Kenapa Penjaja Akun Netflix di Twitter bisa Jual Murah dari Harga Asli? Ternyata ini Sebabnya

 



Campusnesia.co.id - Saya ingin mengawali artikel ini dengan budayakan beli apapun sesuai peraturan, kontekstual dengan apa yang akan kita bahas tentang jual-beli akun aplikasi streaming yang harganya di bawah pasaran.

Kalau alasanya tidak punya uang sebanyak itu ya ditunda dulu keinginannya, nabung, kalau sudah cukup baru beli, harga yang tidak reachable bukan berarti boleh dijadikan alasan untuk jalur "ilegal".

Kenapa saya bilang ilegal walau sebenarnya tidak ilegal-ilegal amat? ya karena aturan dari penyedia aplikasi streaming gak ada tuh beli akun terus diecer keanggotaannya dan harganya di up agar dapat untung.


Orang Indonesia itu memang apapun yang lagi hype selalu dicari celahnya untuk bisnis, sebagai contoh ada masa Twitter jadi media jualan, pindah ke Instagram dan sekarang sedang marak jual-beli akun untuk aplikasi streaming macam Netflix, Disney Plus, Viu, Youtube premium, Spotify Premium hingga Canva.

Borong masker, handsanitizer dan susu beruang untuk dijual lagi dengan harga selangit di saat orang lain butuh, jual-beli surat swab pcr dan kartu vaksin dll.

Saya belum tahu pasti bagaimana caranya untuk Disney Plus, Viu, Youtube premium, Spotify Premium hingga Canva. 

Dalam artikel kali ini akan coba bahas khusus Netflix, saya sudah secara resmi dan legal berlanggan paket Ponsel Rp58.000,- per bulan bisa diakses dengan gadget ponsel dan tab, di dalamnya bisa sharing dengan 5 orang.

Inilah celah yang dimanfaatkan para penjual akun Netflix murah, coba kita simulasikan 58.000 dibagi 5 hasilnya 11.600 dijual dengan harga 20.000 saja, per orang si penjual sudah dapat untung 42.000.

Legal sih, tapi ya gak gitu juga mainnya, yang menganggu saya adalah memanfaatkan celah yang ada untuk kepentingan bisnis padahal gak ada tuh kebijakan resmi dari Netflix yang membolehkan pemilik akun "ngecer" atau "Jual Ketengan" paket yang mereka tawarkan, artinya tidak sesuai ketentuan.


"Namanya juga usaha mas, sirik banget sih?" jualan ya jualan tapi ya gak gitu juga kali, jualan yang lain kan bisa, sukanya cari celah dari suatu peraturan, jangan heran budaya korupsi tetap mengakar, ini mentalitas sih, koruptif bukan yang besar-besar macam Bansos dan Benur saja, yang kecil-kecil gini juga masuk kategori.

Belum lagi bahaya yang mengintai dari maleware dan virus yang mengincar dari aplikasi-aplikasi gak jelas untuk bisa dapat harga murah seperti di atas, waspada dan hati-hati jangan asal murah pikirkan juga isu keamanan dan legalitas.

Sebagai penutup saya akan mengulang prinsip saya, mari biasakan mendapatkan sesuatu yang baik dengan cara yang baik pula, prinsipnya jika ingin sesuatu yang berbayar tapi belum mampu cobalah yang gratisan dulu (tentu saja dengan fasilitas terbatas) nabung dulu hingga uangnya cukup baru penuhi keinginan tersebut.

"Hidup dengan prinsip dan idealisme tidak menjamin kaya raya, tapi setidaknya bisa membuatmu tenang, merdeka dalam bersikap dan berkata"

Dengan mindset yang sama, saya pastikan sobat akan terhindar dari godaan Pinjaman Ilegal, Payletter dengan bunga yang tidak masuk akan dan tentu saja Riba.

Semoga bermanfaat, sampai jumpa.


Penulis: Nandar


===
Baca Juga:


Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »