDI-P, sebagai penggantinya saat berkampanye untuk pemilihan gubernur Jawa Timur 2008 di Ngawi.

Setelah itu, Maharani mencalonkan diri di Pemilu 2009 di dapil Jawa Tengah 5 (meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali) dan memenangkan 242.504 suara - tertinggi kedua dari semua calon anggota parlemen di negara ini.

Pada masa jabatan pertamanya, ia menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI-P sejak 2012, menggantikan Tjahjo Kumolo (yang kemudian menjadi Menteri Dalam Negeri). Ia ditugaskan di komisi VI DPR, meliputi investasi dan UKM. Selama periode ini, dia menentang kebijakan kenaikan harga bahan bakar pada tahun 2013.


Pemilihan Presiden 2014
Kemudian, dia sempat diajukan sebagai calon presiden PDI-P untuk pemilihan umum 2014 dan sebagai calon wakil presiden untuk Joko Widodo (populer dikenal sebagai Jokowi). Dalam pemilihan umum legislatif, ia memenangkan 326.927 suara, sekali lagi mencetak suara terbanyak kedua secara nasional.

Menteri Koordinator
Menyusul kemenangan Jokowi atas Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden langsung, ia diangkat menjadi menteri kabinet di tengah kritik atas pengalamannya dan pengaruh politik ibunya.

Penggantinya di parlemen, Alfia Reziani, baru dilantik pada tahun 2016. Dia mengklaim sukses selama masa jabatannya, merujuk pada IPM yang meningkat di samping kemiskinan yang lebih rendah dan statistik rasio Gini.

Dia adalah satu-satunya menteri koordinator yang selamat dari dua perombakan kabinet pada masa jabatan pertama Jokowi, mendorong media untuk menggambarkannya sebagai "tak tersentuh".

Situs web revolusi mental
Pada 24 Agustus 2016, dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan meluncurkan situs web, revolusimental.go.id, untuk mempromosikan seruan Presiden Joko Widodo untuk "revolusi mental" di Indonesia. 

Kementerian telah menerima dana anggaran sebesar Rp149 miliar pada tahun 2015, yang mengakibatkan kritik ketika situs revolusi mental "down" dua hari setelah diluncurkan. Pejabat mengklaim situs tersebut telah diretas dan "hanya" menelan biaya Rp200 juta.

Laporan mencatat bahwa beberapa kode skrip situs telah diambil dari barackobama.com, sebuah situs yang dioperasikan oleh pendukung Barack Obama. Situs asli juga dibangun di atas tema dari platform situs web sumber terbuka WordPress dan di-host di server bersama.

Situs web tersebut kemudian dikembangkan kembali, tetapi dikritik karena "berbiaya berat, konten ringan". Puan membela situs tersebut, dengan mengatakan: “Saya sangat ingin semua orang berpartisipasi dalam program ini dengan mengikuti kegiatan serta memberikan pendapat atau kritik mereka kepada kami.”


Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
Menyusul Pemilu April 2019 Indonesia, di mana hasil sementara menunjukkan PDIP memperoleh suara terbanyak, Puan disebut-sebut menjadi Ketua DPR periode 2019–2024, menjadi ketua wanita pertama di dewan.

Dia juga telah mengindikasikan bahwa dia mungkin mencalonkan diri kepresidenan pada tahun 2024. Secara individual, dia memperoleh 404.034 suara untuk tiketnya ke dewan, terbanyak dari kandidat legislatif mana pun di negara ini. Ia diangkat sebagai Ketua pada 1 Oktober 2019, menjadi wanita pertama yang memegang posisi tersebut.


Kehidupan pribadi
Puan menikah dengan pengusaha Hapsoro 'Happy' Sukmonohadi dan mereka memiliki dua anak. Menurut laporan media, Puan dan Happy menikah satu bulan sebelum masa reformasi yang diawali dengan pengunduran diri Soeharto pada Mei 1998. 

Saat itu, ibunda Puan, Megawati, adalah tokoh oposisi terkemuka di negara itu dalam rezim yang tidak mentoleransi oposisi kritis. Puan mengaku kesulitan menemukan tempat untuk pernikahan karena banyak pengelola gedung membatalkan pemesanannya. Pernikahan itu akhirnya digelar di rumah Megawati di Kebagusan di Jakarta Selatan. Puan mengatakan tidak ada pejabat negara yang hadir.



Demikian tadi sobat campusnesia, postingan kita kali ini tentang Biografi Bu Puan Maharani, Putri Bu Megawati Soekarnoputri dan Cucu Bung Karno Sang Proklamator. Semoga bermanfaat sampai jumpa.


sumber:

Biografi Bapak Luhut Binsar Panjaitan Menteri Kemaritiman dan Investasi era Presiden Jokowi




Campusnesia.co.id - Biografi adalah rubrik di Campusnesia yang menghadirkan profil tokoh masyakarat dan publik figur, kali ini kita akan menghadirkan Biografi Luhut Binsar Panjaitan yang dikenal sebagai menteri kemaritiman dan investasi yang baru saja mendapat jabatan dari dari presiden Jokowi yaitu Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional.

Pak Luhut beberapa bulan di awal tahun 2022 juga ramai diperbincangan sebagai salah satu penggagas perpanjangan masa jabatan presiden Jokowi dengan Big Data Sebut 110 Juta Warganet Ingin Pemilu 2024 Ditunda. 

Untuk pembaca Campusnesia, berikut Biografi pak Luhut Binsar Panjaitan

Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. (lahir 28 September 1947) adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Kabinet Kerja pada Juli 2016 dan dipilih kembali pada masa Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin periode 2019–2024 sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia. 

Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia sejak 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015.

Pada 12 Agustus 2015, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. 

Dalam perombakan Kabinet Kerja Jilid II pada 27 Juli 2016, ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.

Pada 15 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo mengambil langkah terkait polemik kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, sehingga Presiden memberhentikan Archandra secara terhormat dari Menteri ESDM dan menunjuk Luhut yang juga menjadi Menko Maritim untuk menjadi pejabat sementara (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebelum masuk dalam Kabinet Kerja, Luhut pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2000–2001 saat Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI 1999–2001. 

Kehidupan pribadi
Luhut merupakan anak ke-1 dari 5 bersaudara pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu. Ia menikah dengan Devi Simatupang dan memiliki 4 anak, yaitu Paulina, David, Paulus dan Kerri Pandjaitan.

Pendidikan
Untuk mengejar cita-cita, Luhut hijrah ke Bandung dan bersekolah di SMAK 1 PENABUR Bandung. Di sinilah ia kemudian menjadi salah satu pendiri Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) yang menghimpun pelajar dan mahasiswa menentang Orde Lama dan PKI.

Luhut adalah lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970. Pada tahun 1967, Luhut masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Darat dan 3 tahun kemudian meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik pada tahun 1970, sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah disandangnya—Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat. 

Ketika menjadi perwira menengah, pengalamannya berlatih di unit-unit pasukan khusus terbaik dunia memberinya bekal untuk mendirikan sekaligus menjadi komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor) kesatuan baret merah Kopassus, menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

Pendidikan yang diikutinya:
- Masters in Public Administration, George Washington University, Washington DC, Amerika Serikat.
- National Defense University, Amerika Serikat.
- Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), Penerima penghargaan Adhi - - Makayasa untuk lulusan terbaik AKABRI bagian Darat (1970).
- Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (SUSSARCABIF), Lulus Terbaik (1971).
- Kursus Komando, Lulusan Terbaik, Meraih Penghargaan Sangkur Perak Komando (1971).
- Kursus Lintas Udara, Lulusan Terbaik, Meraih Penghargaan Trophy Payung Emas (1971).
- Kursus Lanjutan Perwira/SUSLAPA I (1976).
- Kursus Lanjutan Perwira/SUSLAPA II (1978).
- Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD).
- Sekolah Staf Dan Komando ABRI (SESKO ABRI)
- Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS)

Pada Tahun 2001 Luhut Panjaitan mendirikan Politeknik Informatika Del di Desa Sitoluama, Toba Samosir.

Pelatihan
- Royal Army Special Air Service (SAS), Britania Raya (1981).
- Shooting dan Anti-Terror Instructor Training, Jerman Barat (1981).
- Counter-Terrorism and Special Operations Course, Grenzschutzgrupppe 9 (GSG-9) German - Federal Police, Jerman Barat (1981).
- US Army Airborne, Pathfinder, And Ranger Course, Fort Bragg And Fort Benning, Amerika Serikat (1976).
- Free Fall Instructor Course, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1976).
- Mobile Trainning Team (MTT) Instructor Course Golden Knight, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1978).
- HALO/HAHO Jumpmaster Instructor Course, US Army Jumpmaster School, Amerika Serikat (1980).
- US Army John F. Kennedy Special Warfare Center and School (US. Army Special Forces Course), Fort Bragg, Amerika Serikat (1978).
- Bomb Disposal Instructor Training, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1977).
- Jungle Warfare Instructor Training Course, US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat (1979).
- Guerrilla & Counter-Guerrilla Warfare Instructor Training Course, US Army Special Forces, Amerika Serikat (1978).

Kepangkatan
- Letnan Dua Inf (1970)
- Letnan Satu Inf (1973)
- Kapten Inf (1975)
- Mayor Inf (1980)
- Letnan Kolonel Inf (1983)
- Kolonel Inf (1990)
- Brigadir Jenderal TNI (1995)
- Mayor Jenderal TNI (1996)
- Letnan Jenderal TNI (1997)
- Jenderal TNI (HOR) (01-11-2000)

Jabatan militer
- Komandan Peleton I/A Group 1 Para Komando, Kopassandha (1971).
- Komandan Peleton Batalyon Siliwangi Di Kalimantan Barat, Pada Operasi Pemberantasan Dan Penumpasan PGRS/Paraku (1972).
- Komandan Kompi A Group 1 Para Komando, Kopassandha (1973).
- Komandan Kompi A Pasukan Kontingen Garuda (KONGA VI) Wilayah Port Said, Port Fuad, Port Suez, Mesir (Desember 1973 – Oktober 1974).
- Ajudan Pribadi Brigjen TNI Yogi S Memed (Komandan Brigade Selatan, Wilayah Terusan Suez) Kontingen Garuda (KONGA VI), Mesir (Desember 1973 – Oktober 1974).
- Komandan Tim C Group 1 Para Komando Satuan Lintas Udara Pada Operasi Seroja, Kopassandha (1975).
- Komandan Kompi Pasukan Pemburu Kopasshanda Pada Elemen Satgas Tempur Khusus, Pada Operasi Seroja (1976), Sekaligus Meraih Prestasi Dan Predikat Sebagai Komandan Kompi Terbaik Dalam Operasi Seroja.
- Perwira Operasi Pada Pusat Intelijen Strategis/Pusintelstrat.
- Perwira Operasi Pada Satuan Tugas/Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI.
- Pendiri dan Komandan Pertama Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus (1981)
- Pendiri dan Komandan Pertama Proyek Rajawali Pada Pusat Intelijen Strategis/Pusintelstrat, BAIS ABRI (1983)
- Komandan Satuan Pengamanan Presiden RI/VVIP Pada KTT ASEAN Manila, Filipina (1984).
- Pendiri dan Komandan Pertama Proyek Charlie/Proyek Intelijen Teknik (Proyek Yang - Menjadi Creme De La Creme TNI) Pada Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus (1985).
- Pendiri Dan Komandan Pertama Sekolah Pertempuran Khusus (Sepursus) Detasemen-81/Anti-Terror Kopassus Pada Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) (1986).
- Komandan Satgas Tempur Khusus Pasukan Pemburu Kopassus (Detasemen-86) Di Sektor Tengah Khusus (Osu, Frekueike, Laisorobai) Timor-Timur (1986). Meraih Prestasi Dan Predikat Sebagai Komandan Satgas Tempur Terbaik Di Timor-Timur.
- Komandan Sekolah Pusdik Para Lintas Udara Pusshandalinud/Pada Pusat Pendidikan Pasukan Khusus/Pusdikpassus, Kopassus (1987).
- Asisten Operasi (Asops) Kopassus (1989)
- Komandan Group 3 Sandhi Yudha Kopassus, (1990)
- Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), (1993)
- Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur, Meraih Prestasi Sebagai Komandan Korem Terbaik Di Indonesia (1995)
- Wakil Komandan Pusat Persenjataan Infanteri
- Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI-AD (1996–1997)
- Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) (1997–1998).


8 Jabatan Pemerintahan
1. Duta Besar RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura (1999–2000)
2. Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI pada Kabinet Persatuan Nasional (2000–2001)
3. Pangkat Jenderal TNI (1999)
4. Kepala Staf Kepresidenan RI (2014–2015)
5. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan RI (2015–2016)
6. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2019)
7. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kabinet Indonesia Maju (2019–Sekarang)
8. Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional.




Karier di pemerintahan
Pada tahun 1999, Presiden B.J. Habibie mengangkatnya menjadi Duta Besar Republik Indonesia Untuk Republik Singapura pada awal era Reformasi. 

Kepiawaian Luhut dalam diplomasi dianggap mampu mengatasi hubungan kedua negara yang sempat terganggu dan kurang selarasnya komunikasi antar pemimpin negara sepeninggal Presiden Soeharto. Dalam tiga bulan pertama masa jabatannya, ia mampu memulihkan hubungan kedua negara ke tingkatan semula.

Lalu pada masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Luhut ditarik dari Singapura sebelum masa baktinya berakhir. Gus Dur mempercayakannya sebagai Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia walaupun dalam periode yang singkat (2000–2001)—sesingkat usia pemerintahan Gus Dur. 

Presiden pada era pemerintahan selanjutnya pun bermaksud untuk mempercayakannya kembali sebagai menteri, tetapi Luhut menolaknya karena ia menjaga etika terhadap Gus Dur.

Pada 31 Desember 2014, Luhut dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia yang pertama oleh Presiden Joko Widodo.

Pada 12 Agustus 2015, Luhut ditetapkan oleh Presiden menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan sebelum dipindahkan lagi menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada tanggal 27 Juli 2016.

Pengembangan masyarakat
Pada tahun 2001, Luhut memiliki ide membangun yayasan dan sekolah untuk masyarakat yang membutuhkan. Lalu bersama istrinya, Devi, Luhut membuat sebuah yayasan misi sosial, Yayasan Del, yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia Indonesia agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

Yayasan Del bergerak di sektor pendidikan, teknologi, kesehatan, kemanusiaan dan membangun panti asuhan. Selain itu Del juga memberikan program beasiswa tanpa membedakan status maupun golongan.  

Program pertamanya adalah dengan mendirikan Politeknik Informatika Del yang kini telah menjadi Institut Teknologi Del, di tepi Danau Toba. Tepatnya di Sitoluama, Laguboti, Kab. Tobasa. Sekarang, IT Del telah membuka program studi baru, yaitu: S1 Teknik Manajemen Rekayasa, Teknik Bioproses, Sistem Informasi dan Teknik Informatika, serta D3 Teknik Informatika.

Institut Teknologi DEL, ditujukan untuk anak berbakat dan dari keluarga tidak mampu Indonesia. Sejak didirikan, Institut Teknologi DEL bekerjasama dengan ITB Bandung, NIT India dan Wollongong University Australia.

Luhut juga mendirikan Yayasan Luhur Bakti Pertiwi yang telah melahirkan 250 alumni generasi muda berjiwa pemimpin berintegritas tinggi dari 23 provinsi. Selain itu Luhut juga mendirikan Yayasan Lingkar Bina Prakarsa sebagai lembaga independen dan non-partisan untuk menjadi Pusat Studi Kebijakan dan Pendampingan Strategis.

Kewirausahaan
Pada tahun 2004, Luhut mulai merintis bisnis di bidang energi dan pertambangan dengan mendirikan PT Toba Sejahtra Group. Kini di bawah Toba Sejahtra yang bergerak di sektor pertambangan batu bara, ada anak usaha yang bergerak di sektor minyak dan gas, perkebunan, dan kelistrikan.

PT Toba Bara Sejahtra Tbk (Toba Bara) adalah salah satu  produsen utama batubara termal yang kompetitif di Indonesia. Sebagai anak perusahaan PT Toba Sejahtra Group, Toba Bara telah berkembang menjadi produsen batubara utama yang beroperasi pada 3 (tiga) konsesi area tambang batubara di Kalimantan Timur. 

Area-area tambang yang berdekatan ini, yang dikelola oleh 3 (tiga) anak perusahaan, berada pada  lokasi tambang yang menguntungkan, serta dekat jaraknya dengan pelabuhan setempat. Sejak memulai produksi pada tahun 2007, mengalami  kenaikan yang cepat menjadi sebuah perusahaan  terkemuka di bidang batubara. Luas area tambang Toba Bara secara keseluruhan sekitar 7087 hektare dengan total estimasi sumber daya sebesar 236 juta ton.

Pembangunan pertama pada aset greenfield  dimulai dengan PT Indomining pada tahun 2007, diikuti dengan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) pada tahun 2008.  Kemudian, pembangunan PT Trisensa Mineral Utama (TMU) dimulai pada tahun 2011.

Pada 6 Juli 2012 Toba Bara mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ticker TOBA dan merilis sebesar 210.681.000 saham atau 10,5 % dari jumlah modal disetor, dengan perolehan dana sebesar Rp400.293.900.000,00. Harga perdana saham sebesar Rp1.900,00 per lembar saham.

Selain itu ada satu perusahaan konsesi yang dipegang Toba Sejahtra Grup, yaitu PT Kutai Energi. Sedangkan di sektor migas ada PT Energi Mineral Langgeng dan PT Fairfield Indonesia. 

Di sektor kelistrikan ada PT Pusaka Jaya Palu Power dan PT Kartanegara energi Perkasa. Lalu di sektor perkebunan ada dua perusahaan yaitu, PT Trisena Agro Sejahtera dan PT Adimitra Lestari. Kalu di sektor industri ada  PT Smartias Indo Gemilang, PT Rakabu Sejahtera dan PT Kabil Citranusa.

PT Pusaka Jaya Palu Tower yang bergerak di sektor kelistrikan sejak tahun tahun 2007, berhasil membangun pembangkit listrik tenaga uap—dan ini merupakan pembangkit listrik tenaga uap swasta pertama di Indonesia.

Untuk coal and mining, sebagian besar hasil produksinya diekspor ke China, Korea, Taiwan, India, dan Jepang.

14 Penghargaan dan tanda kehormatan
1. Ernst dan Young Entrepreneur of the Year, untuk kontribusi pada Pengembangan Sosial (2011).
2. Penghargaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia sebagai Pembina Olah Raga terbaik nasional (2006).
3. Komandan Resor Militer (Danrem) Terbaik se-Indonesia (1995).
4. Tanda Jasa Militer: Kesetiaan 8 Tahun, Kesetiaan 16 Tahun, Bintang Kartika Eka Paksi Prestasi dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.
5. Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akabri Bagian Darat (1970).
6. Bintang Yudha Dharma Nararya.
7. Bintang Prestasi Kartika Eka Paksi III.
8. Satyalancana Nararya III.
9. Satyalancana Kesetiaan XXV Tahun.
10. Satyalancana G.O.M. VIII/Dharma Phala.
11. Satyalancana Penegak.
12. Satyalancana Seroja.
13. Satyalancana Garuda VIII.
14. Satyalancana Dwidya Sistha.
Satyalancana PBB.

Afiliasi
- Wakil Ketua DPP Partai Golongan Karya (2008–2014)
- Diusulkan Menjadi Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar (2016–2019)
- Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar (2019-2024)

Aktvitas Sosial
- Ketua Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (2001–2010)
- Pendiri Yayasan DEL
- Pendiri Yayasan Luhur Bakti Pertiwi
- Pendiri Yayasan Lingkar Bina Prakarsa
- Pembina Relawan Bravo 5 Pendukung Jokowi-JK (2014)

Fun Fact bapak Luhut Binsar Panjaitan pernah bermain film sebagai cameo dalam film berjudul Sang Prawira yang rilis tahun 2019 produksi Mabes Polri dan MRG Films.


Demikian tadi sobat Campusnesia, postingan kita kali ini tentang Biografi Bapak Luhut Binsar Panjaitan Menteri Kemaritiman dan Investasi era Presiden Jokowi. Semoga bermanfaat sampai jumpa.


Sumber:
- sindonews.com

** Baca kumpulan artikel seputar Biografi da profil tokoh serta publik figur lain di sini.



Makalah Sejarah Indonesia Pahlawan Nasional Abdul Rahman Saleh


 

Campusnesia.co.id -- Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini dengan baik walaupun jauh dari kesempurnaan dimana tugas ini disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran ‘Sejarah’.


BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Abdulrahman Saleh, lebih dikenal dengan nama julukan 'Karbol' ini lahir di Jakarta, 1 Juli 1909. Bergelar Prof. dr. SpF, Marsekal Muda Anumerta, Abdulrahman Saleh adalah tokoh Radio Republik Indonesia, dan juga bapak fisiologi kedokteran Indonesia.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana profil Abdul Rahman Saleh?
2. Bagaimana riwayat masa kecil Abdul Rahman Saleh?
3. Bagaimana keaktifan dan militer Abdul Rahman Saleh?
4. Bagaimana biografi TNI AU Abdul Rahman Saleh?
5. Bagaimana akhir hidup Abdul Rahman Saleh?

TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui profil Abdul Rahman Saleh
2. Untuk mengetahui riwayat masa kecil Abdul Rahman Saleh
3. Untuk mengetahui keaktifan dan militer Abdul Rahman Saleh
4. Untuk mengetahui biografi TNI AU Abdul Rahman Saleh
5. Untuk mengetahui akhir hidup dari Abdul Rahman Saleh

BAB II PEMBAHASAN

1.PROFIL ABDUL RAHMAN SALEH
Abdulrahman Saleh adalah pahlawan Indonesia yang lahir di Jakarta, 1 Juli 1909. Ia dikenal
memiliki banyak talenta, sebagai dokter, ahli ilmu faal, perintis teknologi radio, dan sekaligus
perintis penerbangan Indonesia.

Dalam bidang medis, ia dikenal sebagai sosok yang ahli dalam ilmu fisiologi. Ilmu ini
merupakan salah satu cabang ilmu dari biologi. Ilmu faal mempelajari berlangsungnya
kehidupan. Dalam ilmu ini ada beberapa metode yang musti dikuasai peminatnya, yakni metode untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan dalam menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya dalam mendukung kehidupan.

Ilmu ini dikuasai oleh Abdulrahman Saleh dari Universitas Indonesia, pada 5 Desember 1958.
Karena keahliannya ia diberi gelar sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia. Dengan demikian,
Abdulrahman Saleh adalah seorang anggota dokter yang bergelar Prof. Dr. Sp. F.

2. RIWAYAT MASA KECIL ABDUL RAHMAN SALEH
Abdulrachman Saleh dilahirkan pada tanggal 1 Juli 1909 di Jakarta. Pada masa mudanya, beliau bersekolah di HIS ( Sekolah rakyat berbahasa Belanda atau Hollandsch Inlandsche School ) MULO ( Meer Uitgebreid Lager Onderwijs ) atau saat ini SLTP, AMS ( Algemene Middelbare School ) kini SMU, dan kemudian selanjutnya di teruskannya ke STOVIA ( School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen ). 

Karena ketika itu STOVIA dibubarkan sebelum beliau  menyelesaikan studinya di sana, maka beliau meneruskan studinya di GHS ( Geneeskundige Hoge School ), semacam sekolah tinggi dalam bidang kesehatan atau kedokteran. Ayahnya, Mohammad Saleh, tidak pernah memaksakannya untuk menjadi seorang dokter, karena ketika hanya ada STOVIA saja. Pada saat beliau masih menjadi seorang mahasiswa, beliau sempat giat dalam berpartisipasi dalam berbagai organisasi seperti Jong Java, Indonesia Muda, dan KBI atau Kepanduan Bangsa Indonesia.

3. KEAKTIFAN KEDOKTERAN DAN MILITER
Setelah ia mendapat ijazah dokter, ia mendalami pengetahuan pengetahuan faal. Setelah itu ia mengembangkan pengetahuan faal ini di Indonesia. Oleh karena itu, Universitas Indonesia pada 5 Desember 1958 menetapkan Abdulrachman Saleh sebagai Bapak Pengetahuan Faal Indonesia.

Ia juga aktif dalam perkumpulan olah raga terbang dan berhasil mendapat ijazah atau surat
izin terbang. Selain itu, ia juga memimpin perkumpulan VORO (Vereniging voor Oosterse Radio Omroep), sebuah perkumpulan dalam aspek radio. Maka setelah kemerdekaan diproklamasikan, ia menyiapkan sebuah pemancar yang disebut Siaran Radio Indonesia Merdeka. Melewati pemancar tersebut, berita-berita tentang Indonesia terutama tentang proklamasi Indonesia dapat disiarkan sampai ke luar negeri. Ia juga berperan dalam mendirikan Radio Republik Indonesia yang berdiri pada 11 September 1945.

Setelah menyelesaikan tugasnya itu, ia beralih ke aspek militer dan memasuki dinas Tingkatan Udara Ia diangkatkan menjadi Komandan Pangkalan Udara Madiun pada 1946. Ia ikut mendirikan Sekolah Teknik Udara dan Sekolah Radio Udara di Malang. Sebagai Angakatan Udara, ia tidak melalaikan profesinya sebagai dokter, ia tetap memberikan kuliah pada Perguruan Tinggi Dokter di Klaten, Jawa Tengah.

4. BIOGRAFI TNI AU ABDUL RAHMAN SALEH
Abdulrachman Saleh dilahirkan dari keluarga dokter yang mempunyai disiplin dan pendidikan yang sangat kuat. Tepatnya Abdulrachman Saleh dilahirkan pada tanggal 1 Juli 1909, di kampung Ketapang (Kwitang Barat) Jakarta. 

Dan sebagai penghormatan terhadap jasa-jasa dia, pemerintah belakang menetapkan nama perlintasan tersebut menjadi perlintasan dr. Abdulrachman Saleh. Ayah dia, dr. Mohammad Saleh bersumber dari Salatiga dan beristrikan seorang gadis Jakarta yang bernama Ismudiati. Dia lulus menjadi dokter seangkatan dengan dr. Sutomo tokoh nasional pendiri Budi Utomo. Dr. Mohammad Saleh juga termasuk noda satu pendiri organisasi Boedi Oetomo. 

Dr Moh. Saleh ini sering beralih lokasi seiring keaktifan organisasi Boedi Oetomo-nya. Sampai pada sebuah masa ia memutuskan bagi menetap di Probolinggo dan semakin berkonsentrasi bagi keaktifan dokternya. Dan disinilah ia memainkan pekerjaan sebagai dokter praktek di rumahnya (sekaligus bagi mengelabui Belanda). 

Namun sebenarnya rumah ini juga menjadi rumah sakit dadakan dan menjadi gudang pemasok obat-obatan bagi para gerilyawan pejuang kemerdekaan Indonesia. Bermodalkan istri seorang saudagar pintar dan kaya, dan juga halaman belakangan rumah luas yang menjadi kebun tanaman obat (karena sulitnya memperoleh obat di Jaman Jepang) ia sering memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat sekitar Probolinggo, mengobati, menyelamatkan hidup dan memasok obat-obatan ke para gerilyawan ini dengan gratis. 

Nama Mohammad Saleh diketahui sebagai seorang dokter yang sosiawan di kalangan masyarakat, terutama masyarakat kota Probolinggo. Karena itulah namanya menjadi nama rumah sakit dan noda satu nama perlintasan utama di Probolinggo (nama perlintasan di hadapan rumah tersebut, yaitu perlintasan dr. Moh. Saleh, masyarakat sekitar semakin mengenal dengan nama perlintasan Dokter Saleh). 

 Sejak kecil Abdulrachman Saleh dan saudara-saudaranya selalu dalam hasil mendidik ayah bunda dengan penuh kasih sayang, tetapi mereka juga dibiasakan hidup tertib dan serba mandiri. Keluarga Mohammad Saleh yaitu keluarga akbar, sebelas orang putranya, dua berpulang waktu sedang anak-anak dan sekarang hanya tinggal sembilan orang. 

Putra dan putri keluarga Saleh mendapat hasil mendidik disiplin yang kuat, sampai-sampai pada makanpun sangat menjadi perhatian bagi keluarganya bagi pertumbuhan badan putra putrinya. Pengetahuan yaitu prinsip utama bagi hari hadapan mereka. 

Buah menggembirakan yang dia peroleh sebagai hasil jerih payah mendidik dan memberi disiplin kepada putra-putranya. Memang hasil dari pendidikan dan pengajaran yang ditanamkan di hati setiap putra-putranya membuktikan kenyataan bahwa ketujuh putra-putranya kesemuanya menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Maman, demikian panggilan Abdulrachman, dari waktu ke waktu setiap hari hampir tiada waktu yang terbuang tidak berjasa, setiap waktu yang mempunyai selalu dimanfaatkan bagi mengetahui sesuatu. 

Putra ini mewarisi sifat ayahnya yang mempunyai sifat periang dan adil hati. Sejak kecil Maman dijiwai hidup dan sifat serba mau tahu terhadap sesuatu yang sangat menonjol. Setiap mainan pemberian orang tuanya selalu mau dibongkarnya, dan senantiasa bagian-bagian mainan yang telah berserakan tidak menentu, dapat dipasangnya kembali. Hal ini sering menimbulkan kesal pada orang tuanya karena mainan yang baru tidak pernah dibiarkan utuh dalam keadaan semula. Pembawaan sifat serba mau tahu yang dipunyai sejak kecil, kelak menjadi dasar bagi berhasil dalam hidupnya, sehingga menjadi tokoh yang all round.

Ketika belum sekolah Maman kecil lokasi tinggalnya berpindah-pindah, karena keluarga Saleh mendarmabaktikan pengetahuannya kepada masyarakat dari kota yang satu pindah ke kota yang lain. Tenaga dokter waktu itu sangat dibutuhkan dan banyaknya sangat sedikit sekali jika dibandingkan masyarakat yang membutuhkan, karena tidak keadaan keseimbangan selang penderita dan dokter-dokter pribumi maka keluarga Saleh selalu berpindah-pindah. 

Semula dari Jakarta dipindahkan ke Boyolali, Jawa Tengah, tidak lama menduduki kota ini keluarga Saleh menuju Kolonedale, Sulawesi Tengah disusul lagi kepindahannya ke Bondowoso, Pasuruan, Probolinggo.

Beruntunglah Maman yang dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga yang berpandangan luas dan jauh ke hadapan, oleh karena itu persoalan pendidikan menjadi hal yang utama dalam keluarga tersebut. Pendidikannya dimulai dengan Holland Indische School (HIS), Meer Urgebreid Lagere Onderwijs (MULO). Setelah lulus MULO maksudnya mau melanjutkan studinya ke School Tot Opleding van Indische Artsen (STOVIA) di Jakarta, bagi mengikuti jejak ayahnya. Akan tetapi baru beberapa bulan ia masuk STOVIA, sekolah itu dibubarkan.
 
Pemerintah Belanda beranggapan bahwa dasar sekolah ini kurang memenuhi syarat-syarat,
karena bagi menjadi dokter dibutuhkan dasar yang kuat dari Algemene Middelbare School (AMS). Sekolahnya terpaksa dilanjutkan ke AMS Malang. Kecerdasan dan daya menghadapi sesuatu, yaitu modal bagi kelancaran pelajarannya, sehingga Maman terkenal anak yang bijak di kelasnya.

Mengikuti Jejak Orang Tua Sebagai seorang dokter, bapak Mohammad Saleh tentu menginginkan putra dia melanjutkan citacita dan jejak dia. Ditambah pula sekeliling yang terkait dan nilai-nilai sekolah semakin mendorong pemuda Abdulrachman bagi terjun dalam aspek kedokteran. Kegagalannya di STOVIA tidak menghambat cita-citanya. Setelah menamatkan AMS dengan nilai-nilai yang gemilang, ia memasuki Geneeskundige Hooge School (GHS) di Batavia. 

Masa-masa kemahasiswaannya, tidak disia-siakan begitu saja. Dia aktif di aspek kemahasiswaan, begitu pula kegiatan-kegiatannya di luar fakultas. Ia bukan seorang mahasiswa yang berjiwa text-book thinker. Jiwanya yang serba mau tahu mendorongnya bagi menyeburkan diri dalam organisasi-organisasi atau perkumpulan-perkumpulan yang sangat sesuai bagi dirinya.

Bakatnya di aspek olahraga sangat akbar. Waktu luang diisinya dengan kegiatan-kegiatan dalam organisasi keolahragaan, dimana ia dapat memupuk bakatnya. Maman pernah menjadi anggota Indonesia Muda. Dalam perkumpulan ini ia terjun dalam aspek olahraga atletik, berlayar, dan anggar. Di samping perkumpulan olahraga, perkumpulan yang bersifat sosial juga tidak luput dari perhatiannya. Sebelum masuk dalam Kepanduan iapun menggabungkan diri dalam persatuan pemuda Jong Java yang bersifat kedaerahan dan ikut aktif pula di dalamnya.

Ketika Indonesische Padvinderij Organisatie (INPO) berdiri, ia bergabung dalam perkumpulan itu. Pada tahun 1952 INPO beralih nama menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Peleburan ini dimainkan bagi mengganti nama Belanda dengan nama Indonesia.

Organisasi Kepanduan inipun menuntut segenap perhatiannya. Di kalangan KBI ia disayangi karena keramahan dan keuletannya, dan juga disegani oleh anggota-anggota lainnya karena sifatnya yang disiplin. Yang belakang sekalinya ia menjadi seorang pemimpin yang berwibawa dalam Kepanduan. Bakat-bakat kepemimpinanannya kelihatan semakin nyata. 

Dengan sifat yang tegas dan progresif sebagai pemimpin, Maman juga sanggup memberantas segala sesuatu yang kurang adil dalam organisasi Kepanduan. Hal-hal yang tidak pada lokasinya selalu diusahakan bagi menjadi semakin teratur. Ia juga tidak segan-segan mengoreksi sesama kawan yang menyeleweng atau kurang disiplin. 

Bagi ini teman-teman sekepanduan semakin menyukai menyebut pemuda Abdulrachman dengan Karbol. Karbol asalnya dari Krullebol yang waktu perpeloncoan disebut Karbol.

Sebelum Perang Dunia II, mempunyai sebuah Aeroclub di Jakarta berlokasi di Kemayoran yang yaitu perkumpulan olahraga terbang. Anggotanya beberapa akbar hanya terdiri dari bangsa Belanda. 

Biaya bagi masukpun dalam perkumpulan tersebut sangat tinggi, sehingga pemudapemuda Indonesia banyak yang tidak mampu menjadi anggota. Aspek penerbangan ini mulai menarik baginya. Berkat kemauannya yang keras, dan semangat pantang mundur dalam berlomba dengan pemuda-pemuda Belanda, yang belakang sekalinya brevet terbang dapat didapatnya.
 
Selama masa kemahasiswaan yang dilaluinya dari tahun ke tahun, di samping berupaya dapat bagi menjadi dokter, ia juga mengembangkan keterampilannya dalam bidang-bidang lain sehingga ia sungguh-sungguh menjadi orang yang all round.
 
Telah menjadi tradisi bagi keluarga dr. Saleh yang menurun dari ayah kepada putra-putranya, bahwa sebelum mengakhiri masa berupaya dapatnya, mereka telah melangsungkan perkawinan terlebih dahulu. Pada tahun 1933, Maman memasuki kehidupan berumah tangga dengan gadis pilihannya bernama Ismudiati, seorang pendidik yang bersumber dari Purworejo. Perkenalannya dimulai di rumah Dr. Mardjono di Probolinggo, dari perkawinan ini lahirlah dua orang putra yang bernama Pandji Saleh dan Triawan Saleh.
 


Setelah mendapat gelar dokter, ia memperdalam pengetahuannya di aspek pengetahuan faal. Dokter muda ini termasuk mahasiswa yang bijak, sehingga terpilih menjadi asisten dalam pengetahuan faal, mula-mula dosen pada NIAS - Surabaya, dan yang belakang sekalinya iapun menjadi dosen pada Perguruan Tinggi Kedokteran di Jakarta, dan belakang menjadi guru akbar di Klaten sampai wafatnya.
 
Pendiri Radio Republik Indonesia (RRI)
Pada tahun 1934 berdirilah perkumpulan yang menamakan dirinya Vereniging voor Oosterse Radio-Omroep (VORO) di mana noda satu pelopor dari perkumpulan tersebut yaitu dr. Abdulrachman Saleh. Tujuan perkumpulan ini menyiarkan kesenian-kesenian ketimuran. 

VORO mempunyai pemancar sendiri berketetapan 40 Watt dengan gelombang 88 meter. Pada tahun 1936 pemimpin VORO beralih dari tangan Gunari ke tangan dr. Abdulrachman Saleh. Waktu itu VORO merasakan kemacetan dalam aspek keuangan, karena itu studio beralih lokasi mencari sewa yang semurah-murahnya. Mula-mula studio berlokasi di Kramat 81 belakang pindah ke perlintasan Menteng 20. Sejak tahun 1937-1942, kemajuan VORO bertambah akbar, ini berkat keaktifan dr. Abdulrachman Saleh yang akbar bantuannya dalam
aspek teknik dan keuangan.

Setelah Pearl Harbor di bom pada tanggal 7 Desember 1941, semua daerah Asia Tenggara secara berangsur-angsur beralih kekuasaannya ke tangan “Dai Nippon”. Indonesiapun sebagai daerah yang strategis letaknya, lagi pula kaya akan bahan-bahan mentah tidak luput menjadi yang akan menjadi batu loncatan bagi Jepang bagi menyerbu Australia. Pemerintah Belanda di Indonesia diambil alih oleh Balatentara Jepang. Pada masa Jepang dr. Karbol memainkan pekerjaan sebagai pengajar pada Perguruan Tinggi Jakarta. Keaktifannya di luar perguruan tinggi pada masa Jepang, ikut dengan mahasiswa-mahasiswa dalam latihan militer PETA (Pembela Tanah Air) Jakarta.

Tanggal 14 Agustus 1945 yaitu masa kekalahan Jepang setelah merasakan pemboman atom
di Hirosima. Kekalahan Jepang berjasa akibatnyanya penjajahan dan penindasan bangsa lain
terhadap bangsa Indonesia. Pemuda bersama semua rakyat bangunan melucuti sisa-sisa tentara asing yang sedang tinggal. 

Tidak ketinggalan pemuda-pemuda pegawai Kantor Radio Jepang juga merasa wajib bagi ikut berjuang dan membentuk sebuah gerakan rahasia bagi menduduki kantor itu karena radio yaitu mass media yang utama. Gerakan ini diketahui oleh Kempetai (dinas rahasia Jepang), sehingga proklamasi kemerdekaan yang diucapkan atas nama SukarnoHatta pada tanggal 17 Agustus 1945 pada pukul 10 pagi, tidak dapat langsung disiarkan. Penyiaran proklamasi terpaksa tertunda bagi beberapa jam lamanya.

Bagi dapat menyiarkan proklamasi kemerdekaan terpaksa pegawai-pegawai radio bidang teknik termasuk Pak Karbol menyalurkan siarannya melewati pemancar yang bergelombang 16 meter, yang berada di Bandung. Pemancar ini telah persangkaan lama tidak digunakan, dahulu pemancar tersebut digunakan oleh Markas Balatentara Jepang bagi memberi instruksi-instruksi kepada tentaranya yang tersebar luas di semua pelosok Indonesia. 

Penggunaan siaran gelap ini diketahui oleh Pemimpin Kantor Radio bangsa Jepang. Dua orang Indonesia dimohon pertanggungan jawabnya, yaitu Bachtiar Lubis dan Jusuf Ronodipuro.

Ketika bersua dengan pemuda Jusuf Ronodipuro pada tanggal 18 Agustus 1945 menceritakan bahwa Hosokkyiku (pusat siaran radio pendudukan Jepang di perlintasan Merdeka Barat) ditutup, dia bertekad membikin radio siaran nasional. Pemancar berketetapan 100 Watt segera diciptakan dari ruang Laboratorium Pengetahuan Faal, sejak tanggal 22 Agustus 1945 berkumandanglah “The Voice of Free Indonesia” atau “Radio Suara Indonesia Merdeka”. 

Siaran ini dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Siaran Suara Indonesia Merdeka inilah yang menyiarkan pidato Bung Karno sebagai Presiden Republik Indonesia bagi pertama kalinya pada tanggal 25 Agustus 1945 dan Wakil Presiden Republik Indonesia Bung Hatta pada tanggal 29 Agustus 1945.
 
Belakang penyiaran ke luar negeri melewati pemancar di Bandung bagi kedua kalinya dibubarkan atas perintah Markas Akbar Tentara Sekutu di Timur Jauh. Kebutuhan bagi menyelenggarakan penyiaran ke luar negeri dirasakan sangat akbar gunanya, karena keadaan berbagai faktor yang menghalangi berupa larangan penyiaran terpaksa siaran-siaran dimainkan di luar studio. 

Dipelopori oleh dr. Abdulrachman Saleh disiapkanlah pemancar-pemancar secara ilegal. Berkat keahliannya dalam aspek teknik, tidak lama belakang siaran radio kita dapat mengudara dengan nama Radio Indonesia Merdeka dengan gelombang 85 meter, lokasinya di sebuah Gedung di Jl. Mentang Raja Jakarta. 

Belakang dengan berstudio di Perguruan Tinggi Kedokteran di Salemba 6 (kini Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), mulai memancarlah siarannya di angkasa : Siaran Radio Indonesia Merdeka ke luar negeri dengan call : This is the Voice of Free Indonesia. Waktu itu Balatentara Jepang dengan perasaan geram mencari-cari sumber siaran kita di luar studio, namun usaha mereka tidak pernah berhasil.
 

Semua ini dapat berhasil dengan adil berkat jerih payah dan daya upaya Pak Abdulrachman Saleh, yang sebenarnya bukan seorang pemimpin dari Djawatan Siaran Radio. Tetapi karena wataknya yang ringan tangan dan demi bagi kemerdekaan negara ia mencurahkan tenaga dan ingatannya kepada perjuangan di aspek radio. Dan berkat bimbingan Pak Karbol dengan dibantu oleh para aktivis radio, dapatlah disusun dasar-dasar dari Radio Republik Indonesia pada tanggal 11 September 1945. Terkenal sebagai Tri Prasetya RRI yang yaitu testament Prof. Dr. Abdulrachman Saleh. Dan terkenallah semboyan RRI menantang segenap musuh revolusi : Sekali di udara tetap di udara.

Peran sebagai insan radio ini membawa Profesor dr. Abdulrachman Saleh sebagai ketua organisasi Radio Republik Indonesia. Ketika stasiun radio stasiun radio telah pindah kembali ke Jl. Merdeka Barat organisasinya telah mencakup sepuluh stasiun yaitu :
- Stasiun Jakarta (Pusat)
- Stasiun Bandung
- Stasiun Jogyakarta
- Stasiun Semarang
- Stasiun Surakarta
- Stasiun Purwokerto
- Stasiun Surabaya
- Stasiun Madiun
- Stasiun Kediri
- Stasiun Magelang

Dalam pertemuan pada tanggal 10 September 1945 di kediaman pemuda Adang Kadarusman beberapa keputusan yang mendasar selang lain, 11 September 1945 dipastikan sebagai berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI). Tri Prasetya RRI, yaitu sumpah pegawai RRI kepada Republik Indonesia dan menjaga RRI sebagai alat perjuangan bangsa. Belakang organisasi semua radio tunduk kepada pusat yang diketuai oleh Profesor dr. Abdulrachman Saleh.
 
Setelah siaran-siaran RRI lancar, Pak Karbol merasa bahwa telah tiba masanya dia mempelopori perjuangan di aspek lain. Dia lalu mengundurkan diri dari aspek radio dan masuk ke dalam Tentara Republik Indonesia bagi membentuk Tingkatan Udara Nasional bersama-sama dengan Adi Sutjipto, seorang kesan murid Pak Karbol di Perguruan Tinggi Kedokteran Jakarta.

Mengabdi di AURI (Tingkatan Udara RI) Setelah Indonesia merdeka dia mengalihkan perhatiannya pada perjuangan di aspek kedirgantaraan, dengan memilih berjuang ke AURI. Pada masa AURI sedang dalam pertumbuhan, dia bersama perintis Tingkatan Udara lainnya tidak mengenal lelah dan gentar bagi mengembangkan kejayaan sayap tanah cairan. Dalam tahun 1947 ketegangan selang Pemerintah Indonesia dan pihak kolonialis Belanda semakin lama semakin memuncak.
 
Untunglah bahwa pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1945 telah membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang belakang mempunyai Djawatan Penerbangan. Nama TKRI itu belakang diganti dengan nama Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Djawatan Penerbangan dengan Dekrit Presiden pada tanggal 9 April 1946 menjadi TRI Tingkatan Udara. Pucuk pimpinannya dipegang oleh Komodor Udara (sekarang Laksamana) S. Suryadarma dan Wakil I Komodor Sukarnen Martokoesoemo, Wakil II Komodor Muda Udara Adisutjipto. 

Tugas yang dibebankan kepada anggota-anggota TRI Tingkatan Udara tidaklah ringan, terutama pada aspek pembangunan dan pembentukan penerbangan militer. Juga usaha merintis perlintasan ke arah penerbangan sipil dalam keadaan darurat tidak dapat dianggap enteng.

Kebutuhan akan tenaga pandai sangat kurang, ditambah pula pesawat terbang yang tersedia yaitu barang-barang rongsokan, kesan pesawat terbang Jepang. Demikian pula keadaannya dengan penerbang-penerbang Indonesia, hanya mempunyai beberapa gelintir saja. Dari beberapa gelintir penerbang-penerbang Indonesia ini, tenaganya dimohon bagi ikut membentuk Tingkatan Udara. Sebagai mantan penerbang olahraga sebelum Perang Dunia ke II, Pak Karbol tidak ketinggalan menyumbangkan darma baktinya bagi bangsa dan tanah cairannya.

Di Yogyakarta Pak Karbol berupaya dapat mengemudikan pesawat Cureng bersayap dua, dan Adisutjipto berperan sebagai instrukturnya. Dipelajarinya tipe-tipe pesawat lain ditengahnya Glider, Hajabusya, dan Bomber. Pesawat-pesawat tersebut keseluruhan yaitu pesawat yang dibebaskan Jepang di Yogyakarta, yang mesin-mesinnya diperbaiki sendiri oleh dia. Banyak pesawat-pesawat rongsokan Jepang yang telah rusak diperbaikinya sehingga dapat digunakan lagi oleh AURI.
 
Bagi beberapa waktu lamanya dia tinggal di Yogyakarta menjadi instruktur penerbang pembantu Adisutjipto. Tidak lama belakang pada tahun 1946 tugasnya dipindahkan bagi menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara Maospati (Madiun) dan tinggal di Malang.

Ketika tinggal di Madiun putra kedua kelahiran. Pemberian nama bagi putra kedua
berdasarkan kenang-kenangan masuknya dia ke TNI Tingkatan Udara. Nama Tri dan Awan menjadi Triawan. Sifat “air minded” yang dia miliki kelihatan nyata, sampai-sampai putranya diberi nama demikian.
 
Satu kelucuan lagi dalam sifat dr. Abdulrachman yaitu sewaktu kepindahan dia dari Madiun
ke Malang disertai oleh keluarga. Dengan menaiki Cureng, putra Triawan yang sedang bayi
ditempatkan di koper kecil, bagi menghemat lokasi dalam pesawat. Disini kelihatan sifat dia
sejak kecil yang selalu sederhana dan praktis.

Di Malang, Abdulracman mendirikan Sekolah Teknik Udara yang pertama, di Madiun juga membentuk Sekolah Radio Udara. Tenaga dia sangat dibutuhkan dimana-mana, selain aspek penerbangan, aspek teknik, aspek militer, juga aspek kedokteran. Perguruan Tinggi Kedokteran di Jakarta yang selama Clash I telah dipindahkan ke Klaten, membutuhkan tenaga guru akbar.

Bagaimana mungkin dia yang tinggal di Malang wajib mengajar setiap hari ke Klaten yang jaraknya cukup jauh. Bagi memainkan tugas mengajar di Klaten dia memakai pesawat Hayabusha dengan diterbangkan sendiri melewati Pangkalan Udara Maospati.
 
Di sini kita jumpai lagi kepraktisannya dalam kehidupannya setiap hari. Bagi memudahkan tugasnya apabila mempunyai persoalan penting yang wajib dia selesaikan di Madiun, dipasang sebuah tanda oleh ajudannya yang mempunyai di Pangkalan Udara Maospati. Sebaliknya apabila Pak Karbol mau menugaskan sesuatu, dia tinggal melemparkan secarik kertas dengan pesanpesan pada ajudannya. Jika tidak ditemuinya tanda-tanda, perjalanan dilanjutkan ke Pangkalan Udara Panasan dan dari sini dengan mengendarai sepeda motor.
 
Mempunyai sebuah perihal berlakunya istimewa yang mungkin hanya dapat terjadi pada diri dia saja. Ketika dia mendarat di Maguwo, dengan kereta api menuju ke Klaten, tiba-tiba kereta api selesai di tengah perlintasan, lokomotifnya mogok. Tidak segan-segan dia segera turun tangan membetulkan mesinnya yang rusak sehingga kereta dapat meneruskan perjalanan dengan selamat sampai di Klaten. Contoh ini yaitu cermin bagi kita betapa dr. Abdulrachaman Saleh benar-benar memainkan asas “ilmu bagi amal”. Dalam kehidupannya  ia sangat sederhana dalam segala hal, tidak mempunyai padanya sifat-sifat sombong. Hidupnya secara intensif dan penuh inisiatif yang menjadikan dirinya bermanfaat bagi keluarganya, masyarakat dan tanah cairan.

Gugur Bersama Pesawat Dakota VT-CLA
Menjelang bulan Juli 1947 dr. Abdulrachman Saleh bersama-sama dengan Adisutjipto mendapat tugas dari pemerintah bagi berkunjung ke luar negeri yaitu ke India. Tugas ini bagi mencari bantuan luar negeri berupa instruktur dan obat-obatan. Seorang industrialis India bernama Pat Naik meminjamkan pesawatnya macam Dakota bagi tugas mengangkut obat-obatan bagi PMI.

Dalam tugas ini terjadi peristiwa yang sangat menyakitkan bangsa Indonesia yang terjadi pada sore hari tanggal 29 Juli 1947. Pada hari itu bertolak dari Singapura pesawat Dakota India VTCLA ke Yogyakarta dengan membawa obat-obatan sumbangan dari Palang Merah Malaya bagi Palang Merah Indonesia. Pemberangkatan pesawat tersebut telah mendapat persetujuan pemerintah Inggris dan pemerintah Belanda.

Tanggal 28 Juli 1947 pers dan radio Malaya telah menyiarkan berita bahwa sebuah pesawat Dakota VT-CLA dengan muatan obat-obatan akan tiba keesokan harinya (29 Juli 1947) di Yogyakarta. Katanya telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Belanda. Namun kenyataannya ketika pada siang hari menjelang sore pesawat udara yang mengangkut obatobatan ini mau mendarat di Pangkalan Udara Maguwo dari arah Utara muncul dua buah pesawat Mustang Belanda. 

Secara berulang-ulang peluru dimuntahkan ke arah pesawat Dakota VT-CLA, pesawat ini kehilangan ketinggian dan membikin pendaratan, ke arah Selatan kota Yogyakarta. Pesawat membentur pohon, patah menjadi dua dan terbakar, hanya bidang ekornya saja yang sedang utuh. Semua awak pesawat dan penumpang berpulang kecuali seorang penumpang yang kebetulan duduk di bidang ekor pesawat yang sedang hidup. Penumpangnya, temasuk dr. Abdulrachman Saleh, Adisutjipto, Adisumarmo Wiryokusumo, Zainal Arifin, pilotnya Alexander Noel Constantine (Wing Comander Australia), Squadron Leader Inggris Roy Hazelhurst, juru teknik India Bidha Ram dan Ny. Constantine, sedangkan yang selamat yakni Gani Handonotjokro.

Masyarakat Yogyakarta tidak menyangka sama sekali bahwa pesawat terbang tersebut berisi orang-orang penting yang membawa obat-obatan, mereka hanya mengira bahwa serangan itu memang sesuai dengan siasat musuh yang akan membom Yogyakarta. Di kalangan AURI mempunyai anggapan bahwa apabila pesawat tersebut dikemudikan oleh Pak Adisutjipto dan Pak Abdulrachman Saleh sendiri yang mengenali udara kubu-kubu musuh dan daerah-daerah di sekitar Yogyakarta dengan adil, mungkin tidak sampai terjadi peristiwa yang menyedihkan itu.

Tetapi bagaimanapun juga perihal berlakunya ini yaitu sebuah musibah yang sangat menyedihkan semua rakyat Indonesia, AURI khususnya. Betapa tidak, pahlawan-pahlawan pembina dan tulang punggung penerbangan kita telah tiada. Ini semua yaitu pengkhianatan Jenderal Spooe, yang secara biadab dan pengecut telah memerintahkan bagi menyerang pesawat Dakota VT-CLA macam angkut yang tidak bersenjata, sehingga tidak bertenaga bagi membela diri. Yang belakang sekalinya pesawat jatuh di desa Tamanan, kecamatan Banguntapan, tidak jauh desa Ngoto, Bantul, Yogyakarta.

Usaha ini memang sejak lama menjadi rencana Belanda yakni bagi melumpuhkan tenagatenaga inti dari penerbangan kita. Kota Yogyakarta berkabung dengan jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA, peti-peti jenazah ditempatkan berjejer di Hotel Tugu. Pada hari pemakaman, rakyat penuh sesak di sepanjang perlintasan Malioboro bagi memberi penghormatan bagi terakhir kalinya pada pahlawan-pahlawan penerbangan kita. Jenazah dr. Abdulrachman Saleh dimakamkan di pemakaman Kuncen, Yogyakarta.
 
Penghargaan Kepada Marsda TNI Prof. dr. Abdulrachman Saleh Sebagai rasa terima kasih AURI yang tidak terhingga atas jasa-jasa dia dan Komodor Muda Udara Adisutjipto yang ikut membina sayap tanah cairan, almarhum dianugerahi pangkat Admiral Muda Udara, dan ditempat jatuhnya pesawat dibangun tugu peringatan. Tepat pada hari ulang tahun Republik Indonesia, 17 Agustus 1952 AURI telah menetapkan Pangkalan Udara Bugis, Malang menjadi Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

Sebagai penghargaan budi pekerti yang bergunanya yang sangat akbar di aspek kedokteran umumnya dan bagi pengetahuan faal khususnya, maka Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada tanggal 5 Desember 1958 telah meresmikan dr. Abdulrachman Saleh sebagai Bapak Pengetahuan Faal Indonesia. Pada tanggal 16 April 1959 Presiden Sukarno berkenan memberikan Satyalencana Bintang Garuda kepada Ibu Abdulrachman Saleh, sebagai tanda terima kasih rakyat Republik Indonesia atas budi pekerti yang bergunanya. Penghargaan dan penghormatan yang selanjutnya juga telah diberikan pada tanggal 15 Pebruari 1961 oleh Presiden kepada Ibu Abdulrachman Saleh yakni Bintang Mahaputra.

Marsekal Muda Anumerta Prof. dr. Abdulrachman Saleh atau semakin diketahui dengan nama panggilan “Pak Karbol” yaitu noda satu di selang Pahlawan Pembina Tingkatan Udara Republik Indonesia yang serba bisa dan serba guna. Karena dia yaitu seorang penerbang dan pandai teknik radio, seorang guru akbar dalam pengetahuan kesehatan/ilmu faal, seorang bintang lapangan dalam olahraga, seorang pemimpin yang bijak, berwibawa dan jujur serta mendahulukan kebutuhan tugas negara di atas kebutuhan pribadi. 

Oleh karena itu Taruna Akademi Tingkatan Udara sangat perlu mengambil suri tauladan dari pahlawan tersebut dalam semangat, kepandaian dan pengorbanan. Bagi penghargaan, penghormatan dan pengabdian nama pahlawan udara tersebut, maka sesuai dengan Surat Keputusan Komandan Akademi Tingkatan Udara Nomor : 145/KPTS/AAU/1965 tertanggal 3 Agustus 1965 dianggap perlu nama “Pak Karbol” yang diberikan pada Taruna Akademi nama panggilan “Kadet” diganti dengan nama panggilan “Karbol”. Dalam perjalanan sejarah panggilan “Karbol” berubah menjadi “Taruna”, namun sebutan “Karbol” dikukuhkan kembali sebagai panggilan Taruna Akademi Tingkatan Udara berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor : Skep/179/VII/2000 tanggal 18 Juli 2000.

Prof. dr. Abdulrachman Saleh bukan hanya milik TNI AU saja, tetapi dia yaitu milik bangsa Indonesia, maka telah selayaknya apabila dia menjadi sebagai suri tauladan dalam pengabdian kepada nusa, bangsa dan dipastikan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 071/TK/1974 tanggal 9 November 1974 tentang Penetapan Pahlawan Nasional. Pada tanggal 14 Juli 2000 atas prakarsa Kepala Staf TNI AU Hanafi Asnan kerangka jenazah Bapak Abdulrachman Saleh dan Adi Sutjipto beserta istri dipindahkan ke lokasi lokasi jatuhnya pesawat VT-CLA. Lokasi tersebut dibangun menjadi monumen yang sangat megah sekaligus sebagai makam kedua tokoh TNI AU beserta istri dengan nama Monumen Perjuangan TNI AU sebagai pengganti nama Monumen Ngoto.

Jelaslah bagi kita mengapa tanggal 29 Juli yaitu Hari Berkabung bagi AURI. Sebab dengan gugurnya kedua pelopor Penerbangan Nasional, bangsa Indonesia telah kehilangan tenaga yang sangat akbar berjasa. Hari Berkabung itu belakang menjadi Hari Bhakti AURI, karena pahlawanpahlawan itu telah gugur dalam kebaktiannya kepada tanah cairan.
 
Berkat hasil serta semangat perjuangan dia di masa lampau, Prof. dr. Abdulrachman Saleh diakui sebagai pelopor bangsa pada berbagai aspek, merintis Pengetahuan Faal di Indonesia, ikut menyatakan suara RRI ke udara dan ikut menaruh dasar-dasar bagi Tingkatan Udara kita sampai dewasa ini semakin kuat, berkuasa di udara.

5.AKHIR HIDUP ABDUL RAHMAN SALEH
Ketika Belanda mengadakan agresi pertamanya, Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh diperintahkan ke India. Dalam perjalanan pulang mereka mampir di Singapura untuk mengambil bantuan obat – obatan dari Palang Merah Malaya. Keberangkatan dengan menggunakan pesawat Dakota ini, memperoleh publikasi luas dari media massa dalam dan luar negeri.
 
Pada tanggal 29 Juli 1947, pada saat pesawat berencana kembali ke Yogyakarta dengan melalui Singapura, harian Malayan Times memberitakan bahwa penerbangan Dakota VT – CLA sudah mengantongi ijin pemerintah Inggris dan Belanda. Sore harinya, Suryadarma, rekannya baru saja tiba dengan mobil jipnya di Maguwo. Akan tetapi, pesawat yang ditumpanginya ditembak oleh dua pesawat P – 40 Kitty – Hawk Belanda dari arah utara. Pesawat tersebut kehilangan keseimbangan dan juga menyambar sebatang pohon hingga badannya patah menjadi dua bagian dan akhirnya terbakar.

Peristiwa heroik ini, diperingati TNI AU sebagai hari Bakti TNI AU sejak tahun 1962 dan sejak 17 Agustus 1952, Maguwo diganti menjadi Lanud Adisutjipto.  Abulrachman Saleh di makamkan di Yogyakarta dan beliau diangkat menjadi seorang Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.071/TK/Tahun 1974, pada tanggal 9 Nopember 1974. Pada tanggal 14 Juli 2000, atas prakarsa dari TNI – AU, makam Abdulrahman Saleh, Adisucipto, dan juga para istri mereka di pindahkan dari pemakaman Kuncen ke Kompleks Monumen Perjuangan TNI AU Dusun Ngoto, Desa Tamanan, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta.
 
Nama beliau kemudian diabadikan sebagai nama Pangkalan TNI – AU dan Bandar Udara di Malang. Disamping itu, piala bergilir yang diperebutkan dalam Kompetisi Kedokteran dan Biologi Umum ( Medical and General Biology Competition ) disebut dengan Piala Bergilir Abdulrahman Saleh.

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN
Abdulrahman Saleh adalah pahlawan Indonesia yang lahir di Jakarta, 1 Juli 1909. Ia dikenal memiliki banyak talenta, sebagai dokter, ahli ilmu faal, perintis teknologi radio, dan sekaligus perintis penerbangan Indonesia.
 
Dalam bidang medis, ia dikenal sebagai sosok yang ahli dalam ilmu fisiologi. Ilmu ini merupakan salah satu cabang ilmu dari biologi. Ilmu faal mempelajari berlangsungnya kehidupan. Dalam ilmu ini ada beberapa metode yang musti dikuasai peminatnya, yakni metode untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan dalam menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya dalam mendukung kehidupan.

Abdul Rahman Saleh meninggal karena pesawat yang ditumpanginya ditembak oleh dua pesawat P – 40 Kitty – Hawk Belanda dari arah utara. Pesawat tersebut kehilangan keseimbangan dan juga menyambar sebatang pohon hingga badannya patah menjadi dua bagian dan akhirnya terbakar.

Peristiwa heroik ini, diperingati TNI AU sebagai hari Bakti TNI AU sejak tahun 1962 dan sejak 17 Agustus 1952, Maguwo diganti menjadi Lanud Adisutjipto. Abulrachman Saleh di makamkan di Yogyakarta dan beliau diangkat menjadi seorang Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.071/TK/Tahun 1974, pada tanggal 9 Nopember 1974. Pada tanggal 14 Juli 2000, atas prakarsa dari TNI – AU, makam Abdulrahman Saleh, Adisucipto, dan juga para istri mereka di Desa Tamanan, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta.

Nama beliau kemudian diabadikan sebagai nama Pangkalan TNI – AU dan Bandar Udara di Malang. Disamping itu, piala bergilir yang diperebutkan dalam Kompetisi Kedokteran dan Biologi Umum ( Medical and General Biology Competition ) disebut dengan Piala Bergilir Abdulrahman Saleh.

B. SARAN
Kami sebagai penyusun makalah ini sangat menyadari bahwa materi yang kami buat ini masih banyak kekurangan. Jadi untuk itu kami meminta kepada saudara saudari semuanya untuk memberikan saran, kritikan, dan hal-hal lainnya yang bisa membangun untuk menuju kepada yang lebih baik. agar manfaat dari makalah ini dapat diambil penyusun dan orang yang membacanya.

Makalah ini ditulis oleh:

Siswi Kelas X
Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Lembaga Keuangan